BAB III PEMBAHASAN
A. Penerapan Authentic Assesment Berbasis E-Learning Dalam Pelajaran
1. Penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi di kelas X MAN 1 Mataram.
Untuk pembelajaran sosiologi terdiri dari beberapa pokok bahasan yang telah di ajarkan pada pembelajaran daring sebanyak empat pokok bahasan yang digunakan oleh guru sosiologi.
Standar Penilaian Pendidikan menyatakan bahwa proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian autentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat
kompetensi, ujian nasional, ujian sekolah/madrasah merupakan penilaian pendidikan.108
Terkait dengan guru bidang studi sosiologi di MAN 1 Mataram, diajarkan oleh 2 orang guru, yaitu Ibu Ika Widyawati dan Ibu Bq.
Lolita Oktaviani. Baik kedua guru ini, dalam penilaian pembelajaran sosiologi telah menggunakan pendekatan authentic assesment yang digunakan yakni untuk kompetensi sikap beliau telah menggunakan jenis penilaian observasi, penilaian teman sebaya, dan penilaian diri.
Untuk penilaian pengetahuan beliau menggunakan jenis penilaian tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Untuk penilaian keterampilan beliau memggunakan penilaian kinerja, proyek, dan portofolio.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti melalui hasil wawancara, peneliti mengetahui dan menyimpulkan bahwa dari ke 2 guru sosiologi sama-sama sudah mengetahui dan menerapkan penilaian autentik dalam proses pembelajaran e-learning, Ibu Lolita baru saja menerapkannya, berbeda halnya dengan Ibu Ika Widya sudah lama menerapkannya dari masa pendemi. Dari beberapa data yang peneliti peroleh dari guru tersebut, ada banyak instrumen yang digunakan dalam penilaian autentik secara e-learning tersebut, seperti halnya yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, bahwa ke 2 guru tersebut berbeda beda cara untuk mengambil penilaian pada peserta didik
108 Permendikbud No. 66 Tahun 2013
tersebut dalam proses pembelajaran berlangsung, guru-guru memberikan tugas-tugas secara individu maupun kelompok kepada peserta didik dengan memberikan kesempatan untuk memgumpulkan jawaban.
Munawati, S mengatakan bahwa penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai hasil belajar yang meliputi ranah afektif (sikap), ranah kognitif (pengetahuan), dan ranah psikomotor (keterampilan) mulai dari tahap masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran. Penilaian autentik bersifat alami, apa adanya, tidak dalam suasana tekanan. 109
Dilihat dari hasil wawancara yang peneliti peroleh pada guru sosiologi kelas X, guru sosiologi memiliki beberapa cara dalam pemgambilan nilai pada peserta didiknya, yang dimana proses tersebut dilaksanakan secara e-learning.
a. Penilaian Sikap
Untuk ranah sikap, pada pokok bahasan Individu, kelompok dan hubungan sosial, penilaian dilakukan pada pertemuan ketiga dan empat, Ragam gejala sosial dalam masyarakat, penilaian yang dilakukan pada pertemuan ke enam , metode penelitian sosial, dilakukan penelian pada pertemuan ke tujuh.
109 Munawati, S. “Pelaksanaan Penliaan Aauthentic di Sekolah Dasar Negeri. 2017
Untuk penilaian ranah sikap, Ibu Ika widyawati menggunakan pembelajaran berbasis online adalah Googleclassroom dan Zoom.
Sedangkan Ibu Bq. Lolita Oktaviana menggunakan Googleclassroom.
“Penilaian sikap merupakan penilaian yang mencoba mendapat- kan informasi berkaitan dengan sikap peserta didik. Dan untuk melihat tingkat pencapaian kompetensi peserta didik dalam aspek sikap yakni menerima, menaggapi, menilai, mengelola dan menghayati (Kunandar, 2013). Aspek sikap terbagi menjadi dua yakni spiritual dan sosial. Terdapat dua penilaian dalam aspek sikap, penilaian utama (observasi) dan penilaian penunjang (penilaian diri, penilaian teman sejawat, dan jurnal)” 110
Pada penilaian sikap ini, dari hasil penelitian yang peneiliti dapatkan, ada beberapa komponen pada penilaian sikap yang guru telah lakukan, pada observasi, Ibu Ika Widyawati mengungkapkan bahwa penilaian ini dilihat dari cara peserta didik merespon atau memberikan tanggapan ketika guru telah memulai diskusi atau pelajaran, cepat atau tidaknya peserta didik mejawab ketika guru mengajukan pertanyaan jika ibu Ika Widyawati mengunakan googleclassroom, ibu memberikan tugas pada forum, lalu diberikan waktu untuk mengumpulkan tugas tersebut, jika menggunakan Zoom, beliau melihat seberapa cepat peserta didik join, serta dari tata kerapian dan sopan santun, lain halnya dengan Ibu Bq. Lolita Oktaviana, beliau menilai dari tingkat kehadiran peserta didik, lalu dilihat dari sikap peserta didik
110Kunandar, “Penilaian Authentic”, Raja Grafindo Persada, 2013
saat memperhatikan guru menjelaskan materi, serta dari peserta didik selalu memberikan tanggapan atau tidaknya.
Terkait dengan penilaian diri, jika dilihat dari data yang peneliti dapatkan, terlihat bahwa hanya 1 guru yang menggunakan penilaian diri, yakni Ibu Bq. Lolita Oktaviana, beliau menggunakan penilaian diri seperti memberikan atau mengirimkan peserta didik lembar penilaian diri yang terkait dengan dirinya sendiri, disana beliau melihat tingkat kejujuran peserta didik.
Terkait dengan penilaian antar teman/siswa, pada pembahasan bab sebelumnya, telah dipaparkan bahwa ke 2 guru sosiologi kelas X telah menggunakan penilaian teman/siswa pada penilaian sikap, ini di buktikan bahwa Ibu Ika Widyawati dan ibu Bq. Lolita Oktaviana sama- sama membuat lembar penilaian antar siswa, dengan membuat sejumlah pertanyaan singkat mengenai teman sebayanya didalam kelas, yang akan dikirim kembali kepada ke 2 guru tersebut.
b. Penilaian Pengetahuan
Pada pokok bahasan fungsi sosiologi dalam mengenali gejala sosial di masyarakat, penilaian ini dilakukan pada pertemuan ke sembilan. Penilaian ini untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap fungsi sosiologi dengan cara tes tulis dan tes lisan.
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang digunakan untuk menilai tingkat penguasaan pengetahuan kognitif dari peserta
didik Tingkatan kognitif tersebut, yakni pengetahuan, pemahaman penerapan, analisis, sintesis, dan serta penilaian Menurut Kunandar.
Jenis pengetahuan yang diukur yaitu pengetahuan faktual, prosedural, konseptual dan metakognitif. Teknik yang dapat digunakan dalam penilaian pengetahuan berupa tes tulis, tes lisan, dan penugasan.111
Pada pelaksanaan Guru Ika widyawati, adalah dengan cara memberikan tes tertulis dan tes lisan serta penugasan menggunakan googleclassroom, selanjutnya guru lainnya memberikan tugas atau soal secara individu dan kelompok, dan sesekali ulangan lisan secara online.
Pada penilaian pengetahuan ini, ada 3 hal yang diperhatikan, tes tertulis, tes lisan, dan penugasan, yang pertama adalah tes tertulis disana ditegaskan oleh ke 2 guru tersebut bahwa beliau telah menggunakan ke tiga aspek tersebut.
c. Penilaian Keterampilan
Pada pokok bahasan individu, kelompok dan hubungan sosial dilakukan secara portofolio pada pertemuan ke delapan. Kemudian pada pokok bahasan ragam gejala sosial dalam masyarakat digunakan penilaian secara proyek pada pertemuan ke sepuluh, sedangkan metode penelitian sosial menggunakan proyek dan portofolio pada pertemuan ke sepuluh dan ke dua belas.
111 Ibid.
Menurut Marhaeni, penilaian kinerja adalah penelusuran proses dalam produk, artinya dilakukan bilamana siswa melalui sustu proses belajar dan kinerja proses tersebut terlihat dari unjuk kerja yang ditampilkan.112
Menilai keterampilan dari peserta didik adalah pada saat guru memberikan tugas prsesntasi mereka dengan mengirimkan sebuah vidio presentasi, yang akan diupload, secara portofolio dikumpulkan tugas tugas selama 1 semester kemudian dupload menjadi 1 buku, membuat tugas proyek, pada ketrampilan ini juga guru mengamati dari cara peserta didik menjawab soal, jika terjadi kerja sama antara peserta didik satu dan lainyan guru melihat dari beberapa kesamaan jawaban, serta guru juga melihat dari keaktifan peserta didik dikelas, sehingga guru bisa membedakan mana peserta didik yang benar benar mengerjakan dan yang tidak, dilihat dari keseharian mereka memahami materi atau menguasai materi pembelajaran yang telah disampiakan.
Selanjutnya mengenai media yang guru lakukan untuk mendukun proses pembelajaran berbasis e-learning, data yang telah dipaparkan oleh Ibu Ika Widyawati, bahwa beliau menggunakan googleclassroom, dan zoom, dari ke 16 pertemuan, beliau hampir intensif menggunaanya, dan memberikan tugas. Sedangkan Ibu Bq.
Lolita Oktaviana, beliau memgungkapkan bahwa hanya menggunakan
112 Marhaeni, A.A.I.N, Luh Putu Artini, dkk, Assesmen Autentic Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2017), hlm.9
googleclassroom saja, namun ada beberapa kali pertemuan beliau harus belajar secara tatap muka dengan peserta didiknya.
2. Kendala dalam penerapan authentic assesement berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi dikelas X MAN 1 Mataram.
a. Kendala yang dihadapi guru
Pada kendala dalam penerapan authentic assesment berbasis e- learning dalam pembelajaran sosiologi dikelas X MAN 1 Mataram.
Sesuai dengan kendala yang sering dihadapi guru-guru pada saat melakukan pengambilan nilai berbasis online. Hal tersebut juga sesuai dengan pemaparan dari 2 guru pada saat peneliti wawancara menyatakan bahwa yang menjadi kendala pada saat penerapan penilaian autentik berbasis e-learning adalah mengenai jaringan yang lambat, suara putus-putus dan vidio atau audio yang tiba-tiba mati.
Kendala selanjutnya yang dialamai guru adalah mengenai kuota internet yang dimiliki para peserta didik, dan tanggapan mengenai kendala juga dipaparkan oleh guru lainya beliau memaparkan kendala mengenai gangguan dirumah, serta kurangnya fokus peserta didik, malas, pada saat melakukan pembelajaran berbasis online.
Dari beberapa kendala yang sudah dipaparkan, semua bisa menghambat proses pembelajaran dan sehingga bisa menyulitkan guru ketika pengambilan nilai peserta didik.
b. Kendala yang dihadapi peserta didik
ada beberapa kendala yang telah dihadapi oleh peserta didik selama menjalankan proses pembelajaran berbasis e-learning, peserta didik mengungkapkan bebrapa kendala tersebut. Diataranya ialah ketika ikut melaksanakan proses pembelajaran online peserta didik susah memahami materi yang disampaikan oleh guru, sering adanya gangguan jaringan, kurangnya kuota internet, serta menjadikan peserta didik sering malas dalam pengerjaan tugas yang diberikan.
BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN
a. Dalam penelitian ini dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa guru sosiologi sudah menerapkan authentic assesment berbasis e-learning dalam proses pembelajaran sosiologi, walaupun salah satu guru baru saja menerapkannya. Dari ke 2 guru tersebut menggunakan 3 jenis penilaian dalam penilaian authentic assesment, masing-masing guru memiliki cara menilai yang berbeda-beda. Serta menggunakan beberapa media dalam mendukung proses pembelajaran berbasis e-learning.
b. Kendala-kendala yang dihadapi guru pada saat proses pembelajaran berbasis e-learning, seperti sulitnya peserta didik untuk fokus pada materi yang telah disampaikan, kurangnya semangat atau adanya rasa malas pesenta didik, kurangnya krativitas, serta adanya beberapa gangguan internet dan jaringan, kuota minim yang dimiliki peserta didik, sulitnya membedakan peserta didik yang mengausai materi dan tidak, serta dapat membedakan peserta didik yang bekerja sama dengan teman lainya, sehingga menyulitkan guru
c. Kendala yang dihadapi peserta didik , ketika ikut melaksanakan proses pembelajaran online peserta didik susah memahami materi yang disampaikan oleh guru, sering adanya gangguan jaringan, kurangnya kuota
internet, serta menjadikan peserta didik sering malas dalam pengerjaan tugas yang diberikan.
B. SARAN
Berdasarkan kesimpulan yang diuraikan diatas, peneliti mengajukan beberapa saran, yaitu :
1. Peneliti berharap agar guru lebih mendalami lagi proses penilaian secara autentik agar dapat lebih mengembangkan lagi kompetensi yang dimiliki peserta didik.
2. Peneliti berharap agar peserta didik lebih mendalami lagi materi dan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran agar peserta didik lebih mudah menjawab atau mengitu proses pembelajaran yang berlangsung secara e- learning.
DAFTAR PUSTAKA Ade Ismayani, Metodologi Penelitian
Abdul Jalil, Penerapan penilaian autentik dalam kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS di kelas x MAN 1 Tangerang, Skripsi FTK UIN syarif hidayatullah, 2018
Albi Anggito & Jihan Setiawan, 2018, Metodologi Penelitian Kualitatif, CV Jejak. Jawa Barat
A.. Muri Yusuf, 2014, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, Prenademedia Group, Jakarta
Anwar Novianto, Ali Mustadi, Analisis Buku Teks Muatan Tematik Integratif, Scientific, Approach,dan Authentic Assesment Sekolah Dasar, Junal Pendidikan, Vo. 45. No. 1
Alya Rihadatul Najla, L. Arjuna Haliq, dkk, (peserta didik) MAN 1 Mataram, Wawancara, 1 Agustus 2022
Bq. Lolita Oktaviana, guru sosiologi MAN 1 Mataram, Wawancara, 26 Juli 2022
Lalu Sirajul Hadi, (Kepala MAN 1 Mataram), Wawancara, 22 Juli 2022 Data Keadaan Guru dan Tenaga Kerja Pendidik MAN 1 Mataram,
Dokumentasi, 29 Juli 2022
Data Sarana dan Prasarana MAN 1 Mataram, Dokumentasi, 29 Juli 2022 Djunaidi Ghony & Fauzan Almanshur, 2012, Metode Penelitian Kualitatif,
Ar-Ruzz Media, Yogyakarta
Nurdinah Hanifah, 2026, “Sosiologi pendidikan”, UPI Sumedang Press, Sumedang
Endang Widi Winami, 2018, Teori dan Praktik Kuantitatif Kualitatif, PTK, R&D, Bumi Aksara, Jakarta
Fitria Delita, 2017, Penerapan Authentic Assesment Pada Mata Pelajaran IPA Terpadu Semester Gasal Tahun Ajaran 2016/2017, Jurnal Pendidikan Geografi. Vol. 9 No.2
Ghea Monalisa, Strategi Pembelajaran PAI Pada PIAUD
Hengki Wijaya, 2018, Analisis Data Kualitatif Pendidikan Teologi.
Hengki Wijaya & Umrati, 2020, Analisis Data Kulitatif Teori Konsep Dalam Penelitian Pendidikan, Makassar
Identitas MAN 1 Mataram, Dokumentasi, 29 Juli 2022
Ika Widyawati, guru sosiologi MAN 1 Mataram, Wawancara, 25 Juli 2022 Ida Bagus Ary Arjaya, 2018, Penerapan Authentic Assesmet Berbasis E-
learning Dalam Pembelajaran Biologi, Jurnal Santiaji Pendidikan.
Vol. 8 No. 2
Ishomuddin,2016, Pengembangan Sosial Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asen, Duta Media Publishing, Jawa Barat
Iwan Fachrozi, dkk, 2020, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Olahraga, UNM
I Made Pustikayasa, Group WatsApp Sebagai Media Pembelajaran, Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agmana, dan Kebudayaan Hindu, 2019. Vol. 10.
No 2
Juliansyah Noor, 2017, Metodologi Penelitian, Kencana, Jakarta
Kadek Agus Bayu Pramana & Dewa Bagus Ngurah Semara Putra, 2019, Merancang Penilaian Autentik, CV Media Educations, Bali
Kristina Sara, dkk, 2020, Implementasi E-Learning Berbasis Moodle Dimasa Pandemi Covid-19, Jurnal Of Administrasi and Education Management. Vol. 3. No.2
Kunandar, Penilaian Authentic , Raja Grafindo Persada, 2013
Munawati S. Pelaksanaan Penilaian Authentic di Seklah Dasar Negeri, 2017 Marhaeni, A.A.I.N, Luh Putu Artini, dkk, Assement authentic Dalam
Pembelajaran Bahasa Inggris, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta
Muhlis Fajar Wijacksana, 2020, Belajar Mengembangkan Model Penilaian Autentik, CV Budi Utama, Yogyakarta
Musfiqon HM, 2016, Penilaian Otentik Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013, Nizamia Learning Center, Sidoarjo
Mardawani, Praktis Penelitian Kualitatif, CV Budi Utama, Yogyakarta
Muhammad Ilyas Ismail,2020, Evaluasi Pembelajaran, PT. Raja Grafindopersada, Depok
Muhammad Jamaluddin, Nailil Faroh, pengembangan autnetic assesment berupa penilaian proyek pada mata kuliah evaluasi pembelajaran matematika menggunakan e-learning, jurnal pendidikan matematika, Vol. 5. No. 3
Muchson, Statistik Deskriptif, Guepedia
Muh. Fitah & Luthfyah, 2017, Metodologi Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus, CV Jejak, Kota Bima
Permendikbud No. 66 Tahun 2013
Papan Struktur Organisasi MAN 1 Mataram, Dokumentasi, 29 Juli 2022 Perliawan Franjaya, 2020, Penerapan Authentic Assesment Berbentuk
Potofolio Dalam Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Matematika. Vol. 6 No. 1
Putri Umaira, Zulfah, Peningkatan Motivasi Belajar Menggunakan Google Classroom Ditengah Pndemi Covid-19 Pada Peserta Diik kelas XI IPS 4 SMAN 1 Bangkinnang Kota. Jurnal on Education, 2020. Vo. 02.
No. 02
Rusli Muhammad, dkk, 2020, Memahami E-learning: Konsep, Teknologi, dan Arah Perkembangan, CV Andi Offset, Yogyakarta
Selayang Pandang Madrasah Alyah Negeri Mataram, Dokumentasi, 29 Juli 2022
Status Tanah MAN 1 Mataram, Dokumentasi, 29 Juli 2022
Siti Hajaroh dan Raudatul Adawiah, 2018, Kesulitan Guru Dalam Mengimplementasikan Penilaian Autentik, Jurnal Pendidikan PGMI.
Vol. 10 No. 8
Simanihuruk Lidia, dkk, 2019, E-learning, Implementasi, Staregi & Inovasi, Yayasan Kita Menulis
Syukurman, 2020, Sosiologi Pendidikan, Prenademedia Group, Jakarta
Suharsimi Arikunto, 2002, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, PT. Bineka Cipta, Jakarta
Situaji, 2018, Tajdid Nikah Dalam Prespektif Hukum Islam, CV. Jakad Pubishing, Surabaya
Tokoh Perintis MAN 1 Mataram, Dokumentasi, 29 Juli 2022 Tahun Berdiri MAN 1 Mataram, Dokumentasi, 29 Juli 2022
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 57 Tahu 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan
Umar Sidiq & Moh. Miftachul Choiri, 2019, Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan, CV. Nata Karya, Ponorogo
Visi dan Misi MAN 1 Mataram, Dokumentasi, 29 Juli 2022
Wini Mustikarani & Mamat Ruhimat, 2018, kelemahan dan keunggulan implementasi authentic assesmet dalam pembelajaran geografi, Jurnal Pendidikan Geografi. Vol. 18, No. 2
Yubali Ani, M.Pd, “Penilaian Dalam kurikulum 2013”
LAMPIRAN – LAMPIRAN
Lampiran -4
Foto Penelitian
Wawancara Kepala MAN 1 Mataram
Wawancara Ibu Ika Widyawati Selaku Guru Sosiologi MAN 1 Mataram
Wawancara Ibu Bq. Lolita Oktaviani Selaku Guru Sosiologi MAN 1 Mataram
Wawancara Bersama Peserta Didik Kelas X MAN 1 Mataram
Wawancara Bersama Peserta Didik Kelas X MAN 1 Mataram
Wawancara Bersama Peserta Didik Kelas X MAN 1 Mataram
Wawancara bersama peserta didik kelas X MAN 1 Mataram
Wawancara bersama peserta didik kelas X MAN 1 Mataram