• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

F. Kerangka teori

2. Media pembelajaran visual

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “tengah”, perantara atau pengantar. Dalam bahasa arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.

Menurut Heinich, dan kawan-kawan mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Jadi, televisi, film, foto, radio, rekaman, audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi17.

Azhar Arsyad dalam bukunya Media Pembelajaran mengutip Gagne‟ dan Briggs yang secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video record, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televise, dan komputer18.

Jadi dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ialah sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam menyampaikan pesan atau informasi berupa materi pelajaran kepada penerima pesan atau peserta didik sehingga dapat merangsang pikiran, perhatian, perasaan, dan minat peserta didik untuk belajar sehingga proses belajar dapat dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Arab.

16 Udin Syeefudin Saud, Pengembangan Profesi Guru, (Bandung: Alfabeta, 2013), H. 33-34.

17 Azhar Arsyad, Media pembelajaran, (Jakarta: PT Raja grafindo persada, 2017), h. 3-4.

18 Ibid., h. 4.

b. Manfaat media pengajaran

1) Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar

2) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.

3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran.

4) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain19.

Jadi manfaat adanya media pembelajaran adalah memudahkan guru dalam menyampaikan materi pelajaran dan siswa akan lebih mudah dalam memahami apa yang disampaikan oleh gurunya.

c. Jenis media pengajaran

Ada bebrapa jenis media pengajaran yang biasa digunakan dalam proses pengajaran, sebagai berikut:

1) Media grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster, kartun, komik dan lain-lain. Media grafis disebut juga media dua dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran panjang dan lebar.

2) Media tiga dimensi yaitu dalam bentuk model seperti model padat (solid model), model penampang, model susun, model kerja, mock up, diorama dan lain-lain.

3) Media proyeksi seperti slide, film strips, film, penggunaan OHP dan lain-lain.

4) Penggunaan lingkungan sebagai media pengajaran20

19 Nana sudjana & ahmad rivai, Media Pengajaran, (Bandung: sinar baru algensindo, 2011), h. 2.

20 Ibid., 3-4.

Dari beberapa jenis media pembelajaran yang di jelaskan tersebut, guru lebih dominan menggunakan media grafis dan sesekali menggunakan media tiga dimensi dan media proyeksi. Tujuan digunakannya media grafis karena media grafis mudah didapatkan dan sangat menarik minat dan perhatian siswa yang diajarkannya serta disesuaikan dengan lingkungan sekitarnya.

d. Kriteria memilih media pengajaran

1) Ketepatannya dengan tujuan pengajaran, artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan.

2) Dukungan terhadap isi bahan pengajaran, artinya bahan pengajaran yang bersifat fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.

3) Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar.

4) Keterampilan guru dalam menggunakannya, apapun jenis media yang diperlukan syarat utamanya adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran.

5) Tersedia waktu untuk menggunakannya sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.

6) Sesuai dengan taraf berpikir siswa, memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh para siswa21

Pada kriteria memilih media pengajaran kreatifitas guru sangat di tutut. Sebab media yang digunakan itu harus sesuai dengan materi yang diajarkan dan kemampuan guru dalam menggunakannya. Jika guru bisa memadukan antara materi pelajaran dengan media

21 Ibid., h.4-5.

pembelajaran maka siswa akan lebih mudah dalam memahami materi yang diajarkan.

e. Media visual

Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peranan yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat ingatan. Visual pula dapat menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk menyakinkan terjadinya proses informasi.

Bentuk visual bisa berupa gambar representasi seperti gambar, lukisan atau foto yang menunjukkan bagaimana tampaknya sesuatu benda. Adapun manfaat media visual dalam proses instruksional adalah penyampaian dan penjelasan mengenai informasi, pesan, ide dan sebagainya dengan tanpa banyak menggunakan bahasa-bahasa verbal, tetapi dapat lebih memberi kesan22

Media visual adalah media yang melibatkan indera penglihatan.

Terdapat dua jenis pesan yang dimuat dalam media visual, yakni pesan verbal dan nonverbal. Pesan verbal-visual terdiri dari kata-kata (bahasa verbal) dalam bentuk tulisan, sedangkan pesan nonverbal-visual adalah pesan yang dituangkan ke dalam simbol-simbol nonverbal- visual.

22 Ahmad rohani, Media Instruksional Edukatif, (Jakarta: PT Rineka cipta, 1997), h. 76.

Secara garis besar unsur-unsur yang terdapat pada media visual terdiri atas, garis, bentuk, warna dan tesktur.

1) Garis adalah kumpulan dari titik-titik.

2) Bentuk merupakan sebuah konsep simbol yang dibangun atas garis-garis dengan konsep-konsep lainnya.

3) Warna digunakan untuk memberi kesan pemisah atau penekanan, juga untuk membangun keterpaduan, bahkan dapat mempertinggi tingkat realisme dan menciptakan respon emosional tertentu.

4) Tekstur digunakan untuk menimbulkan kesan kasar dan halus, juga untuk memberikan penekanan seperti halnya warna.23

Dari beberapa unsur yang terdapat pada media visual tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, sehingga dapat memberikan makna tersendiri bagi bagi guru dan siswa bahkan dapat mempertinggi tingkat realisme dan menciptakan respon emosional tertentu.

f. Karakteristik media visual 1) Pesan visual

a. Gambar

Gambar secara garis besar dapat dibagi pada tiga jenis, yakni sketsa, lukisan dan photo.

a) Sketsa atau bisa disebut juga sebagai gambar garis (stick figure), yakni gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok suatu objek tanpa detail.

b) Lukisan merupakan gambar hasil representasi simbolis dan artistic seseorang tentang suatu objek atau situasi.

c) Photo merupakan gambar hasil pemotretan atau photografi.24

23Yudhi Munadi, media pembelajaran sebuah pendekatan, (Jakarta: Gaung Persada (GP) Pres, 2012), h. 81-82.

24 Ibid., h. 85-86.

b. Grafik

Grafik adalah gambar yang sederhana yang banyak sedikitnya merupakan penggambaran data kuantitatif yang akurat dalam bentuk yang menarik dan mudah dimengerti.25

c. Diagram

Diagram merupakan susunan garis-garis dan lebih menyerupai peta daripada gambar. Diagram ruang belajar misalnya menunjukkan di mana letak dinding, pintu, jendela, bangku, dan meja murid-murid.26

d. Bagan

Bagan hamper sama dengan diagram. Bedanya, bagan lebih menekankan kepada suatu perkembangan atau suatu proses atau susunan suatu organisasi.27

e. Peta

Peta adalah gambar permukaan bumi atau sebagian daripadanya. Secara langsung atau tidak langsung peta mengungkapkan informasi seperti lokasi suatu daerah, luasnya, bentuknya, penyebaran penduduknya, dataran, perairan, iklim, sumber ekonomi, serta hubungan satu dengan yang lain.

Dengan peta orang dapat menvisualisasikan apa yang ada di permukaan bumi ini dan menentukan tempat kejadian sesuatu.28

25 Ibid., h. 89.

26 Ibid., h. 93.

27 Ibid., h. 93.

28 Ibid., h. 96.

2) Penyaluran pesan visual verbal-nonverbal-grafis a. Buku dan modul

Buku merupakan sumber belajar yang dibuat untuk keperluan umum dan biasanya seorang siswa yang menbaca buku masih membutuhkan bantuan orang lain (guru atau orang tua) untuk menjelaskan kandungannya. Buku cenderung informatif dan lebih menekankan pada sajian materi ajar dengan cakupan yang luas dan umum. Sedangkan modul merupakan bahan belajar yang dapat digunakan oleh siswa untuk belajar secara mandiri dengan bantuan seminimal mungkin dari orang lain.

Mdul dibuat berdasarkan program pembelajaran program pembelajaran yang utuh dan sistematis serta dirancang untuk sistem pembelajaran mandiri.29

b. Komik

Komik juga dapat dijadikan media pembelajaran. Gambar dalam komik biasanya berbentuk atau berkarakter gambar kartun. Ia mempunyai sifat yang sederhana dalam penyajiannya, dan memiliki unsur urutan cerita yang memuat pesan yang besar tetapi disajikan secara ringkas dan mudah dicerna, terlebih lagi ia dilengkapi dengan bahasa verbal yang dialogis.

c. Majalah dan jurnal

Majalah secara umum dapat dimaknai sebagai media informasi dengan tugas utamanya menyampaikan berita actual.

Dalam konteks pendidikan di sekolah, untuk memacu kreativitas para siswa dalam menciptakan lingkungannya sendiri sebagai lingkungan yang kondusif untuk belajar, sekolah hendaknya menyediakan berbagai macam sumber belajar, diantaranya adalah majalah.

Disamping majalah, jurnal pun dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kreatif dan tidak membosankan. Berbeda dengan majalah, tugas utama dari jurnal adalah memuat hasil pemikiran dan penelitian dari sivitas akademika sebuah lembaga pendidikan. Untuk tingkat sekolah dasar, jurnal dapat dibuat oleh para siswa dengan cara

29 Ibid., h. 98-99.

yang kreatif, yakni dengan cara menvisualisasikan semua gagasan yang akan dituangkan dalam jurnal.30

d. Poster

Poster adalah gambar yang besar, yang memberi tekanan pada satu atau dua ide pokok, sehingga dapat dimengerti dengan melihatnya sepintas lalu. Poster yang baik adalah poster yang segera dapat menangkap pandangan orang dan menanamkan kepadanya pesan yang terkandung dalam poster itu.31

e. Papan visual

Papan visual, yakni papan yang dapat menyalurkan pesan- pesan visual. Papan visual ini memiliki banyak ragam, diantaranya meliputi papan tulis, papan magnetic, papan lembar balik, papan bulletin (bulletin board), papan flannel (flannel board), papan peragaan atau lebih dikenal sebagai apan display (display board).32

Dokumen terkait