• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran

BAB II PAPARAN DATA DAN HASIL TEMUAN

B. Penerapan Authentic Assesment Berbasis E-Learning Dalam Pelajaran

1. Penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran

6.

7.

8.

9.

10 11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

Ruang UKS Ruang Belajar Laboraturium IPA Laboraturium Bahasa Laboraturium Komputer Ruang Multimedia Komputer

Musholla Perpustakaan

Ruang Bendahara Komite Kantin

Ruang Kopsis Tempat Parkir Mobil

WC

Ruang Ekstrakulikuler

1 25

1 1 1 1 90

1 1 1 1 1 2 1 14

1

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

B. Penerapan Authentic Assesment Berbasis E-Learning Dalam

ialah, penilaian sikap, penilaian keterampilan, penilaian pengetahuan, yang dilakukan dengan berbasis e-learning.

Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, peneliti dengan guru di MAN 1 Mataram, peneliti menanyakan beberapa hal mengenai bagaimana penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi dan bagaimana tanggapan mereka mengenai model penilaian autentik tersebut.

Diantaranya adalah :

Pertama, peneliti menayakan hal tersebut kepada Kepala MAN 1 Mataram, beliau mengungkapkan, bahwa :

“Terdapat 2 guru yang mengajarkan mata pelajaran sosiologi pada kelas X, guru sosiologi selalu hadir sesuai dengan jam mengajar, kinerja guru sosiologi sangat baik, bertanggung jawab dalam tugasnya, disiplin. Guru sosiologi, secara umum mengetahui model penilaian termaksud penilaian autentik karena mereka menggunakan dalam pembelajaran. Madrasah sudah lama menggunakan sistem pembelajaran berbasis e-learning sejak masa pandemi, seperti LMS, Zoom, dan googleclassroom75 Selanjutnya peneliti menanyakan kepada guru sosiologi, Ibu Ika Widyawati, selaku guru sosiologi kelas X MAN 1 Mataram mengungkapkan bahwa :

“Iya, saya pernah mendengar mengenai model peniaian seperti authentic assesment. Karena model penilaian seperti itu berkaitan erat dengan pembelajaran kurikulum K-13. Model penilaian autentik ini juga menurut saya bisa memudahkan kami sebagai

75 Dr. Lalu Sirajul Hadi (Kepala MAN 1 Mataram), Wawancara, Jum’at 22 Juli 2022

guru untuk menilai perkembangan siswa karena sudah tercantum tiga jenis penilian yang saya butuhkan, dan saya juga sudah menerapkan model penilaian autentik, sejak awal diberlakukanya pembelajaran secara daring, dan saya juga menggunakan media atau aplikasi seperti googleclassroom dan Zoom”.76

Sejalan dengan hal tersebut peneliti juga menanyakan hal sama kepada ibu Bq. Lolita Oktaviana, selaku guru sosiologi kelas X MAN 1 Mataram, memurut beliau :

“Saya pernah mendengar model penilaian autentik, yang dimana penilaian autentik merupakan penilaian dari hasil belajar peserta didik, yang dilakukan secara komperhensif dengan menngunakan metode fasilitas pengembangan keterampilan, pengetahuan maupun sikap dari masing-masing peserta didik. tetapi saya baru menggunakannya didalam pembelajaran saya. Sejak diberlakukanya pembelajaran berbasis daring atau e-learning77 Hal tersebut juga dipertegas oleh peserta didik, bahwa guru sosiologi pernah menggunakan sistem pembelajaran berbasis e-learning

“Ibu Ika dan ibu Lolyta, memberikan materi sangat jelas dan mudah untuk dipahami, dan sering memberikan tugas secara individu, kadang kelompok, tanya jawab essai atau media lainya.

Kemudian dampak positif yang kami rasakan lebih santai dikerjakan, lebih cepat, banyak waktu luang, sedangkan dampak negatifnya kurang memahami materi yang diberikan, sering gangguang jaringan, kekurangan kuota, dan tugas yang banyak“78 Dalam hal ini bahwa model penilaian autentik yang digunakan oleh guru sosiologi adalah dengan menggunakan tiga jenis penilaian

76 Ibu Ika Widyawati (Guru Soiologi MAN 1 Mataram), wawancara, Senin, 25 juli 2022

77 Ibu Bq. Lolita Oktaviana (Guru Sosiologi MAN 1 Mataram), Wawancara, Selasa 26 Juli 2022

78 Alya Rihadatul Najla, L, Arjuna Haliq, dkk (Peserta Didik kelas X IPS 3), Wawancara, Senin 1 Agustus 2022

didalamnya. Agar secara spesifik guru tersebut menilai perkembangan proses belajar peserta didik. Setelah melakukan wawancara, peneliti mengetahui beberapa jenis penilaian yang dilakukan oleh guru tersebut.

Berikut adalah rincian penilaian guru sosiologi kepada peserta didik yang dilakukan secara e-learning menggunakan model penilaian autentik yang telah saya wawancarai sebelumnya:

a. Penilaian Sikap

Penilaian Sikap yang telah diungkapkan oleh Ibu Ika Widyawati selaku guru sosiologi kelas X :

“penilaian sikap yang saya lakukan, adalah melihat cara peserta didik merespon/ memberikan tanggapan, ketika pertama saya membuka mata pelajaran, dan menjawab pertanyaan yang saya ajukan melalui forum diskusi pada googleclassroom maupun Zoom”.79

Dari hal yang telah dipaparkan oleh Ibu Ika Widyawati, peneliti kembali menanyakan bagaimana rincian dari aspek penilaian yang guru lakukan :

1). Observasi :

“saya melihat dari cara peserta didik merespon/memberikan tanggapan, maksud dari tanggapan ini adalah ketika saya pertama kali membuka pelajaran di googleclassroom, apakah peserta didik langsung menjawab salam dari saya, atau tidak. Ketika saya memberikan pertanyaan, pada forum tersebut, saya memberikan waktu beberapa menit untuk peserta didik

79 Ibu Ika Widyawati (Guru Sosiologi kelas X MAN 1 Mataram), Wawancara, Senin, 25 Juli 2022

menacari jawaban, disana saya mengamati mana peserta didik yang lebih cepat dan benar menjawab pertanyaan yang saya ajukan. Namun lain halnya dengan tugas, saya memberikan tugas kepada peserta didik, saya memberikan batas waktu pengumpulan maksimal sampai pertemuan selanjutnya, lalu ketika saya menggunakan Zoom, saya melihat dari cepatnya peserta didik join pada zoom, selalu mengaktifkan camera, serta berpakaian rapih dan sopan”80

2). Penilaian diri :

“pada penilaian diri, saya belum melakukan hal tersebut, karena saya kebanyakan melakukan observasi dan penilaian antar teman”81

3). Penilaian antar teman/siswa :

“pada penilaian antar siswa atau teman sebaya, saya pernah menggunakanya, tetapi tidak sering, saya memberikan lembar penilaian kepada peserta didik satu dengan yang lainya, disana peserta didik akan mengungkapkan beberapa hal terkait dengan teman sebanyanya, contoh penilainnya seperti, apakah teman selalu mengormati pendapat teman lainya ketika melakukan diskusi didalam pembelajaran online, , apakah teman selalu menghormati kesepakatan walaupun pendapat kalian berbda-beda” 82

Selanjutnya, hal tersebut juga diungkapkan oleh Ibu Bq Lolita Oktaviana, bahwa beliau juga memiliki cara penilaian tersendiri :

“saya menilai dari tingkat kehadiran peserta didik, serta dilihat dari aktvitas maupun tingkat perhatian dan kemampuan berpendapat

80 Ibid.,

81 Ibid.,

82 Ibid.,

peserta didik saat pembelajaran berlangsung, serta melakukan penilaian sikap melaui penilaian diri, dan teman sebaya”83

Dari hal yang telah dipaparkan oleh Ibu Bq. Lolita Oktaviana, peneliti kembali menanyakan bagaimana rincian dari aspek penilaian yang guru lakukan :

1). Observasi :

“pada observasi penilaian sikap, saya melakukan observasi pada pembelajaran ketika saya mulai berdiskusi pada googleclassroom, saya melihat apakah peserta didik selalu hadir di jam saya, apakah peserta didik selalu memperhatikan ketika saya berbicara, atau mereka melakukan pembelajaran sambil bermain-main atau beraktivitas lainya, ketika teman lainya sedang melakukan presentasi apakah peserta didik ini selalu memberikan tanggapan atau tidak”84

2). Penilaian diri :

“pada penilaian diri saya memberikan peserta didik lembar penilaian yang berisikan hal-hal yang terkait dengan dirinya sendiri, disana saya dapat melihat tingkat kejujuran dari masing-masing peserta didik” 85

3). Penilaian antar teman/siswa :

“pada penilaian antar siswa, saya baru sekali mencoba memberikan lembar penilaian antar siswa, dikarenakan saya lebih fokus dalam penilaian observasi karena pembelajaran ini berbasis online. Saya memberikan sebuah lembar penilaian yang berisikan hal-hal terkait dengan peserta didik lainya, yang berhubungan dengan bagaimana keseharian mereka ketika dalam proses

83 Ibu Bq. Lolota Oktaviana (Guru Sosiologi kelas X MAN 1 Mataram), Wawancara, Selasa 26 Juli 2022

84 Ibid.,

85 Ibid.,

pembelajaran. Salah satunya adalah menilai teman mengenai saling menghormati atau tidak, tekun dan rajin atau tidaknya”86

b. Penilaian Pengetahuan

Penilaian Pengetahuan yang diungkapkan oleh Ibu Ika Widyawati selaku guru sosiologi kelas X mengatakan bahwa :

“Dalam penilaian pengetahuan, Saya memberikan tes tertulis dan tugas menggunakan googleclassroom87

Dari hal yang telah dipaparkan oleh Ibu Ika Widyawati mengenai penilaian pengetahuan, peneliti kembali menanyakan bagaimana rincian dari aspek penilaian yang guru lakukan :

1). Tes Tertulis :

“pada tes tertulis terdapat beberapa tes didalamnya yang saya gunakan, berupa pilihan ganda, dan essai, biasanya saya memberikan tugas kepada peserta didik untuk menjawab soal yang saya berikan, biasanya tes pilihan ganda bisa sampai 10-15 nomor, sedangkan essai saya hanya memberikan 2-5 nomor saja”88

2). Tes lisan :

“pada tes lisan, pada saat saya membuka pelajaran biasanaya saya menggunakan zoom, karena disana langsung bisa saya melihat jawaban peserta didik secara langsung, sebelumnya saya telah memberikan beberapa materi yang harus mereka pelajari sebelumnya, setelah itu saya menilai menggunakan aplikasi Zoom, jika semua sudah join, langsung saya melemparkan pertanyaan

86 Ibid.,

87 Ibu Ika Widyawati (Guru Sosiologi Kelas X MAN1 Mataram), Wawancara, Senin 25 Juli 2022

88 Ibid.,

kepada peserta didik satu persatu, nah, disaha langsung mereka menjawab, saya meilai dari beberapa aspek, misalhnya dari kelincahan berbicara, ketepatan jawaban, dan peserta didik tidak merasakan gugup sama sekali atau fokus”89

3). Penugasan :

“pada penugasan, dalam penilaian authentic ini saya sangat sering memberikan mereka tugas mengenai materi sosiologi yang saya ajarkan, saya biasanya hanya beberapa saat saja memberikan atau menyampaikan materi, sisanya saya memberikan mereka tugas, saya menilai hal tersebut dari tepat waktu atau tidak kah mereka mengumpulkan sesuai dengan waktu yang telah saya berikan, apakah mereka melakukan kerja sama atau hanya melihat jawaban teman lainya atau tidak”90

Selanjutnya, ditegaskan kembali mengenai penilaian pengetahuan yang dimiliki oleh Ibu Bq. Lolita Oktaviana, bahwa :

“Saya memberikan tugas atau soal secara individu, tugas kelompok, bebrapa essai serta ulangan lisan”91

Dari hal yang telah dipaparkan oleh Ibu Bq. Lolita Oktaviana mengenai penilaian pengetahuan, peneliti kembali menanyakan bagaimana rincian dari aspek penilaian yang guru lakukan :

1). Tes Tertulis

“dalam penilaian pengetahuan yakni ter tertulis, saya menilai peserta didik saya biasanya menggunakan tes tertulis berupa essai, saya memberikan sejumlah soal

89 Ibid.,

90 Ibid.,

91 Ibu Bq. Lolita Oktaviana (Guru Sosiologi kelas X MAN 1 Mataram), Wawancara, Selasa 26 Juli 2022

essai, yang sehingga mereka lebih memaparkan pengetahuan mereka secara panjang lebar, agar lebih mendalami lagi pengetahuan mereka”92

2). Tes Lisan :

“saya belum pernah melakukan tes lisan kepada peserta didik, dikarenakan saya baru beberapa kali memulai pembelajaran daring ini, saya lebih fokus dalam penugasan dan tes tetulis”93

3). Penugasan :

“pada penilaian pengetahuan berupa penugasan, saya lebih sering memberikan mereka tugas kelompok dan individu, mengenati materi yang sebelumnya diajarkan, serta sering juga saya memberikan mereka tugas pengamatan” 94

c. Penilaian keterampilan

Menurut ibu Ika Widyawati,

“Cara saya menilai keterampilan dari peserta didik adalah pada saat saya memberikan tugas presentasi mereka dengan mengirimkan sebuah vidio presentasi, yang akan di upload ke googleclassroom, disana saya mengamati bagaimana keterampilan mereka didalam vidio belajar tersebut, kemudian secara portofolio dikumpulkan tugas-tugas selama 1 semseter kemudian dijilid menjadi 1 buku”95

92 Ibid.,

93 Ibid.,

94 Ibid.,

95 Ibu Ika Widyawati (Guru Sosiologi kelas X MAN 1 Mataram), Wawancara, Senin 25 Juli 2022

Dari hal yang telah dipaparkan oleh Ibu Ika Widyawati mengenai penilaian keterampilan, peneliti kembali menanyakan bagaimana rincian dari aspek penilaian yang guru lakukan :

1). Penilaian Kinerja :

“pada penilaian kinerja, saya melihat dari bagaimana ujuk kerja peserta didik, dalam proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran seperti classroom dan zoom, disana saya menilai ujuk kerja dari bahasa, serta kerapian peserta didik dalam proses belajar”96

2). Penilaian Proyek

“pada penilaian proyek, saya mengahruskan peserta didik membuat sebiah vidio presentasi antar individu maupun kelompok, peserta didik harus terlebih dahuu membuat ringkasan materi pembelajaran sesuai dengan materi sosiologi yang saya berikan, setelah itu mereka akan membuat vidio prsentasi, dengan syarat dari keunikan sebuah vidio, lugas dalam berbicara, serta sopan”97

3). Portofolio :

“pada portofolio, saya menharuskan peserta didik mengumpulkan semua tugas dari awal sampai akhir semester lalu peserta didik membuat sebuah buku” 98

Pada hari yang berbeda, peneliti juga menyakan hal serupa kepada Ibu Bq. Lolita Oktaviana, mengenai penerapan penilaian keterampilan yang dilakukan kepada peserta didik, beliau mengungkapkan bahwa:

96 Ibid.,

97 IbId.,

98Ibid.,

“Pada penilaian keterampilan ini saya menugaskan kepada peserta didik membuat sebuah proyek dan portofolio. Jika ada peserta didik yang melakukan kerja sama padahal tugasnya perindividu, cara memberikan nilai mereka berdasarkan keaktifan peserta didik, sehingga bisa dibedakan mana peserta didik yang benar- benar menguasai materi dan mana yang tidak”99

Dari hal yang telah dipaparkan oleh Ibu Bq. Lolita Oktaviana mengenai penilaian keterampilan, peneliti kembali menanyakan bagaimana rincian dari aspek penilaian yang guru lakukan :

1). Penilaian Kinerja :

“jika saya mencoba melemparkan sebuah pertanyaan kerika proses belajara, saya melihat dari unjuk kerja dan dari keaktifan peserta didik dalam berdiskusi dan tanya jawab”100

2). Penilaian Proyek :

“pada penilaian proyek, saya lebih sering menugaskan peserta didik membuat sebuah makalah mengenai pembelajaran sosiologi, atau yang terkait dengan materi yang telah saya berikan, disana saya melihat beberapa penilaian, seperti kerapian dalam makalah, dll. Dan saya juga memberikan beberapa waktu pengerjaan yang akan dikumpulkan menggunakan file, namun jika beberapa siswa tidak dapat mengirimkan file, saya menin=jinkan mereka untuk mengmpulkan secara langsung”101

99 Ibu Bq. Lolita Oktaviana (Guru Sosiologi kelas S MAN 1 Mataram). Wawancara. Selasa 26 Juli 2022

100 Ibid.,

101 Ibid.,

3). Portofolio :

“pada portofolio, saya pernah memberikan mereka tugas portofolio berupa hasil karya peserta didik, dengan menunjukan kesan keterampilan”102

Dalam penilaian autentik berbasis e-learning, tentunya guru telah menggunakan beberapa media pembelajaran untuk mendukung penerapan penilaian autentik peserta didik yang dilaksanakan secara online/daring. Selanjutnya, peneliti mennayakan kembali kepada ke 2 guru sosiologi kelas X, mengenai hal tersebut, menurut Ibu Ika Widyawati :

“menurut pendapat Ibu Ika Widyawati, media yang saya gunakan berupa googleclassroom dan zoom, ada beberapa kali pertemuan yang mengahruskan saya intensif menggunakan mediatersebut dalam pembelajaran daring” 103

Sedangkan menurut Ibu Bq. Lolita Oktaviana :

“saya menggunakan aplikasi atau media pembelajaran baru pada googleclassroom saja, saya baru memulai pembelajaran daring ini hanya beberapa kali pertemuan saja, selanjutnya pada saat itu saya juga menggunakan pembelajaran secara tatap muka”104

102 Ibid.,

103 Ibu Ika Widyawati, (Guru Sosiologi kelas x MAN 1 Mataram), Wawancara, Senin 25 Juli 2022

104 Ibu Bq. Lolita Oktaviana (Guru Sosiologi kelas X MAN 1 Mataram) , Wawancara, Selasa Juli 2022

2. Kendala dalam penerapan authentic assesement berbasis e-learning

Dokumen terkait