• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat dan Peran Information, Comunication, Tehnology (ICT)

A. Pembelajaran Berbasis Information, Comunication, Tehnology (ICT)

2. Manfaat dan Peran Information, Comunication, Tehnology (ICT)

2. Manfaat dan Peran Information, Comunication, Tehnology

(misalnya: simulasi, game, animasi) juga memberi fasilitas kepada siswa untuk memanipulasi situasi yang ada dan menglreasi produk secara kreatif dan menarik.8

Adapun pemanfaatan teknologi informasi untuk pendidikan teknologi informasi yang telah diterapkan dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok. Kelompok yang pertama adalah memaanfaatkan computer untuk menyampaikan materi pengajaran itu sendiri, yang biasa dikenal dengan istilah Computer Assisted Instructional (CAI) atau Computer Based Traning (CBT). kelompok kedua adalah untukpendistribusian materi ajar melalui jaringan internert. Materi ajar dapat dikemas dalam bentuk webpage ataupun program belajar interaktif (CAI atau CBT). Kelompok ketiga adalah sebagai media komunikasi dengan pakar, narasumber atau peserta didik yang lain. 9

Pengembangan dan penerapan TIK juga bermanfaat untuk pendidikan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu aspeknya adalah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau yang berpencar-pencar dan kontur permukaan buminya yang sering sekali tidak bersahabat, biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan penerapan TIK untuk pendidikan. Adapun manfaat TIK bagi bidang pendidikan yang lain yaitu:10

a. Akses keperpustakaan.

b. Akses ke pakar.

c. Perkuliahan secara online.

8 Kade Suartama, Dewa Kade Tastra, E-Learning Berbasis Moodle, h. 5

9 Deni Darmawan, Komunikasi Pendidikan Perspektif Bio-Komunikasi, (Bandung:

PT Remaja Rosdakaryah, 2015), h. 92.

10 Deni Darmawan, Teknologi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosda karya, 2011), h. 7

d. Menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikaan.

e. Menyediakan fasilitasmesin pencari data.

f. Menyediakan fasilitas diskusi.

g. Menyediakan fasilitas direktorat alumni dan sekolah.

h. Menyediakan fasilitas kerja sama.

Di Indonesia perkembangan Teknologi Informasi serta perannya terdiri dari beberapa bidang yaitu:

1) Bidang Pendidikan

Guru atau dosen di dalam kelas berfungsi sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber diseminasi pengetahuan, karena pada hakikatnya semua manusia di dunia ini dapat dan berpotensi sebagai “Guru” bagi peserta didik. Dalam kaitan inilah maka peran TIK yang pertama didefinisikan, yaitu sebagai sebuah sumber ilmu pengetahuan. tentu saja yang dimaksud di sini adalah internet, suatu jaringan raksasa yang mempertemukan dan mengintegrasikan seluruh pusat-pusat refrensi pembelajaran yang ada di muka bumi ini (Kumail,2002). Jendela aplikasi pencarian refrensi atau perangkat lunak berselancar di internet semacam Google, Altavista, dan Yahoo, merupakan teknologi yang sangat tinggi nilai manfaatnya dalam perspektif ini. Peran strategis TIK yang kedua, masih dalam konteks KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) dan internet adalah kenyataan bahwa internet bukan hanya menjadi sumber refrensi, tetapi lebih jauh lagi menjadi tenpat bertemunya para individu pembelajar itu sendiri.

Dengan menggabungkan kedua peranan strategis TIK yang telah dipaparkan sebelumnya, maka akan didapatkan sebuah peranan yang menjadi penyebab terjadinya refolusi di dunia pendidikan, yaitu TIK sebagai media pemungkin (baca: driver) terjadinya transformasi pendidikan. Hal ini sejalan dengan filsafat pendidikan dan teknologi yang mengatakan bahwa dengan teknologi, manusia semakin lebih berpeluang untuk menciptakan perubahan yang bermanfaat bagi kehidupan yang lebih berkembang dan maju, karna

teknologi pada dasarnya merupakan suatu sistem intelektual pemberdayaan manusia yang dihasilkan dari sistem kegiatan pendidikan. Dalam kaitan ini, proses digitalisasi terhadap sumber daya pendidikan dan proses pendidikan melahirkan berbagai inisiatif penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar dengan memanfaatkan internet sebagai media penembus batas ruang dan waktu.

Peranan TIK selanjutnya, yaitu keempat, adalah dengan menjadikanteknologi ini sebagai pendukung pengajar dan peserta didik untuk mengatasi keterbatasaan panca indra dalam menyerap, mengelola, mengorganisasikan, menyampaikan, mengelaborasikan, menyimpulkan dan mengimplementasikan berbagai khazanah pengetahuan dan kompetensi yang menjadi obyek pembelajaran.

Peran kelima dari TIK adalah sebagai komponen atau bagian tak terpisahkan (baca: terintegrasi) dari kerangka kurikulum dan metode pendekatan mengajar-belajar yang disusun (Dakir, 2004) salah satu strategi pembelajaran berbasis KBK adalah dengan mengimplementasikan beragam metode instruksional sekaligus, seperti model studi mandiri, sumulasi, insiden, bermain peran, praktikum, eksperimen, dan lain-lain (Yamin, 2003).

Berikutnya adalah peranan TIK keenam bagi pelajar dan peserta didik adalah sebagai alat pemicu atau penyeimbang gaya belajar individu yang bermacam-macam karena berbedanya tinggkat kecerdasan manusia (Hoerr, 2007). Konsep kecerdasan majemuk yang sifatnya unik bagi masing-maing individu menggambarkan perlunya peroses kustomisasi terhadap bahan ajar dan metode pendekatan pembelajaran agar menjadi semakin efektif (Armstrong, 2002).

Jika keenam peran TIK yang telah dikemukakan sebelumnya memiliki keterkaitan erat dengan guru atau dosen sebagai pengajar dan siswa sebagai peserta didik, maka peran ketujuh TIK dalam dunia pendidikan lebih mengarah pada unsur pengelolaan institusipendidikan seperti sekolah dan kampus. Peranan yang dimaksud adalah kemampuan TIK sebagai teknologi penunjang menejemen oprasional institusi pendidikan, agarpengolahan berbagai

sumber daya yang dimiliki dapat terjadi secara efektif, efisien, optimal,dan terkontrol dengan baik.

Peran kedelapan TIK dalam dunia pendidikan ditujukan bagi para pimpinan dan pengelola institusi sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan.

Melalui aplikasi MIS (Management Information System), DSS (Desion Suport System), TIS (Transactional Information System), data warehouse, dashboard, dan sejenisnya - pemilik dan penyelenggara lembaga pendidikan dapat melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan proses peyelenggaraan mengajar-belajar di institusi terkait. Syarat dari proses pengambilan keputusan adalah tersedianya informasi yang lengkap dan berkualitas. Informasi yang dimaksud diambil dari seluruh data hasil rekamaan pada peroses operasional dan administrasi sehari-hari (Oriondp, 2005).

Peran TIK yang kesembilan diperoleh dari kenyataan bahwa pada akhirnya, untuk dapat menjalani keseluruhan kapabilitas teknologi yang telah dipaparkan diatas, TIK harus dapat menjadi salah satu infastruktur penting yang dimiliki institusi pendidikan. Dalam hal ini, sebuah sekolah atau kampus harus memiliki koneksi tranmisi data dengan cara terhubung langsung ke infasruktur telekomunikasi, baik melalui jalur terestial, kabel laut, maupun satelit.

Dan pada akhirnya peran TIK yang terakhir, atau kesepuluh, adalah untuk mengubah institusi pendidikan yang telah menerapkan sebagaian atau keseluruhan peran TIK tersebut menjadi sebuah pusat unggulan atau “center of excellence” bagi lembaga-lembagai pendidika sejenis lainnya.11

2) Bidang Pemerintahan (e-government)

Bidang Pemerintahan (e-government) adalah penggunaan informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihk-pihak lain. Beberapa manfaat e-

11 Richardus Eko Indrajat, Peranan Teknologi Informasi pada Perguruan Tinggi ,(Graha Ilmu: yogyakartga, 2014), h. 14-23

government antara lain: a) pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. b) peningkatan pelayanan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. c) pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. d) pelaksanaan pemerintahan yang lebh efisien.

3) Bidang keuangan dan perbankan

Untuk menunjang keberhasilanoperasional sebuah lembaga keuangan seperti bank, sudahpatidiperlukan system informasi yangandaldan dapat diakses dengan mudah oleh nasabhnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online.12

Dari kesepuluh peranan TIK yang telah dipaparkan diatas dalam bidang Pendiidikan maka dapat disimpulkan bahwa TIK atau ICT memiliki peranan dan manfaat yang sangat penting pada kehidupan manusia dewasa ini baik dalam dunia pendidikan ataupun dalam hal lainnya. Dan dalam dunia pendidikan TIK memiliki manfaat sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat diakses melalui jaringan internet dengan menggunakan berbagai macam aplikasi, sebagai pendukung keterbataannya panca indra dalam menyerap, mengolah, menyampaikan, dalam hal ini peserta didik akan lebih mudah dalam memahami atau menyerap suatu ilmu atau materi-materi yang sulit, dan sebagai penyeimbang gaya belajar individu yang mana daya tangkap atau tingkat kecerdasan peserta didik beragam macam maka dengan menggunkan TIK peserta didik dapat lebih mudah menangkap materi pleajaran dengan metode-

12 Hamzah B. Uno, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran, (Jakarta:

Bumi Aksara, 2010), h. 202-203

metode pembelajaran aktif yang berkaitan dengan TIK. Program pengembangan TIK di Indonesia dilihat dari perannya dalam bidang penddikan, pemerintahan serta keuangan dan perbankan bermaksud untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatakn system perencanaan, pengelolaan, pemantauan kegiatan dan kemajuan IPTEK.

Dokumen terkait