• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Acuan Teoritik

1. Media Pembelajaran

a. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari Bahasa Latin medius secara harfiah berarti ‗tengah‘, ‗perantara‘, atau ‗pengantar‘.

Dalam Bahasa Arab, media merupakan perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.

Secara garis besar media meliputi manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu mengetahui pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dam lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, serta menyusun kembali informasi visual atau verbal.30

Media berasal dari Bahasa Latin yaitu dalam bentuk jamak dari kata medium yang diartikan sebagai perantara atau pengantar sumber pesan (a source) dengan si penerima (a receiver). Media merupakan suatu komponen komunikasi yang berfungsi sebagai pembawa pesan dari komunikator menjadi komunikan.31

Dalam proses kegiatan belajar mengajar kedudukan media pembelajaran sangatlah penting, karena dalam kegiatan ini ketika bahan ajar yang digunakan tidak dapat menjelaskan semua isi materi pembelajaran, maka dapat dibantu dengan menggunakan media pembelajaran sebagai perantara. Media pembelajaran sebagai alat yang digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar bertujuan agar proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dapat berlangsung dengan baik. Secara didiaktis psikologis media pembelajaran sangat membantu

30Arsyad Azhar, Media Pembelajaran (Jakarta: Rajawali Pers, 2015).

31Daryanto, Media Pembelajaran Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran (Yogyakarta: Penerbit Gava Media, 2016).

18

perkembangan psikologis peserta didik dalam hal belajar.

Dikatakan demikian sebab secara psikologis alat bantu mengajar berupa media pembelajaran sangat memudahkan siswa dalam belajar karena media dapat membuat hal-hal yang bersifat abstrak menjadi lebih konkrit (nyata).32

Penggunaan media yang baik dan tepat akan mewakili tersampainya materi yang diajarkan pendidik kepada peserta didik tercantum dalam Al-Qur‘an surah An-Nahl ayat 89 yang berkaitan dengan media pembelajaran.



















































Artinya: ―Dan (ingatlah) pada hari (ketika) kami bangkitkan pada setiap umat seseorang saksi atas mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan kitab (Al-Qur‟an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim)." (Q.S An-Nahl ayat 89).

Menurut pengertian beberapa ahli, media pembelajaran merupakan salah satu sumber belajar yang dapat menyalurkan pesan sehingga membantu mengatasi gaya belajar, minat belajar, intellegensi, keterbatasan daya indera, cacat tubuh, dan hambatan daya jarak geografis, waktu dan lain sebagainya.33

32Septy Nurfadillah, Media Pembelajaran (Tanggerang: CV Jejak, 2021).

33Sadiman, A. S, Media Pendidikan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012).

Selain itu media pembelajaran dapat juga dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efekif dan efisien.34

Definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media merupakan suatu alat yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (peserta didik) sehinga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan audien (siswa) untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan perfoman mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.35

b. Fungsi Media Pembelajaran

Media sebagai komponen sistem pembelajaran, memiliki fungsi yang berbeda dengan fungsi komponen lainnya, yaitu sebagai komponen yang dimuati pesan pembelajaran untuk disampaikan kepada peserta didik.

Dalam proses penyampaiannya media pembelajaran dapat berfungsi dengan baik apabila media tersebut dapat digunakan secara perorangan maupun kelompok.36

Terdapat empat fungsi media khusunya media visual, yaitu:

1) Fungsi Atensi. Media pembelajaran merupakan inti yang dapat menarik dan mengarahkan perhatian peserta didik untuk berkonsentrasi kepada materi yang disampaikan. Seringkali pada awal proses pembelajaran peserta didik kurang tertarik dengan materi yang pendidik sampaikan. Media gambar khususnya dapat membantu dan mengarahkan

34Mumandi Y, Media Pembelajaran (Jakarta: Referensi, 2013).

35Asnawir, Media Pembelajaran (Jakarta: Ciputat Pers, 2002).

36Ibid, hal. 29

20

peserta didik kepada materi yang disampaikan.

Dengan demikian, kemungkinan untuk memperoleh dan mengingat materi yang disampaikan akan semakin besar.

2) Fungsi Afektif. Media visual dapat terlihat dari tingkat keantusiasan peserta didik ketika belajar (membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambing visual dapat menggugah emosi dan sikap peserta didik dalam proses pembelajaran.

3) Fungsi Kognitif. Media visual terlihat dari temuan- temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambing visual atau gambar dapat memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi yang terkandung dalam gambar.

4) Fungsi Kompensatoris. Media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu peserta didilk yang lemah kembali.

Dengan kata lain media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan peserta didik yang lemah dan lambat dalam menerima serta memahani isi materi yang disampaikan dengan teks atau secara verbal.

Setiap materi pembelajaran yang disampaikan memiliki tingkat kesukaran masing-masing. Materi pembelajaran yang memiliki tingkat kesukaran tinggi tentu akan sukar untuk dipahami oleh peserta didik yang kurang menyukai materi pembelajaran yang telah pendidik sampaikan. Keberadaan media pembelajaran tentunya sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran merupakan suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri.

Dengan adanya media penyampaian materi pembelajaran yang sukar dan rumit dapat sampai kepada peserta didik secara efektif dan efisien. Bagi pendidik, media pembelajaran membantu mengkonkritkan konsep atau

gagasan dan membantu memotivasi belajar akttif. Bagi peserta didik, media dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan minat dan berpikir kritis dalam belajar.

Dengan demikian media pembelajaran dapat membantu tugas pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

c. Jenis Media Pembelajaran

Pentingnya media dalam proses pembelajaran membuat media media menjadi komponen penting yang berpengaruh terhadap minat dan hasil pembelajaran.

media pembelajaran memiliki banyak jenis yang disesuaikan dengan kondisi pendidik, peserta didik, sekolah, dan sarana yang dimiliki. Pembagian jenis-jenis media ini dapat dilihat dari berbagai aspek dan karakteristik.37 Arsyad berpendapat bahwa terdapat beberapa jenis media pembelajaran diantaranya:38

1) Media Berbasis Manusia

Media berbasis manusia adalah media tertua yang digunakan untuk mengirimkan atau mengkomunikasikan pesan atau informasi. Media ini bermanfaat khususnya bila tujuan kita adalah mengubah sikap atau ingin secara langsung terlibat dengan pemantauan pembelajaran siswa. Misalnya media manusia dapat mengarahkan dan mempengaruhi proses belajar melalui eksplorasi terbimbing dengan menganalisis dari waktu ke waktu apa yang terjadi pada lingkungan belajar.

2) Media Berbasis Cetakan

Media pembelajaran berbasis cetakan yang paling umum digunakan adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas. Beberapa cara

37Pakpahan Andrew Fernando dkk, Pengembangan Media Pembelajaran, ed.

by Yayasan Kita Menulis, 2020.

38Arsyad Azhar, Media Pembelajaran (Depok: Rajawali Press, 2020).

22

yang dapat digunakan untuk menarik perhatian pada media berbasis teks adalah warna, huruf, dan kotak.

3) Media Berbasis Visual

Media berbasis visual memegang peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Media visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata.

4) Media Berbasis Audio-Visual

Media audio visual adalah media yang menggabungkan indera media aaudio dan media visual. Media audio visual menggunakan indera penglihatan dan pendengaran sebagai perantara dalam menyampaikan pembelajaran. contoh yang mudah dari media audio visual ini berupa video pembelajaran, film, televisi, dll.

5) Media Berbasis Komputer

Computer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang pendidikan. Computer berperan sebagai manajemen dalam proses pembelajaran yang dikenal dengan nama Computer-Managed Instruction (CMI).

Ada pula peran computer sebagai pembantu tambahan dalam belajar. Pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi materi pelajaran, latihan, atau kedua- duanya. Modus ini dikenal Computer-Assisted Instruction (CAI). media computer.

Dokumen terkait