BAB I PENDAHULUAN
G. Metode penelitian
3. Sumber data
Sumber data penelitian adalah subjek penelitian atau informan, atau subyek darimana data diperoleh. Menurut Lofland dan Lofland (dalam Moleong) sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain- lain.45
Setiap penelitian memerlukan data atau informasi dari sumber yang dapat dipercaya, agar data dan informasi tersebut dapat dugunakan untuk menjawab masalah penelitian. Data dan informasi tersebut adalah data empiris, yakni data lapangan atau data yang terjadi sebagai adanya. Data yang diperoleh harus jelas adanya. Berkaitan dengan hal itu, pada bagian ini jenis datanya dibagi dalam kata-kata dan tindakan, serta sumber data tertulis.
45 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2019), h. 157.
a. Data primer (data lapangan)
Data primer adalah data yang diperoleh melalui tehnik wawancara dan observasi dari informan seperti guru, kepala sekolah dan siswa yang terlibat dalam proses penelitian dan dilakukan secara langsung.46 Adapun sumber data primer adalah sebagai berikut:
1) Kepala sekolah MI NW Taman Pagesangan
2) Guru mata pelajaran bahasa arab kelas V MI NW Taman Pagesangan
3) Siswa kelas V MI NW Taman Pagesangan tahun pelajaran 2019/2020
b. Data sekunder (data kepustakaan/dokumentasi)
Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari tangan kedua atau sumber-sumber lain yang tersedia. Bahan-bahan sumber sekunder dapat berupa artikel-artikel, buku-buku, majalah, surat kabar, pendapat para ahli serta tulisan-tulisan lain yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.47 Adapun yang dijadikan data sekunder dalam penelitian ini adalah:
1) Dokumen-dokumen pembelajaran bahasa arab.
2) Buku pegangan guru dan siswa mata pelajaran bahasa arab 3) Silabus
46 Sugiyono, metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2011), h. 85.
47 Ibid., h. 38.
4. Teknik Pengumpulan Data
Dalam metode pengumpulan data digunakan 3 macam teknik pengumpulan data yaitu:
a. Metode Observasi atau Pengamatan
Observasi atau pengamatan adalah “pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti.”48 Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa, metode observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan. Pengamatan adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.
Pengumpulan data dengan observasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu pengumpulan data langsung dan pengumpulan data dengan observasi tak langsung. Untuk mempermudah peneliti untuk pengumpulan data maka peneliti menggunakan observasi langsung yaitu cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa menggunakan alat standar lain untuk keperluan tersebut.
Lincoln dan guba lewat syamsuddin mengklasifikasikan:
Observasi menurut tiga cara pertama, pengamatan dapat bertindak sebagai seorang partisipan atau non partisipan. Kedua, observasi dapat dilakukan secara terus terang (overt) atau penyamaran (covert) walaupun secara etis dianjurkan untuk berterus terang, kecuali untuk keadaan tertentu yang memertluakn penyamaran.
48 Husaini usman, Metode Penelitian Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), h. 54.
Klasifikasi yang ketiga menyangkut latar penelitian, observasi dapat dilakukan pada latar alami atau dirancang (analog dengan wawancara tak terstruktur dan wawancara terstruktur).49
Dari beberapa cara observasi di atas maka penelitian ini, peneliti menggunakan observasi latar alami. Observasi ini akan bermanfaat karena peneliti langsung bisa mengamati objek penelitian yang sekaligus menjadi pengalaman bagi peneliti. Adapun dalam metode observasi ini peneliti memperoleh data tentang jenis media visual (gambar), penggunaan media visual(gambar) oleh guru, dan peningkatan minat belajar siswa kelas V pada mata pelajaran bahasa arab di MI NW Taman Pagesangan tahun pelajaran 2019/2020.
b. Metode Wawancara
Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstuksikan makna dalam suatu topik tertentu.50 Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto wawancara merupakan “dialog yang dilakukan pewawancara untuk mendapat informasi dari terwawancara.”51
Tujuan digunakan metode wawancara ini adalah agar peneliti memeperoleh informasi tentang penggunaan media visual(gambar) yang dilakukan guru dalam meningkatkan minat belajar siswa di MI NW Taman Pagesangan. Adapun orang-orang yang akan diwawancara berupa kepala sekolah, guru dan siswa.
49 Lincoln dan guba syamsuddin, Metode Penelitian Kualitatif…, h. 111.
50 Sugiyono, Metode Penelitian…, h. 317.
51 Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta, Rineka cipta, 2002), h. 132.
c. Metode Dokumentasi
Menurut Suharsimi Arikunto dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transaksi, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda, dan sebagainya.52
Sesuai dengan pendapat tersebut diatas, maka dapat dijelaskan tujuan penggunaan metode dokumentasi dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data tentang:
1) Sejarah singkat tentang berdirinya MI NW Taman Pagesangan.
2) Struktur organisasi MI NW Taman Pagesangan
3) Jumlah guru dan siswa yang tercatat dalam dokumen MI NW Taman Pagesangan.
4) Keadaan sarana dan prasarana MI NW Taman Pagesangan.
5. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang sudah diwawancarai setelah di analisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai tahap tertentu, diperoleh data yang dianggap kredibel. Miles dan Huberman, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.53
52 Ibid…, h. 158.
53 Sugiyono, metode penelitian., h. 337.
a. Reduksi Data (Data reduction)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.54
Jadi melalui reduksi data, akan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data yang pokok (penting) dan membuang data yang belum jelas yang tidak dipahami.
b. Penyajian Data (data display)
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles dan Huberman menyatakan, “yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat naratif.” Dengan mendisplay data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah di pahami terutama kesalahan yang terjadi pada siswa.55
Dengan mendisplay data maka akan memudahkan peneliti untuk merencanakan apa yang akan dilakukan oleh peneliti selanjutnya.
c. Penarikan Kesimpulan (verification)
Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.56
54 Ibid., h. 338.
55 Ibid., h. 341.
56Ibid., h. 345.
Analisis data ialah proses menyusun serta mengorganisasikan data ke dalam suatu uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan sesuai data yang dihasilkan dalam penelitian. Untuk keperluan analisis data ini peneliti menggunakan analisis data induktif, yaitu cara berfikir yang menganalisis fakta-fakta yang bersifat umum kemudian dipakai untuk bahan penarikan kesimpulan yang bersifat khusus.
6. Keabsahan Data
Agar temuan atau data-data yang diperoleh menjadi lebih absah dan valid.
Maka perlu peneliti kreabilitasinya. Berikut ini beberapa tehnik pemeriksaan data yang perlu dilakukan peneliti:
a. Perpanjang Keikutsertaan
Sebagaimana telah dikemukakan bahwa peneliti sendiri menjadi instrument itu sendiri, maka keikut sertaan tersebut tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan pada latar penelitian.
Dengan perpanjang keikutsertaan, peneliti mengecek kembali apakah data yang telah diberikan selama ini merupakan data yang sudah benar atau tidak. Bila data yang diperoleh selama ini tidak valid setelah dicek kembali kepada sumber data aslinya ternyata tidak benar, maka peneliti melakukan perpanjang keikutsertaan atau pengamatan
yang lebih lama, luas dan mendalam lagi sehingga diperoleh data yang pasti kebenarannya.
b. Ketekunan Pengamatan. Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesimbungan.57 Ketekunan pengamatan ini maksudnya peneliti harus mengamati dengan cermat agar memudahkan peneliti dalam memperoleh data yang valid.
Dengan cara tersebut maka kepastian dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis.
c. Triangulasi
Triangulasi adalah tehnik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Tehnik triangulasi yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber lainnya.58
Menurut Lexy J. Moleong “triangulasi adalah tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Sehingga akan memperoleh data yang dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiah.”59
Adapun jenis triangulasi yang digunakan peneliti yaitu:
1) Triangulasi sumber data
Triangulasi ini membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda dalam metode kualitatif.
2) Triangulasi metode
Triangulasi ini menguji kreadibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan tehnik yang berbeda.
57 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: alfabeta, 2005), h. 124.
58 Ibid…, h. 125.
59 Maleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Rosda karya, 2005), h. 171.
3) Triangulasi teori
Hasil akhir penelitian kualitatif berupa sebuah rumusan informasi atau tesis statement. Informasi tersebut selanjutnya dibandingkan dengan perspektif teori yang relevan untuk menghindari bias individual peneliti atas temuan atau kesimpulan yang dihasilkan.60
Jadi, triangulasi yang digunakan dalam pemeriksaan data ini adalah menggunakan triangulasi sumber data.
H. Sistematika Pembahasan
Supaya mendapat gambaran yang lebih jelas dan menyeluruh tentang pembahasan ini maka peneliti gambarkan secara umum terkait dengan sistematika pembahasan seperti yang sudah tertulis dibawah ini.
1. Bagian awal
Pada bagian awal terdapat halaman sampul, halaman judul, persetujuan pembimbing, nota dinas, pernyataan keaslian skripsi, halaman pengesahan, halamna motto, halaman persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran dan abstrak.
2. Bagian isi
Pada bab I adalah pendahuluan yang membahas tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian dan sistematika pembahasan.
60 Ibid., h. 177.
Pada bab II terdapat paparan tentang data dan temuan yang dapat menggambarkan seluruh data dan temuan serta peneliti yaitu sebagai berikut:
a. Gambaran umum tentang MI NW Taman Pagesangan yaitu: sejarah singkat berdirinya MI NW Taman Pagesangan, letak geografis MI NW Taman Pagesangan, keadaan sarana dan prasarana MI NW Taman Pagesangan, keadaan siswa/siswi di MI NW Taman Pagesangan, keadaan guru/pegawai di MI NW Taman Pagesangan, serta visi, misi dan tujuan MI NW Taman Pagesangan.
b. Strategi guru dalam menggunakan media pembelajaran visual (gambar) untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas V mata pelajaran Bahasa Arab MI NW Taman Pagesangan
c. Kendala guru dalam menggunakan media pembelajaran visual (gambar) untuk meningkatkan minat belajar siswa
d. Cara mengatasi kendala dalam menggunakan media pembelajaran visual (gambar) untuk meningkatkan minat belajar siswa.
Pada bab III terdapat pembahasan yang berisi tentang penjelasan materi yang ada pada bab II yaitu sebagai berikut: petama, Strategi guru dalam menggunakan media pembelajaran visual (gambar) untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas V mata pelajaran bahasa arab MI NW Taman Pagesangan, yaitu:Pengertian media pembelajaran, manfaat media pembelajaran. Media visual (gambar), serta minat belajar. Kedua,
Kendala guru dalam menggunakan media pembelajaran visual (gambar) untuk meningkatkan minat belajar siswa. Ketiga, Solusi yang digunakan dalam kendala dalam menggunakan media pembelajaran visual (gambar) untuk meningkatkan minat belajar siswa.
Terakhir Pada bab IV adalah penutup yang berisi tentang kesimpulan dan saran serta dilengkapi dengan daftar pustaka dan lampiran.
3. Bagian akhir
Pada bagian akhir terdapat daftar pustaka serta lampiran-lampiran.
Lampiran-lampiran itu berupa pedoman observasi, hasil observasi, narasi observasi, pedoman wawancara, hasil wawancara, pedoman dokumentasi serta foto-foto kegiatan.
46
38 BAB II
PAPARAN DATA DAN TEMUAN
A. Gambar Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah singkat berdirinya MI NW Taman Pagesangan
Sejarah didirikannya Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Wathan Taman Pagesangan adalah berawal dari adanya salah satu tokoh masyarakat Taman Pagesangan yang bernama H.Toha yang ditunjuk langsung oleh bapak TGKH. Zainuddin Abdul Majid untuk mendirikan Madrasah. Maka didirikanlah MI NW Taman ini yaitu pada tanggal 1 januari 1958. Kepala MI NW Taman yang pertama adalah Hj.Faizah selama kurun waktu 42 tahun yaitu pada periode (1960-2002), selanjutnya kepala madrasah yang kedua adalah Jamiin selama 4 tahun yaitu pada periode (2002-2006).
Sedangkan pada tahun (2006-2012) yang menjadi kepala madrasah adalah BQ. Aluh Nurbayani,S.Ag. dan pada tahun (2012–Sekarang) yang menjabat sebagai kepala madrasah adalah Ismu Rafikah, S.Pd.I61
2. Letak geografis MI NW Taman Pagesangan
Lokasi MI NW Taman Pagesangan Mataram terletak di Jalan R. Nuraksa No. 5 Taman, kelurahan Pagesangan Mataram Kecamatan Mataram kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan batas-batas sebagai berikut:
61Observasi, MI NW Taman Pagesangan, 27 Juli 2020
a. Sebelah barat : rumah warga b. Sebelah timur : jalan raya
c. Sebelah selatan : masjid lingkungan Taman Pagesangan d. sebelah utara : jalan desa62
3. Keadaan sarana dan prasarana MI NW Taman Pagesangan tahun pelajaran 2019/2020.
Table 2.1
Keadaan Sarana Dan Prasarana MI NW Taman Pagesangan Tahun Pelajaran 2019/202063.
No Nama ruang Jumlah
1 Jumlah ruang belajar 7
2 Ruang kepala sekolah 1
3 Ruang tata usaha 1
4 Ruang guru 1
5 Ruang perpustakaan 1
6 Ruang laboratorium -
7 Ruang Osis -
8 Ruang BP/ BK -
9 Musholla 1
10 Ruang UKS 1
11 Aula/ Kantin 1
12 Kamar mandi/ Orinor 1
Pada tabel 2.1 di atas berisi tentang jumlah ruangan pada sekolah tempat penelitian yaitu di MI NW Taman Pagesangan dengan jumlah ruang belajar 7 kelas, selain itu ruangan yang lainnya terdiri dari masing- masing 1 ruangan.
62 Observasi, MI NW Taman Pagesangan, 27 Juli 2020
63 Dokumentasi, MI NW Taman Pagesangan, 27 Juli 2020
4. Keadaan siswa
Dalam proses belajar mengajar siswa memiliki peranan yang sangat penting, karena dalam proses belajar mengajar siswa akan menjadi tolak ukur untuk mengetahui berhasil tidaknya proses belajar mengajar. Adapun data jumlah siswa/siswi MI NW Taman Pagesangan tahun pelajaran 2019/2020 dengan rincian sebagai berikur:
Tabel 2.2
Keadaan Siswa/Siswi MI NW Taman Tahun 2019/202064
No. Kelas Jumlah siswa Jumlah
Laki-laki Perempuan
1. 1 12 12 24
2. 2.A 16 5 21
3. 2.B 10 11 21
4. 3 13 11 24
5. 4 21 5 26
6. 5 10 11 21
7. 6 7 13 20
Jumlah 89 68 157
Dari tabel 2.2 di atas, dapat diketahui jumlah siswa atau siswi di MI NW Taman Pagesangan secara keseluruhan sebanyak 157 peserta
64Dokumentasi, MI NW Taman Pagesangan, 27 Juli 2020
didik dengan perincian laki-laki dan perempuan. Laki-laki sebanyak 89 siswa dan perempuan sebanyak 68 siswi.
5. Keadaan guru/pegawai MI NW Taman Pagesangan tahun 2019/2020.
Tabel 2.3
Data Guru MI NW Taman Pagesangan Tahun 2019/202065
Nama guru/NIP Jenis kelamin
L/P
Tahun lahir
Jabatan Ijazah terakhir dan
TMT Ismi Rafikah, S.Pd
NIP:19671225199103 2001
P 1967 Kepala
Sekolah
S1 PGMI
Warnianti, S.Pd P 1976 Wakil
kepala sekolah
Bahasa Inggris
Asri wahida, S.Pd P 1971 GTY Geografi
Hilwani, S.Ag P 1976 GTY Syariah
Sumaini, S.Pd P 1983 GTY S1 PPkN
Munawwarah, S.Pd. I P 1978 GTY Tadris IPA
Milhir, S.Pd. I P 1983 GTY S1 PGMI
Hayati, S.Pd P 1989 GTY S1 Bahasa
Inggris Fajriani Djamalullail,
S.Pd. I
NIP:19699040519903 2002
P 1969 GAN S1 PAI
Hj. Saenah, S.Pd P 1960 GTY
Wahyu Novianto, S.Pd L 1993 GTY
Muhammad Juanda L 1995 TU MAN 2
Disamping siswa sebagai komponen utama dalam berpendidikan, seorang guru juga mendapatkan nilai tertinggi dalam pendidikan karena guru adalah tempat untuk mendapatkan pengetahuan serta guru
65Dokumentasi, MI NW Taman Pagesangan, 27 Juli 2020
merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam proses belajar mengajar.
6. Visi, misi dan tujuan
VISI : Berkualitas dalam iman, kecerdasan, kedisiplinan, terampil, berbudaya, berakhlakul karimah dan berwawasan global
MISI :
a. Melaksanakan kegiatan imtaq yang teratur dan terjadwal
b. Pembudayaan salam, maaf dan terima kasih melalui pembelajaran maupun pembiasaan melalui yel-yel, lagu-lagu dan bentuk penerapan lainnya.
c. Melaksanakan pembelajaran PAKEM berbasis ICT.
d. Melatih dan membimbing siswa-siswi didalam melaksanakan ibadah dengan segala ketentuan dan rukun-rukunnya.
e. Meningkatkan disiplin warga sekolah sesuai dengan tugas masing- masing.
f. Melakukan kegiatan ekstrakurikuler wajib pramuka dan ekstrakurikuler pilihan untuk pembinaan siswa sesuai bakat, minat dan potensi peserta didik.
g. Meningkatkan sarana prasarana yang memadai termasuk pelayanan WIFI gratis.
h. Melaksanakan gerakan membaca, gerakan kebersihan dan peduli lingkungan secara berkesinambungan66.
TUJUAN :
Sesuai dengan Permendikbud. Nomor 54 tahun 2013 tentang standar kompetensi lulusan, maka satuan pendidikan MI NW Taman Pagesangan Mataram menetapkam tujuan penyelenggaraan pendidikan adalah agar lulusan MI NW Taman Pagesangan Mataram memiliki:
1. Sikap yaitu perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan tanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.
2. Pengetahuan yaitu memiliki pengetahuan factual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, tehnologi, seni, dan budaya dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian dilingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.
3. Keterampilan yaitu memiliki kemampuan berpikir dan tindak yang produktif kreatif dalam ranah abstrak dan kongkrit sesuai yang ditugaskan kepadanya67.
66Dokumentasi, MI NW Taman Pagesangan, 27 Juli 2020
67Dokumentasi, MI NW Taman Pagesangan, 27 Juli 2020
7. Struktur Organisasi MI NW Taman Pagesangan
Dalam suatu lembaga pendidikan sangat diperlukan adanya suatu organisasi yang baik dan teratur dalam rangka membantu keberlangsungan proses belajar mengajar yang baik dan teratur dalam rangka membantu keberlangsungan proses belajar mengajar yang baik. Organisasi tersebut sangat urgen dalam menunjang maju mundurnya proses belajar mengajar pada suatu lembaga pendidikan.
Dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran di MI NW Taman Pagesangan kepala sekolah sering mengadakan perbaikan- perbaikan terhadap tata kerja, dan kegiatan-kegiatan pendidikan dengan mengembangkan pengembangan bakat guru, pegawai dan siswa melalui organisasi tersebut.
Gambar 2.1
Struktur Organisasi Sekolah68
68 Dokumentasi , MI NW Taman Pagesangan, 27 Juli 2020
Kepala Sekolah Komite Sekolah
Tata Usaha Kepala
Perpustakaan
Kelompok Jabatan Fungsional/Guru
Guru Kelas I
Guru Kelas II.A
Guru Kelas II.B
Guru Kelas III
Guru Kelas IV
Penjaskes Bahasa
Daerah Guru
Kelas VI Guru
Kelas V
Penjaga Siswa
Masyarakat Sekitar
B. Strategi Guru Dalam Menggunakan Media Pembelajaran Visual (Gambar) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Arab MI NW Taman Pagesangan.
Didalam dunia pendidikan salah satu wadah yang dibentuk untuk mendapatkan generasi penerus bangsa dalam mencapai keberhasilan Negara yang dilihat dari adanya berbagai macam karakter yang berjiwa sosial pancasila yang dapat meningkatkan iman dan takwa. Untuk mencapai keberhasilan prestasi dan meningkatnya minat pada peserta didik yang diajarkan adalah sebuah keinginan yang diinginkan oleh para guru, orang tua, bangsa dan Negara. Oleh karena itu perlu adanya pegangan metode dan media pembelajaran oleh setiap guru mata pelajaran untuk mendapatkan keberhasilan dalam mengajarkan materi, karena media mempunyai peranan penting dalam upaya pencapaian tujuan agar pembelajaran mudah dimengerti oleh peserta didik.
Seperti yang diungkapkan oleh kepala sekolah, bahwa media itu harus pandai-pandai kita dalam memilih sesuai dengan materi pembelajaran, tetapi biasanya media yang digunakan dalam pembelajaran bahasa arab tergantung dari materi yang diajarkan karena pada pembelajaran bahasa memiliki empat aspek yaitu: 1) mendengarkan medianya tentu tip, audio dan video, 2) berbicara medianya gambar (visual), permainan, kartu kata dan lingkungan sekolah, 3) membaca medianya buku dan cerita, 4) menulis medianya sama seperti berbicara yaitu gambar, foto, serta pengalaman siswa sehari-hari69
69 Ismu Rafikah (kepala sekolah), Wawancara, MI NW Taman Pagesangan, tanggal 28 Juli 2020
Dari wawancara di atas, maka dalam menentukan media pembelajaran guru harus bisa menyesuaikan isi materi yang akan dipalajari dengan media yang digunakan agar siswa bisa memahami dengan cepat, karena kesesuaian materi dengan media akan membuat siswa tertarik dalam belajar.
Uraian di atas sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh guru mata pelajaran bahasa Arab, beliau menyatakan bahwa: menggunakan metode pembelajaran bervariatif yang disesuaikan dengan materi pelajaran dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan menggunakan media pembelajaran70.(W.1.2.1.M.28/07/2020).
Dari wawancara di atas, maka metode yang digunakan guru dalam menentukan media pembelajaran harus disesuaikan dengan materi pelajaran, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sesuai dengan media yang diajarkan.
Dari hasil wawancara dengan ibu Milhir di atas, maka sesuai dengan pendapat Yudhi Munadi yang menyatakan, adapun kriteria-kriteria yang menjadi fokus dalam memilih media pembelajaran yang digunakan antara lain karakteristik siswa, tujuan pembelajaran, bahan ajar, karakteristik medianya itu sendiri, dan sifat pemanfaatan media.71
Jadi dalam menentukan media hal yang pertama yang diperhatikan adalah isi materi yang akan diajarkan, kemudian melihat kondisi dan keadaan siswa, serta tujuan dari pembelajaran.
Disamping itu, peneliti juga melakukan wawancara dengan salah satu siswa kelas V yaitu Nazwa Farillah, menyatakan: bahwa mereka merasa sangat senang ketika guru mengajar menggunakan media visual apalagi yang selaras dengan materi pembelajaran72
70 Milhir (guru bahasa arab), Wawancara, MI NW Taman Pagesangan, 28 Juli 2020
71 Yudhi Munadi., h. 187.
72 Najwa Farillah (siswa), Wawancara, MI NW Taman Pagesangan, tanggal 29 Juli 2020