• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian

BAB I PENDAHULUAN

G. Metode Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penenlitian dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, karena data yang digali

20

menggunakan beberapa teknik yaitu wawancara, observasi, dan diolah dengan teknik pengelompokan serta konsep-konsep dengan bahasa kualitatif kemudian mencari substansinya.

Pada penelitian ini, peneliti lebih memusatkan perhatiannya pada prinsip-prinsip umum yang mendasari perwujudan satuan- satuan gejala yang ada dalam kehidupan manusia, atau pola-pola yang dianalisis gejala-gejala sosial budaya dengan menggunakan kebudayaan yang bersangkutan untuk memperoleh gambaran mengenai pola-pola yang berlaku.28

2. Kehadiran Peneliti

Dalam hal ini peneliti berperan sebagai orang yang melakukan observasi mengamati dengan cermat terhadap obyek penelitian.

Untuk memperoleh data tentang penelitian ini, maka peneliti terjun langsung ke lapangan. Dikarenakan Kehadiran peneliti dalam penelitian ini berperan sebagai instrumen kunci yang berperan sebagai pengamat non partisipan, yaitu peneliti turun ke lapangan tidak melibatkan diri secara langsung dalam kehidupan obyek penelitian. Sesuai dengan salah satu ciri pendekatan kualitatif yaitu sebagai instrumen kunci.29

Dengan itu peneliti di lapangan sangat mutlak hadir atau terjun langsung dalam melakukan penelitian. Berkenaan dengan hal tersebut, dalam mengumpulkan data, peneliti berusaha menciptakan hubungan yang baik dengan informan atau yang biasa disebut dengan narasumber yang menjadi sumber data utama agar data-data yang diperoleh betul-betul valid. Dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti hadir langsung di lapangan sejak diizinkannya melakukan penelitian, yaitu dengan cara mendatangi lokasi penelitian pada waktu-waktu yang telah ditentukan.

3. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di beberapa dusun yang ada di Desa Loang Maka kecamatan Janapria Lombok Tengah. Loang Maka diambil sebagai lokasi penelitian karena beberapa alasan, di

28 Burhan Ashshofa, Metode Peneletian Hukum, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), hlm. 20-21.

29 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R &D, (Bandung:

Alfabeta, 2010), hlm. 223.

21

antaranya di keseluruhan desa yang ada di kecamatan Janapria, desa Loang maka sebagian masyarakatnya masih mempratikkan masalah tradisi pembayaran penari (bayah aok).

4. Sumber dan Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari dua macam yaitu data primer dan data skunder. Adapun sumber data dari penelitian ini meliputi:30

a. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti.31 Data primer ini diperoleh dari wawancara dengan masyarakat di Desa Loang Maka Kecamatan Janapria Lombok Tengah selaku pelaku praktik pembayaran penari atau bayah aok, tokoh adat setempat, dan tokoh agama.

b. Data Skunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber kedua setelah data primer seperti buku, jurnal, majalah. Data sekunder sebagai data tambahan untuk menguatkan hasil penelitian dan akan dikorelasikan dengan data primer. Data skunder akan membantu peneliti dalam menemukan bukti, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian dengan baik.

Tahap pada sumber data skunder yang paling banyak dipergunakan dalam penelitian ini adalah profil desa Loang Maka.

5. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi

Observasi yaitu pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian.

Dalam hal pengamatan secara langsung yaitu dengan cara terjun ke lapangan yang melibatkan seluruh pancaindra. Sedangkan secara tidak langsung berarti pengamatan yang dilakukan

30 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:

PT Rineka Cipta, 2014), hlm. 172.

31 Bagong Suyanto Sutinah, Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan, (Jakarta: Kencana, 2007), hlm. 55.

22

dengan dibantu melalui media visul/audiovisual, misalnya teleskop, handycam, dll.32

Dalam hal ini penulis langsung terjun ke lapangan penelitian, hal ini sebagai upaya untuk memahami secara langsung pelaksanaan praktik pembayaran penari atau bayah aok dalam tradisi perkawinan adat masyarakat suku sasak di Kecamatan Janapria Lombok Tengah. Agar penulis dengan mudah menilai dan memahami fakta yang ada. Observasi dibagi menjadi dua macam, yaitu observasi partisipan dan non partisipan. Adapun observasi yang peneliti gunakan adalah observasi non parsitipan.

b. Wawancara

Wawancara adalah metode pengumpulan data dalam bentuk komunikasi langsung antara peneliti (pewawancara) dan responden (narasumber). Komunikasi tersebut berlangsung dalam bentuk tanya jawab sambil bertatap muka antara peneliti dan responden bisa dengan wawancara mendalam atau wawancara bertahap.33 Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara mendalam dari berbagai sumber yaitu pelaku tradisi pembayaran penari atau bayah aok, tokoh adat di desa Loang Maka kecamatan Janapria Lombok Tengah, dan Tokoh agama penduduk setempat. Sesuai dengan hal ini maka penulis melakukan proses wawancara secara bebas dan terstruktur dengan tujuan untuk mendapatkan informasi lebih dalam dari informan. Dalam hal ini setelah terjun langsung ke lapangan penulis hanya dapat mewawancarai beberapa tokoh adat dalam setiap dusun yang ada di Desa Loang Maka. Yaitu Dusun Jonggek, Dusun Pemantek Bat Lauk, Dusun Pemantek Daye, Dusun Tibu Sisok, dan Dusun Loang Maka.

c. Dokumentasi

Studi dokumentasi yaitu mengumpulkan dokumen dan data-data yang diperlukan dalam permasalahan penelitian kemudian ditelaah secara intens sehingga dapat mendukung dan

32 Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metedologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 105.

33 Sugiono, Metode …, hlm. 137.

23

menambah kepercayaan dan pembuktian dalam suatu kejadian.34

Metode dokumentasi ini juga digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data berupa foto-foto atau dokumen-dokumen tentang praktik pembayaran penari (bayah aok) dalam tradisi perkawinan adat masyarakat suku sasak di Kecamatan Janapria Lombok Tengah dan juga menyajikan dokumen-dokumen profil desa Loang Maka Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah serta dokumen lainnya yang berkaitan dengan tradisi pembayaran penari (bayah aok).

6. Teknik Analisa Data

Menurut pendapat Bogdan & Biklen bahwasanya analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya sehingga menjadi satuan yang dapat dikelola, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, kemudian memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.35 Secara sistematis analisis data dapat dilakukan dengan tiga langkah secara bersamaan, yaitu:

a. Reduksi data merupakan proses merangkum hal-hal yang pokok dan memfokuskan kepada hal-hal yang penting. Dalam hal ini memfokuskan kepada hal-hal yang berhubungan dengan tradisi pembayaran penari atau bayah aok.

b. Display atau Penyajian Data yaitu sekumpulan informasi yang tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan yang disajikan dalam bentuk teks naratif (pengisahan suatu cerita atau kejadian).

c. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi, adapun kesimpulan dalam penelitian kualitatif yaitu merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih belum jelas atau galap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.36

34 Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metedologi …, hlm. 148

35 Ibid., hlm. 201.

36 Ibid., hlm. 218-220.

24

Dari penjelasan di atas, dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan, maka peneliti melengkapi dan mengklasifikasikan serta menyederhanakan data-data yang diperoleh di lapangan, baik data yang diperoleh melalui observasi atau pengamatan, wawancara maupun dokumentasi, kemudian peneliti memberikan suatu kesimpulan yang sesuai dengan data yang telah dianalisis.

7. Teknik Validitas atau Keabsahan Data

Dalam sebuah penelitian, keabsahan data sangatlah penting disamping sebagai wahana untuk penulis dalam meneliti hal tersebut. Keabsahan data ini juga sebagai alat bantu penulis untuk mempertanggung jawabkan penelitian ini, ada beberapa teknik yang digunakan oleh peneliti dalam memeriksa keabsahannya:

a. Observasi Mendalam atau Ketekunan Pengamatan

Dalam penelitian ini dibutuhkan ketekunan penulis dalam meneliti tradisi pembayaran penari atau bayah aok tesebut.

Selanjutnya di butuhkan sifat konsisten penulis dalam memaparkan data yang sesuai dengan pengamatan penulis agar tidak terpengaruh oleh suatu hal yang tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

b. Triangulasi

Triangulasi adalah sebuah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain, baik untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan data tersebut.

Dalam hal ini peneliti akan melakukan dengan menggunakan triangulasi metode, yang mana triangulasi ini dilakukan dengan cara pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data, kemudian pengecekan beberapa sumber data dengan metode yang sama.37

c. Pembahasan dengan Teman Sejawat

Teknik ini dilakukan dengan cara yaitu peneliti dapat mendiskusikan hasil temuan sementaranya dengan teman sejawat, atau bisa dilakukan dalam suatu moment pertemuan

37 M. Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, 2007), hlm. 256-257.

25

sumber data lalu diskusi untuk mendapatkan data yang benar- benar teruji.

d. Kecukupan Referensi

Dalam teknik pengumpulan data peneliti berusaha mengumpulkan data yang peneliti peroleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Refrensi yang digunakan yaitu bahan dokumentasi, rekaman wawancara, dan catatan-catatan harian di lapangan. Dengan refrensi ini hasil penelitian dapat dicek kembali data-data dan informasi yang ada di lapangan oleh peneliti.

Dokumen terkait