BAB I PENDAHULUAN
H. Metode Penelitian
1. Pendekatan penelitian
30 Dr. Nurdinah Hanifah, ”Sosiologi Pendidikan”, (Sumedang: UPI Sumedang Press, 2016), hlm, 6
Pendekatan dan jenis penelitian dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Creswell, menyatakan penelitian kualitatif sebagai suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terperinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami.
31
Penelitian kualitatif merupakan suatu strategi inquiry yang menekankan pencarian makna, pengertian, konsep, karakteristik, gejala, simbol mauoun deskripsi tentang suatu fenomena, fokus dan multimetode, bersifat alami dan holistik, mengutamakan kualitas, menggunakan beberapa cara, serta disajikan secara naratif. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menemukan jawaban terhadap suatu fenomena atau pernyataan melalui aplikasi prosedur ilmiah secara sistematif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.32
Secara garis besar pengertian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami fenmena yang dialami oleh subyek penelitian.
Misalnya perilaku, persepsi,motivasu, tindakan, dan sebagainya, secara holistik dengan cara deskriptif dalan suatu konteks khusunya yang dialami tanpa ada campur tangan manusia dan dengan memanfaatkan secara optimal sebagai metode ilmiah yang lazim digunakan.33
Dari penjelasan mengenai pendekatan penelitian diatas, maka dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Alasan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif adalah karena fenomena mengenai authentic assesment adalah sebuah fenomena yag ilmiah yang tidak dapat diukur dengan pendekatan kuantitatif yang mengaruskan
31 Juliansyah Noor, “Metodelogi Penelitian”, (Jakarta: Kencana, 2016), hlm. 34
32 A. Muri Yusuf, “Metode Penelitian: Kuantitaif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan”, (Jakarta: Prenademedia Group, 2016), hlm. 300.
33 Djunaidi Ghony & Fauzan Almanshur, “Metode Penelitian..., hlm. 29
datanya berbetuk angka. Karena analisis hasil penilaain autentik ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan triangulasi metode dan sumber, analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verivikasi data.
2. Kehadiran penelitian
Kehadiran peneliti dalam penelitian ini sangat penting karena selain berperan sebagai instrumen utama, peneliti sekaligus sebagai pengumpul semua data sehingga keberadaanya dilokasi dangat diperlukan. Disamping itu kehadiran peneliti dilokasi guna menggali dan mendapatkan semua data yang kredibel dan aktual. Peneliti dituntut hadir dilokasi juga untuk mengungkapkan masalah yang sedang diteliti secara langsung dan nyata dengan keadaan yang sebenar-benarnya. Dilokasi tersebut kehadiran peneliti juga sebagai orang yang secara langsung menjalin hubunga baik dengan narasumber atau orang yang peneliti butuhkan untuk memberikan informasi serta data yang diperlukan. Narasumber tersebut diatantaranya adalah : Kepala Sekolah MAN 1 Mataram, Guru Mata Pelajaran Sosiologi, dan Siswa Siswi kelas X jurusan IPS di MAN 1 Mataram.
Disamping itu peneliti juga dapat terjun langsung guna dapat memahami keadaan penelitian yang selanjutkan akan dianalisis dan akhirnya dapat ditarik sebuah kesimpulan tentang data yang diperoleh. Dalam konteks mencari ini kehadiran peneliti dilapangan diperkirakan akan dilakukan
selama waktu kurang lebih 2 bulan. dalam hal ini peneliti akan melakukan wawancara dan sebagainya, akan dilakukan secara partisipan.
3. Sumber data
Sumber data ialah situasi yang wajar atau “natural setting”. Peneliti mengumpulkan data berdasarkan bservasi situasi yang wajar, sebagaimana adanya, tanpa diperngaruhi dengan sengaja. Peneliti memasuki lapangan behubungan langsung dengan situasi dan orang diselidikinya. 34 Menurut Lofland, dalam Lexi J. Melong sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah sumber data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Sumber data utama dalam penelitian ini diperoleh melalui kata-kata dan tindakan yang dikumpulkan peneliti dengan melakukan wawancara terhadap informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Sumber data lain diperoleh peneliti dengan melakukan observasi dan dokumentasi selama penelitian. 35 Dalam hal ini sumber data atau informan juga biasa disebut dengan orang-orang yang mampu membrikan keterangan tentang berbagai data yang kita butuhkan serta yang berhubungan dengan penelitian yang sedang diteliti.
4. Lokasi penelitian
34 Umar Sidiq & Moh. Miftachul Choiri, “Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan”, (Ponorogo: CV. Nata Karya, 2019), hlm.12
35 Ishomuddin, “Pengembangan Sosial Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asen”, (Jawa Timur, Duta Media Publishing: 2016), hlm. 105
Penelitian ini akan dilakukan di MAN 1 Mataram dikota Mataram.
MAN 1 Mataram adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang MA di Dasan Agung, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
MAN 1 Mataram berada di bawah naungan Kementrian Agama. Lokasi tersebut dipilih karena sudah menerapkan model penilaian autentik dalam salah satu model penilaian guru terhadap peserta didik. Dan juga lokasi tersebut sudah menerapkan pembelajaran berbasis e-learning saat awal pandemi, yang semakin menambah ketertarikan peneliti untuk memilih lokasi ini sebagai tempat penelitian.
5. Prosedur pengumpulan data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa megetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar yang ditetapkan. 36 Penelitian kualitatif sifatnya induktif. Penelitian kualitatif dimulai dari deduksi teoritis. Peneliti sendiri terjun ke lapangan, mempelajari suatu proses atau penemuan yang terjadi secara alami, mencatat, menganalisi, menafsirkan, dan melaporkan serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari proses tersebut. 37
Untuk memperoleh sebuah data yang ada dilapangan, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
a. Observasi Pasif
36Ghea Monalisa, “Strategi Pembelajaran PAI Pada PIAUD”, hlm.41
37 Mardawani, “Praktis Penelitian Kualitatif”, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2020), hlml. 18
Observasi yang dilakukan peneliti pada penelitian ini adalah observasi pasif. Hal ini dikarenakan peneliti akan datang langsung ketempat narasumber yang akan diamati. Tetapi tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut, dan peneliti akan melakukan segala hal yang diminta oleh narasumber namun tidak terlibat terlalu banyak.
b.Wawancara
Wawancara adalah perlakuan yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan data secara mendalam. 38
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondenya sedikit/kecil. 39
Ada beberapa macam wawancara, seperti yang telah dikemukakan oleh Esterberg dalam Hengki Wijaya beberapa macam wawancara yaitu wawancara terstruktur (stuctured interview), wawancara semi terstruktur (semistructured interview), dan wawancara tak berstruktur (unstructured interview).40 Dalam penelitian ini, peneliti
38 Albi Anggito & Jihan Setiawan, “Metodologi Penelitian Kualitatif”, (Jawa Barat: CV Jejak, 2018), hlm, 89
39Ade Ismayani, “Metodologi Penelitian”, hlm.67
40 Hengki Wijaya, “Analisi Data Kualitatif Ilmu Pendidikan Teologi” , 2018, hlm. 38
menggunakan metode wawancara semi terstruktur (semistructured intervie).
Wawancara semi terstruktur termaksud dalam kategori m-dept interview, dimana didalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Wawancara ini sudah disiapkan pertanyaan tetapi belum ada jawabanya. Tujuan dari wawarncara ini adalah untuk menentukan permasalahan secara lebih terbuka dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan. 41 Adapun data yang diwawancarai peneliti kepada siswa terkait penerapan authentic assesment berbasis e-learnin oleh guru mata pelajaran sosiologi. Dalam hal ini teknik pengumpulan data melalui wawancara, yakni dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada responden (guru sosiologi, siswa, dan kepala sekolah) untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk mengumpulkan data tersebut, yang telah peneliti rangkum dalam pedoman wawancara
Tujuan peneliti menggunakan teknik wawancara pada judul ini, karena peneliti ingin mengetahui bagaimana penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi di kelas X
41 Muchson, “Statistik Deskriptif” , (Guepedia), hlml. 26
MAN 1 Mataram, serta apa saja kendala yang ada dalam proses pembelajaran tersebut.
c. Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya mencari data mengenai hal-hal, variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya. 42
Kata dokumentasi berasal dari bahasa latin yaitu docere, yaitu berarti mengejar. Pengertian dari kata dokumen ini menurut Louis Gottschalk sering kali digunakan para ahli dalam dua pengertian, yaitu pertama berarti sumber tertulis bagi informasi sejarah sebagai kebalikan dari pada keasksian lisan, artefak, peninggalan-peninggalan terlukis, dan petilasan-petilasan arkeologis. Kedua, diperuntukkan bagi surat-surat resmi dan surat-surat negara, seperti surat perjanjian, undang-undang, hibah, konsesi, dan lainya.
Dari berbagai pengertian diatas dapat ditarik benang merahnya bahwa dokumentasi merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar, dan karya-karya monumental, yang semuanya itu memberikan informasi bagi proses penelitian.43
42 Suharsimi Arikunto,” Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek”, (Jakarta: Pt. Bineka Cipta, 2002), hlm. 206
43Muh. Fitrah & Luthfyah, “Metodologi PenelitianKualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus”, (Kota Bima: CV Jejak, 2017), hlm. 74
Data dokumentasi yang dicari oleh peneliti adalah sejarah sekolah, letak geografis sekolah, sarana dan prasarana sekolah, data siwsa, data guru, dan rancangan penilaian autentik guru mata pelajaran sosiologi dalam proses belajar berbasis e-learning.
6. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam kualitatif adalah aktifitas yang dilakukan secara terus meneurs selama penelitian berlangsung dilakukan mulai dari pengumpulan data sampai pada tahap penulisan laporan. 44
Menurut Sugiyono, menjelaskan analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang dieproleh dari wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan d aa ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menysusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. 45
Menurut Miles & Huberman ada bebrapa tahapan yang hatus dikerjakan dalam menganalisis data kualitatif yaitu :
44 Hengki Wijaya & Umrati, Analisis Data..., hlm. 115
45Iwan Fachrozi, dkk, “Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Olahraga” , (UNM:2020), hlm. 153
Gambar 1.1
Langkah-Langkah Analisis Data Menurut Miles & Huberman.46 Berdasarkan langkah-langkah diatas yang harus dilakukan peneliti sebelum menganalisis data adalah sebagai berikut :
a. Data Collection (Pengumpulan Data)
Koleksi data merupakan tahap awal dalam proses menganalisis data dan ini dilakukan setelah melakukan penelitian. Pada tahap ini dimana peneliti akan mengumpulkan semua hasil penelitian seperti data-data yang peneliti dapat dari lapangan tanpa terkecuali, baik itu hasil observasi, hasil wawancara, maupun dokumentasi akan peneliti koleksikan semunya pada tempat yang sama. Serta pada tahap inilah peneliti akan menjaga keutuhan dan kelengkapan data yang telah dipaparkan. 47
46 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatf, Kualitatif dan R&D, (Bandung:Alfabeta, 2019), hlm.322
47 Ibid., hlm. 78
b.Reduction Data (Reduksi Data)
Reduksi data adalah kegiatan merangkum, memilih hal-halpokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting dan mencari tema serta polanya. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran lebih jelas dan memudahkan dalam melakukan pengumpulan data selanjutnya 48
Peneliti akan melakukan penyaringan data-data yang telah dikumpulkan, memilah-milah data, serta membandingkan antara informasi yang diterima dari guru sosiologi, kepala sekolah, dan siswa.
Sehingga dapat mempermudah peneliti dalam mengumpulkan data terkait penerapan authentic assesment berbasi e-learning dalam pembelajaran sosiologi di kelas X MAN 1 Mataram.
c. Data Display
Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menampilkan (display) data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles and Huberman menyatakan “The most frequent from of display data for qualitative research data ini the past has been narrative text”. Data yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam kualitatif adalah data berupa teks yang bersifat naratif. Dengan menampilkan data, hal ini
48 Ibid., hlm. 323
akan memudahkan untuk memahami apa ang terjadi. Merencanakan kerja selajutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. 49
Dalam display data peneliti akan melakukan rangkuman atau uraian singkat dan menguraikan kata-kata yang berkaitan dengan penilaian authentic assesment berbasis e-learning. setelah data direduksi maka hasil reduksi tersebut akan ditampilkan sesuai dengan urutan informasi yang telah dikumpulkan.
d.Conclusion Drawing/Verification (Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi)
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah menarik kesimpulan dan verivikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, sehingga akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat untuk mendukung tahap pengumpulan berikutnya. Apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didikung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data maka kesimpulan yang dikemukakan bersifat kredibel. 50
49 Endang Widi Winarni, “Teori dan Praktik Penelitian Kuantitatif Kualitatif PTK, R & D”, (Jakarta: Bumi Aksara, 2018), hlm. 173-174
50 Ibid., hlm. 174
7. Keabsahan Data
Untuk meyakinkan bahwa data hasil penelitian yang diperoleh dilokasi penelitian benar-benar dapat dipercaya maka penelitian ini dilakukan dengan cara :
a. Ketekunan Pengamatan
Ketekunan pengamatan yang dimaksud adlah melibatkan diri secara rinci pada hal-hal yang berbaikat dengan persoalan atau isu yang diteliti untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur yang yang snagat relavan agar benar-benar mendapatkan data yang diperlukan. 51 Dengan melakukan ketekunan peneliti akan lebih cermat dalam mengamati keabsahan data yang diperoleh serta mudah mengecek data yang keliru dan mendapatkan data yang lebih akurat dan sistematis.
b.Triangulasi
Triangulasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang ada diluar data tersebut. Untuk keperluan pengecekkan atau sebagai pembanding terhadap data-data tersebut. 52 Menurut Sugiyono, triangulasi dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu :
1) Triangulasi Sumber
51 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif..., hlm. 177
52 Ibid., hlm. 273
Triangulasi sumber yaitu untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.
2) Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik, yaitu untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama tetapi dilakukan dengan teknik yang berbeda. Misalnya data diperoleh dengan cara wawancara kemudian dengan cara observasi, dan dokumentasi.
3) Triangulasi Waktu
Triangulasi waktu juga dapat mempengaruhi kredibilitas data misalnya, data yang diperoleh pada pagi hari dengan teknik wawancara kerika narasumber masih segar akan memberikan data yang lebih valid sehingga data lebih kredibel dan apakah sama dengan wawancara narasumber ketika dilakukan pada siang hari. 53 I. Sistematika pembahasan
BAB 1 Pendahuluan yang berisikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, ruang lingkup, dan setting penelitian, telaah putaka, kerangka teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.
BAB II Paparan Data dan Temuan, pada bagian ini diungkapkan seluruh data dan temuan yang berisikan tentang penerapan authentic assesment
53 Ibid., hlm. 274
berbasi e-learning pada pembelajaran sosiologi di kelas X MAN 1 Mataram tahun 2022 dan gambaran umum MAN 1 Mataram.
BAB III Mencakup pembahasan dan hasil penelitian yang diungkapkan proses analisis terhadap temuan penelitian tentang penerapan authentic assesment berbasis e-learning pada pembelajaran sosiologi dikelas X MAN 1 Mataram tahun 2022.
BAB IV Penutup yang berisikan kesimpulan dan saran.