PEMBELAJARAN EFEKTIF
B. KENDALA
7. Manajemen kelas
Tantangan dalam mengelola kelas daring tentu berbeda dengan kelas luring, anda mungkin tidak disibukkan dengan siswa yang saling mengobrol, namun anda akan banyak menemui anak yang tidak mau menyalakan kamera laptop atau microphonenya, membuka konten online lainnya, tertidur atau bahkan main game. Oleh karena hal-hal tersebut, kemampuan seorang pengajar untuk mengelola kelasnya menjadi hal yang sangat penting. Menjaga fokus dan minat siswa untuk berpartisipasi adalah yang utama. Berikut beberapa hal yang dapat anda pertimbangkan untuk mengelola kelas daring dengan lebih kondusif.
a. Umumkan peraturan anda dan sepakati berbagai hal yang berlaku di kelas anda pada pertemuan pertama di awal semester
b. Ciptakan rutinitas dan konsisten dengan peraturan yang anda telah berlakukan sebelumnya. Rutinitas dan konsistensi menunjukkan bahwa anda orang yang berintegritas sehingga siswa pun akan cenderung lebih menghargai dan menyesuaikan diri dengan rutinitas dan konsistensi anda.
c. Sejumlah peraturan atau kesepakatan yang dapat anda berlakukan dalam kelas daring adalah
1) Ketepatan waktu mulai
Siswa harus join zoom/gMeet tepat waktu. Beri toleransi keterlambatan sekitar 5-15, lebih dari itu siswa tetap bisa masuk kelas namun dihitung sebagai tidak hadir. Salah satu cara mengelolanya adalah dengan mengaktifkan fitur ‘enable waiting room’, sehingga siswa-siswa yang datang terlambat akan lebih mudah ditandai. Jangan lupa begitu masuk zoom, tegur secara
singkat agar setidaknya dia menyadari kesalahannya dan berusaha tidak mengulanginya di kemudian hari.
Dalam menjaga kepatuhan siswa terhadap peraturan ini, pengajar juga harus sudah stand by di zoom setidaknya sejak 5 menit sebelum jadwal mulai kelas dan memulai kegiatan pembelajaran tepat waktu.
Pengajar bisa saja mengalokasikan 1 atau 2 menit untuk menunggu lebih banyak siswa yang bergabung. Namun, jika anda menjadikan ini rutinitas, maka siswa tidak akan melihat urgensi untuk bergabung zoom lebih awal.
Selain itu tandai beberapa siswa yang paling awal muncul dan apresiasi dengan menyebutkan nama- namanya dan berterima kasih atas antusiasmenya mengikuti perkuliahan. Secara tidak langsung, Sebagian besar siswa lainnya akan termotivasi untuk melakukan hal serupa. Karena bagaimanapun juga, mendengar nama kita disebut dan diapresiasi oleh guru/dosen di hadapan teman-teman sekelas itu amatlah membanggakan.
2) Aktivasi Kamera dan Microphone
Untuk yang satu ini, pengajar pada dasarnya memiliki 2 pilihan. Pilihan pertama adalah selama kelas daring berlangsung, siswa diperkenankan untuk mematikan kamera saat pengajar sedang berbicara, namun wajib menyalakan kamera dan microphone pada saat giliran berbicara, baik itu bertanya, berdiskusi, maupun menjawab pertanyaan. Hal ini cukup menguntungkan untuk kelas dengan jumlah siswa cukup banyak, karena dipercaya dapat mengurangi resiko kendala koneksi atau gadget yang kurang mumpuni agar tetap stabil. Pilihan kedua adalah semua siswa diwajibkan untuk selalu mengaktifkan kamera sehingga kehadirannya benar- benar nyata dan lebih mudah memonitor fokusnya.
Selain itu untuk memastikan bahwa tidak ada suara- suara disekitar siswa yang dapat mengganggu konsentrasi saat mengajar, pengajar dapat menonaktifkan fitur
‘unmute themselves’ sebagaimana tersedia di zoom hingga materi yang dibutuhkan selesai disampaikan. Siswa tetap diizinkan untuk bertanya atau bahkan berpendapat, namun dengan mengetikkaannya dikolom chat atau mengaktifkan fitur raise hand terlebih dahulu.
Untuk memastikan siswa tetap memperhatikan dan berpartisipasi meski saat kamera dan microphone tidak dinyalakan, beritahu siswa, bahwa kapanpun anda akan melemparkan pertanyaan dadakan dan siswa yang ditanya tidak merespon pertanyaan tanpa ada izin sebelumnya, maka yang bersangkutan dianggap tidak hadir. Namun, setidaknya sebelum memutuskan hal ini, pengajar bisa memanggil nama siswa dulu paling sedikit 3 kali.
3) Batas waktu kendali terhadap fitur-fitur
Tentukan kapan dan bagaimana mereka bisa mengakses link atau file kolaborasi seperti papan tulis virtual atau Google document, beritahukan konsekuensi jika mereka menggunakannya diluar yang telah diinstruksikan. Selain itu penting bagi seorang pengajar untuk mengatur batas waktu untuk setiap aktivitas yang diberikan, beberapa platform seperti misalnya MOOC atau Moodle, memberikan keleluasaan pada pengajar untuk mengatur batas waktu akses suatu tugas dan prasyarat yang harus dipenuhi siswa untuk dapat mengakses suatu kegiatan.
4) Pemenuhan tugas dan kehadiran
Pembelajaran daring mencakup pembelajaran dengan bimbingan yang umumnya terjadi di depan kamera dan pembelajaran mandiri yang biasanya
dilakukan sebelum dan sesudah tatap muka secara daring. Selalu ingatkan bahwa siswa diwajibkan menyelesaikan keduanya dan mengerjakan semua yang ditugaskan (misalnya kuis, forum atau tugas) agar dihitung kehadirannya. Untuk hal ini, anda bisa menentukan minimal ketidakhadiran yang diizinkan untuk bisa mengikuti ujian akhir.
d. Variasikan bentuk pembelajaran dari mulai individu, berpasangan (pair work), berkelompok, atau bahkan membagi kelas menjadi 2/3 kubu yang berbeda. Hal ini untuk memastikan bahwa pola interaksi siswa-siswa (student-student interaction) bisa lebih dimaksimalkan.
e. Jadwalkan interaksi dengan satu persatu siswa terutama untuk kelas besar, meskipun hanya 1 atau 2 menit untuk setiap siswanya. Cara ini dapat membantu anda memahami potensi dan kekurangan setiap siswa, dan untuk memonitor sejauh mana efektivitas pembelajaran bagi mereka. Dengan mengenal siswa lebih jauh, pengajar akan lebih mudah membuat formasi kelompok belajar maupun merevisi strategi pembelajaran yang telah direncanakan.
f. Buat catatan berkesinambungan akan materi atau strategi pembelajaran mana saja yang tepat digunakan secara daring dan mana yang tidak. Mana yang justru akan jauh lebih maksimal jika dilakukan secara luring. Setelah pandemi, banyak institusi Pendidikan yang sudah mulai memberlakukan pembelajaran gabungan (blended learning) dimana sebagian pertemuan dilakukan secara daring dan sebagian laginya luring. Misalnya saja, tugas berkelompok yang membutuhkan diskusi aktif, latihan percakapan atau persentasi baiknya dilakukan secara luring, karena benar-benar membutuhkan konsentrasi dan keaktifan siswa dalam berkolaborasi.
Dalam salah satu artikelnya yang berjudul Remote Teaching – How To Keep Learners’ Attention, Stanley (2019) menuliskan beberapa hal yang perlu pengajar biasakan dan perhatikan untuk menjaga perhatian siswa agar tetap tertuju pada proses pembelajaran:
a. Kontak mata
Pastikan untuk selalu menjaga kontak mata dengan selalu melihat ke kamera. Langkah ini akan membuat siswa merasa bahwa anda benar-benar berbicara langsung kepada mereka alih-alih berfokus kepada catatan atau slide yang sedang anda jelaskan. Ajarkan juga siswa untuk menjaga kontak mata terhadap kamera terutama saat berbicara atau persentasi secara daring.
b. Tampilan diri di kamera
Pastikan bahwa proporsi anda dilayar cukup, dari mulai ujung kepala hingga setidaknya batas antara dada dan perut, selain itu anda dikenai cukup cahaya. Hal ini untuk memastikan bahwa siswa benar-benar dapat melihat seluruh properti yang ingin anda tunjukkan serta gerakan tangan anda saat mengilustrasikan atau memberi penekanan pada hal yang anda jelaskan. Selain itu jika memungkinkan anda bisa memaju-mundurkan kepala atau mendekatkan mulut anda ke arah kamera, misalnya saat mempraktikan pengucapan suatu kata.
c. Bahasa tubuh dan ekspresi wajah
Ada banyak ragam Bahasa tubuh dan ekspresi wajah yang bisa anda mainkan untuk memaksimalkan proses pembelajaran dan menciptakan dinamika dalam proses tersebut. Semakin banyak dinamika dalam pembelajaran daring, maka akan semakin menyenangkan bagi siswa.
Alih-alih menerjemahkan langsung arti dari suatu kata atau konsep yang sedang anda berusaha sampaikan, misalnya mountain, anda bisa mengilustrasikan bentuknya dengan gerakan tangan. Lalu, konfirmasi apakah siswa benar-benar paham dengan meminta mereka menyebutkannya dalam Bahasa Indonesia. Jadi, terjemahan itu muncul dari siswa, tugas pengajar hanya membantu siswa memahaminya dengan berbagai cara.
d. Variasikan tampilan di layar
Jangan hanya duduk dengan satu posisi atau menggerakkan tangan saja, cobalah untuk sesekali berdiri, mendekatkan bibir anda ke kamera untuk berbagai tujuan, misalnya saja untuk memperjelas pelafalan suatu kata kepada siswa. Tunjukkan realia atau objek-objek nyata dari topik atau kosakata yang kita sampaikan, slides, bahkan jika memungkinkan bawa kamera anda untuk sesekali berpindah posisi menampilkan sudut pandang lain.
e. Variasikan Suara Anda
Pada kelas online pelafalan kata harus lebih tegas dan jelas dibanding pada kelas biasa. Hal yang yang tak kalah penting bagi pengajar adalah jadilah dinamis. Hindari menjadi datar dan monoton, mainkan intonasi dan kecepatan suara yang berbeda saat mengajar. Perlambat bicara anda di saat anda ingin memastikan bahwa siswa benar-benar menangkap setiap kata yang anda sampaikan, dan bicara lebih cepat saat yang anda harapkan mereka pahami hanya garis besarnya saja. Tinggikan intonasi saat anda memberi instruksi yang membutuhkan respon segera dan rendahkan atau agak berbisik saat anda ingin mengembalikan fokus Sebagian siswa yang tampaknya mulai menurun. Saat siswa menyadari bahwa pengajarnya tampak berbisik, biasanya
siswa akan mendekatkan telinganya ke speaker dan kembali memperhatikan pengajarnya karena ingin tahu akan apa yang dibisikkan.
f. Minimalisir distraksi
Ada banyak sekali potensi gangguan dalam pembelajaran daring, baik itu yang berasal dari sekeliling siswa maupun yang berasal dari sekitar pengajar. Eliminasi atau setidaknya minimalisir segala gambar ataupun benda yang terlihat di kamera serta suara yang berpotensi mengganggu konsentrasi siswa, selain itu hindari backlight di belakang kita yang mengganggu pandangan siswa.
Kenali dengan baik teknologi yang akan anda gunakan Selalu gunakan platform atau aplikasi pembantu yang memang sudah anda pahami sebelumnya. Jangan mencoba-coba aplikasi baru yang belum pernah anda gunakan sebelumnya saat mengajar. Coba dan pahami dahulu bagaimana cara dan pemanfaatan yang tepat untuk mendukung proses pembelajaran topik anda dalam suatu pertemuan. Sesuaikan pengaturan berbagai gawai, platform atau aplikasi yang akan anda gunakan sebelum kelas dimulai. Buka situs-situs, link atau video yang akan anda tampilkan, sehingga nanti anda tinggal berpindah layar atau tab saja, tanpa harus mencari-cari ditengah proses pembelajaran. Saat kelas daring dimulai, segala hal harus sudah siap dan instan untuk diakses dan digunakan.
Kalaupun ada yang tertinggal atau terpaksa harus and cari ditengah-tengah proses mengajar, maka instruksikan mereka untuk mengerjakan sesuatu terlebih dahulu, sembari anda mencari video atau link yang dimaksudkan.
Hal ini bertujuan untuk menghindarkan siswa dari waktu kosong selama kelas daring berlangsung.
g. Troubleshoot
Antisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul, saat aplikasi atau platform yang kita gunakan tidak berjalan sesuai rencana atau berkendala di tengah-tengah pembelajaran. Cek troubleshoot setiap aplikasinya.
Siapkan rencana B agar anda bisa tetap tenang dan tidak kebingungan saat apa yang anda persiapkan tidak sesuai.
Misalnya saja saat anda meminta siswa menjawab suatu pertanyaan, namun microphonenya tiba-tiba tidak berfungsi, maka minta mereka mengetik di kolom chat atau mengirim pesan ke grup. Tunjukkan pada siswa bahwa anda pengajar yang kompeten dan melek teknologi sehingga mereka tidak akan berani mencoba mengakali anda atau tugas-tugas yang anda berikan.