Bagaimana organisasi dalam memandang karir merupakan suatu hal yang penting karena hal tersebut secara tidak langsung akan berdampak pada pencapaian tujuan organisasi. Manajemen karir organisasi mencakup berbagai kebijakan dan program yang dilakukan oleh organisasi untuk menunjang keefektifitasan karir karyawannya . Beragam program manajemen karir organisasional dalam beberapa literature dapat berupa workshops, job rotation, job enrichment, pendidikan dan pelatihan, mentoring, dan beberapa program lain sesuai dengan kebutuhan organisasi. (Pratiwi, 2018)
Organisasi berkontribusi dalam mengembangkan karir karyawan dapat pula berupa penyebaran informasi mengenai kesempatan karir dalam organisasi tersebut. Program ini tentu akan bermanfaat bukan hanya bagi karyawan melainkan juga bagi organisasi secara tidak langsung. Dalam menentukan program manajemen karir, organisasi harus mampu mengidentifikasi bentuk program yang sesuai dengan kebutuhan karyawannya. (Pratiwi, 2018)
Ketika program manajemen karir organisasi sesuai dengan yang dibutuhkan dan diharapkan karyawan, maka hal ini dapat meningkatkan komitmen dan beberapa dampak positif lainnya. Bentuk intervensi organisasi terhadap karir karyawan dapat berupa pemberian pelatihan dan pengembangan, orientasi karyawan agar karyawan mengetahui hal- hal yang perlu mereka ketahui agar dapat bekerja dengan baik dalam organisasi, dan adanya pendampingan karir yang merujuk pada pada kegiatan seperti pemberian saran terkait karir, personal development plan, diperkenalkan ke orang-orang yang dapat membantu pengembangan karirnya dan pemberian informasi mengenai praktik manajemen karir yang disediakan oleh organisasi.
Karir adalah kebutuhan yang harus terus ditumbuhkan dalam diri seseorang tenaga kerja, sehingga mampu mendorong kemauan kerjanya. Karir merupakan suatu pola pengalaman yang terkait dengan pekerjaan (seperti posisi pekerjaan, kewajiban pekerjaan, keputusan dan interpretasi subjektif mengenai peristiwa yang berkaitan dengan pekerjaan) dan aktifitas selama masa hidup seseorang. (Iskandar, 2019)
karir adalah urutan pengalaman dan kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan dan yang menciptakan sikap dan perilaku tertentu pada diri seseorang. Perusahaan yang ingin tetap bertahan dan berhasil harus memperhatikan pengembangan sumber daya manusia antara lain harus memiliki perhatian terhadap pengembangan karir karyawan.
Perhatian terhadap pengembangan karir akan mendorong karyawan untuk lebih menggali kemampuan-kemampuan potensial. Hal ini disadari karena pengembangan karir merupakan salah satu kebutuhan karyawan
untuk dapat mengaktualisasikan diri terhadap pekerjaan. (Pringadi, 2018)
Manajemen karir adalah proses pengolaan karir pegawai yang meliputi kegiatan perencanaan karir, pengembangan dan konseling karir serta pengambilan keputusan karir. Manajemen karir melibatkan semua pihak termasuk pegawai yang bersangkutan dengan unit tempat si pegawai bekerja, dan organisasi secara keseluruhan. Dalam implementasinya manajejen karir antar organisasi bisa berlainan, ada manajemen yang kaku, otoriter, tersentralisasi, tertutup tidak demokratis.
Ada juga manajemen karir yang cenderung terbuka partisipatif, dan demokratis.
Manajemen karir yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau organisasi yang bersangkutan, akan menciptakan persepsi karyawan bahwa perusahaan memiliki komitmen pada pengembangan karir sehingga pada gilirannya akan mempengaruhi efektivitas karir karyawan.
pengembangan karir bisa dilakukan dengan berbagai upaya antara lain dengan menciptakan kesinambungan dan ketentraman dalam bekerja, memberi status pekerjaan dan pengalaman kerja dan memberikan kekuasaan dan kewenangan dalam bekerja. Manajemen karir organisasional memberikan suatu peluang dalam pengembangan karir karyawan yang mendorong karyawan untuk sukses berkarir. (Pringadi, 2018)
Tujuan atau sasaran karir adalah “posisi atau jabatan tertentu yang dapat dicapai oleh seorang pegawai bila yang bersangkutan memenuhi semua persyaratan dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk
melaksanakan jabatan tersebut.” Tujuan atau sasaran karir tidak otomatis tercapai bila seorang pegawai memenuhi syarat yang harus dipenuhi karena untuk menduduki suatu karir tertentu, kadang- kadang harus memenuhi syarat- syarat yang seringkali di luar kekuasaannya yaitu ada tidaknya lowongan jabatan yang dituju, ada tidaknya keputusan dan referensi dari pimpinan, dan ada tidaknya kandidat lain yang sama kualitasnya, semua itu dapat membatasi kemajuan karir seorang pegawai. (Widyanti, 2018)
Manajemen karir organisasional bagi karyawan ini dapat dikatakan menjadi bentuk usaha dalam pengembangan karir karyawan.
Hal ini dapat memupuk komitmen dari karyawan untuk membangun karirnya dalam perusahaan. Selain adanya dorongan dari manajemen SDM untuk produktifitas karyawan dalam pencapaian karir, disamping itu ada komitmen yang harus dimiliki oleh karyawan. Seseorang yang memiliki keinginan dalam pengembangan karirnya kedepan tentu saja memiliki komitmen pada karir yang dijalankannya. Seseorang yang memiliki komitmen pada karirnya maka akan mendorong seseorang untuk mencapai kesuksesan karirnya.
Selain dari organisasi dan komitmen individu, akan lebih baik apabila karyawan secara pribadi juga memiliki manajemen karir individu melalui perencanaan dan taktik. Perencanaan dan taktik yang ditetapkan oleh karyawan akan mendorong karyawan untuk mencapai target-target pribadi yang ia tetapkan sendiri untuk karirnya. Hal ini dapat mendorong kinerja karyawan lebih produktif dan efektif dalam menjalankan tugasnya karena ada motivasi yang ada dalam dirinya.
Manajemen karir tidak hanya terletak pada kepentingan karyawan saja, namun ada juga keterlibatan organisasi di dalamnya.
Dalam hal ini manajemen karir organisasional sangatlah penting direncanakan oleh perusahaan. Perencanaan karir yang berpusat pada organisasi berfokus pada pekerjaan dan pengidentifikasian jalan karir yang memberikan kemajuan yang logis atas orang-orang diantara pekerjaan dalam organisasi. Artinya perlua adanya pemahaman individu dalam mengikuti jalan atau alur karir yang dibuat oleh organisasi agar dapat bergerak maju dalam unit organisasinya. (Muallif, 2017)
Manajemen karir organisasional merupakan bagian dari pelaksanaan aktivitas pengembangan karir guna meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Karyawan yang membutuhkan pengembangan diri akan berusaha mencapai suatu posisi melalui jalur tertentu dengan meningkatkan masing-masing individu. Selain dari organisasi, karyawan juga perlu manajemen karir secara individual melalui perencanaan dan taktik. Perencanaan dan taktik karir akan membantu karyawan dalam meraih karir tertentu yang disesuaikan dengan penyediaan jalur karir yang ada di perusahaan. Dengan demikian manajemen karir organisasional akan mendorong efektivitas karir secara eksternal, sedangkan manajemen karir individu akan mendukung pencapaian karir individu dalam organisasi secara internal.
(Rahayuningsih, 2014)
Manajemen karir organisasi mencakup berbagai kebijakan dan program yang dilakukan oleh organisasi untuk menunjang keefektifitasan karir karyawannya. Beragam program manajemen karir organisasional
dalam beberapa literature dapat berupa workshops, job rotation, job enrichment, pendidikan dan pelatihan, mentoring, dan beberapa program lain sesuai dengan kebutuhan organisasi. Organisasi berkontribusi dalam mengembangkan karir karyawan dapat pula berupa penyebaran informasi mengenai kesempatan karir dalam organisasi tersebut.
Program ini tentu akan bermanfaat bukan hanya bagi karyawan melainkan juga bagi organisasi secara tidak langsung. (Pratiwi, 2018)
Manajemen karir organisasi merupakan seberapa jauh para keryawan merasa organisasi mereka mengoperasikan satu skema manajemen karir dengan jalur-jalur yang diidentifikasi oleh para manajer personalia. (Iskandar, 2019)
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dimensi dari manajemen karir organisasi dibagi sebagai berikut:
1. Career management policies : diukur melalui standar, prosedur, metode dan sistem karyawan yang dilakukan manajemen dalam mengelola karir karyawan.
2. Employee career development : diukur melalui berbagai macam aktivitas, program, dan teknik yang digunakan manajemen untuk mempertinggi pengembangan karir karyawan.
3. Career information : upaya yang dilakukan oleh manajemen untuk memberikan informasi bagi karyawan terkait untuk mendukung perencanaan karir individu dan strategi karir. (Iskandar, 2019)
Peran organisasi dalam perencanaan karir tidak hanya memikat pelamar untuk rekrutmen eksternal, namun juga bagaimana organisasi merencanakan hubungan karyawan secara internal dalam proses
staffing guna menyiapkan kandidat karyawan yang berkualitas untuk masa yang akan datang. Aktivitas manajemen organisasional ini meliputi proses dan penyediaan informasi berkaitan dengan rekrutmen dan melakukan seleksi. Pada hasilnya maka akan diidentifikasi peluang bagi karyawan dalam peningkatan karir (rekrutmen, program pelatihan, alur karir) karyawan. Oleh karena itu, perencanaan karir berkontribusi terhadap pertumbuhan karyawan dan meningkatkan kualifikasi karyawan untuk kesempatan kepegawaian dimasa yang mendatang. (Muallif, 2017)
Manajemen karir organisasi sangat penting untuk kelangsungan hidup organisasi. Bahkan, manajemen karir organisasional dapat mendukung terhadap pemenuhan kontrak psikologis yang diharapkan oleh karyawan. Semakin baik manajemen karir organisasional maka akan meningkatkan kesuksesan karir karyawan. (Muallif, 2017)
Organisasi memiliki beberapa sumber informasi potensial yang dapat digunakan untuk menilai karyawan. Secara tradisional sumber yang paling sering digunakan adalah proses penilaian kinerja. Pusat penilaian juga dapat menjadi sumber informasi yang bagus. Sumber potensial lain yang dapat digunakan oleh organisasi meliputi catatan- catatan karyawan yang merefleksikan informasi, seperti pendidikan dan pengalaman kerja sebelumnya. Adalah suatu ide yang bagus bahwa suatu organisasi jangan tergantung hanya pada satu sumber informasi saja, tetapi menggunakan sebanyak mungkin informasi yang mudah diperoleh dan tersedia. Penilaian organisasi terhadap seorang karyawan,
normalnya harus diselenggarakan bersama sama dengan karyawan bagian SDM dan atasan langsung karyawan yang dinilai.
Manajemen karir organisasi mencakup berbagai kebijakan dan tindakan organisasi untuk meningkatkan efektivitas karir dari pekerjaannya. manajemen karir organisasi setidaknya memiliki empat indikator meliputi aktivitas rencana dan prosedur karir, kesempatan karir, dukungan untuk berkarir dan data pendukung untuk berkarir (informasi karir). (Afrevita, 2017)
Pelaksanaan manajemen karir organisasi memiliki lima manfaat yaitu :
1. Memperluas kesempatan karir
2. Menerapkan budaya dan menerapkan talenta 3. Meningkatkan komitmen organisasi
4. Meningkatkan sukses karir
5. Memenuhi kontrak psikologis karyawan. (Afrevita, 2017)
Adapun penentuan indikator Manajemen karir organisasional sebagai berikut:
1. Perencanaan karir dalam manajemen SDM
Peran manajemen sumberdaya manusia dalam memilih dan mengelola karyawan merupakan salah satu komponen terpenting untuk mencapai tujuan perusahaan. Peran manajemen SDM dalam rencana karir dapat dimulai dari proses rekrutmen untuk memilah individu yang memiliki kompetensi sesuai standart perusahaan.
Selanjutnya pelatihan, sistem penilaian kinerja dan sistem reward maupun bonus harus disesuaikan dengan kinerja dan diberikan
secara adil oleh pihak perusahaan agar setiap karyawan memiliki motivasi kerja yang tetap terjaga. Adapun aspek dari perencana karir dalam manajemen SDM meliputi:
a. Perusahaan telah menyeiakan pendidian karir bagi karyawan b. Peruasahaan telah memberikan informasi tentang perencanaan
karir bagi karyawan
c. Perusahaan telah menyediakan konseling karir bagi karyawan d. Peruasahaan telah menyediakan bimbingan karir bagi karyawan.
2. Kesempatan dalam karir
Kesempatan karir merupakan sebuah peluang bagi karyawan yang diberikan oleh perusahaan untuk mencapai jenjang karir yang lebih tinggi. Perusahaan yang berorientasi pada karir seperti ini akan memperlakukan karyawan sebagai sumber daya yang berharga, yang harus dilatih, dikembangkan dan dipertahankan. Kunci penerapan karir adalah mobilitas dan kesempatan karir internal bagi para karyawan. Pola karir seperti ini dapat menjadi kaku dan menghambat strukturnya sesuai lingkungannya. Oleh karena itu, disain karir haruslah logis, linear, rasional dan terencana serta opurtunistik dan incremental. Selain harus logis, teratur dan bisa diprediksi, karir juga harus adaptif dan memberikan kemampuan organisasi untuk berubah dan memberi iklim yang memungkinkan tercapainya tujuan organisasi. Adapaun aspek dari tersedianya kesempatan karir meliputi:
a. Perusahaan telah menyediakan kesempatan karir bagi karyawan b. Perusahaan telah menyediakan jenjang karir bagi karyawan
c. Perusahaan telah menyediakan fasilitas untuk menunjang kesempatan karir bagi karyawan.
3. Dukungan karir
Dukugan karir merupakan sebuah bentuk dorongan atau motivasi yang diberikan oleh perusahaan maupun atasan kepada karyawan untuk terus meninkatkan jenjang karirnya. Dukungan atasan adalah keadaan dimana individu menerima perhatian khusus dari beberapa manajer senior termasuk sponsor. Ini menunjukkan bahwa bawahan yang menerima pelatihan dari atasan berarti telah mendapat dukungan dari atasan. Aspek dari dukungan karir meliputi:
a. Perusahaan telah berusaha mendorong karyawan untuk berkarir b. Perusahaan telah memfasilitasi karyawan yang berpotensi untuk
berkembang
c. Perusahaan telah memberikan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk berkarir. (Muallif, 2017)
Definisi karir organisasi mengacu pada struktur karyawan dan praktek-praktek yang memberi panduan bagaimana merekrut, mengembangkan dan memberi tugas kepada karyawan. Karir organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Sejauh mana perekrutan dibatasi hanya pada pekerjaan-pekerjaan tingkat bawah
2. Sejauh mana promosi ke jabatan yang lebih tinggi berasal dari dalam
3. Sejauh mana penyelenggaraan training dan pengembangan karyawan di semua level
4. Sejauh mana komitmen organisasi terhadap keselamatan karyawan.
Organisasi yang berorientasi pada karir seperti ini akan memperlakukan karyawan sebagai sumberdaya yang berharga, yang harus dilatih, dikembangkan dan dipertahankan. Kunci penerapan karir adalah mobilitas dan kesempatan karir internal bagi para karyawan.
Oleh karena itu, design karir haruslah logis, linear, rasional dan terencana serta opurtunistik dan incremental. Selain harus logis, teratur dan bisa diprediksi, karir juga harus adaptif dan memberikan kemampuan organisasi untuk berubah dan memberi iklim yang memungkinkan tercapainya tujuan organisasi
Tujuan manajemen karir organisasi adalah untuk memenuhi tujuan kebijakan talent manajement, untuk memastikan bahwa ada aliran bakat yang menciptakan dan memelihara dibutuhkan kolam bakat.
Untuk karyawan tujuan kebijakan manajemen karir adalah:
1) Untuk memmberi mereka bimbingan , dukungan dan dorongan yang mereka butuhkan untuk memahami potensi mereka dan mencapai karir yang sukses dengan organisasi yang selaras dengan bakat dan ambisi mereka
2) Untuk menyediakan mereka dengan janji rangkaian pengalaman dan kegiatan belajar yang akan membekali mereka untuk apapun tingkat tanggung jawab yang mereka memiliki kemampuan untuk dicapai.
Dari penjelasan diatas perencanaan karir organisasional mengintegrasikan kebutuhan sumber daya manusia dan sejumlah aktivitas karir, lebih menekankan pada jenjang atau jalur karir yang harus dilalui. Untuk itu maka dapat diartikan bahwa manajemen karir organisasional merupakan arah pengelolaan karir yang disediakan perusahaan dan aktivitas peningkatan karir yang mendukung SDM yang ada dalam perusahaan dalam mencapai karir yang telah ditetapkan. Hal ini meliputi aktivitas perencanaan karir, kesempatan karir, dan dukungan untuk berkarir (informasi karir).