• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menghafal Al- Qur‟an

BAB I PENDAHULUAN

F. KERANGKA TEORI

2. Menghafal Al- Qur‟an

Adapun faktor penghambat metode takrir ialah sebagai berikut:

menghafal itu susah, ayat-ayat yang sudah dihafal lupa lagi, banyak ayat-ayat yang serupa, gangguan lingkungan sekitar, banyak kesibukan atau terbatasnya waktu, dan melemahnya semangat.46

kesan-kesan ataupun materi ke dalam pikiran agar pada waktu tertentu dapat diingat kembali seperti apa adanya secara benar.

Kedua, al-Qur‟an ialah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai mukjizat dan membacanya merupakan suatu ibadah.48 Al-Qur‟an secara bahasa berasal dari kata (

- ًةءاْ ق - ا ْقي - ا ق اً آْ ق )

yang artinya ialah “sesuatu yang dibaca”

( ءْ ْق ْلا )

arti di dalamnya menyiratkan adanya suatu anjuran untuk umat muslim membaca al-Qur‟an. Al-Qur‟an juga merupakan bentuk masdar dari kata (

ةءا قْلا )

yang artinya menghimpun dan mengumpulkan (

مضْل

ا

عْ جْل ).

Sedangkan pengertian al-Qur‟an secara istilah dikemukakan oleh para ahli Ushul Fiqih yang dikutip oleh Anshori dalam bukunya ialah sebagai berikut:

Al-Qur‟an ialah kalam Allah yang yang mengandung mukjizat (sesuatu yang luarbiasa yang melemahkan lawan), diturunkan kepada para penutup nabi dan rasul (yaitu nabi Muhammad Saw), melalui malaikat jibril, tertulis dalam mushaf, diriwayatkan kepada kita secara mutawatir, membacanya dinilai ibadah, dimulai dari surah al-Fatihah, dan diakhiri dengan surah an-Nas.49

Dari penjelasan di atas dapat dimengerti bahwasannya al-Qur‟an adalah firman Allah Swt yang merupakan mukjizat terbesar yang di turunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara malaikat Jibril jika membacanya merupakan suatu ibadah dan bernilai pahala, dan diturunkannya secara mutawatir, kemudian ditulis dalam bentuk

48Zainal Abidin, Seluk Beluk Al-Qur‟an, (Jakarta: PT Renika Cipta, 1992), hlm. 1.

49Anshori, Ulumul Qur‟an Kaidah-kaidah Memahami Firman Tuhan, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2013), hlm. 17-18.

mushaf-mushaf yang diawali dengan Qur‟an surah al-Fatihah (pembuka) kemudian diakhiri dengan surah an-Nas.

Adapun Ahsin W. al-Hafidz mengemukakan pengertian menghafal al-Qur‟an ialah langkah awal untuk bisa memahami isi kandungan ilmu al-Qur‟an yang dilakukan setelah proses membaca Qur‟an dengan baik dan benar.50

Dengan demikan dapat disimpulkan bahwa pengertian dari menghafal al-Qur‟an ialah suatu aktivitas untuk mengingat, menyimpan dan melafalkan kembali secara lisan firman Allah yang berupa materi yakni surat dan ayat-ayat al-Qur‟an secara benar dan sempurna.

b. Hukum Menghafal Al-Qur‟an

Hukum menghafal al-Qur‟an ialah fardhu kifayah, apabila sudah ada satu yang mewakili dalam menghafal al-Qur‟an maka gugurlah bagi kewajiban masyarakat yang lainnya, akan tetapi jika tidak ada yang melakukannya sama sekali maka berdosalah seluruhnya.51 Hal ini dikuatkan oleh pendapatnya Imam as-Suyuti dalam kitabnya mengatakan bahwa sesungguhnya menghafal al-Qur‟an ialah fardhu kifayah bagi semua umat dengan alasan dapat menjamin keaslian dan menghindari adanya pemalsuan dan perubahan pada sewaktu-waktu, walaupun pada dasarnya di zaman moderen ini banyaknya CD dan alat

50Ahsin W. al-Hafidz, Bimbingan Praktis Menghafal al-Qur‟an, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), hlm. 19.

51Sabit Alfatoni, Teknik Menghafal Al-Qur‟an, (Semarang: CV Ghyyas Putra, 2015), hlm.

15.16.

canggih yang mampu menyiman teks-teks al-Qur‟an akan tetapi hal itu ditakutkan tidak menjamin keaslian al-Qur‟an, itulah sebabnya harus ada dari suatu kaum atau kelompok masyarakat yang menghafal al- Qur‟an.52

c. Keutamaan-keutamaan Menghafal Al-Qur‟an

Adapun keutamaan-keutamaan dalam menghafal al-Qur‟an ialah sebagai berikut:

Pertama, menghafal al-Qur‟an merupakan aktivitas yang sangat mulia dan terpuji, telah banyak hadis Rasulullah Saw yang mengungkapkan sisi keagungan bagi orang-orang yang membaca atau menghafal al-Qur‟an karena mereka merupakan manusia pilihan Allah untuk menerima dan menjaga warisan kitab suci al-Qur‟annul karim.

Rasulullah Saw bersabda: “al-Qur‟an lebih baik dari segala-galanya, barangsiapa yang memuliakan al-Qur‟an maka Allah juga akan memuliakannya, dan barangsiapa yang meremehkannya maka Allah juga akan menurunkan derajatnya. Penghafal al-Qur‟an senantiasa diliputi rahmat Allah, mereka mulia karena kalamullah, mereka adalah yang selalu mendapatkan cahaya Allah, dan barangsiapa yang mencintai mereka maka Allah akan mencintainya, serta barangsiapa memusuhinya maka Allah akan menghinakannya”.53

Kedua, Al-Qur‟an yang telah dihafal akan datang menemani saat menghadapi kematian dan al-Qur‟an kelak akan datang sebagai

52Sa‟dullah, 9 Cara.., hlm. 19. 20.

53Ahsin W. Al-Hafidz, Bimbingan.., hlm. 26-27.

penolong (syafaat) bagi para penghafalnya serta pembela pada hari yang di mana orang-orang terdekat meninggalkan kita (hari kiamat).54 seperti sabdanya Rasulullah Saw:

) لسما ها ( ب احصَاًعيفش مايقلا م ي ا اف قلا ا قا

Artinya:“Bacalah oleh kalian Al-Qur‟an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang yang selalu membacanya”55 (HR. Muslim).

Maka sesuatu yang paling berharga ketika kita menghafal al- Qur‟an ialah berjumpa dengan Allah pada hari kiamat kelak. Penghafal al-Qur‟an juga dapat mensyafa‟ati 10 anggota keluarganya yang wajib masuk Jahannam. Seperti dijelaskan dalam hadis Rasulullah Saw:

َ يلع نع

َ ض

َي

َل

َع

َن

َ

َق

َ ا

َق :

َ ا َ

َس

َ

َ

َل

َص

َل

َل

َع

َلَي

َ

َ

َس

َل

َ

َم :

َن َق

ََا

َلا

َق

َ

َ

َف

َسا

َ

َظ

َهَ

َه َف

َا

َح

َل

َح

َل

َلَ

َ

َح

ََم

َح

َ

َما

َ

َاَد

َخ

َل

َ

َل

َلا

َج

َن

َ

َ

َش

َف

َع

َ

َِ

َع

ََ َش َم

َن َا

َه

َل َب

َيَ

َ

َكَل

َه

َ

َق

َ

َ

َج

َب

َت َل

َ

َنلا

َا ا ه اق يمرتلا محم ها (

ث حلا ِ فعض قلاب ه سيل ا لا اميلس بصفح غ ث ح

يم ا لا جام نبا ها )

Artinya: “barangsiapa membaca al Qur‟an dan menghafalkannya, dan menghalalkan apa yang dihalalkannya serta mengharamkan apa yang diharamkannya maka Allah Swt memasukkannya ke dalam syurga dan akan menerima syafaatnya untuk sepuluh orang keluarganya yang wajib masuk neraka”(H.R. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Darimi).56

54Abdud Daim Al-Kahli, Hafal Al-Qur‟an Tanpa Nyantri Cara inovatif Menghafal Al- Qur‟an, (Sukoharjo: Pustaka Arafah, 2015), hlm. 21.

55Imam Nawawi, Nuzhatul Muttaqin: Syarah dan Terjemahan Riyadhus Shalihin, terj.

Mustafa Said Al-Khin dkk, (Jakarta: Al-I‟tishom, 2015), jilid. ke-2, hlm. 229.

56Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi Rahmatullah‟alaih, Fadhail A‟mal: Himpunan Kitab Fadhillah Amal, terj. Tim Penerjemah Kitab Fadhilah Amal Masjid Jami‟ Kebon Jeruk Jakarta, (Yogyakarta: Penerbit Ash-Shaff), Hlm. 619-620.

Seseorang yang beriman insyaallah akan dimasukkan ke dalam syurga-Nya. Namun, penghafal al-Qur‟an mempunyai keutamaan masuk syurga sejak pertama kali dan bahkan dapat memberikan syafaat kepada 10 orang yang telah fasik dan banyak berbuat dosa besar.57

Hal ini juga dijelaskan dalam sebuah hadist yang menjelaskan sebagai berikut:

َع

َن

َع

َل

َي َب

َن َا

َب

َي

َط

َ َلا

َق

َ ا

َق :

َ ا َ

َس

َ

َ

َل

َص

َل

َل

َع

َلَي

َ

َ

َس

َل

َ

َم

َن َق

ََا

َلا

َق

َ

َ َ

َح

َف

َظ

َ َا

َد

َخ

َل

َ

َل

َلا

َج

َن

َ َ

َش

َف

َع

َ

َِ

َع

ََ َش َم

َن َا

َه

َل َب

َيَ

َ َك

َلَه

َ

َا

َس

ََ

َج

َب لا ا

َن

َ ا

Artinya:َ“

Dari Ali bin Abi Thalib ia berkata: Rasulullah Saw bersabda:

barang siapa membaca al-Qur‟an dan menghafalnya niscaya Allah masukan ke syurga dan mendapatkan syafa‟at serta ditempatkan mereka bersama orang-orang pilihan Allah seluruhnya. Sungguh dijauhkan dari api neraka.” (HR. Ibnu Majjah).

Ketiga, Keutamaan menghafal al-Qur‟an selanjutnya yaitu pada hari kiamat kelak disematkannya mahkota kehormatan, dipakaikannya jubah karomah serta kerelaan Allah Swt pada mereka para penghafal ayat-ayat suci al-Qur‟an.58 Allah Swt tidak hanya memberikan kemuliaan dan kehormatan kepada penghafal al-Qur‟an itu sendiri, akan tetapi seseorang yang membaca, menghafal, mempelajari serta mengamalkannya kelak di hari akhir akan diberikan mahkota yang

57Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyyya Al-Kandahlawi Rah.a Fadhail A‟mal: Kitab Fadhilal Amal, terj. Tim Penerjemah Kitab Fadhalil Ammal Masjid Jami‟ Kebon Jeruk Jakarta, (Yogyakarta: Ash-Shaff, 2015), hlm. 619-620.

58Ridhoul Wahidi & M. Syukron Maksum, Beli Syurga dengan Al-Qur‟an, (Jakarta:

Mutiara Media, 2010), hlm. 50.51.

terbuat dari cahaya kepada orangtuanya dan akan di dipakaikan jubah kemuliaan yang selama di dunia tidak pernah didapatkan.59

Keempat, para penghafal al-Qur‟an merupakan keluarganya Allah Swt yang ada di bumi. Seperti dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, “sesungguhnya Allah memiliki keluarga di antara manusia, para sahabat pun bertanya, siapakah mereka wahai rasulullah

? Rasul menjawab, “para ahli al-Qur‟an. Mereka keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya”60

Kelima, penghafal al-Qur‟an ialah pembawa bendera Islam, mereka selalu diutamakan dalam memberikan sebuah fatwa dan musyawarah. Keistimewaan yang luar biasa juga didapatkan berupa derajat yang tinggi dan diberikan posisi serta kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Kedudukan tersebut akan kekal dengan segala kehendak Allah Swt hingga pada hari akhir kelak.61

Adapun keutamaan-keutamaan menghafal al-Qur‟an yang lainnya adalah sebagai berikut:

1) Al-Qur‟an akan datang sebagai hujjah dan pelindung bagi pembaca dan penghafalnya dari siksaan api neraka

59Wiwi Alawiyah Wahid, Cara Cepat Bisa Menghafal Al-Qur‟an, (Jogyakarta: Diva Press, 2014), hlm. 155.

60Ainun Mahya & Arnina P, Musa Si Hafiz Cilik Penghafal Al-Qur‟an, (Depok: Huta Publisher, 2016), hlm. 4.

61Raghib As-Sirjani & Abdurrahman Abdul Khaliq, Kaifa Tahfazhul Qur‟anil Karim Al- Qawa‟id Adz-Dzahabiyyah li Hifzhil Qur‟an: Cara Cerdas Hafal Al-Qur‟an, terj. Sarwedi Hasibuan & Arif Mahmudi, (Solo: AQWAM, 2007), cet. Ke-1, hlm. 47-51.

2) Bagi para penghafal yang memiliki kuantitas serta kualitas bacaan yang baik akan selalu bersama malaikat yang melindungi serta mengajaknya pada kebaikan

3) Penghafal al-Qur‟an akan terkabul keinginan serta harapannya tanpa memohon, hal ini merupakan fasilitas khusus yang Allah berikan kepada mereka

4) Di manapun penghafal al-Qur‟an akan selalu diprioritaskan menjadi imam dalam ibadah sholat

5) Penghafal al-Qur‟an juga memperoleh manfaat akademis yaitu mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap dirinya dan study.62

6) Penghafal al-Qur‟an akan dipermudah oleh Allah Swt dalam urusan perniagaan dan tidak akan rugi

7) Menjadi manusia yang terbaik

8) Penghafal al-Qur‟an berpotensi diberikan porsi pahala yang lebih banyak dan berlipat ganda.63

9) Al-Qur‟an merupakan obat dari segala penyakit jiwa dan raga, jika dengan kehendak Allah bacaan surah dari ayat-ayat al-Fatihah mampu menyembuhkan orang sakit, begitupula dengan seseorang yang menghafal al-Qur‟an seluruhnya

10)Penghafal al-Qur‟an sulit terkena rasa takut, maupun depresi karena al-Qur‟an mampu menghilangkan beban negatif dalam otak,

62Wiwi Alawiyah Wahid, Cara.., hlm. 146-156.

63Muhammad Syauman Ar-Ramli, dkk, Nikmatnya Menangis Bersama Al-Qur‟an, (Jakarta: Istanbul, 2015), hlm . 18-20.

mampu menghilangkan rasa sedih, duka serta sesuatu yang masih mengganjal, ketika seseorang sudah memutuskan dan memulai aktivitas menghafal al-Qur‟an maka ia akan merasa seperti dilahirkan kembali 64

11)Penghafal al-Qur‟an merupakan aktor-aktor rabbani yang diberi peran, hal ini merupakan skenario dari Allah Swt untuk menjaga keaslian dan kemurnian al-Qur‟an sepanjang masa.65

12)Memperoleh tasyrif (prioritas) dari Nabi Saw

13)Dan seseorang yang menghafal al-Qur‟an merupakan tanda diberikannya ilmu.66

d. Syarat-syarat Menghafal Al-Qur‟an

Menghafal al-Qur‟an merupakan pekerjaan yang sangat mulia di sisi Allah Swt, dalam menghafal al-Qur‟an tentu ada syarat-syarat tersendiri agar seseorang yang menghafal al-Qur‟an tersebut dapat menghafal dengan baik, adapun syarat-syarat yang harus dilaksanakan oleh seseorang yang ingin menghafalkan al-Qur‟an adalah sebagai berikut:

1) Niat yang Ikhlas

Segala sesuatu yang akan dilakukan pasti selalu di awali dengan niat, begitupula dengan menghafal al-Qur‟an niat adalah

64Abdud Daim Al-Kahli, Hafal.., hlm. 19-23.

65Abu Ammar & Abu Fatiah Al-Adnani, Negeri-Negeri Penghafal Al-Qur‟an, (Solo: Al- Wafi, 2015), hlm. 105.

66Irfan Supandi, Agar Bacaan Al-Qur‟an Tidak Sia-sia, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2013), hlm. 143 dan 147.

yang paling utama dengan mengharapkan ridha Allah Swt. Dalam al-Qur‟an surah al-Bayyinah ayat 5 Allah Swt berfirman:

لصلا ميق فنح ن لا ل يصلخم ل ا بعيل ل ا ماام

َؤ

َ ميقلا ن د لا اكزلا

Artinya: “Padahal mereka hanya di perintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena menjalankan agama dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikan itulah agama yang lurus (benar)67

Rasulullah Saw bersabda di dalam sebuah hadis riwayat Bukhari Muslim menjelaskan bahwa:

) اخبلا ها ( ا نم ئ ما لكل ام ا اينلاب امعلام ا

Artinya: “Amal-amal manusia itu ditentukan oleh niat-nitanya,

dan masing-masing orang sesungguhnya akan mendapatkan sesuai dengan niatnya.”68 (HR. Bukhari)

Ibnu Abbas juga pernah mengatakan bahwasanya setiap manusia akan diberi pahala sesuai niatnya. Di dalam niat yang paling diutamakan adalah ikhlas. Mengenai ikhlas maka Imam Sahlat at-Tastari mengemukakan bahwasannya ikhlas ialah segala bentuk prilaku dan ketenangan seseorang baik batin maupun lahirnya hanya untuk Allah Swt, tidak ada dicampuri dengan harta dunia terutama hawa nafsu.

67Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur‟an dan Terjemahnya,(Bekasi: PT Citra Mulia Agung, 2017), hlm. 598.

68Syaikh Yahya bin Syarifuddin an-Nawawi, Matan Arbain An-Nawawiyyah Fi Alhadist Ash-Shahihati An-Nabawiyyah, (Surabaya: Al-Miftah), hlm. 6.

2) Mempunyai Kemauan yang Kuat

Al-Qur‟an terdiri dari 30 Juz, 114 surah, 6666 ayat kurang lebih, bagi para penghafal al-Qur‟an ini bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, membutuhkan waktu yang relatif cukup lama dari tiga sampai dengan lima tahun walaupun ada sebagian orang yang memiliki inteligensia cukup tinggi bisa lebih cepat dalam menghafalnya, ada juga yang merasa kesulitan. Dengan demikian seseorang yang memiliki cita-cita sebagai penghafal Qur‟an maka dibutuhkan keinginan yang kuat serta kesabaran yang cukup tinggi.

3) Disiplin dan Istiqomah Menambah Hafalan

Seorang calon penghafal al-Qur‟an hendaknya istiqomah dan disiplin dalam memanfaatkan waktu luang untuk menambah hafalan, harus memiliki semangat tinggi, mengurangi kegiatan yang tidak penting dan lain-lain. Penghafal al-Qur‟an dianjurkan untuk membuat jadwal kegiatan kapan waktu yang baik untuk menambah hafalan serta istiqomah dalam melaksanakannya.

4) Talaqqi kepada Seorang Guru

Guru tahfiz ialah seseorang yang mendidik, mengarahkan, membimbing serta menyimak hafalan al-Qur‟an. Dalam kegiatan menghafal tidak diperbolehkan untuk melakukannya secara sendiri, perlu adanya seorang guru untuk menyimak bacaan-bacaan al- Qur‟an yang dihafalkan karena di dalam al-Qur‟an terdapat bacaan yang musykil (sulit) tidak dapat di kuasai hanya dengan teori saja

tapi perlu dipelajari dengan cara melihat seorang guru. Dengan demikian hafalan yang sudah diperdengarkan kepada guru bisa untuk dipertanggungjawabkan kebenarannya.

5) Berakhlak Terpuji

Memiliki akhlak terpuji dan tidak melakukan akhlak tercela ialah cermin ajaran agama Islam yang termuat di dalam al- Qur‟annul karim. Sehingga adanya korelasi antara apa yang dibaca dan dipelajari dengan pengalaman yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak demikan, orang yang menghafal al-Qur‟an tidak memiliki makna, karena ayat-ayat al-Qur‟an tersebut tidak hanya sekedar dihafal, tetapi yang paling utama ialah untuk di ambil pelajaran darinya, kemudian diamalkan isi kandungan yang termuat di dalam al-Qur‟an tersebut.69

6) Mampu Membaca dengan Baik Sesuai Tajwidnya

Sebelum berlanjut pada tahap menghafal, seharusnya peserta didik atau seseorang yang ingin menghafal al-Qur‟an harus meluruskan bacaannya terlebih dahulu. Sebagian besar para ulama tidak mengizinkan untuk menghafal al-Qur‟an jika belum mengkhatamkan bacaan al-Qur‟annya. Hal ini bertujuan agar para calon penghafal al-Qur‟an lancar dalam membacanya serta

69Sa‟dullah, 9 Cara …, hlm. 25-35.

lisannya ringan untuk melafazkan fonetik Arab, sehingga proses menghafal al-Qur‟an akan terasa semakin mudah.70

e. Faktor-faktor Pendukung dan Menghambat dalam Menghafal Al- Qur‟an

Dalam melakukan segala kegiatan tentunya ada faktor-faktor yang mendukung serta menghambat proses tersebut. Tidak terkecuali dalam menghafal al-Qur‟an juga tentunya ada faktor yang mendukung dan menghambat sehingga kegiatan tersebut bisa terlaksana dengan baik dan tercapainya sebuah tujuan tertentu. Adapun faktor pendukung sekaligus faktor penghambat yang mempengaruhi proses menghafal al- Qur‟an ialah sebagai berikut:71

1) Faktor Kesehatan

Bagi seseorang yang sedang dalam proses menghafal al- Qur‟an kesehatan merupakan faktor yang paling utama dan penting baik sehat secara fisik dan psikis agar tidak adanya hambatan yang mengganggu pencapaian target hafalan.

2) Aspek Psikologis

Kesehatan yang dibutuhkan seseorang dalam menghafal bukan hanya dari segi lahiriyah saja akan tetapi dari segi psikologisnya juga karena penghafal al-Qur‟an sangat menginginkan ketenangan jiwa baik hati maupun pikiran. Penghambat dalam menghafal biasanya timbul dari sisi psikologis diri sendiri seperti pesimis,

70Ahsin W. Al-Khafidz, Bimbingan…, hlm. 54-55.

71Wiwi Alawiyah Wahid, Cara Cepat & Mudah Hafal Al-Qur‟an, (Yogyakarta:

KAKTUS, 2018), hlm. 139-142.

pasif, putus asa dan lain-lain. Akibatnya sulit untuk menghafalkan ayat-ayat al-Qur‟an tersebut.

3) Faktor Kecerdasan

Setiap orang memiliki kecerdasan dalam bidang yang berbeda- beda. Begitupula dalam menghafal Qur‟an kecerdasan ialah salah satu faktor yang mendukung dan mempengaruhi proses hafalan al- Qur‟an yang di jalani. Akan tetapi orang yang memiliki kecerdasan yang kurang bukan berarti tidak bisa menghafal al-Qur‟an, sebagaimana dijelaskan sebelumnya yang paling utama ialah rajin dan konsisten menjalani proses hafalan.

4) Faktor Motivasi

Motivasi merupakan salah satu paktor pendukung dan penghambat dalam proses menghafal, karena seseorang pada tahap menghafal butuh semangat dari orang-orang terdekat agar cepat dalam mencapai target hafalan. Sebaliknya, jika motivasi yang didapatkan kurang tentunya hasil yang diperoleh akan jauh berbeda.

5) Usia yang Ideal

Usia juga merupakan salah satu faktor pendukung tetapi bisa juga menjadi faktor penghambat dalam proses menghafal Qur‟an.

Menghafal al-Qur‟an di usia yang produktif akan mendukung proses menghafal karena selain fisik dan mental yang masih kuat akan di dukung oleh memory yang jernih juga, begitupula

sebaliknya umur yang sudah melampaui batas usia ideal atau produktif biasanya akan mengalami kesulitan menghafal karena telah tercampur dengan pikiran-pikiran yang lain serta memory yang tidak sejernih pada fase masih muda.Tetapi kembali lagi pada kemauan dan ketekunan setiap orang.

6) Manajemen Waktu dan Tempat Menghafal

Manajemen waktu merupakan salah satu hal yang harus di lakukan oleh para penghafal al-Qur‟an, karena dengan waktu inilah para penghafal al-Qur‟an merasa terikat dengan dirinya untuk menyelsaikan target dengan cepat. Proses menghafal al-Qur‟an biasanya ada dua waktu yaitu menghafal secara khusus (karangtina) tanpa ada kesibukan lainnya dan menghafal al-Qur‟an dibarengi dengan kegiatan yang lain. Tentu di antara keduanya akan memperoleh pencapaian yang berbeda, begitupula kondisi dan situasi tempat menghafal al-Qur‟an sangat berpengaruh bagi konsentrasi. Adapun klasifikasi waktu yang tepat untuk menghafal al-Qur‟an ialah sebagai berikut:

a) Setelah melaksanakan ibadah sholat

b) Waktu sebelum terbit fajar dan sesudah fajar hingga terbit matahari

c) Waktu sesudah tidur siang

d) Waktu diantara ibadah magrib dan isya‟72

72Ahsin W. Al-Khafidz, Bimbingan …., hlm. 58-61.

7) Faktor Keluarga

Peran serta dukungan keluarga terutama orangtua dalam proses menghafal al-Qur‟an merupakan hal yang sangat penting.

Dukungan tersebut bisa saja dalam bentuk moril berupa nasihat, arahan, motivasi, bimbingan serta dukungan yang berupa materil biaya hidup dan pendidikan untuk menunjang selama dalam tahap menghafal al-Qur‟an. Kedua dukungan tersebut hendaknya diberikan secara utuh dan seimbang, agar dapat menghindari kegagalan dalam menghafal secara sempurna. Sebaliknya ketika memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi seorang penghafal tetapi tidak adanya dukungan dari orang-orang terdekat maka akan menghadapi hambatan dalam dirinya seperti kurangnya motivasi, kejenuhan, bosan, tidak percaya diri, kurangnya biaya pendidikan dan yang lainnya. Dari persoalan tersebut akhirnya dapat mempengaruhi mencapai target hafalan.73

f. Kompetensi/Syarat Seorang Guru Tahfidz

Sebelum membahas mengenai kompetensi dan syarat yang harus dimiliki seorang guru tahfidz, maka terlebih dahulu alangkah baiknya membahas mengenai kompetensi guru berdasarkan UU No : 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Bab IV Pasal 10 ditegaskan bahwa untuk mempu melaksanakan tugas profesi yang baik, maka seorang guru harus memiliki empat kompetensi dasar yaitu kompetensi

73Sa‟dullah, 9 Cara …, hlm. 83-84.

pedagogik, kepribadian, sosial dan professional. Adapun kompetensi- kompetensi tersebut meliputi:

1) Kompetensi Pedagogik

Adapun kompetensi pedagogik meliputi: pemahaman wawasan tahu landasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan kurikulum/silabus, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran, evaluasi hasil belajar (EHB), dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Hal ini juga bisa dilihat dari kemampuan memahami peserta didik dari segi ekonomi, latar belakang, dan yang lainnya.

2) Kompetensi Kepribadian

Adapun kompetensi kepribadian meliputi: kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, berwibawa, arif, adil, dan menjadi teladan yang baik bagi peserta didik serta berakhlak mulia.

3) Kompetensi Sosial

Adapun kompetensi sosial meliputi: berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, dan masyarakat yang ada di sekitar yang mencakup kemampuan dalam berkomunikasi secara (lisan, tulisan dan isyarat), menggunakankan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional, dapat

Dokumen terkait