• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen Elvanny Novry Ersitha - Universitas Bosowa (Halaman 55-59)

METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada PT Katingan Timber Celebes yang berlokasi di Jl Prof Ir. Sutami, Kelurahan Parangloe, Kecematan Tamalanrea, Kota Makassar, yang bergerak dibidang Industri kayu.

Waktu Penelitian sampai dengan penyusunan laporan diperkirakan kurang lebih 2 (dua) bulan.

3.2 Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi :

1. Wawancara (interview), yaitu pengumpulan data melalui pengamatan yang dilakukan oleh penulis secara langsung terhadap objek penelitian untuk menemukan hal-hal yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas dalam penyusunan skripsi ini.

2. Observasi (observastion), yaitu teknik pengumpulan data melalui pengamatan yang dilakukan oleh penulis secara langsung terhadap objek penelitian untuk menemukan hal-hal yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas dalam penyusunan skripsi, dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dana gagasan sebelum.

3. Telaah dokumen, yaitu pengumpulan data-data melalui buku-buku, laporan, jurnal atau tulisan ilmiah yang mempunyai hubungan dengan masalah peneliti.

3.3 Jenis dan Sumber Data

1. Jenis data yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah sebagai berikut :

a. Data Kuantitatif yaitu data dalam bentuk angka yang diperoleh dari perusahaan berupa catatan-catatan atau dokumen-dokumen serta laporan-laporan tertulis yang berhubungan dengan skripsi ini.

b. Data Kualitatif yaitu data yang menunjukkan sesuatu yang ada, baik proses, keadaan, peristiwa, kejadian dan lainnya yang dinyatakan kedalam bentuk pertanyaan atau berupa kata-kata.

2. Sumber Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah :

- Data Primer diperoleh dengan cara field work research (penelitian lapangan) yaitu pengumpulan data secara langsung yang ada dilapangan dengan melalui interview dan observasi pada saat penulis melakukan penelitian.

- Data Sekunder yang diperoleh dengan cara library research (penelitian kepustakaan yaitu pengumpulan data melalui kepustakaan dengan cara membaca dan mempelajari literature-literatur, buku-buku bahan referensi, majalah, dan materi perkuliahan, utamanya bacaan atau karangan-karangan yang ada hubungannya dengan pembahasan serta penyusunan penulisan skripsi ini.

3.4 Metode Analisis

Mengacu pada masalah pokok diatas maka metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif komparatif yaitu suatu analisis yang membandingkan penerapan sistem informasi akuntansi atas persediaan bahan baku yang dilakukan oleh perusahaan dengan pedoman sistem informasi akuntansi persediaan bahan baku yang ditetapkan oleh teori akuntansi.

3.5 Definisi Operasional

Secara rinci definisi opersional yang penulis kemukakan dalam penelitian ini dapat diperinci pada uraian berikut ini.

Sistem diartikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi elemen- elemen (dikatakan sub-sistem) yang berusaha mencapai tujuan tertentu.

Pendekatan sistem memberikan banyak manfaat dalam memahami lingkungan.

Informasi adalah hasil akhir dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang berguna dan berarti bagi penerimanya.

Akuntansi merupakan suatu sistem yang mengukur aktivitas bisnis, memproses informasi-informasi menjadi suatu laporan dan mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut kepada pengambilan keputusan. Sistem informasi akuntansi adalah susunan berbagai dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana dan berbagai laporan yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan.

Persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaannya dalam suatu

proses produksi. Jadi persediaan merupakan bahan-bahan parts yang disediakan dan bahan-bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, serta barang-barang jadi atau produk yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari konsumen atau langganan setiap waktu

Persediaan bahan baku adalah persediaan dari barang-barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi, barang dapat diperoleh dari sumber-sumber alam ataupun dibeli dari supplier atau perusahaan yang menghasilkan bahan baku bagi perusahaan pabrik yang menggunakannya.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah Perkembangan Perusahaan

PT Katingan Timber Celebes (dahulu dikenal dengan nama PT Katingan Timber Company) didirikan dalam rangka PMA yang permodalannya merupakan joint venture antara PT Sarvha Ana (Swasta Indonesia) dengan Mitsui Overseas Forestry Development Co.Ltd (Swasta Jepang) Berdasarkan akta Notaris Kartini Mulyadi, SH No 11 tanggal 4 September 1973.

Setelah memperoleh pengesahaan akte pendirian oleh menteri kehakiman No. YA.5/323/20, tanggal 25 oktober 1973 yang termuat dalam berita Negara RI pada tanggal 21 Desember 1973, maka perusahaan ini secara resmi berdiri sebagai perusahaan berbadan hukum, yang bergerak di bidang pengusahaan hutan dan penjualan hasil Hutan (Logging).

Pada awal berdirinya, perusahaan ini memiliki modal dasar sebesar US $ 1.000.000 dan hak pengusahaan hutan seluas 110.000 ha di sampit, Kalimantan tengah. Sejalan dengan keluarnya kebijksanan pemerintah Indonesia yang membatasi ekspor kayu bulat dan mewajibkan para pemegang hak pengusahaan hutan untuk mendirikan pabrik pengolahan kayu, maka pada tahun 1980 manajemen perusahaan melakukan perluasan usaha dengan mendirikan pabrik kayu lapis. Adanya perluasan usaha ini adalah merupakan kerjasama antara PT

Mas Kumambang, PT Sarvha Ana dan Mitsui Overseas Forestry Development Co. Ltd, serta Mitsui Lumber dan Mitsui Co.

Melalui surat persetujuan perluasan dari BKPM No. 09/11/PMA/ 1982, tgl 25 Mei 1982 maka berdirilah pabrik kayu lapis di makssar dengan kapasitas 53.550 m3. sejalan dengan perluasan usaha ini, maka kepemilikan saham dan jumlah modal jasa mengalami perubahan sesuai dengan akta notaris Raden Soerojo WongsoWidjojo,SH, No.25 tanggal 22 September 1992, yakni Mitsui Overseas Forestry Development Co. Ltd, mitsui Lumber, PT Sarvha Ana dan PT Mas Kumambang dengan modal sebesar US $ 4.000.000. Pertimbangan dipilihnya Makassar sebagai lokasi pabrik kayu lapis adalah karena tersedianya tenaga kerja yang murah dan jalur transportasi darat ke pelabuhan yang cukup murah dan lancar, disamping untuk meraih dasar lokal khususnya kawasan timur Indonesia.

Pabrik di Makassar ini di bangun bulan Agustus 1982 dan mulai berproduksi secara komersial pada bulan Januari 1984. Adapun sumber bahan baku untuk produksinya adalah:

1. Areal HPH PT Katingan Timber Company seluas 110.000 ha, di Kalimantan Tengah.

2. Areal HPH PT Mas Kumambang seluas 50.000 ha, di Mamuju Sulawesi Selatan .

3. Areal HPH PT Kayu Ara Jaya Raya SELUAS 112.000 ha, di Kalimantan Tengah.

Berdasarkan surat persetujuan ketua BKPM No.892/A-6/1996, tanggal 5 Juni 1996, kepemilikan saham mengalami perubahan, sehingga menjadi : Mitsui

& Co. Ltd. PT Kayu Ara Jaya Raya, PT Sarvha Ana, Primkopad Brigif 3 Kostrad, KUD Mattirobulu, Primkopol Polres Pangkep, KPN guru-guru SD Kecamatan Walenrang perubahan, yaitu Mitsui & Co. Ltd, Kopkar Meranti, KUD Maattirobulu, KPN guru-guru SD Kecematan Walenrang. Primkopol Polres Pangkep, Prinkopol Brigif 3 Kostrad.

Pada tahun 2003 berdasarkan akta notaris Lisa Aryani, SH No.3 tanggal 20 Agustus 2003 dan memperoleh pengesahan dari menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No C-21538 HT.01.TH.2003, tanggal 10 September 2003 nama PT Katingan Timber Company berubah menjadi PT Katingan Timber Celebes, kemudian terjadi lagi perubahan kepemilikan dan jumlah saham berdasarkan akta notaris Ahmad Abid SH, No.7 tanggal 19 September 2003, yakni Mitsui & Co.

Ltd dan PT Sarana Vida Sejahtera, dengan jumlah saham menjadi US

$.26.000.000. Berdasarkan akta notaris Ahmad Abid No. 5 tanggal 7 April 2004, terjadi lagi perubahan kepelikan saham yakni PT Makassar Inti Sejahtera dan PT Golden Pasific Coy.Ltd. Singapura dengan jumlah saham 26.000 lembar sesuai nilai US $26.000.000

Berdasarkan akta notaris Yulkhaizar Panuh SH, No. 22 tanggal 18 Januari 2010, dan telah memperoleh pengesahan kehakiamn dan Hak Asasi Manusia No.

AHU027558.AH.01.01. tahun 2010 tanggal 01 Juni 2010 terjadi beberapa perubahan, antara lain :

a. Perubahan Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi Penananman Modal Dalam Negeri (PMDN).

b. Peningkatan modal dasar perseroan dari 26.000 lembar saham senilai US $26.000.000 menjadi 31.000 lembar saham seniali US

$31.000.000.

c. Perubahan kepemilikan sahan dari PT Makassar inti Sejahtera, Tuan Chandra Adiwijaya dan Tuan Cokro Suroso.

Berdasarkan akte notaris Lisnawati, SH, tanggal 29 November 2012 dan telah memperoleh pengesahan kehakiman dan Hak Asasi Manusi No.AHU-AH- 01.10-45838 terjadi perubahan susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi adapun susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi adalah:

Presiden Komisaris : Tan Kenglia Komisaris : Hendri Saksti Presiden Direktur : Eddy Lukas Direktur : Victor Direktur Operasional : Tandi Baso

Saat ini jumlah karyawan yang bekerja di PT Katingan Timber Celebes Makassar adalah 1.487 orang, terdiri dari 693 laki-laki dan 794 perempuan.

4.1.2 Visi, Misi, Kebijakan Mutu dan Lingkungan 4.1.2.1 Visi Perusahaan

Visi merupakan cara pandang jauh ke depan mengenai gambaran keberhasilan yang ingin di capai dalam kurun waktu tertentu. Visi dari PT Katingan Timber Celebes adalah:

” Menjadikan Perusahaan sebagai Produsen Kayu Lapis Nasional yang handal dan terpercaya dengan terus menerus berperan aktif di pasar Internasional serta memperhatikan mutu Sumber Daya Manusia dan Lingkungan”.

4.1.2.2 Misi Perusahaan

Misi merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan guna mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan visi yang telah ditetapkan. Adapun misi dari PT Katingan Timber Celebes adalah sebagai berikut:

1. Membangun manajemen perusahaan melalui peningkatan Sumber Daya Manusia yang beriman, terampil, profesional, proaktif, dan konsisten dalam kekaryaannya untuk mencapai sasaran yang direncanakan baik secara perorangan maupun kelompok.

2. Memperhatikan lingkungan dengan melakukan pencegahan pencemaran dari aktivitas industri dan kegiatan pendukungnya.

3. Memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan yang memperhatikan kualitas produk, harga dan ketepatan waktu pengiriman barang.

4. Meningkatkan efisiensi pemanfaatan bahan baku untuk mencapai optimalisasi dengan terus mengikuti perkembangan teknologi.

5. Turut berperan aktif dalam program-program pemerintah untuk meningkatkan penerimaan devisa negara, penciptaan lapangan kerja, ramah lingkungan, serta kegiatan sosial melalui community development.

4.1.2.3 Kebijakan Mutu dan Lingkungan Perusahaan

PT Katingan Timber Celebes adalah Industri perkayuan yang memproduksi Plywood, s4s, Doorframe, Moulding, Decting yang menerapkan Sistem mutu yang terintegrasi dengan system manajemen lingkungan dan COC FSC. Motto yang di usung oleh PT KTC adalah ”MUTU DAN LINGKUNGAN ADALAH PRIORITAS KAMI”.

PT Katingan Timber Celebes menetapkan kebijakan yang berkomitmen untuk :

1. Membangun SDM yang beriman, terampil, profesional, dan proaktif meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas produk dan lingkungan secara konsisten.

2. Berupaya mematuhi peraturan lingkungan dan persyaratan lainnya.

3. Melakukan pencegahan pencemaran lingkungan dari aktivitas industri dan kegiatan pendukungnya.

4. Menjamin kepuasan pelanggan.

5. Meningkatkan efisiensi penggunaan SDM dan energi.

6. Dengan prinsip berpikir positif dan terbuka, secara berkesinambungan melakukan perbaikan kinerja perusahaan yang ramah lingkungan dan berorientasi kepada budaya kerja yang aman, damai dan sejahtera.

7. Menggunakan kayu legal dan kayu dari hutan yang bersertifikat Sustainable FCS.

4.1.3 Struktur Organisasi

Gambar 4.1

STUKTUR ORGANISASI PT KATINGAN TIMBER CELEBES MAKASSAR

KEPALA DEPARTEMENT TANDI BASO

Management Representative DJOKO DWI NUGROHO

Biro Umum & Personalia Jayadi M Taha

Bagian Admin &

Umum Marianus Kainama

Biro Accounting Sumini Triaswati Biro Logistik

Vacant Biro Produksi

Deddy Sapriadi

Bagian Lingkungan Kesehatan & Safety

Jayadi M, Taha Bagian Personalia

Djoko Dwi Nugroho Bagian Secondary

Process Deddy Sapriadi Bagian Primary Process

Frederik Patiara

Bagian Engineering &

Utillity Suradi Bagian Pembelian

Fergian Rionaldi Bagian Quality Assurance

Priyono Bagian PPIC Mariani Jafar

Bagian Gudang Material Rustani Sadakati

Bagian Gudang Barang Jadi Saharuddin Rahim Bagian Log Supply

Natsir Aziz

Bagian KEU &

ACC Robert Bruce

Sumber: PT Katingan Timber Celebes Makassar

4.1.4 Deskripsi Jabatan dan Wewenang Masing- Masing Bagian Dalam Perusahaan

Deskripsi jabatan merupakan uraian tugas dan tanggungjawab dari masing-masing unit organisasi yang ada diperusahaan. Adapun deskripsi jabatan dari struktur organisasi PT Katingan Timber Celebes Makassar adalah sebagai berikut:

1. Kepala Departement

Tugas, tanggungjawab dan wewenang kepala department ini sebagai berikut:

a. Mengkoordinir tugas-tugas biro personalia, biro produksi, biro umum, biro accounting, non biro, representative dan internal audit.

b. Melaporkan setiap kegiatan yang berkaitan dengan proses produksi maupun administrasi di Makassar.

c. Menetapkan kebijakan perusahaan dan mengambil keputusan yang bersifat internal Makassar,

d. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SMI dan 5S.

2. Management Representative

Tugas, tanggungjawab dan wewenang management representative ini sebagai berikut:

a. Memimpin kegiatan opersional bagian personalia.

b. Mengukur izin-izin atau laporan pengunaan tenaga kerja.

c. Mengontol urusan administrasi kepengawaian/outsourcing.

d. Membuat laporan/berita acara pemeriksaan kasus.

e. Memutuskan status kecelakaan kerja dan jenis sanksi atas pelanggaran.

f. Memberikan penilaian kinerja dan mengusulkan penambahan personil, promosi dan mutasi bagi bawahan.

g. Menandatangani surat-surat atas nama bagian personalia.

h. Menjamin pelaksanaan SMM,dan SML.

3. Biro Umum dan Personalia

Tugas, tanggungjawab dan wewenang biro umum dan personalia ini sebagai berikut:

a. Memimpin kegiatan operasional bagian umum dan GA.

b. Melakukan pengawasan terhadap sistem keamanan dan protokeler bagi direksi dan tamu perusahaan.

c. Melakukan pengawasan kendaraan perusahaan termasuk kantin, mess dan barak.

d. Menjamin kelancaran urusan akomodasi, tiket dan lain-lain.

e. Bertanggung jawab dalam penyediaan ATK dan perlengkapan kantor kantin mess.

f. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SML dan 5S.

4. Biro Produksi

Tugas, tanggungjawab dan wewenang biro produksi ini sebagai berikut:

a. Bertanggungjawab dalam hal produksi, baik mengenai kualitas maupun kuantitas.

b. Memutuskan untuk melanjutkan atau berhenti berproduksi untuk sementara pada keadaan yang mendesak.

c. Mengontrol persediaan bahan baku.

d. Mengawasi hal-hal yang berhubungan dengan proses produksi.

e. Melaksanakan hasil keputusan dewan direksi menyangkut pengembangan produksi.

f. Menjamin memonitor pelaksanaan SMM, SML dan 5S.

5. Biro Logistik

Tugas, tanggungjawab dan wewenang biro logistik ini sebagai berikut:

a. Pengendalian dan pelaksanaan sistem penyediaan bahan baku dan perizinan.

b. Pengendalian dan pelaksanaan sistem gudang barang jadi.

c. Pengendalian dan pelaksanaan sistem gudang material.

d. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SML, COC dan 5S.

6. Biro Accounting

Tugas, tanggungjawab dan wewenang biro accounting ini sebagai berikut:

a. Memimpin kegiatan operasional bagian keuangan dan accounting.

b. Membuat rencana anggaran dan laporan tahunan.

c. Mengontrol bukti transaksi penerimaan pengeluaran serta cash flow.

d. Menetapkan waktu pembayaran.

e. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM. SML dan 5S.

7. Bagian Keuangan

Tugas, tanggungjawab dan wewenang bagian keuangan ini sebagai berikut:

a. Memimpin kegiatan operasional bagian keuangan dan accounting.

b. Membuat rencana anggaran dan laporan tahunan.

c. Mengontrol bukti transaksi penerimaan dan pengeluaran serta cash flow.

d. Menetapkan waktu pembayaran.

e. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SML dan 5S.

8. Bagian Log Supply

Tugas, tanggungjawab dan wewenang bagian log supply ini sebagai berikut:

a. Memimpin kegiatan operasional bagian log supply.

b. Membuat rencana pemenuhan kebutuhan kayu bulat.

c. Mengawasi kegiatan survei, log grading, bongkar/muat kayu.

d. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SML dan 5S.

9. Bagian Gudang Barang Jadi

Tugas, tanggungjawab dan wewenang bagian gudang barang jadi ini sebagai berikut:

a. Memimpin kegiatan operasional bagian gudang barang jadi.

b. Melakukan koordinasi dengan bagian marketing Jakarta.

c. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SML, COC dan 5S.

10. Bagian Gudang Material

Tugas, tanggungjawab dan wewenang bagian gudang material ini sebagai berikut:

a. Bertanggung jawab dalam pelaksanaan proses penerimaan pesanan barang, penerimaan barang , penyimpanan (stock) dan pengeluaran barang.

b. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SML dan 5S.

11. Bagian PPIC

Tugas, tanggungjawab dan wewenang bagian PPIC ini sebagai berikut:

a. Bertanggung jawab terhadap kegiatan perencanaan produk, proses produk inventory dan kegiatan pengendalian.

b. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SML, COC, dan 5S.

12. Bagian Quality Assurance

Tugas, tanggungjawab dan wewenang bagian quality assurance ini sebagai berikut:

a. Memantau mutu produk dan penetapan tindakan pencegahan terhadap potensi ketidaksesuaian yang menyangkut mutu dan keluhan atau klaim pelanggan.

b. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SML, COC dan 5S.

13. Bagian Pembelian

Tugas, tanggungjawab dan wewenang bagian pembelian ini sebagai berikut:

a. Memimpin kegiatan operasional bagian purchasing.

b. Membuat sistem perencanaan pembelian dan persediaan barang.

c. Melakukan koordinasi dengan bagian purchasing Jakarta.

d. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SML dan 5S.

14. Bagian Primary

Tugas, tanggungjawab dan wewenang bagian primary ini sebagai berikut:

a. Bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan produksi dari green veneer plywood making.

b. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SML dan 5S.

15. Bagian Secondary

Tugas, tanggungjawab dan wewenang bagian secondary ini sebagai berikut:

a. Memimpin dan mengatur kegiatan operasional pada saw mill, lumber care dan polyester.

b. Bertanggung jawab terhadap pengambilan log di log yard sampai sawn timber di masukkan ke unit kiln day.

16. Bagian Administrasi dan Umum

Tugas, tanggungjawab dan wewenang bagian administrasi dan umum ini sebagai berikut:

a. Memimpin kegiatan operasional umum dan GA.

b. Melakukan pengawasan terhadap keamanan dan protokeler bagi direksi dan perusahaan.

c. Melakukan pengawasan kendaraan perusahaan, termasuk kantin, mess barak.

d. Menjamin kelancaran urusan tiket dan lain sebagainya.

e. Bertanggung jawab dalam penyediaan ATK dan perlengkapan kantor, dan kantin.

f. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SML, dan 5S.

17. Bagian Personalia

Tugas, tanggungjawab dan wewenang bagian personalia ini sebagai berikut:

a. Memimpin kegiatan operasional bagian personalia.

b. Mengurus izin-izin/ laporan penggunaan tenaga kerja . c. Mengontrol urusan administrasi kepegawaian/outsourcing.

d. Membuat laporan/berita acara pemeriksaan kasus.

e. Memutuskan status kecelakaan kerja dan jenis sanksi atas pelanggaran.

f. Memberikan penilaian kinerja dan mengusulkan penambahan personil, promosi dan mutasi bawahan.

g. Menandatangani surat-surat atas nama bagian personalia.

h. Menjamin pelaksanaan SMM, dan SML, COC dan 5S.

18. Bagian Lingkungan

Tugas, tanggungjawab dan wewenang bagian lingkungan ini sebagai berikut:

a. Memimpin kegiatan operasional bagian lingkungan, kesehatan dan safety meliputi pengurusan izin-izin/dokumen perusahaan, pemeliharaan lingkungan/ amdal, analisis kecelakaan kerja.

b. Mengerjakan tugas administrasi lingkungan dan keselamatan kerja.

c. Menjamin dan memonitor pelaksanaan SMM, SML dan 5S.

4.1.5 Proses Produksi Kayu Lapis

Produksi merupakan suatu proses kegiatan untuk mengubah bahan-bahan baku menjadi setengah jadi yang dapat dimanfaatkan. Barang jadi ini lalu didistribusikan kepada konsumen sesuai dengan kebutuhannya melalui distributor yang ada.

Proses pembuatan kayu lapis yang dilakukan oleh PT Katingan Timber Celebes Makassar dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya :

1. Green Veneer (Veneer basah)

Green Venner yang dilakukan oleh seksi rotary ialah : a. Log cutting

Log cutting adalah sub bagian dari rotary yang dilengkapi dengan mesin chain saw, yang berfungsi untuk memotong log sesuai dengan rencana produksi, ukuran pemotongan log di sesuaikan dengan standar potongan log. Sebelum memasang tali sleng, periksa nomor log dan kodenya, catat pada laporan. Kemudian lakukan pengukuran panjang log secara keseluruhan.dan lakukan pengukuran dan pemotongan sesuai dengan rencana kerja yang dibutuhkan rotary. Semua hasil pengukuran dan pemotongan di tulis dalam formulir laporan chain saw.

b. De Barker

De Barker adalah mesin yang berfungsi membersihkan kulit luar log yang sudah dipotong dari chain saw. Barker juga dapat membersihkan log dari kotoran, lumpur, pasir, batu, tiram dsb.

c. Log Cleaning (Permbersih Log)

Log cleaning adalah mesin yang berfungsi membersihkan kulit luar log yang sudah dibarker, dengan cara log diputar di log cleaner dan dibersihkan secara manual oleh personil log cleaner dengan menggunakan kapak ataupun penggaruk.

d. Log Centre (Titik tengah Log)

Log centre adalah mesin yang berfungsi untuk menentukan titik pusat/

titik tengah log, dengan tujuan untuk memaksimalkan reeling (memaksimalkan penggunaan log).

e. Log Charger

Log charger adalah mesin yang berfungsi menghantar log menuju ke rotary (Spindel Rotary), setelah ditentukan titik tengah log di log centre.

f. Rotary Lathe

Rotary lathe adalah mesin yang berfungsi mengupas log menjadi venner (Face,Short core,Long Core dan Back), dengan ketebalan dan ukuran yang diinginkan.

g. Arsiun

Arisun adalah unit yang berfungsi menyusun short core sesuai dengan ukuran panjang dan ketebalannya. (Arsiun terdiri dari mesin dan manual yang disusun oleh manusia).

h. Grinder

Grinder adalah tempat mengasah pisau yang telah digunakan oleh mesin rotary. Pengesahan pisau pada mesin ini juga berdasar pada jenis kayu yang akan dikupas di rotary, apakah sinker (keras), semi sinker (agak keras) atau lunak, yang akan menentukan sudut asah pisaunya agar hasil kupasan tetap halus

2. Dry Veneer

Dry veneer adalah bagian venner processing (pemrosesan veneer) mulai dari pengeringan, penyambungan, perbaikan, penyusunan, sebagai bahan yang siap diproses pada proses assembly. Dry veneer dilakukan oleh seksi dryer adapun bagian-bagiannya ialah :

a. Dryer roll and net

Dryer roll and net adalah unit yang berfungsi mengeringkan venner face, back, short core, long core dengan standar kadar air (moisture content “MC”) antara 8~12± 2%.

b. Composer dan Core Repair

Composer dan Core Repair adalah mesin yang fungsinya untuk menjoin/ menyambung venner short core, veneer back dan long core sesuai ukuran yang direncanakan produksi. Sedangkan core repair adalah unit yang berfungsi untuk memperbaiki short core agar sesuai

dengan standar (merepair corevoid, core lapuk, overlap, lubang karena mata kayu, lubang paku, melakukan penambahan core yang kurang panjangnya dari ukuran standar, memperbaiki hasil joinan composer agar sesuai dengan standar daln lainnya).

c. Setting Face/Back dan Repair

Setting face/back dan repair adalah unit yang befungsi menyusun, menyeleksi, merepair veneer back, long core yang akan digunakan pada proses assembling di glue spreader.

3. Plywood Making

Unit-unit yang ada pada bagian playwood making adalah sebagai berikut : a. Glue Mixer

Glue mixer adalah mesin tempat pengadukan/percampuran glue, antara resin dan bahan-bahan pembantu. Dari glue mixer ditransfer ke glue spreader, dengan menggunkana standar formula yang ditetapkan.

b. Glue Spreader

Glue spreader adalah mesin yang berfungsi melaburkan glue pada permukaan veneer untuk merekatkan antara face, back, short core dan long core dengan serat yang berlawanan, serta menggunakan standar ketebalan glue yang ditentukan.

c. Overlap

Overlap adalah unit yang merepair core-lap/core tumpang tindih yang terjadi pada saat pelaburan lem di glue spreader untuk palywood yang dikerjakan dengan menggunakan system dua kali proses.

Dalam dokumen Elvanny Novry Ersitha - Universitas Bosowa (Halaman 55-59)

Dokumen terkait