BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian diatas, peneliti memberi saran sebagai berikut : Sebaiknya perusahaan lebih meningkatkan fungsi persediannya agar tidak lagi terdapat kekosongan barang pada saat dibutuhkan, sehingga perusahaan akan
terus mendapatkan kepercayaan penuh dari pelanggan dan dapat terus meningkatkan produksinya dan dengan adanya unsur-unsur kelncaran proses produksi, perusahaan dapat meningkatkan sistem informasi akuntansi persediaan bahan baku dalam kelancaran proses produksi dan dapat mengefisiensikan biaya persediaan.
DAFTAR PUSTAKA
Anastasia Diana dan Lilis Setiawati, 2011. Sistem Informasi Akuntansi, Penerbit Andi. Yogyakarta.
Bodnar, Georege H, dan William S. Hoopwood, 2006. Sistem Informasi Akuntansi, edisi Kesembilan. Penerbit : Andi. Yogyakarta.
Hary Fuad Ath, 2011. Perencanaan Persediaan Bahan Baku Kayu Gelondongan dengan Metode Silver Meal, Penerbit : Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri, Universitas Hasanuddin Makassar.
Jusuf Al, Haryono, 2001. Dasar-Dasar Akuntansi, edisi Keenam, Cetakan Pertama, Penerbit : STIE-YPPN. Yogyakarta.
Krismiaji, 2015. Sistem Informasi Akuntansi, edisi Keempat. Yogayakarta : UPP STIM YKPN.
Moekijat. 1999. Sistem Informasi Manajemen (SIM). Erlangga, Bandung.
Mustafa, Ahmad Jaawahirul Mustofa, 2015. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Bahan Baku Dalam Kelencaran Proses Produksi, Penerbit : Fakultas Ekonomi, Universitas Bhayangkara Surabaya.
Mulyadi, 2001. Sistem Akuntansi, edisi Ketiga, Cetakan Ketiga, Penerbit : Salemba Empat, Jakarta.
Nugraha, Miktam Satria, 2018. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Bahan Baku, Penerbit : Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.
Narko, 2002. Sistem Akuntansi Dilengkapi Soal Jawab, Penerbit : Yayasan Pustaka Nusantara, Jakarta.
Nurhayati. 2018. Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Bahan Baku Secara Online, Penerbit : Fkultas Ekonomi Universitas Dharmawangsa Medan.
Purwono, Edi. 2009. EDP Audit, Edisi Pertama Yogyakarta : Penerbit Andi Qutsiyah Inayatul, Moh Halim dan Rendy Mirwan, 2019. Evaluasi Sistem
Informasi Akuntansi Persediaan. Penerbit : Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Jember.
Supriyono dan Mulyadi, 2001. Akuntansi Manajemen 2 (Struktur Pengendalian Manajemen). BPFE, Yogyakarta.
Soemarso SR, 2004. Akuntansi Suatu Pengantar Jilid 1, Salemba Empat, Jakarta.
Sofyan Syafri Harahap, 2011. Teori Akuntansi, Penerbit : AMP, YKPN, Yogyakarta.
Syahrial, Dermawan dan Djahotman Purba, 2012. Akuntansi Manajemen, edisi Pertama. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Syakur,AS 2015, Intermediate Accounting, AV Publisher, Jakarta.
Wahyono, Teguh, 2004, Sistem Informasi Akuntansi, edisi Pertama, Cetakan Pertama, Penerbit : Andi, Yogyakarta.
Wibowo dan Abubakar Arif, 2002. Pengantar Akuntansi 1 : Ikhtisar Teori dan Soal-Soal. Gramedia Widiasarana, Jakarta.
Wing Wahyu Winamo, Sistem Informasi Akuntansi, edisi Pertama, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta1994.
Wijayanto. 2012. Pengantar Manjemen, Jakarta: PT Garmedia Pustaka Utama.
L A M P I R A N
Lampiran 1
Surat Pengajuan Penelitian
Lampiran 2
Surat Penerimaan Penelitia
Lampiran 3
Hasil Wawancara Tahap 1
Teknik Pengumpulan Data
: Wawancara
Hari, Tanggal : Senin, 17 Februari 2020
Waktu : 08.30 WIB
Kegiatan : Mencari informasi mengenai profil PT Katingan Timber Celebes Makassar
Lokasi : Jalan Prof. Ir Sutami PT KTC Makassar Peneliti : Elvanny Novry Ersitha
Informan : Ibu Hikma
Deskripsi Wawancara
Peneliti : Bagaimana sejarah singkat berdirinya PT Katingan Timber Celebes Makassar?
Informan : Begini dek, sedikit penjelasan pada awal sejarah berdirinya PT Katingan Timber Celebes dahulu dikenal dengan nama PT Katingan Timber Company didirikan dalam rangka PMA yang permodalannya merupakan Joint Venture antara PT Sarvha Ana dengan Mitsui Overseas Foresty Development berdasarkan akta Notaris Kartini Mulyadi, SH pada tanggak 4 September 1973. Perusahaan ini bergerak dibidang produksi yang menghasilkan kayu lapis (Tripleks) banyak macam jenis-jenis kayu yang di produksi disini mulai dari jenis kayu meranti, indah
dan juga campuran.
Peneliti : Apa Visi, Misi dan Kebijakan PT Katingan Timber Celebes ?
Informan : Untuk tujuan perusahaan ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan yang memperhatikan kualitas produk, harga dan ketepatan waktu pengiriman barang, Dan kebijakan perusahaan membanguan SDM yang beriman, terampil, professional dan proaktif meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas produk dan lingkungan secara konsisten.
Peneliti : Bagaiamana strukutur organisasi pada PT Katingan Timber Celebes?
Informan : Pada stuktur organisasi yang ada pada perusahaan sudah dibagi atas bagiannyanya masing-masing dan mempunyai tugas dan wewenang masing-masing.
Presiden komisaris selaku pemilik perusahaan ialah Bapak Tan Kengliam, Komisaris bapak Hendri Sakti, Presiden direktur bapak Eddy Lukas, direktur bapak Victor dan direktur operasional bapak Tandi baso.
Dan sebagiannya nanti saya kasih dalam brntuk file yha dek.
Peneliti : Produk apa saja yang diproduksi oleh perusahaan kak dan dijual kemana saja bu ?
Informan : Perusahaan ini memperoduksi kayu lapis (Tripleks) dek. Hasil produksi dijual di luar daerah maupun di luar negeri.
Peneliti : Bahan baku apa saja yang digunakan untuk produksi bu?
Informan : Untuk bahan bakunya sendiri dek memakai kayu
gelondongan yang di ambil di Maluku adapun bahan pembantu lainnya untuk proses produksi kayu lapis.
Tahap 2
Teknik Pengumpulan Data
: Wawancara
Hari, Tanggal : Rabu, 19 Februari 2020
Waktu : 08.30 WIB
Kegiatan : Mencari informasi mengenai sistem informasi akuntansi persediaan bahan baku PT Katingan Timber Celebes Makassar
Lokasi : Jalan Prof. Ir Sutami PT KTC Makassar Peneliti : Elvanny Novry Ersitha
Informan : Kak Ambra
Deskripsi Wawancara
Peneliti : Kak bagaiamana proses produksi pembuatan kayu lapis (Tripleks) ?
Informan : Begini dek untuk proses produksinya kakak tidak bisa jelaskan secara rinci nanti adik sendiri yang masuk melihat proses produksi yang akan di bantu jelaskan oleh teman saya yah.
Peneliti : Oh, gitu ya kak, oh yah kak bisa diberitahukan mungkin sedikit tentang data permintaan log supply 3 tahun terakhir ?
Informan : Oh iya bisa, kakak kasih lihat dulu data nya yah 3 tahun terakhir permintaan dan biaya pemesanan dan
pembelian bahan bakunya.
Peneliti : Oh iya makasih banyak kak atas waktunya.
Tahap 3
Teknik Pengumpulan Data
: Wawancara
Hari, Tanggal : Kamis, 20 Februari 2020
Waktu : 08.30 WIB
Kegiatan : Mencari informasi mengenai sistem informasi akuntansi persediaan bahan baku PT Katingan Timber Celebes Makassar
Lokasi : Jalan Prof. Ir Sutami PT KTC Makassar Peneliti : Elvanny Novry Ersitha
Informan : Kak Wana
Deskripsi Wawancara
Peneliti : Bagaimana sistem pencatatan persediaan bahan baku pada PT Katingan Timber Celebes?
Informan : Untuk sistem pencatatan persediaan bahan baku perusahaan sendiri menggunakan perpetual inventory method yang dimana pencatatan dilakuakan setiap waktu secara terus menerus berdasarkan transaksi pemasukan dan pengeluaran persediaan barang serta retur atas pembelian barang yang dilakukan oleh perusahaan, metode ini dipakai karena setiap akhir bulan perusahaan melakukan perhitungan fisik yang akan disesuaikan antara pembukuan yang dilakukan.
Peneliti : Oh gitu ya kak, untuk penentuan harga atau biaya pokok persediaannya gimana kak?
Informan : Jadi gini perusahaan menentukan harga pokok persediaan menggunakan metode FIFO yang dimana metode ini mencatat persediaan barang masuk pertama yang akan keluar pertama, dan bagian gudang yang bertanggungjawab atas barang-barng yang ada digudang dan mencatat setiap kali pemakaian dek.
Peneliti : Hmm, dan untuk pengolahan datanya seperti apa kak?
Informan : Untuk pengolahan data seperti menginput data, memproses data dan mengoutput data dek. Jadi, pada bagian penginputan data untuk mencatat dan memasukkan informasi transaksi keuangan pada sistem akuntansi yang telah ditentukan oleh perusahaan yang terhubung secara online data yang dimasukkan berupa invoice, kemudian akan diproses oleh bagian akuntansi untuk diklasifikasikan berdasarkan jenis persediaan dan akan diberikan kode nomor jenis akun, kode asal nama bahan dsb dan terakhir akan data ayang telah diproses oleh computer secara online akan mengahsilkan informasi berupa laporan persediaan, laporan posisi stock yang memuat posisi persediaan selama satu bulan terakhir.
Peneliti : Oh seperti itu yah kak, untuk proses penyimpanan bahan bakunya dimana kak dan bagaiamana fungsi yang terkait dengan persediaan bahan bakunya kak?
Informan : Untuk penyimpanan bahan bakunya dek di simpan pada gudang yang dipimpin oleh supervisior gudang.
Dimana gudang yang ditunjukkakn untuk menerima, menyimpan dan menegeluarkan persediaan bahan
baku. Untuk fungsinya sendiri terbagi atas fungsi pembelian yang dimana bertanggungjawab atas pembelian bahan baku mulai dari pemasok, perbandingan harga hingga mengorder barang, selanjutnya ada fungsi penerimaan dimana bertanggungjawab untuk menerima barang yang telah disorder oleh bagian pemebelian dan melakukan pemeriksaan atas jenis, mutu dan kuantitas barang, selanjutnya ada fungsi akuntansi yang bertanggungjawab atas pencatatan persediaan untuk mencatat harga pokok persediaan barang yang dibeli kedalam kartu persediaan , selanjutnya fungsi penjualan bertanggungjawab untuk melakukan order penjualan secara langsung yang menerima order dari pelanggan dan mengirimnya ke fungsi akuntansi untuk memberikan konstribusi dalam melayani order dari pelanggan, selanjutnya fungsi gudang yang bertanggungjawab atas penerimaan, pengeluaran dan pengaturan barang dalam gudang, dan terakhir ada fungsi pengiriman yang dimana bertanggungjawab untuk mengirim barang yang dipesan oleh pelanggan untuk tujuan diekspor maupun lokal.
Peneliti : Oh begitu ya kak. Terima kasih banyak kak
Tahap 4
Teknik Pengumpulan Data
: Wawancara
Hari, Tanggal : Senin, 24 Februari 2020
Waktu : 08.30 WIB
Kegiatan : Mencari informasi mengenai sistem informasi akuntansi persediaan bahan baku PT Katingan Timber Celebes Makassar
Lokasi : Jalan Prof. Ir Sutami PT KTC Makassar Peneliti : Elvanny Novry Ersitha
Informan : Pak Zaharuddin
Deskripsi Wawancara
Peneliti : Pak mau tanya, formulir, catatan dan dokumen apa yang digunakan terkait persediaan bahan baku pak?
Informan : Oh yah begini dek, saya jelaskan satu per satu yah, untuk ; 1. formulir nya sendiri yang digunakan itu purchase requisition : pada formulir ini dibuat oleh bagian produksi untuk dikirimkan kebagian pengadaan dalam mengajukan pesanan atas barang, maka dibuatkan laporan posisi stock, konsumsi bulan berjalan dan rencana perolehan kayu, selanjutnya daftar penawar yang dibuat membuat daftar calon rekanan/pemasok, dan permintaan penawar dibuat oleh pengadaan untuk item yang sangat mahal atau yang penawarannya diperlukan untuk kebijakan perusahaan. Dan terakhir purchase order yang dibuat oleh bagian pengadaan yang telah mendapat otoritas dari kepala bagian pengadaan sebagai konfirmasi kepada rekanan/pemasok atas pembelian suatu produk.
Sedangkan untuk 2. Catatannya sendiri terkait persediaan bahan baku ialah : kartu persediaan, yang digunakan untuk mencatat penerimaan dan
pengeluaran persediaan bahan dari gudang.
Selanjutnya, catatan jurnal yang digunakan mulai dari pencatatn dokumen dasar yaitu formulir, yang kemudian pada buku jurnal dan program computer.
Selanjutnya, buku besar yang digunakan untuk memasukkan dan meringkkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya kedalam jurnal. Selanjutnya, terakhir ada kartu stock gudang yang dubuat oleh bagian gudang untuk mencatat jumlah bahan baku yang diterima dan yang dikeluarkan dari gudang untuk diproses produksi.
Dan untuk 3. Dokumen yang digunakan terkait persediaan bahan baku terdiri dari : surat order permintaan bahan baku, digunakan oleh bagian produksi untuk meminta bahan baku. Selanjutnya, ada surat pemesanan barang, pada bagian ini kepala bagian pemesanan yang memesan barang yang diinginkan sesuai standar yang berlaku diperusahaan.
Selanjutnya, ada surat order penjualan yang dilakukan oleh bagian penjualan yang harus mendapatkan persetujuan dari calon pelanggan kemudian diserahkan kebagian akuntansi. Selanjutnya, terakhir ada surat pengiriman barang yang dilakukan oleh bagian gudang sebagai bukti pengeluaran barang, dengan adanya pengiriman barang perusahaan memastikan adanya kode data uang dicantumkan yang berhubungan dengan invoice dengan dokumen pengiriman.
Peneliti : Hmm, seperti itu ya pak. Bagaiaman prosedur yang terkait dalam kegiatan opersionalnya pak?
Informan : Hm, untuk prosedurnya sendiri terkait ada : 1.
Prosedur pembelian dan penerimaan bahan baku 2. Prosedur penjualan dan pengiriman bahan baku 3. Prosedur pengeluaran bahan baku dan terakhir 4. Prosedur perhitungan fisik
Untuk prosedurnya terkait persediaannya mungkin kakak tidak bisa jelaskan secara rinci cuman bisa kasih dokumen terkait pembelian dan penjualannya impor maupun lokal, karena untuk penbeliannya sendiri menggunakan sistem kontrak dan untuk pejualannya sendiri harus sesuai dengan aturan kebijakan perusahaan dek.
Peneliti : Oh baik pak, terkait laporannya pak, laporan apa yang digunakan terkait persediaan pak?
Informan : Jadi untuk laporannya sendiri dek, terdiri atas laporan persediaan yang dibuat oleh bagian persediaan yang memuat tentang laporan posisi stock persediaan selama satu bulan terakhir. Selanjutnya, laporan penerimaan barang melalui gudang untuk menunjukkan bahwa barang yang diterima dari pemasok telah memenuhi jenis, spesifikasi mutu dan kualitas seperti yang tercantum dalam surat order pembelian dan bagian gudang akan mencocokkan dengan nota permintaan barang yang diperoleh dari pemasok barang. Selanjutnya terakhir laporan pengeluaran barang yang dilakukan oleh bagian gudang untuk melaporkan pengeluaran barang dari gudang berdasarkan formulir keluar gudang yang ada.
Peneliti : Oh gitu yah pak, makasih sebelumnya pak dan makasih atas waktunya.
Tahap 5
Teknik Pengumpulan Data
: Wawancara
Hari, Tanggal : Rabu, 26 Februari 2020
Waktu : 08.30 WIB
Kegiatan : Mencari informasi mengenai sistem informasi akuntansi persediaan bahan baku PT Katingan Timber Celebes Makassar
Lokasi : Jalan Prof. Ir Sutami PT KTC Makassar Peneliti : Elvanny Novry Ersitha
Informan : Kak Marlin
Deskripsi Wawancara
Peneliti : Kak mau tanya, Bagaimana prosedur pengadaan bahan baku pada PT Katingan Timber Celebes kak?
Informan : Oh iya, prosedur pengadaan baku yang dilakukan oleh perusahaan yaitu : 1. Nota Permintaan barang (NPB) pada bagian ini bagian produksi yang memesan barang yang diketahui oleh kepala bagian primary process kemudian disetujui oleh general manager kemudian diketahui oleh bagian gudang dan bagian pembelian. 2. Purchase Requistion, dibuat oleh bagian pembelian kemudian diperiksa oleh kepala bagian pembelian dan disetujui oleh general manager. 3.
Purchase order, dibuat oleh bagian produksi kemudian disetujui oleh general manager . ini dibuat berdasarkan PR dimulai dengan adanya penawaran beberapa pelanggan untuk perbandingan harga.
Peneliti : Oh, begitu yah kak maksih banyak kak.
Tahap 6
Teknik Pengumpulan Data
: Wawancara
Hari, Tanggal : Kamis, 27 Februari 2020
Waktu : 08.30 WIB
Kegiatan : Mencari informasi mengenai sistem informasi akuntansi persediaan bahan baku PT Katingan Timber Celebes Makassar
Lokasi : Jalan Prof. Ir Sutami PT KTC Makassar Peneliti : Elvanny Novry Ersitha
Informan : Ibu Rini
Deskripsi Wawancara
Peneliti : Bagaimana unsur-unsur kelancaran proses produksi yang dilakukan PT Katingan Timber Celebes?
Informan : Gini dek, untuk unsur-unsurnya terkait kelancarana proses produksinya, kita melakukan penetapan target produksi dimana perusahaan menetapkan kualitas dan jenis kayu yang akan di produksi, kemudian melakukan penjadwalan yang dilakukan untk bahan,suku cadang, mesin dll, yang membantu perusahaan untuk memanfaatkan secara optimal waktu, perusahaan melihat bahwa setiap bagian dari pekerjaan dimulai dan selesai pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya, kemudian membuat routing
yang digunakan dengan melihat kuantitas dan kualitas kayu bulat, SDM serta melihat mesin, bahan, jenis dan jumlah yang akan digunakan dalam memperoduksi kayu lapis, kemudian Dispacting bagian ini pengirim perintah yang meliputi perihal bahan, alat, perlengkapan yang diperlukan untuk proses produksi dengan melihat instruksi, gambar, jenis kayu, volume dan sebagainya dalam memulai pekerjaan, Selanjutnya Follow Up kegiatan terakhir perencanaan produksi yang dilakukan perusahaan dengan melihat cacat, penundaan, keterbatasn, kemacetan, lubang dan kerusakan pada proses produksi.
Lampiran 4
Dokumentasi Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4
Foto 5
Foto 6
Foto 7
Foto 8
Foto 9