A. Landasan Teori
3. Macam-macam Media Pembelajaran
Media pembelajaran banyak jenis dan macamnya. Dari yang paling sederhana dan murah hingga yang canggih dan mahal. Ada yang dibuat oleh guru sendiri dan ada yang diproduksi pabrik. Ada yang sudah tersedia di lingkungan untuk langsung dimanfaatkan dan ada yang sengaja dirancang. Berikut adalah jenis-jenis media:
1. Media berdasarkan jenisnya a. Media Auditif
Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder, piringan hitam. Media ini cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan dalam pendengaran.
b. Media Visual
Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam, seperti film strip (film rangkai), slides (film bingkai) foto, gambar atau lukisan, dan cetakan.
c. Media Audiovisual
Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karna meliputi kedua jenis media yang
20 Hindun, Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter di Madrasah Ibtidaiyah/ Sekolah Dasar, (Depok: Nufa Citra Mandiri, 2014), cet. II, h. 92.
18
pertama dan kedua. Media ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu Audiovisual diam dan Audiovisual gerak.21
2. Dilihat dari daya liputnya
a. Media dengan daya liput luas dan serentak
Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contohnya radio dan televisi.
b. Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat.
c. Media untuk mengajar Indivisual
Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri. Termasuk media ini adalah modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.22
3. Dilihat dari bahan pembuatannya a. Media sederhana
Media ini bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan pengguananya tidak sulit.
b. Media kompleks
Media ini adalah media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya, dan penggunaannya memerlukan keterampilan yang memadai.23 Dari beberapa jenis media yang dipaparkan, penulis memilih media gambar sebagai media yang akan digunakan sebagai sumber belajar. Gambar digunakan karena memiliki kelebihan yaitu sifatnya kongkrit, lebih realistis, muda didapat dan harganya murah dibandingakan media verbal.
a. Pemilihan Media Pendidikan
Beberapa penyebab orang memilih media adalah:
21 Syaiful Bahri, Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta Rineka Cipta, 2010) h. 124
22 Ibid., h. 125
23 Ibid., h. 126
a. Bermaksud mendemontrasikannya
b. Merasa sudah akrab dengan media tersebut
c. Ingin memberi gambaran atau pembelajaran yang lebih kongkrit
d. Merasa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan.24 e. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
Dalam memilih media pembelajran tidak boleh asal, tetapi harus memenuhi beberapa kriteria. Apabila akan menggunkan media pembelajaran dengan cara memanfaatkan media yang telah ada, guru dapat menjadikan kriteria berikut sebagai acuan:
a. Apakah topiik yang akan dibahas dalam media tersebut dapat menarik minat anak didik untuk belajar ?
b. Apakah materi yang terkandung dalam media tersebut penting dan berguna bagi anak didik.
c. Apabila media itu sebagai sumber pengajaran yang pokok, apakah isinya relevan deangan kurikulum yang berlaku?
d. Apakah materi yang disajikan otentik dan aktual, ataukah informasi yang suadah lama diketahui massa dan atau peristiwa yang telah lama terjadi?
e. Apakah fakta dan konsepnya terjamin kecermatannya atau ada suatu hal yang masih diragukan?
f. Apakah format penyajiannya berdasarkan tata urutan belajar yang logis?
g. Apakah pandangannya objektif dan tidak mengandung unsur prapagandaatau hasutan terhadap anak didik?
h. Apakah narasi, gambar, efek, warna, dan sebagainya memenuhi syarat standar kualitas teknis?
24 Arief S. R. Rahadjo, dkk, Media Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), h. 84
20
i. Apakah bobot penggunan bahasa, simbol-simbol, dan ilustrasinya sesuai dengan tingkat kematangan berpikir anak didik?
j. Apakah sudah diuji kesahihannya (faliditasnya).25 f. Penelitian Relevan
Sebagai bahan perbandingan dengan penelitian ini, maka disajikan hasil penelitian yang relevan yaitu:
1. Penelitian yang dilakuan Yuyun Khoirunisa dengan judul
“Penggunaan Media Gambar dalam Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan pada Kelas I Madrasah Ibtidaiyah Adda’wah Parungkuda Sukabumi”. Hasil penelitiannya adalah dimana keberhasilan peserta didik dalam menulis permulaan pada siklus I mencapai 66,6 %, kemudian pada siklus II kemampuan peserta didik dalam menulis permulaan mencapai 83,6 %, yang pada akhirnya dipengunjung uji test kemampuan peserta didikdalam menulis permulaan mencapai kebehasilan 100 %. Angka ini menunjukan kemampuan menulis siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus. Adapun perbedaan penelitian Yuyun Khoirunisa dengan penelitian saya ini adalah kelas penelitian yang dilakukan Yuyun Khoirunisa di kelas I, sedangkan penelitian yang saya lakukan ini di kealas II.
2. Penelitian yang dilakukan Sri Hayati dengan judul skripsi
“Penerapan Teknik Reka Cerita Gambar dalam Materi Keterampilan Menulis Karangan Siswa Kelas III MI At- Taqwa Cakung Jakarta Timur”. Hasil penelitaiannya adalah penggunaan media reka cerita gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan pada siswa kelas III MI At- Taqwa Cakung Jakarta Timur. Hal ini dapat dilihat dari hasil
25 Ibid., h. 130-131
yang diperoleh siswa meningkat yaitu nilai pretest terendah 50 dan nilai tertinggi 67, sedang nilai postest terendah 70 dan tertinggi 89. Adapun perbedaan penelitian yang dilakuakan oleh Sri Hayati dengan penelitaian say ini, Sri Haryati menggunkan tekning cerita bergambar sedangkan penelitian say ini menggunakan media gambar.
3. Penelitian yang dilakukan Nurmalasari dengan judul skripsi Pengaruh Media Gambar Terhadap Keterampilan Menulis Siswa Kelas IV Pembangunan UIN Jakarta. Hasil penelitianya adalah nilai pretest pada kelas eksperimen sebesar 69,83 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 68,52.
Setelah dilakukan tindakan pada kedua kelas, maka diperoleh rata-rata postest kelas eksperimen yaitu 75,48, sedangkan rata-rata postest kelas kontrol yaitu 71,22 . adapun perbedaan penelitian yang dilakukan Nurmalasari dengan penelitian saya ini dalalah penelitian Nurmalasari terletak pada perbedaan metode. Nurmalasari menggunakan eksperimen, sedangkan penelitian yang saya lakukan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
g. Hipotesis Tindakan
Melihat dari teori-teori di atas maka peneliti mengajukan hipotesis tindakan dengan menggunakan media gambar untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas II MI As-Salafiyah Pengadungan Kalideres Jakarta Barat.
22 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN