BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 1-17
E. Metodologi Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang hanya menganalisis data yang bersifat kualitatif. Penelitian ini, penulis mengacu pada penelitian yang berusaha mendeskripsikan bentuk pengamalan yang berangkat dari hasil pemahaman atas sebuah hadis Nabi saw.
2. Metode Pendekatan a) Pendekatan ilmu hadis
14
Analisis ilmu hadis dimaksudkan untuk menetukan validitas dan otentisas hadis yang akan diteliti atau dengan kata lain menguji tingkat keshahihan hadis berdasarkan kritik ulama hadis yaitu ketersambungan sanad, periwayatannya bersifat adl dan dha>bit,25 terhindar dari sya>z\ dan ‘illah.26
b) Pendekatan bahasa (linguistik)
Pendekatan bahasa yakni menganalisis masalah tentang syahid dan wabah dengan melihat permasalahan dari segi bahasa.
3. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menelusuri data primer dan data sekunder. Data primer yaitu hadis-hadis tentang ‚syahid dalam wabah‛ dengan menelusuri kitab-kitab hadis standar yakni al-Kutub al- Tis’ah dengan menggunakan kelima metode takhrij al-H}adi>s}.27 Data sekunder yaitu data yang digunakan untuk mendukung dan melengkapi pembahasan dalam penelitian ini, yaitu kitab-kitab periwayatan dan syarah hadis dalam mengkaji sanad dan matan, buku ilmu hadis dan buku yang terkait dengan pembahasan dalam penelitian ini, ayat-ayat al-Qur’an, kitab-kitab tafsir, dan kitab-kitab fiqih.
25adl artinya memiliki sifat-sifat yang baik, jujur, mengutamakan kebenaran dan tidak terlibat pada sifat-sifat tercela sedangkan dha>bit artinya perhatian perawi kepada yang didengar ketika dia menerimanya serta memahami apa yang didengarnya itu, sehingga ia bisa menerima dan menyampaikan suatu riwayat dengan sempurna. Lihat, Basri Mahmud dan Mukhtar, Ulumul Hadis: Media-Media Pokok Dalam Mengkaji Hadis, (Cet. I; Makassar: Gunadarma Ilmu,2015), h.
29-30.
26sya>s dalam bahasa berarti ganjil, terasing, atau menyalahi aturan maksud sya>s di sini adalah periwayatan orang tsiqah bertentangan dengan orang yang lebih tsiqah sedangkan illah dari segi bahasa illah berarti penyakit, sebab, alas an atau udzur. Sedangkan arti illah di sini adalah suatu sebab tersembunyi yang membuat cacat keabsahan suatu hadis padahal lahirnya selamat dari cacat tersebut. Lihat, Abdul Majid Khon, Ulumul Hadis, (Cet. II; Jakarta: Amzah, 2013) h. 171-172.
27Takhrij al-Hadi>s adalah penelusuran atau pencarian hadis pada berbagai kitab sebagi sumber asli dari hadis yang bersangkutan yang di dalam sumber itu dikemukakan secara lengkap matan dan sanad hadis yang dimaksud. Lihat, A. Syahraeni, Kritik Sanad Dalam Perspektif Sejarah, (Cet. I; Makassar: Alauddin University Press, 2011), h. 139.
4. Metode Pengolahan dan Analisis Data
Pada penelitian ini menggunakan metode tah}li@li@ sehingga dalam menganalisis juga menggunakan langkah-langkah metode hadis tah}li@li@. Data yang dianalisis adalah kualitas sanad dan matan. Dalam usaha menganalisis data tersebut, digunakan kritik sanad dan matan. Setelah data terkumpul, maka akan diinterpretasi dan dianalisis dengan memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Data yang terkumpul akan diidentifikasi dan diklasifikasi.
b) Melakukan i’tibar28 yakni dengan cara membuat skema sanad untuk menetukan syahid dan mutabi29 dari hadis pada setiap jalur yang diteliti.
c) Melakukan kritik sanad terhadap setiap jalur yang dipilih yang bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas dan akurasi informasi dari setiap sanad, si>gat atau lambang tahammul wal ada>’ yang dipergunakan oleh periwayat hadis.
d) Melakukan kritik matan pada semua lafal yang diriwayatkan oleh setiap mukharrij untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya ziya>dah,30 idra>j31 atau
28I’tibar dalam istilah ilmu hadis ad alah mengikutsertakan berbagai sanad hadis yang hanya tampak diriwayatkan oleh seorang periwayat, untuk mengetahui apakah ada periwayat lain atau tidak yang meriwayatkan hadis yang sama dengannya. Lihat, Lihat, A. Syahraeni, Kritik Sanad Dalam Perspektif Sejarah, h. 140.
29Syahid (dalam istilah Ilmu Hadis yang jamaknya syawahid) ialah periwayat yang berstatus pendukung yang berkedudukan sebagai dan untuk sahabat Nabi sedangkan mutabi’
(biasa disebut tabi’ dengan jamak tawabi) ialah periwayat yang berstatus pendukung yang berkedudukan bukan sebagai sahabat Nabi. Lihat: Abustani Ilyas dan La Ode Ismail Ahmad, Pengantar Ilmu Hadis (Cet II; Surakarta: Zadahaniva Publishing, 2013), h. 117.
30Ziya>dah menurut bahasa adalah tambahan. Menurut istilah ilmu hadis ziya>dah adalah tambahan yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang s\iqah, baik satu kata maupun satu kalimat, baik dalam sanad maupun matan hadis. Lihat. Nuruddin Itr, Manhaj al-Naqd fi ‘Ulum al- Hadis, terj.Mujiyo, Ulum al-Hadis (Cet. II; Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), h. 453.
31Idraj merupakan bentuk masdar dari fi’il adraja yang berarti memasukkan sesuatu dalam lipatan sesuatu yang lain. Menurut istilah hadis idraj atau mudraj adalah segala sesuatu yang disebut dalam kandungan suatu hadis dan bersambung dengannya tanpa ada pemisah, padahal ia bukan bagian dari hadis itu. Nuruddin Itr, ‘Ulum al-Hadis, h. 472.
16
maqlu>b32 pada setiap riwayat atau riwayat tersebut hanya semata-mata diriwayatkan secara makna (riwa>yah bi al-Ma’na>) bukan secara lafal (riwa>yah bi al-Lafzi>).
e) Menjelaskan kualitas hadis33 yang akan diteliti baik dari segi sanad maupun matan apakah hadis tersebut sahih, hasan atau daif.
f) Menganalisis kosa kata, frase atau syarh} al-Mufrada>t.
g) Menjelaskan sebab-sebab turunnya hadis (asba>b al-Wuru>d).
h) Menjelaskan kandungan hadis.
i) Menguraikan hikmah yang dapat dipetik dari hadis.
j) Sebagai usaha dalam mengetahui Tathbi>q al-H{adi>s\ maka dibutuhkan pengetahuan kandungan dari segi tanggung jawab, waktu dan tempat, dan dari segi urgensi terhadap hadis yang peneliti kaji.
k) Setelah menemukan kandungan tersebut, maka langkah terakhir yaitu menyimpulkan bentuk penerapan dari hadis yang menjadi kajian peneliti.
Metode pengolahan data yang penulis gunakan yaitu metode deduktif yakni suatu cara pengolahan data yang dimulai dari hal-hal yang bersifat umum kemudian menyimpulkan secara khusus.