BAB IV FISIOLOGI KERJA
4.4. NASA Task Load Index (NASA TLX)
Teknik Industri – UBP Karawang 95 2. Metode pengukuran tugas sekunder (secondary task measures)
pada metode ini yang diukur meliputi:
a. Produksi Interval (Interval Production). Dalam hal ini responden untuk mengetuk pada rate ketukan tertentu.
Sebagaimana beban kerja meningkat, maka interval antara ketukan akan meningkat.
b. Estimasi Waktu (Time Estimation). Dalam hal ini responden diminta untuk mengestimasi berapa banya waktu yang telah berlalu (misalnya: sejak dimulainya sesi simulasi). Secara umum interval waktu akan berada dibawah estimasi secara progresif sebagaimana beban kerja meningkat.
96 Teknik Industri – UBP Karawang Gambar 4.5 Flowchart Pengukuran Beban Mental
Metode NASA TLX (Sumber: Sugiono, dkk., 2018)
Tabel 4.7 menunjukkan rating dari 6 faktor pembentukan NASA TLX dalam rentang skor 0 sampai 100. Responden diwajibkan untuk mengisi pada semua faktor berdasarkan apa yang mereka alami.
Teknik Industri – UBP Karawang 97 Tabel 4.7 Lembar Kerja Penskoran (Rating)
Nama : Pekerjaan : Tanggal :
1. Tuntutan Mental (Mental Demand)
Seberapa besar tuntutan aktivitas mental dan perseptual yang dibutuhkan dala, pekerjaan (seperti: berfikir, memutuskan, menghitung, mengingat, melihat, mencari, dsb)? Apakah pekerjaan tersebut mudah atau sulit; sederhana atau kompleks; longgar atau ketat, pasti atau perlu penafsiran?
0 100
Very low Very High
2. Tuntutan Fisik (Physical Demand)
Seberapa besar aktivitas fisik yang dibutuhkan dalam pekerjaan (seperti: mendorong, menarik, memutar, mengontrol, dsb)? Apakah pekerjaan tersebut mudah atau sulit;
pelan atau cepat, statis atau dinamis, terus-menerus atau ada waktu untuk istirahat?
0 100
Very low Very High
3. Tuntutan Waktu (Temporal Demand)
Seberapa besar tekanan waktu yang dirasakan selama pekerjaan berlangsung? Apakah pekerjaan tersebut dilakukan dengan pelan-pelan dan santai, atau cepat dan melelahkan?
0 100
Very low Very High
4. Tingkat Performansi (Own Performance)
Seberapa besar keberhasilan di dalam mencapai target pekerjaan? Apakah Anda merasa puas dengan performansi di dalam mencapai target tersebut?
0 100
Poor Good
5. Tingkat Usaha (Effort)
Seberapa besar usaha yang dikeluarkan baik secara mental dan fisik yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan pada level performansi?
0 100
Very low Very High
6. Tingkat Frustasi (Frustation Level)
Seberapa besar rasa tidak aman, putus asa, tersinggung, merasa tidak diperhatikan, stres dan terganggu dibandingkan dengan perasaan aman, puas, cocok, merasa diperhatikan, rileks, dan nyaman selama mengerjakan pekerjaan tersebut?
0 100
Very low Very High
98 Teknik Industri – UBP Karawang
Setelah menyelesaikan pengisian dari keenam faktor pada skala rating, maka langkah berikutnya adalah memberikan bobot pada masing- masing faktor dengan cara memilih salah pasangan dari perbandingan pasangan yang terdiri dari 15 pasangan. Kemudian dihitung jumlah tally keterpilihan pada masing-masing enam faktor yang ada di NASA TLX. Jumlah tally merupakan bobot dari masing-masing faktor. Berikut adalah 15 pasangan faktor yang harus dipilih, diantaranya yaitu:
Tabel 4.8 Pasangan Kartu untuk Evaluasi Beban Kerja (Sources of Workload Evaluation)
Nama : Pekerjaan : Tanggal :
Tingkat Usaha Atau Performansi
Tuntutan Waktu Atau Tingkat Frustasi Tuntutan Waktu
Atau Tingkat Usaha
Tuntutan Fisik Atau Tingkat Frustasi Performansi
Atau Tingkat Frustasi
Tuntutan Fisik Atau Tuntutan Waktu Tuntutan Fisik
Atau Performansi
Tuntutan Waktu Atau Tuntutan Mental Tingkat Frustasi
Atau Tingkat Usaha
Performansi Atau Tuntutan Mental Performansi
Atau Tuntutan Waktu
Tuntutan Mental Atau Tingkat Usaha Tuntutan Mental
Atau Tuntutan Fisik
Tingkat Usaha Atau Tuntutan Fisik Tingkat Frustasi
Atau Tuntutan Mental
Teknik Industri – UBP Karawang 99
Langkah berikut adalah melakukan perhitungan terhadap skor NASA TLX yang kemudian dilanjutkan dengan menentukan katagori jenis beban mental yang dialami. Secara detail langkah dan penjelasan menghitung skor NASA TLX adalah sebagai berikut:
1. Mengukur Skor Beban Mental
SKOR Beban Mental = Rating x bobot faktor
Skor beban mental merupakan hasil perkalian antara nilai pada skala rating (0 s/d 100) dikali dengan faktor bobot (tally perbandingan tiap indikator).
2. Mengukur Weighted Workload (WWL) dengan cara:
WWL = ∑Skor Beban Mental
Setelah mengukur skor beban mental, dilanjutkan dengan mengukur WWL hasil dari penjumlahan semua skor beban mental untuk semua 6 faktor.
3. Mengukur rata-rata WWL atau skor NASA TLX Rata-rata WWL = WWL/15
Rata-rata WWL atau bisa kita sebut skor NASA TLX didapatkan dari pembagian skor beban mental secara keseluruhan dibagi 15 (jumlah perbandingan faktor berpasangan). Hasil tersebut kemudian akan dianalisis. Analisis yang dilakukan tidak hanya pada nilai beban kerjanya saja, namun juga menganalisis deskriptor-deskriptor (subskala) dari yang terendah hingga yang tertinggi dengan mempertimbangkan faktor apa dan kenapa.
4. Menentukan jenis beban mental
Skor NASA TLX yang diperoleh dipoin 3 dijadikan dasar untuk mengkatagorikan jenis atau level beban kerja mental. Jika nilai NASA TLX
<50 dikatagorikan beban kerja mental yang ringan, jika NASA TLX memiliki skor diantara 50 s/d 80 dikatagorikan beban kerja mental sedang, dan jika NASA TLX >80 dikatagorikan beban kerja mental berat.
100 Teknik Industri – UBP Karawang
Contoh Studi Kasus
Seseorang peneliti ingin mengetahui beban kerja mental pekerja disuatu perusahaan baja. Peneliti tersebut memutuskan untuk melakukan pengukuran beban mental secara subjektif dengan metode NASA TLX.
Pengambilan bobot dilakukan dengan cara melakukan kegiatan wawancara menggunakan lembar Rating Scale dan lembar bobot NASA TLX. Lembar Rating Scale dan lembar Bobot NASA TLX diberikan kepada 3 orang pekerja yang mereka lakukan. Pemberian bobot bertujuan untuk mengetahui faktor apa yang paling berpengaruh pada jenis pekerjaan tersebut. Pada pengamatan ini hasil Rating Scale dan Bobot diperoleh sebagi berikut.
Penyelesaian
Rating Scale hasil wawancara 3 pekerja (P1,2 dan 3) adalah sebagai berikut:
Faktor Ukur P1 P2 P3
Mental Demand (DM) 75 77 80
Physical Demand (PD) 70 75 70
Temporal Demand (TD) 70 70 70
Own Performance (OP) 60 60 55
Effort (EF) 60 70 70
Frustration (FR) 60 60 70
Setelah rating scale, berikutnya ketiga pekerja diminta untuk memilih kepentingan dari perbandingan berpasangan untuk 6 faktor dalam 15 pasangan. Hasilnya adalah sebagai berikut:
Faktor Ukur P1 P2 P3
Mental Demand (DM) 2 2 3
Physical Demand (PD) 5 4 5
Temporal Demand (TD) 4 5 4
Own Performance (OP) 0 0 0
Effort (EF) 1 1 1
Frustration (FR) 3 3 2
Total 15 15 15
Langkah berikutnya adalah mengukur produk (Produk = Rating x Bobot Faktor), sebagai contoh Mental Demand pekerja 1 (P1) adalah sebesar:
Teknik Industri – UBP Karawang 101
Produk = 75 x 2 = 150. Dengan cara yang sama ketiga bekerja dan 5 faktor yang lain dihitung. Setelah itu mengukur Weighted Workload (WWL) dengan cara WWL = ∑Produk. Sebagai contoh WWL (P1) = 150 + 350 + 280 + 0 + 60 + 180 = 1.020.
Mengukur skor akhir NASA TLX (mengukur rata-rata, pekerja 1 (P1) memiliki WWL = 1.020, maka akan memiliki skor NASA TLX = 1.020/15 = 68.
Dengan cara yang sama pekerja 2 (P2) memiliki skor NASA TLX =69.33 dan P3 = 72.
Faktor Ukur P1 P2 P3
Mental Demand (DM) 150 140 240 Physical Demand (PD) 350 300 350 Temporal Demand (TD) 280 350 280
Own Performance (OP) 0 0 0
Effort (EF) 60 70 70
Frustration (FR) 180 180 140
Total 1.020 1.040 1.080
Dari skor NASA TLX yang dihasilkan, dapat disimpulkan bahwa pekerja 1, 2 dan 3 memiliki beban kerja mental dalam level sedang.