• Tidak ada hasil yang ditemukan

Macam-Macam Syahid

Dalam dokumen Syahid dalam Wabah Perpektif Hadis (Halaman 36-40)

BAB II TINJAUAN UMUM ............................................................................................ 18-41

2. Macam-Macam Syahid

Syahid atau syuhada sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya terkait definisi dan pendapat para ulama, maka di dalam hadis bahasan syahid terkait dengan macam-macam dan perluasan maknanya sudah sangat populer di kalangan para sahabat Nabi. Hal ini dapat dibuktikan antara lain dengan menyimak dialog Nabi dengan para sahabatnya seperti yang dituturkan oleh Abu Hurairah berikut:

4Abu 'Abd Allah al-Qurtubi, at-Tazkirah fi Ahwal al-Mawta wa Umur al-Akhirah, Juz 1, (Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 2007), h. 131.

5Ar-Ragib al-Isfahani, Mu'jam Mufradat Alfaz al-Qur'an, (Beirut: Dar al-Fikr, t.th.), h.

276.

20

ا ضىر ةريرى بىٔأ نغ ﷲ

ا لَّض بنما نٔأ ونغ ﷲ

؟كميف دييشما نودؼث ام :لاك لَّسو ويلػ

ا لوسر يا :اوماك ,ﷲ

ا ليخس فى لذك نم ﷲ

.ليللم نذٕا تىمٔأ ءاديش نٕا :لاك .دييشما ويف

ا لوسر يا هم نفم :اوماك ﷲ

ا ليخس فى لذك نم :لاك ؟ ﷲ

ليخس فى تام نمو ,دييش ويف

ا ﷲ ا فى تام نمو ,دييش ويف فى تام نمو ,دييش ويف نوغاعم

قيرغماو ,دييش ويف نعحما

)ةريرى بىٔأ نغ لَّسم هاور( دييش

6

Artinya:

Abu Hurairah radiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabi salllallahu 'alayhi wa sallam bertanya (kepada para sahabatnya): Siapa gerangan yang kamu anggap syahid? Mereka menjawab: ya Rasulullah, orang yang terbunuh di jalan Allah, dialah syahid itu. Rasul berkata: jika demikian, syuhada di kalangan umatku sangat sedikit. Mereka bertanya: lalu siapa sebenarnya syuhada' itu ya Rasulullah? Rasul menjawab: orang yang terbunuh di jalan Allah adalah syahid; orang yang mati di jalan (ketaatan) kepada Allah adalah syahid; orang yang mati karena penyakit ta'un (kolera) adalah syahid; orang yang mati karena sakit perut adalah syahid; dan orang yang mati tenggelam adalah syahid. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah).

Hadis di atas menginformasikan kepada kita bahwa pengertian syahid sebagai orang yang terbunuh di jalan Allah merupakan pengertian yang dipahami secara umum dan merata di kalangan para sahabat nabi. Bahwa kemudian Nabi memperluas pengertian syahid sehingga mencakup empat golongan yang lain, itu merupakan informasi baru bagi para sahabat. Perlu dikemukakan di sini bahwa terdapat banyak hadis yang datang memperluas pengetian syahid di luar hadis di atas. Al-Qurtubi telah membawakan sebagian dari hadis-hadis itu dalam kitabnya al-Taskirah fi Ahwal al-Mawta wa Umur al-Akhirah7, antara lain berikut ini:

6Muslim ibn al-Hajjaj an-Nisaburi, Sahih Muslim, Juz 2, (Bandung: Dahlan, t.th.), h.

160-161.

7Abu 'Abd Allah al-Qurtubi, at-Tazkirah, Juz 1, (Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 2007), h. 130-131.

a. Hadis riwayat at-Tirmizi:

ا لوسر نٔأ ةريرى بىٔأ نغ ﷲ

ا لَّض ﷲ ,نوؼعلماو ,نوعحلما :ةسخم ءاديشما :لاك لَّسو ويلػ

ا ليخس فى دييشماو مديما ةحاض و ,قيرغماو ﷲ

نسح ريدح اذى :لاكو .لجو زغ

ََ. حيصح

Artinya:

Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Rasulullah salllallahu 'alayhi wa sallam bersabda: syuhada itu ada lima: orang yang mati karena penyakit perut, mati karena kolera, mati tenggelam, mati karena tertimpa bangunan dan syahid di jalan Allah. At-Tirmizi berkata: Hadis ini hasan sahih.

b. Hadis riwayat an-Nasai:

ا لوسر لاك :لاك رجاج نغ ﷲ

ا لَّض ﷲ ليخس فى لذلما ىوس ةؼح س ءاديشما :لَّسو ويلػ

ا :ﷲ ,مديما تتح تويم ىلذاو ةنلجا تاذ ةحاضو,قرلحاو ,قرغماو ,نوعحلما و ,نوؼعلما

عمبج توتم ةٔأرلماو

Artinya:

Jabir bahwa ia berkata: Rasulullah bersabda: syuhada itu ada tujuh, selain yang terbunuh di jalan Allah, yakni: mati karena kolera, mati karena penyakit perut, mati tenggelam, mati terbakar, mati karena penyakit bagian dalam tubuh, mati di bawah reruntuhan dan perempuan mati ketika melahirkan.

c. Hadis riwayat At-Tirmizi, Abu Dawud dan an-Nasai

. ا لوسر تؼسم:لاك ديز نج ديؼس نغ ﷲ

ا لَّض ﷲ ويف لَام نود لذك نم :لولي لَّسو ويلػ

ويف لَىٔأ نود لذك نمو ,دييش ويف ونيد نود لذك نمو ,دييش ويف ومد نود لذك نم ,دييش ما لاكو دييش حيصح نسح ريدح :ىذمتر

Artinya:

Sa'id ibn Zaid bahwa ia berkata: Saya dengar Rasulullah bersabda:

barangsiapa terbunuh karena membela hartanya, maka ia syahid.

Barangsiapa terbunuh karena membela darahnya, maka ia syahid.

Barangsiapa terbunuh karena membela agamanya, maka ia syahid dan barangsiapa terbunuh karena membela keluarganya, maka ia syahid. At- Tirmizi berkata: Hadis ini hasan sahih.

22

d. Hadis riwayat Abu Bakr al-Kharaiti:

ا لوسر لاك :لاك لِام نج سؤأ نغ ﷲ

ا لَّض ﷲ ادييش تام احيرغ تام نم :لَّسو ويلػ

Artinya:

Anas ibn Malik berkata bahwa Rasulullah bersabda: barangsiapa mati dalam keadaan terasing, maka ia mati syahid.

e. Hadis riwayat At-Tirmizi:

ا لوسر لاك :لاك راسي نج للؼم نغ ﷲ

ا لَّض ﷲ ثلاز ححطي ينح لاك نم :لَّسو ويلػ

بً ذوغٔأ :تارم ﷲ

نم يملؼما عيمسما شرلحا ةروسرخٓأ نم تيآأ ثلاز ٔأركو ,يمجرما ناعي شما

ا كلو ,ادييش تام وموي نم تام نٕاف , سىيم تىح ويلػ نولطي لكم فمٔأ ينؼح س وت ﷲ

ةيرغ نسح ريدح :لاك .لِذكف سىيم ينح اىٔأرك نمو

Artinya:

Ma'qal ibn Yasar berkata: Rasulullah bersabda: Barangsiapa yang pada waktu pagi hari membaca (a'uzu billahissami'il-'alim minasy-syaitanirrajim) dan membaca tiga ayat terakhir dari surah al-Hasyr, maka Allah akan menugaskan 70 ribu malaikat untuk mendoakan keselamatannya hingga sore hari. Jika ia mati pada hari itu, maka ia mati syahid. Dan barangsiapa membacanya pada waktu petang, ia akan mengalami hal seperti itu juga.

At-Tirmizi berkata: Hadis ini hasan garib.

f. Hadis riwayat Abu 'Umar:

ا لَّض بىنما نغ رذ بىٔأو ةريرى بىٔأ نغ ﷲ

وىو لَّؼما ةماظ تولما ءاج اذٕا :لاك لَّسو ويلػ

ادييش تام لَاح لَّػ

Artinya:

Abu Hurairah dan Abu Zarr dari Nabi bahwa beliau bersabda: Apabila maut mendatangi orang yang menuntut ilmu, sedangkan ia berada dalam keadaan menuntut ilmu, maka ia mati sebagai syahid.

Dari hadis-hadis di atas yang merupakan sebagian dari hadis-hadis senada yang dibawakan oleh al-Qurtubi dalam kitab at-Tazkirah, ditambah dengan hadis-hadis lain yang semakna dalam kitab-kitab karya ulama yang lain, tampak dengan jelas adanya perluasan makna syahid. Hal ini merupakan salah satu bukti

kemurahan dan kasih sayang Allah kepada hamba-hambanya dengan tidak menyia-nyiakan pengorbanan dan amal kebajikannya, terlepas dari kemungkinan adanya ketidaksahihan sebagian hadis-hadis itu. Begitu banyaknya orang-orang yang terjaring dalam kategori syuhada menurut hadis-hadis itu, sehingga ulama Hanabilah (pengikut Ahmad bin Hanbal) menyebut mereka sejumlah ukuran (bid’ah wa ‘isyrun), sementara Jalal al-Din al-Suyuti menyebut jumlah tiga puluhan (nahw as-salasin). Seperti dikutip secara lengkap oleh Wahbah al-Zuhaili dalam kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh.8 Wahbah menyebut mereka sebagai syuhada di luar medan perang (syuhada' gair al-ma'rakah).9

Dalam dokumen Syahid dalam Wabah Perpektif Hadis (Halaman 36-40)

Dokumen terkait