• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bahan dan Laboratorium Struktur ,Jurusan Teknik Sipil ,Fakultas Teknik, Universitas Tidar, Magelang.

3.3. Metode dan Teknik Pengumpulan Data 3.3.1. Studi literatur

Tahap persiapan atau studi literatur merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum memulaixpengumpulan dan pengolahan data. Dilakukan persiapan seperti penyusunan rencana untukxmendapatkan hasil yang relevan, efektif dan efisiensi pelaksanaan dalam penggunaan waktu penelitian. Pada awal tahap ini dilakukan studi literatur berupa sumber pustaka yang dibutuhkan dalam penelitian.

3.3.2. Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara metode eksperimen yang dilakukan pada seluruh benda uji yang telah dibuat. Pada pengujian bahan dilakukan pengumpulan data sekunder karena penggunaan bahan dan sumber yang sama.

3.4. Bahan dan Alat 3.4.1 Bahan

Bahan-bahanxyang digunakan pada penelitian ini diantaranya sebagai berikut:

1. Semen

Pada penelitian ini menggunakan jenis Semen PCC (Portland Composite Cement).xMenurut SNI 15-7064-2004 semen PCC (Portland Composite Cement)

merupakanxbahan pengikatxhidrolis hasil dari penggilingan bersamasama xterak semen portland dan gipsxdengan satu atauxlebih bahan anorganik, atau hasilxpencampuran antaraxbubuk semen portland dengan bubukxbahan anorganik lain. Semen PCC ini dikategorikan sebagai semen yang hampir digunakan untuk semua jenis konstruksi dan merupakan bahan yang ramah lingkungan.

Keunggulan dari jenis semen PCC (Portland Composite Cement) yaitu mempunyai sifat yang menyebabkan suhu beton menjadi rendah sehingga tidak mudah retak, campuran/adonan lebih mudah dikerjakan, dan kedap terhadap air, fisik beton lebih halus, lebih kuat dibanding dengan jenis semen OPC (Ordinary Portland Cement). Pada penelitian ini menggunakan Semen PCC jenis I. semen dapat dilihat pada Gambar 3.2.

Gambar 3.2 Semen PCC 2. Agregat Halus (Pasir Merapi)

Pasir yang dipilih adalah yang berasal dari letusan gunung Merapi (pasir Merapi). Pasir ini dipilih karena tersedia melimpah di daerah sekitar dan merupakan produk pasir lokal. Pasir Merapi dapat dilihat pada Gambar 3.3.

Gambar 3.3 Pasir Merapi 3. Air

Air adalah faktor penting pada pembuatan bata ringan dan dibutuhkan untuk mendukungxreaksi kimia dengan semen. Air yangxmengandung senyawa garam, minyak,xbahan-bahanxkimia lainnya dapatxmengubah sifat pada semen. Pada proses pembuatan bata beton ringan, air berfungsixuntuk melunakkanxcampuran agar bersifat plastis, air yangxterlalu banyakxdapat menyebabakan banyaknya gelembung udaraxsetelah proses hidrasi selesai, sedangkanxair yang terlalu sedikit menyebabkanxtidak selesainya prosesxhidrasixsehingga mengakibatkan penurunanxkekuatanxbata beton tersebut. Pada penelitian ini, air yang dipakai adalah berasal dari Laboratorium Bahan dan Laboratorium Struktur, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tidar, Magelang.

Gambar 3.4 Air Sesuai dengan SNI 7974:2013 4. Foaming agent

Foaming agent terbuat dari larutan pekat yang berasal dari bahanxsurfaktan, Ketika akan hendakxdigunakan harus dilarutkan dengan air.

Foaming agent merupakanxbahan kimia campuranxyang berasal darixcampuran bahan alamixmaupun bahanxbuatan. Foaming agent denganxbahan alamixberupa protein memilikixkepadatan berkisar 80 gram/liter, sedangkanxbahan buatan merupakan bahanxsintetik yangxmemiliki kepadatan sekitar 40 gram/liter.

Foaming agent merupakan bahan yang berfungsi sebagai pengembang pada pembuatan campuran bata ringan, sama halnya sepertixbahanvkimiacpembuat sabun busa pada sabun (Siagian, 2016). Gambar Foaming agent dapat dilihat pada Gambar 3.5

Gambar 3.5 Foaming agent 5. Gipsum

Gipsum (CaSO42H2O) merupakan bahan tambahan pembuatan semen.

Penambahan gipsum kepada campuran semen bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap daya kuat tekan campuran batako (Aziiz, 2008). Seperti halnya terjadi pada batu dan mineral, gypsum menghasilkan batu menjadi lebih kuat apabilaxmengalami penekanan (Gipsum Association, 2007). Gambar gypsum dapat dilihat pada Gambar 3.6.

Gambar 3.6 Gipsum 6. Kapur

Kapur tohor adalah jenis kapur yang berasal dari proses pembakaran batuan kapur. Kapur yang digunakan pada penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3.7.

Gambar 3.7 Kapur 3.4.2 Alat

Alat yang digunakan pada penelitian ini beberapa diantara lain adalah : 1. Universal Testing Machine

Universal Testing Machine yang merupakan alat pengujian yang

memiliki fungsi untuk menguji teganganxtarik dan kekuatanxtekan material atau bahan. UTM digunakan berasal dari Laboratorium Struktur, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Univesitas Tidar, Magelang dengan model JTM-CT-200 serial 9614-1, voltase AC-3βˆ….380 V, kapasitas 2000 kN. JTM dapat dilihat pada Gambar 3.8.

Gambar 3.8 Universal Testing Machine (JTM - CT 200)

2. Cetakan interlock

Cetakan Bata interlock ringan yang digunakan sebagai cetakan benda uji bata interlock agar sesuai dengan dimensi yang telah direncanakan. Pad cetakan berbentuk interlock ini terbuat dari ptongan pelat besi yang bertujuan agar kuat terhadap tekanan akibat proses pemadatan. Cetakan interlock dapat dilihat pada Gambar 3.9.

Gambar 3.9 Cetakan Bata Interlock Ringan 3. Alat penghasil busa foaming agent

Alat penghasil busa foaming agent terdiri dari kompresor angin, tabung foaming generator untuk menampung campuran air dari foaming agent, dan stick gun yang terbuat dari pipa yang dirangkai. Ketiga alat tersebut dihubungkan menggunakan selang. Terdapat dua buah selang pada kompresor, selang pertama dihubungkan pada tabung foaming generator yang fungsinya untuk mengalirkan tekanan udara dari kompresor ke dalam tabung foaming agent, selang kedua yang berasal dari kompresor terhubung langsung menuju stick gun untuk mendorong busa dari foaming agent.

Bagian dalam dari stick gun terdapat spons yang berfungsi untuk menambah

atau memperbanyak busa. Alat penghasil busa foaming agent dapat dilihat pada Gambar 3.10.

Gambar 3.10 Alat Penghasil Busa Foaming Agent 4. Bor mixer

Bor beton digunakan sebagai mixer untuk mencampurkan semua bahan menjadi satu. Mata bor yang digunakan adalah mata bor pengaduk cat, bor mixer yang digunakan merupakan merek Kusuka tipe KR-60, 350W, 220V, 50-60Hz, 0-2700r/min. Bor mixer dapat dilihat pada Gambar 3.11.

Gambar 3.11 Bor Mixer 5. Timbangan

Timbangan digunakan berasal dari Laboratorium Struktur Univesitas Tidar, dengan merk adalah OHAUS dengan model T31P, daya 9-12 V,

0,5A, kapasitas 300kg/50gr untuk pengukuran massa benda uji sehingga takaran yang dibutuhkan dapat sesuai dengan apa yang kita inginkan seperti padaGambar 3.12 dan Gambar 3.13.

Gambar 3.12 Timbangan OHAUS T31P Cap.300kg/50gr

Gambar 3.13 Timbangan Skala ketelitian 0,01 6. Oven

Oven yang digunakan merk UN750 dengan kapasitas 449 liter digunakan untuk mengeringkan agregat halus (pasir) sehingga hasil pasir yang digunakan sesuai syarat dan ketentuan dalam pembuatan campuran bata/beton. Oven dapat dilihalt pada Gambar 3.14.

Gambar 3.14Oven memmert UN750 7. Saringan

Saringan yang digunakan berdiameter 2,5 mm digunakan untuk mendapatkan hasil butiran pasir yang diharapkan sesuai dengan ukuran saringan 2,5 mm sehingga proses pembuatan mendapatkan hasil maksimal.

Dapat dilihat pada Gambar 3.15.

Gambar 3.15 Saringan Pasir 8. Cetok

Cetok digunakan untuk mengaduk campuran bata. Dapat dilihat pada Gambar 3.16.

Gambar 3.16 Cetok 9. Ember

Ember digunakan untuk menampung air, ember yang digunakan dapat menampung 20 liter air. Dapat dilihat pada Gambar 3.17

Gambar 3.17 Ember 10. Sekop

Sekop digunakan untuk atau menggali pasir. Dapat dilihat pada Gambar 3.18.

Gambar 3.18 Sekop 11. Cangkul

Cangkul digunakan untuk mengambil dan menggali pasir. Dapat dilihat pada Gambar 3.19.

Gambar 3.19 Cangkul 12. Gergaji besi

Gergaji besi ini digunakan untuk memotong benda uji. Gergaji besi dapat dilihat pada Gambar 3.20.

Gambar 3.20 Gergaji 13. Saringan Mekanik

Saringan mekanik digunakan dalam pengujian pasir untuk menentukan gradasi agregat halus yang diuji. Gambar saringan mekanik dapat dilihat pada Gambar 3.21

Gambar 3.21 Saringan Mekanik 14. Picnometer

Picnometer digunakan dalam pengujian pasir untuk menentukan berat jenis agregat halus yang diuji. Picnometer dapat dilihat pada Gambar 3.22

Gambar 3.22 Picnometer 3.5 Benda Uji

Benda uji berbentuk kubus dengan ukuran panjang 15 cm, lebar 15 cm dan tinggi 15 cm sebanyak 16 buah.

Gambar 3.23 Bata Interlock

Benda uji berbentuk bata interlock dengan dimensi panjang 40 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 20 cm dengan jumlah seluruh benda uji yaitu 36 buah yang terbuat dari adukan semen, agregat halus, air dan busa foaming agent. Dalam penelitian ini menambahkan penggunaan kapur dan gipsum pada bata interlock ringan, dengan nilai FAS (Faktor Air Semen) 0,6. Komposisi gipsum digunakan 0%, 2,5 %, dan 5% dari berat semen dan komposisi kapur 0%, 5% dan 10% dari berat semen.

Variasi komposisi campuran dalam pembuatan bata interlock ringan dapat dilihat pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Variasi Benda Uji

Tabel 3.1 merupakan variasi keseluruhan benda uji yang terdiri variasi 1 merupakan bata interlock ringan dengan penambahan gypsum 2,5% kapur 10%, variasi 2 merupakan bata interlock ringan dengan penambahan gypsum 5% kapur 5%, variasi 3 merupakan bata interlock ringan dengan penambahan gypsum 5%

kapur 10%, variasi 4 merupakan bata interlock ringan dengan penambahan gypsum

Pasir Merapi Fas Semen Gypsum Kapur

Bata Interlock Bata Interlock Bata Interlock Bata Interlock Bata Interlock Bata Interlock Bata Interlock

1 Variasi 4

1 1 1

Bata Interlock Bata Interlock Variasi 3

Material

2,50%

10%

Variasi 1

1 0,6 1

0,6 1 1

0,6 Variasi 2

1 0,6

1 1

2,50%

5%

5%

5% 10%

5%

1 1

0,6 0,6 0,6 0,6 0,6

1 1 1 1 1

0% 0%

0% 0% 0% 2,50% 5%

Variasi 5 Variasi 6 variasi 7 variasi 8 varisi 9

0% 5% 10%

2,5% kapur 5%, variasi 5 merupakan bata interlock ringan dengan penambahan gypsum 0% kapur 0%, variasi 6 merupakan bata interlock ringan dengan penambahan gypsum 0% kapur 5%, variasi 7 merupakan bata interlock ringan dengan penambahan gypsum 0% kapur 10%, variasi 8 merupakan bata interlock ringan dengan penambahan gypsum 2,5% kapur 0%, variasi 9 merupakan bata interlock ringan dengan penambahan gypsum 5% kapur 0%.

Tabel 3.2 Benda Uji Benda uji Ukuran (cm) Volume

(m3)

Jumlah Benda Uji

Volume Total (m3)

Bata Interlock 40 x 20 x 15 0,012 1 0,012

Tabel 3.2 diatas merupakan kebutuhan volume untuk satu benda uji berupa bata interlock.

Volume benda uji interlock (Vinterlock)= p x l x t

= 0,4 x 0,15 x 0,2

= 0,0120 m3.

Kebutuhan satuan material benda uji untuk setiap bata interlock ringan diuraikan pada Tabel 3.3 sampai Tabel 3.11

Tabel 3.3 Kebutuhan Satuan Material Variasi 1 (Bata Interlock) Material Perbandingan

Massa Jenis Rencana Bata Ringan (kg/m3)

Volume Benda Uji

(m3)

Berat Material

(kg)

Pasir 1 1200 0,012 5,2844

Semen 1 1200 0,012 5,2844

Air 0,6 1200 0,012 3,1706

Gipsum 0,025 1200 0,012 0,1321

Lanjutan Tabel 3.3 Kebutuhan Satuan Material Variasi 1 (Bata Interlock) Material Perbandingan

Massa Jenis Rencana Bata Ringan (kg/m3)

Volume Benda Uji

(m3)

Berat Material

(kg)

Kapur 0,1 1200 0,012 0,5284

Jumlah 2,725 14,4000

Perhitungan kebutuhan material π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ÿ = 1

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,2844 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘†π‘’π‘šπ‘’π‘› = 1

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,2844 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π΄π‘–π‘Ÿ = 0,6

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 3,1706 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΊπ‘–π‘π‘ π‘’π‘š = 0,025

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,1321 𝐾𝑔 π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΎπ‘Žπ‘π‘’π‘Ÿ = 0,1

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,5284 𝐾𝑔

Berat Benda Uji = Berat Pasir + Berat Semen + Berat Air + Berat Gipsum + Berat Kapur

= 5,2844 + 5,2844 + 3,1706+ 0,1321 + 0,5284

= 14,4000 kg

Tabel 3.4 Kebutuhan Satuan Material Variasi 2 (Bata Interlock) Material Perbandingan

Massa Jenis Rencana Bata Ringan (kg/m3)

Volume Benda Uji

(m3)

Berat Material

(kg)

Pasir 1 1200 0,012 5,3333

Semen 1 1200 0,012 5,3333

Air 0,6 1200 0,012 3,2000

Gipsum 0,05 1200 0,012 0,2667

Kapur 0,05 1200 0,012 0,2667

Jumlah 2,7 14,4000

Perhitungan kebutuhan material π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ÿ = 1

2,7 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,3333 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘†π‘’π‘šπ‘’π‘› = 1

2,7 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,3333 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π΄π‘–π‘Ÿ =0,6

2,7 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 3,2000 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΊπ‘–π‘π‘ π‘’π‘š = 0,05

2,7 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,2667 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΎπ‘Žπ‘π‘’π‘Ÿ =0,05

2,7 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,2667 𝐾𝑔

Berat Benda Uji = Berat Pasir + Berat Semen + Berat Air + Berat Gipsum + Berat Kapur

= 5,3333 + 5,3333 + 3,2000+ 0,2667 + 0,2667

= 14,4000 kg

Tabel 3.5 Kebutuhan Satuan Material Variasi 3 (Bata Interlock) Material Perbandingan

Massa Jenis Rencana Bata Ringan (kg/m3)

Volume Benda Uji

(m3)

Berat Material

(kg)

Pasir 1 1200 0,012 5,2364

Semen 1 1200 0,012 5,2364

Air 0,6 1200 0,012 3,1418

Gipsum 0,05 1200 0,012 0,2618

Kapur 0,1 1200 0,012 0,5236

Jumlah 2,75 14,4000

Perhitungan kebutuhan material π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ÿ = 1

2,75 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,2364 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘†π‘’π‘šπ‘’π‘› = 1

2,75 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,2364 𝐾𝑔 π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π΄π‘–π‘Ÿ = 0,6

2,75 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 3,1418 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΊπ‘–π‘π‘ π‘’π‘š = 0,05

2,75 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,2618 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΎπ‘Žπ‘π‘’π‘Ÿ = 0,1

2,75 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,5236 𝐾𝑔

Berat Benda Uji = Berat Pasir + Berat Semen + Berat Air + Berat Gipsum + Berat Kapur

= 5,2364 + 5,2364 + 3,1418 + 0,2618 + 0,5236

= 14,4000 kg

Tabel 3.6 Kebutuhan Satuan Material Variasi 4 (Bata Interlock) Material Perbandingan

Massa Jenis Rencana Bata Ringan (kg/m3)

Volume Benda Uji

(m3)

Berat Material

(kg)

Pasir 1 1200 0,012 5,3832

Semen 1 1200 0,012 5,3832

Air 0,6 1200 0,012 3,2299

Gipsum 0,025 1200 0,012 0,1346

Kapur 0,05 1200 0,012 0,2692

Jumlah 2,675 0,012 14,4000

Perhitungan kebutuhan material π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ÿ = 1

2,675 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,3832 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘†π‘’π‘šπ‘’π‘› = 1

2,675 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,3832 𝐾𝑔 π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π΄π‘–π‘Ÿ = 0,6

2,675 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 3,2299 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΊπ‘–π‘π‘ π‘’π‘š = 0,025

2,675 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,1346 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΎπ‘Žπ‘π‘’π‘Ÿ = 0,5

2,675 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,2692 𝐾𝑔

Berat Benda Uji = Berat Pasir + Berat Semen + Berat Air + Berat Gipsum + Berat Kapur

= 5,3832 + 5,3832 + 3,2299 + 0,1346 + 0,2692

= 14,4000 kg

Tabel 3.7 Kebutuhan Satuan Material Variasi 5 (Bata Interlock) Material Perbandingan

Massa Jenis Rencana Bata Ringan (kg/m3)

Volume Benda Uji

(m3)

Berat Material

(kg)

Pasir 1 1200 0,0120 5,5385

Semen 1 1200 0,0120 5,5385

Air 0,6 1200 0,0120 3,3231

Gipsum 0 1200 0,0120 0,0000

Kapur 0 1200 0,0120 0,0000

Jumlah 2,6 14,4000

Perhitungan kebutuhan material π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ÿ = 1

2,6 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,5385 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘†π‘’π‘šπ‘’π‘› = 1

2,6 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,5385 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π΄π‘–π‘Ÿ =0,6

2,6 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 3,3231 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΊπ‘–π‘π‘ π‘’π‘š = 0

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,0000 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΎπ‘Žπ‘π‘’π‘Ÿ = 0

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,0000 𝐾𝑔

Berat Benda Uji = Berat Pasir + Berat Semen + Berat Air + Berat Gipsum + Berat Kapur

= 5,5385 + 5,5385 + 3,3231+ 0,0000 + 0,0000

= 14,4000 kg

Tabel 3.8 Kebutuhan Satuan Material Variasi 6 (Bata Interlock) Material Perbandingan

Massa Jenis Rencana Bata Ringan (kg/m3)

Volume Benda Uji

(m3)

Berat Material

(kg)

Pasir 1 1200 0,0120 5,4340

Semen 1 1200 0,0120 5,4340

Air 0,6 1200 0,0120 3,2604

Gipsum 0 1200 0,0120 0,0000

Kapur 0,05 1200 0,0120 0,2717

Jumlah 2,65 14,4000

Perhitungan kebutuhan material π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ÿ = 1

2,65 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,4340 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘†π‘’π‘šπ‘’π‘› = 1

2,65 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,4340 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π΄π‘–π‘Ÿ = 0,6

2,65 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 3,2604 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΊπ‘–π‘π‘ π‘’π‘š = 0

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,0000 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΎπ‘Žπ‘π‘’π‘Ÿ = 0,05

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,2717 𝐾𝑔

Berat Benda Uji = Berat Pasir + Berat Semen + Berat Air + Berat Gipsum +

= Berat Kapur

= 5,4340 + 5,4340 + 3,2604 + 0,0000 + 0,2717

= 14,4000 kg

Tabel 3.9 Kebutuhan Satuan Material Variasi 7 (Bata Interlock) Material Perbandingan

Massa Jenis Rencana Bata Ringan (kg/m3)

Volume Benda Uji

(m3)

Berat Material

(kg)

Pasir 1 1200 0,0120 5,3333

Semen 1 1200 0,0120 5,3333

Air 0,6 1200 0,0120 3,2000

Gipsum 0 1200 0,0120 0,0000

Kapur 0,1 1200 0,0120 0,5333

Jumlah 2,700 14,4000

Perhitungan kebutuhan material π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ÿ = 1

2,700 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,3333 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘†π‘’π‘šπ‘’π‘› = 1

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,3333 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π΄π‘–π‘Ÿ = 0,6

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 3,2000 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΊπ‘–π‘π‘ π‘’π‘š = 0,025

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,0000 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΎπ‘Žπ‘π‘’π‘Ÿ = 0,1

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,5333 𝐾𝑔

Berat Benda Uji = Berat Pasir + Berat Semen + Berat Air + Berat Gipsum + Berat Kapur

= 5,3333 + 5,3333 + 3,2000 + 0,0000 + 0,5333

= 14,4000 kg

Tabel 3.10 Kebutuhan Satuan Material Variasi 8 (Bata Interlock) Material Perbandingan

Massa Jenis Rencana Bata Ringan (kg/m3)

Volume Benda Uji

(m3)

Berat Material

(kg)

Pasir 1 1200 0,0120 5,4857

Semen 1 1200 0,0120 5,4857

Air 0,6 1200 0,0120 3,2914

Gipsum 0,025 1200 0,0120 0,1371

Kapur 0 1200 0,0120 0,0000

Jumlah 2,63 14,4000

Perhitungan kebutuhan material π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ÿ = 1

2,63 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,4857 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘†π‘’π‘šπ‘’π‘› = 1

2,63 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,4857 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π΄π‘–π‘Ÿ = 0,6

2,63 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 3,2914 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΊπ‘–π‘π‘ π‘’π‘š = 0,025

2,63 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,1371 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΎπ‘Žπ‘π‘’π‘Ÿ = 0

2,725 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,0000 𝐾𝑔

Berat Benda Uji = Berat Pasir + Berat Semen + Berat Air + Berat Gipsum + Berat Kapur

= 5,4857 + 5,4857 + 3,2914+ 0,1371 + 0,0000

= 14,4000 kg

Tabel 3.11 Kebutuhan Satuan Material Variasi 9 (Bata Interlock) Material Perbandingan

Massa Jenis Rencana Bata Ringan (kg/m3)

Volume Benda Uji

(m3)

Berat Material

(kg)

Pasir 1 1200 0,0120 5,4340

Semen 1 1200 0,0120 5,4340

Air 0,6 1200 0,0120 3,2604

Gipsum 0,05 1200 0,0120 0,2717

Kapur 0 1200 0,0120 0,0000

Jumlah 2,65 14,4000

Perhitungan kebutuhan material π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ÿ = 1

2,65 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,4340 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘†π‘’π‘šπ‘’π‘› = 1

2,65 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 5,4340 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π΄π‘–π‘Ÿ = 0,6

2,65 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 3,2604 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΊπ‘–π‘π‘ π‘’π‘š = 0,05

2,65 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,2717 𝐾𝑔

π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ πΎπ‘Žπ‘π‘’π‘Ÿ = 0

2,65 𝑋 1200 𝑋 0,0120 = 0,0000 𝐾𝑔

Berat Benda Uji = Berat Pasir + Berat Semen + Berat Air + Berat Gipsum + Berat Kapur

= 5,4340 + 5,4340 + 3,2604+ 0,2717 + 0,0000

= 14,4000 kg

Berikut ini adalah kebutuhan benda uji berupa kubus yang dipotong dari benda uji berupa bata interlock dengan sisi-sisinya berturut-turut 0,15 m X 0,15 m X 0,15 m dan benda uji bentuk interlock dengan dimensi Panjang 0,4 m, tinggi 0,2 m, dan tebal 0,15 m.

Tabel 3.12 Tabel Kebutuhan Benda Uji No. Benda

Uji

Ukuran (m)

Volume (m3)

Jumlah Benda

Uji

Volume Total (m3)

P L T

1 Kubus 0,15 0,15 0,15 0,0034 36 0,0540

2

Bata Interlock

0,4 0,2 0,15 0,0120 36 0,1920

Jumlah 0,2460

Total berat kebutuhan tiap material benda uji berupa interlock sebanyak 36 buah dapat dilihat pada Tabel 3.13

Tabel 3.13 Tabel Kebutuhan Material Benda Uji

No. Material Peban- dingan

Volume Total Benda Uji

(m3)

Massa Jenis Bata Ringan

(kg/m3)

Berat Total (kg)

1. Pasir 1 0,1920 1200 193,8508

2. Semen PCC 1 0,1920 1200 193,8508

3. Air 0,6 0,1920 1200 116,3105

4. Kapur 0; 0,05

dan 0,1 0,1920 1200 6,1706

6. Gipsum 0; 0,025

dan 0,05 0,1920 1200 4,8161

Kebutuhan material setiap variasi pada benda uji interlock dapat dilihat pada Tabel 3.14 Mix Desain. Setiap satu variasi interlock dipotong menjadi 1 buah kubus dan setiap variasi bentuk interlock dibuat 4 benda uji.

Tabel 3.14 Mix Desain

Kebutuhan komulatif tiap material untuk benda uji interlock dan kubus dapat dilihat pada Tabel 3.15

Tabel 3.15 Tabel Kebutuhan Komulatif Benda Uji

Pembuatan benda uji dilakukan dengan mencampurkan material semen PCC, pasir Merapi, air, dan cairan Foaming agent serta material tambahan berupa kapur dan gipsum. Mencampur material tersebut dengan menggunakan mixer kecepatan tinggi agar cairan Foaming agent dapat bereaksi sehingga memunculkan gelembung-gelembung yang membuat campuran menjadi mengembang. Total benda uji yang dibuat dapat dilihat pada Tabel 3.16

Pasir

Merapi Semen Air Gypsum

(Kg)

Gypsum (Kg)

Gypsum

(Kg) Kapur (Kg) Kapur (Kg) Kapur (Kg)

Kg Kg Kg 0% 2,50% 5% 0% 5% 10%

Variasi 1 5,2844 5,2844 3,1706 0,1321 0,5284

Variasi 2 5,3333 5,3333 3,2000 0,2667 0,2667

Variasi 3 5,2364 5,2364 3,1418 0,2618 0,5236

Variasi 4 5,3832 5,3832 3,2299 0,1346 0,2692

Variasi 5 5,5385 5,5385 3,3231 0,0000 0,0000

Variasi 6

5,4340 5,4340 3,2604 0,0000 0,2717

Variasi 7 5,3333 5,3333 3,2000 0,0000 0,5333

Variasi 8 5,4857 5,4857 3,2914 0,1371 0,0000

Variasi 9 5,4340 5,4340 3,2604 0,2717 0,0000

Interlock

Bentuk Jumlah Benda Uji

Pasir

Merapi Semen Air Gypsum Kapur

Buah Kg Kg Kg Kg Kg

Interlock 36 193,8508 193,8508 116,3105 4,8161 9,5717

Total 193,8508 193,8508 116,3105 4,8161 9,5717

Tabel 3.16 Perencanaan Total Benda Uji

Bentuk Cetakan Umur Perendaman Total Benda Uji

Kubus 28 Hari 36

Interlock 28 Hari 36

Setelah mencetak adonanan menggunakan cetakan interlock, mendiamkan adonan dalam cetakan selama sampai tiga hari sampai mengeras, setelah itu melepaskan benda uji dari cetakan. Untuk benda uji kubus dilakukan dengan memotong benda uji dari cetakan interlock dengan dimensi sisi x sisi x sisi yaitu 0,15 m x 0,15 m x 0,15 m untuk selanjutnya diuji kuat tekan. Untuk pengujian bobot isi dilakukan dengan memotong benda uji dari bentuk interlock dengan dimensi 0,15 m x 0,15 m x 0,15 m. Setelah material mulai mengeras dan berumur 28 hari barulah bisa disebut benda uji dan dilakukan pengujian.

Dokumen terkait