BAB 6 MENGELOLA PEMODALAN USAHA KECIL
C. Pengelolaan Modal Perusahaan
Modal merupakan faktor produksi yang memiliki pengaruh kuat terhadap pencapaian produktivitas dan output. Modal makro adalah pendorong kuat yang secara langsung meningkatkan investasi dalam proses produksi dan infrastruktur produksi, mendorong peningkatan produktivitas dan output.
Modal adalah jumlah barang modal yang termasuk dalam saldo debet, tetapi barang modal berarti semua barang yang tersedia untuk rumah tangga bisnis dalam fungsi produksi yang menghasilkan pendapatan.
Besarnya modal tergantung dari jenis usaha yang dijalankan. Umumnya masyarakat mengetahui jenis usaha kecil, menengah, dan besar, dan setiap jenis usaha membutuhkan modal dalam batas-batas tertentu. Oleh karena itu, jenis usaha menentukan jumlah modal yang dibutuhkan. Selain sifat usaha, besar kecilnya modal dipengaruhi oleh lamanya perusahaan menjalankan usaha untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Usaha yang membutuhkan jangka waktu yang relatif lama membutuhkan modal yang besar. Modal usaha adalah uang yang digunakan sebagai modal (induk) untuk perdagangan, pembebasan, dll. Modal adalah sejumlah harta (uang, barang dagangan, dan lain-lain) yang dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu untuk meningkatkan kekayaan. Dapat disimpulkan bahwa modal kerja merupakan bagian penting dari suatu usaha, biasanya berupa uang atau komoditi yang digunakan untuk menjalankan usaha.
2. Sumber-Sumber Modal
Modal menurut sumbernya dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Modal sendiri
Modal sendiri merupakan modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham. Saham yang dikeluarkan perusahaan dapat dilakukan secara tertutup dan terbuka. Kekurangan modal sendiri adalah:
a) jumlahnya terbatas, artinya untuk memperoleh dalam jumlah tertentu Jumlah terbatas. Jadi terserah pemiliknya untuk mendapatkan jumlah tertentu, dan jumlahnya relatif terbatas
b) Memperoleh sejumlah saham dari calon pemilik baru (potensial pemegang saham baru) relatif sulit mengingat kinerja dan prospek perusahaan.
c) Kurangnya motivasi. Artinya pengusaha yang menggunakan dana sendiri kurang termotivasi untuk melakukan usaha dibandingkan bila menggunakan modal asing.
Kelebihan menggunakan modal sendiri:
a) Tidak ada biaya seperti bunga atau biaya manajemen, sehingga tidak menjadi beban bagi perusahaan atau pemilik usaha.
b) Secara independen dari pihak lain mana pun, dana akan dikumpulkan dari kontribusi pemegang modal.
c) Tidak memiliki persyaratan yang rumit dan membutuhkan waktu yang relatif lama.
d) Tidak ada pengembalian investasi yang diperlukan. Artinya, modal yang ditanamkan oleh pemilik telah diketahui sejak lama dan tidak masalah jika pemilik modal ingin mengalihkannya kepada pihak lain.
2. Modal Asing (Pinjaman)
Modal asing atau modal pinjaman adalah modal yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh dari pinjaman.
Sumber dari dana modal asing dapat diperoleh dari:
a) Pinjaman dari industri perbankan, baik bank BUMN, bank swasta maupun bank asing.
b) Pembiayaan dari lembaga keuangan seperti perusahaan leasing, modal ventura, dan dana pensiun
c) Pinjaman dari perusahaan non-keuangan.
Kerugian dari ekuitas utang adalah:
a) Berbagai biaya seperti bunga dan biaya manajemen akan dikenakan.
b) Modal asing harus dikembalikan dalam jangka waktu yang disepakati.
c) Beban Moral, bisnis yang gagal karena masalah kerugian mempengaruhi kredit dan dengan demikian menjadi beban moral dari hutang yang belum dibayar atau belum dibayar.
Keuntungan dari Ekuitas Utang adalah:
a) Jumlahnya tidak terbatas. Ini berarti perusahaan dapat mengajukan ekuitas utang dari berbagai sumber.
b) Motivasi perusahaan tinggi, dan jika modal eksternal digunakan, motivasi untuk lebih mengembangkan perusahaan pemilik tinggi. Hal ini karena perusahaan akan menanggung pelunasan pinjaman tersebut.
3. Jenis modal
Modal dapat dibagi menjadi beberapa kategori menurut sumber, bentuk, kepemilikan dan sifatnya sebagai berikut:
a) Berdasarkan sumber, modal dapat dibagi menjadi modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri misalnya setoran dari pihak pemilik perusahaan, sedangkan modal asing berupa pinjaman dari lembaga keuangan maupun non-keuangan.
b) Berdasarkan bentuk, modal dapat terbagi menjadi modal konkret dan modal abstrak. Modal konkret meliputi mesin, gedung, kendaraan dan peralatan, sedangkan modal abstrak meliputi hak merk dan nama baik perusahaan.
c) Berdasarkan kepemilikan, modal dapat dibagi menjadi modal individu dan modal masyarakat. Modal individu misalnya rumah pribadi yang disewakan, sedangkan modal masyarakat misalnya rumah sakit umum milik perusahaan, jalan, dan jembatan.
d) Berdasarkan sifat, modal dapat terbagi menjadi modal tetap dan modal lancar. Modal tetap seperti bangunan dan mesin, sedangkan modal lancar seperti bahan-bahan baku.
Dengan kata lain, tergantung pada jenis modalnya, ia dapat dibagi menjadi modal tetap dan modal beredar. Modal tetap seperti bangunan dan mesin, tetapi modal saat ini seperti komoditas. Salah satu unsur pendukung yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha adalah modal.
Pengaruh modal pada perusahaan adalah fondasi pertama di mana ia dibangun. Modal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha antara lain tekad, pengalaman, keberanian, pengetahuan, jaringan dan modal, namun kebanyakan orang tidak bisa memulai usaha karena modal sulit didapat.
Modal kerja sangat penting untuk menjalankan bisnis. Oleh karena itu, sejumlah uang tertentu diperlukan sebagai dasar penilaian keuangan perusahaan yang didanai. Sumber modal usaha dapat berasal dari ekuitas, dukungan pemerintah, lembaga keuangan, baik bank maupun non bank.
Modal merupakan unsur usaha yang harus tersedia sebelum suatu kegiatan dapat dilakukan. Besar kecilnya modal mempengaruhi perkembangan usaha yang menghasilkan pendapatan (Bambang R, 2001).
Arti lain dari kapital mencakup baik kapital dalam bentuk uang maupun
kapital dalam bentuk barang-dagangan. Schwiedlan dalam bukunya (Bambang R, 2001). Modal sangat penting dalam memulai bisnis. Modal yang dibutuhkan tergantung dari besar kecilnya perusahaan yang akan didirikan.
Konsultan bisnis biasanya membagi konsep modal, termasuk modal usaha kecil, menjadi dua kategori: modal berwujud dan modal tidak berwujud. Modal berwujud adalah modal berwujud baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak. Barang buangan seperti sepeda motor, mesin produksi, dll. Modal tak berwujud adalah modal tidak kasatmata seperti ide kreatif. Total modal risiko dibagi menjadi tiga bagian:
a) Modal Investasi
Modal investasi merupakan jenis modal kerja yang perlu dikeluarkan dan digunakan dalam jangka waktu yang lama. Ini akan digunakan untuk waktu yang lama atau untuk waktu yang lama, sehingga modal usaha nilai investasinya sangat besar. Namun, modal investasi menyusut dari tahun ke tahun dan bahkan dari bulan ke bulan
b) Modal Kerja
Modal kerja merupakan modal usaha yang diharuskan untuk membuat atau membeli barang dagangan. Modal kerja ini dapat dikeluarkan setiap bulan atau pada waktu-waktu tertentu.
c) Modal Operasional
Modal operasional merupakan modal kerja yang harus digunakan untuk membayar biaya operasional bulanan seperti gaji karyawan dan tagihan listrik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika mempertimbangkan untuk memperoleh modal.
Tujuan perusahaan 1) Tujuan bisnis
Pelaku usaha harus mempertimbangkan apakah modal yang dibutuhkan adalah modal investasi atau modal kerja, modal utama atau modal tambahan.
2) Masa pengembalian modal
Pinjaman harus dilunasi kepada lembaga keuangan atau non- keuangan untuk jangka waktu tertentu. Pengusaha harus
menyesuaikan selama periode ini agar perusahaan tidak terbebani dan arus kas perusahaan tidak terpengaruh. untuk kebutuhan perusahaan.
3) Biaya yang dikeluarkan
Biaya-biaya yang timbul seperti biaya administrasi, biaya bunga, komisi dan komisi merupakan komponen produksi yang membebani perusahaan dalam menentukan harga jual atau keuntungan sehingga harus diperhitungkan.
4) Estimasi keuntungan
Besarnya keuntungan yang akan diperoleh pada masa yang akan datang juga perlu dipertimbangkan. Estimasi keuntungan diperoleh dari selisih pendapatan dengan biaya dalam suatu periode tertentu, dan besar kecilnya keuntungan akan berperan dalam pengembalian dan suatu usaha.
4. Indikator Modal Usaha
Indikator modal usaha adalah sebagai berikut:
a) Struktur permodalan: modal sendiri dan modal pinjaman
Ekuitas adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dan dibayarkan kepada perusahaan tanpa batas waktu. Ekuitas dalam likuiditas adalah dana jangka panjang tanpa jaminan likuiditas. Debt Capital, juga dikenal sebagai Debt Capital, adalah modal hutang yang bekerja sementara di suatu perusahaan, sedangkan perusahaan modal hutang pada umumnya adalah hutang yang perlu dilunasi.
b) Pemanfaatan modal tambahan
Penggunaan dana tambahan untuk meminjam dana dari lembaga keuangan seperti bank harus dilaksanakan dengan baik dengan tambahan dana sebagai tujuan awal pengembangan usaha.
c) Hambatan dalam mengakses modal eksternal
Hambatan untuk memperoleh modal eksternal seperti sulitnya persyaratan untuk mendapatkan pembiayaan atau kredit bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah karena kelayakan usaha, keberadaan agunan serta lamanya berbisnis serta teknis yang diminta oleh bank untuk dapat dipenuhi.
d) Keadaan usaha setelah menambahkan modal
Dengan adanya penambahan modal, diharapkan suatu usaha yang dijalankan dapat berkembang lebih luas kembali.
D. PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH