BAB IV PAPARAN DATA DAN ANALISIS
B. Temuan Penelitian
Beberapa temuan dalam penelitian yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi, baik yang didapat dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi. Sebagaimana fokus penelitian diatas maka temuan diklasifikasikan sebagai berikut:
62 Dokumentasi, Anggota Satuan Memperhatikan Intruksi
Mengembangkan Karakter Disiplin di Madarasah Ibtidaiyah An- Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter disiplin di MI An Najahiyyah yang terdiri dari tiga indikator yaitu nilai disiplin waktu, disiplin menaati aturan dan disiplin sikap. Disiplin waktu dapat ditunjukkan oleh pelatih kegaiatan ekstrakurikuler drum band tiba di sekolah sebelum jam latihan dimulai, kemudian anggota drum band sudah siap di kelas dan mulai berlatih sebelum pelatih datang. Namun, untuk ketepatan waktu pelaksanaan belum sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang ada.
Nilai disiplin menaati aturan ditunjukkan dengan peserta didik sudah bersiap sebelum kegiatan dimulai, peserta didik sudah mengambil alat musik drum band sesuai dengan alat yang dipegang masing-masing.
Peserta didik mengembalikan alat ke tempat semula dan menatanya dengan rapi.
Disiplin sikap dapat ditunjukkan dengan memperhatikan dan mempraktekkan materi yang disampaikan pelatih. Sebagian anggota satuan drum-band tidak bergurau pada saat latihan. Pelatih kegiatan drum-band akan menegur siswa dengan nada tinggi bagi yang melanggar peraturan sekaligus memberikan sanksi berupa menyuruh anggota berlatih sendiri dengan dilihat teman-temannya. .
Mengembangkan Karakter Nasionalisme di Madarasah Ibtidaiyah An- Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter nasionalisme di MI An Najahiyyah yang terdiri dari tiga indikator yaitu nilai nasionalisme berupa rela berkorban, cinta tanah air dan tanggung jawab. Indikator rela berkorban ditunjukkan giat mempelajari materi baru meskipun materi tersebut rumit dan sulit.
selalu bekerja sama dengan anggota satuan yang lain apabila mengalami permasalahan selama latihan, selain itu tampak saat ada teman kecelakaan dalam mengoperasikan alat, mereka segera bahu membahu untuk menolong meskipun baju mereka terkena noda darah
Indikator cinta tanah air ditunjukkan dengan lagu-lagu yang diajarkan kepada anggota satuan drum band. Lagu-lagu yang diajarkan berupa lagu nasional, lagu daerah dan kolaborasi keduanya. Bahkan, ketika ada even besar, MI An-Najahiyyah tidak hanya menampilkan lagu saja tetapi mengemas perpaduan budaya nusantara dengan etnik Banyuwangi baik berupa lagu, tarian dan pakaian dalam bentuk drama kolosal sehingga kegiatan tersebut menjadi lebih hidup, bersemangat dan menumbuhkan kepribadian nasionalisme yang kuat pada diri peserta didik.
mereka dalam menguasai lagu, mengambil dan mengembalikan alat pada tempatnya, menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pelatih.
3. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Drum Band untuk Mengembangkan Karakter Percaya Diri di Madarasah Ibtidaiyah An- Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter nasionalisme di MI An Najahiyyah yang terdiri dari tiga indikator yaitu yakin pada kemampuan diri sendiri, kemampuan berekspresi, kemampuan mengapresiasi. Yakin pada kemampuan diri sendiri ditunjukkan dalam kegiatan pre test dengan keberanian mereka mempresentasikan alat musik yang mereka pegang, meskipun belum memperoleh materi dari pelatih mereka yakin dan percaya diri dengan kemampuan yang mereka miliki sesuai dengan kemampuan diri mereka sendiri. Begitu juga dalam akhir kegiatan, pelatih memberikan post test untuk mengukur pemahaman dan kemampuan masing-masing anggota satuan drum band terhadap materi yang sudah dipelajari.
Kemampuan berekspresi dapat terlihat pada saat anggota satuan drum band mampu menjiwai dan mengekspresikan sebuah lagu meskipun belum sempurna dalam penampilannya baik secara individu maupun kelompok.
satuan drum band berani maju kedepan untuk mempresentasikan sebuah lagu, baik secara individu maupun kelompok, meskipun belum sempurna dalam penampilannya serta selalu menghargai teman yang sedang mempresentasikan di depan dengan cara ikut memperhatikan.
Tabel 4.1 Temuan Penelitian
No Fokus Penelitian Indikator Temuan
1 2 3 4
1 Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter disiplin peserta didik di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi
Disiplin waktu
Disiplin waktu dapat ditunjukkan oleh pelatih kegaiatan ekstrakurikuler drum band tiba di sekolah sebelum jam latihan dimulai, kemudian anggota drum band sudah siap di kelas dan mulai berlatih sebelum pelatih datang. Namun, untuk ketepatan waktu pelaksanaan belum sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang ada.
Disiplin menaati aturan
Nilai disiplin menaati aturan ditunjukkan dengan peserta didik sudah bersiap sebelum kegiatan dimulai, peserta didik sudah mengambil alat musik drum band sesuai dengan alat yang dipegang masing-masing. Peserta didik mengembalikan alat ke tempat semula dan menatanya dengan rapi.
Disiplin sikap
Disiplin sikap dapat ditunjukkan dengan memperhatikan dan mempraktekkan materi yang disampaikan pelatih. Sebagian anggota satuan drum-band tidak bergurau pada saat latihan.
Pelatih kegiatan drum-band akan menegur siswa dengan nada tinggi bagi yang melanggar peraturan sekaligus memberikan sanksi berupa menyuruh anggota berlatih sendiri dengan di lihat teman-temannya.
2 Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter
nasionalisme peserta didik di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi
Rela berkorban Indikator rela berkorban ditunjukkan dengan giat mempelajari materi, selalu bekerja sama dengan anggota satuan yang lain, selain itu tampak saat ada teman
kecelakaan dalam
mengoperasikan alat.
Cinta tanah air Indikator cinta tanah air ditunjukkan dengan lagu-lagu yang diajarkan kepada anggota satuan drum band. Lagu-lagu yang diajarkan berupa lagu nasional, lagu daerah dan kolaborasi keduanya. Bahkan, ketika ada even besar, MI An- Najahiyyah tidak hanya menampilkan lagu saja tetapi mengemas perpaduan budaya nusantara dengan etnik Banyuwangi baik berupa lagu, tarian dan pakaian dalam bentuk drama kolosal sehingga kegiatan tersebut menjadi lebih hidup, bersemangat dan menumbuhkan kepribadian nasionalisme yang kuat pada diri peserta didik.
Tanggungjawab Indikator tanggung jawab
ditunjukkan dengan
tanggungjawab mereka dalam menguasai lagu, mengambil dan mengembalikan alat pada
tempatnya, semangat
menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pelatih.
3 Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter percaya diri peserta didik di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi
Yakin pada kemampuan diri sendiri
Yakin pada kemampuan diri sendiri ditunjukkan dalam kegiatan pre test dengan
keberanian mereka
mempresentasikan alat musik yang mereka pegang, meskipun belum memperoleh materi dari pelatih mereka yakin dan percaya diri dengan kemampuan yang mereka miliki sesuai dengan kemampuan diri mereka sendiri.
Begitu juga dalam akhir kegiatan, pelatih memberikan post test untuk mengukur pemahaman dan kemampuan masing-masing anggota satuan drum band terhadap materi yang sudah dipelajari.
Kemampuan berekspresi
Kemampuan berekspresi dapat terlihat pada saat anggota satuan drum band mampu menjiwai dan mengekspresikan sebuah lagu meskipun belum sempurna dalam penampilannya baik secara individu maupun kelompok.
Kemampuan mengapresiasi
Kemampuan mengapresiasi dapat terlihat pada saat anggota satuan drum band berani maju kedepan untuk mempresentasikan sebuah lagu, baik secara individu maupun kelompok, meskipun belum sempurna dalam penampilannya.
113
dengan penguatan pendidikan karakter budaya sekolah yang mana jenis pendekatan ini merupakan pembentukan karakter yang dilakukan melalui berbagai macam kegiatan yang melibatkan seluruh anggota komunitas sekolah, namun masih terbatas sebagai kegiatan sekolah di lingkungan sekolah, di antaranya mengembangkan dan memberi ruang yang luas pada segenap potensi peserta didik melalui kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan program kurikuler yang membantu kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda, seperti perbedaan nilai moral dan sikap, serta kemampuan dan kreatifitasnya. Melalui partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerjasama serta mengembangkan potensinya.
Drum band merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler untuk menyalurkan bakat, minat juga sebagai sarana untuk mengembangkan karakter pada peserta didik demi terwujudnya tujuan Pendidikan Nasional yang salah satunya untuk melahirkan pribadi yang berahklak mulia.
Berdasarkan paparan data dan temuan penelitian dapat diketahui bahwasannya Madrasah Ibtidaiyah An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler drum band dalam upaya untuk mengembangkan karakter peserta didik terutama karakter disiplin, nasionalisme dan percaya diri dengan beberapa indikator yang terlihat pada diri peserta didik
peserta didik mulai menyukai bahkan menghafal lagu daerah Banyuwangi, peserta didik tampil percaya diri di depan banyak orang. Temuan ini kemudian didialogkan dengan teori yang dikembangkan oleh Rohinah M Nur, yaitu:
Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berwewenang di sekolah/madrasah.132 “Extracurricular activities are activities permormed by students that fall outside the realm of the normal curriculum of school or university education.133 Temuan ini juga didialogkan dengan teori yang dikembangkan oleh Wahjosimidjo, yaitu “Extracurricular activity is students’ activity out of lesson hours, which is conducted in or out of school aiming at enriching knowledge, understanding the interconnectedness of various lessons, channeling the talent and interest, improving the students' belief and faith to the only God, the awareness of having a nation and state, behaving well and etc.” 134
Berdasarkan temuan yang telah didialogkan dengan teori tersebut dapat diketahui bahwasannya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi sudah selaras dengan konsep kegiatan ekstrakurikuler yang dijelaskan oleh Rohinah M Nur. Pelaksanaan kegiatan
132 Rohinah M Nur, Membangun Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler, (Yogyakarta: Insan Madani, 2012), 75
133 http://id.wikipedia.org/wiki/extracurricular diakses pada tanggal 20 september 2020
134Wahjosimidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritis dan Permasalahannya.(Jakarta: Rajawali Pers, 2008)
mengembangkan minat dan bakat peserta didik serta membantu untuk pengembangan karakter peserta didik. Selain itu, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini juga senada dengan teori yang dikembangkan oleh Wahjosimidjo yang menyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk menyalurkan bakat dan minat, meningkatkan kepercayaan dan iman, kesadaran memiliki bangsa dan negara, berperilaku baik dan sebagainya. Hal ini terdapat pada ketiga karakter yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Berikut akan dideskripsikan lebih rinci mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drumband di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi, terutama untuk mengembangkan karakter disiplin, nasionalisme dan percaya diri pada peserta didik.
A. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Drum Band untuk Mengembangkan Karakter Disiplin Peserta Didik di MI An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.
Berdasarkan paparan data dan temuan penelitian dapat diketahui bahwa MI An Najahiyyah telah melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter disiplin peserta didik dengan beberapa indikator, diantaranya:
a. Disiplin Waktu
Disiplin waktu dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi dapat ditunjukkan oleh pelatih kegiatan ekstrakurikuler drum band tiba di sekolah sebelum jam
mulai berlatih sebelum pelatih datang. Temuan ini kemudian didiskusikan dengan teori yang dikembangkan oleh Aprilia Rosa Hafsari, dkk yaitu disiplin waktu diartikan sebagai sikap yang menunjukkan ketaatan seseorang terhadap waktu yang meliputi, waktu kehadiran, kepatuhan serta pelaksanaan tugas dengan tepat waktu dan benar.135
Berdasarkan temuan yang telah didiskusikan dengan teori tersebut dapat diketahui bahwasannya disiplin waktu yang telah dilakukan selaras dengan konsep disiplin waktu yang dibahas oleh Aprilian Rosa Hafsari, dkk. Konsistensi waktu adalah hal penting yang perlu diperhatikan dalam membiasakan kegiatan agar menjadi budaya yang baik secara continuitas.
Temuan dan diskusi teori tersebut menghasilkan rumusan bahwasannya menjaga continuitas itu lebih baik meskipun dengan waktu yang singkat dari pada memperbanyak frekuensi waktu tetapi pelaksanaannya tidak menentu.
30 menit sebelum kegiatan dimulai, pelatih sudah siap di lokasi menunggu anggota drum band berkumpul. Tepat pukul 10.30 bel berbunyi, pelatih berdiri tegap di halaman sekolah. Sehingga anggota drum band sudah terbiasa dengan pembiasaan disiplin waktu yang sudah diterapkan oleh pelatih pada awal kegiatan. Temuan ini kemudian didiskusikan dengan teori yang dikembangkan oleh Jamal Ma‟ruf Asmani yaitu Disiplin waktu juga dapat diartikan simbol yang kuat dan
135 Aprilia Rosa Hafsari, dkk, “ Faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan waktu”, ( Universitas Diponegoro: JKM e-Journal, 2018 Vol.6 No.4) 269
memikirkan hasil yang terbaik dari suatu pekerjaan.136
Berdasarkan temuan yang telah didiskusikan dengan teori tersebut dapat diketahui bahwasannya disiplin waktu yang telah dilakukan selaras dengan konsep disiplin waktu yang dibahas oleh Jamal Ma‟ruf Asmani.
Bekerja keras dan tidak mengenal malas akan membantu seseorang untuk mencapai target dengan hasil yang memuaskan. Hal ini telah dilakukan oleh pelatih drum band di MI An Najahiyyah dengan memberikan keteladanan yang baik kepada para anggota satuan untuk terbiasa disiplin dalam melakukan suatu kegiatan. Temuan dan diskusi teori tersebut menghasilkan rumusan bahwasannya teladan yang baik akan mencetak para generasi yang berakhlak mulia dengan usaha yang sungguh- sungguh.
b. Disiplin Menaati Aturan
Disiplin menaati aturan dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi dapat ditunjukkan oleh peserta didik sudah bersiap sebelum kegiatan dimulai, peserta didik sudah mengambil alat musik drum band sesuai dengan alat yang dipegang masing-masing. Peserta didik mengembalikan alat ke tempat semula dan menatanya dengan rapi. Temuan ini kemudian didiskusikan dengan teori yang dikembangkan oleh Rahman yaitu Peraturan merupakan suatu pola yang ditetapkan untuk tingkah laku. Pola
136 Jamal Ma„mur Asmani, Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif dan Inovatif, (Yogyakarta: Diva
Press, 2010), 87-88
bermain. Tujuannya adalah untuk membekali anak dengan pedoman perilaku yang disetujui dalam situasi tertentu.137
Berdasarkan temuan yang telah didiskusikan dengan teori tersebut dapat diketahui bahwasannya disiplin menaati aturan yang telah dilakukan selaras dengan konsep disiplin menaati aturan yang dibahas oleh Rahman. Peraturan dibuat oleh pelatih untuk melatih anggota satuan memiliki perilaku yang disiplin sesuai dengan peraturan yang ada dan menanamkan apabila seseorang melanggar peraturan, maka tidak hanya diri sendiri melainkan orang lain juga dirugikan. Dengan begitu, anggota satuan selalu berhati-hati dalam bertingkah agar tidak sampai merugikan anggota yang lain. Temuan dan diskusi teori tersebut menghasilkan rumusan bahwasannya peraturan dibuat untuk membantu kita selamat dari hal-hal yang dapat merugikan bahkan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Maka siapapun yang melanggar peraturan, maka harus dengan penuh tanggung jawab menerima konsekuensi akibat melanggar peraturan tersebut.
Peserta didik sudah bersiap sebelum pukul 10.30. Mereka sudah mengambil alat musik sesuai dengan alat yang dipegang masing-masing, peserta didik juga mengembalikan alat ke tempat semula dan menatanya dengan rapi karena setiap alat ada nama-nama dari pemegang/penanggung jawab dari anggota itu sendiri. Temuan ini
137 Rahman, 2011, 25
Arikunto yaitu disiplin menaati aturan berarti kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya.138
Berdasarkan temuan yang telah didiskusikan dengan teori tersebut dapat diketahui bahwasannya disiplin menaati aturan yang telah dilakukan selaras dengan konsep disiplin menaati aturan yang dibahas oleh Suharsimi Arikunto. Menaati aturan perlu ditanamkan dalam diri dengan kesadaran diri sendiri yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Temuan dan diskusi teori tersebut menghasilkan rumusan bahwasannya menaati peraturan yang ada dilaksanakan dengan sepenuh hati dan tanggung jawab akan membentuk pribadi yang baik dan positif dalam keadaan dan tempat di manapun mereka berada.
c. Disiplin Sikap
Disiplin sikap dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi dapat ditunjukkan dengan memperhatikan dan mempraktekkan materi yang disampaikan pelatih, sebagian anggota satuan drum-band tidak bergurau pada saat latihan, pelatih kegiatan drum-band akan menegur siswa dengan nada tinggi bagi yang melanggar peraturan sekaligus memberikan sanksi berupa menyuruh anggota berlatih sendiri dengan dilihat teman-temannya.
Temuan ini kemudian didiskusikan dengan teori yang dikembangkan
138 Suharsimi Arikunto,Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi, ( jakarta: rineke Cipta, 2010),
144
tercermin dalam bentuk perbuatan atau perilaku individu, kelompok masyarakat yang berupa ketaatan pada peraturan juga norma yang berlaku dalam masyarakat.139
Berdasarkan temuan yang telah didiskusikan dengan teori tersebut dapat diketahui bahwasannya disiplin sikap yang telah dilakukan selaras dengan konsep disiplin sikap yang dibahas oleh Any Isvan Diary.
Disiplin sikap harus tertanam dalam diri agar mengontrol diri dari hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain yang dapat dilihat dari perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Temuan dan diskusi teori tersebut menghasilkan rumusan bahwasannya ketika karakter disiplin sudah melekat dalam jiwa seseorang, maka akan terlihat dari sikap dan perilaku seseorang baik dalam keadaan sendiri maupun dalam kelompok.
Anggota drum band memperhatikan dan mempraktikkan materi yang diajarkan pelatih dengan baik, anggota tidak bergurau saat latihan, pelatih ekstrakurikuler drum band menegur anggota yang melanggar peraturan sekaligus memberikan sanksi pada anggota yang melanggar peraturan. Temuan tersebut kemudian didiskusikan dengan teori yang dikembangkan oleh Maulida Zulfa Kamila yaitu disiplin sikap adalah kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian
139 Any Isvan Diari, “Pengaruh Kepribadian dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan Dinas
Luar Asuransi Jiwa bersama Bumi Putra Cabang Dieng Malang”, Jurnal Jibk, 2 (Agustus, 2014), 2
keteraturan atau ketertiban.140
Berdasarkan temuan yang telah didiskusikan dengan teori tersebut dapat diketahui bahwasannya disiplin sikap yang telah dilakukan selaras dengan konsep disiplin sikap yang dibahas oleh Maulida Zulfa Kamila.
Pelatih yang menegur anggota satuan drum band sebagai salah satu upaya pemberitahuan bahwa hal tersebut salah dan upaya menyadarkan agar anggota satuan tidak melakukan kealahan yang sama. Temuan dan diskusi teori tersebut menghasilkan rumusan bahwasannya teguran perlu diberikan kepada seseorang yang melakukan kesalahan dengan cara yang bijaksana sebagai salah satu upaya menyadarkan seseorang agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
B. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Drum Band untuk Mengembangkan Karakter Nasionalisme Peserta Didik di MI An- Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.
Berdasarkan paparan data dan temuan penelitian dapat diketahui bahwa MI An Najahiyyah telah melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter nasionalisme peserta didik dengan beberapa indikator, diantaranya:
a. Rela Berkorban
Rela berkorban dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi dapat ditunjukkan dengan
140 Maulida Zulfa Kamila, Penanaman Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa Kelas X melalui Pembelajaran PAI di SMA Negeri 1 Prambanan, (Yogyakarta Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jaga Yogyakarta 2013), 12
permasalahan selama latihan, selain itu tampak saat ada teman kecelakaan dalam mengoperasikan alat, mereka segera bahu membahu untuk menolong meskipun baju mereka terkena noda darah. Temuan ini kemudian didiskusikan dengan teori yang dikembangkan oleh Sunarso yaitu rela berkorban diartikan sebagai suatu pengorbanan, baik itu berupa waktu,tenaga dan pikiran dalam bentuk apapun demi kebaikan.141
Berdasarkan temuan yang telah didiskusikan dengan teori tersebut dapat diketahui bahwasannya rela berkorban yang telah dilakukan selaras dengan konsep rela berkorban yang dibahas oleh Sunarso. Suatu pengorbanan perlu dilakukan untuk kepentingan bersama untuk mencapai tujuan bersama yang nantinya juga akan dinikmati bersama. Rela berkorban perlu ditanamkan dalam diri anggota satuan karena drum band dilakukan secara kelompok, agar anggota satuan terbiasa membantu sesama tanpa pamrih dan menjadi kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Temuan dan diskusi teori tersebut menghasilkan rumusan bahwasannya apabila nilai rela berkorban sudah ditanamkan sejak dini, maka orang tersebut akan lebih bisa menghargai dan mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.
Pada saat anggota satuan berlatih, mereka saling melengkapi dan bekerja sama apabila ada temannya yang belum lancar dalam penguasaan materi maka teman yang lain dengan telaten mengajari di sela-sela
141 Sunarso,” Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan”, ( Bogor: Yudistira, 2009) 15
rajin berlatih supaya cepat menguasai materi tersebut. Temuan ini kemudian didiskusikan dengan teori yang dikembangkan oleh Ana Fadhiatus Soleha yaitu rela artinya bersedia dengan senang hati, tidak mengharapkan imbalan atas kemauan sendiri sedangkan berkorban artinya memperlihatkan segala sesuatu yang dimiliki sekalipun menjadikan penderitaan bagi dirinya sendiri.142
Berdasarkan temuan yang telah didiskusikan dengan teori tersebut dapat diketahui bahwasannya rela berkorban yang telah dilakukan selaras dengan konsep rela berkorban yang dibahas oleh Ana Fadhiatus Soleha.
Dengan bekerja dan belajar bersama akan lebih meringankan beban dan memudahkan dalam memahami materi yang diberikan oleh pelatih.
Terlebih lagi membantu teman yang membutuhkan tanpa mengharap imbalan akan memperkuat tali persaudaraan antar peserta didik. Temuan dan diskusi menghasilkan rumusan bahwasannya suatu kegiatan, pekerjaan atau permasalahan akan lebih mudah dan terasa ringan apabila diselesaikan secara bersama-sama. Saling membantu teman yang membutuhkan bantuan tanpa mengharapkan imbalan akan mepererat hubungan pertemanan dan timbal balik yang positif untuk hubungan sosial mereka.
142 Ana Fadhiatus Soleha, “ Nilai Patriotisme dalam Novel Kidung Dari Negeri Apung Karya Arsyad Salam dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Pembelajaran di SMA “, Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Indonesia FKIP Untan Pontianak, 3