PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Batasan Masalah
Tujuan Penelitan
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
Manfaat Penelitian
- Manfaat Untuk Peneliti
- Manfaat Untuk Masyarakat
- Manfaat Bagi Instansi Terkait
TINJAUAN PUSTAKA
- Diabetes Melitus
- Definisi
- Klasifikasi Diabetes Melitus
- Diabetes Melitus tipe II
- Epidemiologi Diabetes Melitus tipe II
- Patofisiologis Diabetes Melitus tipe II
- Diagnosis
- Glukosa Darah
- Definisi
- Metabolisme Glukosa Darah
- Nilai Rujukan Kadar Glukosa Darah
- Faktor yang Mempengaruhi Kadar Glukosa Darah
- Jenis Pemeriksaan Glukosa Darah
- Metode Pemeriksaan Glukosa Darah
- Kolesterol
- Nilai Rujukan Kadar Kolesterol
- Metabolisme Kolesterol
- Faktor yang Mempengaruhi Kadar Kolesterol
- Metode Pemeriksaan Kolesterol
- Metabolisme Lemak pada Penderita Diabetes Melitus
- Dislipidemia
- Tekanan Darah
- Faktor Risiko Tekanan Darah
- Klasifikasi Tekanan Darah
- Hubungan Gula Darah, Kolesterol dan Tekanan Darah
- Hubungan Gula darah dan Tekanan Darah
- Hubungan Kolesterol dan Tekanan Darah
- Kerangka Teori
- Hipotesis
DM tipe II dikenal juga dengan kebutuhan insulin (insulin need) adalah bagi mereka yang memerlukan insulin sementara atau permanen. Pada diabetes tipe II, pankreas tidak memproduksi cukup insulin yang berfungsi mengatur kadar gula darah, karena tubuh tidak dapat merespons insulin (resistensi insulin). DM tipe II merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) dalam tubuh.
Sebagian besar kasus diabetes tipe II dimulai dengan obesitas, sehingga sel beta pankreas merespons dengan memproduksi insulin secara berlebihan, sehingga mengakibatkan hiperinsulinemia. Kegagalan sel beta pankreas berfungsi maksimal juga menjadi penyebab diabetes tipe II. Otot, hati, sel alfa pankreas (hiperglukagonemia), ginjal (peningkatan penyerapan glukosa), dan otak (resistensi insulin) semuanya berperan menyebabkan gangguan toleransi glukosa pada diabetes tipe II.
DM tipe II juga mengalami kelebihan produksi glukosa hati, namun tidak terjadi kerusakan sel beta pankreas seperti DM tipe I. Perkembangan DM tipe II yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan kerusakan sel beta pankreas pada stadium selanjutnya. Resistensi insulin dan defisiensi insulin merupakan 2 penyebab yang sering terjadi pada penderita DM tipe II (11).
Gula darah puasa merupakan pemeriksaan gula darah yang dilakukan setelah pasien berpuasa selama 8-12 jam. Salah satu komplikasi makroangiopati diabetik dapat terjadi karena adanya perubahan kadar gula darah, gula darah yang tinggi akan menempel pada dinding pembuluh darah. Kemudian terjadi proses oksidasi dimana gula darah bereaksi dengan protein dari dinding pembuluh darah sehingga menimbulkan AGEs.
Hal ini akan menyebabkan proses pengangkutan gula dalam darah terganggu sehingga mengakibatkan hiperglikemia dan berakhir pada Diabetes Melitus II. Ho: Tidak ada hubungan antara kadar gula darah jangka panjang dengan tekanan darah pada diabetes melitus tipe II. HI: Ada hubungan antara kadar gula darah sementara dengan tekanan darah pada diabetes melitus tipe II.
Ho: Tidak ada hubungan antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah pada diabetes tipe II. HI: Pada diabetes tipe II, terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah.
METODELOGI PENELITIAN
- Jenis dan Desain Penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
- Variabel Penelitian
- Definisi Operasional
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Pengolahan Data
- Teknik Analisis Data
Data rekam medis pasien DM tipe II yang dilengkapi dengan data laboratorium meliputi kadar glukosa darah sementara, kadar kolesterol total, dan tekanan darah. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan kadar glukosa darah dan kadar kolesterol total (variabel bebas) terhadap tekanan darah (variabel terikat) pada penderita diabetes melitus tipe II. Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Penderita DM Tipe II Penderita DM Tipe II.
Sedangkan HI1 terdapat hubungan antara kadar gula darah sementara dengan tekanan darah pada diabetes melitus tipe II. Uji spearman hubungan kadar kolesterol dengan tekanan darah pada penderita DM tipe II di Klinik Jati Asih Bekasi Tahun 2021. Sedangkan HI1 terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah pada penderita diabetes melitus tipe II.
Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh p-value sebesar 0,021 (<0,05) yang berarti Ho ditolak dan HI diterima, dimana Ho berarti tidak ada hubungan antara kadar gula darah sewaktu-waktu dengan tekanan darah tipe II. diabetes mellitus. Hubungan Kadar Kolesterol Total dengan Tekanan Darah Pasien DM Tipe II di Klinik Jatiasih dan Apotek Siti Fatimah Tahun 2021. Sedangkan HI mempunyai hubungan antara Kadar Kolesterol Total dengan Tekanan Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe II.
Hasil analisis bivariat kadar gula darah pada pasien penderita DM tipe II diperoleh p-value = 0,021 (<0,050). Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang berarti (signifikan) antara kadar gula darah pasien dengan tekanan darah pada pasien DM tipe II. Dengan demikian dapat dikatakan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol pada pasien dengan tekanan darah pada pasien DM tipe II.
Hubungan Tekanan Darah Sistolik Dengan Kadar Kolesterol Total Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Klinik Arafah Lampung Tengah. Lampiran 5 : Tabel ringkasan data kadar glukosa darah, kadar kolesterol total dan tekanan darah pasien diabetes melitus tipe II di Klinik Jatiasih Tahun 2021. Lampiran 6 : Hasil penelitian analisis data kadar gula darah waktu, kolesterol total Tekanan darah pasien DM tipe II di Klinik Jatiasih.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Proses Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Klinik Jatiasih dan Apotek Siti Fatimah Kabupaten Bekasi Jawa Barat pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2021. Populasi yang dimasukkan dalam penelitian ini adalah pasien diabetes tipe II di Klinik Jatiasih sebanyak 46 orang sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. . Teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu peneliti, berdasarkan ciri-ciri atau ciri-ciri populasi yang telah diketahui sebelumnya.
Hasil Penelitian Analisis Bivariat
- Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu dengan Tekanan
- Hubungan Kadar Kolesterol Total dengan Tekanan Darah
Hasil yang diperoleh dari uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data kadar glukosa darah acak, kadar kolesterol total dan tekanan darah tidak berdistribusi normal. Analisis data dilanjutkan dengan uji korelasi Spearmen. Hasil uji statistik juga diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,338 yang menunjukkan arah hubungan cukup dan berpola positif yang artinya semakin tinggi kadar gula darah maka semakin tinggi pula tekanan darahnya. Hasil uji statistik juga diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,911 yang menunjukkan korelasi sangat kuat dan berpola positif, artinya semakin tinggi kadar kolesterol total maka semakin tinggi pula tekanan darahnya.
Pembahasan Penelitian
- Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu dengan Tekanan
- Hubungan Kadar Kolesterol Total dengan Tekanan Darah
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori dimana faktor yang mempengaruhi tekanan darah tinggi pada penderita DM tipe II adalah kadar glukosa darah yang menyebabkan terjadinya Diabetes Mellitus tipe II yang juga mempengaruhi umur, aktivitas fisik, paparan rokok, massa tubuh. . indeks (BMI). , stress, gaya hidup, riwayat keluarga, DM gestasional, riwayat glukosa abnormal dan kelainan lainnya. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian Julianti sebelumnya yang menyatakan bahwa kadar gula darah terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah dengan hipertensi pada pasien DM tipe II. Pada penelitian ini ditemukan hubungan antara tekanan darah dengan kadar kolesterol total, karena hubungan penyebab hipertensi (peningkatan tekanan darah sistolik atau diastolik) sangat kompleks.
Karena diketahui kadar kolesterol serum meningkat seiring dengan peningkatan tekanan darah. Hasil penelitian Armiliyah Dyah menunjukkan bahwa responden dengan kadar kolesterol total yang tinggi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti seringnya konsumsi makanan yang mengandung lemak (makanan berkolesterol tinggi) (32). Hasil analisis bivariat antara kadar kolesterol pasien dengan tekanan darah pada pasien DM tipe II diperoleh p-value = 0,000 (< 0,050).
Diharapkan kepada pihak manajemen khususnya Klinik Jatiasih Bekasi, tenaga medis memberikan penyuluhan dan penyuluhan kepada penderita diabetes melitus tipe II untuk selalu menjalani pola hidup sehat, dengan pola makan seimbang, dengan mengonsumsi buah-buahan, berolahraga, membatasi makanan secara berlebihan. gula. Penderita DM tipe II rajin melakukan aktivitas fisik, olah raga berat, jogging, jalan kaki, jalan sehat dan minum air hangat agar metabolisme tubuh tetap terjaga dan lemak di dalam tubuh dimusnahkan. Bagi institusi pendidikan diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber pengetahuan bagi pelajar mengenai masalah terjadinya Diabetes Mellitus tipe II dan faktor penyebabnya.Diharapkan pihak institusi pendidikan juga menyediakan buku atau literatur yang berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus.
Pengaruh rebusan daun sirih merah terhadap gula darah pada penderita DM tipe II di desa Jatipuro Trucuk Klaten. Gambaran umum hasil penelitian Hba1c pada pasien diabetes melitus tipe II di RS Laburan Baji Makassar. Pemanfaatan minuman bubuk kayu manis instan (Cinnamomum burmanii Bi.) untuk menurunkan kolesterol total darah tikus putih (Rattus norvegicus).
Faktor risiko kadar kolesterol darah pada pasien jantung koroner rawat jalan di RS Meuraxa. Analisis hasil pengukuran tekanan darah antara posisi duduk dan berdiri pada mahasiswa semester VII (tujuh) TA. Hubungan Asupan Karbohidrat Sederhana, Tekanan Darah, Kadar Kolesterol dan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Poliklinik Rawat Jalan RSUD Dr.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Saran
- Bagi Tempat Penelitian
- Bagi Institusi Pendidikan
- Bagi Peneliti Lain
Diharapkan bagi peneliti lain dapat melanjutkan penelitian terkait Diabetes Melitus di masyarakat, menambahkan variabel lain yang belum diteliti kaitannya dengan kejadian penyakit diabetes melitus sehingga dapat memperluas cakupan penelitian yang telah dilakukan, dan penelitian yang telah dilakukan ini dapat dijadikan referensi. Hubungan Kadar Glukosa Darah Dengan Peningkatan Kadar Lemak Darah Pada Populasi Penelitian Kohort Kecamatan Bogor Tengah Tahun 2018. Rangkuman Kadar Glukosa Puasa Pada Dewasa Muda Usia 20-30 Tahun Dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥ 23 kg/m2 .
Pengaruh lama penyimpanan pada Magic Com terhadap kadar glukosa pada beras merah dan beras jagung. Penelitian Pengukuran Kadar Glukosa Darah pada Remaja Obesitas di Rw 03 Dusun Candimulyo Desa Candimulyo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Pengaruh penggunaan setengah volume sampel dan reagen dalam pengujian glukosa darah metode God-Pap terhadap nilai simpangan baku dan koefisien variasi.