EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ICT BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Kasus Siswa Kelas X SMA Negeri 70 Jakarta) Skripsi ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Oleh:
Meifitha Azizah NIM.14311379
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA 1439 H/2018 M
i
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi dengan judul “Efektivitas Model Pembelajaran ICT Based Learning Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Siswa Kelas X SMA Negeri 70 Jakarta)” yang disusun oleh Meifitha Azizah Nomor Induk Mahasiswa: 14311379 telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan ke sidang munaqasyah.
Jakarta, 30 Juli 2018 Pembimbing,
Herman, M.Si
ii
LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi dengan judul “Efektivitas Model Pembelajaran ICT Based Learning Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Siswa Kelas X SMA Negeri 70 Jakarta)” yang disusun oleh Meifitha Azizah dengan NIM 14311379 telah diujikan dalam sidang Munaqosyah Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta pada tanggal 0_ Agustus 2018. Skripsiini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.).
Jakarta, , 02 Agustus 2018 Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta,
Dr.Hj. Umi Khusnul Khotimah, M. Ag.
Sidang Munaqosyah
Ketua Sidang Sekretaris Sidang
(………...) (………..) Penguji I Penguji II
Dr. Esi Hairani, M.Pd. Dr.Hj. Umi Khusnul Khotimah, M. Ag.
Pembimbing
Herman, M. Si
iii
PERNYATAAN PENULIS
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Meifitha Azizah
NIM : 14311379
Tempat/Tanggal Lahir : Tangerang, 02 Mei 1995
menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Efektivitas Model Pembelajaran ICT Based Learning Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Siswa Kelas X SMA Negeri 70 Jakarta)” adalah benar-benar asli karya saya kecuali kutipan-kutipan yang sudah disebutkan. Kesalahan dan kekurangan di dalam karya ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.
Jakarta, 30 Juli 2018
Meifitha Aizah
iv MOTTO
“If you be patient with some difficulties for a while, you will enjoy some enjoyments fot long time”
Meifitha Azizah. NIM : 14311379 Judul Skripsi: “Efektifitas Model Pembelajaran ICT Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas X SMA Negeri 70 Jakarta”. Prodi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah. Institut Ilmu Al-Qur’an. Jakarta.
Dengan kemajuan teknologi yang telah ada saat ini kegiatan belajar mengajar di dalam kelas harus mulai didukung dengan teknologi yang sesuai, agar para peserta didik mampu bersaing dalam menghadapi tantangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi mendatang. Lembaga pendidikan harus menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu memenuhi tuntutan zaman yang cenderung berkembang sejalan dengan berkembangnya teknologi. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau adalah suatu teknologi yang berkaiataan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi yang terdiri dari perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) yang berfungsi sebagai alat bantu komunikasi dan penyebaran informasi yang meliputi: radio, televisi, , komputer dan jaringan perangkat keras dan perangkat lunak, sistem satelit dan sebagainya. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas penggunaan model pembelajaran ICT Based Learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 70 Jakarta. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, peneliti menggunakan penulisan kepustakaan (library research) dan penulisan lapangan (filed research), sehingga metode yang digunakan adalah metode korelasional dengan menggunakan analisis product moment. Adapun metode pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, angket/kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penulisan ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efektifitas penggunaan model pembelajaran ICT Based Learning terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PAI di SMA Negeri 70Jakarta. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar mata pelajran PAI, dengan melihat hasil perhitungan nilai r hitung lebih besar (0,822) dari pada r tabel (0,345 dan 0,266), maka berdasarkan data yang ada dengan demikian hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan Ada hubungan yang signifikan, antara penggunaan model pembelajaran ICT Based Learning (variabel X) dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 70 Jakarta (variabel Y) diterima, sedangkan hipotesis nihil ditolak dengan besar rxy 0,822.
Kata Kunci: Efektifitas Model Pembelajaran ICT Based Learning dan Hasil Belajar siswa
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, tidak ada ungkapan yang Maha dahsyat, yang lebih indah, untu diungkapkan selain rasa syukur yang sedalam-dalamnya kepada Allah SWT. Sang pemilik taqdir. Yang memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi Fakultas Tarbiyah di Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.
Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan mulia Nabi Muhammad SAW. Seorang revolusioner, sang pemimpin, sang pencerah bagi umat Islam.
Banyak tantangan dan hambatan yang penulis hadapi dalam penulisan skripsi ini, namun berkat kesungguhan hati, kerja keras, dorongan dan juga dukungan dari berbagai pihak sehingga sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. Hambatan dan kesulitan tersebut ada yang tidak berguna (sia- sia) dan penulis akui semua itu menjadi pengalamaan dan pelajaran yang berharga.
Selanjutnya peneliti menyadari sepenuhnya bahwa kemampuan dan pengetahuan penulis terbatas, namun dengan adanya bimbingan dan arahan serta motivasi dari berbagai pihak sangatmembantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih sedalam-dalamnya kepada pihak yang telah berjasa dalam penulisan skripsi ini, kepada semua yang tercinta dan tersayang:
1. Prof. Dr. Hj. Huzaemah T. Yanggo, MA Rektor Institut Ilmu Al- Qur’an (IIQ) Jakarta beserta stafnya yang telah memberikan fasilitas selama proses belajar mengajar.
ii membantu peneliti selama ini.
3. Herman, M.Si, dosen pembimbing yang tulus meluangkan waktu dan selalu memberi motivasi peneliti dalam proses penyelesaian skripsi ini.
4. Segenap dosen Insitut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta yang telah menstransfer Ilmunya.
5. Segenap Guru dan Staf di SMA Negeri 70 Jakarta yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian ini.
6. Kedua orang tua yang saya cinta yaitu Bapak Effendi dan Ibu Masitoh, S.Pd yang selalu memberikan do’a dan dukungan baik moril maupun materil selama menuntut ilmu di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta hingga selesai.
7. Kakak-kakakku yang selalu ada baik suka maupun duka, yang selalu membuatku tersenyum disaat padat dan lelahnya aktivitas-aktivitas yang ku jalani.
8. Sahabat-sahabatku, Rabiatul Adawiyah, Rahmah Kamelia, Besse Kumala sari, Ulfa Afifah, Dian Hafidz, Hilma, dan seluruh teman Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta yang tak lelah menjadi teman-teman yang baik dalam menyelesaikan studi di IIQ Jakarta.
9. Semua pihak yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini baik moril maupun materil.
10. Seluruh teman-teman seperjuangan angkatan 2014, perjuangan kita tak terhenti sampai di sini, semoga Allah SWT selalu memudahkan dan meridhoi setiap langkah kita.
11. Adik-adik IIQ yang selalu memberi senyum dan salam semangat kepada peneliti.
iii kita selalu dipenuhi dengan ridha-Nya.
Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa peneliti harapkan demi kesempurnaan skripsi ini.
Akhirnya semoga Allah SWT memberikan manfaat bagi peneliti dan bagi siapapun yang membacanya, sebagai khazanah ilmu dan telaah diri dalam dunia pendiidkan. Amin.
Jakarta, 09 Juli 2018 Peneliti
Meifitha Azizah
iv PERSETUJUAN PEMBIMBING LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN PENULIS MOTTO
KATA PENGANTAR ... i
ABSTRAK ... iii
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 7
C. Pembatasan Masalah ... 7
D. Perumusan Masalah ... 8
E. Tujuan dan Manfaaat Penelitian ... 8
F. Tinjauan Pustaka ... 9
G. Sistematika Penulisan ... 14
BAB II KAJIAN TEORI A. Pembelajaran berbasis ICT ... 17
1. Pengertian ICT (Information and Communication 2. Tehnology ) ... 17
3. Manfaat, fungsi, dan peran ICT dalam Pembelajran ... 21
4. Jenis-jenis ICT dalam Pembelajaran ... 27
5. Kelebihan dan Kekurangan ICT ... 29
B. Hasil belajar ... 31
1. Hakikat Hasil Belajar ... 31
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil beljar ... 32
v
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam ... 37
2. Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam ... 39
3. Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ... 48
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 53
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 54
C. Populasi dan Sampel ... 55
D. Teknik Pengumpulan Data ... 57
E. Teknik Analisis Data ... 60
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran umum lokasi penelitian ... 65
1. Sejarah SMA Negeri 70 Jakarta ... 65
2. Visi dan Misi ... 68
3. Tujuan dan target/sasaran ... 69
4. Sarana dan Prasaraba ... 75
5. Prestasi Sekolah SMA Negeri 70 Jakarta ... 76
B. Analisis Data ... 79
1. Deskripsi Variabel Tentang Efektifitas Penggunaan Model Pembelajaraan ICT Based Learning Mata Pelajaran PAI ... 79
2. Deskripsi Variabel Hasil Belaajar ... 99
C. Analisis Data ... 100
D. Interpretasi Data ... 105
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 109
B. Saran ... 109
vi LAMPIRAN
vii
Tabel 1 : Penggolongan Prilaku menurut Bloom ... 35
Tabel 2 : Kisi-kisi Angket ... 58
Tabel 3 : Interpretasi Krelasi ... 62
Tabel 4 : Daftar Guru SMA Negeri 70 Jakarta ... 72
Tabel 5 : Daftar Pembina Ekstrakurikuler SMA Negeri 70 Jakarta ... 74
Tabel 6 : Prestasi Non Akademik ... 77
Tabel 7 : Teknik penyampaian dengan model pembelajaran ICT Based Learning yang digunakan guru menarik ... 81
Tabel 8 : Teknik penyampaian pelajaran dengan model pembelajaran ICT Based Learning yang digunakan guru menarik ... 81
Tabel 9 : Siswa fokus terhadap pembelajaran PAI selama proses pembelajaran PAI ... 82
Tabel 10: Siswa memahami pelajaran PAI yang dijelaskan dengan menggunakan model pembelajaran bebrbasis ICT ... 83
Tabel 11 : Siswa merasa senang terhadap penyampaian materi guru PAI ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung ... 83
Tabel 12 : Guru memberikan hukuman kepada siswa yang malas ... 84
Tabel 13: Dengan model pembelajaran ICT based learning siswaberminat belajar mata pelajaran PAI ... 84
Tabel 14 : Guru sangat disiplin saat mengajar PAI ... 85
Tabel 15 : Siswa dengan mudah menangkap pelajaran yang diberikan oleh guru dengan menggunakan pembelajaran ICT based learning ... 85
viii
based learning sangat efektif ... 86 Tabel 17: Pemanfaatan waktu yang digunakan oleh guru PAI dalam
pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ICT based learning sangat efektif ... 87 Tabel 18 : Tanggapan siswa baik terhadap penyampaian atau penjelasan
guru PAI di kelas ... 87 Tabel 19: Penampilan video yang ditampilkan guru dalam penampilan
PAI menambah minat belajar siswa ... 88
Tabelj20: Pemanfaatan waktu yang digunakan guru PAI dengan menggunakan model pembelajaran ICT based learning sangat
efektif ... 88 Tabel 21 : Guru melarang siswa bercanda saat pelajaran berlangsung ... 89 Tabel 22 : Siswa mampu menerima semua informasi dari guru pada mata
pelajaran PAI ... 89 Tabel 23 : Siswa bisa memahami setiap materiyang telah dipelajari ... 90 Tabel 24 : Siswa sangat puas dengan hasil nilai yang PAI yang diperoleh .. 90 Tabel 25 : Siswa selalu ingat tentang materi yang telah diajarkan oleh guru
PAI ... 91 Tabel 26 : Siswa menjawab dengan cepat bila diberikan pertanyaan ... 92 Tabel 27 : Siswa ingin memperbaiki jika mendapatkan nilai yang jelek ... 92 Tabel 28: Siswa selalu mendapatkan ide setelah menerima materi baru
yang diberikan oleh guru mata pelajaran PAI ... 93 Tabel 29 : Prestasi siswa baik dalam pelajaran PAI ... 93 Tabel 30: Nilai skor yang diperoleh siswa terhadap hasil belajar PAI
sangat memuaskan ... 94
ix
based learning ... 94 Tabel 32b:bPemberian poin untuk siswa yang bisa menjawab atau
menjelaskan suatu materi yang sedang dibahas ... 95 Tabeln33: Guru memberikan tugas presentasi kepada siswa dalam
pelajaranPAI ... 96 Tabel 34 : Siswa membuat power point ketika menampilkan ... 96 Tabel 35 : Pembagian atau pengumpulan tugas/proyek mata pelajaran PAI
dengan meggunakan email, mailing list, atau aplikasi lainnya .... 97 Tabel 36 : Siswa diberikan waktu untuk menjawab temann sejawatnya .... 98 Tabel 37: Nilai Angket Efektifitas Model Pembelajaran ICT Based
Learning (Variabel X) Dan Hasil Ulangan Harian Siswa (Variabel Y) Mata Pelajaran PAI ... 100 Tabel 38 : Korelasi antara variabel X dan variabel Y ... 103
x
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Lembar wawancara
Lampiran 2 : Lembar Data Mentah Hasil Angket Lampiran 3 : Lembar Angket
Lampiran 4 : Surat Pengajuan Judul Skripsi Lampiran 5 : Surat permohonan Penelitian Lampiran 6 : Surat Permohonan Pembimbing Lampiran 7 : Surat Keterangan Penelitian Lampiran 8 : Dokumentasi
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah sesuatu yang amat vital bagi kehidupan manusia sebagai upaya manusia untuk memanusiakan manusia1. Pendidikan juga menjadi suatu faktor yang menunjukan maju atau tidaknya suatu negara. Selain itu pendidikan merupakan aspek penting dalam peradaban manusia, karenanya peradaban manusia ditandai dengan kemajuan teknologi yang telah beredar di era globalisasi saat ini.
Dampak globalisai mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam dunia pendidikan maupun tenaga kerja.
Dengan kemajuan teknologi yang telah ada saat ini kegiatan belajar mengajar di dalam kelas harus mulai didukung dengan teknologi yang sesuai, agar para peserta didik mampu bersaing dalam menghadapi tantangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi mendatang.
Dan denagn kemajuan tehknologi ini pula akan menyita banyak waktu kita untuk selalu bisa menyetarakan dan menyeimbangkan dengan kemajuan zaman, kondisi seperti inilah yang menuntut dunia pendidikan untuk bersaing secara keritis. Lembaga pendidikan harus menghasilkan harus menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu memenuhi tuntutan zaman yang cenderung berkembang sejalan dengan berkembangnya teknologi. Dalam Al-Qur‟an surat Al „Alaq ayat 1-5, Allah telah mengisyaratkan agar manusia mau belajar, mengusai ilmu pengetahuan. Perintah Allah ini dalam firman-Nya berbunyi :
1 Nana Sudjana, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah, (Bandung : CV Sinar Baru, 1991),cet. 2, h. 1
2
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah mencipatakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajari manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya.”
(QS.Al-Alaq [30]: 1-5)
Apa yang harus dibaca? Yang harus dibaca adalah alam semesta yang diciptakan Allah ini yang banyak mengandung ilmu pengetahuan termasuk ilmu teknologi. Allah sengaja menciptakan alam semesta ini agar dipelajari oleh manusia sebagai suatu ilmu pengetahuan. Allah juga memberikan ilmu pengetahuan kepada manusia sejak awal penciptaan manusia sebagai pembeda dengan makhluk lainnya. Surah Al-„Alaq ayat 1-5 merupakan wahyu yang pertama kali diterima oleh Nabi Muhammad dari Allah melalui perantara Malaikat Jibril ketika sedang berkhalwat di Gua Hira. dalam belajar kita harus senantiasa memohon petunjuk kepada Allah, karena pada dasarnya segala ilmu pengetahuan berasal dari Allah semata. tanpa karunia-Nya mustahil manusia dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang dikehendaki. Oleh karena itu, selain berusaha dengan belajar yang sungguh-sungguh dan tidak mudah menyerah, hendaknya manusia senantiasa berdo‟a kepada Allah agar ilmu yang dipelajari mudah diserap dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ilmu teknologi yang terus menerus berkembang seiring berkembangnya zaman, kita sebagai makhluk Allah harus selalu memohon petunjuknya dalam belajar mengembangkan, memanfaatkan ilmu teknologi ini dengan baik.
Teknologi adalah merupakan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan untuk kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Dalam pendidikan teknologi berperan untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja.
Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengolahan alat bantu pembelajaraan sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini sangat gradual.
Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan media cetak, menjadi penyediaan permintaan dan pemberian layanan scara multi sensori dari berbagainya individu menyerap informasi, menjadi layanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas. Selain itu dengan meluasnya kemajuan dibidang komunikasi dan teknolog, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula.2 Pada era modern sekarang ini perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi atau yang sering didengar ICT (Imformation and Communication Tehnology), adalah payung besar terminology yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memperoses dan menyampaikan informasi.3
2 Daryanto, Media Pembelajaraan, (Yogyakarta: Gava Media, 2010), h. 4
3 Lif Khoiru Ahmadi, Sofan Amri, Tatik Elisah, Strategi Pembelajaran Terpadu, ( Jakarta : Prestasi Pustaka ), cet. 1, h. 186
4
Dan kini ICT telah masuk pada setiap sudut kehidupan manusia, termasuk juga pada dunia pendidikan. Pemanfaatan media ICT tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai alat bantu dalam penyampaian materi pendidikan, namun sebagai suatu kebutuhan agar penyampaian materi lebih mendalam dan menyenangkan. sehingga proses belajar megajar tidak berjalan monoton dan mampu memberi stimulus kepada peserta didik untuk menyerap materi. Pemanfaatan perkembangan media ICT saat ini sudah sangat pesat, Hal ini dapat dilihat dari munculnya computer dan semakin menjamurnya laptop yang memiliki andil besar dalam pengembangan ini. Dan ditambah dengan adanya jaringan internet yang memudahkan untuk mengakses segala hal, serta begitu banyaknya teknologi yang digunakan dalam proses pembelajaran. Bahkan dapat dikatakan bahwa peroses pembelajaran sekarang tidak bisa lepas dari ICT, misalnya pencarian materi pelajaran menggunakan akses internet, proses diskusi yang menggunakan power point dan juga komunikasi yang menggunaakan ICT seperti e-mail, twitter, facebook, dll.
Dengan adanya kemajuan ICT ini mendorong terjadinya perubahan diberbagai sektor, termasuk pada dunia pendidikan, sehingga sistem pembelajaran pun mengalami perubahan paradigma, yaitu dari paradigma yang berpusat pada megajar menjadi berpuat pada belajar.
ICT (Information Communication and Technology) adalah sistem atau teknologi yang dapat mereduksi batasan ruang dan waktu untuk mengambil, memindahkan, menganalisis, menyajikan, menyimpan dan menyampaikan data menjadi sebuah informasi. Pemahaman yang lebih umum istilah tersebut mengarah pada perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi/multimedia (dalam berbagai bentuknya), yang telah memiliki berbagai kemampuan sebagai pengolah data/informasi, alat
kontrol, alat komunikasi, media pendidikan, hiburan dan lainya.4 Oleh karna itu, bagi seorang guru sebagai tenaga profesional harus meciptakan perubahan-perubahan atau setidaknya penyesuaian dalam dalam paradigma strategi, pendekatan, dan tehknologi pembelajran, jika tidak ada usaha perubahan dari guru profesional, maka guru akan kehilangan makna kehadiran dan proses pembelajaran.
Pada saat ini telah banyak sekolah-sekolah yang menggunakan tekhnologi sebagai salah satu peningkat minat, serta prestasi belajar siswa salah satunya SMA Negeri 70 Jakarta. SMA Negeri 70 Jakarta adalah sekolah menengah atas negeri di Jakarta. Terletak di jalan Bulungan Blok C nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. SMA Negeri 70 Jakarta adalah gabungan 2 SMA Negeri yaitu SMA Negeri 9 dan SMA Negeri 11 yang masing –masing berdiri tahun 1959 dan 1960. Sesuai SK Menteri P dan K Nomor : 025/0/80 pada tanggal 3 Oktober 1981 SMA 70 berdiri. Mulai belajar tanggal 5 Oktober 1981 dan sekaligus sebagai Hari Ulang Tahun SMA Negeri 70 Jakarta.
SMA Negeri 70 Jakarta saat ini menggunakan kurikulum 2013.
Visi SMA Negeri 70 Jakarta yaitu “Menghasilkan lulusan berakhlak mulia dan berprestasi berlandaskan keimanan dan ketaqwaan serta kebangsaan.”
Misi SMA Negeri 70 Jakarta diantaranya:
1. Mengembangkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianut sebagai Pedoman hidup.
2. Mengembangkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan.
3. Mengembangkan perilaku sesuai norma, etika, moral dan kepribadian bangsa.
4 Glen Padua Catherine. Computer Literacy. Jakarta: Elex Media Komputindo. 2006.
Diakses pada tanggal 4 Januari 2018.
6
4. Meningkatkan keunggulan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk berkompetisi secara global.
5. Menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga pendidikan serta institusi lain yang berskala nasional dan internasional.
SMA Negeri 70 Jakarta dipilih sebagai lokasi penelitian karena SMA Negeri 70 merupakan Sekolah Negeri yang telah menerapkan pembelajaran berbasis ICT terutama pada bidang pelajaran PAI. Sebagai sekolah yang telah menerapkan ICT SMA Negri 70 telah memiliki beberapa infrastruktur penunjang seperti Laboratorium Komputer, hubungan Internet yang meliputi seluruh laboratorium dan komputer- komputer lain di ruang guru, perpustakaan, tata usaha, ruang kelas yang dilengkapi LCD Proyektor dan infrastruktur lainnya. Meskipun kehadiran pembelajarn berbasis ICT dapat membantu dan memudahkan guru PAI dalam memberikan pemahaman materi kepada siswa akan tetapi masih terdapat guru PAI yang belum menggunakan hal tersebut sehingga pembelajaran PAI di sekolah masih menggunakan cara konvensional yaitu dengan menggunakan ceramah dan statis kontekstual dan guru masih sebagai orang yang ahli, seperti halnya yang terjadi di SMA Negeri 70 Jakarta, berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan.
Sebagai sekolah yang menggunakan pembelajaran berbasis ICT SMA Negeri 70 telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi khususnya dalam pembelajaran berbasis ICT, diantaranya adalah selain menyiapkan infestruktur ICT juga menyiapkan sumber daya manusia yang berwawasan ICT. Oleh karena itu peneliti menganggap SMA Negeri 70 Jakarta layak dijadikan lokasi penelitian untuk mencari informasi tentang Efektifitas Model
Pembelajaran ICT Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka permasalahan penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1. Rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
2. Rendahnya partisipasi guru dalam penggunaan ICT based learning dalam pembelajaran khususnya dalam pembelajaran PAI.
3. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI.
4. Faktor pendukung dan penghambat dalam penggunaan ICT based learning dalam pembelajaran Pendikan Agama Islam.
5. Kurang efektifnya penggunaan model pembelajaran ICT Based Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
6. Kurangnya pengetahuan sebagian tenaga pendidik tentang model pembelajaran ICT Based Learning.
C. Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini lebih terarah maka peneliti membatasi penelitian ini pada:
1. Diperlukannya penggunaan model pembelajaran ICT Based Learning dalam pembelajaran Pendikan Agama Islam kelas X di SMA Negeri 70 Jakarta (Variabel X).
2. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X di SMA Negeri 70 Jakarta (Variabel Y).
8 D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah penggunaan model pembelajaran ICT Based Learning efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 70 Jakarta?”
E. Tujuan
Untuk mengetahui Efektivitas Model Pembelajaran ICT Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam (Study kasus siswa kelas X SMA Negeri 70 Jakarta).
Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dapat diambil dari penelitian ini adalah:
1. Secara Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca untuk dijadikan referensi dan dapat menjadi solusi kepada peneliti dalam pembelajara berbasis ICT khususnya untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sehingga peneliti dapat menerapkan pembelajaran berbasis ICT kepada para siswa.
2. Secara praktis
a. Bagi para pelajar untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran sehingga hasilnya dapat meningkatkan kemampuan pelajar dalam menganalisa dan memecahkan masalah dengan baik.
b. Bagi guru sebagai tambahan informasi dan sebagai alternative dalam mengajar dan pengembangan ilmu pendidikan,
khususnya tentang pembelajaran berbasis ICT sehingga menciptakan kegiatan belajar mengajar lebih menarik.
c. Bagi sekolah yaitu untuk memberikan masukan yang bermanfaat bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya dan mata pelajaran lain pada umumnya agar hasil belajar siswa menjadi meningkat.
F. Tinjauan Pustaka
1. Moh. Dirwan Ari Palewa, NIM 10110215, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), dengan Judul
“Peranan Media Pembelajaraan Berbasis ICT dalam Meningkatkan Prestasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Ma‟arif NU Pandaan.” Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekataan Kuantitatif, karena berfokus pada bagaimana peranan media pembelajaran berbasis ICT dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa. Data yang dikumpulkan berupa gambar, kata- kata, dan bukan angka-angka. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Deskriptis Kualitatif, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Adapun sumber data yang digali dalam penelitian ini terdiri dari sumber data utama yang berupa kata-kata dan tindakan, serta sumber data tambahan yang berupa dokumen dan lain-lain.
Analisis data dalam penelitian Kuantitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran ICT digunakan hampir disetiap proses pembelajaraan,
10
mulai dari perencanaan sampai evaluasi bahkan media ini digunakan untuk menikngkatkan kreatifan siswa. Selain itu peranan Media ICT di SMA Ma‟arif NU Pandaan adalah sebagai alat bantu untuk memudahkan siswa memahami pelajaran, membuka wawasan keilmuan siswa, dan memberikan peluang untuk siswa belajar diluar sekolah. Sehingga diharapkan prestasi belajar siswa lebih meningkat.
Dari peneilian di atas terdapat perbedaan dengan penelitian yang peneliti akan teliti, yaitu Moh. Dirwan Ari Palewa pada penelitiannya lebih berfokus pada peran media pembelajaran berbasis ICT terhadap prestasi belajar siswa, sedangkan penelian yang akan diteliti saat ini berfokus pada apakah penggunaan model pembelajaran berbasis ICT efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran PAI di SMA Negeri 70 Jakarta.
2. Akmaliah Mahmudah, NIM: 12311107, Judul: “Pengaruh Multimedia Pembelajaran Berbasis Komputer Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih (Study Kasus Siswa Kelas VIII MTs Negeri 4 Jakarta)”, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Diskriptif Kuantitatif dengan metode analisis korelasional, teknik pengambilan sempel menggunakan random sampling dengan penentuan sampel sebanyak 100 siswa kelas VIII MTs Negeri Jakarta yang berjumlah 276 siswa. Adapun teknik analisis data hasil penelitian menggunakan analisis korelasional dengan teknik korelasi rumus Product Moment.
Tujuan dari penelitian ini adalah adakah pengaruh atau tidak dari multimedia pembelajaaran berbasis komputer terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran fiqih, dari penelitian ini terbukti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari multimedia pembelajaran berbasis komputer terhadap minat belajar minat belajar siswa pada
mata pelajaran fiqih. Hal ini dibuktikandengan jumlah angka rxy atau r hitung nilai yang di dapat rxy atau r hitung sebesar 0,519 lebih besardari pada r tabel pada tarap signifikasi 5% yaitu (0,519) >
(0,205), sedangkan pada taraf 1% (0,219) > (0,267), nilai tersebut termasuk dalam katagori sedang atau cukup (0,40-0,70).
Dari peneilian di atas terdapat perbedaan dengan penelitian yang peneliti akan teliti, yaitu Akmaliah Mahmudah pada penelitiannya lebih berfokus pada pembelajaran berbasis ICT dengan media Komputer terhadap minat belajar siswa, sedangkan penelian yang akan diteliti saat ini berfokus pada apakah penggunaan model pembelajaran berbasis ICT efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran PAI di SMA Negeri 70 Jakarta.
3. Nur Hadi, NIM 31103047, Fakultas tarbiyah Institut Agama Negeri Walisongo, judul skripsi “Pelaksanaan Pembelajaraan Pendidikan Agama Islam Berbasis ICT pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di SMP Negeri 2 Semarang”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengajaran berbasis ICT yang di terapkan oleh SMA Negeri 2 pada mata pelajaran PAI, serta mengetahui apa saja kelebihan da kekurangaannya. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research atau penelitian Lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik interview, observasi dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisa data menggunakan metode diskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini secara umumnya adalah bahwa pelaksanaan pembelajaraan berbasis ICT di SMP Negeri 2 Semarang tidak menyimpang dari tujuan pendidikan Nasional serta hasil evaluasi yang jauh melebihi dari nilai
12
Standar Kriteria Kelulusan Minimal (SKKM) pembelajaran pendidikan agama Islam.
Dari peneilian di atas terdapat perbedaan dengan penelitian yang peneliti akan teliti, yaitu Nur Hadi pada penelitiannya lebih berfokus pada untuk mengetaahui bagaimna pembelajaran berbasuis ICT yang diterapkan di SMA Neegeri 2 Semarang pada mata pelajaran PAI siswa, sedangkan penelian yang akan diteliti saat ini berfokus pada apakah penggunaan model pembelajaran berbasis ICT efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran PAI di SMA Negeri 70 Jakarta.
4. Nagris Surayatul Ummah, NIM: 04410833, Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Kalijaga Yogyakarta.
Judul skripsi “Pemanfaatan Media Internet Dalam Pembelajaran Agama Islam di kelas ICT SMA Negeri 8 Yogyakarta”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang pemanfaatan media internet dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, evektifitas pemanfaatan media internet serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.
Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun dalam skripsi ini penulis lebih mengarah kepada penelitian tentang pemanfaatan media internet dalam pembelajaran PAI di sekolah SMA Negri 8 Yogyakarta. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, Bentuk pemanfaatan internet dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas ICT SMA Negeri 8 Yogyakarta adalah web enhanced course, yaitu pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar di kelas. Disini internet dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk mencari bahan
pelajaran. Fasilitas internet yang digunakan dalam pembelajaran adalah world wide web (www), e-mail dan mailing list. Kedua, Efektivitas pemanfaatan internet dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas ICT SMA Negeri 8 Yogyakarta sudah efektif.
Dapat dilihat proses belajar mengajar selalu menggunakan internet dan teknologi lainnya. Waktu belajar siswa lebih banyak karena setiap saat bisa mengakses internet untuk searching atau berdiskusi, dan nilai ujian siswa dan rata-rata nilai kelas ICT lebih tinggi dibanding kelas regular. Ketiga, Faktor pendukung dari pemanfaatan internet dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas ICT SMA Negeri 8 Yogyakarta adalah Kebijakan sekolah dalam melaksanakan program kelas ICT, kemauan siswa yang tinggi untuk mencari pengetahuan dari berbagai sumber melalui situs-situs di internet, kooperatifnya semua pihak untuk membantu kelancaran belajar, ide dan kemauan siswa dan guru yang saling mendukung untuk berfikir kreatif dan kritis. Faktor penghambatnya adalah minimnya fasilitas sekolah yakni kecepatan akses yang mana bandwidthnya hanya 256 KBPS dan terbatasnya guru yang menguasai internet.
Dari peneilian di atas terdapat perbedaan dengan penelitian yang peneliti akan teliti, yaitu Nagris Surayatul Ummah pada penelitiannya lebih berfokus pada mendeskipsikan dan menganalisis tentang pemanfaataan media internet dalam pembelajaran PAI di kelas ICT SMA Negeri 8 Yogyakarta, sedangkan penelian yang akan diteliti saat ini berfokus pada apakah penggunaan model pembelajaran berbasis ICT efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran PAI di SMA Negeri 70 Jakarta.
14
5. Skripsi karya Qori Fauziah Hijriah, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fakultas Tarbiyah, Jurusan Kependidikan Islam, Tahun 2008 berjudul Pendidikan Berbasis ICT di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Kajian Atas Konsep Dan Strategi Pengelolaan Kelas). Skripsi ini membahas tentang konsep pendidikan berbasis ICT dan pengelolaan kelas yang diterapkan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Hasil penelitian tersebut adalah program kelas ICT di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam hal konsep sudah cukup baik sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pendidikan yang ditargetkan oleh sekolah. Pengelolaan kelas pada kelas ICT di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berbeda dengan program kelas reguler. Hal tersebut dapat terlihat dari desain kelas, sistem dan metode pembelajaran serta fasilitas yang tersedia.
Dari peneilian di atas terdapat perbedaan dengan penelitian yang peneliti akan teliti, yaitu Qori Fauziah Hijriah pada penelitiannya lebih berfokus padakonsep pendidikanberbasis ICT dan pengelolaan kelas yang diterapkan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, sedangkan penelian yang akan diteliti saat ini berfokus pada apakah penggunaan model pembelajaran berbasis ICT efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran PAI di SMA Negeri 70 Jakarta.
G. Sistematika Penulisan
Peneliti mengacu pada buku Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi yang diterbitkan oleh Insitut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta revisi tahun 2017. Adapun sistematika penulisan sebagai berikut:
Pada Bab Pertama, mencakup pembahasan mengenai, Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah,
Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Tinajuan Pustaka dan Sistematika Penulisan.
Pada Bab kedua, mencakup landasan teoritis yang mendukung yaitu meliputi pengertian ICT Baced Learning, Manfaat pembelajaran ICT Baced Learning, Fungsi ICT Baced Learning, peran ICT (Information and Communication Tehnology) dalam pembelajaran, Jenis-jenis ICT Baced Learning , Kekurangan dan kelebihan ICT Baced Learning, pengertian pendidikan agama Islam, fungsi dan tujuan pendidikan agama Islam, ruang lingkup Pendidikan Agama Islam, metode pendidikan agama Islam, dan Kurikulum Pendidikan Agama Islam.
Pada Bab ketiga, meliputi pembahasan mengenai jenis penelitian, subjek, tempat dan waktu penelitian, serta desain prosedur penelitian (metode penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data).
Pada Bab keempat, meliputi pembahasan yang mencakup gambaran umum objek penelitian, deskripsi data dan analisa data serta interpretasi data.
Pada Bab kelima, membahas tentang penutup yang bersisi kesimpulan dan saran.
17
KAJIAN TEORI
A. Pembelajaran Berbasis Information, Comunication, Tehnology (ICT)
1. Pengertian Information, Comunication, Tehnology (ICT) Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, technologia, techne yang berarti “keahlian” dan logia yang berarti “pengetahuan”.
Teknologi mengacu pada objek benda yang dipergunakan untuk memudahkan aktivitas manusia, seperti mesin, perkakas, atau perangkat keras. Berhubungan dengan teknologi terdapat beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang membahas tentang ilmu pengetahuan teknologi, diantaranya yaitu, surah Ar-rahman ayat 33;
“Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.” (QS.Ar-Rahman [55]: 33)
Pada ayat ini terdapat kata
ناطلس
yang artinya adalah“kekuatan” menurut sebagian ahli tafsir, pengertian -Sultan- pada ayat ini adalah ilmu pengetahuan. Ayat ini menjelaskan pentingnya ilmu pengetahuan atau teknologi bagi kehidupan umat manusia.
Dengan ilmu pengetahuan atau teknologi, manusia dapat mengetahui benda-benda langit dan manusia dapat menjelajahi angkasa raya.
Pada era modern sekarang ini perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi atau yang sering didengar ICT (Imformation and Communication Tehnology), adalah payung besar terminology yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memperoses dan menyampaikan informasi.1 ICT termasuk jenis media audiovisual, ICT singkatan dari Information, Comunication, Teknology, dan dalam bahasa Indonesia sering dikenal dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). ICT terbagi menjadi dua aspek yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.2
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi.
Penanganan ini meliputi pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Jadi, TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan,
1 Lif Khoiru Ahmadi, Sofan Amri, Tatik Elisah, Strategi Pembelajaran Terpadu, ( Jakarta : Prestasi Pustaka ), cet. 1, h. 186
2 http://manpurabayaict.blogspot.co.id/2012/03/pengertian-ict-dan-penerapannya- dalam.html. Diakses pada 15 April 2018.
pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Ditinjau dari susunan katanya, teknologi informasi dan komunikasi tersusun dari 3 (tiga) kata yang masing-masing memiliki arti sendiri. Kata pertama, teknologi, berarti pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Istilah teknologi sering menggambarkan penemuan alat-alat baru yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik. Kata kedua dan ketiga, yakni informasi dan komunikasi, erat kaitannya dengan data. Informasi berarti hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian sekelompok data yang memberi nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi hubungan saling mempengaruhi di antara keduanya.3
Pengertian dari Teknologi sendiri menurut Salisbury (1996) Tekologi adalah “systematic application of scientific or other organized knowledge to practical task” (Aplikasi sistematik sains atau pengetahuan lain dalam tugas praktikal). Dengan kata lain dapat dijelaskan bahwa bila kita menggambarkan suatu produk, kedisiplinan, prosedur-prosedur, alat-alat, dan teknik-teknik yang disatukan untuk membuat suat inovasi disebut teknologi.4
Dodi Nandika, Gatot H. Priowirjanto dan Soekartawi (2007:
11) menjelaskan TIK adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan cara yang menarik dan inovatif untuk menyediakan pembelajaran seumur hidup dengan akses global terhadap informasi,
3 Tuti Andriani, “Sistem Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi”, Sosial Budaya: Media Komunikasi , Ilmu-ilmu Sosial dan Budaya. Vol. 12, No. 1, Januari – Juni 2015, h. 132
4 Ishak abdulhak, Deni Darmawan, Teknologi Pendidikan, (PT. Remaja Rosdakaryha: Bandung, 2015), h. 106
pembelajaran dan dukungan. Dalam hal ini TIK mencakup perangkat komunikasi atau aplikasi, meliputi: radio, televisi, telepon selular, komputer dan jaringan perangkat keras dan perangkat lunak, sistem satelit dan sebagainya, serta berbagai layanan dan aplikasi yang terkait dengan mereka, seperti video conference dan pembelajaran jarak jauh.5
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagian dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (Kementrian Negara Riset dan Teknologi, 2006:
6). Semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastuktur computer maupun telekomonikasi.6
Dari beberapa pendapat di atas maka dapat dikatakan bahwa TIK atau ICT adalah suatu Teknologi yang berkaiataan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi yang terdiri dari perangkat lunak (software) dan perangkat Keras (hardware) yang berfungsi sebagai alat bantu komunikasi dan penyebaran informasi yang meliputi: radio, televisi, telepon selular, komputer dan jaringan perangkat keras dan perangkat lunak, sistem satelit dan sebagainya, serta berbagai layanan dan aplikasi yang terkait dengan mereka, seperti video conference dan pembelajaran jarak jauh.
5 Herry Fitriyadi, “Integrasi Teknologi Informasi Komunikasi Dalam Pendidikan:
Potensi Manfaat, Masyarakat Berbasis Pengetahuan, Pendidikan Nilai, Strategi Implementasi Dan Pengembangan Profesiona”l, dalam Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Volume 21, Nomor 3, Mei 2013, h. 270
6 Deni Darmawan, Teknologi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakaryah, 2011), h. 1-2
2. Manfaat dan Peran Information, Comunication, Tehnology (ICT)
Selama ini guru diharapkan bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang aktif, partisipatif, dan menyenangkan. Guru juga telah mengenal istilah PAIKEM yang merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Menurut Endang (2010), Model pembelajaran PAIKEM ini menggambarkan keseluruhan peroses belajar mengajar yang berlangsung menyenangkan dengan melibatkan peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif selama proses pembelajaran. Untuk dapat mewujudkan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan tersebut, tentu saja diperlukan ide-ide kreatif dan inovatif guru dalam memilih metode dan merancang strategi pembelajaran. 7
Implementasi pemanfaatan ICT dalam pembelajaran inovatif adalah diperolehnya pembelajaran yang aktif, kolaboratif, kreatif, integrative, dan evaluative (Shreya, 2012). Pembelajaraan yang diperkarya dengan ICT (misalnya: hypermedia, simulasi) memudahkan siswa dalam melakukan inkuiri dan analisis informasi baru. Siswa tidak hanya menghafal fakta tetapi difasilitasi untuk mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan contoh kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi pembelajaran yang aktif dan sangat menarik. Pembelajaran yang mendukung ICT (misalnya: forum diskusi, chat, email) mendorong siswa untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan sesama siswa, guru maupun ahli dalam bidang yang relevan dimna pun mereka berada. Pembelajaran berbasis ICT
7 Kade Suartama, Dewa Kade Tastra, E-Learning Berbasis Moodle, (Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2014), h. 4.
(misalnya: simulasi, game, animasi) juga memberi fasilitas kepada siswa untuk memanipulasi situasi yang ada dan menglreasi produk secara kreatif dan menarik.8
Adapun pemanfaatan teknologi informasi untuk pendidikan teknologi informasi yang telah diterapkan dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok. Kelompok yang pertama adalah memaanfaatkan computer untuk menyampaikan materi pengajaran itu sendiri, yang biasa dikenal dengan istilah Computer Assisted Instructional (CAI) atau Computer Based Traning (CBT). kelompok kedua adalah untukpendistribusian materi ajar melalui jaringan internert. Materi ajar dapat dikemas dalam bentuk webpage ataupun program belajar interaktif (CAI atau CBT). Kelompok ketiga adalah sebagai media komunikasi dengan pakar, narasumber atau peserta didik yang lain. 9
Pengembangan dan penerapan TIK juga bermanfaat untuk pendidikan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu aspeknya adalah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau yang berpencar-pencar dan kontur permukaan buminya yang sering sekali tidak bersahabat, biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan penerapan TIK untuk pendidikan. Adapun manfaat TIK bagi bidang pendidikan yang lain yaitu:10
a. Akses keperpustakaan.
b. Akses ke pakar.
c. Perkuliahan secara online.
8 Kade Suartama, Dewa Kade Tastra, E-Learning Berbasis Moodle, h. 5
9 Deni Darmawan, Komunikasi Pendidikan Perspektif Bio-Komunikasi, (Bandung:
PT Remaja Rosdakaryah, 2015), h. 92.
10 Deni Darmawan, Teknologi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosda karya, 2011), h. 7
d. Menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikaan.
e. Menyediakan fasilitasmesin pencari data.
f. Menyediakan fasilitas diskusi.
g. Menyediakan fasilitas direktorat alumni dan sekolah.
h. Menyediakan fasilitas kerja sama.
Di Indonesia perkembangan Teknologi Informasi serta perannya terdiri dari beberapa bidang yaitu:
1) Bidang Pendidikan
Guru atau dosen di dalam kelas berfungsi sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber diseminasi pengetahuan, karena pada hakikatnya semua manusia di dunia ini dapat dan berpotensi sebagai “Guru” bagi peserta didik. Dalam kaitan inilah maka peran TIK yang pertama didefinisikan, yaitu sebagai sebuah sumber ilmu pengetahuan. tentu saja yang dimaksud di sini adalah internet, suatu jaringan raksasa yang mempertemukan dan mengintegrasikan seluruh pusat-pusat refrensi pembelajaran yang ada di muka bumi ini (Kumail,2002). Jendela aplikasi pencarian refrensi atau perangkat lunak berselancar di internet semacam Google, Altavista, dan Yahoo, merupakan teknologi yang sangat tinggi nilai manfaatnya dalam perspektif ini. Peran strategis TIK yang kedua, masih dalam konteks KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) dan internet adalah kenyataan bahwa internet bukan hanya menjadi sumber refrensi, tetapi lebih jauh lagi menjadi tenpat bertemunya para individu pembelajar itu sendiri.
Dengan menggabungkan kedua peranan strategis TIK yang telah dipaparkan sebelumnya, maka akan didapatkan sebuah peranan yang menjadi penyebab terjadinya refolusi di dunia pendidikan, yaitu TIK sebagai media pemungkin (baca: driver) terjadinya transformasi pendidikan. Hal ini sejalan dengan filsafat pendidikan dan teknologi yang mengatakan bahwa dengan teknologi, manusia semakin lebih berpeluang untuk menciptakan perubahan yang bermanfaat bagi kehidupan yang lebih berkembang dan maju, karna
teknologi pada dasarnya merupakan suatu sistem intelektual pemberdayaan manusia yang dihasilkan dari sistem kegiatan pendidikan. Dalam kaitan ini, proses digitalisasi terhadap sumber daya pendidikan dan proses pendidikan melahirkan berbagai inisiatif penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar dengan memanfaatkan internet sebagai media penembus batas ruang dan waktu.
Peranan TIK selanjutnya, yaitu keempat, adalah dengan menjadikanteknologi ini sebagai pendukung pengajar dan peserta didik untuk mengatasi keterbatasaan panca indra dalam menyerap, mengelola, mengorganisasikan, menyampaikan, mengelaborasikan, menyimpulkan dan mengimplementasikan berbagai khazanah pengetahuan dan kompetensi yang menjadi obyek pembelajaran.
Peran kelima dari TIK adalah sebagai komponen atau bagian tak terpisahkan (baca: terintegrasi) dari kerangka kurikulum dan metode pendekatan mengajar-belajar yang disusun (Dakir, 2004) salah satu strategi pembelajaran berbasis KBK adalah dengan mengimplementasikan beragam metode instruksional sekaligus, seperti model studi mandiri, sumulasi, insiden, bermain peran, praktikum, eksperimen, dan lain-lain (Yamin, 2003).
Berikutnya adalah peranan TIK keenam bagi pelajar dan peserta didik adalah sebagai alat pemicu atau penyeimbang gaya belajar individu yang bermacam-macam karena berbedanya tinggkat kecerdasan manusia (Hoerr, 2007). Konsep kecerdasan majemuk yang sifatnya unik bagi masing-maing individu menggambarkan perlunya peroses kustomisasi terhadap bahan ajar dan metode pendekatan pembelajaran agar menjadi semakin efektif (Armstrong, 2002).
Jika keenam peran TIK yang telah dikemukakan sebelumnya memiliki keterkaitan erat dengan guru atau dosen sebagai pengajar dan siswa sebagai peserta didik, maka peran ketujuh TIK dalam dunia pendidikan lebih mengarah pada unsur pengelolaan institusipendidikan seperti sekolah dan kampus. Peranan yang dimaksud adalah kemampuan TIK sebagai teknologi penunjang menejemen oprasional institusi pendidikan, agarpengolahan berbagai
sumber daya yang dimiliki dapat terjadi secara efektif, efisien, optimal,dan terkontrol dengan baik.
Peran kedelapan TIK dalam dunia pendidikan ditujukan bagi para pimpinan dan pengelola institusi sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan.
Melalui aplikasi MIS (Management Information System), DSS (Desion Suport System), TIS (Transactional Information System), data warehouse, dashboard, dan sejenisnya - pemilik dan penyelenggara lembaga pendidikan dapat melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan proses peyelenggaraan mengajar-belajar di institusi terkait. Syarat dari proses pengambilan keputusan adalah tersedianya informasi yang lengkap dan berkualitas. Informasi yang dimaksud diambil dari seluruh data hasil rekamaan pada peroses operasional dan administrasi sehari-hari (Oriondp, 2005).
Peran TIK yang kesembilan diperoleh dari kenyataan bahwa pada akhirnya, untuk dapat menjalani keseluruhan kapabilitas teknologi yang telah dipaparkan diatas, TIK harus dapat menjadi salah satu infastruktur penting yang dimiliki institusi pendidikan. Dalam hal ini, sebuah sekolah atau kampus harus memiliki koneksi tranmisi data dengan cara terhubung langsung ke infasruktur telekomunikasi, baik melalui jalur terestial, kabel laut, maupun satelit.
Dan pada akhirnya peran TIK yang terakhir, atau kesepuluh, adalah untuk mengubah institusi pendidikan yang telah menerapkan sebagaian atau keseluruhan peran TIK tersebut menjadi sebuah pusat unggulan atau “center of excellence” bagi lembaga-lembagai pendidika sejenis lainnya.11
2) Bidang Pemerintahan (e-government)
Bidang Pemerintahan (e-government) adalah penggunaan informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihk-pihak lain. Beberapa manfaat e-
11 Richardus Eko Indrajat, Peranan Teknologi Informasi pada Perguruan Tinggi ,(Graha Ilmu: yogyakartga, 2014), h. 14-23
government antara lain: a) pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. b) peningkatan pelayanan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. c) pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. d) pelaksanaan pemerintahan yang lebh efisien.
3) Bidang keuangan dan perbankan
Untuk menunjang keberhasilanoperasional sebuah lembaga keuangan seperti bank, sudahpatidiperlukan system informasi yangandaldan dapat diakses dengan mudah oleh nasabhnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online.12
Dari kesepuluh peranan TIK yang telah dipaparkan diatas dalam bidang Pendiidikan maka dapat disimpulkan bahwa TIK atau ICT memiliki peranan dan manfaat yang sangat penting pada kehidupan manusia dewasa ini baik dalam dunia pendidikan ataupun dalam hal lainnya. Dan dalam dunia pendidikan TIK memiliki manfaat sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat diakses melalui jaringan internet dengan menggunakan berbagai macam aplikasi, sebagai pendukung keterbataannya panca indra dalam menyerap, mengolah, menyampaikan, dalam hal ini peserta didik akan lebih mudah dalam memahami atau menyerap suatu ilmu atau materi-materi yang sulit, dan sebagai penyeimbang gaya belajar individu yang mana daya tangkap atau tingkat kecerdasan peserta didik beragam macam maka dengan menggunkan TIK peserta didik dapat lebih mudah menangkap materi pleajaran dengan metode-
12 Hamzah B. Uno, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran, (Jakarta:
Bumi Aksara, 2010), h. 202-203
metode pembelajaran aktif yang berkaitan dengan TIK. Program pengembangan TIK di Indonesia dilihat dari perannya dalam bidang penddikan, pemerintahan serta keuangan dan perbankan bermaksud untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatakn system perencanaan, pengelolaan, pemantauan kegiatan dan kemajuan IPTEK.
3. Jenis-jenis ICT dalam Pembelajaran
Ada banyak kegiatan dalam pendidikan dan pengajaran yang biasa dilakukan guru dengan bantuan ICT, yaitu di antaranya adalah administrasi, komunikasi, pengembangan sumber belajar, pembuatan perencanaan pembelajaran, penyimpanan bahan ajar, evaluasi, aktifitas dalam dan luar kelas, belajar mandiri, hingga pengembangan potensi guru. Akan tetapi pemanfaatan ICT dalam pembelajaran oleh guru dan siswa secara optimal tidaklah mudah.
Paling tidak ada 3 kondisi yang harus dipenuhi, yaitu: (1) guru dan siswa harus mempnyai akses yang mudah ke rengakat teknilogi temasuk koneksi internet. (2) tersedianta konten digital (bahan ajar) yang mudah dipahami guru dan siswa. (3) guru harus mempunyai keterampilan dan pengetahuan menggunakan teknologi dan sumber daya guna membantu siswa mencapai standard akademik.
Pada dasa wara terakhir ini perkembangan ICT dilihat dari segi hardware maupun software sangatlah cepat. Umumnya perkembangan ICT tersebut mengarah kebentuk yang semakin kecil, harga yang semakin murah, kekuatan yang semakin powerful, serta semakin terintegrasi dengan kehidupam seharo-hari. Hal ini busa terlihat misalnya prangkat laptop atau PC yang ada di pasaran sekkarang ini cenderug bebrbentuk lebih kecil, lebih murah namun
dengan spesifikasi lebih baik dibanding dengan keadaan tahun-tahun lalu. Dengan tersedianya perangkat yang semakin powerful, maka para pembuat software terdorong juga untukk merancang tampilan dan fungsi yang semakin memudahkan pengguna dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Menurut Lembaga Riset IT Gartner, kecenderungan perkembangan ICT di tahun 2013 ini antara lain meliputi: cloud computing, mobile devices, social networking dan big data.
Komputasi awan (cloud computing) merupakan perbendaharaan istilah baru yag menunjuk pada penggunaan resource computing (hardware dan software) sebagai pelayanan yang dakses melaluijaringan internet. Selama bebrapa tahun terakhir ini kita melihat beberapa perkembangan luar biasa dalaam computing awan, seperti wab yang popular Volp (misalnya, Skype, Google voice), aplikasi jejaring sosial (mosalnya: facebook, twitter, Linkedln), layanan media (misalnya: Picassa, Youtube, Flickr), distribute konten (misalnya BitTorrent), aplikasi keuangan (misalnyaMint) dan masih banyak lagi. Bahkan prangkat lunak tradisional, seperti Microsoft Office, telah pindah sebagian ke Wab dengan 2010 Officewab Apps nya. 13
Dengan uraian di atas maka ICT terdiri menjadi dua prangkat yaitu ptangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware), yang mana saling bersangkutan satu sama lainnya. Prangkat lunak adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Perangkat lunak dapat juga dikatakan sebagai 'penterjemah' perintah-perintah yang dijalankan pengguna 18 komputer untuk diteruskan ke atau diproses oleh perangkat keras.
13 Kadek Suartama, Dewa Kade Tastra,E-arning Berasis Moodle, (Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2014), h. 3.
Perangkat lunak ini dibagi menjadi 3 tingkatan: tingkatan program aplikasi (application program misalnya Microsoft Office), tingkatan sistem operasi (operating system misalnya Microsoft Windows dan Linux), dan tingkatan bahasa pemrograman.14
Jadi yang termasuk prangkat lunk meliputi internet, Microsoft word, Photoshop, Coreldraw, Microsoft Excel, Mikrosoft PowerPoint, dll. Maka dengan prangkat ini guru pun dapat memanfaatkannya sebagai srana untuk membuat perancanaan pembelajaran, penyimpanan bahan ajar, dan menyajikanmateri pembelajaran dengan efisien. Adapun jenis-jenis media ICT/TIK atau multimedia yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran dikelas adalah Komputer, LCD Proyektor, internet dan sebagainya.
4. Beberapa kelebihan dan kekurangan ICT
Dalam suatu lembaga pendidikan sudah seharusnya memperkenalkan dan menggunakan Teknologi Infotmasi dan Komunisai sebagai basis pembelajaran yang lebih baik, sebab TIK merupakan faktor yang sangat penting yang memungkinkan kecepatan dalam proses transformasi ilmu kepada peserta didik.
Program pembangunan pendidikan yag terpadu, terarah dan berasis teknologi paling tidak akan memberikan multiplier effect dan nurturing effect terhadap hampr semua sisi pembangunan pendidikan, sehingga TIK berfungsi untuk memperkecil kesenjangan penguasaan teknologi mutakhir, khususnya dalam dunia pendidikan.
Pembangunan pendidikan TIK setidaknya memberikan dua keuntungan. Pertama, sebagai pendorong komunitas pendidikan
14 Modul Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Peningkataan Kualitas Pembelajarab dan Manajemen. 2007. Direktoral Tenaga Kependidikan. Depdiknas tahun 2007. h. 18.
(termasuk guru) untuk lebih apresiatif dan proaktif dalam maksimalisasi potensi pendidikan. kedua, memberikan kesempatan luas kepada peserta didik dalam memanfaatkan setiap potensi yang ada, yang dapat diperoleh dari sumber-sumber yang tidak terbatas.
Adapun kedudukan lain TIK dalam pendidikan yaitu:
a. Mempermudah kerjasama antara pakar dan mahasiswa, menghilangkan batas ruang, jarak, dan waktu.
b. Sharing Information, sehinggahasil penelitian dapat digunakan bersama-sama dan mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan.
c. Virtual niversity, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orangg banyak.15
d. materi pelajaran dapat dijelaskan dengan kesan konkret dan dapat memperbaiki daya ingat siswa
e. siswa lebih mudah memahami materipelajaran, sehingga pembelajaran menjadi efektif dan bermakna
f. menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan menciptakan kelas interaktif, sehinggasiswa menjadi aktif.
Sedangkan kelemahan menggunakan media ICT adalah:
a) Kesulitan untuk para pengajar dengan pengalaman yang sangat minim dalam penggunaan alat ICT
b) Membutuhkan biaya mahal dalam pengadaannya
c) Jika lampu mati maka pembelajaran tidak dapat dilaksanakan sebagai manamesti- nya (Pratama, 2011).
15 Deni Darmawan, Teknologi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakaryah, 2011), h. 4-5
B. Hasil Belajar
1. Pengertian Hasil Belajar
Setiap proses belajar akan memperoleh hasil belajar.
Tercapainya hasil belajar yang baik tergantungindividu yang mengalami peroses belajar tersebut. Belajar akan berhasil dengan baik jika menggunakan beberapa aktifitas yang terarah, aktif, dan interaktif. Menurut Suharsini Arikunto hasil belajar adalah akhir setelah mengalami belajar, dimana tingkah laku itu berubah dalam bentuk perbuatan yang dapat diamati dan diukur. Sedangkan yang dikemukakan oleh Nana Sudjana: “Hasil beljar adalah kemampuan- kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar”.16
Sudyarto dalam buku H.Y. Waluyo menyebutkan bahwa
“hasil belajar adalah tingkat pencapaian yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan”.17 Maka hasil belajar tidak hanya berfokus pada tingkat pencapaian pemahaman siswa dalam belajar tetapi juga untuk mencapai tujuan yangtelah disusun secara terstruktur dalam suatu proses pendidikan yang telah ditetapkan.
Menurut Syaiful Bahari hasil belajar adalah perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai akibat dari kegiatan belajar. Jadi, untuk mendapatkan hasil belajar yang berupa perubahan ini, maka harus melalui proses-prosesyang di dalamnya dipengaruhi beberapa faktor, yaitu faktordari dalam individu maupun dari luar individu.18