• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

4) Menuntut

menantang 7 data (18%), 9) mengarahkan 3 data (7%), 10) berdoa 1 data (3%), 11) membolehkan 1 data (3%).

Selanjutnya rincian penggunaan tindak tutur direktif dalam novel Matahari Mata Hati Karya Dian Nafi dapat juga dilihat pada data dan analisis data tabel 1. di bawah ini !

Tabel 1. Tindak Tutur Direktif dalam Novel Matahari Mata Hati Karya Dian Nafi ( Data I )

No.

Macam-macam Tindak Tutur Direktif dalam Novel Matahari Mata Hati Karya Dian Nafi

Jumlah Data I Angka Prosentase

1. Menyuruh/memerintah 6 16%

2. Meminta 6 16%

3. Menasihati 8 21%

4. Mengajak 1 3%

5. Mengingatkan 1 3%

6. Menantang 7 18%

7. Menuntut 2 5%

8. Mengarahkan 3 7%

9. Bertanya 2 5%

10. Berdoa 1 3%

11. Membolehkan 1 3%

Jumlah 38 100%

2. Penggunaan Tindak Tutur Direktif dalam Novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary

Berdasarkan keseluruhan data II dan analisis data II, yaitu data yang berasal dari tindak tutur direktif yang digunakan para tokoh dalam novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary maka penggunaan tindak tutur direktif dalam novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary ditemukan 34 macam tindak tutur direktif. Tindak tutur direktif tersebut terbagi lagi menjadi 10 macam tindak tutur direktif yaitu menyuruh/memerintah, meminta, menasihati, mengajak, mengingatkan, menantang, melarang, menuntut, menghendaki, dan menyetujui.

Uraian setiap tindak tutur direktif dalam novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary adalah sebagai berikut.

1) Menyuruh/Memerintah

Kridalaksana (1993:31) menyatakan bahwa suruhan merupakan tuturan yang berusaha agar pendengar melakukan sesuatu sesuai dengan pembicara. Memerintah dalam KBBI berarti ‘memberi perintah; menyuruh melakukan sesuatu’ (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2002: 859).

Tindakan ini tertuang dalam pertuturan di bawah ini.

(12) Ibu : “Alhamdulillah, Nduk! Kamu hebat ! Piye tho iki? Ini Kan berarti besok ?”

Suci : “ Iya, Bu!”

Ibu : Waduuuh...kamu harus belajar dan mempersiapkan segalanya dengan baik. Ibu yakin tak mudah untuk menembus final lomba tingkat nasional ini, Nduk!

( MuI II/ 01/10)

Kutipan di atas menunjukkan suruhan atau perintah seorang ibu kepada anaknya Suci agar belajar dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi final lomba tingkat nasional yang dicapainya dengan tidak mudah. Perintah atau suruhan dalam pernyataan ini ditunjukkan pada kalimat “ waduuh... kamu harus belajar dan mempersiapkan dengan baik.

2) Meminta

Meminta dalam KBBI berarti ‘minta’; berkata-kata supaya diberi atau mendapat sesuatu’ (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2002:

745-746). Tuturan dengan maksud meminta dapat diihat pada contoh berikut.

(13) Mahmudi : “Bila bapak dan ibu berkenan, saya hendak meminta Sutirah jadi calon istri saya.”

Bapak : “Bapak setuju saja. Namun, ada baiknya kamu ajak orang tuamu ke sini! Biarkan kami para orang tua yang membicarakan soal perjodohan ini,” jawab bapak Sutirah.

( MuI II/33/155 )

Kutipan di atas menunjukkan makna permintaan Mahmudi untuk meminta Sutirah menjadi istrinya. Pernyataan permintaan pada contoh no.

13 di atas ditandai dengan kalimat saya hendak meminta Sutirah jadi calon istri saya. Selanjutnya mitratuturnya juga meminta agar Mahmudi membawa orang tuanya untuk membicarakan soal perjodohannya.

3) Menasihati

Tindak tutur menasihati adalah tuturan yang dilakukan penutur untuk

menasihati atau mengingatkan mitratutur akan sesuatu hal yang akan ia kerjakan ( Rizqi : 2013). Tuturan yang bermakna menasihati dapat dilihat pada contoh berikut ini.

(14) Ibu :”Ya, Suci memang hebat. Tapi apalah artinya sekolah tinggi-tinggi jika kamu tak segera menikah. Kodrat seorang wanita adalah menjadi istri bagi suaminya, menjadi ibu bagi anak-anaknya.”

( MuI II/05/20 )

Kutipan di atas menunjukkan makna menasihati lawan tuturnya Suci bahwa apa artinya sekolah tinggi-tinggi, bila tak segera menikah. Ko- drat wanita adalah menjadi istri dan ibu. Oleh karena itu, tidak ada artinya bagi seorang wanita bersekolah tinggi kalau tidak segera menikah.

4) Mengajak

Mengajak dalam KBBI berarti ‘meminta ( menyilakan, menyuruh, dsb) supaya turut datang dsb’ (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2002:257). Penutur ketika melakukan tindakan ini menginginkan mitra tutur untuk melakukan sesuatu. Hal itu terlihat dalam pertuturan di bawah ini.

(15) Bram :” Ci...malam ini kita makan bareng ya?”

Suci :” Mau kumasakkan apa ?” tanyaku

Bram :”Nggak aku ingin mengajakmu makan malam di rumah makan. Perayaan atas kelulusanmu.”

( MuI II/23/90 )

Kutipan di atas menunjukkan makna mengajak mitratuturnya, Suci untuk makan malam di rumah makan untuk merayakan kelulusannya.

Pernyataan mengajak ini ditandai dalam kalimat aku ingin mengajakmu

makan malam di rumah makan.

5) Mengingatkan

Mengingatkan dalam KBBI berarti ‘mengingat akan; memberi ingat;

memberi nasihat (teguran, dsb) supaya ingat akan kewajibannya, dsb;

menjadikan ingat (terkenang) kepada’ (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2002: 433).Penutur menginginkan agar mitratuturnya melakukan sesuatu seperti yang diingatkannya. Hal ini tertuang dalam contoh berikut.

(16) Ibu :“Nduk, jangan lupa pesan ibu. Di mana pun engkau kelak menginjakkan tanah, ingatlah di sana juga bumi Gusti Allah. Jangan lupa shalat dan berdoa pada-Nya.

Dia sebaik-baik tempat meminta dan memohon perto- tolongan.”

Suci :” Iya, Bu. Insyallah. Doakan aku, Bu.”

( MuI II/08/24 )

Kutipan di atas menunjukkan makna peringatan penutur kepada mitratutur untuk selalu mengingat bahwa di mana pun dia (mitra tutur) berada di situ juga bumi Allah. Penutur juga mengingatkan kepada mitratutur untuk tidak melupakan sholatnya dan selalu berdoa kepada- Nya. Pernyataan yang menunjukkan peringatan ini ditandai dengan kata jangan lupa. Selanjutnya mitratutur juga mengingatkan kepada penutur untuk selalu mendoaknnya.

6) Menantang

Tuturan pertanyaan dapat juga difungsikan untuk menantang.

Menantang dalam KBBI berarti ‘mengajak berkelahi ( bertanding, berpe-

rang)’ (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2002: 114). Tuturan ini dimanfaatkan untuk menggugah tekad mitratutur mengatasi sesuatu, seperti terdapat pada contoh berikut.

(17) Andrew :”Itu di negerimu. Negeri yang kaya raya dan segala hal dapat diperoleh dengan mudah dan murah,”

komentarnya lagi.

Suci :” Ya. Tapi darahmu mengalir darah Indonesia. Kau tak bisa memungkirinya.”

Andrew :” Tapi aku dibesarkan dengan air dan tanah negeri ini. Bukan tanah dan air negara eyang putri

moyangku.”

( MuI II/13/52 )

Kutipan di atas menunjukkan makna menantang penutur kepa- da mitratutur bahwa di negerinya tidak mudah untuk memperoleh segala hal. Mitratutur menyanggah bahwa dalam dirinya juga mengalir darah Indonesia tetapi ditantang lagi oleh penutur bahwa dirinya tidak dibesarkan di negara eyang putri moyangnya yang kaya raya dan segala hal dapat diperoleh dengan mudah.

Kutipan di atas menunjukkan makna melarang penutur kepada mitratutur untuk membiarkan bapak itu bekerja. Lebih lanjut pernyataan melarang penutur kepada mitratutur ditandai dengan pernyataan Ibu tidak perlu melakukannya. Pernyataan ibu tidak perlu membantunya merupakan pernyataan melarang penutur kepada mitratutur.

8) Menuntut

Fungsi menuntut digunakan penutur untuk mengekspresikan perin- tah dengan setengah mengharuskan terpenuhi. Mitratutur merasakan adanya perintah yang harus segera dilaksanakan (Yahya : 2013). Tindak tutur menuntut dapat dilihat pada data berikut.

(19) Ibu :”Iya, tapi ada syaratnya,” kata ibu seperti sengaja menggantung kalimatnya.

Suci :”Apa Bu ? tanyaku tak sabar.

Ibu :“ Segera setelah lulus kamu harus membawa calon mantu ibu ke rumah ini.”

( MuI II/07/22 )

Kutipan di atas menunjukkan makna menuntut penutur kepada mitratutur bahwa setelah lulus harus membawa calon menantu ke rumah.

Jadi penutur menuntut mitratutur untuk membawa calon menantu ke rumah setelah lulus kuliahnya. Pernyataan menuntut ini ditandai dengan kalimat segera setelah lulus kamu harus membawa calon mantu ibu ke rumah ini.

9) Menghendaki

Fungsi menghendaki digunakan penutur untuk mengungkapkan

keinginan atau kehendak kepada mitratutur agar melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh penutur. Mitratutur tidak harus melakukan apa yang dikehendaki,apabila penutur tidak mengekspresikan paksaan (Yahya : 2013 ) Tindak tutur menghendaki dapat dilihat pada data berikut.

(20) Suci :” Kalau tak ada kamu, aku nggak yakin sanggup menyelesaikan tepat waktu.”

Bram :”Jangan berlebihan. Aku hanya sedikit membantumu.

Pada dasarnya ide penelitian dan analisismu memang menarik sekali. Hanya kamu suka kurang teliti dan terburu-buru.”

Suci : ” Apa pun, aku tak mungkin melupakan kebaikan- mu dan tak sanggup membalas kebaikanmu.”

Bram :” Cukuplah kau selalu bersamaku,” katanya sambil menggenggam tanganku.

( MuI II/22/87 )

Kutipan di atas menunjukkan makna menghendaki penutur ke- pada mitratutur untuk selalu bersamanya. Pernyataan yang menunjukkan menghendaki terdapat pada kalimat cukuplah kau selalu bersamaku.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa penutur menghendaki mitratuturnya untuk selalu bersamanya.

10) Menyetujui

Fungsi tindak tutur permissives yang pertama adalah menyetujui.

Fungsi ini digunakan untuk mengekspresikan rasa sepakat, setuju, dan sependapat tentang apa yang diungkapkan oleh mitratutur (Yahya: 2013).

Tindak tutur menyetujui dapat dilihat pada data berikut.

(21) Ibu :”Baiklah, ibu merestuimu, Nduk. Maafkan ibu. Ibu

bukannya ingin menghalangi tekadmu yang kuat.

Ibu hanya takut. Tapi, mas-mu benar. Kamu masih Muda,” kata ibu akhirnya memecah kesunyian di antara kami.

Suci :”Benar, Bu? Tanyaku setengah tak percaya.

( MuI II/06/22 )

Kutipan di atas menunjukkan makna persetujuan penutur dengan mitratutur. Pernyataan persetujuan penutur ditandai dengan kalimat baiklah, ibu merestuimu. Selanjutnya penutur mengungkapkan persetujuannya dengan kata maaf bukannya ingin menghalangi tekadnya yang kuat. Penutur hanya takut. Jadi, pernyataan di atas menunjukkan persetujuan penutur terhadap apa yang diungkapkan mitratutur.

Berdasarkan keseluruhan data II dan analisis data II, yaitu data yang berasal dari tindak tutur direktif yang digunakan para tokoh dalam novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary ditemukan 34 macam tindak tutur direktif. Tindak tutur direktif tersebut terbagi menjadi 10 macam. Adapun rincian tindak tutur direktif tersebut adalah sebagai berikut : 1) menyuruh 5 data (15%), 2) meminta 7 data (20%), 3) menasihati 6 data (17%), 4) menyetujui 3 data (9%), 5) menuntut 1 data (3%), 6) mengingatkan 3 data (9%), 7) melarang 2 data (6%), 8) menantang 1 data (3%), 9) mengajak 3 data (9%), 10) menghendaki 3 data (9%).

Rincian penggunaan tindak tutur direktif dalam novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary juga dapat dilihat pada data II dan analisis data II tabel 2 di bawah ini.

Tabel 2 Penggunaan Tindak Tutur Direktif dalam Novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary ( Data II )

No.

Macam-macam Tindak Tutur Direktif dalam Novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary

Jumlah Data II Angka Prosentase

1. Menyuruh/memerintah 5 15%

2. Meminta 7 20%

3. Menasihati 6 17%

4. Mengajak 3 9%

5. Mengingatkan 3 9%

6. Menantang 1 3%

7. Melarang 2 6%

8. Menuntut 1 3%

9. Menghendaki 3 9%

10. Menyetujui 3 9%

Jumlah 34 100%

3. Perbandingan Penggunaan Tindak Tutur Direktif dalam Novel Matahari Mata Hati Karya Dian Nafi dengan Novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary

Perbandingan penggunaan tindak tutur direktif dalam novel Matahari Mata Hati Karya Dian Nafi dengan novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary pada objek penelitian penulis ini adalah perbandingan tindak tutur direktif yang ditinjau dari segi persamaan dan perbedaan penggunaan tindak tutur direktif dari kedua novel tersebut.

Persamaan dan perbedaan penggunaan tindak tutur direktif dalam novel Matahari Mata Hati Karya Dian Nafi dan novel Menantu untuk Ibu Karya

Faradhina Izdhihary dapat dilihat pada data dan analisis data tabel 3. di bawah ini.

Tabel 3. Persamaan dan Perbedaan Tindak Tutur Direktif

No Macam Tindak Tutur Direktif

Data I (Novel Matahari Mata Hati)

Jumlah

Data II (Novel Menantu untuk

Ibu)

Jumlah

Ada Tidak Ada

Ada Tidak Ada 1. Menyuruh

/Memerintah

6 (16%) 5 (15%)

2. Meminta 6 (16%) 7 (20%)

3. Menasihati 8 (21%) 6 (17%)

4. Mengajak 1 (3%) 3 (9%)

5. Mengingatkan 1 (3%) 3 (9%)

6. Menantang 7 (18%) 1 (3%)

7. Melarang 0 2 (6%)

8. Menuntut 2 (5%) 1 (3%)

9. Mengarahkan 3 (7%) 0

10. Menghendaki 0 3 (9%)

11. Bertanya 2 (5%) 0

12. Berdoa 1 (3%) 0

13. Menyetujui 0 3 (9%)

14. Membolehkan 1 (3%) 0

Jumlah 11 3 38

(100%)

10 4 34

(100%)

Berdasarkan data dan analisis data yang terdapat pada tabel 3 di atas ditemukan 14 macam tindak tutur direktif yang berasal dari data I yaitu tindak tutur direktif novel Matahari Mata Hati Karya Dian Nafi dan data II, Novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary. Keempat belas macam tindak tutur direktif tersebut adalah sebagai berikut : 1) menyuruh / memerintah, 2) meminta, 3) menasihati, 4) menuntut, 5) bertanya, 6) mengajak, 7) mengingatkan, 8) menantang, 9) berdoa, 10) membolehkan, 11) menghendaki, 12) melarang, 13) menyetujui, 14) mengarahkan.

Perpaduan data I yaitu data yang berasal dari tindak tutur direktif para tokoh yang terdapat dalam novel Matahari Mata Hati Karya Dian Nafi dan data II yaitu data yang berasal dari tindak tutur direktif para tokoh dalam novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary ditemukan 14 macam tindak tutur yang terbagi menjadi 7 macam tindak tutur direktif yang memiliki persamaan antara data I dan data II.

Selanjutnya ada 7 macam tindak tutur direktif yang memiliki perbedaan dari data I dan data II. Perbedaan 7 macam tindak tutur tersebut terbagi lagi menjadi dua macam perbedaan. Perbedaan pertama yaitu ada 3 macam tindak tutur direktif yang tidak ditemukan dalam data I, yaitu 1) menghendaki, 2) melarang, dan 3) menyetujui. Sedangkan pada data II ada 4 macam tindak tutur direktif yang tidak ditemukan adalah 1) bertanya, 2) berdoa, 3) membolehkan, dan 4) mengarahkan.

a. Persamaan Tindak Tutur Direktif dalam Novel Matahari Mata Hati Karya Dian Nafi dengan Novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary

Berdasarkan data dan analisis data pada tabel 3 di atas ditemukan adanya persamaan tindak tutur direktif pada data I yaitu tindak tutur direktif para tokoh dalam novel Matahari Mata Hati Karya Dian Nafi dan data II yaitu tindak tutur direktif para tokoh dalam novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary. Persamaan tindak tutur direktif yang ditemukan dari data I dan data II tersebut ada 7 macam yaitu : 1) menyuruh/memerintah, 2) meminta, 3) menasihati, 4) menuntut, 5) mengajak, 6) mengingatkan, dan 7) menantang.

Persamaan tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Matahari Mata Hati Karya Dian Nafi dan novel Menantu untuk Ibu Karya Faradhina Izdhihary akan di uraikan berikut ini.

1) Menyuruh/ Memerintah

Kridalaksana (1993:31) menyatakan bahwa suruhan merupakan tuturan yang berusaha agar pendengar melakukan sesuatu sesuai dengan pembicara. Memerintah dalam KBBI berarti ‘memberi perintah; menyuruh melakukan sesuatu’ (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2002: 859).

Tindakan ini tertuang dalam pertuturan di bawah ini.

(22) Yana : “Terima kasih ya, Pak saya dapat nilai bagus lagi,”

cetusku usai aku duduk di kursi depannya.

Guru : “Memang kamu pantas mendapatkannya,” ujar Pak Rohmadi, guru kesenianku yang kebapakan dan

Ganteng.

Guru :“Hmmm...coba kamu asah kebiasaanmu itu, kayaknya kamu memang punya bakat dan kecerdasan visual,”

Sambungnya.

( MMHt I /02/5 )

Kutipan di atas menunjukkan makna suruhan seorang guru kepada muridnya Yana agar mencoba mengasah kebiasaannya menggambar karena ia mempunyai bakat dan kecerdasan visual. Oleh karena itu, Yana layak mendapatkan nilai bagus. Kalimat perintah atau suruhan di atas ditandai dengan kata coba.

(23) Ibu : “Alhamdulillah, Nduk! Kamu hebat ! Piye tho iki? Ini kan berarti besok ?”

Suci : “ Iya, Bu!”

Ibu : Waduuuh...kamu harus belajar dan mempersiapkan segalanya dengan baik. Ibu yakin tak mudah untuk menembus final lomba tingkat nasional ini, Nduk!

( MuI II/ 01/10)

Kutipan di atas menunjukkan suruhan atau perintah seorang ibu kepada anaknya Suci agar belajar dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi final lomba tingkat nasional yang dicapainya dengan tidak mudah. Perintah atau suruhan dalam pernyataan ini ditunjukkan pada kalimat “ waduuh... kamu harus belajar dan mempersiapkan dengan baik.

2) Meminta

Meminta dalam KBBI berarti ‘minta’; berkata-kata supaya diberi atau mendapat sesuatu’ (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2002:745- 746 ). Tuturan dengan maksud meminta dapat dilihat pada contoh berikut.

(24) Guru : “ Nanti usai sekolah, tolong temui pak guru di kantor, ya,” pesan guru kesenian ketika kuterima karyaku dari tangannya.

Guru : “ Ada sesuatu yang pak guru ingin bicarakan,”

lanjutnya.

Yana : “ Iya, Pak. Terima kasih nilainya,” ujarku sembari mundur, kembali ke bangku tempatku duduk.

( MMHt I/01/3 )

Kutipan di atas menunjukkan makna meminta, yaitu permintaan gu- ru pada muridnya agar menemuinya seusai sekolah di kantor. Pernyataan permintaan pada contoh no 24 di atas ditandai dengan kata tolong. Hal ini menunjukkan makna penutur meminta kepada mitratutur untuk menemuinya seusai sekolah di kantor.

(25) Mahmudi : “Bila bapak dan ibu berkenan, saya hendak meminta Sutirah jadi calon istri saya.”

Bapak : “Bapak setuju saja. Namun, ada baiknya kamu ajak orang tuamu ke sini! Biarkan kami para orang tua yang membicarakan soal perjodohan ini,” jawab bapak Sutirah.

( MuI II/33/155 )

Kutipan di atas menunjukkan makna permintaan Mahmudi untuk meminta Sutirah menjadi istrinya. Pernyataan permintaan pada contoh no.

25 di atas ditandai dengan kalimat saya hendak meminta Sutirah jadi calon istri saya. Selanjutnya mitra tuturnya juga meminta agar Mahmudi membawa orang tuanya untuk membicarakan soal perjodohannya.

3) Menasihati

Tindak tutur menasihati adalah tuturan yang dilakukan penutur untuk Menasihati atau mengingatkan mitratutur akan sesuatu hal yang akan ia Kerjakan ( Rizqi : 2013). Tuturan yang bermakna menasihati dapat dilihat

pada contoh berikut ini.

(26) Ibu : “ Kamu ini, mati kan takdir manusia. Apa yang harus ditakutkan?” Ibu menatapku heran.

Yana : “ Ah, ibu kan nggak tahu bagaimana rasanya trauma,” keluhku.

Ibu : “ Asal semua sesuai prosedur tidak ada yang harus dikhawatirkan,” ibu mematikan televisi dengan remote.

( MMHt I/06 / 12 )

Kutipan di atas menunjukkan makna nasihat seorang ibu kepa- da anaknya, Yana yang merasa trauma. Penutur memberi nasihat kepada mitratuturnya yaitu Yana bahwa mati adalah takdir manusia. Asal semua berjalan sesuai prosedur tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

(27) Ibu :”Ya, Suci memang hebat. Tapi apalah artinya sekolah tinggi-tinggi jika kamu tak segera menikah. Kodrat seorang wanita adalah menjadi istri bagi suaminya, menjadi ibu bagi anak-anaknya.”

( MuI II/05/20 )

Kutipan di atas menunjukkan makna menasihati lawan tuturnya Suci bahwa apa artinya sekolah tinggi-tinggi, bila tak segera menikah.

Kodrat wanita adalah menjadi istri dan ibu. Oleh karena itu, tidak ada artinya bagi seorang wanita bersekolah tinggi kalau tidak segera menikah.

4) Menuntut

Fungsi menuntut digunakan penutur untuk mengekspresikan perin- tah dengan setengah mengharuskan terpenuhi. Mitratutur merasakan adanya perintah yang harus segera dilaksanakan (Yahya : 2013).

Tindak tutur menuntut dapat dilihat pada data berikut

(28) Ibu : “Mau jadi sarjana pertanian? Kan kita nggak punya sawah?” suara ibu membuat kami menoleh bersama ke arahnya.

Ibu : “Pokoknya kamu harus jadi dokter,”sambung ibu.

Yana : “Hah ? kenapa harus? Kumajukan bibirku beberapa sentimeter.

Ibu : “ Karena kamu pintar, cerdas,”jelas ibu.

( MMHt I/10/25 )

Kutipan di atas menunjukkan makna menuntut penutur kepada mitratutur untuk menjadi dokter. Pernyataan menuntut penutur kepada mitratutur ditandai dengan kalimat pokoknya kamu harus jadi dokter.

Pernyataan ini dilengkapi dengan tuturan selanjutnya bahwa mitratutur dituntut untuk menjadi dokter oleh penutur karena mitratutur pintar dan cerdas.

(29) Ibu :”Iya, tapi ada syaratnya,” kata ibu seperti sengaja menggantung kalimatnya.

Suci :”Apa Bu ? tanyaku tak sabar.

Ibu :“ Segera setelah lulus kamu harus membawa calon mantu ibu ke rumah ini.”

( MuI II/07/22 )

Kutipan di atas menunjukkan makna menuntut penutur kepada mitratutur bahwa setelah lulus harus membawa calon menantu ke rumah.

Jadi penutur menuntut mitratutur untuk membawa calon menantu ke rumah setelah lulus kuliahnya. Pernyataan menuntut ini ditandai dengan kalimat segera setelah lulus kamu harus membawa calon mantu ibu ke rumah ini.

Dokumen terkait