METODELOGI PENELITIAN
3.1. Jenis dan Desain Penelitian
Jenis dan desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yaitu dengan tujuan untuk melihat adanya hubungan gula darah sewaktu dengan kadar kolesterol total terhadap tekanan darah pada penderita diabetes melitus tipe II.
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Klinik Jatiasih. Waktu pengambilan dan pengumpulan data penelitian ini pada bulan Oktober – Desember 2021.
3.3. Populasi dan Sampel 3.3.1. Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah penderita Diabetes Melitus tipe II di Klinik Jatiasih. Populasi yang diambil yakni 83 pasien berdasarkan data rekam medis 3 bulan terakhir dihitung dari Oktober – Desember 2021 sesuai dengan kriteria peneliti.
3.3.2. Sampel
Sampel merupakan pemilihan subyek dari populasi untuk memperoleh karakteristik populasi. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling yaitu berdasarkan pada kriteria tertentu yang dibuat oleh peneliti. Pada penelitian ini didapatkan sampel sebanyak 46 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, data tersebut didapatkan berdasarkan ketersediaan data yang didapatkan pada instalasi rekam medis dan juga instalasi laboratorium di Klinik Jatiasih yaitu data sekunder yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi.
UNIVERSITAS BINAWAN
Sampel dalam penelitian ini yaitu penderita Diabetes Melitus tipe II yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adalah sebagai berikut:
Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria Inklusi:
1. Penderita Diabetes Melitus tipe II di Klinik Jatiasih
2. Data rekam medis penderita DM tipe II yang mencantumkan data laboratorium meliputi kadar glukosa darah sewaktu, kadar kolesterol total dan tekanan darah
Kriteria Eksklusi:
1. Penderita Diabetes Melitus tipe lainnya
2. Data rekam medis penderita DM tipe II tidak lengkap
3.4. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen terdiri dari kadar glukosa darah sewaktu, kadar kolesterol total sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah.
Variabel Independen Variabel Dependen
Kadar Kolesterol Total
Tekanan Darah Kadar Glukosa
Darah Sewaktu
27
UNIVERSITAS BINAWAN
3.5. Definisi Operasional
Tabel 3.1. Definisi Operasional
No. Variabel Definisi Cara Ukur
Hasil Ukur Skala 1. Kadar
Glukosa Darah Sewaktu
Pemeriksan gula darah yang dilakukan setiap waktu tanpa ada syarat puasa dan makan
Metode GOD- PAP
1. Normal: 70-200 mg/dL
2. Diabetes: >200 mg/dL
Ordinal
2. Tekanan Darah Diastolik dan Sistolik
Ukuran yang dapat menentukan seberapa kuat jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh
Mengukur tekanan darah pasien
1. Normal: 120/80 mmHg
2. Prahipertensi:
121-139/81-89 mmHg
3. Tahap 1 hipertensi: 140- 159/90-99 mmHg
Ordinal
3. Kadar Kolesterol Total
Jumlah kandungan kolesterol di dalam darah
Metode CHOD- PAP
1. Normal:
<200mg/dL 2. Batas Risiko
Tinggi: 200-239 mg/dL
3. Risiko Tinggi:
>240 mg/dL
Ordinal
3.6. Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang telah diperoleh secara tidak langsung melalui pencatatan dari buku
UNIVERSITAS BINAWAN
rekam medis di Klinik Jatiasih yang meliputi hasil rekam medis yaitu kadar gula darah sewaktu, kadar kolesterol total dan tekanan darah.
3.7. Teknik Pengolahan Data
Data diolah menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 25 dan dibantu dengan pembuatan tabel dari data yang sudah terkumpul.
3.8. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah menguraikan atau memecahkan suatu keseluruhan menjadi bagian yang lebih kecil agar dapat mengetahui komponen yang menonjol.
Analisis data pada penelitian ini dilakukan di Klinik Jatiasih dengan menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic 25. Dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui adakah hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu dan Tekanan Darah Penderita Diabetes Melitus tipe II dan hubungan Kadar Kolesterol Total dan Teknana Darah Penderita Diabetes Melitus tipe II dengan 46 sampel di Klinik Jatiasih kemudian dilakukan analisis bivariat.
Analisis Bivariat
Analisis bivariat bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kadar Kolesterol Total dan Kadar Gula Darah Sewaktu (variabel independen) terhadap Tekanan Darah (variabel dependen).
Sebelum dilakukan analisis data secara korelasi data terlebih dahulu di uji normalitas. Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak(31). Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk karena besaran sampel <50, untuk melihat distribusi data. Jika data berdistribusi normal maka menggunakan uji korelasi pearson moment dan jika data tidak normal maka menggunakan uji korelasi spearmen.
29
UNIVERSITAS BINAWAN
a. Bila nilai p value < 0,05 maka hasil perhitungan statistik bermakna, ini berarti ada hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.
b. Bila nilai p value > 0,05 maka hasil perhitungan statistik tidak bermakna, ini berarti tidak ada hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.
UNIVERSITAS BINAWAN
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Proses Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Klinik Jatiasih dan Apotek Siti Fatimah Kabupaten Bekasi Jawa Barat pada bulan Oktober – Desember 2021. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan kadar Gula Darah Sewaktu dan kadar Kolesterol Total (variabel independen) terhadap Tekanan Darah (variabel dependen) Penderita Diabetes Melitus Tipe II.
Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah pasien yang menderita DM tipe II di Klinik Jatiasih sebanyak 46 orang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dari peneliti, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya.
Analisa data dilakukan secara bivariat, serta ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi dan tabel silang.
4.2. Hasil Penelitian Analisis Bivariat Tabel 4.1. Uji Saphiro-Wilk
Variabel p-value Interpretasi
Kadar Gula Darah Sewaktu
0.074 Data terdistribusi tidak normal
Kadar Kolesterol Total
0.071 Data terdistribusi tidak normal
Tekanan Darah 0.073 Data terdistribusi tidak normal
31
UNIVERSITAS BINAWAN
Seluruh data yang didapat dilakukan uji normalitas untuk melihat distribusi data. Hasil yang diperoleh dari uji Saphiro-Wilk bahwa data kadar gula darah sewaktu, kadar kolesterol total, dan tekanan darah tidak terdistribusi normal, analisa data dilanjutkan dengan uji korelasi Spearmen.
4.2.1. Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu dengan Tekanan Darah Pasien DM Tipe II
Tabel 4.2. Uji Kolrelasi Spearman Hubungan Kadar Gula Darah
Sewaktu dengan Tekanan Darah Penderita DM Tipe II di Kinik Jati Asih Bekasi, Tahun 2021
Variabel p-value Koefisien
Kadar Gula Darah Sewaktu
0.021 0.338
Tekanan Darah
Berdasarkan tabel 4.2. diatas dapat dilihat hasil uji statistik menunjukkan nilai p value 0,021 (<0,05) hal ini berarti Ho ditolak dan HI1 diterima, dimana Ho adalah tidak terdapat hubungan antara kadar gula darah sewaktu dan tekanan darah penderita diabetes melitus tipe II.
Sedangkan HI1 terdapat hubungan antara kadar gula darah sewaktu dan tekanan darah penderita diabetes melitus tipe II. Hasil uji statistik juga diperoleh nilai Correlation Coefficient 0,338 menunjukkan arah hubungan yang cukup dan berpola positif artinya semakin tinggi kadar gula darah sewaktu , maka akan semakin tinggi tekanan darah.
UNIVERSITAS BINAWAN
4.2.2. Hubungan Kadar Kolesterol Total dengan Tekanan Darah Penderita DM tipe II
Tabel 4.3. Uji Spearman Hubungan Kadar Kolesterol dengan Tekanan Darah Penderita DM Tipe II di Kinik Jati Asih Bekasi, Tahun 2021
Variabel p-value Koefisien
Kadar kolesterol total
0.000 0.911
Tekanan darah
Berdasarkan tabel 4.3. diatas dapat dilihat hasil uji statistik menunjukkan nilai p value 0,000 hal ini berarti Ho ditolak dan HI1 diterima, dimana Ho adalah tidak terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dan tekanan darah penderita diabetes melitus tipe II.
Sedangkan HI1 terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dan tekanan darah penderita diabetes melitus tipe II. Hasil uji statistik juga diperoleh nilai Correlation Coefficient 0,911 menunjukkan arah hubungan yang sangat kuat dan berpola positif artinya semakin tinggi kadar kolesterol total , maka akan semakin tinggi tekanan darah.
4.3. Pembahasan Penelitian
4.3.1. Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu dengan Tekanan Darah Penderita DM Tipe II di Klinik Jatiasih dan Apotek Siti Fatimah Tahun 2021
Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan nilai p value 0,021 (<0,05) hal ini berarti Ho ditolak dan HI diterima, dimana Ho adalah tidak terdapat hubungan antara kadar gula darah sewaktu dan tekanan darah penderita diabetes melitus tipe II. Sedangkan HI terdapat hubungan antara kadar
33
UNIVERSITAS BINAWAN
gula darah sewaktu dan tekanan darah penderita diabetes melitus tipe II.
Hasil uji statistik juga diperoleh nilai Correlation Coefficient 0,338 menunjukkan arah hubungan yang cukup dan berpola positif artinya semakin tinggi kadar gula darah sewaktu , maka akan semakin tinggi tekanan darah.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori dimana faktor yang mempengaruhi tekanan darah tinggi pada penderita DM tipe II adalah kadar glukosa darah, sehingga terjadi penyakit Diabetes Melitus tipe II, juga yang mempengaruhi antara lain usia, aktifitas fisik, terpapar asap, indeks massa tubuh (IMT), stres, gaya hidup, adanya riwayat keluarga, DM kehamilan, riwayat tidak normalan glukosa dan kelainan lainnya.
Hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian terdahulu Julianti menyatakan bahwa kadar gula darah memiliki hubungan yang signifikan antara kadar gula darah dengan hipertensi pada penderita DM tipe II.
Hasil penelitian ini juga sesuai menurut penetiti Faktor resiko terjadinya hipertensi dapat dibagi menjadi 2, yaitu faktor risiko yang dapat dikontrol dan faktor risiko yang tidak dapat dikontrol menurut American Heart Association (AHA). Faktor yang tidak dapat dikontrol : genetika, usia, jenis kelamin, ras, akibat penyakit lain. Faktor yang dapat dikontrol: obesitas, stress, diet sodium, gaya hidup yang kurang sehat.
4.3.2. Hubungan Kadar Kolesterol Total Sewaktu dengan Tekanan Darah Penderita DM Tipe II di Klini Jatiasih dan Apotek Siti Fatimah Tahun 2021
Berdasarkan tabel 4.3. diatas dapat dilihat hasil uji statistik menunjukkan nilai p value 0,000 hal ini berarti Ho ditolak dan HI
diterima, dimana Ho adalah tidak terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dan tekanan darah penderita diabetes melitus tipe II.
UNIVERSITAS BINAWAN
Sedangkan HI terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dan tekanan darah penderita diabetes melitus tipe II. Hasil uji statistik juga diperoleh nilai Correlation Coefficient 0,911 menunjukkan arah hubungan yang sangat kuat dan berpola positif artinya semakin tinggi kadar kolesterol total , maka akan semakin tinggi tekanan darah.
Pada penlitian ini ditemukannya adanya hubungan antara tekanan darah dengan kadar kolesterol total, karena hubungannya untuk menyebabkan hipertensi (tekanan darah sistolik atau diastolik meningkat) sangatlah kompleks. Komplikasi mikrovaskular terjadi akibat penebalan pembuluh darah kecil. Penebalan tersebut berkaitan dengan tingginya kadar glukosa dalam darah. Pada komplikasi makrovaskular di lapisan endotel hiperglikemia bisa menyebabkan permeabilitas sel endotel meningkat sehingga bisa terjadinya hipertensi.
Karena seperti yang diketahui bahwa kadar kolesterol total serum meningkat sesuai dengan peningkatan tekanan darah. Konsentrasi serum pada pasien hipertensi lebih tinggi dari pada subjek normotensif. Pada pasien hipertensi dengan kadar kolesterol tinggi mengindikasikan risiko terkena komplikasi kardiovaskular dan serebrovaskular yang lebih besar, seperti penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke.
Hasil penelitian Armiliyah Dyah menunjukkan responden yang memiliki kadar kolesterol total tinggi disebabkan oleh beberapa faktor seperti sering mengkonsumsi makanan mengandung lemak (makanan tinggi kolesterol) (32).
Makanan yang mengandung tinggi lemak seperti santan, makanan yang digoreng, kuning telur, jeroan dan daging ayam dapat mempengaruhi kadar kolesterol total didalam tubuh yang menimbulkan penumpukan pada pembuluh darah sehingga menyebabkan plak (timbunan lemak di dalam lapisan pembuluh darah) yang dapat memicu timbulnya aterosklerosis. Sesuai dengan teori menyatakan jika terlalu
35
UNIVERSITAS BINAWAN
banyak mengkonsumsi makanan berlemak, maka tubuh akan memiliki lemak yang berlebihan. Lemak tersebut tertimbun didalam sel dan jaringan tubuh, sehingga kolesterol juga tertimbun di dinding saluran darah(33).
Akibatnya adalah aterosklerosis atau pengerasan arteri, setiap orang memiliki kolesterol didalam darahnya, dimana 80% diproduksi oleh tubuh sendiri dan 20% sisanya berasal dari luar tubuh (makanan).
Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Apabila kita mengkonsumsi makanan berlemak yang berlebihan maka dapat mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah.
UNIVERSITAS BINAWAN
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di Klinik Jatiasih, Bekasi dapat di simpulkan sebagai berikut:
a. Hasil analisa bivariat kadar gula pasien dengan tekanan darah pasien penderita DM tipe II diperoleh nilai p value= 0,021 (< 0,050). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna (significant) antara kadar gula darah pasien dengan tekanan darah pasien pendeita DM tipe II.
b. Hasil analisa bivariat antara kadar kolesterol pasien dengan tekana darah pasien penderita DM tipe II diperoleh nilai p value= 0,000 (<
0,050). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna (significant) antara kadar kolesterol pasien dengan tekanan darah pasien penderita DM tipe II.
5.2. Saran
5.2.1. Bagi Tempat Penelitian
Diharapkan pihak manajemen Klinik Jatiasih Bekasi khususnya, tenaga medis melakukan penyuluhan dan konseling kepada penderita Diabetes Melitus tipe II untuk selalu menjalankan pola hidup yang sehat, dengan memakan gizi yang seimbang, dengan memakan buah buahan, olahraga batasi makanan dengan gula berlebih.
Penderita DM tipe II rajin melakukan aktifitas fisik rajin berolahraga, joging jalan sehat dan meminum air putih hangat agar metabolisme tubuh terjaga dan menghancurkan lemak dalam tubuh.
37
UNIVERSITAS BINAWAN
5.2.2. Bagi Institusi Pendidikan
Bagi institusi pendidikan diharapkan dari hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pengetahuan bagi mahasiswa mengenai masalah kejadian Diabetes Melitus tipe II dan faktor-faktor penyebabnya, diharapkan pihak institusi pendidikan juga menyediakan buku buku atau litelatur yang terkait kejadian Diabetes Melitus..
5.2.3. Bagi Peneliti Lain
Diharapkan bagi peneliti lain dapat melanjutkan penelitian yang berhubungan dengan Diabetes Melitus di masyarakat, dengan menambahkan variabel-variabel lain yang belum diteliti terkait kejadian Diabetes melitus sehingga dapat memperluas area penelitian yang sudah dilakukan, dan penelitian yang telah dilakukan ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi.
UNIVERSITAS BINAWAN
DAFTAR PUSTAKA
1. LeMone P, Burke KM, Bauldaff G. Buku ajar keperawatan medikal bedah. In EGC. Jakarta; 2015.
2. Muntner P, Whelton PK, Woodward M, Carey RM. A comparison of the 2017 American College of Cardiology/American Heart Association blood pressure guideline and the 2017 American Diabetes Association diabetes and hypertension position statement for US adults with diabetes. Diabetes Care.
2018;41(11):2322–9.
3. International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas Ninth Edition. 2019;
Availablefrom:https://www.diabetesatlas.org/up%0Aload/resources/material/2 020030%0A2_133351_IDFATLAS9e-finalweb.pdf
4. KEMENKES RI. Riset Kesehatan Dasar: Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. Jakarta. 2018;
5. Winta AE, Setiyorini E, Wulandari NA. Hubungan kadar gula darah dengan tekanan darah pada lansia penderita diabetes tipe 2. J Ners Dan Kebidanan.
2018;5(2):163–71.
6. Arifin AY, Ernawati F, Prihatini M. Hubungan kadar glukosa darah terhadap peningkatan kadar lemak darah pada populasi studi kohor kecamatan Bogor Tengah 2018. J Biotek Medisiana Indones. 2019;8(2):87–93.
7. Julianti IMD. Hubungan Antara Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Wijaya Kusuma Surabaya University; 2021.
8. Esfandiari F, Triwahyuni T, Arania R, Aysa NB. Hubungan Antara Tekanan Darah Sistolik dengan Kadar Kolesterol Total pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Klinik Arafah Lampung Tengah. Malahayati Nurs J. 2021;3(4):562–
9.
39
UNIVERSITAS BINAWAN
9. Widyastuti N, Putra FA, Rositasari S. Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Sirih Merah Terhadap Kadar Gula Darah pada Penderita DM Tipe II di Desa Jatipuro Trucuk Klaten. Universitas Sahid Surakarta; 2021.
10. PERKENI. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 di Indonesia. In 2015.
11. World Health Organization. Diabetes facts. 2016;1–2.
12. Widiyanto. Glukosa darah sebagai sumber energi. Jurusan Pendidikan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. 2017;1–17. Available from: Retrieved from uny.ac.id
13. Kasengke J, Assa YA, Paruntu ME. Gambaran Kadar Gula Sesaat pada Dewasa Muda Usia 20-30 Tahun dengan Indeks Massa Tubuh (IMT)≥ 23 kg/m2. eBiomedik. 2015;3(3).
14. Rusdi MS. Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus. J Syifa Sci Clin Res.
2020;2(2):83–90.
15. Arie NH. Pengaruh Lama Penyimpanan dalam Magic Com Terhadap Kadar Glukosa Pada Nasi Merah dan Nasi Jagung. Universitas Muhammadiyah Semarang. 2015;
16. Fadhilla S. Perbedaan Kadar Glukosa Serum Darah Beku 1 Jam, 2 Jam, dan 3 Jam. Universitas Muhammadiyah Semarang. 2016;
17. Firani NK. Metabolisme Karbohidrat: Tinjauan Biokimia dan Patologis.
Universitas Brawijaya Press; 2017.
18. Trisnawati SK, Setyorogo S. Faktor risiko Kejadian diabetes melitus tipe II di puskesmas kecamatan cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. J Ilm Kesehat.
2013;5(1):6–11.
UNIVERSITAS BINAWAN
19. Association AD. Executive summary: standards of medical care in diabetes—
2014. Am Diabetes Assoc; 2014.
20. Sari AS. Pengukuran Kadar Glukosa Darah Pada Remaja Yang Mengalami Obesitas Studi Di Rw 03 Dusun Candimulyo Desa Candimulyo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. STIKes Insan Cendekia Medika Jombang;
2016.
21. Rahman R. Gambaran Hasil Pemeriksaan Hba1c Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Di Rsud Labuang Baji Makassar. J Media Anal Kesehat.
2018;9(2):149–55.
22. Wati CA. Peran Leptin Terhadap Tes Toleransi Glukosa Oral pada Penderita DM Tipe 2. J Ilm Kesehat Sandi Husada. 2020;9(2):753–60.
23. Santoso K. Pengaruh Pemakaian Setengah Volume Sampel dan Reagen pada Pemeriksaan Glukosa Darah Metode God-Pap terhadap Nilai Simpangan Baku dan Koefisien Variasi. J Wiyata Penelit Sains dan Kesehat. 2017;2(2):114–9.
24. Vanessa R. Pemanfaatan Minuman Serbuk Instan Kayu Manis (Cinnamomum burmanii Bi.) untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Total Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus). J Biol. 2014;1–14.
25. Malinti E, Jael SA. Menurunkan Kadar Kolesterol Darah Dengan Gel Aloe Vera Linn. J Sk Keperawatan. 2016;2(2):159.
26. Mulyani NS, Al Rahmad AH, Jannah R. Faktor resiko kadar kolesterol darah pada pasien rawat jalan penderita jantung koroner di RSUD Meuraxa. AcTion Aceh Nutr J. 2018;3(2):132–40.
27. Harsari RH, Fatmaningrum W, Prayitno JH. Hubungan status gizi dan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. eJournal Kedokt Indones.
2018;6(2):261438.
41
UNIVERSITAS BINAWAN
28. Rasyid NQ, Muawanah M, Rahmawati R. Gangguan Dislipidemia Pada Pasien Diabetes Mellitus. In: Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M). 2018.
29. Amiruddin MA, Danes VR, Lintong F. Analisa Hasil Pengukuran Tekanan Darah Antara Posisi Duduk dan Posisi Berdiri Pada Mahasiswa Semester VII (Tujuh) TA. 2014/2015 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
eBiomedik. 2015;3(1).
30. Rahmawati P. Management of diabetes mellitus type II not controlled with hypertension grade I. Medula J Profesi Kedokt Univ Lampung. 2014;3(01):80–
90.
31. Sarwono J. Metode Riset Skripsi Pendekatan Kuantitatif (Menggunakan Prosedur SPSS): Tuntunan Praktis dalam Menyusun Skripsi. 2012;
32. Hayati D, Krisnasary A, Pravita A, Rizal A, Jumiati J. Hubungan Asupan Karbohidrat Sederhana, Tekanan Darah, Kadar Kolesterol dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Poli Rawat Jalan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu tahun 2020. Poltekkes Kemenkes Bengkulu;
2020.
33. Wedayanti Niluhk, Sri Arjani IAM, Ratih Kusuma Ratna Dewi GA. Gambaran Kadar Kolesterol Total Pada Pedagang Di Pasar Galiran Klungkung. Poltekkes Denpasar Jurusan Teknologi Laboratorium Medis; 2020.
UNIVERSITAS BINAWAN
Lampiran 1 : Surat Permohonan Izin Penelitian dari Universitas
43
UNIVERSITAS BINAWAN
Lampiran 2 : Surat Izin Penelitian dari Klinik Jatiasih
UNIVERSITAS BINAWAN
Lampiran 3 : Keterangan Lolos Kaji Etik (Ethical Clearance)
45
UNIVERSITAS BINAWAN
Lampiran 4 : Prosedur Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu, Kolesterol Total, Tekanan Darah
a. Tahap Pre Analitik Pengambilan Darah Vena
1. Siapkan tabung dan beri kode sesuai no ID pasien
2. Siapkan spuit dan beri tahu pasien akan diambil darah sebelum membuka jarum bahwa jarum baru dan steril
3. Letakkan lengan pasien lurus di atas meja dengan telapak tangan menghadap keatas
4. Pasang tourniquet ± 10 cm di atas siku pada bagian atas vena yang akan diambil
5. Beri tahu pasien untuk mengepal tangan, dan ujung telunjuk kiri memeriksa lokasi pembuluh darah yang akan ditusuk
6. Bersihkan lokasi dengan kapas alkohol dan biarkan mengering 7. Vena ditusuk dengan sudut 30-45
8. Tarik spuit untuk mengambil darah, bila sudah dapat volume yang diinginkan tourniquet dilepas
9. Keluarkan jarum perlahan-lahan 10. Tutup bekas tusukkan dengan plester 11. Buang bekas jarum ke dalam safetybox
12. Masukkan darah ke dalam tabung kemudian homogenkan
UNIVERSITAS BINAWAN
b. Tahap Analitik
Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu
Nama Alat : Urit-880
Metode Alat : Enzimatik kolorimetrik Metode Pemeriksaan :
Gula Darah
Metode : GOD-PAP (Glucose Oxsidase – Peroxidase Aminoantypirin) Cara Kerja :
Pemeriksaan Gula Darah
1. Petugas mempersiapkan alat spektrofotometer 2. Petugas mengeluarkan reagen dari kulkas
3. Petugas meletakkan tiga tabung reaksi dan diperlakukan pada masing- masingtabung dengan cara :
a. Pada tabung blangko diisi dengan1000 ul reagen gula.
b. Pada tabung standart diisi dengan1000 ul reagen gula + 10ul standart gula, kemudian dihomogenkan.
c. Pada tabung sampel diisi dengan 1000 ul reagen gula + 10 ul serum,kemudian dihomogenkan.
4. Petugas menginkubasi 10 menit pada suhu kamar
47
UNIVERSITAS BINAWAN
5. Petugas melakukan pembacaan pada spektrofotometer pada menu glukosa, kemudian mencatat hasil
c. Tahap Pasca Analitik Gula Darah Sewaktu
1. Mencatat hasil laboratorium pada buku Resgistrasi laboratorium 2. Memberikan hasil pemeriksaan laboratorium kepada pasien untuk
disampaikan kepada yang merujuk 3. Nilai normal:
Gula Darah Sewaktu 70-200 mg/dl
d. Tahap Analitik
Pemeriksaan Kolesterol Total
Metode : CHOD - PAP ( Cholesterol Oxidase Diaminase Peroksidase Aminoantipyrin )
1. Petugas mempersiapkan alat spektrofotometer 2. Petugas mengeluarkan reagen dari kulkas
3. Petugas meletakkan tiga tabung reaksi dan diperlakukan pada masing- masingtabung dengan cara :
a. Pada tabung blangko diisi dengan1000 ul reagen gula.
b. Pada tabung standart diisi dengan1000 ul reagen gula + 10ul standart gula, kemudian dihomogenkan.
c. Pada tabung sampel diisi dengan 1000 ul reagen gula + 10 ul serum,kemudian dihomogenkan.
4. Petugas menginkubasi 10 menit pada suhu kamar
5. Petugas melakukan pembacaan pada spektrofotometer pada menu glukosa, kemudian mencatat hasil