untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko-risiko keuangan yang dihadapi Grup, menetapkan batasan risiko dan pengendalian yang sesuai serta untuk mengawasi kepatuhan terhadap batasan yang telah ditetapkan.
The Group’s financial risk management policies aim to identify and analyze the financial risks faced by the Group, set appropriate risk limits and controls, and oversee compliance with the limits established.
Dewan Direksi memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk menetapkan dan mengawasi kerangka manajemen risiko. Dewan Direksi telah menetapkan fungsi keuangan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memantau kebijakan manajemen risiko Grup. Sedangkan fungsi internal audit memiliki tanggung jawab untuk memantau kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur manajemen risiko dan untuk menelaah kecukupan kerangka manajemen risiko yang terkait dengan risiko- risiko yang dihadapi oleh Grup dengan memberikan laporannya kepada Dewan Direksi.
The Board of Directors has overall responsibility for setting and overseeing risk management framework.
Board of Directors has set a financial function that is responsible for developing and monitoring the Group’s risk management policy. While the internal audit function has the responsibility to monitor compliance with risk management policies and procedures and to review the adequacy of risk management framework related to the risks faced by the Group to provide its report to the Board of Directors.
Risiko keuangan yang paling signifikan terhadap Grup
dijelaskan di bawah ini. The most significant financial risks to which the Group is exposed are described below.
Ekshibit E/92 Exhibit E/92 Perum Perumnas dan Entitas Anaknya Perum Perumnas and Its Subsidiaries
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Notes to the Consolidated Financial Statements Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2019 For the Year Ended 31 December 2019 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
33. INFORMASI PENTING LAINNYA (Lanjutan) 33. OTHER IMPORTANT INFORMATION (Continued) e. Perkara Litigasi (Lanjutan) e. Litigation Case (Continued)
Perum Perumnas Regional VI (Lanjutan) Perum Perumnas Regional VI (Continued) 4. Lokasi: Makasar. Nomor perkara:
439/PDT.G/2019/PN.MKS. Lawan: SAWEDI BIN PADU. Objek perkara: Gugatan perbuatan melawan hukum, atas klaim tanah Seluas 4.050 m2 di Lokasi Sudiang. Progres perkara:
Menunggu jawaban dari penggugat.
4. Location: Makasar. Case number:
439/PDT.G/2019/PN.MKS. Opponent: SAWEDI BIN PADU. Object case: Lawsuit claim illegal action land area 4,050m2. Progress of the case:
waiting for an answer from the plaintiff.
5. Lokasi: Makasar. Nomor perkara:
70/PDT/1999/PT.Uj.Pdg. Lawan: NUMBA BIN SAWEDI. Objek perkara: Gugatan perbuatan melawan hukum, atas klaim tanah Seluas 9.400 m2 di Lokasi Sudiang. Progres perkara:
Perumnas menang di tingkat Pengadilan Tinggi Saat ini Perumnas menunggu pemeriksaan peninjauan kembali.
5. Location: Makasar. Case number:
70/PDT/1999/PT.Uj.Pdg. Opponent: NUMBA BIN SAWEDI. Object case: Lawsuit claim illegal action land area 9,400m2 at Sudiang. Progress of the case: Perumnas won at High Court. Now, Perumnas waiting PK examination.
Bisnis Unit Rusunawa Unit Business Rusunawa
Lokasi: Cengkareng. Objek perkara: Tuntutan Tenaga Harian Lepas (THL) untuk diangkat menjadi pegawai di Perumnas. Progres perkara: Dalam proses mediasi di internal perusahaan dan Dinas Ketenagakerjaan.
Location: Cengkareng. Object case: Demand for Freelance Daily Workers (THL) to be appointed as employees of the National Housing. Case progress: In the mediation process within the company and the Manpower Office.
34. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT Kebijakan manajemen risiko keuangan Grup bertujuan
untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko-risiko keuangan yang dihadapi Grup, menetapkan batasan risiko dan pengendalian yang sesuai serta untuk mengawasi kepatuhan terhadap batasan yang telah ditetapkan.
The Group’s financial risk management policies aim to identify and analyze the financial risks faced by the Group, set appropriate risk limits and controls, and oversee compliance with the limits established.
Dewan Direksi memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk menetapkan dan mengawasi kerangka manajemen risiko. Dewan Direksi telah menetapkan fungsi keuangan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memantau kebijakan manajemen risiko Grup. Sedangkan fungsi internal audit memiliki tanggung jawab untuk memantau kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur manajemen risiko dan untuk menelaah kecukupan kerangka manajemen risiko yang terkait dengan risiko- risiko yang dihadapi oleh Grup dengan memberikan laporannya kepada Dewan Direksi.
The Board of Directors has overall responsibility for setting and overseeing risk management framework.
Board of Directors has set a financial function that is responsible for developing and monitoring the Group’s risk management policy. While the internal audit function has the responsibility to monitor compliance with risk management policies and procedures and to review the adequacy of risk management framework related to the risks faced by the Group to provide its report to the Board of Directors.
Risiko keuangan yang paling signifikan terhadap Grup
dijelaskan di bawah ini. The most significant financial risks to which the Group is exposed are described below.
Ekshibit E/93 Exhibit E/93
Perum Perumnas dan Entitas Anaknya Perum Perumnas and Its Subsidiaries Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Notes to the Consolidated Financial Statements Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2019 For the Year Ended 31 December 2019 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
34. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan) 34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued) a. Risiko Kredit (Lanjutan) a. Credit Risk (Continued)
Risiko kredit adalah risiko bahwa salah satu pihak instrumen keuangan akan menyebabkan kerugian keuangan pihak lain dengan tidak melepaskan kewajiban. Karena aktivitas operasi Grup terkena kredit terkait potensi kerugian yang mungkin terjadi sebagai akibat dari pihak ketiga, individu atau penerbit tidak mampu atau tidak mau untuk menghormati kewajiban kontrak.
Credit risk is the risk that one party to a financial instrument will cause a financial loss for the other party by failing to discharge an obligation. Due to the Group’s operating activities, the Group is exposed to the potential credit-related losses that may occur as a result of an individual, counterparty or issuer being unable or unwilling to honor its contractual obligations.
Eksposur risiko kredit Grup terutama adalah dalam mengelola piutang usaha. Grup melakukan pengawasan kolektibilitas piutang sehingga dapat diterima penagihannya secara tepat waktu dan juga melakukan penelaahan atas masing-masing piutang pelanggan secara berkala untuk menilai potensi timbulnya kegagalan penagihan dan membentuk pencadangan berdasarkan hasil penelaahan tersebut.
The Group exposure to credit risk arise primarily from managing trade receivables. The Group monitors receivables so that these are collected in a timely manner and also conduct reviews of individual customer accounts on a regular basis to assess the potential for uncollectibility.
Dalam mengelola penagihan piutang agar tepat waktu, maka Grup melakukan pengawasan secara intensif, dengan mengirimkan surat penagihan berkala kepada konsumen sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Atas keterlambatan pembayaran dari konsumen/
pelanggan, maka Grup akan mengenakan denda.
In managing the timely collection of receivables, the Group monitors these intensively by sending invoices on a timely basis to the customers based on Standard Operational Procedures (SOP) that have been set. The Group charges penalties to customers for late payment.
Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 eksposur maksimum Grup terhadap risiko kredit mendekati nilai tercatat bersih dari kas yang beredar di bank dan piutang usaha dengan rincian sebagai berikut:
As of 31 December 2019 and 2018 the maximum the group exposure of the credit risk approximates the net carrying amounts of the outstanding cash in banks and trade receivables with details as follows:
31 Desember/December
2 0 1 9 2 0 1 8
Kas dan Setara kas 1.031.529.332.901 722.000.253.857 Cash and cash equivalents Piutang usaha 4.483.890.665.068 4.846.051.303.699 Trade receivables Piutang lain - lain 116.025.070.582 77.037.353.500 Other receivables
Jumlah 5.631.445.068.551 5.645.088.911.056 Total
b. Risiko Likuiditas b. Liquidity Risk
Risiko likuiditas timbul apabila Grup mengalami kesulitan dalam mewujudkan asetnya atau mengumpulkan dana untuk memenuhi komitmen terkait dengan kewajiban keuangannya.
Liquidity risk arises when the Group encounters difficulty in realizing its assets or otherwise raising funds to meet commitments associated with its financial liabilities.
Eksposur risiko likuiditas Grup timbul terutama dari penempatan dana dari kelebihan penerimaan kas setelah dikurangkan dari penggunaan kas untuk mendukung kegiatan usaha Grup.
The Group’s exposure to liquidity risk arise primarily from the placement of funds in excess of those used to support the business activities of the Group.
b. Risiko Likuiditas (Lanjutan) b. Liquidity Risk (Continued) Grup mengelola risiko likuiditas dengan menjaga
kecukupan arus kas dan Fasilitas bank dengan terus memonitor arus kas perkiraan dan aktual. Grup juga menerapkan manajemen risiko likuiditas yang berhati-hati dengan mempertahankan saldo kas yang cukup yang berasal dari penagihan hasil penjualan dan menempatkan kelebihan dana kas dalam instrumen keuangan dengan tingkat risiko yang rendah namun memberikan imbal hasil yang memadai serta memperhatikan reputasi dan kredibilitas lembaga keuangan.
The Group manages liquidity risk by maintaining sufficient cash flows and bank facilities and continuously monitoring projected cash flows and availability of funds. The Group also implements prudent liquidity risk management to maintain sufficient cash balances arising from revenue collection, places the excess cash in low risk financial instruments that provide adequate returns, and pay close attention to the reputation and credibility of financial institutions.
Grup menerapkan manajemen risiko likuiditas dengan menetapkan saldo kas yang memadai yang berasal dari penagihan piutang konsumen atau sumber lainnya.
The Group applies liquidity risk management by establishing sufficient cash balances from collection of customers receivables or other sources.
Tabel di bawah ini merupakan jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017:
The table below summarizes the maturity schedule of the Group’s financial liabilities based on undiscounted contractual payments as of 31 December 2018 and 2017:
31 Desember/December 2019 Dibawah 1 tahun/
Below over 1 year
Lebih dari 1 tahun/
Over a years Jumlah/
Total
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Utang usaha 322.436.285.537 - 322.436.251.537 Trade payable
Utang lainnya 11.390.375.809 - 11.390.375.809 Other payables
Pinjaman jangka pendek 100.000.000.000 - 100.000.000.000 Short term loans Pinjaman jangka
panjang 550.467.406.443 4.172.895.755.639 4.723.363.162.082 Long term loans
Jumlah Liabilitas
Keuangan 984.294.033.789 4.172.895.755.639 5.157.189.789.428 Total Financial Liabilities
c. Manajemen Permodalan c. Capital Management
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa dipertahankannya peringkat kredit yang kuat dan rasio modal yang sehat agar dapat mendukung kelancaran usahanya dan memaksimalkan nilai dari pemegang saham.
Grup mengelola struktur modalnya dan membuat penyesuaian-penyesuaian sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik dari risiko usahanya. Agar dapat menjaga dan menyesuaikan struktur modalnya, Grup akan menyesuaikan jumlah dari pembayaran dividen kepada para pemegang saham atau tingkat pengembalian modal.
The main objective of the Group capital management is to ensure that it maintains a strong credit rating and healthy capital ratios in order to support its business and maximize shareholder value. The Group manages its capital structure and makes adjustments with respect to changes in economic conditions and the characteristics of its business risks. In order to maintain and adjust its capital structure, the Group may adjust the amount of dividend payments to shareholders or return capital structure.
Grup memonitor penggunaan modal menggunakan gearing ratio, yaitu utang bersih dibagi dengan total utang dan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Utang bersih terdiri dari pinjaman jangka pendek, pinjaman bank jangka panjang, RDI konversi, RDI modal kerja dan Surat Sanggup/MTN dikurangi dengan kas dan setara kas.
Grup memastikan kepatuhan dengan gearing ratio minimal seperti yang dipersyaratkan oleh kreditor.
The Group monitors capital using the gearing ratio, which is net debt divided by total net debt and equity attributable to owners of the parent entity. Net debt is composed of short- term loans, long-term bank loans, RDI conversion and RDI working capital and Promissory Notes/MTN net of cash and cash equivalents. The Group ensures compliance with minimum gearing ratio as required by the creditors.
Ekshibit E/94 Exhibit E/94 Perum Perumnas dan Entitas Anaknya Perum Perumnas and Its Subsidiaries
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Notes to the Consolidated Financial Statements Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2019 For the Year Ended 31 December 2019 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
34. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan) 34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued) b. Risiko Likuiditas (Lanjutan) b. Liquidity Risk (Continued)
Grup mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan arus kas dan Fasilitas bank dengan terus memonitor arus kas perkiraan dan aktual. Grup juga menerapkan manajemen risiko likuiditas yang berhati-hati dengan mempertahankan saldo kas yang cukup yang berasal dari penagihan hasil penjualan dan menempatkan kelebihan dana kas dalam instrumen keuangan dengan tingkat risiko yang rendah namun memberikan imbal hasil yang memadai serta memperhatikan reputasi dan kredibilitas lembaga keuangan.
The Group manages liquidity risk by maintaining sufficient cash flows and bank facilities and continuously monitoring projected cash flows and availability of funds. The Group also implements prudent liquidity risk management to maintain sufficient cash balances arising from revenue collection, places the excess cash in low risk financial instruments that provide adequate returns, and pay close attention to the reputation and credibility of financial institutions.
Grup menerapkan manajemen risiko likuiditas dengan menetapkan saldo kas yang memadai yang berasal dari penagihan piutang konsumen atau sumber lainnya.
The Group applies liquidity risk management by establishing sufficient cash balances from collection of customers receivables or other sources.
Tabel di bawah ini merupakan jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017:
The table below summarizes the maturity schedule of the Group’s financial liabilities based on undiscounted contractual payments as of 31 December 2018 and 2017:
31 Desember/December 2019 Dibawah 1 tahun/
Below over 1 year
Lebih dari 1 tahun/
Over a years Jumlah/
Total
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Utang usaha 322.436.285.537 - 322.436.251.537 Trade payable
Utang lainnya 11.390.375.809 - 11.390.375.809 Other payables
Pinjaman jangka pendek 100.000.000.000 - 100.000.000.000 Short term loans Pinjaman jangka
panjang 550.467.406.443 4.172.895.755.639 4.723.363.162.082 Long term loans
Jumlah Liabilitas
Keuangan 984.294.033.789 4.172.895.755.639 5.157.189.789.428 Total Financial Liabilities
c. Manajemen Permodalan c. Capital Management
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa dipertahankannya peringkat kredit yang kuat dan rasio modal yang sehat agar dapat mendukung kelancaran usahanya dan memaksimalkan nilai dari pemegang saham.
Grup mengelola struktur modalnya dan membuat penyesuaian-penyesuaian sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik dari risiko usahanya. Agar dapat menjaga dan menyesuaikan struktur modalnya, Grup akan menyesuaikan jumlah dari pembayaran dividen kepada para pemegang saham atau tingkat pengembalian modal.
The main objective of the Group capital management is to ensure that it maintains a strong credit rating and healthy capital ratios in order to support its business and maximize shareholder value. The Group manages its capital structure and makes adjustments with respect to changes in economic conditions and the characteristics of its business risks. In order to maintain and adjust its capital structure, the Group may adjust the amount of dividend payments to shareholders or return capital structure.
Grup memonitor penggunaan modal menggunakan gearing ratio, yaitu utang bersih dibagi dengan total utang dan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Utang bersih terdiri dari pinjaman jangka pendek, pinjaman bank jangka panjang, RDI konversi, RDI modal kerja dan Surat Sanggup/MTN dikurangi dengan kas dan setara kas.
Grup memastikan kepatuhan dengan gearing ratio minimal seperti yang dipersyaratkan oleh kreditor.
The Group monitors capital using the gearing ratio, which is net debt divided by total net debt and equity attributable to owners of the parent entity. Net debt is composed of short- term loans, long-term bank loans, RDI conversion and RDI working capital and Promissory Notes/MTN net of cash and cash equivalents. The Group ensures compliance with minimum gearing ratio as required by the creditors.
Ekshibit E/95 Exhibit E/95
Perum Perumnas dan Entitas Anaknya Perum Perumnas and Its Subsidiaries Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Notes to the Consolidated Financial Statements Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2019 For the Year Ended 31 December 2019 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
34. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan) 34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued) c. Manajemen Permodalan (Lanjutan) c. Capital Management (Continued)
Gearing ratio pada tanggal 31 Desember 2019 dan
2018 adalah sebagai berikut: Gearing ratio as of 31 December 2019 and 2018 are as follcows:
31 Desember/December
2 0 1 9 2 0 1 8
Pinjaman jangka pendek 100.000.000.000 75.716.874.750 Short-tem loan Pinjaman jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Current portion of long term liabilities Utang bank 460.180.118.927 196.255.599.000 Bank Loan RDI konversi 3.277.272.923 3.277.272.923 RDI conversion RDI modal kerja 4.099.315.843 4.099.315.843 RDI working capital Surat sanggup/MTN 1.000.000.000.000 1.005.000.000.000 Medium Term Notes/MTN Pinjaman jangka panjang
setelah dikurangi yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun Long-term liabilities – net of
current portion Utang bank 646.546.921.793 963.515.900.000 Bank loans RDI konversi 19.663.637.538 22.940.910.461 RDI conversion RDI modal kerja 24.596.895.058 28.695.210.901 RDI working capital Surat sanggup/MTN 2.565.000.000.000 1.355.000.000.000 Medium Term Notes/MTN
Sub Total 4.823.364.162.082 3.654.501.083.878 Sub - Total
Dikurangi: L e s s
Kas dan setara kas (( 1.031.529.332.901 ) ( 722.000.253.8577 ) Cash and cash equivalent
Utang bersih 3.791.834.829.181 2.932.500.830.021 Utang bersih
Total Ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada Total equity attributable
to owners of the pemilik entitas induk 2.903.578.849.334 3.424.793.934.721 parent entity
Utang bersih dan total ekuitas 6.695.413.678.515 6.357.294.764.742 Net debt and total equity
Gearing ratio 56,63% 46,13% Gearing ratio
Tidak ada perubahan dalam tujuan, kebijakan dan proses dan sama seperti penerapan tahun- tahun sebelumnya.
No changes have been made in the objectives, policies and processes as they have been applied in previous years.