• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Penelitian

Dalam dokumen hubungan kadar gula darah sewaktu dan kadar (Halaman 46-50)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Pembahasan Penelitian

4.3.1. Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu dengan Tekanan Darah Penderita DM Tipe II di Klinik Jatiasih dan Apotek Siti Fatimah Tahun 2021

Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan nilai p value 0,021 (<0,05) hal ini berarti Ho ditolak dan HI diterima, dimana Ho adalah tidak terdapat hubungan antara kadar gula darah sewaktu dan tekanan darah penderita diabetes melitus tipe II. Sedangkan HI terdapat hubungan antara kadar

33

UNIVERSITAS BINAWAN

gula darah sewaktu dan tekanan darah penderita diabetes melitus tipe II.

Hasil uji statistik juga diperoleh nilai Correlation Coefficient 0,338 menunjukkan arah hubungan yang cukup dan berpola positif artinya semakin tinggi kadar gula darah sewaktu , maka akan semakin tinggi tekanan darah.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori dimana faktor yang mempengaruhi tekanan darah tinggi pada penderita DM tipe II adalah kadar glukosa darah, sehingga terjadi penyakit Diabetes Melitus tipe II, juga yang mempengaruhi antara lain usia, aktifitas fisik, terpapar asap, indeks massa tubuh (IMT), stres, gaya hidup, adanya riwayat keluarga, DM kehamilan, riwayat tidak normalan glukosa dan kelainan lainnya.

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian terdahulu Julianti menyatakan bahwa kadar gula darah memiliki hubungan yang signifikan antara kadar gula darah dengan hipertensi pada penderita DM tipe II.

Hasil penelitian ini juga sesuai menurut penetiti Faktor resiko terjadinya hipertensi dapat dibagi menjadi 2, yaitu faktor risiko yang dapat dikontrol dan faktor risiko yang tidak dapat dikontrol menurut American Heart Association (AHA). Faktor yang tidak dapat dikontrol : genetika, usia, jenis kelamin, ras, akibat penyakit lain. Faktor yang dapat dikontrol: obesitas, stress, diet sodium, gaya hidup yang kurang sehat.

4.3.2. Hubungan Kadar Kolesterol Total Sewaktu dengan Tekanan Darah Penderita DM Tipe II di Klini Jatiasih dan Apotek Siti Fatimah Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.3. diatas dapat dilihat hasil uji statistik menunjukkan nilai p value 0,000 hal ini berarti Ho ditolak dan HI

diterima, dimana Ho adalah tidak terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dan tekanan darah penderita diabetes melitus tipe II.

UNIVERSITAS BINAWAN

Sedangkan HI terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dan tekanan darah penderita diabetes melitus tipe II. Hasil uji statistik juga diperoleh nilai Correlation Coefficient 0,911 menunjukkan arah hubungan yang sangat kuat dan berpola positif artinya semakin tinggi kadar kolesterol total , maka akan semakin tinggi tekanan darah.

Pada penlitian ini ditemukannya adanya hubungan antara tekanan darah dengan kadar kolesterol total, karena hubungannya untuk menyebabkan hipertensi (tekanan darah sistolik atau diastolik meningkat) sangatlah kompleks. Komplikasi mikrovaskular terjadi akibat penebalan pembuluh darah kecil. Penebalan tersebut berkaitan dengan tingginya kadar glukosa dalam darah. Pada komplikasi makrovaskular di lapisan endotel hiperglikemia bisa menyebabkan permeabilitas sel endotel meningkat sehingga bisa terjadinya hipertensi.

Karena seperti yang diketahui bahwa kadar kolesterol total serum meningkat sesuai dengan peningkatan tekanan darah. Konsentrasi serum pada pasien hipertensi lebih tinggi dari pada subjek normotensif. Pada pasien hipertensi dengan kadar kolesterol tinggi mengindikasikan risiko terkena komplikasi kardiovaskular dan serebrovaskular yang lebih besar, seperti penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke.

Hasil penelitian Armiliyah Dyah menunjukkan responden yang memiliki kadar kolesterol total tinggi disebabkan oleh beberapa faktor seperti sering mengkonsumsi makanan mengandung lemak (makanan tinggi kolesterol) (32).

Makanan yang mengandung tinggi lemak seperti santan, makanan yang digoreng, kuning telur, jeroan dan daging ayam dapat mempengaruhi kadar kolesterol total didalam tubuh yang menimbulkan penumpukan pada pembuluh darah sehingga menyebabkan plak (timbunan lemak di dalam lapisan pembuluh darah) yang dapat memicu timbulnya aterosklerosis. Sesuai dengan teori menyatakan jika terlalu

35

UNIVERSITAS BINAWAN

banyak mengkonsumsi makanan berlemak, maka tubuh akan memiliki lemak yang berlebihan. Lemak tersebut tertimbun didalam sel dan jaringan tubuh, sehingga kolesterol juga tertimbun di dinding saluran darah(33).

Akibatnya adalah aterosklerosis atau pengerasan arteri, setiap orang memiliki kolesterol didalam darahnya, dimana 80% diproduksi oleh tubuh sendiri dan 20% sisanya berasal dari luar tubuh (makanan).

Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Apabila kita mengkonsumsi makanan berlemak yang berlebihan maka dapat mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah.

UNIVERSITAS BINAWAN

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di Klinik Jatiasih, Bekasi dapat di simpulkan sebagai berikut:

a. Hasil analisa bivariat kadar gula pasien dengan tekanan darah pasien penderita DM tipe II diperoleh nilai p value= 0,021 (< 0,050). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna (significant) antara kadar gula darah pasien dengan tekanan darah pasien pendeita DM tipe II.

b. Hasil analisa bivariat antara kadar kolesterol pasien dengan tekana darah pasien penderita DM tipe II diperoleh nilai p value= 0,000 (<

0,050). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna (significant) antara kadar kolesterol pasien dengan tekanan darah pasien penderita DM tipe II.

5.2. Saran

5.2.1. Bagi Tempat Penelitian

Diharapkan pihak manajemen Klinik Jatiasih Bekasi khususnya, tenaga medis melakukan penyuluhan dan konseling kepada penderita Diabetes Melitus tipe II untuk selalu menjalankan pola hidup yang sehat, dengan memakan gizi yang seimbang, dengan memakan buah buahan, olahraga batasi makanan dengan gula berlebih.

Penderita DM tipe II rajin melakukan aktifitas fisik rajin berolahraga, joging jalan sehat dan meminum air putih hangat agar metabolisme tubuh terjaga dan menghancurkan lemak dalam tubuh.

37

UNIVERSITAS BINAWAN

5.2.2. Bagi Institusi Pendidikan

Bagi institusi pendidikan diharapkan dari hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pengetahuan bagi mahasiswa mengenai masalah kejadian Diabetes Melitus tipe II dan faktor-faktor penyebabnya, diharapkan pihak institusi pendidikan juga menyediakan buku buku atau litelatur yang terkait kejadian Diabetes Melitus..

5.2.3. Bagi Peneliti Lain

Diharapkan bagi peneliti lain dapat melanjutkan penelitian yang berhubungan dengan Diabetes Melitus di masyarakat, dengan menambahkan variabel-variabel lain yang belum diteliti terkait kejadian Diabetes melitus sehingga dapat memperluas area penelitian yang sudah dilakukan, dan penelitian yang telah dilakukan ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi.

UNIVERSITAS BINAWAN

DAFTAR PUSTAKA

1. LeMone P, Burke KM, Bauldaff G. Buku ajar keperawatan medikal bedah. In EGC. Jakarta; 2015.

2. Muntner P, Whelton PK, Woodward M, Carey RM. A comparison of the 2017 American College of Cardiology/American Heart Association blood pressure guideline and the 2017 American Diabetes Association diabetes and hypertension position statement for US adults with diabetes. Diabetes Care.

2018;41(11):2322–9.

3. International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas Ninth Edition. 2019;

Availablefrom:https://www.diabetesatlas.org/up%0Aload/resources/material/2 020030%0A2_133351_IDFATLAS9e-finalweb.pdf

4. KEMENKES RI. Riset Kesehatan Dasar: Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. Jakarta. 2018;

5. Winta AE, Setiyorini E, Wulandari NA. Hubungan kadar gula darah dengan tekanan darah pada lansia penderita diabetes tipe 2. J Ners Dan Kebidanan.

2018;5(2):163–71.

6. Arifin AY, Ernawati F, Prihatini M. Hubungan kadar glukosa darah terhadap peningkatan kadar lemak darah pada populasi studi kohor kecamatan Bogor Tengah 2018. J Biotek Medisiana Indones. 2019;8(2):87–93.

7. Julianti IMD. Hubungan Antara Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Wijaya Kusuma Surabaya University; 2021.

8. Esfandiari F, Triwahyuni T, Arania R, Aysa NB. Hubungan Antara Tekanan Darah Sistolik dengan Kadar Kolesterol Total pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Klinik Arafah Lampung Tengah. Malahayati Nurs J. 2021;3(4):562–

9.

39

UNIVERSITAS BINAWAN

9. Widyastuti N, Putra FA, Rositasari S. Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Sirih Merah Terhadap Kadar Gula Darah pada Penderita DM Tipe II di Desa Jatipuro Trucuk Klaten. Universitas Sahid Surakarta; 2021.

10. PERKENI. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 di Indonesia. In 2015.

11. World Health Organization. Diabetes facts. 2016;1–2.

12. Widiyanto. Glukosa darah sebagai sumber energi. Jurusan Pendidikan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. 2017;1–17. Available from: Retrieved from uny.ac.id

13. Kasengke J, Assa YA, Paruntu ME. Gambaran Kadar Gula Sesaat pada Dewasa Muda Usia 20-30 Tahun dengan Indeks Massa Tubuh (IMT)≥ 23 kg/m2. eBiomedik. 2015;3(3).

14. Rusdi MS. Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus. J Syifa Sci Clin Res.

2020;2(2):83–90.

15. Arie NH. Pengaruh Lama Penyimpanan dalam Magic Com Terhadap Kadar Glukosa Pada Nasi Merah dan Nasi Jagung. Universitas Muhammadiyah Semarang. 2015;

16. Fadhilla S. Perbedaan Kadar Glukosa Serum Darah Beku 1 Jam, 2 Jam, dan 3 Jam. Universitas Muhammadiyah Semarang. 2016;

17. Firani NK. Metabolisme Karbohidrat: Tinjauan Biokimia dan Patologis.

Universitas Brawijaya Press; 2017.

18. Trisnawati SK, Setyorogo S. Faktor risiko Kejadian diabetes melitus tipe II di puskesmas kecamatan cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. J Ilm Kesehat.

2013;5(1):6–11.

UNIVERSITAS BINAWAN

19. Association AD. Executive summary: standards of medical care in diabetes—

2014. Am Diabetes Assoc; 2014.

20. Sari AS. Pengukuran Kadar Glukosa Darah Pada Remaja Yang Mengalami Obesitas Studi Di Rw 03 Dusun Candimulyo Desa Candimulyo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. STIKes Insan Cendekia Medika Jombang;

2016.

21. Rahman R. Gambaran Hasil Pemeriksaan Hba1c Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Di Rsud Labuang Baji Makassar. J Media Anal Kesehat.

2018;9(2):149–55.

22. Wati CA. Peran Leptin Terhadap Tes Toleransi Glukosa Oral pada Penderita DM Tipe 2. J Ilm Kesehat Sandi Husada. 2020;9(2):753–60.

23. Santoso K. Pengaruh Pemakaian Setengah Volume Sampel dan Reagen pada Pemeriksaan Glukosa Darah Metode God-Pap terhadap Nilai Simpangan Baku dan Koefisien Variasi. J Wiyata Penelit Sains dan Kesehat. 2017;2(2):114–9.

24. Vanessa R. Pemanfaatan Minuman Serbuk Instan Kayu Manis (Cinnamomum burmanii Bi.) untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Total Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus). J Biol. 2014;1–14.

25. Malinti E, Jael SA. Menurunkan Kadar Kolesterol Darah Dengan Gel Aloe Vera Linn. J Sk Keperawatan. 2016;2(2):159.

26. Mulyani NS, Al Rahmad AH, Jannah R. Faktor resiko kadar kolesterol darah pada pasien rawat jalan penderita jantung koroner di RSUD Meuraxa. AcTion Aceh Nutr J. 2018;3(2):132–40.

27. Harsari RH, Fatmaningrum W, Prayitno JH. Hubungan status gizi dan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. eJournal Kedokt Indones.

2018;6(2):261438.

41

UNIVERSITAS BINAWAN

28. Rasyid NQ, Muawanah M, Rahmawati R. Gangguan Dislipidemia Pada Pasien Diabetes Mellitus. In: Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M). 2018.

29. Amiruddin MA, Danes VR, Lintong F. Analisa Hasil Pengukuran Tekanan Darah Antara Posisi Duduk dan Posisi Berdiri Pada Mahasiswa Semester VII (Tujuh) TA. 2014/2015 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.

eBiomedik. 2015;3(1).

30. Rahmawati P. Management of diabetes mellitus type II not controlled with hypertension grade I. Medula J Profesi Kedokt Univ Lampung. 2014;3(01):80–

90.

31. Sarwono J. Metode Riset Skripsi Pendekatan Kuantitatif (Menggunakan Prosedur SPSS): Tuntunan Praktis dalam Menyusun Skripsi. 2012;

32. Hayati D, Krisnasary A, Pravita A, Rizal A, Jumiati J. Hubungan Asupan Karbohidrat Sederhana, Tekanan Darah, Kadar Kolesterol dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Poli Rawat Jalan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu tahun 2020. Poltekkes Kemenkes Bengkulu;

2020.

33. Wedayanti Niluhk, Sri Arjani IAM, Ratih Kusuma Ratna Dewi GA. Gambaran Kadar Kolesterol Total Pada Pedagang Di Pasar Galiran Klungkung. Poltekkes Denpasar Jurusan Teknologi Laboratorium Medis; 2020.

UNIVERSITAS BINAWAN

Lampiran 1 : Surat Permohonan Izin Penelitian dari Universitas

43

UNIVERSITAS BINAWAN

Lampiran 2 : Surat Izin Penelitian dari Klinik Jatiasih

UNIVERSITAS BINAWAN

Lampiran 3 : Keterangan Lolos Kaji Etik (Ethical Clearance)

45

UNIVERSITAS BINAWAN

Lampiran 4 : Prosedur Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu, Kolesterol Total, Tekanan Darah

a. Tahap Pre Analitik Pengambilan Darah Vena

1. Siapkan tabung dan beri kode sesuai no ID pasien

2. Siapkan spuit dan beri tahu pasien akan diambil darah sebelum membuka jarum bahwa jarum baru dan steril

3. Letakkan lengan pasien lurus di atas meja dengan telapak tangan menghadap keatas

4. Pasang tourniquet ± 10 cm di atas siku pada bagian atas vena yang akan diambil

5. Beri tahu pasien untuk mengepal tangan, dan ujung telunjuk kiri memeriksa lokasi pembuluh darah yang akan ditusuk

6. Bersihkan lokasi dengan kapas alkohol dan biarkan mengering 7. Vena ditusuk dengan sudut 30-45

8. Tarik spuit untuk mengambil darah, bila sudah dapat volume yang diinginkan tourniquet dilepas

9. Keluarkan jarum perlahan-lahan 10. Tutup bekas tusukkan dengan plester 11. Buang bekas jarum ke dalam safetybox

12. Masukkan darah ke dalam tabung kemudian homogenkan

UNIVERSITAS BINAWAN

b. Tahap Analitik

Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu

Nama Alat : Urit-880

Metode Alat : Enzimatik kolorimetrik Metode Pemeriksaan :

Gula Darah

Metode : GOD-PAP (Glucose Oxsidase – Peroxidase Aminoantypirin) Cara Kerja :

Pemeriksaan Gula Darah

1. Petugas mempersiapkan alat spektrofotometer 2. Petugas mengeluarkan reagen dari kulkas

3. Petugas meletakkan tiga tabung reaksi dan diperlakukan pada masing- masingtabung dengan cara :

a. Pada tabung blangko diisi dengan1000 ul reagen gula.

b. Pada tabung standart diisi dengan1000 ul reagen gula + 10ul standart gula, kemudian dihomogenkan.

c. Pada tabung sampel diisi dengan 1000 ul reagen gula + 10 ul serum,kemudian dihomogenkan.

4. Petugas menginkubasi 10 menit pada suhu kamar

47

UNIVERSITAS BINAWAN

5. Petugas melakukan pembacaan pada spektrofotometer pada menu glukosa, kemudian mencatat hasil

c. Tahap Pasca Analitik Gula Darah Sewaktu

1. Mencatat hasil laboratorium pada buku Resgistrasi laboratorium 2. Memberikan hasil pemeriksaan laboratorium kepada pasien untuk

disampaikan kepada yang merujuk 3. Nilai normal:

Gula Darah Sewaktu 70-200 mg/dl

d. Tahap Analitik

Pemeriksaan Kolesterol Total

Metode : CHOD - PAP ( Cholesterol Oxidase Diaminase Peroksidase Aminoantipyrin )

1. Petugas mempersiapkan alat spektrofotometer 2. Petugas mengeluarkan reagen dari kulkas

3. Petugas meletakkan tiga tabung reaksi dan diperlakukan pada masing- masingtabung dengan cara :

a. Pada tabung blangko diisi dengan1000 ul reagen gula.

b. Pada tabung standart diisi dengan1000 ul reagen gula + 10ul standart gula, kemudian dihomogenkan.

c. Pada tabung sampel diisi dengan 1000 ul reagen gula + 10 ul serum,kemudian dihomogenkan.

4. Petugas menginkubasi 10 menit pada suhu kamar

5. Petugas melakukan pembacaan pada spektrofotometer pada menu glukosa, kemudian mencatat hasil

UNIVERSITAS BINAWAN

e. Tahap Pasca Analitik Kolesterol Total

1. Mencatat hasil laboratorium pada buku Resgistrasi laboratorium 2. Memberikan hasil pemeriksaan laboratorium kepada pasien untuk

disampaikan kepada yang merujuk 3. Nilai normal:

Kolesterol Total <200 mg/dl

f. Tahap Pre Analitik Tekanan Darah

1. Beri salam, panggil pasien tanyakan nama dan tanggal lahir, dan dicocokkan dengan data pasien.

g. Tahap Analitik

Pengukuran Tekanan Darah 1. Mengatur posisi pasien

2. Menempatkan diri di sebelah kanan pasien, bila mungkin 3. Letakkan lengan yang hendak di ukur

4. Pasang mangset pada lengan atas sekitar 3cm di atas fossa cubiti 5. Tentukan denyut nadi arteri radiais secara perlahan

6. Letakkan diafragma stetoskop di atas nadi brakhialis

7. Pompa terus sampai manometer setinggi 20 mmhg lebih tinggi dari titik radialis tidak teraba

8. Kempeskan balon udara mangset secara perlahan

h. Tahap Pre Analitik Tekanan Darah

1.

Evaluasi respon dan perasaan pasien

49

UNIVERSITAS BINAWAN

2.

Sampaikan hasil kegiatan tekanan darah

3.

Catat waktu melakukan tindakan pengukuran tekanan darah, respon klien dan hasil pengukuran

UNIVERSITAS BINAWAN

Lampiran 5 : Tabel Rekapitulasi Data Kadar Glukosa Darah Sewaktu, Kadar Kolesterol Total, dan Tekanan Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Klinik Jatiasih Tahun 2021

No. Nama Kadar Gula KKT TKD

1. Tn. Iz 1 1 1

2. Tn. AS 1 1 1

3. Ny. NA 2 2 2

4. Tn. MH 1 1 1

5. Tn. ED 1 1 1

6. Tn. DD 2 2 2

7. Ny. LT 1 1 1

8. Tn. FN 2 1 1

9. Tn. R 2 1 1

10. Ny. NR 1 1 1

11. Ny. IN 2 2 2

12. Ny. W 2 2 2

13. Ny. LI 1 1 1

14. Ny. LS 2 1 1

15. Ny. DW 2 2 2

16. Tn. AD 1 2 2

17. Ny. AN 2 2 2

18. Ny. ER 2 2 2

19. Ny. MI 1 1 2

20. Ny. W 1 1 2

21. Ny. AI 2 2 2

22. Ny. TA 2 2 2

Keterangan:

Kadar Gula Darah:

1 = (≥ 200 mg/dL) 2 = (70 – 200 mg/dL) Kadar Kolesterol Total

1 = Tidak Normal (≥ 200 mg/dL) 2 = Normal (≤ 200 mg/dL) Tekanan Darah

1 = Hipertensi (>80 / >120) 2 = Normal (<80/ <120)

51

UNIVERSITAS BINAWAN

23. Ny. SI 1 2 2

24. Tn. BA 2 2 2

25. Ny. AC 2 1 1

26. Ny. ER 1 2 2

27. Ny. BE 2 1 2

28. Ny. GO 1 1 1

29. Ny. AL 1 2 2

30. Ny. OD 2 2 2

31. Tn. MR 1 2 2

32. Tn. AB 2 2 2

33. Ny. CA 1 1 1

34. Tn. NU 2 2 2

35. Tn. MA 2 2 2

36. Tn. TU 1 2 2

37. Ny. LO 2 2 2

38. Tn. UP 1 2 2

39. Tn. DE 2 2 2

40. Tn. AP 2 2 2

41. Tn. SE 2 2 2

42. Tn. VA 1 1 1

43. Ny. Y 2 1 1

44. Ny. HS 1 2 2

45. Tn. BZ 2 2 2

46. Tn. TM 1 2 2

UNIVERSITAS BINAWAN

Lampiran 6 : Hasil Analisis Data Penelitian Kadar Gula Darah Sewaktu, Kolesterol Total, dan Tekanan Darah penderita DM tipe II di Klinik Jatiasih

2021.

HASIL UJI STATISTIK Hasil Analisis Bivariat

1. Uji Normalitas

Descriptives

Statistic Std. Error Kadar Glukosa Darah

Sewaktu

Mean 1.54 .074

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound 1.39 Upper Bound 1.69

5% Trimmed Mean 1.55

Median 2.00

Variance .254

Std. Deviation .504

Minimum 1

Maximum 2

Range 1

Interquartile Range 1

Skewness -.181 .350

Kurtosis -2.059 .688

Kadar Kolesterol Total Mean 1.65 .071

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound 1.51 Upper Bound 1.80

5% Trimmed Mean 1.67

Median 2.00

Variance .232

Std. Deviation .482

Minimum 1

Maximum 2

Range 1

53

UNIVERSITAS BINAWAN

Interquartile Range 1

Skewness -.661 .350

Kurtosis -1.637 .688

Tekanan Darah Mean 1.61 .073

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound 1.46 Upper Bound 1.76

5% Trimmed Mean 1.62

Median 2.00

Variance .243

Std. Deviation .493

Minimum 1

Maximum 2

Range 1

Interquartile Range 1

Skewness -.461 .350

Kurtosis -1.871 .688

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Kadar Glukosa Darah Sewaktu

.361 46 .000 .634 46 .000

Kadar Kolesterol Total .417 46 .000 .602 46 .000

Tekanan Darah .395 46 .000 .620 46 .000

a. Lilliefors Significance Correction

2. Uji Korelasi Spearman

Hubungan Kadar Glukosa Darah Sewaktu dengan Tekanan Darah Pasien DM Tipe II Correlations

UNIVERSITAS BINAWAN Kadar Glukosa

Darah Sewaktu Tekanan Darah Spearman's rho Kadar Glukosa Darah

Sewaktu

Correlation Coefficient 1.000 .338*

Sig. (2-tailed) . .021

N 46 46

Tekanan Darah Correlation Coefficient .338* 1.000

Sig. (2-tailed) .021 .

N 46 46

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Hubungan Kadar Kolesterol Total dengan Tekanan Darah Pasien DM Tipe II Correlations

Kadar Kolesterol

Total Tekanan Darah Spearman's rho Kadar Kolesterol Total Correlation Coefficient 1.000 .911**

Sig. (2-tailed) . .000

N 46 46

Tekanan Darah Correlation Coefficient .911** 1.000

Sig. (2-tailed) .000 .

N 46 46

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

55

UNIVERSITAS BINAWAN

Lampiran 7 : Dokumentasi Penelitian

UNIVERSITAS BINAWAN

Lampiran 8 : Biodata Peneliti

BIODATA PENELITI

DATA PRIBADI

Nama : Reynita Dwi Chaerunissa

NIM : 061811059

Prodi : DIV – Teknologi Laboratorium Medis

Institusi : Universitas Binawan

Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 19 Juni 1999 Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Status Perkawinan : Belum menikah

Alamat : Jl. Masjid Almunir rt12/02 No. 46b kec. Makasar,

Jakarta Timur. 13570

No. Hp : 087785406929

E-mail : [email protected]

57

UNIVERSITAS BINAWAN

Lampiran 9 : Lembar Bimbingan

Kegiatan : Proposal Penelitian Nama : Reynita Dwi Chaerunissa

NIM : 061811059 Kelas : TLM A2 2018

Pembimbing I : Sabarina Elfrida Manik, AMAK.,SKM.,M.Pd Pembimbing II : Almatin Puspa Dewi, S.Pd.,M.Sc

UNIVERSITAS BINAWAN

59

UNIVERSITAS BINAWAN

cccccssss

UNIVERSITAS BINAWAN

Kegiatan : Tugas Akhir Nama : Reynita Dwi Chaerunissa

NIM : 061811059 Kelas : TLM A2 2018

Pembimbing I : Sabarina Elfrida Manik, AMAK.,SKM.,M.Pd Pembimbing II : Almatin Puspa Dewi, S.Pd.,M.Sc

61

UNIVERSITAS BINAWAN

Dalam dokumen hubungan kadar gula darah sewaktu dan kadar (Halaman 46-50)

Dokumen terkait