• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEGIATAN BELAJAR 2

A. Menganalisis Struktur Teks Eksplanasi

17

Kompetensi Dasar

Indikator

Setiap teks memiliki struktur yang menjadi ciri khasnya. Secara umum, setiap teks mempunyai struktur dasar pembuka, isi, dan penutup. Teks eksplanasi juga memiliki struktur umum yang demikian. Menurut Kosasih, ada beberapa struktur teks eksplanasi yang terdiri atas tiga bagian yaitu identifikasi fenomena, penggambaran rangkaian kejadian, dan ulasan.

1. Identifikasi fenomena (phenomenom sequence)

mengindentifikasi sesuatu yang akan diterangkan atau gambaran awal tentang apa yang disampaikan dengan pernyataan yang bersifat umum. Bisa juga dikatakan sebagai kalimat pembuka untuk memperkenalkan pokok masalah yang akan dibahas. Harus bersifat ringkas, menarik dan jelas yang mampu membangkitkan minat para pembaca untuk membaca detailnya. Hal itu bisa terkait dengan peristiwa atau fenomena alam, sosial, budaya dan fenomena-fenomena lainnya.

18 2. Penggambaran rangkain kejadian (explanation sequence)

penggambaran rangkaian kejadian (explanation sequence) yaitu memerinci proses kejadian yang relevan dengan fenomena yang diterangkan sebagai pertanyaan atas bagaimana atau mengapa.

a. Rincian yang berpola atas pertanyaan “bagaimana” akan melahirkan uraian yang tersusun secara kronologis ataupun gradual. Dalam hal ini fase-fase kejadiannya disusun berdasarkan urutan waktu.

b. Rincian yang berpola atas pertanyaan “mengapa” akan melahirkan uraian yang tersusun secara kausalitas. Dalam hal ini fase-fase kejadiannya disusun berdasarkan hubungan sebab akibat.

3. Ulasan (review)

Ulasan (review) yaitu berupa komentar atau penilaian tentang konsekuensi atas kejadian yang dipaparkan sebelumnya.

Berikut model gambaran tentang struktur teks eksplanasi

Teks Bagian-

bagian

Penjelasan

Tahukah Anda apa itu angin puting beliung? Angin puting beliung disebut juga angin puyuh, angin bahorok, atau lesus. Angin puting beliung adalah

Identifikasi Fenomena

Penjelasan umum dari fenomena angin putting beliung

Struktur Teks Eksplanasi

Identifikasi Fenomena Latar Belakang

Kejadian Proses Kejadian

Kronologis

Penyebab Ulasan

Mengomentari Konsekuensi

19 angin yang berputar kencang dengan

kecepatan lebih dari 63 km/jam dan bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum lima menit.

Di Amerika, angin yang disebut tornado ini mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter.

Puting beliung merupakan dampak ikutan awan kumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan. Namun, tidak semua pertumbuhan awan Cb menimbulkan angin puting beliung.

Kehadirannya belum dapat diprediksi karena terjadi secara tiba- tiba pada area skala sangat lokal.

Pusaran puting beliung mirip belalai gajah. Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan. Angin ini lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak daerah dataran rendah.

Angin ini biasanya terjadi pada musim pancaroba akibat terjadi pertemuan udara panas dan dingin.

Pada siang hari, suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul (akibat radiasi matahari di siang hari), lalu tumbuh menjadi awan secara vertikal. Selanjutnya, di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara

Rangkain Kejadian

Penjelasan proses terjadinya angin putting beliung

20 naik dan turun dengan kecepatan yang

cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi tersebut turun mengembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

Angin puting beliung tidak dapat dicegah, Namun, dengan mengetahui karakteristiknya, kita dapat mengantisipasi dengan cara mengetahui bulan-bulan pancaroba untuk meningkatkan kewaspadaan.

Ulasan Ulasan penulis terhadap angin puting beliung

21 Bacalah teks dibawah ini

Banjir

Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir dapat terjadi karena alam serta tindakan manusia.

Penyebab alami banjir yaitu erosi dan sedimentasi, pasang.

Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.

Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.

Latihan

22 Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan, dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.

Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.

Banjir memang telah menjadi salah satu bencana yang menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan terbesar terjadi saat banjir tersebut terjadi di permukiman penduduk sehingga menyeret dan merusak apa saja yang dilaluinya. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi bencana ini.

SOAL

Setelah membaca teks di atas selesaikanlah soal di bawah ini.

1. Analisis lah struktur teks eksplanasi diatas dalam bentuk tabel.

23 Fitur kebahasaan yang menandai teks eksplanasi tidak jauh berbeda dengan fitur ataupun kaidah kebahasaan yang lazim ditemukan dalam teks prosedur. Teks eksplanasi seperti yang tampak pada contohnya diatas banyaknya menggunakan kata petunjuk keterangan waktu dengan keterangan bermakna cara.

a. Petunjuk keterangan waktu yaitu misalnya beberapa saat, setelah, segera setelah, pada tanggal, sebelumnya. Di samping itu, kata penunjuk keterangan yang mungkin digunakan adalah selagi, ketika, ketika itu, pada masa lalu, bertahun-tahun, selama, dalam masa sekarang.

b. Penunjuk keterangan cara, misalnya, sangat ketat, dengan tertib dan tenang, penuh haru. Melalui surat kabar, sedikit demi sedikit sebaik- baiknya, dengan jalan yang benar.

Teks eksplanasi dapat pula ditandai oleh penggunaan konjungsi atau kata penghubung yang bermakna konjungsi, seperti kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya. Apabila teks itu disusun secara kausalitas, konjungsi yang digunakan, antara lain, sebab, karena, oleh sebab itu.

Adapun berkenaan dengan kata ganti yang digunakannya, teks eksplanasi langsung merujuk pada jenis fenomena yang dijelaskannya. Yang bukan berupa persona. Kata ganti yang digunakan untuk fenomenanya itu berupa kata unjuk itu, ini, tersebut dan bukan kata ganti orang, seperti ia, dia, mereka.

Dokumen terkait