• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Hasil Penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Hasil Penelitian

Dalam penelitian ini penulis merujuk pada hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh para peneliti sebelumnya. Adapun hasil penelitian yang dilaksanakan peneliti sebelumnya adalah sebagai berikut :

Riswanti ( 2014 ) menganalisis tentang tindak tutur direktif dan ekspresif dalam Novel Kembang Saka Persi karya Soebagijo I. N.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif dan ekspresif dalam Novel Kembang Saka Persi karya Soebagijo I. N. dan mendeskripsikan fungsi tindak tutur direktif dan ekspresif dalam novel Kembang Saka Persi karya Soebagijo I. N. Hasil analisis tindak tutur direktif dan ekspresif dalam novel Kembang Saka Persi adalah sebagai berikut : Jenis tindak tutur yang peneliti temukan dalam novel Kembang Saka Persi karya Soebagijo I. N. ada 35 indikator. Jenis tindak tutur ekspresif dalam novel Kembang Saka Persi karya Soebagijo I. N. ada 10 indikator. Fungsi tindak tutur dalam novel Kembang Saka Persi ada 45 fungsi yang meliputi tindak tutur direktif ada 35 dan fungsi tindak tutur ekspresif ada 10 fungsi.

Dwi Sari Rizqi1, Agustina2, Ngusman3 ( 2013 ) mengkaji tentang tindak tutur direktif dalam novel Pukat karya Tere-Liye dan hasil penelitiannya menunjukkan jenis tindak tutur direktif yang digunakan

dalam novel Pukat karya Tere-Liye adalah tindak tutur direktif menyuruh, memohon, menasihati, menantang dan menyarankan.

Elmita1, Ermanto2, Ratna3 ( 2013 ) mengkaji tentang bentuk tindak tutur direktif yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar di TK Nusa Indah Banuaran Kecamatan Lubuk Begalung Padang dan strategi bertutur direktif guru dalam proses belajar mengajar di TK Nusa Indah Banuaran Kecamatan Lubuk Begalung Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk tindak tutur direktif guru dalam proses belajar mengajar di TK Nusa Indah Banuaran Kecamatan Lubuk Begalung Padang ada lima bentuk, yaitu tindak tutur direktif menyuruh, tindak tutur direktif memohon, tindak tutur direktif menyarankan, tindak tutur direktif menasihati dan tindak tutur direktif menantang. Strategi bertutur yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar di TK Nusa Indah Banuaran Kecamatan Lubuk Begalung Padang ada dua, yaitu strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi dan strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif.

Strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi lebih banyak digunakan dalam tuturan menyuruh. Hal ini dilakukan untuk mempertegas tuturan menyuruh guru tersebut, sehingga tuturan menyuruh tidak terkesan main- main. Strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif diungkapkan dengan cara menggunakan penanda identitas yang sama yaitu menggunakan kata sapaan keakraban, sehingga tuturan guru dalam PBM menjadi santun.

Muntolib ( 2013 ) menganalisis tindak tutur novel Para Abdi Sami Cecaturan karya Mas NgabehiI Wasesa Pangrawit. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa pada novel Para Abdi Sami Cecaturan ditemukan bentuk pragmatik sebagai berikut: lima tindak lokusi, lima tindak ilokusi, dua tindak perlokusi. Berdasarkan prinsip kerja sama terdapat empat aturan atau maksim, yaitu: dua bentuk maksim kuantitas, satu bentuk maksim kualitas, satu bentuk maksim hubungan, satu bentuk maksim cara. Berdasarkan prinsip kesopanan terdapat enam maksim atau bentuk aturan, yaitu: satu bentuk maksim kebijaksanaan, dua bentuk maksim penghargaan/pujian, satu bentuk maksim kesederhanaan, satu bentuk maksim kesepakatan, satu bentuk maksim simpati, satu bentuk maksim kedermawanan.

Nababan (2012) mengkaji tentang Kesantunan Verbal dan Nonverbal pada Tuturan Direktif dalam Pembelajaran di SMP Taman Rama National Plus Jimbaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria kesantunan berbahasa khususnya kesantunan direktif tidak hanya dapat diukur dari aspek verbal semata, tetapi aspek nonverbal juga menjadi faktor yang penting untuk diperhatikan. Dalam berkomunikasi, norma-norma kesantunan itu tampak dari perilaku verbal maupun perilaku nonverbalnya,keduanya saling mendukung. Perilaku verbal dalam fungsi direktif memohon yang dituturkan oleh seorang siswa kepada guru misalnya, ”Saya minta maaf Pak, saya lupa membawa buku saya.”

Tuturan verbal di atas akan semakin santun jika didukung oleh perilaku

nonverbal berupa gerakan kepala merunduk dan ekspresi wajah yang memperlihatkan penyesalan.

Siti Dzurotul Lies Sa’diyah ( 2013 ) mengkaji tentang Realisasi Kesantunan Direktif Berbahasa di Kalangan Siswa Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Tujuan kajian ini untuk mengetahui realisasi bentuk, teknik, dan strategi kesantunan tindak tutur direktif berbahasa pada siswa Sekolah Dasar Negeri se‐Kecamatan Selo. Hasil penelitian ini adalah anak didik Sekolah Dasar Negeri se‐Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali bertindak tutur bervariasi. Bila dilihat dari wujud tindak tutur Andik SD Negeri Kecamatan Selo memiliki 6 tipe tindak tutur kesantunan direktif. Dari 6 tipe/modus dibedakan menjadi 21 sub- kesantunan direktif. Tiap satu tipe/ modus tindak tutur kesantunan direktif dibedakan menjadi 2‐6 sub‐kesantunan direktif. Sub‐Kesantunan Direktif direliasisasikan menjadi tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung.

Nurhayati (2010) mengkaji tentang Realisasi Kesantunan Berba- hasa dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Tujuan penelitian ini meliputi tiga hal sebagai berikut. 1. Mendeskripsikan dan menjelaskan tindak tutur yang muncul dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.2. Mendeskripsikan dan menjelaskan tuturan dalam Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari guna merealisasikan kesantunan berbahasa.3. Mendeskripsikan dan menjelaskan strategi penutur untuk merealisasikan kesantunan berbahasa yang terdapat dalam

Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Hasil penelitian adalah Tindak tutur dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari terdiri atas 39 tindak tutur. Tindak tutur tersebut terbagi dalam empat kelompok tindak ilokusi, yakni asertif, direktif, komisif, dan ekspresif.

Realisasi kesantunan berbahasa dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari terdapat dalam tujuh macam tindak tutur. Ketujuh realisasi tersebut meliputi 1. realisasi kesantunan berbahasa dalam menolak, 2. realisasi kesantunan berbahasa dalam memerintah,3.

realisasi kesantunan berbahasa dalam menawarkan,4. realisasi kesantunan berbahasa dalam meminta,5. realisasi kesantunan berbahasa dalam melarang,6. realisasi kesantunan berbahasa dalam memuji, dan7.

realisasi kesantunan berbahasa dalam meminta maaf. Strategi merealisasikan kesantunan berbahasa dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dilakukan dengan empat cara yang terbagi dalam kesantunan positif dan negatif. Strategi yang dimaksud terangkum sebagai berikut. 1. Strategi realisasi kesantunan positif: (a) menggunakan tawaran dan (b) memberi pujian. 2. Strategi realisasi kesantunan negatif:

(a) menggunakan tuturan tidak langsung dan (b) meminta maaf.

Dokumen terkait