• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA MEDAN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA MEDAN 2021"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI BERBASIS TEKNIK STORYBOARD

SISWA KELAS XI SMA SKRIPSI

Diajukan untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

Nama : Widdiana

Nomor Pokok : 71170513062

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jenjang Strata -1 (S1)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA

MEDAN

2021

(2)

i

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang memberi ilmu dan inspirasi dan atas kehendakNya Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul : PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI BERBASIS TEKNIK STORYBOARD SISWA KELAS XI SMA.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera Utara. Penulis menyadari bahwa dalam penyelesaian ini banyak mendapat bantuan, bimbingan, saran dari berbagi pihak. Dalam kesempatan ini Penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Dr.H. Yanhar Jamaluddin, M.AP., sebagai Rektor UISU Medan.

2. Ibu Prof. Hj. Hasrita Lubis, M.Pd., Ph.D., sebagai Dekan FKIP UISU Medan.

3. Bapak Dr. Supar Wasesa, SE.,MM., sebagai Pimpinan UISU Marelan.

4. Ibu Dra. Hj. Rita, M.Pd., sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan sekaligus sebagai Dosen Pembimbing I yang telah banyak memberikan saran dan arahan sehingga selesainya skripsi ini.

5. Bapak Drs. Budianto, M.Pd., sebagai Dosen Pembimbing II yang telah banyak memberikan saran dan arahan sehingga terselesainya skripsi ini.

6. Amelia Khairina Ilmi, ST.,MM., dan seluruh staf UISU Marelan.

7. Seluruh Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan para pegawai FKIP UISU Medan.

8. Teristimewa orang-orang terkasih buat kedua orang tua Ayahanda Anhar dan Ibunda Syamsidar, A.Md., yang telah mengorbankan segalanya dan dukungan untuk segera menyelesaikan kuliah.

9. Abang Penulis Aspan Hamidi, ATT-III., Arif Rahman dan Alhafiz Abdullah, S.M., serta keluarga besar Penulis yang banyak memberikan motivasi dan dukungan kepada Penulis.

(3)

ii

10. Sahabat Penulis Arfina Sari, Ade Tasya Amelia, Murni Setia Ningsi, Diana Sri Wahyuningsi, dan seluruh mahasiswa angkatan 2017 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

11. Semua pihak yang tidak dapat Penulis sebut satu persatu yang telah memberikan bantuan baik material maupun moral kepada Penulis.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak lepas dari kekurangan, baik itu aspek kuantitas maupun aspek kualitas dari materi yang disajikan. Itu semua dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman Penulis dalam melakukan penelitian ini. Oleh karena itu, Penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar skripsi ini nantinya bisa bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Indonesia dan bisa dijadikan acuan untuk pengembangan penelitian yang lebih baik lagi.

Medan, Januari 2022 Penulis,

Widdiana

NPM. 71170513062

(4)

v DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR... i

ABSTRAK... iii

ABSTRACT... iv

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL... viii

DAFTAR GAMBAR... ix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah... 5

C. Pembatasan Masalah... 5

D. Perumusan Masalah ... 6

E. Tujuan Penelitian ... 6

F. Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. Kajian Teoretis... 8

1. Hakekat Modul Pembelajaran... 8

a. Pengertian Modul ... 8

b. Tujuan dan Fungsi Modul... 9

c. Karakteristik Modul... 10

d. Langkah-langkah Penyusunan Modul ... 13

2. Hakekat Menulis... 14

a. Pengertian Menulis ... 14

b. Tujuan Menulis... 16

3. Hakekat Teks Eksplanasi... 17

a. Pengetian Teks Eksplanasi ... 17

b. Struktur Teks Eksplanasi ... 18

c. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi ... 21

(5)

vi

d. Menulis Teks Eksplanasi ... 23

4. Hakekat Teknik Storyboard... 24

a. Pengertian Teknik Storyboard ... 24

b. Langkah-langkah Menggunakan Teknik Storyboard 25 c. Teknik Storyboard dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi... 27

B. Kerangka Konseptual... 28

C. Penelitian yang Relevan... 38

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 32

B. Waktu Penelitian... 32

C. Model Pengembangan ... 34

D. Prosedur Penelitian ... 34

1. Tahap Pendefenisian (Define) ... 35

2. Tahap Perancangan (Design)... 36

3. Tahap Pengembangan (Development)... 39

E. Subjek Penelitian ... 39

F. Instrument Pengumpulan Data ... 40

1. Wawancara ... 40

2. Lembar Validasi ... 40

G. Uji Validitas Instrumen... 42

H. Teknik Analisis Data ... 43

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil ... 45

1. Tahap Pendefenisian (Define) ... 45

2. Tahap Perancangan (Design) ... 46

3. Tahap Pengembangan (Development)... 50

B. Pembahasan ... 62 1. Proses Pengembangan Modul Pembelajaran Menulis Teks

Eksplanasi Berbasis Teknik Storyboard Siswa Kelas XI

(6)

vii

SMA... 62

2. Deskripsi Data Hasil Validasi Modul Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Berbasis Teknik Storyboard Siswa Kelas XI SMA... 63

3. Kelayakan Modul Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Berbasis Teknik Storyboard Siswa Kelas XI SMA... 66

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ... 69

B. Saran ... 69

DAFTAR PUSTAKA... 71

LAMPIRAN... 73

(7)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Rancangan Waktu Penelitian... 33

Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrument Pedoman Wawancara ... 40

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrument Penilaian Materi ... 41

Tabel 3.4 Kisi Instrument Penilaian Desain Modul... 42

Tabel 3.5 Petunjuk Angket Penilaian Modul... 43

Tabel 3.6 Kriteria Validitas Nilai Rata-rata Modul ... 44

Tabel 4.1 Angket Penilaian Validator Ahli Materi Terhadap Pengembangan Modul Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Berbasis Teknik Storyboard ... 52

Tabel 4.2 Komentar Validator Ahli Materi Terhadap Pengembangan Modul Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Berbasis Teknik Storyboard Siswa Kelas XI SMA ... 53

Tabel 4.3 Angket Penilaian Validator Ahli Desain Terhadap Pengembangan Modul Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Berbasis Teknik Storyboard ... 53

Tabel 4.4 Komentar Validator Ahli Desain Terhadap Pengembangan Modul Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Berbasis Teknik Storyboard Siswa Kelas XI SMA... 54

Tabel 4.5 Skor Rata-Rata Validasi Ahli Materi Dan Ahli Desain... 66

Tabel 4.6 Analisis Kelayakan Modul Berdasarkan Validasi Dosen Ahli Materi dan Desain... 67

Tabel 4.7 Kriteria kelayakan nilai rata-rata pada pengembangan modul pembelajaran menulis teks ekplanasi berbasis teknik storyboard siswa kelas XI SMA... 67

(8)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan Menurut

Thiagarajan (1974)... 34

Gambar 3.2 Sampul Depan dan Belakang Modul yang Dikembangkan.... 37

Gambar 3.3 Sampul Depan dan Belakang Modul yang Sudah Ada... 38

Gambar 4.1 Pengetikan materi dalam Microsoft word 2007... 48

Gambar 4.2 Layout cover dalam Microsoft Word 2007 ... 49

Gambar 4.3 Tampilan cover depan dan belakang modul ... 50

Gambar 4.4 Tampilan Materi Kegiatan Belajar I , II dan III Pada Modul . 51 Gambar 4.5 Tampilan Latihan I II, III Pada Modul ... 51

Gambar 4.6 Ejaan Bahasa Indonesia Sebelum Revisi... 55

Gambar 4.7 Soal Evaluasi Sebelum Revisi ... 55

Gambar 4.8 Teks bacaan sebelum revisi ... 56

Gambar 4.9 Cover Depan dan Belakang Modul Sebelum Validasi ... 56

Gambar 4.10Tampilan Warna Pada Kegiatan Belajar 1, 2 dan 3 Sebelum Validasi ... 57

Gambar 4.11Tampilan Gambar Pada Materi Sebelum Validasi... 57

Gambar 4.12 Ejaan Bahasa Indonesia Materi Setelah Revisi... 59

Gambar 4.13 Soal Evaluasi Setelah Revisi... 59

Gambar 4.14 Teks Bacaan Setelah Revisi ... 60

Gambar 4.15 Cover Depan dan Belakang Modul Setelah Validasi... 60

Gambar 4.16 Tampilan Warna Pada Kegiatan Belajar 1, 2 dan 3 Setelah Validasi ... 61

Gambar 4.17 Tampilan Gambar Pada Materi Setelah Validasi ... 61

(9)

72

DAFTAR PUSTAKA

Asih, Pamuji Setya Nur. (2014). Keefektifan Teknik Storyboard Terhadap Pembelajaran Menulis Naskah Drama Siswa Kelas XI SMAN Depok.

Skripsi. Yogyakarta: UNY.

Astuti, Wiji. (2021). The Learning Cell dalam Pembelajaran Menulis Pantun.

Yogyakarta: Deepublish

Dalman, H. (2012). Keterampilan Menulis. Depok: Rajawali Pers

Dhimas, Andrea. (2013) Cara Mudah Merancang Storyboard Untuk Animasi Keren. Yogyakarta: Taka Publisher.

Dwijayanti, Tyas. (2012). Keefektifan Teknik Storyboard Dalam Pembelajaran Menulis Narasi Siswa Kelas VII Smp Negeri 1 Kemranjen Banyumas.Skripsi. Yogyakarta: UNY

H, Riski Aulia Ismi. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Teks Eksplanasi Berbasis Multiple Intelligences Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Padangsidimpuan. Thesis. Medan: UNIMED.

Kosasih, E. (2020). Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta : Bumi Aksara.

_________.(2014). Jenis-jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA/MK: Analisis fungsi, Struktur, Kaidah serta Langkah-langkah Penulisannya. Bandung: Yrama Widya

Lagur, Novitasari Marta. (2016) Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Dengan Menggunakan Media Gambar Seri Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Turi Sleman. Skripsi. Yogyakarta: USD

(10)

73

Misra. (2013). Peningkatan Kemampuan Menulis Pengumuman melalui Metode Latihan Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Gio Kecamatan Moutong. Jurnal Kreatif Tadulako Online Volume 1 Nomor 2 (ISSN 2354-614X)

Munirah. (2015). Pengembangan Keterampilan Menulis Paragraf. Yogyakarta:

Deepublish

Nova, Tiarma. (2017). Teks Eksplanasi Berbasis Pemecahan Masalah (Problem Solving). Medan:Universitas Negeri Medan

Prastowo, Andi. (2015). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif.

Yogyakarta: Diva Press.

Prasaja, Pradhah Dalu FX. (2016). Pengembangan Bahan Ajar Modul Menulis Teks Cerpen Berdasarkan Teknik Storyboard Untuk Siswa SMA/MA Kelas XI. Skripsi. Yogyakarta: UNY

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung: Penerbit Alfabeta

_________. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualiatif, dan R & D.

Bandung: Alfabeta.

Suparman. (2014). Peningkatan Kemandirian Belajar dan Minat Belajar Mahasiswa Mata Kuliah Elektronika Analog dengan Pembelajaran PBL. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Volume 22 Nomor 1) : 84

Verawati, Siti. (2016). Pengembangan Modul Menulis Karangan Deskripsi Berbasis Kearifan Lokal Sumatera Selatan Siswa Kelas X SMAN Indralaya Utara. Skripsi. Indralaya: UNSRI

(11)

74

LAMPIRAN

(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)

MODUL

MENULIS TEKS EKSPLANASI BERBASIS TEKNIK STORYBOARD

WIDDIANA

SMA/MA/

SMK/MAK

KELAS

XI

(25)

i

Segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang memberi ilmu dan inspirasi atas kehendakNya, penyusunan modul Menulis Teks Eksplanasi Berbasis Teknik Storyboard untuk Siswa SMA Kelas XI dapat terselesaikan dengan baik. Modul ini dikemas sebagai pegangan bagi siswa dalam mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia di tingkat satuan pendidikan SMA kelas XI sesuai dengan kompetensi dasar pada materi Teks Eksplanasi.

Kegiatan tulis menulis suatu teks terkadang masih sulit dilakukan oleh siswa. Selain faktor minat, teknik yang kurang kreatif atau terkesan monoton kadang-kadang menjadi kendala. Oleh karena itu, penulis mencoba mengimplementasikan salah satu teknik yang cocok digunakan untuk kegiatan menulis teks eksplanasi. Penulis menggunakan teknik storyboard yaItu merupakan gambar sketsa yang dibuat pada panel-panel berbentuk segi empat, yang disusun secara berurutan dan saling berkelanjutan membentuk sebuah alur cerita. Teknik ini dilakukan pada saat kegiatan sebelum menulis yang menekankan pada elaborasi (penjelasan yang detil) prediksi atau perkiraan, penumbuhan gagasan, dan pengurutan. Hal ini digunakan untuk memotivasi siswa untuk mengembangkan kemampuan diri dalam menulis yang diawali dengan membuat kerangka karangan berupa gambar dan kemudian dikembangkan menjadi sebuah paragraf. Melalui modul ini, diharapkan siswa mampu menulis teks Eksplanasi lebih mudah dan dapat meningkatkan daya kreativitas siswa dalam menulis teks Eksplanasi. Secara lebih rinci pula diharapkan siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa modul ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan para pembaca untuk memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan .

Medan, Desember 2021

Penulis

KATA PENGANTAR

(26)

ii

KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ... 1 TUJUAN AKHIR PEMBELAJARAN ... 2

KEGIATAN BELAJAR 1

A. Pengertian Teks Eksplanasi ... 3 Latihan ... 4 B. Memahami Informasi dalam Teks Eksplanasi ... 5 Latihan ... 11 C. Menemukan Gagasan Umum dan Fakta Penting dalam Teks

Eksplanasi ... 14 Latihan ... 16 KEGIATAN BELAJAR 2

A. Menganalisis Struktur Teks Eksplanasi ... 17 Latihan ... 21 B. Menganalisis Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi ... 22 Latihan ... 26 Rangkuman ... 27 Uji Formatif 1 ... 29 Refleksi ... 34 KEGIATAN BELAJAR 3

A. Berkenalan dengan Teknik Storyboard ... 35 B. Berlatih Menulis Teks Eksplanasi Dengan Teknik Storyboard 36 Rangkuman ... 44 Uji Formatif 2 ... 45 Refleksi ... 46 Evaluasi ... 47

DAFTAR PUSTAKA ... 53 GLOSARIUM

DAFTAR ISI

(27)

1

Sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan modul ini, sebaiknya bacalah petunjuk agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan petunjuk yang diharapkan. Adapun petunjuknya sebagai berikut:

1. Bacalah dengan cermat dan pahami indikator pencapaian kompetensi.

2. Setelah konsep-konsep materi dipahami, maka cobalah untuk mengerjakan soal latihan yang sudah disediakan pada modul dengan baik dan benar.

3. Kamu dapat menggunakan sumber belajar lainnya untuk mencari jawaban jika dibutuhkan.

4. Gunakan pensil untuk mengisi jawaban terlebih dahulu.

5. Kamu dapat menggunakan pena untuk mengisi jawaban setelah ada pembenaran.

6. Tulislah jawaban secara jelas.

7. Periksalah hasil pelajaran latihan soal yang telah anda lakukan.

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

(28)

2 Modul ini akan membekali anda dengan wawasan dasar tentang materi teks eksplanasi dan mampu menulis teks eksplanasi dengan menggunakan teknik storyboard. Hal ini digunakan untuk memotivasi siswa untuk mengembangkan kemampuan diri dalam menulis yang diawali dengan membuat kerangka karangan berupa gambar dan kemudian dikembangkan menjadi sebuah paragraf. Melalui modul ini, diharapkan siswa mampu menulis teks eksplanasi lebih mudah dan dapat meningkatkan daya kreativitas siswa dalam menulis teks eksplanasi. Sajian dalam modul ini akan dikemas dalam tiga bagian untuk mencapai tujuan belajar di atas, yaitu:

Kegiatan Belajar 1

Akan mengajak anda untuk memahami pengertian teks eksplanasi, menemukan informasi dalam teks eksplanasi dan menemukan gagasan umum serta fakta penting pada teks eksplanasi

Kegiatan Belajar 2

Akan mengajak anda untuk memahami struktur teks eksplanasi dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi

Kegiatan Belajar 3

Akan mengajak anda untuk berkenalan dengan teknik storyboard dan menulis teks eksplanasi yang baik dengan teknik storyboard sesuai pada karakteristik teks eksplanasi

TUJUAN AKHIR PEMBELAJARAN

(29)

3

Kompetensi Dasar

Indikator

Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan suatu proses atau peristiwa tentang asal-usul, proses atau perkembangan suatu fenomena berupa peristiwa alam, sosial, ataupun budaya. Eksplanasi sendiri berasal dari bahasa Inggris yaitu Explanation yang mempunyai arti tindakan menjelaskan atau menerangkan sebuah pernyataan atau fakta. Maka bila didasarkan dari segi bahasa, pengertian Teks Eksplanasi (Explanation Text) adalah sebuah teks yang memuat proses-proses yang berkaitan dengan fenomena-fenomena sosial, alam, budaya, ilmu pengetahuan, dan lainnya.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan dan menerangkan tentang proses terjadinya suatu fenomena alam maupun sosial. Teks eksplanasi bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai fenomena alam maupun sosial dan berisi pernyataan-pernyataan yang berisi fakta tentang fenomena yag dijelaskan. Dengan teks tersebut, pembaca dapat memperoleh pemahaman mengenai latar belakang terjadi sesuatu secara jelas dan logis. Teks eksplanasi menggunakan banyak fakta ataupun mengandung pernyataan-

KEGIATAN BELAJAR 1

3.3 Mengidentifikasi Informasi (Pengetahuan dan Urutan Kejadian) dalam teks eksplanasi

1. Memahami pengertian teks eksplanasi

2. Memahami informasi berupa pengetahuan dan urutan kejadian

3. Menemukan gagasan umum dan fakta penting dalam teks eksplanasi

A. Pengetian Teks Eksplanasi

(30)

4 pernyataan yang memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas). Hanya saja sebab-sebab ataupun akibat-akibat itu berupa sekumpulan fakta yang menurut penulisnya memiliki hubungan kausalitas dan bukan pendapat penulis itu sendiri.

Latihan

Sampah adalah salah satu fenomena sosial yang terjadi di masyarakat terutama di perkotaan. Jumlah penduduk yang meningkat membuat kebutuhan juga ikut meningkat. Akibatnya, volume sampah pun semakin meningkat. Belum lagi ditambah dengan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah masih kurang. Secara umum, sampah dibedakan menjadi dua kategori yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Contoh sampah organik adalah dedaunan dan sisa-sisa makanan. Sedangkan contoh sampah anorganik adalah plastik, kertas, dan kaleng. Namun, jangankan membedakan sampah, meminta masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya saja sangat sulit. Banyak orang yang seenaknya membuang sampah ke sungai atau ke selokan. Memang, dampaknya tidak terasa karena volume sampah yang dibuang oleh satu orang sangat sedikit dan sampah itu langsung menjauh dari pandangan. Namun, jika banyak orang yang seperti itu, lama kelamaan sungai akan tercemar dan jorok.

Padahal sungai seharusnya bersih tanpa sampah. Selain itu, ada juga orang yang suka membuang sampah sembarangan, bahkan di tempat suci sekalipun.

Dikutip dari berbagai sumber

(31)

5 Pernahkah kamu mendengar atau membaca informasi mengenai fenomena atau peristiwa yang terjadi di lingkunganmu? Fenomena atau peristiwa tersebut, seperti hujan deras, gempa bumi, angin puting beliung, dan yang lainnya. Selain itu, kita sering pula mendengar peristiwa-peristiwa yang terkait dengan masalah sosial dan budaya, misalnya seorang siswa SMA yang berhasil menjuarai lomba penelitian remaja, lomba salah satu jenis olahraga, atau siswa SMK yang berhasil menciptakan alat pendeteksi gempa bumi.

Mungkin juga, kamu membaca peristiwa politik dan ekonomi, misalnya tentang pemilihan kepala daerah yang dilakukan secara serentak atau tentang investasi asing yang mulai merambah ke daerah-daerah. Informasi tentang peristiwa atau fenomena tersebut disajikan dalam jenis teks eksplanasi.

Teks eksplanasi dapat disamakan dengan teks yang menceritakan prosedur atau proses terjadinya fenomena. Dengan teks tersebut, pembaca dapat memperoleh pemahaman mengenai latar belakang terjadinya fenomena secara jelas dan logis. Teks eksplanasi menggunakan banyak fakta dan pernyataan-pernyataan yang memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas).

Namun, sebab-sebab ataupun akibat-akibat itu berupa sekumpulan fakta menurut penulisnya. Ciri-ciri teks eksplanasi yaitu, informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual). Hal yang dibahas yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Sifatnya

Setelah membaca penggalan teks di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini!

1. Teks di atas adalah sebuah penggalan teks eksplanasi. Termasuk ke dalamfenomena apakah teks tersebut?

2. Pernahkah kamu melihat fenomena tersebut? Ceritakanlah

B. MEMAHAMI INFORMASI DALAM TEKS EKSPLANASI

(32)

6 informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas. Menggunakan kata penanda urutan.

Perhatikan contoh teks berikut ini

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Proklamasi kemerdekaan indonesia merupakan peristiwa bersejarah. Peristiwa tersebuttidak hanya penting diketahui oleh rakyat indonesia sendiri, tetapi juga harus diumumkan ke seluruh penjuruh dunia.

Oleh karena itu, beberapa saat proklamasi itu dibacakan oleh Soekarno Hatta, berbagai usaha dilakukan oleh pejuang.

Untuk mengumumkannya ke berbagai penjuru dunia. Teks proklamasi berihasil diselundupkan ke kantor pusat pemerintah Jepang Domei para pejuang yang berda dikantor tersebut diantaranya, Adam Malik, Rinto Alwi, Asa Bafaqih, Marconis Wua, dan P. Lubis. Pada tanggal 17 Agustus 1945, pukul 18.30 WIB, wartawan Syarifuddin berhasil memasuki gedung siaran radio HosoKanriKyoku untuk, menyampaikan teks proklamasi. Para pejuang seperti Yusuf Ronodipura, Bachtiar Lubis, dan Suprapto berhasil menyiarkan berita itu pada pukul 19.00 WIB.

Di samping itu para wartawan juga sangat besar peranannya dalam menyiarkan proklamasi melalui surat-surat kabar. Peristiwa proklamasi, diantaranya diberitakan melalui surat kabar Suara Asia yang terbit di Surabaya dan cahaya yang terbit di Bandung.

(33)

7 Teks tersebut terdiri atas paragraf-paragraf yang memaparkan rangkaian peristiwa setelah proklamasi kemerdekaan RI. pertama disajikan pernyataan umum tentang pentingnya penyebarluasan berita proklamasi

Pemerintah RI pun tidak tinggal diam. Segera setetela pengangkatan para gubernur pada tanggal 2 September 1945, pemerintah RI menugaskan gubernur-gubernur itu menyiarkan berita proklamasi di wilayahnya masing- masing.

Dalam waktu singkat berita proklamasi kemerdekaan indonesia menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan keseluruh dunia. Seluruh rakyat Indonesia menyambut berita itu penuh haru. Pekik merdeka bergema di mana-mana.

Pada tanggal 19 September rakyat Jakarta segera mengadakan rapat besar di Lapangan Ikatan Atletik Jakarta (IKADA). Rakyat berdatangan membanjiri lapangan. Mereka membawa panji-panji merah putih dan spanduk yang berutuliskan tekad mereka untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Padahal sebelumnya pemerintah Jepang telah melarang penyelenggarakan acara tersebut. Alasannya mereka merasa bertanggung jawab masalah keamanan di Indonesia sebelum dolaksanakan penyerahan terhadap sekutu. Tentara Jepang melakukan yang sangat ketat di lapangan Ikada. Namun, masyarakat Jakarta berduyun-duyun memenuhi lapangan.

Presiden Soekarno beserta rombongan memasuki lapangan.

Presiden melakukan pidato dan bendera Merah Putih pun dikibarkan.

Untuk menghindari insiden dengan tentara Jepang, Bung Karno hanya menyampaikan sedikit pesan kepada rakyat agar tetap percaya kepada pimpinan. Masyarakat, kembali ke tempat mereka masing-masing dengan tertib dan tenang.

Sumber: Kosasih, 2014

(34)

8 kemerdekaan Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Pernyataan itu kemudian diikuti oleh peristiwa-peristiwa lain sebagai konsekuensi dari pernyataan umum tersebut, yakni sebagai berikut.

1. Teks proklamasi berhasil diselundupkan ke kantor pusat pemerintah Jepang

Domei.

2. Para wartawan menyiarkan proklamasi melalui surat-surat kabar.

3. Pemerintah RI menugaskan gubernur-gubernur itu untuk menyiarkan berita proklamasi di wilayahnya masing-masing.

4. Rakyat Jakarta segera mengadakan rapat besar di Lapangan Ikatan Atletik Jakarta (IKADA)

Peritiwa-peristiwa itu disusun secara kronologis ataupun menurut urutan waktu. Mungkin pula peristiwa-perintiwa itu disusun secara kausalitas (hubungan sebab akibat). Hal itu digunakan pula, misalnya, dalam menjelaskan proses terjadinya banjir, yang dimulai dengan turunnya hujan lebat, saluran air yang tersumbat, hingga tergenangnya rumah-rumah. Hubungan sebab akibat juga dapat ditemukan dalam teks eksplanasi yang menjelaskan proses kenaikan harga pangan, misalnya, diawali dengan lonjakan harga minyak di pasar dunia, kemudian berimbas ke pasar dalam negri, yang di ikuti oleh kenaikan barang- barang lainnya. Teks yang semacam itulah yang dinamakan teks eksplanasi, yaitu teks Yang menjelaskan hubungan peristiwa atau proses terjadinya sesuatu.

(35)

9 Perhatikan contoh teks berikut ini

butuh dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran.

dapat memperoleh dengan kategori “sangat baik”. Namun modul yang Angin Puting Beliung

Tahukah Anda apa itu angin puting beliung? Angin puting beliung disebut juga angin puyuh, angin bahorok, atau lesus. Angin puting beliung adalah angin yang berputar kencang dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam dan bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum lima menit. Di Amerika, angin yang disebut tornado ini mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter.

Angin ini biasanya terjadi pada musim pancaroba akibat terjadi pertemuan udara panas dan dingin. Pada siang hari, suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul (akibat radiasi matahari di siang hari), lalu tumbuhmenjadi awan secara vertikal. Selanjutnya, di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi.Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi tersebut turun mengembus ke permukaan bumi secara tiba- tiba dan berjalan secara acak.Angin ini dapat menghancurkan apa saja yangditerjangnya karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

Angin puting beliung tidak dapat dicegah, Namun, dengan mengetahuikarakteristiknya, kita dapat mengantisipasi dengan cara mengetahui bulan-bulan pancaroba untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dikutip dari berbagai sumber

(36)

10

Kalimat Keterangan

1. Angin puting beliung disebut juga angin puyuh, angin bahorok, atau lesus. Angin puting beliung adalah angin yang berputar kencang dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam dan bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum lima menit. Di Amerika, angin yang disebut tornado ini mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter.

Fakta

2. Angin ini biasanya terjadi pada musim pancaroba akibat terjadi pertemuan udara panas dan dingin.

Pada siang hari, suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul (akibat radiasi matahari di siang hari), lalu tumbuhmenjadi awan secara vertikal. Selanjutnya, di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi.Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi tersebut turun mengembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara

acak.Angin ini dapat

menghancurkan apa saja yangditerjangnya karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

Fakta

(37)

11

Latihan

1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

a. Apa yang menjadi dasar jika teks tersebut dinamakan teks eksplanasi?

b. Bagaimana ciri umum dari teks eksplanasi?

c. Teks eksplanasi dibentuk oleh unsur apa saja?

d. Apa fungsi fakta dalam teks eksplanasi?

2. Bacalah beberapa teks di bawah ini dengan cermat. Kemudian, tentukan manakah yang termasuk ke dalam teks eksplanasi.

Setelah itu, kemukakan alasan-alasannya!

a. Pertanian yang dilakukan secara konvensional sudah ketinggalan zaman. Cara bertani konvensional ini dipandang tidak mampu meningkatkan produksi dan kualitas pangan jika dilihat dari tingkat kebutuhan pangan. Untuk mengatasi masalah ini sekarang sedang dikembangkan bioteknologi yang diharapkan mampu melipatgandakan produksi pangan sekaligus meningkatkan kualitasnya.

b. Satu-satunya bidang pembangunan yang tidak mengalami imbas krisis ekonomi adalah sektor-sektor di bidang pertanian.

Misalnya, perikanan masih meningkat cukup mengesankan, yaitu 6,65 persen; demikian pula perkebunan, yang meningkat 6,46 persen. Walaupun terkena kebakaran sepanjang tahun, sector kehutanan masih tumbuh 2,95 persen. Secara umum, kontribusi dari sektor-sektor pertanian terhadap produk

(38)

12 domestik bruto (PDB) meningkat dari 18,07 persen menjadi

18,04 persen. Padahal selama 30 tahun terakhir, pangsa sektor pertanian merosot dari tahun ke tahun.

c. Sejak sekolah dasar aku dididik mandiri oleh ibuku. Pada saat aku berusia sebelas tahun ibuku mendidik aku supaya bisa mencari uang sendiri memenuhi kebutuhan sekolahku. Setiap berangkat sekolah ibuku menyertakan bermacam-macam buah satu tas untuk dijual di sekolah. Aku melakukannya dengan senang hati.

Lama-kelamaan ibuku menyuruhku untuk membeli dan menjual sendiri tanpa harus dibantu siapa pun. Kegiatan semacam itu aku lakukan sampai sekarang meskipun aku sudah sekolah di SMA dengan barang-barang dagangan yang berbeda. Sekarang aku menjual pakaian dari mutu berkualitas rendah sampai dengan berkualitas tinggi. Yang paling mengesankan bagiku, sejak dulu sampai sekarang masih tetap ada pembeli setiaku.

d. Pohon anggur, di samping buahnya yang digunakan untuk pembuatan minuman, daunnya pun dapat digunakan sebagai bahan untuk pembersih wajah. Caranya, ambillah daun anggur secukupnya. Lalu, tumbuk sampai halus. Masaklah hasil tumbukan itu dengan air secukupnya dan tunggu sampai mendidih. Setelah itu, ramuan tersebut kita dinginkan dan setelah dingin baru kita gunakan untuk membersihkan wajah. Insyaallah, kulit wajah kita akan kelihatan bersih dan berseri-seri.

e. Pada masa lalu bila seseorang ingin menabung atau mengambil uang di bank, harus datang ke bank tersebut dengan memenuhi segala persyaratannya. Demikian juga bila seorang nasabah mau mentransfer dana ke rekening lain, harus datang ke bank tersebut dengan memenuhi segala persyaratannya. Segala

(39)

13 transaksi harus dilakukan di tempat bank itu berada. Sekarang, para nasabah bank dipermudah dengan teknik layanan baru. Bila mau mengadakan transaksi mulai dari menabung, mengambil uang, mengecek saldo akhir hingga bayar rekening telepon, dan lain-lain dapat dilakukan dari jarak jauh tinggal tekan tombol.

Telebanking merupakan inovasi baru untuk mempermudah para nasabah melakukan berbagai kegiatan transaksi perbankan.

Tabel Identifikasi

teks

Jawaban Alasan

Ya Bukan A

B C D E

(40)

14 Perhatikan contoh teks berikut

C. Menemukan Gagasan Umum dan Fakta Penting dalam Teks Eksplanasi

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia. Covid-19 begitu cepat menular dari satu manusia ke manusia lainnya. Jumlah korban dan angka kasus kian meningkat.

Hingga tulisan ini dibuat, jumlah kasus mencapai lebih dari 502 ribu kasus di Indonesia. Sedangkan di dunia mencapai lebih dari 58,7 juta kasus.

Covid-19 ditularkan dari seseorang yang terkena virus SARS-CoV-2 ke orang lainnya. Penyakit ini dapat menyebar melalui droplet atau tetesan air dari hidung, mulut, atau bagian lain dari tubuh manusia. Penularannya dapat terjadi pada saat batuk, bersin, atau berbicara.

Seseorang juga dapat terinfeksi Covid-19 bila tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Ini alasan mengapa penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang lain. Droplet juga dapat melekat atau jatuh pada benda di sekitarnya, kemudian menularkan penyakit pada orang lain yang menyentuh benda yang sudah terkontaminasi droplet penderita. Bila tangan kita yang terkontaminasi menyentuh mata, hidung, atau mulut, maka kita dapat terinfeksi Covid-19. Ini adalah alasan pentingnya mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, atau hand sanitizer.

Dikutip dari berbagai sumber

(41)

15 Gagasan umum teks tersebut adalah tentang “penularan Covid19 terhadap manusia ke manusia lainnya”. Teks tersebut menjelaskan penularan Covid19 terhadap manusia ke manusia lainnya, yakni memakan korban jiwa hampir seluruh dunia. Teks itu pun tergolong ke dalam jenis eksplanasi, yakni teks yang memaparkan proses terjadinya suatu fenomena atau kejadian dengan sejelas-jelasnya. Di dalam teks tersebut juga terkandung sebuah gagasan umum (ide pokok), yakni dampaknya penularan Covid19. Gagasan umum tersebut terdapat pada bagian paragrap pertama dan paragraph kedua. Oleh karena itu, teks tersebut dapat pula digolongkan ke dalam teks eksplanasi.

Perhatikan pula kutipan teks berikut

Teks di atas juga bersifat teks eksplanasi. Gagasan umumnya tentang beban keuangan pemerintah di tahun 1949 (yang begitu berat). Gagasan umum itu terletak pada bagian awal paragraf. Dengan demikian, cuplikan tersebut pun dapat digolongkan ke dalam paragraf deduktif.

Selain itu, mungkin pula sebuah paragraf dalam teks eksplanasi bersifat induktif ataupun campuran. Akan tetapi, yang dapat ditemukan, paragraph- paragraf di dalam teks eksplanasi pada umumnya bersifat deduktif, yakni gagasan umumnya terletak pada bagian awal paragraf.

Sesudah pengakuan kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1949, bangsa Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan. Sebagai akibat ketentuan-ketentuan hasil KMB (Konferensi Meja Bundar), Indonesia harus menanggung beban utang luar negeri dan dalam negeri. Padahal struktur ekonomi Indonesia pada waktu itu masih tergantung kepada beberapa jenis perkebunan. Situasi politik yang tidak stabil semakin meningkatkan pengeluaran negara. Akibatnya, anggaran pemerintah menjadi defisit.

(42)

16

Latihan

1. Apa saja bukti bahwa semua teks di bawah ini berbentuk eksplanasi?

Apa pula gagasan umum serta fakta penting di dalam teks tersebut?

a. Pertumbuhan dimulai dari kecambah. Struktur awal yang muncul berupa radikula atau akar primer. Hal ini menunjukkan bahwa yang pertama kali dibutuhkan kecambah adalah air dan kebutuhan untuk melekat pada tanah. Akar primer akan tumbuh secara lateral, membentuk akar sekunder, dan selanjutnya tumbuhlah cabangcabang menjadi suatu sistem akar.

b. Percabangan suatu bahasa proto menjadi dua bahasa baru atau lebih, serta tiap-tiap bahasa baru itu dapat bercabang pula dan seterusnya, dapat disamakan dengan percabangan sebatang pohon. Pada suatu waktu batang pohon tadi mengeluarkan cabang-cabang baru, lalu tiap cabang bertunas dan bertumbuh menjadi cabang-cabang baru. Cabang-cabang yang baru ini kemudian mengeluarkan ranting-ranting yang baru. Demikian seterusnya. Begitu pula percabangan pada bahasa.

Teks Bukti Sebagai Teks Eksplanasi

Gagasan Umum Fakta Penting

1 2

(43)

17

Kompetensi Dasar

Indikator

Setiap teks memiliki struktur yang menjadi ciri khasnya. Secara umum, setiap teks mempunyai struktur dasar pembuka, isi, dan penutup. Teks eksplanasi juga memiliki struktur umum yang demikian. Menurut Kosasih, ada beberapa struktur teks eksplanasi yang terdiri atas tiga bagian yaitu identifikasi fenomena, penggambaran rangkaian kejadian, dan ulasan.

1. Identifikasi fenomena (phenomenom sequence)

mengindentifikasi sesuatu yang akan diterangkan atau gambaran awal tentang apa yang disampaikan dengan pernyataan yang bersifat umum. Bisa juga dikatakan sebagai kalimat pembuka untuk memperkenalkan pokok masalah yang akan dibahas. Harus bersifat ringkas, menarik dan jelas yang mampu membangkitkan minat para pembaca untuk membaca detailnya. Hal itu bisa terkait dengan peristiwa atau fenomena alam, sosial, budaya dan fenomena-fenomena lainnya.

KEGIATAN BELAJAR 2

3.4 Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Eksplanasi

1. menganalisis dan menjelaskan struktur teks eksplanasi.

2. Menganalisis dan menjelaskan struktur kaidah kebahasaan teks eksplanasi.

A. Menganalisis Struktur Teks Eksplanasi

(44)

18 2. Penggambaran rangkain kejadian (explanation sequence)

penggambaran rangkaian kejadian (explanation sequence) yaitu memerinci proses kejadian yang relevan dengan fenomena yang diterangkan sebagai pertanyaan atas bagaimana atau mengapa.

a. Rincian yang berpola atas pertanyaan “bagaimana” akan melahirkan uraian yang tersusun secara kronologis ataupun gradual. Dalam hal ini fase-fase kejadiannya disusun berdasarkan urutan waktu.

b. Rincian yang berpola atas pertanyaan “mengapa” akan melahirkan uraian yang tersusun secara kausalitas. Dalam hal ini fase-fase kejadiannya disusun berdasarkan hubungan sebab akibat.

3. Ulasan (review)

Ulasan (review) yaitu berupa komentar atau penilaian tentang konsekuensi atas kejadian yang dipaparkan sebelumnya.

Berikut model gambaran tentang struktur teks eksplanasi

Teks Bagian-

bagian

Penjelasan

Tahukah Anda apa itu angin puting beliung? Angin puting beliung disebut juga angin puyuh, angin bahorok, atau lesus. Angin puting beliung adalah

Identifikasi Fenomena

Penjelasan umum dari fenomena angin putting beliung

Struktur Teks Eksplanasi

Identifikasi Fenomena Latar Belakang

Kejadian Proses Kejadian

Kronologis

Penyebab Ulasan

Mengomentari Konsekuensi

(45)

19 angin yang berputar kencang dengan

kecepatan lebih dari 63 km/jam dan bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum lima menit.

Di Amerika, angin yang disebut tornado ini mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter.

Puting beliung merupakan dampak ikutan awan kumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan. Namun, tidak semua pertumbuhan awan Cb menimbulkan angin puting beliung.

Kehadirannya belum dapat diprediksi karena terjadi secara tiba- tiba pada area skala sangat lokal.

Pusaran puting beliung mirip belalai gajah. Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan. Angin ini lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak daerah dataran rendah.

Angin ini biasanya terjadi pada musim pancaroba akibat terjadi pertemuan udara panas dan dingin.

Pada siang hari, suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul (akibat radiasi matahari di siang hari), lalu tumbuh menjadi awan secara vertikal. Selanjutnya, di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara

Rangkain Kejadian

Penjelasan proses terjadinya angin putting beliung

(46)

20 naik dan turun dengan kecepatan yang

cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi tersebut turun mengembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

Angin puting beliung tidak dapat dicegah, Namun, dengan mengetahui karakteristiknya, kita dapat mengantisipasi dengan cara mengetahui bulan-bulan pancaroba untuk meningkatkan kewaspadaan.

Ulasan Ulasan penulis terhadap angin puting beliung

(47)

21 Bacalah teks dibawah ini

Banjir

Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir dapat terjadi karena alam serta tindakan manusia.

Penyebab alami banjir yaitu erosi dan sedimentasi, pasang.

Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.

Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.

Latihan

(48)

22 Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan, dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.

Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.

Banjir memang telah menjadi salah satu bencana yang menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan terbesar terjadi saat banjir tersebut terjadi di permukiman penduduk sehingga menyeret dan merusak apa saja yang dilaluinya. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi bencana ini.

SOAL

Setelah membaca teks di atas selesaikanlah soal di bawah ini.

1. Analisis lah struktur teks eksplanasi diatas dalam bentuk tabel.

(49)

23 Fitur kebahasaan yang menandai teks eksplanasi tidak jauh berbeda dengan fitur ataupun kaidah kebahasaan yang lazim ditemukan dalam teks prosedur. Teks eksplanasi seperti yang tampak pada contohnya diatas banyaknya menggunakan kata petunjuk keterangan waktu dengan keterangan bermakna cara.

a. Petunjuk keterangan waktu yaitu misalnya beberapa saat, setelah, segera setelah, pada tanggal, sebelumnya. Di samping itu, kata penunjuk keterangan yang mungkin digunakan adalah selagi, ketika, ketika itu, pada masa lalu, bertahun-tahun, selama, dalam masa sekarang.

b. Penunjuk keterangan cara, misalnya, sangat ketat, dengan tertib dan tenang, penuh haru. Melalui surat kabar, sedikit demi sedikit sebaik- baiknya, dengan jalan yang benar.

Teks eksplanasi dapat pula ditandai oleh penggunaan konjungsi atau kata penghubung yang bermakna konjungsi, seperti kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya. Apabila teks itu disusun secara kausalitas, konjungsi yang digunakan, antara lain, sebab, karena, oleh sebab itu.

Adapun berkenaan dengan kata ganti yang digunakannya, teks eksplanasi langsung merujuk pada jenis fenomena yang dijelaskannya. Yang bukan berupa persona. Kata ganti yang digunakan untuk fenomenanya itu berupa kata unjuk itu, ini, tersebut dan bukan kata ganti orang, seperti ia, dia, mereka.

B. Menganalisis Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

(50)

24 perhatikan contoh teks berikut ini

cerita. Dengan kata lain, storyboard merupakan karangan cerita yang divisualkan melalui media gambar sketsa. Kemudian menurut Wiesendanger (2001: 161) dalam Nur Setya Pamuji Asih (2014 : 24) Teknik storyboard ialah kegiatan saat sebelum menulis yang menekankan pada elaborasi (uraian yang detil), prediksi ataupun perkiraan, penumbuhan gagasan, serta pengurutan. Perihal ini digunakan untuk memotivasi siswa dalam meningkatkan keahlian menulis yang dimulai dengan membuat kerangka karangan berupa gambar dan setelah itu dikembangkan menjadi suatu paragrap sehingga menjadi sebuah cerita yang utuh dalam bentuk tulisan narasi.

A. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Perkembangan Tubuh Manusia

Perkembangan bentuk tubuh manusia pada dasarnya sama dengan perkembangan pada hewan. Pada usia dua minggu, embrio manusia merupakan sebuah cakram pipih. Perubahan tersebut terjadi dalam tiga proses yaitu:

a. Pertumbuhan cakram embrio yang lebih cepat dari pada pertumbungan jaringan sekitarnya.

b. Cakram embrio melipat kebawah terutama ujung depan dan belakang serta, c. Pembentukan dinding tubuh ventrak untuk menjadi calon tali pusat dan

untuk memisakan embrio dari bagian-bagian lainnya.

Bersamaan dengan itu tubuh mulai terbagi atas kepala dan badan.

Anggita badan seperti gelang dada dan gelang pinggung, uga mulai terlihat. Pada dua bukan terakhir dari masa pertumbuhan, embrio sudah kelihatan seperti manusia. Bagian muka seperti mata, telinga, dan hidung mulai terbentuk.

Tangan dan kaki juga mulai terlihat. Jari-jati kaki dan tangan, sudah mulai nyata.

Pada bulan ketiga, bentuk manusia telah terwujud. Pada tahap ini embrio disebut fetus.

Pada bulan keempat, muka telah kian tempak seperti manusia. Dalam bulan kelima rambut-rambut mulai tumbuh pada kepala. Selama bulan keenam, alis dan bulu mata timbul. Setelah tujuh bulan, fetus mirip kulit orangtua dengan kulit merah berkeriput. Selama bulan kedelapan dan kesembilan, lemak ditimbun di bawah kulit sehingga perlahan-lahan menghilangkan sebagian keriput pada kulit. Kaki membulat. Kuku keluar pada ujung-ujung jari. Rambut asli rontok dan fetus menjadi sempurna dan siap dilahirkan.

Sumber: Kosasih, 2014

(51)

25 Teks tersebut menjelaskan proses perkembangan tubuh manusia, mulai dari embrio sampai pada bentuk utuh manusia. Teks itu terdiri atas peristiwa- peristiwa yang bersifat kronologis, mengikuti urutan waktu, sebagai berikut:

a. Pada usia dua minggu, embrio manusia merupakan sebuah cakram pipih.

b. Bersamaan dengan itu tubuh mulai terbagi atas kepala dan badan.

c. Pada dua bulan terakhir dari masa pertumbuhan, embrio sudah kelihatan seperti manusia.

d. Pada bulan ketiga bentuk manusia telah terwujud.

e. Pada tahap ini embrio disebut fetus.

f. Pada bulan keempat, muka telah kian tempak seperti manusia.

g. Selama bulan keenam, alis dan bulu mata timbul.

h. Setelah tujuh bulan, fetus mirip kulit orangtua dengan kulit merah berkeriput.

i. Selama bulan kedelapan dan kesembilan, lemak ditimbun di bawah kulit sehingga perlahan-lahan menghilangkan sebagian keriput pada kulit.

Fungsi-fungsi keterangan tersebut diperkuat pula oleh penggunaan konjungsi dan jenis kata lainnya yang juga bermakna temporal, seperti kemudian, mulai, sudah. Karena objek yang dijelaskannya itu berupa fenomena, tidak berbentuk persona (non-human participation), dalam teks ekplanasi itu pun banyak ditemukan kata kerja pasif. Hal itu seperti kata-kata berikut yaitu terlihat, terbagi, terwujud, terakhir, dimulai, ditimbun, dilahirkan.

(52)

26 Setelah kalian mempelajari materi tentang kaidah kebahasaan diatas.

Tahukah kalian sekarang apa saja macam-macam kaidah kebahasaan?

Nah untuk menguji pemahaman kalian, berikut soal untuk melatih dan menguji pemahaman kalian.

1. tulislah masing-masing lima contoh kalimat yang menggunakan konjungsi kausalitas, kronologi, dan yang berketerangan waktu.

Kamu bisa mengerjakan tugas ini pada buku kerjamu!

Kaidah Kebahasaan Contoh Pengggunaan Konjungsi Kausalitas

Konjungsi Kronologis Keterangan Waktu

2. Perhatikanlah kembali teks eksplanasi yang telah kamu baca.

lakukanlah penelaahan terhadap kaidah kebahasaan yang terdapat di dalam teks tersebut.

Judul Teks : ...

Penulis : ...

Sumber : ...

Kaidah Kebahasaan Kutipan Teks

Latihan

(53)

27 Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan suatu

proses atau peristiwa tentang asal-usul, proses atau perkembangan suatu fenomena berupa peristiwa alam, sosial, ataupun budaya.

Eksplanasi sendiri berasal dari bahasa Inggris yaitu Explanation yang mempunyai arti tindakan menjelaskan atau menerangkan sebuah pernyataan atau fakta. Maka bila didasarkan dari segi bahasa, pengertian Teks Eksplanasi (Explanation Text) adalah sebuah teks yang memuat proses-proses yang berkaitan dengan fenomena-fenomena sosial, alam, budaya, ilmu pengetahuan, dan lainnya.

Teks eksplanasi bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai fenomena alam maupun sosial dan berisi pernyataan- pernyataan yang berisi fakta tentang fenomena yag dijelaskan.

Ciri-ciri teks eksplanasi yaitu, informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual), Hal yang dibahas yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan, Sifatnya informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas, Menggunakan kata penanda urutan.

Struktur teks eksplanasi yang terdiri atas tiga bagian yaitu identifikasi fenomena, penggambaran rangkaian kejadian, dan ulasan.

Pertama identifikasi fenomena (phenomenom sequence) Yaitu mengindentifikasi sesuatu yang akan diterangkan atau gambaran awal tentang apa yang disampaikan dengan pernyataan yang bersifat umum.

Rangkuman

(54)

28 Kedua penggambaran rangkain kejadian (explanation sequence) Yaitu memerinci proses kejadian yang relevan dengan fenomena yang diterangkan sebagai pertanyaan atas bagaimana atau mengapa. Dan yang Ketiga ulasan (review) Yaitu berupa komentar atau penilaian tentang konsekuensi atas kejadian yang dipaparkan sebelumnya.

Fitur kebahasaan yang menandai teks eksplanasi tidak jauh berbeda dengan fitur ataupun kaidah kebahasaan yang lazim ditemukan dalam teks prosedur. Teks eksplanasi seperti yang tampak pada contohnya diatas banyaknya menggunakan kata petunjuk keterangan waktu dengan keterangan bermakna cara.

Petunjuk keterangan waktu yaitu misalnya beberapa saat, setelah, segera setelah, pada tanggal, sebelumnya. Di samping itu, kata penunjuk keterangan yang mungkin digunakan adalah selagi, ketika, ketika itu, pada masa lalu, bertahun-tahun, selama, dalam masa sekarang.

Penunjuk keterangan cara, misalnya, sangat ketat, dengan tertib dan tenang, penuh haru. Melalui surat kabar, sedikit demi sedikit sebaik- baiknya, dengan jalan yang benar. Teks eksplanasi dapat pula ditandai oleh penggunaan konjungsi atau kata penghubung yang bermakna konjungsi, seperti kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya. Apabila teks itu disusun secara kausalitas, konjungsi yang digunakan, antara lain, sebab, karena, oleh sebab itu. Adapun berkenaan dengan kata ganti yang digunakannya, teks eksplanasi langsung merujuk pada jenis fenomena yang dijelaskannya. Yang bukan berupa persona. Kata ganti yang digunakan untuk fenomenanya itu berupa kata unjuk itu, ini, tersebut dan bukan kata ganti orang, seperti ia, dia, mereka.

(55)

29 Berilah tanda (x) pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang tepat!

(Teks dibawah ini digunakan untuk menjawab soal nomor 1-3)

Angin Puting beliung merupakan dampak ikutan awan kumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan. Namun, tidak semua pertumbuhan awan Cb menimbulkan angin puting beliung. Kehadirannya belum dapat diprediksi karena terjadi secara tiba-tiba pada area skala sangat lokal. Pusaran puting beliung mirip belalai gajah. Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan. Angin ini lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak daerah dataran rendah. Angin ini biasanya terjadi pada musim pancaroba akibat terjadi pertemuan udara panas dan dingin. Pada siang hari, suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul (akibat radiasi matahari di siang hari), lalu tumbuhmenjadi awan secara vertikal. Selanjutnya, di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi tersebut turun mengembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yangditerjangnya karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

1. Fakta yang terdapat dalam teks eksplanasi diatas adalah mengenai ...

A. fenomena alam

B. tejadinya angin puting beliung

C. terjadinya pembentukan awan kumulonimbus D. terjadinya hujan

E. musim pancaroba

2. Teks eksplanasi diatas urutan kejadiannya menggunakan pola ...

A. proses B. sebab akibat C. penegasan

Uji Formatif 1

(56)

30 D. kronologi

E. uraian

3. Teks eksplanasi diatas merupakan peristiwa … A. Sosial

B. Alam C. Budaya D. Bencana alam E. Musim pancaroba

4. Dibawah ini yang termasuk strutur teks eksplanasi adalah … A. Abstrak

B. Tesis

C. Identifikasi fenomena D. Koda

E. Argumentasi

5. Dibawah ini yang tidak termasuk ke dalam isi dari sebuah teks eksplanasi adalah …

A. Kesimpulan / intisari dari gagasan yang dibahas B. Konflik pada tokoh-tokoh dalam novel

C. Pernyataan tentang topic yang sedang dibahas D. Informasi yang didasarkan fakta berkaitan pada topik E. Generalisasi tentang topic yang dibahas

6. Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir dapat terjadi karena alam dan tindakan manusia.

Kutipan tersebut termasuk struktur bagian … A. Penegasan ulang

B. Interpretasi / pernyataan umum C. Penggambaran rangkaian kejadian D. Langkah-langkah

(57)

31 E. Ulasan

7. (1) Proses terjadinya banjir (2) Penyebab terjadinya banjir (3) Definisi banjir

(4) Akibat banjir (5) Simpulan banjir

Jika dikembangkan menjadi sebuah teks eksplanasi, urutan kerangka yang tepat adalah …

A. (3), (1), (2), (4), (5) B. (1), (2), (3), (4), (5) C. (3), (4), (1), (5), (2) D. (2), (4), (5), (1), (3) E. (2), (1), (5), (4), (3)

8. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019.

COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia. Covid-19 begitu cepat menular dari satu manusia ke manusia lainnya. Jumlah korban dan angka kasus kian meningkat. Hingga tulisan ini dibuat, jumlah kasus mencapai lebih dari 502 ribu kasus di Indonesia. Sedangkan di dunia mencapai lebih dari 58,7 juta kasus.

Informasi yang terdapat dalam teks diatas adalah … A. Covid-19 adalah penyakit menular

B. Jumlah korban dan angka kasus kian meningkat

C. Mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, dan bulan desember 2019

D. Covid-19 ini sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia

E. Jumlah korban dan angka kasus kian meningkat, jumlah kasus mencapai lebih dari 502 ribu kasus di Indonesia. Sedangkan di dunia mencapai lebih dari 58,7 juta kasus.

(58)

32 9. Kata yang bergaris bawah pada kutipan teks eksplanasi diatas merupakan

kaidah kebahasaan teks eksplanasi menggunakan … A. Konjungsi pertentangan

B. Konjungsi waktu C. Konjungsi kausalitas D. Kata ganti

E. Kata benda

10. Teks yang berisi penjelasan berupa proses terjadinya peristiwa alam, sosial atau budaya disebut …

A. Argumentasi B. Prosedur C. Eksplanasi D. Narasi E. Cerita ulang

11. Berikut ini yang tidak termasuk kalimat yang menggunakan keterangan waktu

A. Pada usia dua minggu, embrio manusia merupakan sebuah cakram pipih.

B. Pada bulan ketiga, bentuk manusia telah terwujud C. Pada tahap ini, embrio disebut fetus

D. Selama bulan keenam, alis dan bulu mata timbul E. Lemak ditimbun dibawah kulit

12. Konjungsi yang bermakna kronologis dinyatakan dengan kata … A. Yang

B. Kemudian C. Maupun D. Pada E. Untuk

(59)

33 13. (1) Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). (2) Banjir terjadi karena alam serta tindakan manusia. (3) Penyebab alami banjir yaitu erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, serta pengaruh air pasang. (4) Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir. (5) baik banjir yang disebabpkan oleh alam maupun oleh manusia, perlu diwaspadai dan diatasi.

Urutkan peristiwa sebab akibat dalam paragrap tersebut adalah … A. 1, 2, 3

B. 1, 3, 5 C. 3, 4, 5 D. 2, 3, 5 E. 1,2,3,4,5

14. Inti teks eksplanasi terdapat pada bagian … A. Pernyataan umum

B. Sebab akibat C. Argument D. Penutup

E. Aspek yang dilaporkan

15. Tahap pernyataan umum berisi tentang … A. Apa yang akan dijelaskan

B. Alasan-alasan penulis C. Pendapat penulis D. urutan peristiwa E. Urutan peristiwa

(60)

34 Apakah anda sudah menguasai materi tentang pengertian teks eksplanasi, struktur dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi yang sudah diuraikan di atas? Kalau anda sudah paham, coba kalian tulis pemahaman anda dalam kertas refleksi di bawah ini.

Refleksi

………

………

………

………

……….………

………

………

……….………

………...………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

..

(61)

35

Sebelum berlatih menulis teks eksplanasi dengan menggunakan teknik storyboard, alangkah baiknya kita berkenalan dulu dengan teknik yang akan kita gunakan ini. Teknik storyboard secara umum merupakan gambar sketsa yang dibuat pada panel-panel berbentuk segi empat, yang disusun secara berurutan dan saling berkelanjutan membentuk sebuah alur cerita. Teknik storyboard yaitu teknik yang digunakan pada saat kegiatan sebelum menulis yang menekankan pada elaborasi (penjelasan yang detil), prediksi atau perkiraan, penumbuhan gagasan, dan pengurutan. Hal ini digunakan untuk memotivasi siswa untuk mengembangkan kemampuan diri dalam menulis yang diawali dengan membuat kerangka karangan berupa gambar dan kemudian dikembangkan menjadi sebuah paragraf. Teknik storyboard dapat diterapkan dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Teknik ini diawali dengan membuat beberapa ilustrasi gambar yang kemudian setiap ilustrasi gambar tersebut dikembangkan menjadi sebuah paragaraf sehingga menjadi sebuah cerita yang utuh. Dari deskripsi di atas, anda tentu sudah mengerti apa itu teknik storyboard? Nah, dalam menulis teks eksplanasi menggunakan teknik storyboard ada tahapan-tahapan yang perlu diikuti. Tahapan dalam teknik storyboard adalah sebagai berikut.

KEGIATAN BELAJAR 3

Tujuan Pembelajaran

A.

Berkenalan dengan Teknik Storyboard

Berlatih Menulis Teks Eksplanasi Menggunakan Teknik Storyboard

Mampu Menulis Teks Eksplanasi Sesuai Dengan Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

(62)

36 1. Siapkan selembar kertas dan bagilah kertas itu menjadi beberapa bagian 2. tentukan topik atau gagasan utamanya dengan mengumpulkan sejumlah

fakta, informasi pengetahuan lainnya dengan cara-cara berikut:

a. Mengadakan pengamatan lapangan;

b. Melakukan wawancara dengan narasumber, dan c. Membaca buku, majalah, surat kabar atau internet 3. Gambarlah peristiwa dari awal sampai akhir.

4. Periksa dan koreksilah urutan gambar kalian buat.

5. Tambahkan kata-kata pada setiap gambar kalian dan buatlah kerangka finalnya.

6. Kembangkan kerangka tersebut dengan mengubah kata-kata pada setiap gambar menjadi sebuah teks eksplanasi.

7. Bagilah hasil teks eksplanasi yang sudah kalian buat kepada teman anda

1. Siapkan selembar kertas dan bagilah kertas itu menjadi beberapa bagian.

Bagilah kertas kosong tersebut menjadi beberapa bagian. Bagian- bagian kertas yang sudah disiapkan ini nantinya akan digunakan untuk menuangkan informasi berdasarkan fakta yang anda temukan dalam bentuk gambar. Anda bisa membagi kertas itu menjadi beberapa bagian sesuai dengan kemauan dan kreativitas anda. Hal ini dimaksudkan agar anda lebih bebas berekspresi dan mampu mengembangkan sesuai kemampuan anda masing-masing.

B. Berlatih Menulis Teks Eksplanasi Dengan Teknik Storyboard

(63)

37 2. Tentukan Topik atau Gagasan Utamanya dengan Mengumpulkan

Sejumlah Fakta dan Informasi

Carilah topik yang menarik untuk kemudian kalian visualkan dalam bentuk gambar pada bagian awal dan bagian akhir. Kesulitan menemukan topik? Sebenarnya ada banyak cara yang bisa anda gunakan untuk menemukan topik dengan mengumpulkan sejumlah fakta dan informasi pengetahuan lainnya dengan cara-cara berikut:

a. Mengadakan Pengamatan Lapangan

Pengamatan lapangan adalah metode yang melibatkan peneliti dalam menemukan informasi dengan sejumlah fakta yang akan dipelajari.

Informasi dikumpulkan melalui pengamatan dan tanya jawab dengan anggota masyarakat. Dengan metode ini, peneliti langsung menemukan informasi terhadap peristiwa atau fenomena dengan cara pengamatan langsung di lapangan.

1. 2.

3. 4.

Gambar

Tabel Identifikasi
Gambar yang disusun sudah sesuai urutan, dan tidak memerlukan  perbaikan  pada setiap gambar tersebut

Referensi

Dokumen terkait

Adapun hasil penelitian bahwa : (1) Pembelajaran pendidikan agama Islam yang berlandaskan Alquran dan Hadis, menggunakan model Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan

Skripsi ini yang berjudul “Analisis Kesulitan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Tanjung

Dari tabel tanggapan pembaca novel Gelas Jodoh yang di paparkan di atas, maka diskusi hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan dari pembaca setelah membaca

Segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang memberi ilmu dan inspiras iatas kehendakNya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan

matematika yang dipublikasikan serta menjunjung tinggi hak atas kekayaan intelektual (HaKI). Menghasilkan sarjana pendidikan matematika pada level pendidikan dasar dan

Pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Directed Reading Thinking Activity DRTA yaitu pada tahap prabaca guru memperkenalkan bacaan, lalu siswa membuat prediksi atas

Kompetensi Dasar dan Indikator Kompetensi Dasar Indikator 3.4 Membedakan dan menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar kubus, balok, prisma, dan prisma 4.5

Tes Tes adalah cara yang dapat dipergunakan atau prosedur yang perlu ditempuh dalam rangka pengukuran dan penelitian di bidang pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas atau