PEMBELAJARAN EFEKTIF
B. KENDALA
5. Memilih dan memaksimalkan aplikasi dan fiturnya
Senjata utama dalam pembelajaran Bahasa di era digital adalah berbagai aplikasi dan fitur-fiturnya. Berikut adalah sejumlah platform yang sering penulis gunakan dan rekomendasikan diantaranya
a. Moodle MOOC
Ini merupakan platform wajib di berbagai institusi Pendidikan formal. Selain sebagai media untuk mengelola dan berbagi materi dan kegiatan pembelajaran, platform ini juga memudahkan pihak institusi untuk mengawasi keaktifan para pengajar serta mendapatkan berbagai data kemajuan para siswa. Atau dengan kata lain Moodle merupakan platform terintegrasi yang didesain khusus untuk siswa, pendidik dan admin dari suatu institusi. Moodle bahkan bisa diintegrasikan dengan berbagai platform lainnya hanya dengan menambahkan link, sebagaimana yang akan penulis sebutkan kemudian.
Moodle memiliki banyak sekali fitur untuk tujuan-tujuan pembelajaran yang berbeda. Dalam satu sesi moodle, penulis hampir selalu menyertakan komponen-komponen seperti modul, link-link materi tambahan, video pembelajaran oleh pengajar, video materi tambahan atau penerapan ilmu dari youtube, quiz, forum, assignment dan link zoom. Kesemua komponen ini dapat diatur agar hanya bisa diakses secara berurutan. Misalnya siswa baru bisa mengerjakan kuis jika sudah terlebih dahulu mengakses modul dan video yang disediakan. Contoh lainnya siswa baru bisa membuka dan mengumpulkan assignment jika forum diatasnya sudah berstatus completed. Kriteria completed pun bisa diatur, dari mulai hanya mengklik saja, atau harus mendapatkan nilai, menyetorkan tugas, mengunggah jawaban ataupun
mengkomentari unggahan teman-teman lainnya, sebagai bentuk pembelajaran kolaboratif.
Moodle bisa digunakan pengajar untuk mengelola kegiatan saling mengevaluasi dan menilai hasil pekerjaan antara satu siswa dengan siswa lainnya pada fitur workshop, mengorganisasi dan menampilkan data nilai dan keaktifan siswa dengan lebih detil dan terukur. Menurut penulis, moodle bahkan menguak berbagai terobosan dan potensi baru pembelajaran dan pengajaran yang tak terbayangkan dalam proses tatap muka biasa sebelumnya.
b. Whatsapp
Ini merupakan aplikasi yang paling penting bagi penulis dalam pembelajaran daring. Karena pada dasarnya semua koordinasi utama dilakukan via Whatsapp group. Sebelum kelas dimulai, pengajar menginfokan siswa aka napa yang akan dipelajari dan garis waktu dan jadwal kegiatan pada suatu sesi melalui Whatsapp, sehingga siswa bisa melakukan persiapan dan menyiapkan mentalnya dalam menghadapi materi pembelajaran lebih awal. Selain itu, segala bentuk pertanyaan yang tidak sempat atau enggan siswa tanyakan pada saat tatap muka via daring pun disampaikan via Whatsapp. Bahkan materi yang tidak sempat tersampaikan karena waktu pun bisa ditambahkan pada Whatsapp.
c. Zoom & Google Meet
Zoom merupakan aplikasi konferensi video yang sangat cocok digunakan untuk pendidikan karena memiliki banyak sekali fitur yang menarik seperti fitur berbagi layar, papan tulis virtual, chat dalam konferensi, breakout room dan emoji reaksi. Selain digunakan untuk proses pembelajaran satu arah, zoom juga dapat digunakan untuk diskusi juga berkolaborasi dua bahkan banyak arah. Untuk dokumentasi,
sesi zoom ini dapat direkam, lalu diakses Kembali saat dibutuhkan melalui drive atau unggahan di Youtube.
Sebagai host, pengajar memiliki otoritas untuk menentukan batasan siapa saja yang bisa mengakses apa saja, dan siapa saja yang aksesnya dibatasi untuk fitur tertentu. Kendali ini penting untuk menjaga kondusifitas pembelajaran daring.
Sementara Google Meet merupakan aplikasi alternatif setelah zoom bagi penulis. Karena fitur dan spesifikasi yang tersedia tidak selengkap zoom, meskipun dalam penggunaannya GoogleMeet relatif lebih ramah bandwith dan pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi terlebih dahulu, cukup dengan hanya memiliki akun Google.
Zoom dan Google Meet dapat diakses melalui perangkat laptop dan PC maupun smartphone meski dengan aksesibilitas fitur yang lebih terbatas. Hal ini memungkinkan pembelajaran dan pengajaran dilakukan dimanapun dan dalam situasi apapun.
d. Google for Education fundamentals
Disamping Google Meet sebagai sarana konferensi video, Google juga menyediakan Google Classroom, Google Docs, Google slides, Google Forms, dsb. Pengajar dapat memanfaatkan Google Classroom untuk mengola materi pembelajaran berbagai kelas yang dimilikinya sebagaimana moodle namun dengan fitur yang lebih terbatas. Google Docs dapat dgunakan untuk aktivitas koaboratif seperti misalnya membuat cerita berantai tentang suatu topik dimana setiap siswa menuliskan satu kalimat saja, untuk kemudian dilanjutkan dengan kalimat lain oleh siswa lainnya tanpa berdiskusi terlebih dahulu. Google slides biasa penulis gunakan untuk pembuatan Mind Map atau poster
berkelompok dimana setiap kelompok berkuasa atas cukup satu halaman saja. Aktivitas ini dengan menggunakan Google Slides dapat memudahkan pengajar untuk mengawasi kerja semua kelompok dan segera memberikan komentar atau umpan balik pada poster atau Mind Map tersebut tanpa harus berganti link. Sementara google Forms memudahkan pengajar untuk mengumpulkan dan mengelola data siswa, hasil poling atau bahkan kuis.
e. Quizziz, Kahoot & Quizlet
Ketiga platform ini memiliki fungsi yang kurang lebih sama dalam menyediakan ribuan kuis dengan berbagai tingkat kesulitan dan berbagai topik bahasan. Pengajar dapat membuat bank soal sendiri, menggabungkannya dengan dengan bank soal buatan para kontributor lain atau menggunakan soal dari kontributor lain. Ada berbagai bentuk soal, fitur bantuan dan leaderboard peringkat yang membuat aplikasi kuis ini terasa sangat menarik. Pengajar juga bisa menentukan batasan waktu dan menggunakannya untuk beberapa kelas yang berbeda, untuk kemudian diberikan laporan nilainya oleh sistem kedua aplikasi ini.
f. Learningapp & wordwall
Variasi bentuk soal pada kedua aplikasi ini lebih beragam dibanding ketiga aplikasi kuis diatas yang relatif terbatas pilihan ganda dan jawaban pendek. Pada kedua aplikasi ini, siswa dapat mencocokkan, menentukan garis waktu suatu kejadian, mengisi bagian yang hilang dari teks atau percakapan dan masih banyak lainnya. Bahkan Learningapp kini memiliki fitur baru yaitu SCORM Package yang memungkinkan pengajar memindahkan kuis ke Moodle tanpa menggunakan link hanya dengan mendownload file zipnya yang berukuran relatif kecil.
g. Nearpod
Aplikasi ini memungkinkan interaksi yang unik antara pendidik dengan siswa. Fitur yang ditawarkan terbagi menjadi dua kategori yaitu Content dan Activities yang bisa dipilih sesuai indikator yang ingin dicapai. Pengajar dapat menggunakan berbagai fitur seperti presentasi, papan interaktif, dinding diskusi, soal evaluasi interaktif, simulasi materi interaktif, dan media bentuk video, 3D, VR, BBC Video, dll, dalam satu rangkaian slide. Pengajar dapat memilih untuk menggunakan satu dari tiga cara mengakses Nearpod.
Yang pertama Live Lesson, dimana siswa dan pengajar harus mengakses aplikasi bersamaan. Kedua adalah Live Lesson plus Zoom, dimana selain mengakses secara bersamaan, siswa dan pengajar juga harus bergabung di zoom dan berinteraksi secara langsung. Yang ketiga adalah Student- Paced Mode dimana siswa bisa mengakses nearpod kapanpun tanpa harus didampingi oleh pengajar.
h. Youtube
Platform ini menyediakan jutaan video tentang apapun yang ingin anda ketahui. Pengajar bisa menambahkan link video dari Youtube sebagai tambahan wawasan untuk siswa ataupun sebagai icebreaking di awal kelas. Pengajar juga bisa menyarankan siswa untuk mencari sudut pandanbg alternatif jika kurang setuju atau kurang mengerti dengan apa yang disampaikan pengajar.
i. Gramarly
Aplikasi ini merupakan pengecek tata Bahasa, tanda baca, dan ejaan Bahasa inggris serta bisa langsung melakukan koreksi terhadap kesalahan yang terjadi. Jika siswa yang anda miliki dalam satu kelas teramat banyak, anda bisa menggunakan bantuan Grammarly untuk
melakukan pengecekan tahap awal terhadap karya tulis siswa anda. Aplikasi ini akan sangat membantu pengajar dalam mengefektifkan waktu yang digunakan untuk memeriksa pekerjaan siswa.
j. Deteksi Plagiarisme
Ada banyak aplikasi detektor plagiarisme online yang tersedia, berbayar ataupun gratis. Salah satunya adalah Mendeley dan Turnitin. Pengajar bisa menggunakannya untuk mengecek karya tulis siswa apakah mengandung unsur plagiarisme atau tidak. Pengajar bisa juga menganjurkan siswa untuk melampirkan hasil deteksi plagiarisme untuk setiap karya tulis yang mereka hasilnya untuk menjaga orijinalitas berpikir siswa. Hal ini sangatlah penting terutama dibidang akademik, siswa yang merasa kesulitan dalam memahami Bahasa inggris seringkali tergoda untuk menyalin dan mengambil buah pemikiran dari sumber lain tanpa tata cara yang baik dan benar.