• Tidak ada hasil yang ditemukan

skripsi Ana Muflikhatul revisi docx (2)

N/A
N/A
Mutiara Prastika Herman

Academic year: 2025

Membagikan "skripsi Ana Muflikhatul revisi docx (2)"

Copied!
101
0
0

Teks penuh

(1)

i

SKRIPSI

Oleh:

Ana Muflikhatul Muniroh E20192404

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

2024

(2)

ii

ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA USAHA AYAM BROILER DI PETERNAKAN HOLIFAH DESA NOGOSARI KECAMATAN

RAMBIPUJI KABUPATEN JEMBER SKRIPSI

Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Program Studi Ekonomi Syariah

Oleh:

Ana Muflikhatul Muniroh E20192404

Disetujui Pembimbing

Dr. Retna Anggitaningsih, S.E, M.M.

197404201998032001

(3)

iii

SKRIPSI

Telah diuji dan diterima Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Program Studi Ekonomi Syariah

Pada

Hari : Kamis

Tanggal : 13 Juni 2024

Ketua Sekretaris

Agung Parmono, S.E., M.Si Zulfa Ahmad Kurniawan, M.E.

NIP. 197512162009121002 NIP. 1994080420201121004

Anggota :

1. Dr. Hj. Mahmudah, S. Ag., M. Mi. ( )

2. Dr. Retna Anggitaningsih, S.E.,M.M. ( )

Menyetujui

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Dr. H. Ubaidillah, M. Ag.

NIP. 196808072000031001

(4)

iv MOTTO



















































Artinya : raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya):

"Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering." Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat menakbirkan mimpi."

(QS. Yusuf: 43)1

1 Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahan (Depok: Cahaya Qur’an, 2008), 49.

(5)

v

memberi rahmat dan hidayahnya untuk menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

Sebagai tanda terima kasih, skripsi ini saya persembahkan kepada:

1. Kepada kedua orang tua saya yang paling saya sayangi Bapak Salamin Tohari dan Ibu Siti Zulaikhah yang selalu memberikan semangat dan mendoakan saya untuk keberhasilan dan kesuksesan saya di masa depan, yang telah mencintai dan menyayangi saya dengan sepenuh hati dan telah mendidik serta memberikan bekal pendidikan untuk saya.

2. Kepada semua guru-guru yang telah mengajari dan membimbing saya dalam hal keilmuan saya ucapkan terima kasih yang tiada batas.

3. Kepada teman seperjuangan saya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, terima kasih telah selalu ada dikala suka maupun duka.

4. kepada seluruh teman-teman kelas saya angkatan 2019 yang telah memberikan motivasi dan menjadi keluarga baru saya di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

5. Kepada organisasi tercinta Kelompok Studi Ekonomi Islam, terima kasih atas pengetahuan, pengalaman dan perjuangannya selama ini.

6. Kepada almamater tercinta, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Skripsi ini berjudul “Analisis Manajemen Risiko Pada Usaha Ayam Broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember”, skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Dengan kerendahan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Hepni, M.M. Selaku Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

2. Bapak Dr. H. Ubaidillah, M.Ag. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

3. Ibu Dr. Nurul Widyawati I.R., S.Sos., M.Si. Selaku Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

4. Bapak Dr. M.F. Hidayatullah, S.H.I, M.S.I. selaku Ketua Jurusan Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

5. Ibu Sofiah, M.E. selaku Koordinator Program Studi Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

(7)

vii

7. Seluruh Jajaran Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang telah memberikan ilmu, pengetahuan serta pengalamannya kepada saya dan telah membantu dalam kelancaran studi saya.

8. Seluruh staff/pegawai peternakan Ibu Holifah yang telah memberikan pengetahuan dan informasi yang sangat berharga kepada saya.

9. Pihak informan yang telah memberikan waktu dan kesempatannya sehingga saya mendapatkan data yang diinginkan untuk melengkapi skripsi yang saya susun.

10. Kepada seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membatu saya dalam penyelesaian skripsi ini.

Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan mendatangkan barokah bagi penulis maupun pembaca. Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini masih banyak kekurangan karena keterbatasannya pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Oleh karena itu, penulis berharap kepada semua pihak atas kritik dan saran yang konstruktif dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

(8)

viii ABSTRAK

Ana Muflikhatul Muniroh, Dr. Retna Anggitaningsih, S.E., M.M, 2024:

Analisis Manajemen Risiko Pada Usaha Ayam Broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.

Manajemen risiko merupakan suatu cara metode yang mempelajari berbagai jenis risiko dan mengelola risiko tersebut dengan tujuan agar terhindar dari kerugian. Risiko dalam usaha ayam broiler yaitu risiko kesehatan ayam.

Penyakit ayam dapat cepat menyebar dan mengakibatkan kematian massal, penurunan pertumbuhan dan kerugian finansial.

Fokus masalah yang diteliti pada skripsi ini adalah:1. Bagaimana risiko pada usaha peternakan ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember? 2. Bagaimana penerapan manajemen risiko dalam mengatasi risiko pada usaha ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember?

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk menganalisis risiko dalam usaha ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.2. Untuk mengetahui penerapan dalam manajemen risiko untuk mengatasi suatu risiko pada usaha ayam broiler.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Adapun teknik pengumpulan datanya yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan ialah menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, untuk keabsahan data yang digunakan ialah dengan menggunakan triangulasi sumber.

Hasil penelitian ini yaitu: 1. Pengenalan macam- macam risiko serta solusi dalam memilih metode penyelesaian baik dibedakan secara risiko murni, risiko spekulatif, risiko fundamental, risiko dinamis dan risiko khusus yang ditinjau secara internal dan eksternal usaha ayam broiler. 2. Penerapan manajemen risiko dalam menjalankan usaha masalah yang sering di hadapi baik dari produksi, bibit ayam, antisipasi cuaca dan penyakit pada ayam broiler.

Kata kunci: Manajemen Risiko, Identifikasi, Evaluasi, Strategi, Tujuan

(9)

ix

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Konteks Penelitian ... 1

B. Fokus Penelitian ... 9

C. Tujuan Penelitian ... 9

D. Manfaat Penelitian ... 10

E. Definisi Istilah ... 11

F. Sistematika Pembahasan ... 14

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 16

A. Penelitian terdahulu ... 16

B. Kajian teori ... 26

1. Identifikasi Risiko ... .... 26

2. Definisi Manajemen Risiko... .... 27

(10)

x

3. Strategi Manajemen Risiko ... ... 29

4. Tujuan Manajemen Risiko ... ... 30

BAB III METODE PENELITIAN ... 34

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian... 34

B. Lokasi Penelitian ... 34

C. Subyek Penelitian ... 35

D. Teknik Pengumpulan Data ... 37

E. Analisis Data ... 39

F. Keabsahan Data ... 42

G. Tahap-Tahap Penelitian ... 43

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 45

A. Gambaran Obyek Penelitian ... 45

B. Penyajian Data dan Analisis ... 50

C. Pembahasan temuan ... 71

BAB V PENUTUP ... 77

A. Simpulan ... 77

B. Saran ... 78

DAFTAR PUSTAKA ... 80 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(11)

xi

2.1 Penelitian Terdahulu ... 23

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR

4.1 Risiko Peternakan Ayam Broiler ... 68

(13)

1 A. Konteks Penelitian

Manajemen risiko merupakan suatu cara metode yang mempelajari berbagai jenis risiko dan mengelola risiko tersebut dengan tujuan agar terhindar dari kerugian. Dalam hal ini, Islam memberikan kesempatan kepada individu untuk melakukan transaksi yang mereka butuhkan, dengan hasil transaksi ini tidak menyimpang dari prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Seperti yang disebutkan dalam firman Allah SWT, Nabi Yusuf menangani ancaman ini ketika Mesir mengalami krisis pangan. Surah Yusuf ayat 47:































Artinya: Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan bulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.2

Sebagai bagian dari pembangunan keseluruhan, pembangunan peternakan bertujuan untuk menyediakan pangan hewani seperti daging, susu, dan telur yang bergizi tinggi, meningkatkan pendapatan petani, menambah devisa, dan meningkatkan kesempatan kerja. Dengan demikian, pembangunan sektor peternakan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan

2 Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahan (Depok: Cahaya Qur’an, 2008), 49.

(14)

2

untuk pertumbuhan ekonomi negara pada masa yang akan datang. Sebagai penunjang kebutuhan protein hewani yang merupakan bagian dari kebutuhan manusia perlu produktivitas yang maksimal sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak. Usaha ayam broiler merupakan salah satu jenis usaha peternakan yang cukup populer. Ayam broiler adalah ayam ras yang berkembang khusus untuk tujuan komersial yaitu produksi daging yang dapat berkembang biak dengan cepat.3

Sub sektor peternakan merupakan sektor potensial untuk dikembangkan dari bagian sektor pertanian. Subsektor ini perlu dikembangkan karena bisa memberikan kontrIbusi pada pertanian nasional. Budidaya ayam broiler adalah salah satu unggulan yang dapat dikembangkan.4 Budidaya ayam ras broiler mengalami pasang surut. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian harga. Karena konsumsi daging masyarakat Indonesia masih dapat ditingkatkan, protein hewani membuat industri atau peternakan mempunyai potensi besar untuk dikembangkan. Ayam broiler sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan makanan bergizi.5 Keunggulan ayam broiler yaitu siklus produksi yang cepat, hanya membutuhkan waktu 4-6 minggu. Perusahaan memberikan strain yang baik agar ayam berkualitas baik.

Peternak juga harus memilah dalam memilih bibit dan pakan.

3 Amrizal dkk, “Analisis Finansial Usaha Peternakan Ayam Broiler di Peternakan Karisa Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru” Jurnal Peternakan 8, no. 2 (2011): 77.

4 Rina Sekarrini, dkk, “Manajemen Risiko Budidaya Ayam Broiler di Kabupaten Boyolali”

Jurnal Agrista 4, no. 3 (2016): 329.

5 R. Ratnasari, dkk, “Analisis Pendapatan Peternakan Ayam Broiler Pada Sistem Kemitraan di Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang” Jurnal Animal Agriculture 4, no.1 (April 2015): 48.

(15)

Peternak harus mempertimbangkan risiko yang harus ditanggung selama proses pembuatan ayam broiler. Salah satu pada umumnya yaitu risiko produksi. Risiko produksi disebabkan oleh ketidakpastian iklim, serangan penyakit dan kondisi yang tidak dapat ditangani oleh peternak. Mungkin ada penurunan produksi jika faktor tersebut tidak diperhatikan selama proses produksi. Dalam hal produksi, gen dan lingkungan juga sangat penting.

Dengan kata lain, kelas atau ukuran bibit dapat dipengaruhi oleh gen. Faktor- faktor seperti air, udara, dan pakan dapat memengaruhi lingkungan. Meskipun demikian, lingkungan dapat berdampak negatif pada penyebaran penyakit dan virus, yang meningkatkan risiko budidaya ayam broiler.6 Oleh karena itu perlu adanya manajemen risiko untuk mengurangi risiko produksi tersebut.

Peternak telah berusaha untuk memanfaatkan komoditi ternak yang baru dikembangkan, ayam broiler, yang menghasilkan daging lebih cepat daripada jenis ternak lainnya. Hal ini mendorong banyak peternak untuk menghasilkan ayam broiler. Peternak bekerja sama dengan mitra, yang berarti peternak hanya perlu menyiapkan kandang ayam broiler dan mitra akan menyediakan semua input yang dibutuhkan untuk budidaya ayam broiler, seperti pakan, vaksin dan obat. Dengan demikian, dapat memulai proses pembudidaya ayam broiler.7 Usaha peternakan ayam broiler menghadapi banyak tantangan, salah satunya adalah tingginya risiko yang dihadapi oleh peternakan. Risiko produksi adalah salah satu yang paling umum. Berikut ini

6 Befrian Dio Ramadhan dkk, “Analisis Risiko Usaha Ayam Pedaging di Kabupaten Mojokerto” Jurnal Pertanian, 18, no. 1, (2018): 77.

7 Holifah, diwawancara oleh Penulis, Nogosari, 12 September 2023.

(16)

4

data tingkat persentase produksi ayam broiler di peternakan Ayam Broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.

Tabel 1.1

Tingkat persentase kematian Produksi Ayam Broiler Setiap 2 Bulan Sekali

No. Periode Bulan Jumlah

awal

Jumlah panen

Jumlah kematian

Tingkat persentase

1. 2023 Januari - Februari 8000 7200 800 10%

2. 2023 Maret - April 8000 7275 725 9%

3. 2023 Mei- Juni 8000 7800 200 2.5%

4. 2023 Juli- Agustus 8000 7400 600 7.5%

5. 2023 September- Oktober 8000 6820 1.180 14.75%

6. 2023 November- Desember 8000 5244 2.756 34.45%

Sumber: data peternakan pemilik usaha ternak ayam broiler (2023)

Berdasarkan pada tabel di atas terdapat naik turun jumlah kematian di peternakan ayam broiler Ibu Holifah. Problem akan muncul selama proses pembuatan ayam broiler milik Ibu Holifah tersebut mengalami naik turun tingkat kematian ayam broiler, dikarenakan adanya cuaca yang tidak menentu sehingga ayam menimbulkan penyakit. Stres juga salah satu penyebab meningkatnya risiko penyakit dan kematian ayam yang disebabkan oleh perubahan lingkungan, transportasi atau manipulasi manusia yang dapat mempengaruhi kesejahteraan ayam.8 Hasilnya adalah keuntungan yang tidak pasti. Bisnis ayam broiler milik Ibu Holifah membutuhkan manajemen produksi yang efektif. Dengan cara melakukan pengendalian produksi, agar berjalan sesuai dengan rencana. Pengendalian produksi akan berjalan lancar jika mengelola dengan baik.

Risiko dalam usaha ayam broiler yaitu risiko kesehatan ayam.

Penyakit ayam dapat cepat menyebar dan mengakibatkan kematian massal,

8 Holifah, diwawancara oleh Penulis, Nogosari, 12 september 2023.

(17)

penurunan pertumbuhan dan kerugian finansial.9 Selain kesehatan ayam ada beberapa risiko lainnya yaitu perubahan bahan pakan, fluktuasi harga jual, bencana alam dan faktor lainnya. Risiko adalah kemungkinan bahwa sesuatu akan terjadi yang tidak dapat diprediksi. ketidakpastian terjadinya sesuatu yang mengakibatkan kerugian.10 Oleh karena itu, diperlukan tindakan pencegahan yang efektif, pengawasan kesehatan yang baik, vaksinasi rutin dan menjaga kebersihan kandang. Selain risiko kesehatan ayam, fluktuasi harga pakan juga dapat berdampak pada keuntungan usaha ayam broiler.

Harga pakan yang tinggi dapat meningkatkan biaya produksi dan mengurangi margin keuntungan. Untuk mengurangi risiko tersebut, peternak perlu melakukan perencanaan yang matang terkait strategi pengelolaan pakan yang efisien. Fluktuasi harga jual juga menjadi risiko yang perlu diperhatikan dalam usaha ini. Perubahan harga jual dapat mempengaruhi faktor pasar, konsumen dan persaingan industri. Peternak perlu memonitor tren pasar, menghitung biaya produksi dan menyesuaikan strategi pemasaran yang tepat untuk mengantisipasi fluktuasi harga dan memaksimalkan keuntungan.

Selain risiko internal yang terkait dengan usaha, usaha ayam broiler (pedaging) juga dapat terkena risiko eksternal seperti bencana alam. Bencana seperti gempa bumi, banjir dan wabah penyakit hewan dapat mengakibatkan kerugian pada peternak. Maka dari itu, penting bagi peternak untuk melakukan perencanaan mitigasi risiko. Dalam mengelola risiko tersebut, manajemen

9 Gita Vinanda dkk, “Risiko produksi Ayam Broiler dan Preferensi Peternak di Kabupaten Bekasi” Jurnal Manajemen dan Agribisnis 13, no.1 (2016): 51.

10 Seosino Djojosoedarso, Prinsip-Prinsip Manajemen Risiko dan Asurasnsi (Jakarta:

Salemba Empat, 1999), 2.

(18)

6

risiko dalam pada usaha ayam broiler membutuhkan pendekatan yang sistematis dan terintegrasi. Hal ini melibatkan identifikasi risiko, evaluasi dampaknya, perkembangan strategi mitigasi dan implementasi tindakan yang tepat. Selain itu, pemantauan dan evaluasi secara berkala juga penting untuk memastikan efektivitas strategi manajemen risiko yang telah diadopsi. Dengan menerapkan manajemen risiko yang baik, peternak dapat mengurangi kerugian finansial, menjaga kualitas dan kesehatan ayam, serta meningkatkan keuntungan usaha secara keseluruhan.11 Faktor di atas merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh peternak yang sudah dipercaya oleh konsumen. Dan bagaimana risiko yang akan dihadapi oleh peternak ketika dalam usaha Ayam- ayam ini akan menghadapi masalah karena mereka tidak melakukan manajemen risiko.

Studi ini meneliti tentang ternak ayam broiler milik Ibu Holifah untuk mengetahui risiko yang terkait dengan bisnis ini. Penerapan manajemen risiko dalam mengatasi risiko yang ada pada usaha ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Penelitian ini penting dilakukan karena usaha ternak ayam broiler mempunyai risiko yang tinggi, seperti risiko kesehatan ayam dan risiko produksi. Manajemen risiko dapat membantu peternak untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko-risiko tersebut. Dengan menerapkan manajemen risiko yang baik, peternak dapat mengurangi kerugian dan meningkatkan keuntungan dalam usaha peternakan

11 Erwin, H. Abdurrahman, lalu Hendra Manazia, Business Broiler Chicken Livestock Risk Management Analyss” Jurnal Management (Februari 2021), 5.

(19)

ayam broiler. Dalam penelitian yang dilakukan, Peneliti melihat bahaya yang ada di peternakan ayam broiler Ibu Holifah.

Saat ini diketahui banyak peternak budidaya ayam broiler. Peternakan ayam di Desa Nogosari ini merupakan peternakan ayam potong satu-satunya yang terletak di Desa Nogosari, yang terletak di Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Meskipun ada beberapa peternakan ayam broiler di Kecamatan Rambipuji, penelitian ini dapat membandingkan manajemen risiko di Desa Nogosari dengan peternakan ayam broiler di wilayah lain.

Perbandingan ini dapat memberikan gambaran tentang perbedaan signifikan dan kebijakan yang dapat diterapkan di tingkat regional. Selain itu variasi genetik ayam broiler yang dipelihara di Desa Nogosari terhadap risiko tertentu memiliki ketahanan terhadap penyakit atau kinerja produksi yang baik. Pada penelitian tentang analisis manajemen bahaya yang terkait dengan bisnis ayam broiler di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember dapat terletak pada beberapa aspek tertentu yang membuat penelitian ini bernilai tambah, yaitu: penelitian ini dapat memasukkan analisis tentang faktor sosial ekonomi, seperti tingkat pendapatan penduduk, pola kepemilikan tanah, atau struktur pekerjaan dapat mempengaruhi manajemen risiko dalam usaha ayam broiler. Hal ini dapat memberikan pandangan holistik yang lebih luas terkait dengan dampak risiko pada tingkat masyarakat.

Pada peternakan Ibu Holifah memiliki kesesuaian dengan tema dan tujuan peneliti, juga memiliki karakteristik unik yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti. Usaha ayam broiler di Desa Nogosari ini memiliki

(20)

8

lokasi yang strategis dan lebih mudah diakses, juga lebih memudahkan logistik penelitian, seperti pengumpulan data, pemantauan dan interaksi dengan peternak. Peternakan Ibu Holifah memiliki akses lebih mudah terhadap bahan baku lokal seperti pakan, air, dan material konstruksi kandang.

Namun, berdasarkan wawancara peneliti ternyata masih dapat permasalahan pada jumlah panen yang terkadang masih mengalami naik turun. Hal ini, disebabkan karena cuaca yang tidak menentu, fluktuasi harga pakan dan potensi penyakit pada ayam broiler yang menyebar dengan cepat.12

Maksud dari judul "Analisis Manajemen Risiko pada Usaha Ayam Broiler di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember" adalah untuk menyelidiki dan mengevaluasi berbagai aspek yang berkaitan dengan manajemen risiko dalam usaha peternakan ayam broiler di lokasi yang spesifik, yaitu Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.

Dengan demikian, tujuan analisis ini adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap berbagai risiko yang akan dihadapi oleh para peternak ayam broiler dan mengembangkan strategi manajemen risiko yang efektif. Dapat merancang strategi pengelolaan risiko yang efektif untuk mengurangi dampak risiko atau meningkatkan daya tahan terhadap risiko, seperti asuransi ataupun dalam penerapan praktik manajemen yang lebih baik. Sesuai uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti masalah yang diangkat sebagai judul skripsi yaitu “Analisis Manajemen Risiko Pada Usaha Ayam Broiler Di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember”.

12 Holifah, diwawancara oleh Penulis, Nogosari, 12 september 2023.

(21)

B. Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Apa saja risiko yang ada pada usaha peternakan ayam broiler di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember?

2. Bagaimana penerapan manajemen risiko dalam mengatasi risiko pada usaha ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk menganalisis risiko dalam usaha ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.

2. Untuk mencari tahu penerapan dalam manajemen risiko untuk mengatasi suatu risiko pada usaha ayam broiler

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah untuk kepentingan dalam pengembangan usaha.

Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, maka manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoritis

(22)

10

Manfaat teoritis merupakan manfaat jangka panjang dalam pengembangan teori. Penelitian ini untuk menambah pengetahuan bagi pembaca tentang manajemen risiko dan masalah yang dihadapinya.

2. Manfaat Praktis

Manfaat praktis merupakan manfaat yang berhubungan dengan pengembangan dan memberikan dampak secara langsung terhadap komponen pembelajaran.

a. Bagi Peneliti

Penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu dalam penerapan yang berkaitan dengan analisis manajemen risiko dibidang usaha peternak ayam broiler.

b. Bagi Perusahaan

Penelitian ini guna menjadi bahan untuk meminimalisir risiko yang terjadi pada usaha peternak ayam broiler.

c. Bagi Pembaca

Penelitian ini dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan dapat menjadi bahan untuk dipakai sebagai dasar untuk peneliti selanjutnya terkait dengan analisis manajemen risiko untuk bisnis ayam broiler.

E. Definisi Istilah

Definisi istilah mencakup istilah penting yang menjadi fokus penelitian. Untuk mencegah orang salah memahami arti istilah yang dimaksud oleh peneliti.

(23)

1. Manajemen risiko

Manajemen risiko, menurut Griffin dan Elbert, adalah proses menjaga kemampuan dan aktif organisasi dengan mengurangi kerugian yang disebabkan oleh kejadian yang tidak dapat dikendalikan. Untuk meningkatkan efektivitas perusahaan, orang menggunakan manajemen risiko untuk mengontrol segala jenis risiko yang terkait dengan operasinya. Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah menggunakan konsep manajemen risiko dalam kehidupan sehari-hari mereka. Konsep ini memungkinkan kontrol risiko kerugian yang disebabkan oleh tindakan spekulatif. 13 Tujuan manajemen risiko adalah untuk mengelola risiko. Identifikasi risiko, evaluasi, dan pengelolaan risiko adalah bagian dari proses manajemen risiko. Infrastruktur yang mendukung manajemen risiko juga penting.14

Konsep, identifikasi, analisis, evaluasi, dan perlakuan risiko adalah bagian dari proses manajemen risiko. Tujuan dari penetapan konsep adalah untuk mencapai tujuan tertentu untuk menentukan lingkungan di mana sasaran dapat dicapai, dan stakeholder memiliki berbagai kriteria risiko, yang dapat membantu mengungkapkan kompleksitas dari risiko. Penting untuk mengidentifikasi risiko yang relevan yang perlu dikelola dalam penelitian ini. Kemudian analisis risiko, yang terdiri dari pengukuran

13 Nurasiah, “Penerapan Manajemen Risiko Usaha Ternak Ayam Potong Di Kecamatan Bathin Solapan ditinjau Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Pola Kemitraan PT.

Satwa Mitra Anugerah)”, (Skripsi, UIN Suska Riau, 2019) 32.

14 Qurotul Ayun, “Analisis Manajemen Risiko Pada Masa Pandemi Covid 19 di Peternakan Ayam Potong Kemitraan DesaTegal Batu Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember”, (Skripsi, IAIN Jember, 2021) 18.

(24)

12

eksposur risiko dan ditutup dengan evaluasi risiko. Hasil analisis risiko dibandingkan dengan standar risiko yang telah digunakan untuk menentukan risiko mana yang perlu ditindaklanjuti..15

2. Ayam Potong (Broiler)

Salah satu jenis bisnis yang terus berkembang adalah peternakan ayam broiler. Ayam broiler merupakan salah satu ternak unggas yang bermanfaat bagi manusia untuk persediaan bahan makanan yang memiliki kandungan protein yang berkualitas. Budidaya ayam broiler memiliki tujuan untuk mendapatkan daging, telur dan bibit yang lebih baik.

Keuntungan dari pemeliharaan ayam broiler adalah menghasilkan daging dalam waktu yang singkat. Ayam broiler merupakan jenis ternak kelompok unggas yang dapat dimakan, terutama protein hewani. Peternak harus memberikan strain yang baik agar ayam mendapatkan hasil dan kualitas yang baik, mereka juga harus memilih dengan cermat dalam memilih bibit dan pakan ayam.16

Selain itu, peternakan ayam broiler adalah salah satu bisnis peternakan dengan prospek yang cukup cerah. Hal ini disebabkan oleh keunggulan ayam pedaging, seperti pertumbuhan cepat, produksi daging yang cukup tinggi, kemampuan untuk dipotong pada usia yang relatif mudah, dan menghasilkan daging yang berserat lunak. Untuk

15 Leni Eka Putri “Analisis Manajemen Risiko Pada Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur di CV. Surya Farm Kabupaten Lima Puluh Kota”, (Skripsi, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, 2022): 7.

16 Muhfid Dahlan dkk, “Studi Manajemen Perkandangan Ayam Broiler di Dusun Wangket Desa Kaliwates Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan”. Jurnal Ternak 02, no. 1 (2011): 25.

(25)

meningkatkan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat luas, upaya ini perlu terus dikembangkan. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh peternak maka sangat diperlukan peran pemerintah dalam menggerakkan lembaga pembiayaan agribisnis dalam menunjang pengembangan produksi peternakan khususnya ayam broiler.17

Bisnis peternakan ayam broiler ini memiliki prospek yang sangat baik karena produk yang dihasilkan, yaitu daging ayam, sangat diminati oleh masyarakat karena rasanya yang enak dan harganya yang murah.

Selain itu, masa produksinya relatif singkat, yaitu 4-5 minggu, sehingga bisnis dapat mengembalikan modalnya lebih cepat daripada bisnis peternakan lainnya.18 Oleh karena itu, sistem agribisnis ayam potong membantu peternak mempromosikan produk ayam mereka melalui peluang pasar yang tersedia. Sejak program Bimbingan Masyarakat (BIMAS) ayam dimulai pada tahun 1960, peternakan ayam ras pedaging atau broiler telah berkembang pesat. Pada tahun 1990, Keputusan Presiden (KEPRES) No. 22 tentang kebijakan pembinaan usaha peternakan ayam ras menetapkan bahwa usaha peternakan ayam ras harus diutamakan untuk usaha peternakan rakyat.19

Meskipun ada beberapa peternakan ayam broiler di Kecamatan Rambipuji. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan mengevaluasi berbagai aspek manajemen risiko dalam usaha peternakan

17 Thamrin Salam dkk, “Analisis Finansial Usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Kemitraan”, Jurnal Agrisistem 2, no.1, (2006): 33.

18 Mery Christiana Simanjuntak, “Analisis Usaha Ternak Ayam Broiler di Peternakan Ayam Selama Satu Kali Masa Produksi”. Jurnal Fapertanak 03, no. 1 (2018): 61.

19 Ferry Tamalluddin, Ayam Broiler (Tasikmalaya: PS Press, 2014), 6.

(26)

14

ayam broiler di lokasi tertentu di Kecamatan Rambipuji, yaitu Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah guna meningkatkan pemahaman kita tentang berbagai risiko yang akan dihadapi oleh peternak ayam broiler, serta untuk mengembangkan pengetahuan kita tentang cara terbaik untuk mengendalikan risiko.

F. Sistematika Pembahasan

Sistem pembahasan skripsi mencakup penjelasan tentang alur pembahasan dari bab pendahuluan hingga bab penutup. penulisan sistematika pembahasan adalah dalam bentuk deskriptif naratif. Sistematika dalam penulisan ini nantinya terdapat 5 bab yaitu:

BAB I Pendahuluan, Bab ini membahas konteks penelitian, fokus, tujuan, dan keuntungan penelitian, serta definisi istilah, sebelum diakhiri dengan pembahasan yang sistematis.

BAB II Kajian Kepustakaan, Bab ini membahas penelitian kepustakaan dan penelitian teori.

BAB III Metode Penelitian, Bab ini membahas metode penelitian, termasuk jenis penelitian, lokasi, subjek, dan metode pengumpulan data, analisis, dan keabsahan.

BAB IV Penyajian Data dan Analisis, Bab ini membahas penyajian dan analisis data, memberikan gambaran tentang subjek penelitian, penyajian dan analisis data, dan membahas hasil penelitian.

(27)

BAB V Penutup, Bab ini tidak hanya membahas kesimpulan dari semua diskusi yang dibahas pada bab sebelumnya, tetapi juga memberikan rekomendasi untuk semua pihak yang terlibat.

(28)

16 BAB II

KAJIAN KEPUSTAKAAN

A. Penelitian Terdahulu

Penelitian sebelumnya dengan salah satu atau lebih variabel yang sama dengan variabel penelitian ini digunakan sebagai acuan dan pendukung.

Peneliti mencantumkan berbagai temuan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini, baik yang telah dipublikasikan atau belum.

1. Nur’asiah, “Penerapan Manajemen Risiko Usaha Ternak Ayam Potong di Kecamatan Bathin Solapan ditinjau Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Pola Kemitraan PT. Satwa Mitra Anugerah)”, (2019).20

Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa cara untuk menerapkan manajemen risiko pada usaha peternakan ayam potong adalah perencanaan, penanganan, pemantauan, dan penilaian. Namun, tinjauan dalam ekonomi Islam tentang penerapan manajemen risiko ini masih belum efektif. Konsep syirkah serupa dengan penerapan pola kemitraan yang dijalankan.

Penelitian ini dan penelitian sebelumnya sama-sama mengidentifikasi manajemen risiko dan mengumpulkan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Satu-satunya perbedaan antara kedua penelitian adalah bahwa fokus penelitian mereka dibahas dari sudut pandang ekonomi Islam.

20 Nur’asiah, “Penerapan Manajemen Risiko Usaha Ternak Ayam Potong di Kecamatan Bathhin Solapan ditinjau Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Pola Kemitraan PT.

Satwa Mitra Anugerah)”, (Skripsi, UIN Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru, 2019).

(29)

2. Ahmad Habib Murtadlo, “Analisis Manajemen Risiko Operasional Pada Usaha Kue dan Roti CV. Jaya Bakery dalam Perspektif Ekonomi Islam”, (2019).21

Berdasarkan Hasil penelitian Manajemen Risiko CV. Jaya Bakery Royal Bandar Lampung telah berubah. Sumber Daya Manusia perusahaan secara langsung melakukan pengawasan untuk menghindari kecurangan selama proses produksi. Perusahaan menggunakan user dan password untuk melindungi teknologi mereka dalam situasi bahaya dan mengolah produk yang gagal untuk menjaga nilai jual. Untuk mencegah bahaya dari luar perusahaan, perusahaan menyiapkan tabung APAR (alat pemadam api ringan) dan SATPAM (satuan keamanan). Karena CV. Jaya Bakery Royal Bandar Lampung melakukan manajemen risiko operasional, bisnis tidak melanggar hukum Islam. Melakukan manajemen risiko dalam Islam yaitu berusaha untuk menjaga amanah Allah SWT akan harta kekayaan.

Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama menggunakan metode kualitatif deskriptif, dalam penelitiannya juga sama untuk mengidentifikasi manajemen risiko. Perbedaan dalam penelitian ini adalah pada fokus penelitiannya selain berfokus pada manajemen risiko juga berfokus pada risiko operasional yang ditinjau dalam perspektif ekonomi Islam.

21 Ahmad Habib Murtadho, “Analisis Manajemen Risiko Operasional Pada Usaha Kue dan Roti CV. Jaya Bakery dalam Perspektif Ekonomi Islam”, (Skripsi, UIN Raden Intan Lampung, 2019).

(30)

18

3. Sufi Jikrillah, Muhammad Ziyad dan Doni Stiadi, “Analisis Manajemen Risiko Terhadap Keberlangsungan Usaha UMKM di Kota Banjarmasin”, (2021).22

Hasil dari analisis risiko dalam penelitian ini adalah terdapat lima risiko utama yang dihadapi UMKM, yaitu: risiko modal, risiko SDM, risiko bahan baku, risiko operasional dan risiko peralatan.

Persamaan Penelitian mengidentifikasi proses manajemen risiko.

Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang dilakukan secara stratified random sampling.

4. Yusrianti, “Manajemen Risiko Penjualan Seafood di Pasar Sentral Siwa Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam”, (2022).23

Hasil dari penelitian tersebut adalah peneliti melakukan penerapan fungsi manajemen risiko pada penjualan seafood di pasar sentral siwa menggunakan tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Menurut penjual seafood di pasar sentral siwa ada tiga jenis risiko yang dihadapi, yaitu risiko permodalan, Penjual seafood di pasar sentral siwa umumnya tidak mengambil langkah-langkah pengurangan risiko, yang dianggap mengabaikan prinsip keseimbangan dan tanggung jawab karena mencampur seafood yang kurang baik dengan seafood yang baik.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data yang sama, seperti observasi,

22 Sufi Jikrillah dkk, “Analisis Manajemen Risiko Terhadap Keberlangsungan Usaha UMKM di Kota Banjarmasin”, Jurnal Wawasan Manajemen 9, no, 2, (2021) 3.

23 Yusrianti, “Manajemen Risiko Penjualan Seafood di Pasar Sentral Siwa Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam”. (Skripsi, IAIN Parepare, 2022) 1.

(31)

wawancara, dan dokumentasi. Perbedaan pada penelitian Yusrianti berfokus pada manajemen risiko dalam perspektif etika bisnis Islam.

5. Anugerah Tirta Kenanga, “Analisis Manajemen Risiko Usaha (Studi Kasus Burgerchill)” (2022)24

Hasil identifikasi menyatakan bahwa risiko tertinggi UMKM Burgerchill adalah risiko sumber daya manusia. Yang sering terjadi yaitu ketersediaan ketenagakerjaan yang dari karyawan tiba-tiba berhenti tanpa kabar. Perusahaan mulai mengatur jam operasional karyawan yang lebih teratur dan membuat peraturan yang tegas untuk karyawan untuk mengurangi dampak buruk terhadap kebiasaan karyawan untuk tetap profesional disaat tidak ada pelanggan.

Persamaan dalam penelitian ini adalah pada fokus penelitian yang sama berfokus terhadap menganalisis manajemen risiko. Metode penelitian yang digunakan, dalam penelitian Anugerah yaitu sama-sama menggunakan kualitatif deskriptif. Perbedaan penelitiannya yaitu pada risiko yang terjadi terhadap sumber daya manusia, sedangkan penelitian ini meneliti tentang risiko terhadap ayam broiler.

6. Jesslyn, “Analisis Manajemen Risiko Pada Usaha Brownis UMKM Moifoods.Btm” (2022)25

Hasil dari penelitian ini adalah manajemen risiko yang telah diterapkan pada UMKM Moifoods.Btm menggunakan penerapan Bow-Tie

24 Anugerah Tirta Kenanga dkk, “Analisis Manajemen Risiko Usaha (Studi Kasus Burgerchill)”, Jurnal IJEEM 7, no. 1, (2022): 14-26.

25 Jesslyn dkk, “Analisis Manajemen Risiko Pada Usaha Brownis UMKM Moifoods.Btm”, Jurnal Mirai Management 7, no. 3, (2022): 245-254.

(32)

20

Representation of Risk Management yang dimana ada 3 jenis risiko yaitu Operational Risk, Tactical Risk dan Strategic Risk. Risiko tersebut Sebagian besar dapat mengakibatkan kerugian dalam usaha tersebut.

Manajemen risiko dari risiko tersebut dapat diminimalisir dengan berbagai cara sehingga suatu usaha dapat bersaing dan bertahan dalam perdagangannya.

Persamaan dalam penelitian ini yaitu melakukan analisis terhadap cara untuk memanajemen risiko. Perbedaan dalam penelitian ini terletak pada tingkat risiko yang digunakan Jesslyn menggunakan Bow-Tie Representation of Risk Management.

7. Rizalul Akbar, “Analisis Manajemen Risiko Dalam Operasional Usaha Roti Bakar 77”, (2022). 26

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan roti bakar 77 belum sepenuhnya menangani risiko operasional. Di mana penanganan risiko operasional terdiri dari tiga fase: penghindaran risiko, penahanan risiko dan transfer risiko. Dalam penelitiannya, evaluasi dan pengukuran risiko operasional telah diterapkan dengan baik. Hasilnya menunjukkan bahwa risiko yang dihadapi masih tergolong normal.

Persamaan penelitian ini adalah sama-sama menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan datanya juga menggunakan Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Perbedaannya ialah pada penelitian Rizalul Akbar berfokus pada penanganan risiko operasional.

26 Rizalul Akbar, “Analisis Manajemen Risiko Dalam Operasional Usaha Roti Bakar 77”, (Skripsi, IAIN Ponorogo, 2022)

(33)

8. Leni Eka Putri, “Analisis Manajemen Risiko Pada Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur di CV. Surya Farm Kabupaten Lima Puluh Kota”, (2022).27

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa setelah melakukan proses Manajemen Risiko: Pada peternakan ayam ras petelur surya di Kabupaten Lima Puluh Kota, ada dua risiko yang sangat tinggi: kurangnya kebersihan kandang dan nutrisi yang tidak seimbang. Dua risiko yang lebih menengah adalah hewan predator dan cuaca ekstrim.

Persamaan dengan penelitian ini adalah pada jenis penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memperoleh data yang relevan. Perbedaan dalam penelitian ini adalah pada fokus pembahasan yang dimana penelitian terdahulu ini yang diteliti pada beberapa jenis ayam. Dalam penelitian Leni, dia meneliti ayam ras petelur, sedangkan peneliti lain meneliti ayam ras broiler.

9. Muh Nur Abdi, “Manajemen Tata Kelola Keuangan dan Manajemen Risiko Pada Mitra Peternakan Ayam Broiler UD. Turiolo di Desa Bontosunggu, Kec. Bajeng Kab. Gowa”, (2023). 28

Hasil pada penelitian ini adalah operasi peternakan UD Turiolo, terutama manajemen tata kelola dan manajemen risiko. Karena itu, UD Turiolo, peternakan yang terletak di Desa Bontosunggu, Kecamatan

27 Leni Eka Putri, “Analisis Manajemen Risiko Pada Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur di CV. Surya Farm Kabupaten Lima Puluh Kota”, (Skripsi, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, 2022).

28 Muh Nur Abdi dkk, “Manajemen Tata Kelola Keuangan dan Manajemen Risiko Pada Mitra Peternakan Ayam Broiler UD. Turiolo di Desa Bontosunggu, Kec. Bajeng Kab. Gowa”, Jurnal Pengabdian 5, no. 2, (2023): 340-347.

(34)

22

Bajeng, Kabupaten Gowa, yang dimiliki oleh Bapak Rahmat, dihadapkan pada risiko harga (harga input dan output), risiko produksi (penyakit dan cuaca), dan risiko sosial. Semua risiko ini berdampak pada pendapatan yang diterima oleh usaha peternakan di masa depan, jadi sangat penting bagi pagi UD Turiolo.

Persamaan penelitian yang dilakukan ialah teknik dalam mengumpulkan data sama-sama menggunakan Perbedaan antara pendekatan kualitatif dan metode lainnya termasuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada penelitian Muh Nur Abdi selain fokus pada manajemen risiko juga fokus pada manajemen tata Kelola keuangan.

10. Fikra Terisha Azzikra, Melvin, Owen, Putri Sahara, Rynando Sadrakh Halim, “Analisis Manajemen Risiko Finansial Terhadap Pom Coffee Room pada Saat Resesi Tahun 2023”, (2023).29

Hasil yang didapatkan dalam penelitiannya adalah Peneliti menentukan tingkat kemungkinan risiko dan tingkat keparahan risiko untuk meminimalkan risiko apabila resesi tahun 2023 benar-benar terjadi.

Persamaan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yang digunakan juga sama dengan melakukan observasi dan wawancara, dalam penelitian ini juga sama untuk menganalisis risiko. Penelitian Fikra berfokus pada risiko finansial, sedangkan peneliti ini berfokus pada risiko produksi.

29 Fikra Terisha Azzikra dkk, “Analisis Manajemen Risiko Finansial Terhadap Pom Coffe Room pada Saat Resesi Tahun 2023”, Jurnal Manajemen 2, no.1, (Januari 2023): 78-84

(35)

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No. Nama Peneliti Judul Penelitian Persamaan Perbedaan 1. Nur’Asiah,

(2019)

Penerapan Manajemen Risiko Usaha Ternak Ayam

Potong di

Kecamatan

Bathhin Solapan ditinjau Menurut Perspektif

Ekonomi Islam (Studi Kasus Pola Kemitraan PT.

Satwa Mitra Anugerah)

Dalam hal

mengidentifikasi manajemen risiko, peneliti dan penelitian ini sama- sama menggunakan wawancara dan dokumentasi.

Perbedaan dalam penelitian ini adalah

pada fokus

penelitiannya

ditinjau menurut perspektif ekonomi Islam.

2. Ahmad Habib Murtadlo, (2019)

Analisis Manajemen Risiko

Operasional Pada Usaha Kue dan Roti CV. Jaya Bakery dalam Perspektif

Ekonomi Islam

Penelitian ini sama- sama menggunakan metode kualitatif deskriptif dan mengidentifikasi manajemen risiko.

Perbedaan dalam penelitian ini adalah

pada fokus

penelitiannya selain berfokus pada manajemen risiko juga berfokus pada risiko operasional yang ditinjau dalam perspektif ekonomi Islam.

3. Sufi Jikrillah, Muhammadd Ziyadd (2021)

Analisis Manajemen Risiko Terhadap Keberlangsungan Usaha UMKM di Kota Banjarmasin

Persamaan penilitan yang dilakukan ialah sama-sama

menidentifikasi proses manajemen

risiko dan

pendekatan yang digunakan juga sama menggunakan

pendekatan kualitatif.

Perbedaan

penelitian yang dilakukan yaitu metode penelitian yang dilakukan secara stratified random sampling.

4. Yusrianti, (2022)

Manajemen Risiko Penjualan Seafood di Pasar Sentral Siwa Dalam Perspektif

Penelitian ini menggunakan

metode kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik

Pada penelitian ini juga berfokus pada manajemen risiko dalam perspektif etika bisnis Islam.

(36)

24

No. Nama Peneliti Judul Penelitian Persamaan Perbedaan Etika Bisnis

Islam

pengumpulan data yang sama, termasuk observasi,

wawancara, dan dokumentasi.

Dimana dalam penelitian ini berfokus pada umkm yang ada di pasar pada penjual seafood.

5. Anugerah Tirta Kenanga, Arya Budi Saputra, Muhammad Mufti Abdullah, Nahda

Nabilaturrahma, Najla

Khoirunnisa, (2022)

Analisis Manajemen Risiko Usaha (studi kasus Burgerchill)

Pada fokus

penelitian yang sama berfokus untuk menganalisis

manajemen risiko.

Metode penelitian yang digunakan, dalam penelitian Anugerah yaitu sama-sama

menggunakan kualitatif deskriptif.

Perbedaan

penelitiannya yaitu pada risiko yang terjadi terhadap sumber daya manusia, sedangkan penelitian ini meneliti tentang risiko terhadap ayam broiler.

6. Jesslyn, (2022) Analisis Manajemen Risiko Pada Usaha Brownis UMKM

Moifoods

Sama-sama

menyelidiki metode manajemen risiko.

pada penerapan risiko yang digunakan

penelitian Jesslyn menggunakan Bow- Tie Representation of Risk Management 7. Rizalul Akbar,

(2022)

Analisis Manajemen Risiko Dalam Operasional Usaha Roti Bakar 77

Sama-sama menggunakan

metode kualitatif dan pengumpulan

datanya juga menggunakan

Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.

Perbedaannya ialah pada penelitian Rizalul Akbar berfokus pada penanganan risiko operasional.

8. Leni Eka Putri, (2022)

“Analisis Manajemen Risiko Pada Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur di CV. Surya Farm Kabupaten Lima Puluh Kota”

Pada penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memperoleh data yang relevan penelitian ini juga menggunakan.

Perbedaan dalam penelitian ini adalah

pada fokus

pembahasan yang dimana penelitian terdahulu ini yang diteliti pada peternakan ayam yang dipilih yang

mana pada

penelitian Leni

(37)

No. Nama Peneliti Judul Penelitian Persamaan Perbedaan melakukan

penelitian pada peternakan ayam ras petelur.

9. Muh Nur Abdi, (2023)

Manajemen Tata Kelola Keuangan dan Manajemen Risiko Pada Mitra Peternakan Ayam Broiler UD.

Turiolo di Desa Bontosunggu, Kec. Bajeng Kab.

Gowa

Teknik dalam mengumpulkan data sama-sama

menggunakan teknik observasi,

wawancara dan dokumentasi, pada pendekatan yang dilakukan juga menggunakan

pendekatan kualitatif.

Perbedaan

penelitian yang dilakukan adalah pada penelitian Muh Nur Abdi selain

fokus pada

manajemen risiko juga fokus pada manajemen tata Kelola keuangan.

10. Fikra Terisha Azzikra,

Melvin, Owen, Putri Sahara, Rynando

Sadrakh Halim, (2023)

Analisis Manajemen Risiko Finansial Terhadap Pom Coffe Room pada Saat Resesi Tahun 2023

Persamaan dalam penelitian ini ialah menggunakan

metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yang digunakan juga sama dengan melakukan observasi dan wawancara, dalam penelitian ini juga

sama untuk

menganalisis risiko.

pada fokus

pembahasan dalam penelitian Fikra berfokus pada risiko finansial, sedangkan peneliti berfokus pada risiko produksi.

Sumber: Data diolah oleh Peneliti, 2023.

(38)

26

B. Kajian Teori

1. Manajemen Risiko a. Identifikasi Risiko

Karena manusia selalu dihadapkan pada risiko, risiko menjadi sebagian dari kehidupan manusia. Akibatnya, beberapa perusahaan harus tutup karena tidak dapat menangani risiko yang tidak terduga.

Vaughan menyatakan bahwa istilah "risiko adalah kerugian" biasanya digunakan untuk menunjukkan suatu keadaan di mana terdapat keterbukaan terhadap kerugian atau suatu kemungkinan akan mengalami kerugian. Risiko biasanya dimaknai sebagai konsekuensi negatif dari suatu tindakan yang mengakibatkan kerugian. Perusahaan tidak selalu menghadapi risiko yang sama. Ini karena berbagai jenis pekerjaan atau proyek memiliki karakteristik yang berbeda tergantung pada kondisi lapangan, seperti kondisi lahan dan sebagainya.

Melakukan manajemen risiko untuk menghindari risiko.

Mengidentifikasi, mempertimbangkan, mengontrol, dan meminimalkan risiko adalah semua bagian dari proses manajemen risiko ini.30

Macam-macam risiko menurut sifatnya dibedakan menjadi seperti berikut:

1) Risiko murni, risiko yang akan terjadi menimbulkan kerugian tanpa disengaja

30 Eko Sudarmanto dkk, Manajemen Risiko (Bandung: Widina Bhakti Persada, 2021), 33.

(39)

2) Risiko spekulatif, risiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberi keuntungan untuk pihak tertentu.

3) Risiko fundamental, risiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang yang menderita cukup banyak.

4) Risiko dinamis, risiko yang timbul karena perkembangan dan kemajuan masyarakat dibidang ekonomi.

5) Risiko khusus, risiko yang bersumber pada peristiwa yang ngomongnya mudah diketahui penyebabnya.31

Penyebab timbulnya risiko juga terdapat pada risiko intern, pada risiko ini berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. Selain risiko intern, ada juga risiko ekstern yang disebutkan sebagai risiko yang berasal dari dari luar perusahaan.32

Pengidentifikasian risiko yaitu suatu proses penganalisisan untuk menemukan risiko secara sistematis yang menentang perusahaan. Yang diperlukan yaitu suatu checklist dari semua kerugian potensial yang mungkin akan terjadi pada setiap perusahaan. Untuk menggunakan checklist tersebut diperlukan suatu pendekatan yang sistematik untuk menentukan kerugian potensial yang dihadapi oleh perusahaan.33

b. Definisi Manajemen Risiko

Salah satu bidang yang dibahas adalah manajemen risiko, yang membahas bagaimana menerapkan pendekatan manajemen yang

31 Sriyono, Pengantar Manajemen Risiko (Sidoarjo: Umsida Press, 2019), 14.

32 Sriyono,14.

33 Ida Ayu Sasmita Dewi, Manajemen Risiko (Denpasar: UNHI Press: 2019), 42.

(40)

28

sistematis untuk mengukur berbagai masalah risiko yang ada.34 manajemen risiko merupakan proses mengidentifikasi risiko, mengukur untuk mengurangi risiko. Setiap perusahaan harus selalu berusaha untuk mencegah risiko yang ada untuk meminimumkan risiko yang terjadi.35 Manajemen risiko adalah suatu pendekatan dari terstruktur dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman atau suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian risiko pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pengelolaan sumber daya. 36

Strategi yang dapat diambil dari manajemen risiko adalah memindahkan kepada pihak lain, menghindari risiko yang terjadi, mengurangi efek negatif risiko dan menampung sebagian konsekuensi tertentu. Proses manajemen risiko merupakan sistem yang komprehensif yang meliputi penciptaan lingkungan manajemen risiko yang kondusif. Pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang terjadi di manusia khususnya bagi entitas manajemen risiko.37 Tujuan dari manajemen risiko adalah untuk menunjang pemimpin perusahaan dalam proses pengambilan keputusan dan pengembangan metode untuk mengelola risiko. Proses identifikasi risiko mencakup

34 I Putu Sugih Arta dkk, Manajemen Risiko (Bandung: CV. Media Utama: 2021), 15

35 Hairul, Manajemen Risiko (Yogyakarta: CV. Budi Utama: 2020), 13.

36 Hersa Farida Qoriani, Implementation of Islamic Business Ethics on Merchant Behavior Sidoarjo Krempyang Traditional Market Chicken Eggs, e-ISSN: 2714-8491, (2022) Vol. 4 Iss. 4, hal 2716

37 Sriyono, 13.

(41)

identifikasi dan penciptaan risiko yang dapat muncul dari operasi perusahaan.38

c. Strategi Manajemen Risiko

Mengelola risiko secara sistematis dikenal sebagai manajemen risiko. Proses manajemen risiko terdiri dari empat langkah:

1) Identifikasi Risiko (Identify Risk). Langkah pertama dalam Mengidentifikasi bahaya atau ancaman risiko adalah bagian dari manajemen risiko. Untuk manajemen risiko tradisional, langkah pertama sangat penting. Namun, manajemen risiko integrasi, atau manajemen risiko perusahaan, berfokus pada risiko yang berasal dari kegiatan operasional, keuangan, dan strategis dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan.

2) Evaluasi Risiko. Setiap sumber risiko yang telah diidentifikasi harus dievaluasi dalam langkah kedua. Pada titik ini, risiko murni dapat dikategorikan berdasarkan frekuensi atau frekuensi kerugian.

Besar atau tingkat kekejaman risiko juga perlu dianalisis dengan benar.

3) Memilih Strategi untuk Mengendalikan Risiko. Hasil analisis langkah dua digunakan untuk membuat keputusan tentang strategi risiko. Dalam beberapa situasi, mungkin tidak diperlukan tindakan tambahan. Namun, dalam keadaan lain, metode canggih digunakan untuk memberi dana kerugian yang sangat mungkin. Sebagai

38 Eko Sudarmanto dkk, 52.

(42)

30

contoh, manajemen keuangan, manajemen SDM, dan manajemen produksi semuanya harus memaksimalkan manajemen risiko.

4) Melaksanakan dan Memeriksa Keputusan Manajemen Risiko.

Langkah berikutnya adalah memilih cara terbaik untuk menangani risiko yang telah ditemukan, dan apakah metode tersebut harus diterapkan oleh organisasi atau individu. Meskipun demikian, manajemen risiko harus merupakan proses yang terus-menerus yang secara teratur menilai keputusan yang telah dibuat. Terkadang muncul risiko baru, terjadi perubahan yang signifikan dari kerugian yang diharapkan, atau kondisi menjadi lebih buruk. Namun, risiko murni tidak selalu tetap. Berbagai risiko memerlukan pertimbangan kembali keputusan dan analisis yang telah dilakukan sebelumnya karena sifatnya yang berubah-ubah.39

d. Tujuan Manajemen Risiko

Manajemen risiko berusaha mengelola bisnis untuk menghindari kegagalan, mengurangi pengeluaran, meningkatkan keuntungan, dan mengurangi biaya produksi.40 Tujuan utama manajemen risiko termasuk:

1) Melindungi perusahaan, juga disebut sebagai perlindungan, melindungi organisasi dari ancaman yang signifikan yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi.

39 Siahaan, Manajemen Risiko: Konsep, Kasus dan Implementasi (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2007), 18-19.

40 Iqbal Fahri Tobing dkk. “Manajemen Risiko Pada Pembiayaan Usaha Kecil dan Mikro”,

Jurnal Edunomika 7, no. 01 (2023): 3.

(43)

2) Pastikan bahwa risiko yang ada di perusahaan telah diidentifikasi dan dievaluasi, dan bahwa langkah-langkah telah dibuat untuk mengurangi dampak dan kemungkinan terjadinya.

3) Menggalakkan manajemen untuk bertindak proaktif dalam mengurangi risiko yang mungkin terjadi dan menjadikan manajemen risiko sebagai pilar kinerja dan keunggulan perusahaan.

4) Pastikan rencana tindakan dilaksanakan dengan baik dan mengurangi dampak dan risiko.

5) Membantu dalam membangun kerangka kerja yang konsisten untuk risiko yang ada dalam proses bisnis dan operasi perusahaan agar perusahaan dapat bertahan.

6) Meningkatkan efisiensi dan produktivitas manajemen karena semua risiko yang dapat mengganggu operasi bisnis telah diidentifikasi, termasuk metode untuk mengatasi gangguan tersebut sehingga perusahaan telah siap untuk menanganinya dengan baik jika gangguan terjadi.

7) Menjadikan semua karyawan perusahaan berhati-hati saat menghadapi risiko. Ketenangan dalam berpikir.41

41 I Putu Sugih Arta dkk, Manajemen Risiko Tinjauan Teori dan Praktis (Bandung: Widina Bhakti Persada: 2021), 16.

(44)

34 BAB III

METODE PENLITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu jenis penelitian yang menghasilkan penemuan yang tidak dapat diperoleh dengan menggunakan prosedur statistik. Penelitian dilakukan pada objek ilmiah, yang berkembang secara natural tanpa dimanipulasi oleh peneliti, dan dinamika objek tersebut tidak dipengaruhi oleh kehadiran peneliti.

Jenis pada penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, yakni penelitian yang menekankan pada penjelasan yang diberikan dalam bentuk uraian. Data yang dikumpulkan semuanya berbentuk kata-kata, gambar, dan sebagainya. Bermaksud untuk menyelidiki risiko dari usaha ayam broiler dan bagaimana manajemen risiko yang tepat untuk digunakan dalam usaha tersebut.42

B. Lokasi Penelitian

Peneliti akan melakukan penelitian tentang analisis manajemen risiko pada peternakan ayam broiler di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, karena peternakan ini belum pernah menerima penelitian sebelumnya.

42 V. Wiratna Sujarweni, Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi (Yogyakarta:

Pustakabarupress: 2021), hal. 24.

(45)

Pemilihan lokasi penelitian adalah karena peternakan ayam broiler Ibu Holifah di Desa Nogosari yang biasanya memiliki kurang lebih 8.000 ayam broiler yang dikelola setiap dua bulan sekali. Peternakan ayam di Desa Nogosari ini merupakan peternakan ayam broiler satu-satunya yang ada di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji. Meskipun terdapat beberapa peternakan di kecamatan tersebut, ada faktor khusus di Desa Nogosari yang mendukung tujuan peneliti, seperti adanya praktik manajemen tertentu, varian genetik ayam broiler dan kondisi sanitasi yang dapat memberikan wawasan tambahan. Selain itu Kondisi geografis dan lingkungan yang berbeda dengan peternakan ayam broiler di Kecamatan Rambipuji yang lain, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih representatif mengenai manajemen risiko pada usaha ayam broiler di wilayah tersebut. Dukungan dari pemilik peternak ayam broiler di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, yang dapat memudahkan pengumpulan data dan informasi serta memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai manajemen risiko pada usaha ayam broiler di wilayah tersebut.43

C. Subyek Penelitian

Pada bagian ini dijelaskan jenis data dan sumbernya. Ini mencakup tujuan untuk mendapatkan data, siapa yang akan digunakan sebagai informan atau subjek penelitian, dan metode pencarian dan penyimpanan data untuk memastikan validitasnya.44 Subyek penelitian yaitu suatu yang diteliti baik orang, benda maupun lembaga. Maka sumber data yang diperlukan yaitu:

43 Holifah, diwawancara oleh Penulis, Nogosari, 12 september 2023.

44 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah IAIN Jember (Jember: IAIN Jember Press: 2019), 46.

(46)

36

Snowball sampling adalah metode mengumpulkan sampel dalam jumlah kecil kemudian meningkatkannya. Sangat mirip dengan bola salju yang menggelinding yang terus-menerus besar. Untuk penentuan sampel, pertama- tama dipilih satu atau dua individu, tetapi karena mereka merasa tidak lengkap dengan data yang diberikan, peneliti mencari individu lain yang dianggap lebih ahli dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua individu sebelumnya. Begitu seterusnya sampai jumlah sampel meningkat.45 Adapun informan yang ditetapkan yaitu:

1. Ibu Holifah selaku pemilik peternakan usaha ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji, Jember. Yang diharapkan untuk memberikan informasi kepada peneliti melalui wawancara tentang analisis manajemen risiko guna bisnis ayam broilernya.

2. Bapak Amin selaku karyawan tetap yang menjaga ayam broiler di Desa Nogosari yang akan dimintai data tambahan tentang peternakan.

3. Bapak Aman selaku karyawan yang terlibat dalam panen ternak ayam broiler.

4. Ibu Ash Selaku karyawan serta informan tentang ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.

5. Ibu Ilmi Selaku karyawan serta informan tentang ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.

45 Muhammad Muhyi dkk, Metodologi Penelitian (Surabaya: Adi Buana University Press, 2018), 46.

(47)

D. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi jika dalam pengumpulan data yang benar. Tahap pengumpulan data harus dilakukan dengan cermat dan tidak salah. Ada berbagai cara untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif, seperti:

1. Observasi

Observasi adalah proses mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menggambarkan peristiwa, menjawab pertanyaan peneliti, membantu memahami perilaku manusia, dan evaluasi. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu.46 Observasi lapangan yang akan peneliti lakukan yaitu dengan survey secara langsung tempat atau lokasi pada usaha ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.

Dengan observasi, Peneliti dapat mengukur variabel melalui observasi dan mengumpulkan bukti empiris melalui pertanyaan yang diajukan. Hasil yang diperoleh dari pengamatan ini tentang:

a.

Sarana dan prasarana terhadap ternak ayam broiler di peternakan Ibu Holifah.

b. Risiko yang terjadi pada usaha peternakan ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.

c. Penerapan manajemen risiko dalam mengatasi risiko pada usaha ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.

46 V. Wiratna Sujarweni, 32.

(48)

38

2. Wawancara

Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang dilakukan untuk mendapatkan informasi dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung dengan pihak yang terkait dengan objek yang diteliti. Dengan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden. Disini peneliti menggunakan metode wawancara semi struktur, yang memungkinkan lebih banyak kebebasan untuk menemukan permasalahan secara terbuka.47 Oleh karena itu, selama wawancara, pembicaraan difokuskan pada tujuan tertentu. Pewawancara akan meminta informan memberikan informasi dalam bentuk fakta, opini, atau sikap agar pewawancara memiliki keuntungan lebih besar dari pembicaraan. Dalam penelitian ini mendapatkan data terkait:

a. Risiko yang terjadi pada usaha peternakan ayam broiler di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.

b. Strategi untuk menerapkan manajemen risiko dalam mengatasi risiko pada usaha ayam broiler.

47 Syahrum, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Citapustaka Media, 2012), 114.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi referensi untuk pengambilan kebijakan oleh manajemen perusahaan mengenai pengungkapan tanggungjawab sosial

Langkah strategis Perseroan dalam meningkat performa perusahaan di tahun 2014, meliputi etika bisnis yang bermartabat, kebijakan dan prosedur, manajemen risiko, pengendalian

Manajemen perusahaan harus mampu mengidentifikasi dan menganalisis risiko untuk menentukan baiknya dalam mengelola risiko. Manajemen perusahaan juga harus mampu

Mengingat keputusan hedging merupakan keputusan penting yang akan menentukan kemampuan perusahaan untuk menghindari dari segala risiko yang ada, serta berdasarkan

Menganalisis sebuah laporan keuangan perusahaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan penting dari analisis bisnis (business analysis) yang berguna untuk

Di dalam perusahaan, kebijakan deviden merupakan bagian penting dalam pengambilan keputusan pendanaan dimana laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun

Sama halnya dengan fungsi kepatuhan, maka fungsi manajemen risiko tetap pada tindakan atau langkah-langkah yang bersifat preventif untuk memastikan bahwa

Secara umum, langkah-langkah utama yang harus diikuti untuk membangun sistem dalam pengembangan sistem penunjang pengambilan keputusan cerdas manajemen risiko rantai pasok