• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ergonomi Analisis Perancangan Kerja

N/A
N/A
Dwi Pras

Academic year: 2023

Membagikan "Ergonomi Analisis Perancangan Kerja "

Copied!
234
0
0

Teks penuh

PENGANTAR ERGONOMI

Ruang Lingkup Ergonomi

Tujuan Ergonomi

Prinsip Ergonomi

Interaksi Sistem Kerja Manusia, Mesin dan Lingkungan

Risiko Ergonomi

Konsep Keseimbangan Ergonomi

Latihan Soal

ANTROPOMETRI

Jenis-jenis Antropometri

Antropometri statis adalah pengukuran keadaan dan ciri fisik orang dalam posisi diam dalam dimensi fisik dasar, antara lain panjang ruas atau bagian tubuh, lingkar bagian tubuh, massa bagian tubuh, dan lain-lain. Antropometri dinamis adalah pengukuran kondisi dan karakteristik fisik seseorang ketika melakukan gerakan fungsional, seperti tinggi duduk, panjang jangkauan, dan lain-lain.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Antropometri

Jenis pekerjaan ini memerlukan pemilihan dimensi tubuh manusia seperti tinggi badan, berat badan, dan lain-lain. Hasil pengukuran cacat fisik akan mempunyai variasi yang besar dengan rata-rata ukuran tubuh normal.

Gambar 2.2 Pertumbuhan Tubuh Manusia berdasarkan Usia  2.  Jenis Kelamin
Gambar 2.2 Pertumbuhan Tubuh Manusia berdasarkan Usia 2. Jenis Kelamin

Pengukuran Antropometri

Pengukuran dimensi tubuh dinamis dilakukan dalam kondisi kerja atau dengan adanya gerakan yang diperlukan dalam suatu pekerjaan. Pengukuran dimensi tubuh dinamis dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa manusia pada dasarnya terus bergerak.

Gambar 2.10 Kursi Antropometri
Gambar 2.10 Kursi Antropometri

Data Antropometri

Konsep Persentil

Dengan menggunakan prinsip ini, kita dapat merancang produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan/keinginan pengguna. Prinsip ini digunakan jika peralatan yang dirancang harus dapat digunakan untuk ukuran tubuh manusia yang berbeda-beda.

Antropometri untuk Desain Produk dan Stasiun Kerja

Misalnya saja merancang kursi kantor dengan ketinggian tempat duduk yang dapat diatur, dirancang dengan rentang nilai persentil (contoh: P50 – P90). Berikut ini contoh penerapan data antropometri yang digunakan dalam perancangan tempat kerja yang ergonomis berdasarkan data antropometri.

Tabel 2.4 Dimensi/Ukuran Kursi berdasarkan nilai Persentil P 5 , P 50 , dan P 95
Tabel 2.4 Dimensi/Ukuran Kursi berdasarkan nilai Persentil P 5 , P 50 , dan P 95

Masalah Antropometri

Latihan Soal

Informasi apa saja yang dapat diperoleh dari suatu gambar dengan pendekatan antropometri dan konsep ergonomis.

BIOMEKANIKA

Sistem Otot Rangka Manusia

Sistem Muskuloskeletal (musculoskeletal) adalah suatu sistem yang terdiri dari: tulang, otot, ligamen, tendon, tulang rawan dan sendi (Departemen Kesehatan, 1995). Fungsi utama sistem muskuloskeletal manusia adalah menopang dan melindungi bagian tubuh, mempertahankan posisi tubuh, dan menghasilkan gerakan.

Gambar 3.2 Struktur Pembentuk Tulang
Gambar 3.2 Struktur Pembentuk Tulang

Manual Material Handling (MMH)

Pengertian material handling secara manual adalah kegiatan pemindahan material yang dilakukan oleh seorang pekerja atau lebih dengan cara mengangkat, menurunkan, mendorong, menarik, mengangkut dan memindahkan barang. Mengangkat merupakan kegiatan memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi yang masih dapat dijangkau dengan tangan.

Gambar 3.9 MMH (Pengangkatan dan Pemindahan secara Manual)
Gambar 3.9 MMH (Pengangkatan dan Pemindahan secara Manual)

Musculoskeletal Disorder (MSDs)

168 Teknik Industri – UBP Karawang Tabel 7.11 Nilai ambang batas paparan getaran seluruh tubuh untuk sumbu x atau y.

Gambar 3.15 MSDs Nyeri Leher  2.  Nyeri Punggung
Gambar 3.15 MSDs Nyeri Leher 2. Nyeri Punggung

Jenis-jenis Keluhan Musculoskeletal Disorder (MSDs)

Batas Beban yang Boleh Angkat

Metode NIOSH pada Lifting

Di bawah ini perbandingan nilai masing-masing pengali pada dua satuan berbeda yaitu satuan metrik dan satuan biasa Amerika. Garis sagital adalah garis yang melewati titik tengah kedua sendi dalam dan berada pada bidang sagital. Jika rata-rata angkat 0,2 kali/menit, waktu pengerjaan 4 jam/hari dan berat ember mortar (berat sebenarnya) = 10 kg.

Gambar 3.24 Surface Electromyography (SEMG)
Gambar 3.24 Surface Electromyography (SEMG)

NORDIC - Survey Keluhan Otot Rangka

Di bawah ini adalah pedoman sederhana yang dapat digunakan untuk menentukan klasifikasi tingkat risiko otot rangka (Tarwaka, 2010). 1 28-49 Rendah Tidak diperlukan tindakan perbaikan 2 50-70 Sedang Tindakan mungkin diperlukan di masa depan 3 71-91 Tinggi Diperlukan tindakan mendesak.

Gambar 3.13. Bagian Tubuh Nordic Body Map (Sumber: Tarwaka, 2010)
Gambar 3.13. Bagian Tubuh Nordic Body Map (Sumber: Tarwaka, 2010)

Latihan Soal

Lucien Brouha (1992) mendefinisikan tabel klasifikasi beban kerja dalam respon fisiologis, untuk menentukan nilai beban kerja, seperti terlihat pada Tabel 4.1 di bawah ini. Berdasarkan hasil penilaian kecepatan, ketepatan dan konsistensi dari uji Bourdon Wiersma, hasilnya dapat diinterpretasikan sesuai standar (Tabel 4.6) untuk menentukan kategori risiko.

FISIOLOGI KERJA

Beban Kerja Fisik

Berdasarkan metode pengukuran beban fisik tidak langsung, volume oksigen yang dibutuhkan selama bekerja dapat dijadikan dasar untuk menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan selama bekerja; 1 liter oksigen sama dengan 4,7-5 Kkal (McCormick, 1993) . Christensen (2001) menjelaskan bahwa salah satu pendekatan untuk menentukan tingkat keparahan beban kerja adalah dengan menghitung denyut kerja, pengeluaran energi, kapasitas ventilasi paru, dan suhu tubuh. Beban kerja fisik dan mental yang berlebihan, ditandai dengan beban kardiovaskular (%CVL) yang tinggi dan waktu istirahat (R) yang tidak mencukupi, dapat menyebabkan kelelahan pada pekerja.

Gambar 4.1 Oxygen Debt dan Oxygen Recovery pada Proses Aktivitas Manusia  (sumber: Groover, 2010)
Gambar 4.1 Oxygen Debt dan Oxygen Recovery pada Proses Aktivitas Manusia (sumber: Groover, 2010)

Beban Kerja Mental

  • Metode Pengukuran Beban Kerja Mental secara
  • Metode Pengukuran Beban Kerja Mental berdasarkan

Standar beban kerja orang sehat bagi laki-laki adalah 5 Kkal/menit, dan perempuan 4 Kkal/menit (Groover, 2012). Pengukuran beban kerja mental menggunakan metode pengukuran subjektif lebih didasarkan pada persepsi subjektif responden atau pekerja yang diukur. Metodenya menggunakan skala beban kerja yang dikembangkan oleh The Defense Research Agency (DRA Workload Scale – DRAWS).

Gambar 4.3 Skala Rating pada Mental Effort
Gambar 4.3 Skala Rating pada Mental Effort

NASA Task Load Index (NASA TLX)

Rata-rata WWL atau yang biasa kita sebut skor TLX NASA diperoleh dengan membagi total skor beban mental dengan 15 (jumlah perbandingan faktor berpasangan). Skor TLX NASA yang diperoleh pada item 3 digunakan sebagai dasar untuk mengkategorikan jenis atau tingkat beban kerja mental. Dari hasil TLX NASA yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa pekerja 1, 2 dan 3 mempunyai tingkat beban kerja mental yang sedang.

Tabel 4.7 menunjukkan rating dari 6 faktor pembentukan NASA TLX  dalam  rentang  skor  0  sampai  100
Tabel 4.7 menunjukkan rating dari 6 faktor pembentukan NASA TLX dalam rentang skor 0 sampai 100

Latihan Soal

Nilai batas paparan getaran seluruh tubuh seperti yang diberikan pada Tabel 7.11 (untuk sumbu x dan y) dan Tabel 7.12 (untuk sumbu z) adalah percepatan rata-rata dalam meter/detik2 pada frekuensi (hertz) dan durasi paparan. yang mewakili kondisi di mana hampir semua pekerja berulang kali dihadapkan pada risiko minimal nyeri punggung, masalah kesehatan tulang belakang, dan ketidakmampuan mengoperasikan kendaraan dengan baik.

ANALISIS POSTUR KERJA

Metode Ovako Work Posture Analysis System (OWAS)

Pengklasifikasian postur kerja dari metode OWAS didasarkan pada pergerakan punggung, lengan dan kaki. Total skor gerak badan punggung pada masing-masing posisi gerakan dapat dilihat pada tabel 5.1. Untuk bagian kaki, Karhu dkk (1981) membagi ukuran gerakan postural pada bagian kaki sebagai berikut: (1).

Tabel 5.1 Skor OWAS Posisi Tubuh Bagian Belakang (Back)
Tabel 5.1 Skor OWAS Posisi Tubuh Bagian Belakang (Back)

Metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA)

Skor A (lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan) + skor penggunaan otot + skor energi (beban) untuk kelompok A = Skor C. Penilaian postur kerja dengan metode RULA dapat dilakukan secara manual menggunakan lembar skor RULA atau melalui penggunaan online Perangkat lunak RULA di situs web www.rula.co.uk. Keterangan: pergelangan tangan pada posisi fleksi atau ekstensi 0o-15o (2), pergelangan tangan pada interval radial atau bulan sabit (+1).

Gambar 5.6 RULA – Postur Pergerakan Lengan Atas  (Sumber: McAtamney, 1993)
Gambar 5.6 RULA – Postur Pergerakan Lengan Atas (Sumber: McAtamney, 1993)

Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA)

Namun pergerakan terbaik yang ditandai dengan nilai REBA terkecil adalah pada saat posisi badan netral, seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Namun posisi neck terbaik yang ditandai dengan nilai REBA terkecil adalah pada saat posisi neck membentuk sudut 0o-20o, seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Namun posisi pergelangan tangan terbaik ditandai dengan nilai REBA terkecil pada saat lengan tidak berputar saat melakukan usaha, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 5.15 REBA – Postur Batang Tubuh/Punggung
Gambar 5.15 REBA – Postur Batang Tubuh/Punggung

Latihan Soal

Saat ini PRA tidak hanya membahas tentang perangkat keras dan lingkungan kerja yang mungkin menimbulkan risiko, tetapi juga membahas faktor kesalahan manusia (Kirwan, 1992). Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pencahayaan dalam ruangan, termasuk di tempat kerja. Tekanan-tekanan yang dapat menimbulkan stres dapat timbul dari kehidupan individu staf maupun dari lingkungan kerjanya.

ERGONOMI KOGNITIF

Kognitif, Ergonomi, dan Teknik Industri

Secara eksplisit psikologi kognitif mengakui adanya pemikiran batin yang berarti adanya pengaruh batin dari tubuh manusia terhadap jiwa manusia. Psikologi kognitif, selain menjadi salah satu jenis pendekatan dalam psikologi (psikoanalisis, behaviorisme, dll), juga merupakan bidang dalam psikologi (bidang lain seperti psikologi klinis, psikologi komparatif, psikologi pendidikan, dll). Jika psikologi kognitif adalah psikologi yang memahami pikiran atau pikiran manusia dan prosesnya, maka psikologi biologis menjelaskan proses-proses tersebut secara fisiologis atau biologis (misalnya saraf).

Kesalahan Manusia (Human Error)

Oleh karena itu pengelolaan pekerjaan yang kompleks sangat diperlukan untuk menghindari kesalahan fatal yang dapat merugikan perusahaan dan individu/karyawan itu sendiri. Faktor kontribusi kesalahan manusia ini akan dievaluasi dengan penilaian keandalan manusia (HRA) yang mencakup identifikasi kesalahan manusia (HEI). Berikut beberapa teknik HEI yang umum digunakan saat ini: Teknik Human Error Rate Prediction (THERP), Skill-Rule and Knowledge Based Error (SRK), Systematic Human Error Reduction and Prediction Approach (SHERPA), Teknik Sistem Retrospektif dan Klasifikasi ( HFACS).

Cognitive Failure Questionnaire (CFQ)

Do you seem to forget why you went from one part of the house to. Do you find yourself forgetting which way to turn on a road you know well, but. Or find yourself accidentally throwing away the thing you want and keeping what you meant to throw away—like when you throw away the matchbox and put the used match in your pocket.

Latihan Soal

LINGKUNGAN KERJA FISIK

Kelembaban

Keluhan mengenai suhu udara yang tidak nyaman di ruang kerja sering terjadi di kalangan penghuni gedung perkantoran. Masalah kualitas udara dalam ruangan biasanya disebabkan oleh kelembapan dan pergerakan udara di luar batas yang direkomendasikan. WHO (1976) memberikan rekomendasi mengenai kecepatan pergerakan udara dan kelembaban udara yang sebaiknya disesuaikan dengan kondisi suhu udara setempat untuk memperoleh udara yang nyaman (Tabel 7.3).

Tabel 7.3 Kecepatan gerakan udara dan Kelembaban yang direkomendasikan                 untuk ruang kerja yang disesuaikan dengan suhu ruangan setempat
Tabel 7.3 Kecepatan gerakan udara dan Kelembaban yang direkomendasikan untuk ruang kerja yang disesuaikan dengan suhu ruangan setempat

Sirkulasi Udara

Sebagai pertimbangan, karena Indonesia merupakan wilayah tropis dengan suhu udara yang lebih tinggi dan kelembaban yang jauh lebih tinggi, maka rekomendasi NIOSH (1984) sebaiknya diperbaiki bila diterapkan di wilayah tropis. Dengan cukupnya oksigen di sekitar kita, ditambah dengan pengaruh psikologis tanaman di tempat kerja, maka keduanya akan membuat tubuh kita sejuk dan segar.

Pencahayaan

Pemanfaatan cahaya adalah persentase cahaya dari suatu sumber cahaya yang benar-benar menjangkau dan menerangi objek yang disinari. Pemeliharaan desain dan sumber cahaya yang buruk, seperti area yang berdebu, akan mempengaruhi pencahayaan yang dihasilkan. Tugas visual yang sangat panjang dan mendetail Tugas visual yang sangat istimewa dengan kontras tinggi.

Gambar  berikutnya  menunjukan  salah  satu  kemungkinan  keadaan  saat  akan  menjadi  silau  karena  letak  sumber  cahaya
Gambar berikutnya menunjukan salah satu kemungkinan keadaan saat akan menjadi silau karena letak sumber cahaya

Kebisingan (Noise)

Gangguan pendengaran ringan, bila seseorang tidak dapat mendengar nada pada tingkat kebisingan 25-40 dB(A) (gangguan pendengaran 25-40 dB(A)). Gangguan pendengaran tingkat sedang, bila seseorang tidak dapat mendengar nada pada tingkat kebisingan 40-55 dB(A) (gangguan pendengaran 40-55 dB(A)). Gangguan pendengaran berat, jika seseorang tidak dapat mendengar nada pada tingkat kebisingan >55 dB(A) (gangguan pendengaran >55 dB(A)).

Tabel 7.7 Batasan Ambang Kebisingan berdasar NIOSH  Kondisi  Desibel
Tabel 7.7 Batasan Ambang Kebisingan berdasar NIOSH Kondisi Desibel

Getaran Mekanis

Kecepatan getaran atau nilai percepatan getaran tangan dan lengan terdiri dari tiga arah sumbu (x, y dan z), seperti terlihat pada Gambar 7.10. Nilai NAB getaran tangan dan lengan adalah nilai rata-rata percepatan paparan getaran tangan dan lengan dalam meter/detik2 yang diterima tangan dan lengan pekerja dalam jangka waktu tertentu yang tidak boleh dilampaui. Waktu paparan yang diizinkan untuk getaran tangan dan lengan 12 meter/detik2 adalah 1,391 jam.

Tabel 7.10. Nilai Ambang Batas Getaran Tangan dan Lengan
Tabel 7.10. Nilai Ambang Batas Getaran Tangan dan Lengan

Bau-bauan

Warna

Latihan Soal

DISPLAY DAN CONTROL

Definisi Display

Berdasarkan tujuannya, poster secara umum terdiri dari dua bagian, yaitu poster tujuan umum dan poster tujuan khusus. Peran ergonomi sangat penting dalam menciptakan desain display dan poster yang memiliki keterhubungan tinggi dengan pembaca. Konsep “Human Centered Design” sangat kuat dalam pembuatan display dan poster karena berkaitan dengan sifat-sifat manusia seperti “pemirsa dan pemahaman sinyal”.

Tipe-tipe Display

Pajangan berupa tanda bahaya biasanya dipasang di dinding, pintu masuk, atau tiang. Pajangan ini berbentuk seperti rambu lalu lintas (bulat, segitiga, persegi panjang atau berbentuk wajik) (Sutalaksana, 1979). Jenis tampilan kuantitatif ini menunjukkan informasi numerik dan biasanya disajikan dalam bentuk digital atau analog untuk tampilan visual.

Gambar 8.3 Ilustrasi Display Kualitatif
Gambar 8.3 Ilustrasi Display Kualitatif

Warna pada Visual Display

Prinsip-prinsip Mendesain Visual Display

Misalnya navigasi yang menampilkan nama dan kota disertai tulisan “Lokasi yang Anda tuju berjarak 500 meter” lebih mudah dipahami dan dirasakan dibandingkan peringatan dalam bentuk tertulis saja. Hal ini dapat disebut dengan prinsip kemunculan ekologis yang menyatakan bahwa sesuatu secara langsung menyerupai apa yang terjadi di dunia nyata. Hal ini sangat penting bagi pengemudi, misalnya sistem navigasi dapat menampilkan garis putus-putus yang menunjukkan arah mobil menuju tempat terjadinya gangguan jalan.

Kriteria dalam Pembuatan Display

Perhitungan dalam Membuat Display

Anda kemudian dapat menggunakan rumus umum untuk menentukan tinggi, lebar, tebal, spasi huruf, dan spasi kata sebagai berikut:

Control

Pengelompokan dan penempatan kontrol dan tampilan yang salah dapat menyebabkan gangguan pada pekerjaan pengguna (inefisiensi dan frustrasi), terutama jika pengguna dihadapkan dengan banyak koleksi kontrol dan tampilan serta mengalami stres yang besar. Penggunaan tangan dan kaki disesuaikan dengan kebutuhan sistem kendali agar operator merasa nyaman, contoh: Jika memerlukan tenaga yang besar dalam waktu yang lama dapat menggunakan kaki. Sedangkan sistem operasi atau sistem kendali adalah suatu alat (seperangkat alat) untuk memantau, mengendalikan, dan mengatur keadaan suatu sistem.

Penerapan Ergonomi dalam Desain Display dan Control

Latihan Soal

  • Definisi Stres
  • Faktor-faktor yang Membuat Stres
  • Pencegahan dan Pengendalian Stres di Tempat Kerja
  • Penilaian Indikator Stres Kerja dengan Metode Skoring

Selain itu, Mendelson (1990) mendefinisikan stres terkait pekerjaan secara lebih sederhana, dimana stres adalah ketidakmampuan pekerja dalam mengatasi tuntutan tugas akibat ketidaknyamanan dalam bekerja. Selain itu, stres yang berhubungan dengan pekerjaan lebih tepat didefinisikan sebagai "... respons emosional dan fisik yang mengganggu atau berbahaya dan terjadi ketika tuntutan suatu tugas tidak sesuai dengan kemampuan, sumber daya, atau keinginan pekerja" (NIOSH, 1999). . Kecurigaan di kalangan pekerja, kurangnya komunikasi, ketidaknyamanan di tempat kerja merupakan tanda-tanda stres kerja (Cooper & Payne, 1988).

Kelelahan Kerja

  • Definisi Kelelahan
  • Faktor Penyebab Terjadinya Kelelahan Kerja
  • Langkah Mengatasi Krelelahan Kerja
  • Pengukuran Kelelahan Kerja

Latihan Soal

ERGONOMI MAKRO

Pengertian Ergonomi Makro

Hubungan Ergonomi Makro dan Mikro

Metode-metode Ergonomi Makro

MEAD (Macro-Ergonomics Analysis and Design)

Contoh Kasus Ergonomi Makro

Latihan Soal

Gambar

Gambar 2.1 Karya Leonardo da Vinci tentang Manusia berdasarkan                 Norma-Manusia Vitruvian
Gambar 2.16 (A-I) Dimensi Tubuh Manusia  (Sumber: www.antropometriindonesia.org)
Tabel 2.2 Kategori Tingkat Kegemukan Seseorang berdasarkan BMI  Klasifikasi  BMI (Kg/m 2 ) Principal cut-off points
Gambar 2.20 Aplikasi Data Antropometri dalam Perancangan Ruang Kemudi Mobil  (sumber: www.antropometriindonesia.org)
+7

Referensi

Dokumen terkait

NILAI MK PERANCANGAN KERJA & ERGONOMI Semester Ganjil 2013/2014.

pekerjaan dengan postur tubuh benar dan menentukan desain produk baru untuk kegiatan pengemasan di IRT Tempe Pak Haji, yang sesuai dengan prinsip ergonomi

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan postur tubuh yang ergonomi oleh mahasiswa profesi kedokteran gigi Unhas selama prosedur perawatan pada

Cara penggunaan antropometri dalam ergonomi fisik adalah dapat digunakan untuk memperkirakan posisi tubuh yang baik dalam bekerja.. Pengukuran dimensi struktur tubuh

Dari hasil analisa keselamatan kerja dengan pendekatan ergonomi melalui perhitungan REBA pengemasan piala posisi jongkok di dapati level risiko final skor REBA 12 yang artinya

Ergonomi merupakan suatu pendekatan perancangan kerja yang berpusat pada manusia/pekerja. Beberapa konsep penting dalam ergonomi, diantaranya: 1) Konsep performansi

12 Perancangan visual display katalog produk dengan pendekatan ergonomi Gisella Biaz Advendina*, Chandra Dewi Kurnianingtyas Departemen Teknik Industri, Universitas Atma Jaya

Analisis faktor risiko ergonomi dan gangguan muskuloskeletal pada pekerja kantor, petugas penyapu jalan, dan petugas