PENERAPAN AUTHENTIC ASSESMENT BERBASIS E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DIKELAS X MAN 1 MATARAM TAHUN
2022 SKRIPSI
OLEH :
Finny Alfian Safarina 180105093
Jurusan Pendidikan IPS-Ekonomi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
2022
PENERAPAN AUTHENTIC ASSESMENT BERBASIS E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS X MAN 1 MATARAM TAHUN
2022 SKRIPSI
Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan.
OLEH :
Finny Alfian Safarina 180105093
Jurusan Pendidikan IPS-Ekonomi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
2022
KEMENTRIAN AGAMA RI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
PRODI TADRIS IPS
Jln. Gajah Mada No. 100, Telp (0370) 620783, Jempong - Mataram
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi oleh: Finny Alfian Safarina, NIM: 180105093, dengan judul
“Penerapan Authentic Assesment Berbasis E-learning Dalam Pembelajaran Sosiologi Di Kelas X MAN 1 Mataram Tahun 2022” telah memenuhi syarat
dan disetujui untuk diuji.
Disetujui pada tanggal :
Di bawah bimbingan :
Pembimbing I,
Dr. Hj. Lubna, M.Pd Nip.196812311993032008
Pembimbing II,
H. Ibnu Hizam, M.Pd Nip.197312312005011009
KEMENTRIAN AGAMA RI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
PRODI TADRIS IPS
Jln. Gajah Mada No. 100, Telp (0370) 620783, Jempong – Mataram
NOTA DINAS PEMBIMBING Mataram, Hal : Ujian Skripsi
Yang Terhormat
Dekan Fakultas Tarbyah dan Keguruan Di Mataram
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Disampaikan dengan hormat, setelah melakukan bimbingan, arahan dan koreksi, kami berpendapat bahwa skripsi Saudara :
Nama Mahasiswa : Finny Alfian Safarina
Nim : 180105093
Jurusan/Prodi : Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial
Judul : Penerapan Authentic Assesment Berbasis E-learning Dalam Pembelajaran Sosiologi Di Kelas X MAN 1 Mataram Tahun 2022
Telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam sidang munaqasyah skripsi Fakultas Tarbyah dan Keguruan UIN Mataram. Oleh kaena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di munaqasyah-kan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb Pembimbing I,
Dr. Hj. Lubna, M.Pd Nip.196812311993032008
Pembimbing II,
H. Ibnu Hizam, M.Pd Nip.197312312005011009
KEMENTRIAN AGAMA RI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
PRODI TADRIS IPS
Jln. Gajah Mada No. 100, Telp (0370) 620783, Jempong - Mataram
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Yang Bertanda Tangan Dibawah Ini :
Nama : Finny Alfian Safarina
Nim : 180105093
Jurusan : Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas : Tarbyah dan Keguruan
Menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Penerapan Authentic Assesment Berbasis E- learning Dalam Pembelajaran Sosiologi Di Kelas X MAN 1 Mataram Tahun 2022” ini secara keseluruhan adalah hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali pada bagian- bagian yang dirujuk sumbernya. Jika saya terbukti melakukan plagit tulisan/karya orang lain, siap menerima sanksi yang telah ditentukan oleh lembaga.
Mataram,
Saya yang menyatakan,
Finny Alfian Safarina
KEMENTRIAN AGAMA RI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
PRODI TADRIS IPS
Jln. Gajah Mada No. 100, Telp (0370) 620783, Jempong - Mataram
PENGESAHAN
Skripsi oleh: Finny Alfian Safarina, NIM: 180105093, dengan judul
“Penerapan Authentic Assesment Berbasis E-learning Dalam Pembelajaran Sosiologi Di Kelas X MAN 1 Mataram Tahun 2022” telah dipertahankan didepan dewan penguji jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbyah dan Keguruan UIN Mataram pada tanggal :
Dewan Penguji :
Mengetahui,
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Dr. Jumarim, M.H.I Nip.197612312005011006
MOTTO
“Barang siapa keluar untuk mencari sebuah ilmu, maka ia akan berada dijalan Allah hingga ia kembali”
-HR Tirmidzi-
PERSEMBAHAN
“Kupersembahkan skripsi ini untuk kedua orang tuaku tercinta, bapak Fauzi M. Saed dan Ibu Nurisah, almamaterku UIN Mataram”
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam atas berkat dalam memberikan penulis kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menyelesaikan proposal skripai ini, sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada suri tauladan dunia Nabi Muhammad SAW yang telah menghijrahkan umat manusia dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang. Juga kepada keluarga, sahabat, dan semua pengikutnya sampai hari akhir, Aamiin.
Peneliti menyadari bahwa proses penyelasaian skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti sampaikan rasa dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak- pihak yang telah membantu.
1. Ibu Hj. Lubna, M.Pd, sebagai pembimbing I dan bapak H. Ibnu Hizam, M.Pd, sebagai pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi dan koreksi mendetail secara terus menerus ditengah keseibukanya sehingga menjadikan proposal skripsi ini akhirnya selesai.
2. Bapak Ahmad Khalakul Khairi, M. Ag selaku Ketua Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
3. Bapak M. Zainur Rahman, M. Pd selaku sekertaris Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
4. Bapak Dr. Jumarim, M. HI selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
5. Bapak Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag selaku Rektor UIN Mataram.
6. Bapak/Ibu dosen Tadris IPS yang telah memberikan bimbingan dan mengajarkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
7. Kepada kedua orang tua, Bapak Fauzi M. Saed dan Ibu Nurisah, serta kakaku Nurkilawah, yang selalu mendo’akan dengan sabar, ikhlas serta tidak lupa untuk selalu memberikan motivasi, arahan serta dukungan sepenuhnya.
8. Kepada kepala MAN 1 Mataram, guru-guru, staf TU yang telah memberikan izin dan membantu dalam penelitian ini.
9. Kepada Andika Ferdiansyah, yang selalu menemani dan memberikan dukungan penuh selama ini.
10. Kepada sahabat-sahabat, Vena Virlitha, Reni Andriani, bq rita, risnawati, nudya alfu syahrina, dan seluruh teman-teman seperjuangan kelas C Tadris IPS.
Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Semoga skripis ini dapat bermanfaat untuk kedepanya.
Mataram, Penulis
Finny Alfian Safarina Nim: 180105093
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v
PENGESAHAN ... vi
MOTTO ... vii
PERSEMBAHAN ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ...xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
ABSTRAK ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 7
C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian ... 7
D. Manfaat Penelitian ... 8
E. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 9
F. Kajian Pustaka ... 9
G. Kerangka Teori ... 12
H. Metode Penelitian ... 28
I. Sistematika pembahasan ... 41
BAB II PAPARAN DATA DAN HASIL TEMUAN ... 43
A. PROFIL SEKOLAH ... 43
1. Sejarah Singkat MAN 1 Mataram ... 43
B. Penerapan Authentic Assesment Berbasis E-Learning Dalam Pelajaran Sosiologi di Kelas X MAN 1 Mataram Tahun 2022. ... 59
1. Penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi di kelas X MAN 1 Mataram. ... 59
2. Kendala dalam penerapan authentic assesement berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi dikelas X MAN 1 Mataram. ... 71
BAB III PEMBAHASAN ... 73
A. Penerapan Authentic Assesment Berbasis E-Learning Dalam Pelajaran Sosiologi Di Kelas X MAN 1 Mataram TAHUN 2022. ... 73
1. Penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi di kelas X MAN 1 Mataram. ... 73
2. Kendala dalam penerapan authentic assesement berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi dikelas X MAN 1 Mataram. ... 80
BAB IV PENUTUP ... 82
A. KESIMPULAN ... 82
B. SARAN ... 83
DAFTAR PUSTAKA ... 84
DAFTAR TABEL
Tabel. 2.1 Data Keadaan Guru/Tenaga Pendidik MAN 1 Mataram, 56 Tabel. 2.2 Data Keadaan Guru/Tenaga Pendidik MAN 1 Mataram, 57 Tabel. 2.3 Data Keterangan Mata Pelajaran MAN 1 Mataram, 57 Tabel. 2.4 Sarana dan Prasarana MAN 1 Mataram, 58
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Langkah-Langkah Analisis Data Menurut Miles & Huberman, 37 Gambar 2.1 Grafik Struktur Organisasi MAN 1 Mataram, 55
DAFTAR LAMPIRAN
PENERAPAN ATHENTIC ASSESMENT BERBASIS E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS X MAN 1
MATARAM TAHUN 2022 OLEH
FINNY ALFIAN SAFARINA 180105093
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan peneliti mengenai bagaimana penerapan authtentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi dikelas X MAN 1 Mataram, yang meliputi sejauh mana penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi, serta kendala dalam penerapan authentic assesment berbasis e- learning dalam pembelajaran sosiologi. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan teknik analisis data yaitu pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), paparan data (data display), serta penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/verification).
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa guru yang ada di MAN 1 Mataram khususnya guru sosiologi, telah menggunakan penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi. Dari kedua guru tersebut menggunakan tiga jenis penilaian yakni, penilaian sikap, penilaian pengetahuan, dan penilaian keterampilan, dari ketiga penelian tersebut sama-sama memiliki instrumen masing-masing.
Terdapat beberapa kendala yang terjadi saat proses pembelajaran berbasis e- learning, kendala yang dihadapi guru yakni sulitnya peserta didik fokus pada materi yang disampaikan, adanya rasa malas dalam belajar, dan terdapat gangguan jaringan dan internet, kuota minim, sulitnya membedakan peserta didik yang menguasai materi, membedakan peserta didik yang bekerja sama dengan teman lainya. Serta kendala yang dihadapi peserta didik diantaranya ialah peserta didik sulit menguasai materi, kurangnya rasa fokus, dan sering adanya gangguan jaringan, sehingga menjadikan peserta didik malas mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.
Kata Kunci : Authentic Assesment, E-learning, Pembelajaran Sosiologi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Menurut Undang-Undang No. 57 Tahun 2021 Pasal 1 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. 1 Pendidikan juga menjadi faktor utama yang mungkin sangat penting dalam hal menunjang pembangunan di suatu Negara, karenanya kemajuan dalam bidang pendidikan juga mempunyai pengaruh besar dalam hal kemajuan pembangunan khususnya di suatu Negara.
Pendidikan juga memiliki sebuah peran yang penting dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang juga berkualitas, oleh karena itu dalam hal ini peningkatakan kualitas pendidikan harus di prioritaskan untuk menciptakan perubahan kehidupan yang lebih baik serta juga harus mampu untuk bersaing di era globalisasi. Dalam rangka mengendalikan kualitas sumber daya manusia (SDM) maka dalam kegiatan
1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan
pendidikan dilakukan kegiatan assesment, karena kegiatan assesment merupakan salah satu bagian penting dalam proses pendidikan.
Implementasi lebih mendalam dapat dilakukan dengan memberikan siswa tugas-tugas authentic yang disertai penilaian authenticnya.
authentic assesment mengandung makna bahwa bagaimana suatu instrumen penilaian dapat mengukur kemampuan siswa secara menyeluruh setelah menyelesaikan tugas atau proses belajarnya. 2 Assesment atau penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Pada penilaian tersebut memiliki standar penilaian pendidikan, yaitu kriteria mengenai sebuah mekanisme, prosedur, dan penilaian hasil belajar peserta didik.
Authentic assesment (penilaian sebenarnya) adalah hal yang integral dari sebuah proses pembelajaran, sehingga segala kegiatan assesment harus dilakukan sepanjang rentang waktu pada proses pembelajaran itu berlansung.
Penilaian autentik atau authentic assesment merupakan sebuah pengukuran yang bermakna sangat penting atas sebuah hasil belajar dari peserta didik untuk ranah sikap,ranah sikap ini dinilai melalui observasi, penilaian diri, penilaian antar teman, lalu kerampilan, serta pengetahuan, pengetahuan dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
2 Ida Bagus Ary Arjaya,” Penerapan Authentic Assesment Berbasis E-LearningDalam Pembelajaran Biologi” Jurnal Santiaji Pendidikan, 2018. Vo. 8 No. 2, hlm. 157
Dalam konteks K13 implementasi assesment yang dilakukan saat ini adalah authentic assesment. Authentic assesment sangat berkaitan dengan curriculum 2013 (K13) karena hal tersebut memiliki relevansi yang cukup kuat terhadap pendekat yang ilmiah, serta dalam pembelajarannya sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Ini dikarenakan authentic assesment mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka menalar, mencoba, mengobservasi, membangun jejaring.
Implementasi penilaian autentuk dalam konteks kurikulum 2013 secara tegas dinyatakan dalam Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang standar penilaian menerangkan bahwa, standar penilaian pendidikan dipandang sebagai kriteria mengenai mekanisme prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup penilaian autentik, penilaian diri, dan lain-lain.3
Authentic assesment atau penilaian autentik ini juga dapat di kombinasikan dengan pembelajaran elektronk (e-leraning) berbasis online sehingga dapat memudahkan siswa menyelesaikan beberapa tugas dengan bantuan media elektronik. Pada proses pembelajaran bersama e-learning ini juga sangat efektif bagi siswa untuk berinteraksi dengan guru, dengan rentang waktu kapan saja, tanpa ada batasan waktu maupun tempat yang diinginkan oleh siswa atau peserta didik, maupun guru, dan e-learning juga bisa di akses lebih dari satu pengguna.
3Siti Hajaroh dan Raudatul Adawiyah, “Kesulitan Guru Dalam Mengimplementasikan Penilaian Autentik”, Jurnal Pendidikan PGMI, Vol. 10, No. 8,2018, hlm. 133
E-learning merupakan suatu pengembangan teknologi dalam pembelajaran, yaitu dengan memanfaatkan komputer serta perangkat informasi lainya seperti multimedia dan jaringan atau internet, e-leraning juga adalah sebagai wadah kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa menggunakan jaringan. Kelebihan dari e-learning yaitu dapat meng-upload bahan ajar dalam cakupan yang lebih luas seperti vidio, audio, pdf, doc, flash dan lain-lain.
Dalam kaitanya dengan pembelajaran berbasis e-learning, intergrasi tugas pembelajaran dapat dilakukan menggunakan berbagai web based learning seperti Schoology, google classroom, edmodo,dan moodle, dll.
Masing-masing dari mereka tersebut memiliki fitur yang hampir serupa sehingga guru dapat memberikan penugasan autentiknya melalui web tersebut.4 Dengan kata lain e-learning memiliki banyak platform yang menyediakan penggunaan secara mudah dan gratis. Pelaksanaan authentic assesment berbasis e-learning tentu bukan sesuatu hal yang mudah ditengah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki setiap sekolah, khususnya dalam hal ini jika dikaitkan dengan penggunaan teknologi, hal ini menjadi salah satu kendala yang sering ditemukan dilapangan, dimana banyak guru yang memiliki kemapuan penguasaan teknologi internet belum sepenuhnya baik, atau masih sangat terbatas. Karena itu peneliti tertarik untuk
4 Ida Bagus Ary Arjaya, “Penerapan Authentic Assesment Berbasis e-learning Dalam Pembelajaran Biologi”, Jurnal Santiaji Pendidikan, 2018, Vol. 8 No. 2, hlm. 164
mengkaji authentic assesment pada level sekolah menengah atas (SMA) khususnya pada MAN 1 MATARAM.
SMA (Sekolah Menengah Atas) secara umum pendidikan SMA berusia enam belas tahun sampai dengan sembilan belas tahun dan pada saat tahap remaja. Masa remaja ini juga merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yaitu transisi perkembangan masa kanak-kanak dan masa dewasa yang mengandung perubahan besar fisik, kognitif, dan psikososial pada anak.
Salah satu materi pada tingkat SMA adalah pembelajaran sosiologi.
Pembelajaran sosiologi sangat identik dengan masyarakat, sosiologi mempelajari tentang mengenai manusia sebagai makhluk sosial dan interaksi antar manusia yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat.
Penerapan penilaian autentik berbasis e-learning ini diharapkan dapat memicu semangat peserta didik untuk lebih mendalami pembelajaran sosiologi, agar semakin aktif, serta semakin memahami yang berkaitan dengan masyarakat.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 10 Januari 2022 , diketahui bahwa di MAN 1 Mataram sudah menggunakan media e-learning dalam pembelajarannya, sejak awal pandemi. Khususnya pada pembelajaran sosiologi, guru sudah menerapkan penilaian autentik pada salah satu sistem penilaian guru tersebut. Dalam penilaian autentik guru yang dilakukan pada e-learning, guru menerapkan beberapa jenis penilaian autentiknya, terdiri dari tiga aspek, diantaranya yaitu, penilaian sikap,
pengetahuan, keterampilan. Pada penilaian autentik tersebut guru memiliki tahapan penilaian atau karakteristik penilaian. Dalam proses penilaian tersebut ada beberapa kendala atau faktor penghambat dalam pembelajaran e-learning.
MAN 1 Mataram memiliki akses web e-learning tersendiri yang dapat diakses oleh peserta didik maupun guru. Namun pada pembelajaran sosiologi, guru lebih menggunakan jenis e-learning lainya, seperti google Classroom dan WatsApp.
Berdasarkan penjelasan diatas, muncul pertanyaan yang menjadi permasalahan, jika peserta didik tersebut melakukan kerja sama dengan teman yang lainya, bagaimana guru sosiologi tersebut menilai peserta didiknya, sedangkan guru tidak bisa memantau secara langsung proses pengerjaan tugas oleh siswanya, bagaimana guru memberikan soal, bagaimana peserta didik mengerjakan soal, dan mengumpulkan jawabannya.
Dan yang kedua, bagaimana guru mengantisipasi jika ada kendala dalam proses pembelajaran dalam e-learning serta bagaimana cara menilainya. Dari sinilah peneliti tertarik untuk mengangkat judul ini.
Alasan peneliti mengambil lokasi penelitian di MAN 1 Mataram, karena pada Madrasah ini sudah menerapkan sistem pembelajaran yang canggih dan berkualitas salah satunya pembelajaran berbasis e-learning.
Madrasah ini juga memiliki guru-guru yang sudah menerapkan penilaian autentik dalam pembelajaranny. Selain itu, peneliti yakin responden penelitian yang tidak lain adalah guru di madrasah tersebut akan dapat membantu
peneliti jauh lebih banyak sehingga nantinya waktu akan jauh lebih efektif pada saat peneliti melakukan penelitian atau pengampilan sampel. Pelayanan yang ramahpun dimiliki oleh Madrasah ini, lokasi ini juga jaraknya tidak jauh dengan tempat tingal peneliti, karena asksesnya dapat dicapai dengan cepat dan mudah, sehingga penelitian bisa dilakukan dengan lancar, dan lokasi penelitian ini sudah cukup mewakili kriteria untuk dijadikan tempat penelitian. Dari itu sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di MAN 1 Mataram.
Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode, observasi, interview, dan dokumentasi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi di kelas X MAN 1 Mataram ?
2. Apa saja kendala dalam penerapan autehntic assesmen berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi di kelas X MAN 1 Mataram ?
C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan diatas, maka tujuan penelitian sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi di kelas X MAN 1 Mataram
2. Untuk mengetahui kendala dalam penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam mata pelajaran sosiologi di kelas X MAN 1 Mataram.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat menambah wawasan bagi pembaca dan menambah ilmu pengetahuan serta dapat digunakan sebagai referensi dalam mengembangkan keilmuwan khususnya yang terkait dengan penilaian authentic assesment berbasis e-learning peserta didik dikelas X pada mata pelajaran sosiologi. Serta peneliti berharap hasil dari penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat menambah wawasan tersediri bagi peneliti mengenai bagaimana cara menerapkan authentic assesment berbasis e- learning dalam meta pelajaran sosiologi di kelas x MAN 1 Mataram.
b. Bagi Sekolah
Penelitian ini dapat meningkatkan kualitas dengan menghasilkan siswa siswi yang berprestasi dalam ilmu pengetahuan, keterampilan, da sikap yang baik, sehingga dapat menjaga nama baik sekolah dan prestasi akademik meningkat.
c. Bagi Guru
Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi guru khususnya dibidang sosiologi dan menjadi dasar perbaikan-perbaikan yang bersangkutan dalam menjalankan tugasnya untuk menilai secara autentik tentang sikap, pengetahuan, serta keterampilan peserta didik.
d. Bagi Siswa
Hasil penenelitian ini dapat mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan bagi siswa atau peserta didik. Dengan menggunakan model penilaian autentik ini diharapkan dapat memicu semangat yang lebih tinggi bagi peserta didik agar lebih meningkatkan kerativitas dan aktif dalam proses belajar.
E. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini berfokus pada pembahasan tentang penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam mata pelajaran sosiologi dikelas x MAN 1 Mataram.
2. Setting Penelitian
Dalam setting penelitian ini, yang dipilih oleh peneliti adalah MAN 1 Mataram, yang terletak di kota Mataram tahun 2022 dan peneliti akan mengambil setting pada kelas X jurusan IPS.
F. Kajian Pustaka
Kajian pustaka atau penelitian terdahulu bertujuan untuk memberikan pembuktian terhadap penelitian bahwa belum pernah ada yang meneliti
tentang penelitian diatas atau yang berkaitan dengan judul itu sendiri. Berikut perbadingan penelitian yang akan dilakukan peneliti dengan penelitian terdahulu.
1. Penelitian yang dilakukan oleh Abdul Jalil pada tahun 2018 dengan judul Penerapan Penilaian Autentik Dalam Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran IPS Di Kelas X MAN 1 Tangerang Selatan.5 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam Penerapan Penilaian Autentik Dalam Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran IPS Di Kelas X MAN 1 Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif desktriptif. Teknis analisis data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Persamaan penelitian ini adalah membahas mengenai penilaian autentik dan sama-sama menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif . perbedaan penelitian ini adalah peneliti membahas tentang penilaian autentik berbasis e-learning, sedangkan penelitian diatas tidak berbasis e-learning, hanya meneliti penelian autentik dalam kurikulum 2013.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Jamaluddin dan Nailil Faroh pada tahun 2019 dengan judul Pengembangan Authentic Aseesment Berupa Penilaian Proyek Pada Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran Matematika
5 Abdul Jalil, Penerapan Penilaian Autentik Dalam Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran IPS di Kelas X MAN 1 Tanggerang, (Skripsi FITK UIN SYARIF Hidayatullah, 2018), hlm. 8
Menggunakan E-learning.6 Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian proyek pada mata kuliah evaluasi pembelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan model penelitian R&D (research
& development) atau penelitian & pengembangan. Teknis analisis data yang digunakan adalah validasi ahli, hasil observasi lapangan, dan respon mahasiswa serta reabilitas instrumen. Persamaan penelitian ini adalah membahas mengenai Authentic Assemsment dengan menggunakan e- learning. perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya pada model penelitianya, penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Fitria Delita dengan judul penelitian Penerapan Authentic Assesment Pada Mata Kuliah IPS Terpadu Semsester Gasal Tahun Ajaran 2016/201. 7 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penilaian autentik (authentic assesment) dan mengidentifikasi kelemahan penilaian yang diterapkan pada mata kuliah IPS Terpadu. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.
Objek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2016. Teknis analisis data yang digunakan adalah melalui komunikasi tak langsung dengan menggunakan instrumen berupa lembar rubrik. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumya adalah menggunakan model penelitian
6 Muhammad Jamaluddin, Nailil Faroh, Pengembangan Authentic Aseesment Berupa Penilaian Proyek Pada Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran Matematika Menggunakan E-learnin,(Jurnal Pendidikan Matematik, 2019), Vol.5. No.3, hlm 227
7 Fitria Delita, Penerapan Authentic Assesment Pada Mata Kuliah IPS Terpadu Semsester Gasal Tahun Ajaran 2016/201, Jurnal Pendidikan Geografi, Vol. 9. No. 2, 2017, hlm 133
deskriptif kulaitatif, dan membahas mengenai penerapan penilaian autentik.
Perbedaannya adalah pada objek penelitian yang dituju serta pada tujuan yang dibahas yakni pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala dalam penerapan autehntic assesmen berbasis e-learning.
G. Kerangka Teori
1. Authentic assesment Berbasis E-Learning
a. Pengertian authentic assesment Berbasis E-Learning
Authentic assesment menurut Fitria Delita, adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. 8
Sedangkan pendapat lain, autentik merupakan sinonim dari kata asli, ntara, atau sebanarnya, valid, realibel, sehingga penilaian autentik kadang disebut penilaian nyata atau penilaian sebenarnya. 9
Penilaian autentik perupakan proses assesment yang melibatkan beberapa bentuk pengukuran kinerja yang mencerminkan kemampuan hasil belajar siswa atau prestasi, motivasi, dan sikap yang sesuai dengan materi pembelajaran. Penilaian autentik merupakan pendekatan penilaian yang memberikan kesempatan luas kepada siswa untuk mengekspresikan kemampuannya secara real atau nyata.
8 Ibid., hlm. 134
9 Kadek Agus Bayu Pramana dan Dewa Bagus Ketut Ngurah Semara Putra, Merancang Penilaian Autentik, (Bali: CV Media Educations, 2019), hlm. 50
Adapun, E-learning adalah perangkat pendidikan berbasis komputer atau sistem yang memungkinkan anda untuk belajar dimana saja dan kapan saja. Saat ini e-learning dapat disampaikan melalui internet. E-leraning juga merupakan medel pembelajaran yang mencakup beragam media penyampaian bahan ajar atau konten melalui situs di internet dengan menggunakan 10
Berdasarkan definisi diatas maka dapat dinyatakan Authentic assesment berbasis E-learning adalah penilaian yang sebenarnya atau nyata yang mencakup tiga ranah hasil belajar yakni sikap, keterampilan serta pengetahuan, yang akan dilaksanakan berbasis e- learning atau dengan kata lain berbasis online, dengan memanfaatkan jaringan atau internet, yang dimana, proses penilaian tersebut bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, dengan berbagai fasilitas media belajar yang telah disediakan sistem e-learning.
b. Jenis-jenis authentic assesment Berbasis E-learning
Dalam rangka melaksanakan penilaian autentik yang baik, guru harus memahami secara jelas tujuan yang ingin dicapai. Untuk itu, guru harus bertanya pada diri sendiri, khususnya berkaitan dengan: Si- kap, pengetahuan dan keterampilan apa yang akan dinilai; Fokus penilaian akan dilakukan, misalnya, berkaitan dengan sikap, penge- tahuan dan keterampilan; dan Tingkat pengetahuan apa yang akan dinilai, seperti penalaran, memori, atau proses.
10 Rusli Muhammad, dkk, Memahami E-learning: Konsep, Teknologi, dan Arah Perkembangan (Yogyakarta: CV Andi Offset, 2020), hlm. 1-3
Authentic assesment untuk ranah sikap dapat dilakukan menggunakan aspek menilaian diri, penilaian antar teman sebaya.
Untuk ranah pengetahuan dilakukan dengan cara menggunakan berbagai macam tes dan penugasan, sedangkan untuk keterampilan dapat dilakukan dengan cara penilaian kinerja, penilaian proyek, dan portofolio.
Mengingat bahwa authentic assesment berbasis e-learning adalah penilaian yang sebenarnya atau nyata yang mencakup tiga ranah hasil belajar yakni sikap, keterampilan serta pengetahuan, yang akan dilaksanakan berbasis e-learning atau dengan kata lain berbasis online, dengan memanfaatkan jaringan atau internet, yang dimana, proses penilaian tersebut bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, dengan berbagai fasilitas media belajar yang telah disediakan sistem e- learning. maka dapat kita mengambil pelajaran bahwa pelaksanaan dari instrumen untuk menilai ketiga ranah tersebut ketika akan menggunakan sistem e-learning tentu tidak jauh beda dengan ketika kita melakukan secara langsung atau tatap muka seperti pada umumnya, hal ini dikarenakan pelaksanaan authentic assesment berbasi e-learning yang membedakannya hanya dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas internet atau jaringan yakni berbasis online atau jarak jauh, sedangkan untuk penilaian lansgung atau tatap muka tidak membutuhkan sistem jaringan.
Pada jenis-jenis authentic assesment tersebut memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah :
1. Penilaian Sikap Berbasis E-learning
Dalam kurikulum K-13 untuk muatan KI-1 (sikap spiritual) antara lain: ketaatan beribadah, berperilaku syukur, berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, toleransi dalam beribadah. Untuk muatan KI-2 (sikap sosial) antara lain: jujur, disiplin, tanggung ja- wab, santun, peduli, percaya diri, bisa ditambahkan lagi sikap-sikap yang lain sesuai kompetensi dalam pembelajaran, misal : kerja sa- ma, ketelitian, ketekunan, dll. Penilaian apek sikap dilakukan me- lalui observasi, penilaian diri, penilaian antarteman, dan jurnal.Penilaian sikap ini bukan merupakan penilaian yang terpisah dan berdiri sendiri, namun merupakan penilaian yang pelaksa- naannya terintegrasi dengan penilaian pengetahuan dan keterampi- lan, sehingga bersifat autentik (mengacu kepada pemahaman bahwa pengembangan dan penilaian KI 1 dan KI 2 dititipkan melalui kegiatan yang didesain untuk mencapai KI 3 dan KI 4).
Pada kurukulum 2013, guru melakukan penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. Penilaian sikap merupakan penilaian yang digunakan untuk mengamati sikap peserta didik selama pembelajaran. Teknik dan bentuk penilaian
kompetensi sikap meliputi observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan penilaian jurnal 11.
Dalam penilaian sikap tersebut, memiliki teknik atau instrumen yang dapat dilakukan, penilaian diri, penilaian teman antar siswa.12 Adapun instrumennya sebagai berikut :
a. Observasi : Dilakukan secara berkesinambungan baik secara langsung maupun tidak langsung perilaku siswa.
b. Penilaian diri : meminta siswa mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam mencapai kompetensi.
c. Penilaian antar siswa/teman sebaya : siswa saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi.
Dalam hal pelaksanaan penilaian sikap berbasis e-learnig, maka yang dapat dilakukan hanya dengan menggunakan penilain teman sebaya, penilain diri, observasi sedangkan jurnal tidak bisa dilakukan secara e-learning. Hal tersebut mengingat penilaian sikap yang akan dilakukan berbasis e-learnig atau memanfaatkan internent yang tentunya tidak memungkinkan seorang guru melakukan penilian jurnal. Dalam melaksanakan penilaian sikap berbasis e-learning maka instrumen penilain teman sebaya dan penilain diri harus di upload atau diunggah oleh guru kedalam e-
11 Anwar Novianto, Ali Mustadi, “Analisis Buku Teks Muatan Tematik Integratif, Scientific, Approach,dan Authentic Assesment Sekolah Dasar”. Jurnal Pendidikan, 2015, Vol. 45, No. 1, hlm. 6
12 Yubali Ani,M.Pd, “Penilaian Dalam Kurikulum 2013”, hlm. 746
learning yang digunakannya dan siswa akan diminta untuk memberikan jawaban terhadap isi pertanyaan dalam instrumen terkaiat serta melakukan observasi penilaian sikap dalam proses pembelajaran daring.
2. Penilaian Pengetahuan berbasis e-learning
Penilaian K-3 (pengetahuan) untuk kurikulum K-13 dapat dilakuka dengan beberapa cara yakni, pertama, tes tertulis (isian dan uraian) disertai dengan kunci jawaban dan teknik penyekoran Kedua, observasi pengetahuan peserta didik dalam berbagai kegiatan. Ketiga, penugasan yang dikerjakan peserta didik dengan batas waktu tertentu 13 dan yang ke empat adalah tes lisan, tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru secara ucap se- hingga peserta didik merespon pertanyaan tersebut secara ucap ju- ga, sehingga menimbulkan keberanian. Jawaban dapat berupa kata, frase, kalimat maupun paragraf yang diucapkan.
Seperti halnya dalam penilaian sikap, penilaian pengetahuan juga memiliki teknik atau instrumen yang dapat dilakukan, yakni tes tertulis, tes lisan, dan penugasan 14 , adapun instrumennya sebagai berikut :
13 Anwar Novianto, Ali Mustadi, “Analiis Buku Teks..., hlm.13
14 Yubali Ani,M.Pd, “Penilaian Dalam Kurikulum..., hlm. 746
a. Tes tertulis : berupa pilihan ganda (PG), jawaban singkat, benar salah, menjodohkan dan uraian.
b. Tes lisan : berupa daftar pertanyaan.
c. Penugasan : berupa pekerjaan rumah dan proyek yang dapat dikerjakan individual maupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugas. Pada penugasan tersebut guru dapat memberikan tugas tersebut sesuai dengan pelajaran atau materi yang sudah diajarkan sebelumnya untuk mengukur kemampuan siswa dalam menangkap pelajaran yang telah diberikan.
3. Penilaian Keterampilan Berbasis E-learning
Aspek keterampilan dapat dinilai dengan cara berikut : a. Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja (performance) adalah suatu penilaian yang meminta siswa untuk melakukan suatu tugas pada situasi yang sesungguhnya yang menuntut penggunaan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.. 15
Menurut pendapat lain, penilaian kinerja adalah penelusuran proses dalam produk, artinya dilakukan bilamana siswa melalui sustu proses belajar dan kinerja proses tersebut terlihat dari unjuk kerja yang ditampilkan. 16
15 Kadek Agus Bayu Pramana dan Dewa Bagus Ketut Ngurah Semara Putra, Merancang Penilaian ..., hlm. 52
16 Marhaeni, A.A.I.N, Luh Putu Artini, dkk, Assesmen Autentic Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2017), hlm.9
b. Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project assesment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh siswa menurut periode waktu tertentu. Tugas tersebut dilakukan oleh peserta didik, dimulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengelolaan, analisis, dan penyajian data. Penilaian proyek ini sangat bermanfaat untuk menilai keterampilan menyelidiki secara umum dalam segala bidang pembelajaran. Ini dikarenakan dalam penyelesaian tugasnya dituntut untuk menggunakan pemahaman, daya nalar, daya tulis maupun daya bacanya, sehingga kegiatan ini dapat memperdalam ilmu pengetahuan yang dimiliki. Tugas yang diberikan bisa dalam benuk karya ilmiah, pelaporan terhadap suatu kegiatan, makalah-makalah, ataupun pembuatan majalah dinding sekolah. 17
c. Portofolio
Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termaksud penugasan perorangan atau kelompok didalam kelas atau diluar kelas khususnya pada pembahasan sikap/perilaku dan keterampilan peserta didik. 18 Contoh penilaian portofolio bisa berupa karya seni, web desain, dan lain sebagainya.
17 Kadek Agus Bayu Pramana dan Dewa Bagus Ketut Ngurah Semara Putra, Merancang Penilaian..., hlm. 56
18 Musfiqon HM, Penilaian Otentik Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 (Sidoarjo,Nizamia Learning Center:2016), hlm. 49-50
Dalam penilaian keterampilan juga memiliki teknik atau instrumen yang dapat dilakukan, yakni penilaian kinerja, proyek, dan portofolio.19 Adapun instrumennya sebagai berikut :
a. Penilaian kinerja : siswa mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan praktek, proyek dan portofolio.
b. Proyek : tugas belajar yang meliputi kegiatan perencanaan atau pelaksanaan dan pelaporan baik tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
c. Portofolio : berupa kumpulan karya siswa yang bersifat reflektif-integratif, dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan keperdulian siswa terhadap lingkungannya.
c. Tujuan authentic assesment berbasis e-learning
Tujuan penilaian yang paling utama ialah untuk mendapatkan data yang dijadikan dasar untuk pemberian masukan dan menentukan standar. Penilaian bertujuan untuk meilai kemajuan yang dimiliki siswa. Tujuan dari authentic assesment itu sendiri adalah melilai kemampuan masing-masing individu melalui tugas, menentukan kebutuhan pembelajaran, membantu serta mendorong peserta didik untuk lebih meningkatkan kemampuan yang mereka miliki dari pembelajaran yang telah dipelajari.
19 Yubali Ani,M.Pd, “Penilaian Dalam..., hlm.746-745
d. Kelebihan Dan Kekurangan Authentic Assesment
Kelebihan dari authentic assesment adalah guru akan dapat mengetahui dimana kelebihan dan kelemahan dari siwa, authentic assesment dapat menggambarkan pencapaian seorang siswa dalam pembelajaran berupa gain atau kemajuan belajar. Penilaian dari hasil yang lebih autentik akan meningkatkan proses belajar mengajar, siswa lebih jelas mengetahui kewajiban-kewajiban mereka untuk menguasai tugas-tugas.20 Kelebihan lainya juga bisa meingkatkan kretivitas yang dimiliki siswa, fokus pada keterampilan menganalisis dan pengitregrasian pengetahuan serta meningkatkan keterampilan lisan dan tulisan.
Sedangkan kekurangan dari authentic assesment adalah biaya authentic assesment lebih banyak dibandingkan tes-tes standar, guru dituntut untuk lebih mengembangkan pendidikan dan profesionalisme, penilaian autentik tidak dapat memperlihatkan trend-trend jangka panjang seperti tes-tes standar. 21 kekurangan authentic assesment juga bisa bersifat tidak praktis untuk kelas yang berisi banyak siswa.
20 Wini Mustikarani & Mamat Ruhimat, “Kelemahan dan Keunggulan Implementasi Authentic Assesment Dalam Pembelajaran Geografi”, Jurnal Pendidikan Geografi, Vol. 18, No.2, 2018, hlm.
152
21 Ibid., hlm.153
2. E-learning
a. E-learning dan Fungsi Penggunaan dalam authentic assesment Menurut Yaniawati, e-learning memiliki fungsi dalam pembela- jaran seperti suplemen (tambahan), komplemen (penegkap) dan subsi- tusi (pengganti). 22 Demikian juga dalam kegiatan asassment fungsi penilain assasment berbasis e-learing juga demikian. Hal tersebut ketika kondisi pembelajaran normal. Namun ketika masa pandemi Covid 19 maka dapat difungsikan sebgai tehnik penilaian yang utama.
1) Suplemen (Tambahan)
Peserta didik bisa memilih untuk menggunakan ataupun tidak menggunakan e-leraning dalam pembelajaran, atau dengan kata lain mereka tidak diwajibkan untuk mengakses materi ajar e- learning
2) Komplemen (Pelengkap)
Pengajar dapat melengkapi materi ajar yang belum disampaikan di kelas dengan menggunakan e-learning. Selain itu guru juga dapat melakukan pengayaan atau reinforcement dan remedial kepada peserta didik setelah pembelajaran di dalam kelas.
Pengayaan bertujuan untuk membuat penugasan materi peserta didik semakin mantap setelah pengajar menyampaikan materi di
22 Simanihuruk Lidia, dkk, E-Learning, implementasi, strategi & inovasi , (Yayasan Kita Mnulis, 2019), hlm. 16-17
kelas. Sedangkan remidial dilakukan peserta didik yang belum memahami materi ajar yang sudah disampaikan di kelas.
3) Subsitusi (Pengganti)
Model kegiatan pembelajaran konvensional (dilakukan di kelas dan tatap muka secara utuh), dapat digantikan dengan menggunakan internet.
b. Manfaat Penggunaan E-learning
Menurut Widiasworo, menyatakan bahwa manfaat penggunaan E-learning dalam pembelajaran yaitu:
1) Menciptakan kualitas interaksi yang semakin meningkat
2) Interaksi pembelajaran dapat berlangsung di mana saja dan kapan saja
3) Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potensial to reach a global audience).
c. Kelebihan dan Kekurangan e-learning.
Penggunaan e-learning dalam pendidikan memiliki banyak kelebihan, beberapa kelebihannya yaitu (Tjokro).
1) Peserta didik lebih cepat memahami materi ajar karena e-learning memakai multimedia seperti gambar, teks, animasi, dan lain-lain.
2) Lebih efektif dalam hal biaya yang berarti peserta didik datang ke gedung belajar karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dan lebih murah untuk diperbanyak.
3) Lebih efisien langsung tidak di butuhkan formalitas kelas, karena materi ajar bisa langsung dipelajari.
Efendi, mengutarakan kekurangan penggunaan e-learning yaitu : 23
1) Interaksi secara tatap muka yang terjadi antara peserta didik dengan pengajar atau antara peserta didik dengan peserta didik menjadi minim.
2) Pembelajaran yang dilakukan lebih cenderung ke pelajaran bukan pendidikan
3) Aspek bisnis atau komersial menjadi lebih baik berkembang dibandingkan aspek sosial dan akademik.
4) Bahasa komputer yang masih kurang.
d. Media pendukung dalam proses authentic assesment berbasis e- learning pada pembelajaran sosiologi
Dalam kaitannya dengan pembelajaran berbasis e-learning, dapat menggunakan berbagai web-based learning seperti scoology, google classroom, edmodo, moodle. Masing-masing web based learning tersebut emiliki fitur yang hampir serupa sehingga guru dapat memberikan penugasan autentik melalui web tersebut.24
1) Schoology
Schoology adalah yang smenyediakan fitur assignment bagi para guru atau dosen untuk memberikan tugas tertentu dalam
23 Ibid., hlm. 20-22
24Ida Bagus Ary Arjaya,” Penerapan Authentic..., hlm. 164
interval waktu tertentu. Fitur memanajemen tugas siswa dengan baik. Siswa yang terlambar mengumpulkan tugas akan diberikan notifikasi late, sedangkan siswa yang tepat waktu mengumpulkan tugas akan diberikan keterangan on time oleh sistem. 25 dimana schoology ini merupakan situs yang menggabungkan antara jejaring sosial dan LMS (Learning Management System) jadi dengan schoology kita bisa berinteraksi sosial sekaligus belajar.
2) Google classroom
Google classroom adalah aplikasi yang dibuat oleh google yang bertujuan unutk membantu guru dan peserta didik apabila kedua hal tersebut berhalangan, mengorganisasi kelas serta berkomunikasi dengan peserta didik tanpa harus terikat dengan jadwal pembelajaran kelas. Disamping itu guru dapat memberikan tugas dan langsung memberikan peniaian kepada peserta didik.
Penyampaina pembelajaran dengan e-learning merupakan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi internet. 26 google classroom sendiri merupakan platform pendidikan yang dapat membatu mengelola seluruh kegiatan pembelajaran, mulai dari
25 Ibid, hlm, 164
26 Putri Umairah, Zulfah, “Peningkatan Motivasi Belajar Menggunakan “google classroom”
Ditengah Pandemi Covid-19 Pada Peserta Didik Kelas XI IPS 4 SMAN 1 Bangkinang Kota”, Jurnal On Education, 2020. Vol. 02. No. 03, hlm. 277
pemberian tugas kepada siswa kemudian sebagai wadah berdiskusi antara satu sama lain.
3) WatsApp
Sebagai salah satu media pembelajaan, karena ditinjau dari jumlah pengguna, fungsi dan cara penggunaanya, dimana pendidik dapat berbagi (sharing) materi pembelajaran atau tugas dalam bentuk gambar, pdf, ppt,doc,xls,audio, vidio secara langsung dan meminta tanggapan (jawaban) dari peserta grup (peserta didik). 27 penggunaan aplikasi WatsApp ini juga memiliki kekurangan dalam pemakaiannya, seperti halnya dengan penyalahgunaan Hp, bukan untuk pembelajaran namun siswa bisa lupa waktu, dan siswa cenderung susah fokus dalam proses pembelajaran tersebut.
4) Moodle
MOODLE (Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment) is a cloud-based media can be accessed via a computer or smartphone must be connected with the inter- net. Di dalam e-learning berbasis 2020. ALIGN- MENT:Journal of Administration and Educational Man- agement, Moodle tersedia bagian untuk memasukkan mate- ri, diskusi, tugas, dan quis. Pengajar bisa mengatur waktu untuk mengaksesnya. Yang menjadi peserta kelas, itu meru- pakan mahasiswa yang sudah terdaftar dan sudah diberikan hak akses. Dengan memiliki hak akses, mahasiswa dapat mengakses semua aktivitas yang terdapat pada kursus terse-
27 I Made Pustikayasa, “Grup WatsApp Sebagai Media Pembelajaran (WatsApp Groups As Learning Media )”, Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu, 2019. Vol. 10. No. 2, hlm.
59
but berdasarkan pertemuan. Mahasiswa juga dapat berko- munikasi baik dengan pengajar atau sesama mahasiswa me- lalui menu chat atau menu forum yang telah siapkan oleh pengajar sebagai media komunikasi. Selain itu mahasiswa juga dapat mengakses materi yang disajikan, mengkontrol nilai mereka sehingga penilaian dapat bersifat objektif, serta mengupload tugastugas yang diberikan dalam bentuk file dan dapat diunduh oleh pengajar untuk diperiksa dan diberi penilai. 28
3. Pembelajaran Sosiologi
a. Pengertian Pembelajaran Sosiologi
Ada beberapa pengertian sosiologi yang dipaparkan oleh para sosiolog, sebagai berikut: 29
1) Menurut Pitirin Sorokin, mengatakan bawa sosiologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial seperti gejala ekonomi dan agama, keluarga, moral, hukum, gerakan, masyarakat, serta politik.
2) Menurut Selo Soemardjan dan Soelaman Soenandi, sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari tentang struktur sosial dan proses-proses kemasyarakatan yang besifat stabil.
3) Menurut Maz Weber, sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan sosial.
28 Kristina Sara, Ferdinandus Lidang Witi, Anastasia Mude, “Implementasi E-Learning Berbasis Moodle Dimasa Pandemi Covid-19”, Jurnal Of Administrasi And Education Management, 2020. Vol. 3.
No. 2, hlm. 183-184
29 Djunaidi Ghoy & Fuzan Almanshur, “Metode Penelitian kualitatif”,(Yogyakarta, Ar-Ruzz Media, 2012), hlm. 29
4) Menurut Soejono Soekanto, sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
5) Menurut William F. Okburn dan Mayer F. Nimkopf, sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
Dari beberapa pengertian diatas, maka sosiologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari pola-pola interaksi sosial dalam kelompok- kelompok masyarakat untuk menciptakan sistem sosial yang stabil dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah.
b. Ruang Lingkup Pembelajaran Sosiologi
Nasution, mengemukakan ruang lingkup sosiologi pendidikan meliputi pokok-pokok, sepeti : Hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat, hubungan antar manusia di dalam sekolah, pengaruh sekolah erhadap perilaku dan kepribadia semua pihak disekolah/lembaga pendidikan, serta hubungan lembaga pendidilan dalam masyarakat.30
H. Metode Penelitian
1. Pendekatan penelitian
30 Dr. Nurdinah Hanifah, ”Sosiologi Pendidikan”, (Sumedang: UPI Sumedang Press, 2016), hlm, 6
Pendekatan dan jenis penelitian dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Creswell, menyatakan penelitian kualitatif sebagai suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terperinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami.
31
Penelitian kualitatif merupakan suatu strategi inquiry yang menekankan pencarian makna, pengertian, konsep, karakteristik, gejala, simbol mauoun deskripsi tentang suatu fenomena, fokus dan multimetode, bersifat alami dan holistik, mengutamakan kualitas, menggunakan beberapa cara, serta disajikan secara naratif. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menemukan jawaban terhadap suatu fenomena atau pernyataan melalui aplikasi prosedur ilmiah secara sistematif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.32
Secara garis besar pengertian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami fenmena yang dialami oleh subyek penelitian.
Misalnya perilaku, persepsi,motivasu, tindakan, dan sebagainya, secara holistik dengan cara deskriptif dalan suatu konteks khusunya yang dialami tanpa ada campur tangan manusia dan dengan memanfaatkan secara optimal sebagai metode ilmiah yang lazim digunakan.33
Dari penjelasan mengenai pendekatan penelitian diatas, maka dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Alasan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif adalah karena fenomena mengenai authentic assesment adalah sebuah fenomena yag ilmiah yang tidak dapat diukur dengan pendekatan kuantitatif yang mengaruskan
31 Juliansyah Noor, “Metodelogi Penelitian”, (Jakarta: Kencana, 2016), hlm. 34
32 A. Muri Yusuf, “Metode Penelitian: Kuantitaif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan”, (Jakarta: Prenademedia Group, 2016), hlm. 300.
33 Djunaidi Ghony & Fauzan Almanshur, “Metode Penelitian..., hlm. 29
datanya berbetuk angka. Karena analisis hasil penilaain autentik ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan triangulasi metode dan sumber, analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verivikasi data.
2. Kehadiran penelitian
Kehadiran peneliti dalam penelitian ini sangat penting karena selain berperan sebagai instrumen utama, peneliti sekaligus sebagai pengumpul semua data sehingga keberadaanya dilokasi dangat diperlukan. Disamping itu kehadiran peneliti dilokasi guna menggali dan mendapatkan semua data yang kredibel dan aktual. Peneliti dituntut hadir dilokasi juga untuk mengungkapkan masalah yang sedang diteliti secara langsung dan nyata dengan keadaan yang sebenar-benarnya. Dilokasi tersebut kehadiran peneliti juga sebagai orang yang secara langsung menjalin hubunga baik dengan narasumber atau orang yang peneliti butuhkan untuk memberikan informasi serta data yang diperlukan. Narasumber tersebut diatantaranya adalah : Kepala Sekolah MAN 1 Mataram, Guru Mata Pelajaran Sosiologi, dan Siswa Siswi kelas X jurusan IPS di MAN 1 Mataram.
Disamping itu peneliti juga dapat terjun langsung guna dapat memahami keadaan penelitian yang selanjutkan akan dianalisis dan akhirnya dapat ditarik sebuah kesimpulan tentang data yang diperoleh. Dalam konteks mencari ini kehadiran peneliti dilapangan diperkirakan akan dilakukan
selama waktu kurang lebih 2 bulan. dalam hal ini peneliti akan melakukan wawancara dan sebagainya, akan dilakukan secara partisipan.
3. Sumber data
Sumber data ialah situasi yang wajar atau “natural setting”. Peneliti mengumpulkan data berdasarkan bservasi situasi yang wajar, sebagaimana adanya, tanpa diperngaruhi dengan sengaja. Peneliti memasuki lapangan behubungan langsung dengan situasi dan orang diselidikinya. 34 Menurut Lofland, dalam Lexi J. Melong sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah sumber data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Sumber data utama dalam penelitian ini diperoleh melalui kata-kata dan tindakan yang dikumpulkan peneliti dengan melakukan wawancara terhadap informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Sumber data lain diperoleh peneliti dengan melakukan observasi dan dokumentasi selama penelitian. 35 Dalam hal ini sumber data atau informan juga biasa disebut dengan orang-orang yang mampu membrikan keterangan tentang berbagai data yang kita butuhkan serta yang berhubungan dengan penelitian yang sedang diteliti.
4. Lokasi penelitian
34 Umar Sidiq & Moh. Miftachul Choiri, “Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan”, (Ponorogo: CV. Nata Karya, 2019), hlm.12
35 Ishomuddin, “Pengembangan Sosial Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asen”, (Jawa Timur, Duta Media Publishing: 2016), hlm. 105
Penelitian ini akan dilakukan di MAN 1 Mataram dikota Mataram.
MAN 1 Mataram adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang MA di Dasan Agung, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
MAN 1 Mataram berada di bawah naungan Kementrian Agama. Lokasi tersebut dipilih karena sudah menerapkan model penilaian autentik dalam salah satu model penilaian guru terhadap peserta didik. Dan juga lokasi tersebut sudah menerapkan pembelajaran berbasis e-learning saat awal pandemi, yang semakin menambah ketertarikan peneliti untuk memilih lokasi ini sebagai tempat penelitian.
5. Prosedur pengumpulan data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa megetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar yang ditetapkan. 36 Penelitian kualitatif sifatnya induktif. Penelitian kualitatif dimulai dari deduksi teoritis. Peneliti sendiri terjun ke lapangan, mempelajari suatu proses atau penemuan yang terjadi secara alami, mencatat, menganalisi, menafsirkan, dan melaporkan serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari proses tersebut. 37
Untuk memperoleh sebuah data yang ada dilapangan, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
a. Observasi Pasif
36Ghea Monalisa, “Strategi Pembelajaran PAI Pada PIAUD”, hlm.41
37 Mardawani, “Praktis Penelitian Kualitatif”, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2020), hlml. 18
Observasi yang dilakukan peneliti pada penelitian ini adalah observasi pasif. Hal ini dikarenakan peneliti akan datang langsung ketempat narasumber yang akan diamati. Tetapi tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut, dan peneliti akan melakukan segala hal yang diminta oleh narasumber namun tidak terlibat terlalu banyak.
b.Wawancara
Wawancara adalah perlakuan yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan data secara mendalam. 38
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondenya sedikit/kecil. 39
Ada beberapa macam wawancara, seperti yang telah dikemukakan oleh Esterberg dalam Hengki Wijaya beberapa macam wawancara yaitu wawancara terstruktur (stuctured interview), wawancara semi terstruktur (semistructured interview), dan wawancara tak berstruktur (unstructured interview).40 Dalam penelitian ini, peneliti
38 Albi Anggito & Jihan Setiawan, “Metodologi Penelitian Kualitatif”, (Jawa Barat: CV Jejak, 2018), hlm, 89
39Ade Ismayani, “Metodologi Penelitian”, hlm.67
40 Hengki Wijaya, “Analisi Data Kualitatif Ilmu Pendidikan Teologi” , 2018, hlm. 38
menggunakan metode wawancara semi terstruktur (semistructured intervie).
Wawancara semi terstruktur termaksud dalam kategori m-dept interview, dimana didalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Wawancara ini sudah disiapkan pertanyaan tetapi belum ada jawabanya. Tujuan dari wawarncara ini adalah untuk menentukan permasalahan secara lebih terbuka dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan. 41 Adapun data yang diwawancarai peneliti kepada siswa terkait penerapan authentic assesment berbasis e-learnin oleh guru mata pelajaran sosiologi. Dalam hal ini teknik pengumpulan data melalui wawancara, yakni dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada responden (guru sosiologi, siswa, dan kepala sekolah) untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk mengumpulkan data tersebut, yang telah peneliti rangkum dalam pedoman wawancara
Tujuan peneliti menggunakan teknik wawancara pada judul ini, karena peneliti ingin mengetahui bagaimana penerapan authentic assesment berbasis e-learning dalam pembelajaran sosiologi di kelas X
41 Muchson, “Statistik Deskriptif” , (Guepedia), hlml. 26
MAN 1 Mataram, serta apa saja kendala yang ada dalam proses pembelajaran tersebut.
c. Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya mencari data mengenai hal-hal, variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya. 42
Kata dokumentasi berasal dari bahasa latin yaitu docere, yaitu berarti mengejar. Pengertian dari kata dokumen ini menurut Louis Gottschalk sering kali digunakan para ahli dalam dua pengertian, yaitu pertama berarti sumber tertulis bagi informasi sejarah sebagai kebalikan dari pada keasksian lisan, artefak, peninggalan-peninggalan terlukis, dan petilasan-petilasan arkeologis. Kedua, diperuntukkan bagi surat-surat resmi dan surat-surat negara, seperti surat perjanjian, undang-undang, hibah, konsesi, dan lainya.
Dari berbagai pengertian diatas dapat ditarik benang merahnya bahwa dokumentasi merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar, dan karya-karya monumental, yang semuanya itu memberikan informasi bagi proses penelitian.43
42 Suharsimi Arikunto,” Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek”, (Jakarta: Pt. Bineka Cipta, 2002), hlm. 206
43Muh. Fitrah & Luthfyah, “Metodologi PenelitianKualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus”, (Kota Bima: CV Jejak, 2017), hlm. 74
Data dokumentasi yang dicari oleh peneliti adalah sejarah sekolah, letak geografis sekolah, sarana dan prasarana sekolah, data siwsa, data guru, dan rancangan penilaian autentik guru mata pelajaran sosiologi dalam proses belajar berbasis e-learning.
6. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam kualitatif adalah aktifitas yang dilakukan secara terus meneurs selama penelitian berlangsung dilakukan mulai dari pengumpulan data sampai pada tahap penulisan laporan. 44
Menurut Sugiyono, menjelaskan analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang dieproleh dari wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan d aa ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menysusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. 45
Menurut Miles & Huberman ada bebrapa tahapan yang hatus dikerjakan dalam menganalisis data kualitatif yaitu :
44 Hengki Wijaya & Umrati, Analisis Data..., hlm. 115
45Iwan Fachrozi, dkk, “Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Olahraga” , (UNM:2020), hlm. 153
Gambar 1.1
Langkah-Langkah Analisis Data Menurut Miles & Huberman.46 Berdasarkan langkah-langkah diatas yang harus dilakukan peneliti sebelum menganalisis data adalah sebagai berikut :
a. Data Collection (Pengumpulan Data)
Koleksi data merupakan tahap awal dalam proses menganalisis data dan ini dilakukan setelah melakukan penelitian. Pada tahap ini dimana peneliti akan mengumpulkan semua hasil penelitian seperti data-data yang peneliti dapat dari lapangan tanpa terkecuali, baik itu hasil observasi, hasil wawancara, maupun dokumentasi akan peneliti koleksikan semunya pada tempat yang sama. Serta pada tahap inilah peneliti akan menjaga keutuhan dan kelengkapan data yang telah dipaparkan. 47
46 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatf, Kualitatif dan R&D, (Bandung:Alfabeta, 2019), hlm.322