• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Temuan

Dalam dokumen skripsi Ana Muflikhatul revisi docx (2) (Halaman 77-84)

BAB V BAB V Penutup, Bab ini tidak hanya membahas kesimpulan dari semua diskusi yang dibahas pada bab sebelumnya, tetapi juga memberikan

C. Pembahasan Temuan

sebagai pengambil keputusan pengembangan usaha.112 Sebagaimana dalam wawancara dengan Ibu Holifah beliau menyampaikan bahwa:

Menghimbau semua karyawan perusahaan agar lebih berhati-hati saat menghadapi risiko dan menciptakan ketenangan dalam berpikir dan bertindak ketika mengembangkan usaha ayam broiler dengan pertimbangan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan usaha ayam broiler.113

Berdasarkan hasil wawancara di atas diperoleh kesimpulan bahwa untuk memastikan bahwa suatu perusahaan atau organisasi dapat memahami, mengukur, dan memonitor berbagai macam risiko yang terjadi serta memastikan bahwa kebijakan yang telah dibuat dapat mengendalikan berbagai macam risiko yang ada agar pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar, diperlukan dukungan dalam menyusun kebijakan dan pedoman manajemen risiko yang sesuai dengan situasi bisnis ayam broiler di Desa Nogosari.

68

meningkatkan kinerja untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan.

Proses manajemen risiko mencakup penerapan yang sistematis dari berbagai pendekatan untuk menjalankan konteks risiko. Untuk membantu stakeholders dalam memahami risiko.114

Manajemen risiko pada usaha ayam broiler sebagai media pembanding dalam penentuan kebijakan untuk meningkatkan usaha ayam broiler dan mengidentifikasi berbagai macam faktor risiko serta bagaimana cara mengelolanya. Maka dari itu setelah melakukan analisa perkiraan risiko, evaluasi risiko, dan penerapan manajemen risiko di peternakan ayam broiler Desa Nogosari, kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Dapat diketahui secara jelas beberapa faktor yang berperan penting dalam mengevaluasi manajemen risiko yang sesuai dengan situasi dan kondisi di peternakan ayam broiler milik Ibu Holifah yaitu sebagai berikut:

Gambar 4.2 Risiko peternakan ayam broiler.

Sumber : Data diolah oleh peneliti

114 Isra Misra, dkk, Manajemen Risiko Pendekatan Bisnis Ekonomi Syariah, (Yogyakarta, K-Media, 2020), 3-7.

Risiko produksi

Risiko cuaca Risiko

penyakit

Risiko dianggap sebagai keadaan ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi ketika keputusan dibuat berdasarkan berbagai pertimbangan.

Risiko ini dapat berdampak positif atau negatif pada tujuan perusahaan, tetapi hanya yang berdampak negatif yang harus ditindaki karena akan menghalangi pencapaian tujuan perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.115 Ada beberapa risiko yang sering terjadi, seperti:

a. Risiko produksi

Risiko produksi peternakan ayam potong milik Ibu Holifah berkaitan erat dengan sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan sumber daya manusia memiliki peran penting dalam setiap kegiatan manusia tidak terkecuali kegiatan bisnis seperti yang dijalankan.

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan yang menjadi faktor utama timbulnya sumber risiko pada produksi dikarenakan ketidak disiplinan sumber daya manusia seperti telat kontrol pakan, telat memberi minum dan memberi vaksin, maka secara tidak langsung kecerobohan tersebut memberikan dampak terhadap kematian ayam.

b. Cuaca

Perubahan cuaca yang ekstrim sangat berdampak negatif terhadap pembudidayaan ayam broiler hal tersebut dikarenakan musim hujan dan cuaca panas akan mempengaruhi kondisi tubuh ayam, ketahanan tubuh ayam akan sangat menurun apabila terjadi perubahan cuaca yang cukup ekstrim sehingga ayam rentan terhadap penyakit. Usaha yang dilakukan

115 Isra Misra, dkk, Manajemen Risiko Pendekatan Bisnis Ekonomi Syariah, 2.

70

Ibu Holifah dalam meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh perubahan cuaca yaitu dengan cara memasang terpal di setiap dinding kandang ayam broiler serta memasang alat pemanas berupa kasolek. Ini dilakukan agar suhu ayam yang berada di dalam kandang tetap stabil sedangkan apabila musim hujan atau musim panas suhu pada kandang akan relatif stabil.

c. Penyakit

Penyakit merupakan salah satu faktor terbesar yang menyebabkan mortalitas di peternakan ayam broiler dan penyakit yang meyerang pada peternakan ayam broiler milik Ibu Holifah adalah CRD (Cronic Respiratory Disease) atau biasa disebut dengan penyakit ngorok.

Penyakit ini kebanyakan disebabkan oleh virus dan bakteri, selain itu didukung oleh beberapa faktor seperti perubahan musim dan kebersihan kandang, peralatan dan keadaan ayam. Namun penyakit ini tidak selalu ada dalam setiap produksi melainkan hanya ada pada watu-waktu tertentu.

2. Penerapan manajemen risiko dalam mengatasi risiko pada usaha ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember

Penerapan manajemen risiko dalam mengatasi risiko berperan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur untuk menjamin risk response terlaksana dengan efektif. Aktivitas penerapan ini berupa pembuatan kebijakan dan prosedur, pengamanan kekayaan organisasi, delegasi wewenang dan pemisahan fungsi, serta supervisi

atasan.116 Pengendalian risiko sangat penting untuk pencegahan kerugian pada suatu perusahaan. Mereka menyiapkan semacam jaring pengaman untuk mengidentifikasi, mengontrol, dan mengurangi risiko dalam suatu organisasi. Penerapan manajemen risiko dalam mengatasi risiko berguna untuk memprediksi semua kemungkinan yang akan terjadi di dalam perusahaan dan memastikan perencanaan sebelumnya agar tetap terkendali serta waspada terhadap permasalahan yang akan datang.117

Usaha ayam broiler di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji merupakan usaha yang bergerak dalam bidang perternakan yang sampai saat ini masih mampu mempertahankan eksistensinya di tengah-tengah banyaknya persaingan bisnis usaha baru yang bermunculan khususnya dibidang pertenakan. Usaha ternak ayam broiler memiliki manajemen strategi khusus dalam mempertahankan usahanya serta mampu menghadapi setiap hambatan dalam upaya penerapan planning dalam mengoptimalkan manajemen risiko sehingga dapat bertahan dan terus berkembang sampai saat ini.

Jika dibandingkan dengan jenis ternak lainnya, ayam broiler adalah ternak yang paling hemat biaya karena mereka dapat menambah dan memproduksi daging dalam waktu yang relatif cepat dan singkat, kira-kira empat hingga lima minggu setelah produksi daging dapat dipasarkan atau dikonsumsi. Ayam broiler juga memiliki banyak keunggulan, seperti

116 Melkianus Albin Tabun, dkk, Manajemen Risiko Bisnis Era Digital (Nusa Tenggara Barat: Seval, 2023), 18.

117 I Putu Sugih Arta dkk, Manajemen Risiko Tinjauan Teori dan Praktis (Bandung:

Widina Bhakti, 2021), 59.

72

pertumbuhan yang sangat cepat dengan bobot badan yang tinggi dalam waktu yang relatif pendek, konversi pakan yang rendah, siap dipotong pada usia muda, dan menghasilkan kualitas daging berserat lunak. Proses budidaya ayam broiler dilakukan dalam kandang, luas kandang dalam proses budidaya harus sesuai dengan jumlah produksi, Jika jumlah ayam yang dipelihara lebih besar dari kapasitas, itu akan berdampak dalam menjalankan peternakan pasti menghadapi risiko yang dapat mempengaruhi pendapatan peternak.

Penerapan manajemen risiko dalam penetapan harga dan upaya penjagaan kualitas merupakan risiko yang sangat berpengaruh terhadap usaha, karena harga pakan dan DOC cenderung berfluktuasi sehingga akan mempengaruhi penerimaan peternak. Untuk risiko yang dihadapi oleh usaha peternak mandiri cukup rendah dikarenakan kegiatan produksi dilakukan langsung oleh peternak ayam broiler terutama penerapan manajemen risiko dalam usaha pertenakan ayam broiler untuk mencapai tujuan atau mencapai target yang telah ditentukan, dalam memanajemen risiko yang ada.118 Seperti usaha ternak ayam potong milik Ibu Holifah ini menghadapi berbagai macam risiko, salah satunya yaitu risiko produksi, cuaca, penyakit maupun hama predator dan dengan adanya menanajemen risiko yang ada usaha ternak ayam.

118 Rina Sekarrini dkk, “Manajemen Risiko Budidaya Ayam Broiler di Kabupaten Boyolali” Jurnal Agrista, 4, no. 3 (2016): 10.

78

Berdasarkan data relevan yang dijelaskan, peneliti sampai pada kesimpulan. Untuk memberikan pemahaman yang lebih singkat, tepat, dan terarah, peneliti mencapai kesimpulan berikut:

1. Risiko pada usaha peternakan ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember?

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan dari terstruktur dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman atau suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian risiko pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pengelolaan sumber daya. Manajemen risiko didasarkan pada perkembangan dan potensi dalam mengelola suatu bisnis atau usaha mempunyai peluang menghasilkan profit dan berkelanjutan. Manajemen risiko dalam mengontrol profitabilitas operasional usaha dalam bentuk metode teratur untuk menemukan, menganalisis, dan menangani risiko yang dapat menghambat tujuan bisnis. Pengenalan macam-macam risiko serta solusi dalam memilih metode penyelesaian baik dibedakan secara risiko murni, risiko spekulatif, risiko fundamental, risiko dinamis dan risiko khusus yang ditinjau secara internal dan eksternal usaha ayam broiler.

79

2. Penerapan manajemen risiko dalam mengatasi risiko pada usaha ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember?

Penerapan manajemen risiko dalam menjalankan usaha masalah yang sering di hadapi baik dari produksi, bibit ayam, antisipasi cuaca dan penyakit pada ayam broiler. Prinsip ekonomi Islam sebagai substansi manajemen risiko yakni: Prinsip Ketauhidtan (keesaan Tuhan), prinsip keadilan, prinsip takziah, dan prinsip falah. Tujuan dalam penggunaan manajemen risiko pada unit usaha ayam broiler didasarkan pada kebutuhan usaha dalam pengembangan unit usaha melalui metode protecting, motivation dalam meningkatkan efisiensi manajemen risiko. Untuk mengelola risiko, menggunakan empat langkah untuk memanajemen risiko. Yaitu: Identifikasi Risiko (Identify Risk), Evaluasi Risiko, Memilih Teknik Manajemen Risiko dan Implementasi dan Kaji Ulang Keputusan Manajemen Risiko.

Dalam dokumen skripsi Ana Muflikhatul revisi docx (2) (Halaman 77-84)