• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat dan Kegunaan Penelitian

Penulis berharap dari penelitian yang dilakukan ini, menghasilkan beberapa manfaat dan kegunaan di antaranya adalah sebagai upaya untuk:

1. Berkontribusi terhadap khazanah kajian di keilmuan Islam, terutama pada bidang penelitian tafsir.

2. Menginformasikan kepada masyarakat Islam Indonesia khusunya yang berkaitan dengan metode penyajian penafsiran di portal tafsiralquran.id

16

3. Memberikan wawasan dan pengetahuan khususnya umat Islam Indonesia berkenaan tentang bagaimana gambaran tafsir era digital dalam tafsiralquran.id

E. Kajian Penelitian Terdahulu

Penelitian yang membahas tentang tema tafsir di era digital ini, sejauh pengamatan dan pencarian penulis, penulis menemukan beberapa penelitian yang membahas hal tersebut. Di antara penelitian tersebut ada yang meneliti dari media sosial, website, dan terdapat juga penelitian yang objeknya bersumber dari platform YouTube. Di antara penelitian-penelitian tersebut adalah sebagai beriku:

Penelitian-penelitian yang ditemukan penulis yang pertama adalah sebuah buku yang di dalamnya menjelaskan tentang kajian tafsir di era internet, yang ditulis oleh Nadirsyah Hosen. Judul buku tersebut adalah

Tafsir Al-Qur’an di Medsos: Mengkaji Makna dan Rahasia Ayat Suci pada Era Media Sosial”. 27 Buku ini diterbitkan pada tahun 2017, yang pada saat itu media sosial terkhususnya aplikasi “Facebook” sedang giat-giatnya membahas penafsiran akan tetapi penafsirannya tampak asal-asalan dan kurang jelas, demikian pun dengan refrensinya. Mengenai fenomena tersebut, Nadirsyah Hosen pun mengemukakan pendapatnya dalam buku yang dituliskannya tersebut. Dalam bukunya tersebut, Nadirsyah Husen menerangkan penafsiran ayat-ayat al-Qur’an yang sedang ramai dibahas di media sosial pada saat itu, dengan bersumberkan pendapat-pendapat ulama terdahulu yang ada dalam kitab tafsir mereka.

Kedua, penetitian yang berjudul “Al-Maidah 51 dari offline ke online; Analisis Penafsiran Auliya’ dari Kitab Tafsir sampai Dunia Maya

27 Hosen, Nadirsyah. Tafsir al-Qur’an di Media Sosial (Medsos) : Mengkaji Makna dan Rahasia Ayat Suci pada Era Media Sosial, (Sleman : Bunyan, 2017).

17

penelitian ini adalah sebuah tesis yang dituliskan oleh Helmy Zakariya, seorang mahasiswa Pascasarjana di Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) di Yogyakarta. Dalam penelitianya ini Helmy Zarkasi mengkaji tentang surat al-Maidah ayat 51 dengan menggunakan metode tematik, yang pada tahun 2016 silam, ayat tersebut sedang ramai dibahas. Dalam penelitiannya tersebut, Helmy bukan hanya merujuk pada kitab-kitab tafsir yang sudah tercetak, namun ia juga merujuk pada sudut pandang tafsir-tafsir yang ada di media sosial, yang dimana tafsir tersebut mengandung kontroversi. Penemuan dari penelitian tersebut menjelaskan bahwa penafsiran yang dilakukan oleh ahli tafsir melalui karya-karya kitabnya memiliki metode yang berbeda dibandingkan dengan penafsiran yang dilakukan oleh pengguna internet (netizen) yang ada di media sosial. Metode penafsiran yang digunakan oleh netizen tidaklah tentu dan tidak sesuai dengan kaidah penafsiran, selain itu tidak semua netizen yang menafsirkan terebut memiliki kafasitas dalam di bidang ilmu tafsir apalagi menfsirkan sesuai dengan kaidah ilmu tafsir. Sedangkan para ulama tafsir yang telah menerbitkan karta penafsirannya dalam bentuk kitab memiliki kapasitas keilmuan di bidang ilmu tafsir.28

Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Nafisatuzzahro, yang berjudul “Tafsir Al-Qur’an Audiovisual di Cybermedia: Kajian Terhadap Tafsir AlQur’an di YouTube dan Implikasinya Terhadap Studi Al-Qur’an dan Tafsir”. Penelitian tersebut merupakan tesisnya yang dikerjakan untuk menyelesaikan pendidikan magisternya di UIN Sunan Kalijaga. Dalam penelitian tersebut Nafisatuzzahro terfokuskan pada kajian tafsir yang ada di 8 chanel “YouTube”. Fokus Penekanan penelitiannya adalah pada aspek

28 Zakariya, Helmy. “Al-Maidah 51 dari offline ke online; Analisis Penafsiran Auliya’ dari Kitab Tafsir sampai Dunia Maya”, dalam Tesis (Yogyakarta: Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga (UIN SUKA), 2018).

18

audio dan visual yang tersedia di aplikasi “YouTube”. Dalam tesisnya tersebut Nafisatuzzahro berpendapat bahwa kajian tafsir di media sosial adalah suatu fenomena yang baru dibidang kajian Islamic studies. selain itu, penelitiannya pun memaparkan mengenai dinamika pengkajian tafsir yang terdapat pada media sosial. 29

Keempat, penelitian dalam jurnal Jurnalisa UIN Alaudin Makasar yang berjudul: “Agresi Media Dan Kematian Ruang Sosial (Tafsir Sosiologis atas Hegemoni Media Sosial)” penelitian tersebut ditulis oleh Sakaruddin Mandjarreki dari UIN Alauddin Makassar. Dalam tulisannya, Sakarudin mejelaskan bahwa media sosial menjadi salah satu fasilitas untuk antarpribadi berjumpa dengan tanpa dibatasi oleh jarak. Masyarakat tidak lagi hanya mau menjadi seorang pembaca di era modern ini, akan tetapi mereka juga ingin dapat menjadi seorang pembaca yang dapat secara langsung berinteraksi dengan si penulis dan bahkan menghakimi pembaca yang lain.

Kemajuan dan perkembangan tekhnologi khususnya dalam bidang media sosial di masa sekarang telah mengubah pola berbicara, pola pikir, bahkan cara bergaul seseorang terhadap orang lain. Dibutuhkan kesadaran dan solusi atas dampak dan pengaruh media sosial agar masyarakat dapat bersikap lebih cermat, bijaksana, dan bertanggung jawab ketika mereka menggunakan media sosial khususnya ketika berinteraksi dengan orang lain. Hal-hal apapun yang dibicarakan atau yang dibahas di media sosial akan menjadi bahan tontonan atau pembahasan oleh masyarakat umum. Dengan adanya media

29 Nafisatuzzahro. “Tafsir al-Qur’an Audiovisual di Cybermedia: Kajian Terhadap Tafsir Al-Qur’an di YouTube dan Implikasinya Terhadap Studi Al-Qur’an dan Tafsir”, dalam Tesis (Yogyakarta: Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga (UIN SUKA),2016).

19

sosial ini, terkadang seringkali penggunanya melanggar batas-batas privacy diri maupun orang lain yang terkadang hal ini tidak diperhatikan.30

Kelima, penelitian yang ditulis oleh Syarif Hidayat dalam Jurnal : Studi Islam yang berjudul: “Al-Qur’an Digital (Ragam, Permasalahan dan Masa Depan)”. Yang diterbitkan di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Terpadu Yogyakarta, dalam tulisannya, Syarif Hidayat menjelaskan bahwa al-Quran yang berbentuk digital dibagi menjadi tiga bentuk secara umum, yaitu sebagai berikut pertama, al-Quran digital dalam bentuk aplikasi ponsel seperti Muslim Pro, Pocket Quran, al-Quran al-Hadi Qur’an Reader, Moshaf, Quran, dan lainnya. kedua, al-Quran digital dalam bentuk situs online seperti yang ada dalam situs www.hajiumroh.com, www.dudung.net, www.

searchquran.net www.jkmhal.com, dan lainnya. dan ketiga, al-Quran digital dalam bentuk perangkat lunak (software) seperti Al-Qur’an Digital, Holy Qur’an, Holy Viewer, Zekr, dan lainnya. Al-Qur’an digital akan berkembang di masa depan, beriringan dengan berkembangnya teknologi komputer maupun teknologi informasi. Pada saat ini teknologi computer berkembang yang arahnya bertujuan untuk memberikan kemudahan penggunaan dalam menjalani aktifitas sehari-hari, khususnya perkembangan tersebut mengarah ke fungsi yang ada pada panca indra manusia, seperti; pendengaran, penglihatan, perasa, penciuman, dan peraba.31

Keenam, penelitian yang ditulis oleh Wildan Imaduddin Muhammad dalam jurnal Maghza yang judulnya; “Facebook sebagai Media Baru Tafsir Al-Qur’an di Indonesia (Studi Atas Penafsiran Al-Qur’an Salman Harun)”.

30 Sakaruddin Mandjarreki. “AGRESI MEDIA DAN KEMATIAN RUANG SOSIAL (Tafsir Sosiologis atas Hegemoni Media Sosial)”. (Makasar : FDK UIN Alauddin Makassar.

Dalam jurnal : Jurnalisa Vol 04 Nomor 2, November 2018).

31 Hidayat, Syarif. “Al-Qur’an Digital (Ragam, Permasalahan dan Masa Depan)”. Dalam jurnal: Studi Islam, (Yogyakarta : STAI Terpadu Yogyakarta. Volume 1, No. 1, Desember 2016).

20

Yang diterbitkan di Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam penelitiannya ini wildan membahas tema tentang penafsiran al-Qur’an yang dibahas di aplikasi “Facebook”, khususnya pembahasan tafsir al-Quran yang ada pada akun Facebook “Salman Harun”. Wildan dalam penelitiannya memaparkan bahwa metodologi Salman Harun dalam menginterpretasikan al-Qur’an terdapat relevansi antara metode penafsiran al-Qur’an dengan metode hermeneutika yang ditulis olehnya di akun Facebook “Salman Harun”.32

Ketujuh, penelitian yang dilakukan oleh Mabrur dalam jurnal:

Prosiding Konferensi Intregrasi Islam dan Sains. yang berjudul; “Era Digital dan Tafsir al-Qur’an Nusantara: Studi Penafsiran Nadirsyah Hosen di Media Sosial”. Mabrur dalam penelitiannya menjelaskan bahwa, dalam memberi warna baru untuk membaca pergeseran zaman dengan pemanfaatan media sosial sebagai wadah untuk menelaah dan memberi perspektif penafsiran sosok Nadirsyah Hosen telah berhasil. Indikator keberhasilan tersebut berdasarkan pada antusiasme masyarakat dalam menanggapi atau pun membagikan penafsiran yang dituliskan olehnya. Usaha penafsiran yang dilakukan Nadirsyah memberikan semangat keagamaan yang inklusif dan terbuka serta disertai dengan nuansa ke Indonesia-an yang menjunjung pada aspek keterbukaan, keadilan, dan kebebasan. Di samping itu hal yang menarik dari kajian tafsir yang dilakukan oleh Nadirsyah di media sosial adalah isu yang diangkat adalah isu kekinian dan juga menanggapi wacana keagamaan yang sedang berkembang pada saat ini. walaupun demikian, terdapat suatu hal yang dipandang dapat mengurangi kesempurnaan kajiannya yaitu sistematika dalam penyajian tafsirnyanya tidak seutuhnya

32 Wildan Imaduddin Muhammad. “Facebook Sebagai Media Baru Tafsir Al- Qur’an di Indonesia (Studi Atas Penafsiran Al-Qur’an Salman Harun)”. dalam Jurnal : Maghza (Vol. 2, No. 2, tahun 2017).

21

sama persis dengan konteks penafsiran yang dilakukan oleh selainnya.

Namun meskipun demikian, ke-khasan warna penafsirannya adalah banyak memunculkan pandangan para ulama tafsir dari satu generasi kegenerasi yang lainnya.33

Kedelapan, penelitian yang ditulis oleh Muhamad Fajar Mubarok &

Muhamad Fanji Romdhoni dalam Jurnal: Iman dan Spiritualitas dengan judul; “Digitalisasi al-Qur’an dan Tafsir Media Sosial di Indonesia”. Dalam tulisannya tersebut, mereka menjelaskan bahwa kemajuan tekhnologi atau yang disebut juga dengan new media, menjadikan segala proses pembelajaran khususnya pada bidang al-Qur’an menjadi lebih dimudahkan. Meski para masyarakat yang tinggal di perkotaan disibukan dengan segala aktifitasnya baik di rumah maupun di tempat mereka bekerja, dengan adanya kemajuan teknologi ini, mereka kini dimudahkan untuk mengakses bagaimana cara mempelajari al-Qur’an baik itu dalam bentuk al-Qur’an cetak maupun al- Qur’an digital, yang disertai dengan keunggulan-keunggulan dan kegunaannya, dan hal tersebut dapat dilaksanakan kapanpun dan dimanapun.

Akan tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah kredibilitas dan kualifikasi Mufassir ataupun aplikasi Tafsir yang ada di media sosial, berkaitan dengan kredibilitasi aplikasi yang dipakai, secara hujjah harus diketahui terlebih dahulu apakah di dalam pembuatan aplikasi tersebut terdapat peran cendikiawan atau ulama muslim yang ahli dan memahami ilmu tafsir atau tidak. Hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan agar pemahaman, ilmu, pendapat, ataupun kutipan yang diambil refrensinya jelas dan sesuai. Karena banyak pula dari para kalangan cendikiawan, dan ulama muslim yang menggunakan kemajuan tekhnologi khususnya di media sosial untuk

33 Mabrur, “Era Digital dan Tafsir al Qur’an Nusantara: Studi Penafsiran Nadirsyah Hosen di Media Sosial”. dalam jurnal: Prosiding Konferensi Intregrasi Islam dan Sains, (Volume 2, Maret 2020).

22

menyiarkan ajaran Islam, diantaranya yaitu pada bidang di kajian Tafsir maupun al-Qur’an.34

Dari penelitian-penelitian yang dipaparkan oleh penulis di atas, terlihat bahwa penelitian-penelitian tersebut menitik beratkan pada kajian yang ada dalam media sosial atau kajian di era digital, dengan berbagai macam platformnya.

Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian penulis ini salah satunya adalah pada penelitian ini penulis akan membahas penafsiran yang ada dalam fortal tafsir.id. sehingga akan tampak jelas perbedaan antara penelitian-penelitian yang sudah dibahas di atas dengan penelitian penulis ini.

Dokumen terkait