BAB V BAB V Penutup, Bab ini tidak hanya membahas kesimpulan dari semua diskusi yang dibahas pada bab sebelumnya, tetapi juga memberikan
B. Kajian Teori
1. Manajemen Risiko a. Identifikasi Risiko
Karena manusia selalu dihadapkan pada risiko, risiko menjadi sebagian dari kehidupan manusia. Akibatnya, beberapa perusahaan harus tutup karena tidak dapat menangani risiko yang tidak terduga.
Vaughan menyatakan bahwa istilah "risiko adalah kerugian" biasanya digunakan untuk menunjukkan suatu keadaan di mana terdapat keterbukaan terhadap kerugian atau suatu kemungkinan akan mengalami kerugian. Risiko biasanya dimaknai sebagai konsekuensi negatif dari suatu tindakan yang mengakibatkan kerugian. Perusahaan tidak selalu menghadapi risiko yang sama. Ini karena berbagai jenis pekerjaan atau proyek memiliki karakteristik yang berbeda tergantung pada kondisi lapangan, seperti kondisi lahan dan sebagainya.
Melakukan manajemen risiko untuk menghindari risiko.
Mengidentifikasi, mempertimbangkan, mengontrol, dan meminimalkan risiko adalah semua bagian dari proses manajemen risiko ini.30
Macam-macam risiko menurut sifatnya dibedakan menjadi seperti berikut:
1) Risiko murni, risiko yang akan terjadi menimbulkan kerugian tanpa disengaja
30 Eko Sudarmanto dkk, Manajemen Risiko (Bandung: Widina Bhakti Persada, 2021), 33.
2) Risiko spekulatif, risiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberi keuntungan untuk pihak tertentu.
3) Risiko fundamental, risiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang yang menderita cukup banyak.
4) Risiko dinamis, risiko yang timbul karena perkembangan dan kemajuan masyarakat dibidang ekonomi.
5) Risiko khusus, risiko yang bersumber pada peristiwa yang ngomongnya mudah diketahui penyebabnya.31
Penyebab timbulnya risiko juga terdapat pada risiko intern, pada risiko ini berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. Selain risiko intern, ada juga risiko ekstern yang disebutkan sebagai risiko yang berasal dari dari luar perusahaan.32
Pengidentifikasian risiko yaitu suatu proses penganalisisan untuk menemukan risiko secara sistematis yang menentang perusahaan. Yang diperlukan yaitu suatu checklist dari semua kerugian potensial yang mungkin akan terjadi pada setiap perusahaan. Untuk menggunakan checklist tersebut diperlukan suatu pendekatan yang sistematik untuk menentukan kerugian potensial yang dihadapi oleh perusahaan.33
b. Definisi Manajemen Risiko
Salah satu bidang yang dibahas adalah manajemen risiko, yang membahas bagaimana menerapkan pendekatan manajemen yang
31 Sriyono, Pengantar Manajemen Risiko (Sidoarjo: Umsida Press, 2019), 14.
32 Sriyono,14.
33 Ida Ayu Sasmita Dewi, Manajemen Risiko (Denpasar: UNHI Press: 2019), 42.
28
sistematis untuk mengukur berbagai masalah risiko yang ada.34 manajemen risiko merupakan proses mengidentifikasi risiko, mengukur untuk mengurangi risiko. Setiap perusahaan harus selalu berusaha untuk mencegah risiko yang ada untuk meminimumkan risiko yang terjadi.35 Manajemen risiko adalah suatu pendekatan dari terstruktur dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman atau suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian risiko pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pengelolaan sumber daya. 36
Strategi yang dapat diambil dari manajemen risiko adalah memindahkan kepada pihak lain, menghindari risiko yang terjadi, mengurangi efek negatif risiko dan menampung sebagian konsekuensi tertentu. Proses manajemen risiko merupakan sistem yang komprehensif yang meliputi penciptaan lingkungan manajemen risiko yang kondusif. Pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang terjadi di manusia khususnya bagi entitas manajemen risiko.37 Tujuan dari manajemen risiko adalah untuk menunjang pemimpin perusahaan dalam proses pengambilan keputusan dan pengembangan metode untuk mengelola risiko. Proses identifikasi risiko mencakup
34 I Putu Sugih Arta dkk, Manajemen Risiko (Bandung: CV. Media Utama: 2021), 15
35 Hairul, Manajemen Risiko (Yogyakarta: CV. Budi Utama: 2020), 13.
36 Hersa Farida Qoriani, Implementation of Islamic Business Ethics on Merchant Behavior Sidoarjo Krempyang Traditional Market Chicken Eggs, e-ISSN: 2714-8491, (2022) Vol. 4 Iss. 4, hal 2716
37 Sriyono, 13.
identifikasi dan penciptaan risiko yang dapat muncul dari operasi perusahaan.38
c. Strategi Manajemen Risiko
Mengelola risiko secara sistematis dikenal sebagai manajemen risiko. Proses manajemen risiko terdiri dari empat langkah:
1) Identifikasi Risiko (Identify Risk). Langkah pertama dalam Mengidentifikasi bahaya atau ancaman risiko adalah bagian dari manajemen risiko. Untuk manajemen risiko tradisional, langkah pertama sangat penting. Namun, manajemen risiko integrasi, atau manajemen risiko perusahaan, berfokus pada risiko yang berasal dari kegiatan operasional, keuangan, dan strategis dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan.
2) Evaluasi Risiko. Setiap sumber risiko yang telah diidentifikasi harus dievaluasi dalam langkah kedua. Pada titik ini, risiko murni dapat dikategorikan berdasarkan frekuensi atau frekuensi kerugian.
Besar atau tingkat kekejaman risiko juga perlu dianalisis dengan benar.
3) Memilih Strategi untuk Mengendalikan Risiko. Hasil analisis langkah dua digunakan untuk membuat keputusan tentang strategi risiko. Dalam beberapa situasi, mungkin tidak diperlukan tindakan tambahan. Namun, dalam keadaan lain, metode canggih digunakan untuk memberi dana kerugian yang sangat mungkin. Sebagai
38 Eko Sudarmanto dkk, 52.
30
contoh, manajemen keuangan, manajemen SDM, dan manajemen produksi semuanya harus memaksimalkan manajemen risiko.
4) Melaksanakan dan Memeriksa Keputusan Manajemen Risiko.
Langkah berikutnya adalah memilih cara terbaik untuk menangani risiko yang telah ditemukan, dan apakah metode tersebut harus diterapkan oleh organisasi atau individu. Meskipun demikian, manajemen risiko harus merupakan proses yang terus-menerus yang secara teratur menilai keputusan yang telah dibuat. Terkadang muncul risiko baru, terjadi perubahan yang signifikan dari kerugian yang diharapkan, atau kondisi menjadi lebih buruk. Namun, risiko murni tidak selalu tetap. Berbagai risiko memerlukan pertimbangan kembali keputusan dan analisis yang telah dilakukan sebelumnya karena sifatnya yang berubah-ubah.39
d. Tujuan Manajemen Risiko
Manajemen risiko berusaha mengelola bisnis untuk menghindari kegagalan, mengurangi pengeluaran, meningkatkan keuntungan, dan mengurangi biaya produksi.40 Tujuan utama manajemen risiko termasuk:
1) Melindungi perusahaan, juga disebut sebagai perlindungan, melindungi organisasi dari ancaman yang signifikan yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi.
39 Siahaan, Manajemen Risiko: Konsep, Kasus dan Implementasi (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2007), 18-19.
40 Iqbal Fahri Tobing dkk. “Manajemen Risiko Pada Pembiayaan Usaha Kecil dan Mikro”,
Jurnal Edunomika 7, no. 01 (2023): 3.
2) Pastikan bahwa risiko yang ada di perusahaan telah diidentifikasi dan dievaluasi, dan bahwa langkah-langkah telah dibuat untuk mengurangi dampak dan kemungkinan terjadinya.
3) Menggalakkan manajemen untuk bertindak proaktif dalam mengurangi risiko yang mungkin terjadi dan menjadikan manajemen risiko sebagai pilar kinerja dan keunggulan perusahaan.
4) Pastikan rencana tindakan dilaksanakan dengan baik dan mengurangi dampak dan risiko.
5) Membantu dalam membangun kerangka kerja yang konsisten untuk risiko yang ada dalam proses bisnis dan operasi perusahaan agar perusahaan dapat bertahan.
6) Meningkatkan efisiensi dan produktivitas manajemen karena semua risiko yang dapat mengganggu operasi bisnis telah diidentifikasi, termasuk metode untuk mengatasi gangguan tersebut sehingga perusahaan telah siap untuk menanganinya dengan baik jika gangguan terjadi.
7) Menjadikan semua karyawan perusahaan berhati-hati saat menghadapi risiko. Ketenangan dalam berpikir.41
41 I Putu Sugih Arta dkk, Manajemen Risiko Tinjauan Teori dan Praktis (Bandung: Widina Bhakti Persada: 2021), 16.
34 BAB III
METODE PENLITIAN