• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian

4. Tidak suka sombong

5. Tingkah laku menyenangkan, mencangkup tidak menyontek, tidak membuat keributan dan tidak mengganggu orang lain yang sedang belajar.

Adapun menurut Tulus Tu’u indikator kedisiplinan siswa ialah:

1. Mengatur waktu dirumah 2. Rajin dan teratur belajr.

3. Perhatian yang baik saat belajar di kelas 4. Ketertiban diri saat belajar di kelas.37

H. Metode Penelitian

Jadi, penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian studi kasus untuk mengetahui secara rinci dalam jangka waktu yang ditentukan untuk menggali permasalahan yang diangkat oleh peneliti yaitu menanamkan kedisiplinan siswa yang sering terlambat. Dengan penelitian tersebur peneliti akan lebih memahami permasalah yang diteliti baik dalam tindakan, ucapan, sikap, dan yang dilakukan subjek.

2. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif yang mana kehadiran peneliti mutlak dibutuhkan karena peneliti berperan penting dalam lokasi penelitian (lapangan). kehadiran peneliti bukan ditujukan untuk memengaruhi subjek namun untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat dan secara langsung. Adapun cara yang peneliti gunakan dalam mendapatkan informasi adalah dengan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.39

Dalam pelaksanaannya, peneliti hadir sejak diizinkan untuk melakukan penelitian di lokasi dengan cara mendatangi lokasi tersebut pada waktu-waktu tertentu tanpa menggunakan jadwal secara formal. Tetapi sebelum terjun lapangan terlebih dahulu untuk melakukan praobservasi yaitu mempersipkan apasaja yang perlu di siapkan untuk memperhatikan apa yang menjadi inti dari penelitian itu sendiri agar nantinya cepat memahami dan mudah dalam penggalian suatu informasi itu sendiri. Hal yang perlu di lakukan Ketika kita terjun lapangan kita harus konsul terlebih dahulu kepada guru yang terlibat misalnya guru kelas atau guru BK. Dengan berkonsultasi terlebih dahulu agar nantinya tidak ada suatu

39 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif dan RDD, (Bandung: Alfabela, 2011), hal 45

permasalahan yang muncul Ketika proses penelitian berjalan begitu juga kita harus memperhatikan kode etik konselor yang harus dipahami oleh peneliti agar nantinyakonsliatau yang bersangkutan dengan konseli dapat percaya dengan kita dan dengan mudah kita mendapatkan informasi dari konsli atau Ketika melakukan home visi untuk menggali informasi mengenai konseli semakin dalam.

Tujuan utama kehadiran peneliti di lokasi penelitian yaitu untuk mencarian, menggali dan mengkaji data tentang Pendekatan Behavior Teknik Muhasabah dan Teknik self-management untuk menanamkan kedisiplinan siswa yang sering terlambat guna mendapat data yang lebih valid dan akurat seperti yang diharapkan oleh peneliti

3. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah MA At-tahzib Kekait.

Alasan peneliti memilih lokasi tersebut adalah:

1. Memudahkan peneliti dalam mendapatkan data di lapangan dan untuk menghemat tenaga serta biaya karena lokasi penelitian dekat dengan tempat tinggal peneliti.

2. Program yang diterapkan dalam mendukung perkembangan kedisiplinan di tempat penelitian

3. Di MA At-Tahzib merupakah salah satu sekolah yang mempunyai Guru BK atau konselor yang tidak sesuai dengan profesinya sebagai guru BK.

4. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian kualitatif adalah subjek penelitian atau informan. Subjek penelitian adalah duaanakyang bersedia memberikan informasi dan melakukantraitmen Kembali terkait permasalahan yang diteliti40. Adapun data yang diperolehyaitu:

1. Data primer

Data primer yaitu data yang diproleh langsung dari sumber yang pertama.41Dalam hal ini, yang menjadi informan yaitu kepala sekolah, guru-guru, dan guru BK, tema bermainnya, orang tua yang akan menjadi sumber informasi yang membantu peneliti dalam menggali informasi.

2. Data sekunder

Data sekunder yaitu data yang didapatkan tidak dari sumber aslinya. Artinya, data tersebut merupakan temuan yang dikumpulkan, diolah, dan di sajikan oleh pihaklain.42

5. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi

Observasi adalah salah satu teknik yang dapat digunakan dalam memperoleh data lapangan dengan cara mengamati langsung aktivitas yang dilakukan oleh subjek atau target yang akan diteliti.43

40Ibid, hlm 36.

41Burhan ashofa, MetodologiPenelitian Hukum.(Jakarta: Rineka Cipta, 2001), hlm. 9.

42Amiriddin dan Zainal Askini, Pengantar Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: PT.

Raja Grafindo Persada, 2004), hlm.45.

43 Ibid. hlm, 3.

Peran peneliti dalam melaksanakan teknik observasi ini yaitu sebagai peneliti dan konselor langsung yang akan mengamati dan yang akan memberikan terapi kepada siswa yang akan menjadi objek penelitian, disamping itu kita akan bekerjasama dengan orang tua, teman kelasnya, wali kelasnya dan guru BK yang ada disana untuk ikut memantau siswa yang telat datang dan menanyakan alasan mereka untuk telat datang. Untuk memberikan suatu tindakan kepada siswa yang telat. Maka kita akan melakukan suatu tindakan langsung ketika siswa itu datang supaya nanti tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dan bisa juga kita melakukan tindakan di waktu luang untuk menanyakan alasannya.

2. Wawancara

Wawancara merupakan komunikasi atau percakapan antara pewawancara (interviewer) dan terwawancara (interviewee) yang terjadi secara tatap muka atau langsung.44 Melalui teknik wawancara, peneliti mudah untuk memperoleh data atau informasi secara detail karena selain melakukan pengamatan wawancara ini akan memberikan informasi yang belum didapatkan melalui tahap observasi.

Untuk menambah informasi yang lebih akurat maka peneliti sekaligus konselor melakukan wawancara langsung kepada konseli untuk menanyakan permasalahan yang terjadi sehingga mengakibatkan konseli terlambat, pihak kedua yang diwawancarai yaitu temandekatnya supaya nanti informaasi yang didapatkan dari konsli bisadi bandingkan dari informasi teman dekatnya. Dan bisa juga kitamenanykan kepada ketua kelasnya dikarenakan tugas ketua kelas iyalah

44 Farida Nugrahani, Metode Penelitian Kualitatif,(Surakarta: Renita Cipta2014). Hlm.

122.

sebagai kordinator kelas yang harus tahu semua permasalahan teman-temannya sehingga peran ketua kelas harus terlibat untuk mengontrol teman-temanya.

Setelah itu kita akan mewawancarai guru mata pelajaran, guru bk apa aja yang sudah dialakukan untuk siswa atau siswi yang terlambat. Dan begitu juga dengan wali kelas apakah sudah melakukan kunjungan rumah (Home Visit) untuk menanyakan kepada kedua orang tua, kakak, bibik dan sebaginya sehingga kita tau apakah konseli beralasan yang sebenarnya atau mengada-ngada agar tidak dihukum atau di skor dikarenkan sering terlambat datang kesekolah.

3. Dokumentasi

Adapun teknik dokumentasi yaitu peneliti menggunakan teknik ini untuk dijadikan sebagai bukti bahwa peneliti telah melakukan penelitian. Bentuk dari dokumentasi ini sendiri seperti foto atau video, rekaman, catatan, berkas, data terdahulu yang menjadi suatu bukti bahwa banyak permasalahan yang terjadi terutama mengenai kedisiplinan siswa di MA At-Tahzib.

6. Teknik Analisis Data

Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, selanjutnya yang harus dilakukan adalah menganalisis data. Analisis data merupakan alat untuk mencari atau menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam

pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.45

Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama proses penelitian di lapangan dan setelah selesai penelitian di lapangan. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan Nasution dalam bukunya Sugiyono, yaitu bahwa “analisis telah mulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun kelapangan, dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian.”46 Akan tetapi dalam penelitian kualitatif, analisis data lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan pengumpulan data.

Adapun proses analisis data yang digunakan yaitu sebagai berikut:

1. Analisis Sebelum di Lapangan

Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki lapangan, yaitu analisis terhadap suatu dipendahuluan atau data sekunder yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian.

Namun demikian fokus penelitian ini masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah penelitian masuk di lapangan.

Penelitian yang dilakukan adalah melihat dan mengamati situasi dan keberadaan peserta didik di MA At-tahzib Kekait. Selanjutnya melakukan tanya jawab terhadap pihak yang ada di MA At-Tahzib Kekait mengenai pelayanan yang dilaksanakan di MA At-Tahzib Kekait

45Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2015), hal. 210.

46 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif dan RDD, (Bandung: Alfabela, 2011), hal 244- 245.

kemudian dari berbagai jawaban terdapat beberapahal yang menarik untuk diteliti lebih lanjut yaitu mengenai bimbingan konseling terhadap siswa yang sering terlambat kesekolah.

2. Analisis Selama di Lapangan

Dalam bukunya Sugiyono, Miles dan Huberman mengemukakan bahwa “ aktivitas dalam analisis data kualiatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh”47. Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan pada saat pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban jawaban yang di wawancarai atau informasi setelah dianalisis dirasa kurang memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu sehingga diperoleh data atau informasiyang lebih kredibel. Adapun Model miles dan huberman aktivitas dalam analisis data yaitu, pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reducation), penyajian data (data display), dan kesimpulan (consclusion drawing/verification).

a. Pengumpulan data (data collection)

Pada analisis model pertama dilakukan pengumpulan data hasil wawancara, hasil obsevasi, dan berbagai dokumen nerdasarkan katagorisasi yang sesuai dengan masalah penelitian yang kemudian dikembangkan menajamkan data melalui pencarian data selanjutnya.48

47 Ibid, hlm. 244-245.

48 Miles, mattew B dan A michael Huberman, Analisis Data Kualitatif Buku Bersumber Temtang Metode-metode Baru, (Jakarta: Universitas Indonesia Prss, 2007), hlm.16.

b. Data Reduction (Reduksi Data)

Data yang diperoleh dari lapangan tentu dalam jumlah banyak, maka dari itu perlu dicatat seca rarinci, teliti dan segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal- hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting.49

c. Data Display (Penyajian Data)

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay data atau memaparkan data dalam bentuk uraian singkat ataupun bagan.

Hal ini akan memudahkan peneliti untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya terkait dengan berdasarkan apa yang dipahami.50

d. Conclusion Drawing/verification

Langkah terakhir dalam analisis data yaitu, membuat kesimpulan atau conclusion drawing dan juga diveripikasi selama penelitian berlangsung.51 Kesimpulan akan dianggap kredibel apabila didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten. Kesimpulan yang dicapai merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan baru berupa deskripsi atau gambaran mengenai peran dan hambatan dalam pendekatan Behavior teknik muhasabah dan Teknik self-management untuk menanamkan kedisiplinan siswa yang sering terlambat.

49 Ibid. hlm. 16.

50 Ibid. hlm 84

51Ibid. hlm

7. Keabsahan Data

Keabsahan data dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan kriteria kredibilitas. Untuk mendapatkan data yang relevan, maka peneliti melakukan pengecekan keabsahan data hasil penelitian dengan cara:

1. Perpanjangan Pengamatan

Peneliti melakukan perpanjangan pengamatan di lapangan sampai peneliti kejenuahan untuk mengmpulkan data yang ingin dicapai.

Perpanjangan pengamatan peneliti akan memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. 52Dengan perpanjangan pengamatan ini, peneliti mengecek kembali apakah data yang telah diberikan selama ini setelah dicek kembali pada sumber data asli atau sumber data lain ternyata tidak benar, maka peneliti melakukan pengamatan lagi yang lebih luas dan mendalam sehingga diperoleh data yang pasti kebenarannya.53

Dalam penelitian ini peneliti melakukan perpanjangan pengamatan, dengan kembali lagi kelapangan untuk memastikan apakah data yang telah penulis peroleh sudah benar atau masih ada yang salah.

2. Ketekunan pengamatan

Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut maka kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan

52 Lexy Moleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2002), hlm. 248.

53Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm. 271.

sistematis.54Meningkatkan ketekunan itu ibarat kitamengeceksoal-soal, ataumakalah yang telahdikerjakan, apakahada yang salah atautidak.

Denganmeningkatkanketekunanitu, maka peneliti dapat melakukan pengecekan kembalia pakah data yang telah ditemukan itu salah atau tidak.

Demikian juga dengan meningkatkan ketekunan maka, peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati.55

3. Triangulasi

Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu. 56Dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Triangulasi sumber digunakan untuk pengecekan data tentang keabsahannya, membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen dengan memanfaatkan berbagai sumber data informasi sebagai bahan pertimbangan. Dalam hal ini penulis membandingkan data hasil observasi dengan data hasil wawancara, dan juga membandingkan hasil wawancara dengan wawancara lainnya.

54ibid. hlm 272.

55ibid. hlm 272.

56ibid. hlm 273.

I. Sistematika Pembahasan

Untuk mempermudah dalam penulisan ini, secara garis besar pembahasan dalam skripsi ini terbagi dalam 3 bagian, yaitu pendahuluan, isi dan penutup.

Setiap bagian tersusun dalam beberapa bab, yang masing-masing memuat sub-sub babyaitu:

Bab I Pendahuluan yang meliputi: penegasan judul, latarbelakang masalah, rumusan masalah, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian dan sistematika pembahasan.

Bab II Paparan dan Temuan Data yang menguraikan tentang: Gambaran umum lokasi penelitian, identivikasi masalah, diagnosis, pragnosis, traitmen/terapi, evaluasi dan follow up.

Bab III Pembahasan menguraikan tentang: Analisis hasil penelitian, apa yang didapatkan dari paparan dan temuan.

Bab IV Penutup yang meliputi: Kesimpulan dari penelitian tersebut dan saran- saran.

Dokumen terkait