• Tidak ada hasil yang ditemukan

Media Promosi Kesehatan dalam Asuhan Kehamilan

Dalam dokumen Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan (Halaman 186-191)

Promosi Kesehatan dalam Asuhan Kehamilan

15.3 Media Promosi Kesehatan dalam Asuhan Kehamilan

Konsep dan Fungsi

Media adalah pengantar atau perantara sumber informasi kepada penerima informasi.

Media pembelajaran adalah segala sesuatu / sarana fisik untuk menyampaikan sumber informasi

-Pengetahuan

-Sikap

-Perilaku

-Perubahan Perilaku-

182 yang dapat memunculkan perasaan, fikiran, dan kemauan penerima informasi sehingga dapat tercipta proses belajar pada diri penerima informasi.

Media dalam promosi kesehatan dapat didefinisikan sebagai alat bantu atau alat peraga yang dapat dilihat, didengar, diraba, serta dirasa, untuk dapat menunjang kelancaran komunikasi dan proses penyebarluasan informasi.

Media memiliki fungsi antara lain :

1) Media dapat berfungsi sebagai solusi terkait keterbatasan pengalaman audience yang berbeda-beda. Seperti keterbatasan pengalaman audience akan suatu objek tertentu yang tidak mungkin dihadirkan secara nyata, maka media dapat berfungsi untuk menghadirkan sebuah miniatur, model, maupun gambar berupa visual ataupun audiovisual.

2) Media dapat berfungsi sebagai sebagai alat bantu untuk menghasilkan interaksi antara audience dan lingkungannya

3) Media berfungsi sebagai alat yang membantu menyeragamkan pengamatan

4) Media berfungsi membangkitkan motivasi dan keinginan serta minat baru untuk belajar Jenis Media

Media memiliki fungsi salah satunya untuk membantu pemberi informasi (penyuluh kesehatan) untuk dapat memberikan informasi kepada penerima informasi (sasaran penyuluhan) dengan jelas dan lebih terarah. Dalam mempersiapkan media promosi kesehatan, perlu ditentukan gambaran tentang sasaran yang akan dituju, dimana penggunaan media penyuluhan harus disesuaikan dengan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh sasaran penyuluhan, latar belakang usia, wilayah, dan faktor lain yang mendukung penerimaan individu terhadap sebuah informasi.

a. Berdasarkan kesediaannya, media terbagi menjadi dua :(Kholid, 2012) 1) Media by utilization

Media siap pakai (media by utilization) ialah media yang sudah ada di pasaran dan siap pakai dapat digunakan secara luas. Media ini memiliki keunggulan bahwa akan menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam pengadaannya. Namun, kekurangannya adalah tidak sepenuhnya media siap pakai akan dapat memenuhi tujuan dan kebutuhan pembelajaran/penyuluhan.

2) Media by design

Media by design adalah media yang secara khusus dirancang untuk tujuan pembelajaran/penyuluhan tertentu. Media ini memiliki kekurangan yaitu akan membutuhkan tenaga, waktu dan biaya dalam produksinya, namun akan menjadi suatu alat bantu yang sahih, valid dan sesuai dengan kebutuhan dan dapat diandalkan.

b. Berdasarkan bentuknya, media terbagi sebagai berikut :(Jatmika et al., 2019) 1) Media cetak

Media cetak sebagai alat bantu menyampaikan informasi kesehatan dapat berupa berbagai bentuk, diantaranya :

Booklet

Merupakan media cetak yang berbentuk buku, yang terdiri dari gambar dan tulisan. Kelebihan booklet dapat memberikan informasi dengan lengkap dan mudah dipahami, menyajikan desain yang lebih menarik sehingga lebih menarik dan tidak membosankan, serta lebih mudah dibawa. Kekurangan booklet membutuhkan keterampilan, keahlian, dan kreatifitas untuk mendesain dan membuatnya.

183 Gambar 15.2: Booklet

Sumber : google image Leaflet

Merupakan media cetak berbentuk lembaran yang dibentuk berlipat, biasanya 3- 4 lipatan salam satu lembar. Isi dari leafleat adalah informasi yang terdiri dari kalimat singkat, gambar, atau keduanya. Keunggulan media leaflet adalah biaya produksi relatif lebih terjangkau dan mudah dalam pendristribusiannya.

Kekurangannya karena berbentuk lembaran sehingga relatif lebih mudah rusak jika tidak disimpan dengan baik.

Gambar 15. 3: Leaflet Sumber : google image Flyer

Merupakan media cetak berbentuk seperti leaflet namun tidak berlipat. Flyer biasa disebut dengan selebaran dan sering digunakan di masyarakat umum diluar kesehatan. Keunggulan dan kekurangan flyer tidak jauh berbeda dengan Leaflet.

Gambar 15. 4: Flyer Sumber : google image

184 Flipchart

Merupakan media cetak yang berbentuk lembar balik yang terbingkai atau terjilid. Flipchart berisi informasi berupa gambar dan penjelasan gambar yang bisa terdapat pada satu sisi maupun pada sisi lainnya (sisi petugas). Prinsip penggunaan flipchart sebagai media promosi kesehatan adalah sederhana, terpadu, seimbang antara bentuk ruang dan warna, penekanan pada informasi yang ingin di sampaikan. Kelebihan flipchat adalah tata letak yang mudah dipahami dan memiliki perbedaan antara layout depan dan belakang yang dapat mempermudah pemberi informasi. Kekurangannya cakupan audience terbatas dan membutuhkan penyimpanan khusus. Selain itu juga membutuhkan keahlian mendesain.

Gambar 15. 5: Flipchart Sumber : google image Poster

Merupakan media cetak yang berbentuk ilustrasi gambar sederhana yang dilengkapi dengan uraian gagasan pokok pikiran dan fakta-fakta. Poster memiliki ukuran yang besar dibandingkan flyer. Poster dapat ditempel di tembok atau dinding tempat umum. Poster yang baik adalah yang memiliki daya tarik dan minat pembaca sehingga harus terdiri dari kobinasi gambar, warna, dan pesan yang mudah dipahami.

Gambar 15. 6: Poster Sumber : google image 2) Media Audio Visual

Media audio visual adalah media promosi kesehatan yang dapat didengar dan dilihat, dengan melibatkan stimulasi pada indera pengelihatan (mata) dan indera

185 pendengaran (telinga) dalam proses penerimaan informasi kesehatan. Penggunaan media audio visual ini memiliki keunggulan antara lain :

- Mudah diingat, karena memberikan visualisasi informasi, dimana seseorang akan lebih mudah mengingat gambar daripada hanya dengan kata-kata.

- Lebih fokus, karena penggunaan gambar dapat memusatkan perhatian seseorang.

- Gambar dapat menarik perhatian dan mempengaruhi gairah emosional penerima informasi untuk membangkitkan gairah belajar.

Contoh media audio visual antara lain : Televisi (TV)

Kelebihan TV adalah mampu untuk menyebarkan informasi secara luas dan cepat. Kekurangannya adalah komunikasi yang disampaikan hanya satu arah dari pemberi informasi ke penerima informasi, sehingga penerima informasi / penonton TV hanya sebagai penerima pasif.

Video

Video sebagai media promosi kesehatan adalah media yang dapat memvisualisasikan sebuah informasi menjadi lebih nyata melalui motorik, ekspresi, dan suasana lingkungan tertentu. Kelebihan video adalah tampilan informasi lebih menarik, mudah diingat, tidak terbatas jarak dan waktu, dapat diulang tergantung pada format/bentuk penyimpanan video (CD, VCD, DVD, dsb). Kekurangan video adalah jika pembuatan gambar kurang tepat, maka dapat menyebabkan penafsiran yang kurang tepat bagi penerima informasi, memerlukan tenaga ahli dan biaya untuk membuatnya.

Film

Film tidak jauh berbeda dengan tayangan video, namun yang membedakan adalah film terdapat latar belakang yang diangkat dan memiliki alur cerita, dan cenderung memiliki durasi yang lebih lama.

3) Media Sosial

Media sosial dewasa ini sudah menjadi sebuah teknologi yang menyatu dengan sebagian besar individu. Peran internet dan kemajuan teknologi sangat menguntungkan dalam pemanfaatannya sebagai media promosi kesehatan. Penggunaan internet dan kemajuan teknologi sejenis dapat membantu individu untuk dapat berinteraksi, berkomunikasi, dan berbagi serta bekerjasama dengan menium virtual. Media sosial memiliki beberapa bentuk seperti Facebook, Instagram, Youtube, Blogspot, dsb.

Namun bagi sebagian orang penggunaan media sosial ini masih belum digunakan secara menyeluruh terutama pada sebagian kelompok usia dan sebagian wilayah di indonesia. Penggunaan media sosial dapat dioptimalkan pada kelompok usia remaja.

Penelitian oleh Puspitasari dan Indrianingrum (2021) tentang efektifitas penggunaan aplikasi M-Heath dalam promosi kesehatan didapatkan bahwa aplikasi tersebut berpengaruh terhadap pengetahuan ibu hamil dan diharapkan dapat menjadi pilihan media promosi kesehatan berbasis teknologi yang mudah dijangkau karena penggunaannya dapat diakses dengan mudah pada masing-masing ponsel ibu hamil berbasis android. Diharapkan juga selain berpengaruh pada pengetahuan ibu, juga mampu merubah perilaku dan kewaspadaan ibu terkait kehamilannya.(Puspitasari and Indrianingrum, 2021)

Pemanfaatan teknologi lainnya yang dapat menjadi pilihan yaitu penggunaan Model SMS Gateway. SMS Gateway ini merupakan aplikasi berupa penyebaran informasi melalui pesan singkat / SMS, yang otomatis mengirim pesan pada ibu hamil dengan protokol tertentu. Hal ini efektif menjadi pilihan penyebaran informasi kesehatan pada ibu hamil khususnya bagi ibu di daerah khusus / terpencil, yang masih belum menjangkau sistem berbasis android.(Herlina, 2018)

186

Dalam dokumen Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan (Halaman 186-191)