• Tidak ada hasil yang ditemukan

Merintis Usaha

Dalam dokumen kewirausahaan & manajemen usaha kecil (Halaman 77-83)

BAB 4 PERSIAPAN BERWIRAUSAHA

H. Menganalisis Situasi Pasar

I. Merintis Usaha

semua aspek yang terjadi diharapkan akan meningkatkan rasa tanggung jawab

Tahap-tahap kewirausahaan secara umum dalam berwirausaha, antara lain yaitu

a. Tahap memulai yaitu tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising.

Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri manufaktur, produksi atau jasa.

b. Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap jalan dimana tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.

c. Mempertahankan usaha merupakan tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi

d. Mengembangkan usaha dengan tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Selain hal-hal yang telah di paparkan pada bagian sebelumnya, terdapat beberapa hal praktis dalam memulai suatu usaha, antara lain adalah

1. Memilih nama usaha dan membuat logo

Terdapat hal yang cukup penting dalam membuat nama usaha dan logo karena peran strategisnya di kemudian hari. Nama usaha dan logo akan diingat serta memiliki karakter yang akan menunjang keberhasilan bisnis. Tips untuk membuat logo adalah dengan memilih nama yang mudah diingat dan sesuai dengan industri. Perhatikan apakah nama yang diciptakan sudah ada yang memiliki (terutama di lingkungan sekitar) atau sangat umum karena akan berdampak pada branding. Buat logo yang sesuai dengan cita-rasa wirausahawan

sebagai pemilik. Buat logo yang mengandung sebuah cita-cita yang bisa bercerita serta citra pada masyarakat melalui story telling, iklan dan sebagainya.

Sumber: elaborasi penulis Gambar 4.1 Tahapan pembuatan logo

Berikut ini adalah contoh-contoh logo yang sudah dikenal oleh masyarakat umum.

Sumber: elaborasi penulis Gambar 4.2 Logo usaha 2. Memilih tempat usaha

Jika usaha tidak pernah didatangi pelanggan maka lakukan operasional dari rumah saja atau secara daring. Untuk alamat bisa menyewa alamat usaha misal digital office. Tersaji beberapa contoh tempat usaha yang layak dan strategis.

Sumber: elaborasi penulis Gambar 4.3 Contoh lokasi tempat usaha 3. Membeli perlengkapan

Jika memungkinkan, beli semua perlengkapan yang second hand. Ada banyak tempat yang menjual meja-kursi dan peralatan kantor yang bekas pakai, atau rak display bekas. Lakukan renovasi minor seperti memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan lakukan pengecatan agar kembali tampak baru. Dengan modal yang terbatas, barang-barang elektronik yang harus baru diusahakan jangan membeli premium brand. Pastikan barang bergaransi minimal setahun sehingga aman menggunakannya selama setahun.

4. Pemenuhan terhadap mesin dan alat-alat produksi

Sebelum membeli perlengkapan periksa sebaik-baiknya usaha dan keahlian wirausahawan berkisar pada produksinya atau proses kreatif.

Jika pada proses kreatif dapat menggunakan pihak outsourcing namun untuk proses produksi maka gunakan tips membeli perlengkapan yang sudah dijelaskan sebelumnya. Prinsip utama dalam berbisnis jika bisa menyewa maka sebaiknya tidak usah membeli. Jika bisa dikerjakan secara outsourcing tidak usah menyewa apalagi membeli. Jika harus menyewa, pastikan semua spare parts dan service sudah termasuk dalam harga sewa. Jika terdapat kemungkinan untuk membeli dapat melakukan skema cicilan lunak dengan down payment (uang muka) yang rendah.

5. Merekrut pegawai

Tiga kategori pegawai untuk bisnis baru adalah bagian Frontliners, Sales dan Management. Berikut ini berbagai kriteria untuk merekrut pegawai.

 Merekrut pegawai frontliner

- Pelajari karakteristik pekerja industri sejenis, berapa dan bagaimana skema gaji.

- Pastikan pegawai yang dimiliki pelaku usaha akan memiliki pekerjaan efektif dan efisien, ada atau tidak ada order (lebih murah membayar overtime dari pada kelebihan pegawai).

- Pertimbangkan referensi kerabat agar mengikat dan mendapatkan pegawai jujur.

- Lakukan wawancara langsung dan pastikan nilai-nilai yang dimiliki calon pegawai mendekati nilai-nilai sesuai dengan visi misi perusahaan.

- Jika cukup secara informal maka tidak perlu menggunakan kontrak kerja.

- Kontrak pegawai periode tertentu dengan masa percobaan 3 (tiga) bulan pertama.

- Jika pegawai positif diterima, kemukakan hal yang diharapkan termasuk imbalan-imbalan tambahan yang akan diterima jika butuh untuk kerja lembur, pekerjaan di luar tugas atau sewaktu libur dapat dipanggil.

 Merekrut pegawai sales

- Pelajari sales person seperti apa yang diperlukan.

- Jika perusahaan memerlukan sales person junior untuk memasarkan produk, pilihan komparasinya kurang lebih sebagai berikut pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.1 Komparasi komisi

Sumber: elaborasi penulis

 Merekrut pegawai manajemen

- Pegawai bagian Management membantu dalam mengurus aspek finance dan akuntansi, pemasaran dan sumber daya manusia

- Pertimbangan dalam merekrut tim management antara lain ketika perusahaan merasa memerlukan pegawai yang senior harus menghindari pemberian fixed income karena gaji yang diberikan akan menggerogoti cash flow, mencari ibu rumah tangga yang sebelumnya pernah bekerja di perusahaan sejenis atau jenis pekerjaan yang kurang lebih sama, menawarkan waktu kerja yang fleksibel, keleluasaan mengatur diri sendiri dan pekerjaan, serta penghasilan tak terbatas melalui skema komisi penuh, menjanjikan saham setelah tenggat waktu tertentu atau pencapaian prestasi tertentu atau gabungan keduanya serta jika diperlukan dan menawarkan pembagian kepemilikan.

6. Melakukan training persiapan dan uji coba

Untuk menghasilkan produk atau jasa yang maksimal maka para pegawai harus melalui tahap latihan dan uji coba. Jika bisnis yang dipilih adalah bidang kuliner dapat mengundang kerabat untuk mencoba produk. Diperlukan melatih pegawai mengerjakan tugas dalam keadaan ramai. Kebutuhan ini misalkan untuk menguji penyajian makanan atau minuman dalam waktu cepat. Order yang banyak akan menguji kemampuan memproduksi dalam jangka waktu tertentu. Buatlah suatu simulasi dalam menghadapi situasi yang ekstrem. Lakukanlah pencatatan waktu dan kendala yang dialami untuk didiskusikan.

7. Memproduksi alat-alat promosi

Usaha yang baru memerlukan promosi yang dipersiapkan dengan matang. Jika logo sudah dibuat, maka langkah selanjutnya adalah membuat turunannya seperti alat administrasi (stempel, brosur, display dan neon sign) atau pada bidang kuliner dapat membuat logo pada alat makan minum.

8. Pilihan secara legal atau informal

Untuk tahap awal lakukan secara non-formal karena akan menghemat biaya set-up (contoh biaya notaris untuk set-up dan pembukaan rekening bank minimal diperlukan saldo minimal Rp 1 juta). Daftarkan logo dan brand ke Departemen kehakiman agar tidak dijiplak pihak lain (dapat melakukan sendiri atau melalui notaris).

9. Peresmian

Peresmian tempat usaha menjadi sebuah hal penting karena dengan mengundang teman dan kerabat akan membantu memasarkan usaha.

Untuk masyarakat umum dapat sebar voucher dan kupon diskon agar bisa digunakan untuk mencoba produk dan jasa perusahaan.

10. Proses tambahan

 Media sosial

Saat ini pembuatan media sosial mutlak dilakukan agar orang dapat mengakses produk dan jasa dimana dan kapan saja.

 Seragam

Untuk beberapa bidang seperti rumah makan dan jasa Event Organizer memerlukan seragam petugas untuk mengangkat citra.

Salah satu cara untuk menghemat anggaran dengan mencari sponsorship dari para supplier.

11. Belajar dari common mistakes

Kesalahan umum yang terjadi dimana banyak pelaku usaha tidak melakukan riset mendalam terhadap persaingan dan kekuatan internal (SWOT analysis). Hal yang lain adalah menghabiskan terlalu banyak dana untuk membeli peralatan dan renovasi, termasuk sewa tempat, salah memilih lokasi, membayar upah tenaga kerja lebih mahal dari standar, menggunakan tenaga kerja yang levelnya lebih tinggi dari kriteria seharusnya.

Dalam dokumen kewirausahaan & manajemen usaha kecil (Halaman 77-83)