BAB V ANALISIS POSTUR KERJA
5.2. Metode Ovako Work Posture Analysis System (OWAS)
Metode OWAS mulai dikembangkan pada tahun 1970-an di perusahaan Ovaka Oy Finlandia (sekarang Funia Wire). Metode ini dikembangkan oleh Karhu dkk yang didasarkan pada klasifikasi yang sederhana dan sistematis dari sikap kerja yang dikombinasikan dengan pengamatan dari pekerja yang sedang menyelesaikan tugas.
Metode OWAS memberikan kode sikap kerja pada punggung, tangan, kaki, dan berat beban. Metode ini cepat dalam mengidentifikasi postur kerja yang berpontensi menimbulkan kecelakaan.
Penialian postur kerja dengan metode OWAS dilakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap pekerja yang sedang bekerja. Pengamatan dilakukan untuk mengambil data postur kerja, beban/tenaga, dan fase kerja. Pengamatan dilakukan dengan cara merekam aktivitas pekerja dengan menggunakan kamera/video. Langkah selanjutnya adalah melakukan pengkodeaan berdasarkan data tersebut. Evaluasi penilaian berdasarkan pada skor dari tingkat bahaya postur kerja yang ada.
Kemudian dihubungkan dengan kategori tindakan yang harus diambil.
Klasifikasi postur kerja dari metode OWAS adalah pada pergerakan tubuh bagian belakang (back), lengan (arms), dan kaki (legs).
8. Bagian Belakang (Back)
Untuk tubuh bagian belakang (back) Karhu dkk (1981) membagi menjadi empat postur tubuh seperti pada gambar 5.1.
Gambar 5.1 OWAS – Postur Tubuh Bagian Belakang (Back) (Sumber: Karhu, dkk., 1981)
104 Teknik Industri – UBP Karawang
Keterangan gambar:
Postur tubuh 1 menunjukan pergerakan tubuh bagian belakang dengan posisi lurus/tegak,
Postur tubuh 2 membungkun ke depan atau ke belakang,
Postur tubuh 3 berputar atau bergerak ke samping, dan
Postur tubuh 4 berputar atau bergerak dan membungkuk ke depan dan samping.
Selain itu masing-masing pergerakan postur posisi tubuh bagian belakang tersebut juga mempunyai skor. Pergerakan tubuh bagian belakang dengan posisi lurus/tegak mempunyai skor 1. Skor secara keseluruhan pergerakan tubuh bagian belakang pada masing-masing posisi pergerakan dapat dilihat pada tabel 5.1.
Tabel 5.1 Skor OWAS Posisi Tubuh Bagian Belakang (Back)
Pergerakan Skor
Lurus/ tegak 1
Membungkuk ke depan atau ke samping 2
Berputar atau miring ke samping 3
Membungkuk dan miring ke depan atau ke samping 4 (Sumber: Karhu, dkk., 1981)
9. Bagian Lengan (Arms)
Karhu dkk (1981) membagi bagian lengan (arms) menjadi tiga pergerakan postur tubuh, yaitu: (1). Kedua tangan di bawah bahu, (2). Satu tangan pada atau di atas bahu, dan (3). Kedua tangan pada atau diatas bahu. Postur tubuh bagian lengan di tunjukan pada gambar 5.2
Gambar 5.2 OWAS – Postur Tubuh Bagian Lengan (Arms) (Sumber: Karhu, dkk., 1981)
Teknik Industri – UBP Karawang 105
Sama dengan pergerakan postur tubuh bagian belakang. Pergerakan postur tubuh bagian lengan juga mempunyai skor. Skor secara keseluruhan pergerakan tubuh bagian lengan pada masing-masing posisi pergerakan dapat dilihat pada tabel 5.2.
Tabel 5.2 Skor OWAS Posisi Tubuh Bagian Lengan (Arms)
Pergerakan Skor
Kedua tangan berada di bawah bahu 1 Satu tangan berada di atas bahu 2 Kedua tangan berada di atas bahu 3 (Sumber: Karhu, dkk., 1981)
10. Bagian Kaki (Legs)
Untuk tubuh bagian kaki (legs), Karhu dkk (1981) membagi tujuan pergerakan postur tubuh bagian kaki meliputi: (1). Duduk, (2). Berdiri dengan kedua kaki lurus, (3). Berdiri dengan bertumpu pada satu kaki lurus, (4). Berdiri atau jongkok dengan kedua lutut, (5). Berdiri atau jongkok dengan satu lutut ,(6). Berlutut pada satu atau dua lutut, dan (7). Berjalan atau bergerak. Postur tubuh bagian kaki ditunjukan pada gambar 5.3.
Gambar 5.3 OWAS – Postur Tubuh Bagian Kaki (Legs) (Sumber: Karhu, dkk., 1981)
106 Teknik Industri – UBP Karawang
Skor seara keseluruhan pergerakan tubuh bagian kaki pada masing- masing posisi pergerakan tubuh bagian kaki pada masing-masing posisi pergerakan dapat dilihat pada tabel 5.3.
Tabel 5.3 Skor OWAS Posisi Tubuh Bagian Kaki (Legs)
Pergerakan Skor
Duduk 1
Berdiri dengan kedua kaki lurus 2
Berdiri dengan bertumpuan pada satu kaki lurus 3 Berdiri atau jongkok dengan kedua lutut 4 Berdiri atau jongkok dengan satu lutut 5
Berlutut pada satu atau dua lutut 6
Berjalan atau bergerak 7
(Sumber: Karhu, dkk., 1981)
11. Beban (Load)
Karhu dkk (1981) membagi beban menjadi tiga, yaitu: beban kurang dari 10 kg, beban 10 < x < 20 kg, dan beban lebih dari 20 kg. Gambar 5.4 menunjukan ilustrasi ukuran beban.
Gambar 5.4 OWAS – Ukuran Beban (Load) (Sumber: Karhu, dkk., 1981)
Masing-masing beban mempunyai skor. Beban kurang dari 10 kg mempunyai skor 1, skor untuk beban secara keseluruhan ditunjukan pada tabel 5.4.
Tabel 5.4 Skor OWAS Berat Beban (Load) Beban (Load) Skor
<10 kg 1
10 kg < x < 20 kg 2
>20 kg 3
(Sumber: Karhu, dkk., 1981)
1 2 3
Kg
<10
Kg 10<x<20
Kg
>20
Teknik Industri – UBP Karawang 107
Karhu, dkk. (1981), mengelompokkan postur kerja dan kombinasi beban ke dalam empat kategori tindakan, sebagai berikut:
Tabel 5.5 Level Tindakan OWAS
Katagori OWAS Tindakan
1 Aman
2 Tindakan diperlukan beberapa waktu kedepan 3 Tindakan dalam waktu dekat
4 Tindakan sekarang juga (Sumber: Karhu, dkk., 1981)
Penentuan katagori level tindakan OWAS didapat dengan melakukan pengkodean sikap kerja berdasarkan kombinasi klasifikasi sikap dari punggung (back), lengan (arms), kaki (legs), dan berat beban (load).
Penentuan katagori tindakan ini dilakukan secara manual menggunakan tabel 5.6
Tabel 5.6 Kategori Sikap Kerja OWAS
Back Arms 1 2 3 4 5 6 7 Legs
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Load
1
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1
x
2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1
3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 3 2 2 3 1 1 1 1 1 2
2 1 2 2 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3
2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 2 3 4
3 3 3 4 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4
3
1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 3 3 4 4 4 1 1 1 1 1 1
2 2 2 3 1 1 1 1 1 2 4 4 4 4 4 4 3 3 3 1 1 1
3 2 2 3 1 1 1 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 1
4
1 2 3 3 2 2 3 2 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4
2 3 3 4 2 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4
3 4 4 4 2 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4
(Sumber: Karhu, dkk., 1981)
Tabel 5.6 menjelaskan klasifikasi sikap kerja ke dalam katagori tindakan.
Sebagai contoh sikap kerja dengan kode 2241, artinya sikap kerja ini masuk kategori OWAS level 3, dengan kondisi diperlukan tindakan dalam waktu dekat.
Evaluasi dan penilaian dengan metode OWAS sudah banyak digunakan dalam bidang ergonomi. Hal ini dikarenakan metode OWAS mudah digunakan, serta dapat di gunakan untuk menganalisis postur kerja yang berbeda-beda (Karhu dkk, 1981). Bahkan saat ini sudah ada piranti lunak
108 Teknik Industri – UBP Karawang
untuk membantu mengolah dan memberikan penilaian dengan metode OWAS, yaitu software winOWAS. Program ini dikembangkan oleh Tampere University of Technology dari Finlandia. Berikut ini adalah tampilan menu utama software winOWAS.
Gambar 5.5 Tampilan Menu Utama Software winOWAS.