• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa penelitian ini menggunakan penelitian Living Qur‟an. Living Qur‟an secara istilah sering diartikan sebagai Al-Qur‟an yang hidup. Sedangkan definisi terminologisnya yaitu suatu upaya untuk memperoleh pengetahuan yang kokoh dan meyakinkan dari suatu budaya, praktik, tradisi, ritual, pemikiran atau perilaku hidup di masyarakat yang diinspirasi dari sebuah ayat Al-Qur‟an.23

Berdasarkan dengan pokok persoalan dalam penelitian ini, maka jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian lapangan dengan melihat dan memerhatikan fenomena Al-Qur‟an yang terjadi di tengah kehidupan manusia, yang dalam hal ini terjadi di kalangan santri serta menggali ilmu-ilmu pengetahuan Al-Qur‟an yang terdapat di balik gejala dan fenomena sosial tersebut.

2. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan kajian deskriptif-analitis. Kajian ini berbasis kasus per kasus yang mana difokuskan untuk mengkaji sebuah kasus living Qur‟an yang kemudian akan dideskripsikan secara utuh dan dianalisis sesuai dengan kerangka teori yang telah ditetapkan sebelumnya.24 Kasus yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah kasus tentang kegiatan simaan Al-Qur‟an dan implementasinya dalam meningkatkan kualitas hafalan santri.

23A. „Ubaydi Hasbillah, Ilmu Living Quran-Hadis: Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi, (Tangerang Selatan: Yayasan Wakaf Darus-Sunnah, 2019) h. 22

24A. „Ubaydi Hasbillah, Ilmu Living Quran-Hadis: Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi, (Tangerang Selatan: Yayasan Wakaf Darus-Sunnah, 2019) h. 245

3. Sumber Data

Dalam dunia penelitian dikenal dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang akan dikumpulkan oleh peneliti, seperti yang didapat dari hasil survey, observasi, dan wawancara dengan objek yang terkait. Sedangkan data sekunder merupakan data yang tidak dikumpulkan peneliti secara langsung, seperti dari buku dan tulisan lainnya yang memiliki relevansi dengan pokok masalah yang dikaji dalam penelitian ini.25

4. Teknik Pengumpulan Data a. Teknik Pengambilan Sampel

Dalam penelitian kualitatif, starting point nya adalah dari kasus keberadaan individu atau kelompok dalam situasi sosial tertentu dan hasilnya hanya berlaku pada situasi sosial tersebut. Dalam situasi sosial tersbut, peneliti menginterview pelaku yang melakukan dan mengamati kegiatan atau aktivitas yang dilakukan di tempat tersebut. Sebelum memasuki situasi sosial, peneliti akan menentukan terlebih dahulu sumber adata yang akan dijadikan subjek yang akan diteliti dalam konteks sosial-budayanya. Terdapat dua cara dalam menentukan informan dalam penelitian kualitatif, yaitu purposive sampling dan snowball sampling.26

Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana hasil dari implementasi kegiatan simaan Al-Qur‟an terhadap kualitas hafalan santri. Untuk itu, peneliti akan menggunakan cara purposive sampling yaitu cara menentukan

25 Duri Andriani, dkk., Metode Penelitian, (Tangerang Selatan: Universitas Terbuka, 2015) h. 53

26 A. Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, (Jakarta: Prenadamedia, 2014), Cet. ke-1, h. 368-369

20

informan yang dilandasi tujuan atau maksud yang telah ditetapkan sebelumnya. Disini, peneliti mengambil beberapa santri PPA Nur Medina yang mengikuti kegiatan ini sebagai sumber informasinya.

b. Wawancara

Wawancara merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa wawancara (interview) adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara (interviewer) dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai (interviewee) melalui komunikasi langsung.

Dapat pula dikatakan bahwa wawancara merupakan percakapan tatap muka (face to face) antara pewawancara dengan sumber informasi, dimana pewawancara bertanya langsung tentang suatu objek yang diteliti dan telah dirancang sebelumnya.27

Jika ditinjau dari bentuk pertanyaan yang diajukan, maka wawancara dapat dikategorikan menjadi 3 (tiga) bentuk, yaitu wawancara terencana-terstruktur, wawancara terencana- tidak terstruktur, dan wawancara bebas. Adapun jenis wawancara yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terencana-tidak terstuktur, yaitu peneliti sekaligus pewawancara akan menyusun rencana wawancara yang mantap tetapi tidak menggunakan format dan urutan yang baku.28

27 A. Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, (Jakarta: Prenadamedia, 2014), Cet. ke-1, h. 372

28 A. Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, (Jakarta: Prenadamedia, 2014), Cet. ke-1, h. 377

c. Observasi

Metode observasi ini akan penulis gunakan untuk memperoleh data tentang bagaimana pengaruh kegiatan simaan Al-Qur‟an terhadap masing-masing individu santri. Apabila kita mengacu pada fungsi pengamat dalam kelompok kegiatan, maka observasi dapat dibedakan dalam dua bentuk, yaitu:

1) Participant Observer, yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat (observer) secara teratur berpartisipasi dan terlihat dalam kegiatan yang diamati. Dalam hal ini pengamat mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai peneliti yang tidak diketahui dan dirasakan oleh anggota lain dan sebagai anggota kelompok. Peneliti berperan aktif sesuai dengan tugas yang dipercayakan kepadanya.

2) Non-Participation Observer, yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat datau peneliti tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok atau dapat juga dikatakan peneliti tidak ikut serta dalam kegiatan yang diamatinya.29

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa observasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk Participation Observer, karena penulis ikut serta dalam kegiatan pengamatan orang-orang yang akan penulis teliti.

d. Dokumentasi

Dokumen adalah sebuah catatan atau karya seseorang tentang sesuatu yang sudah berlalu. Dalam penelitian kualitatif, dokumen yang sesuai atau terkait dengan fokus penelitian merupakan informasi yang sangat berguna. Dokumen bisa

29 A. Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, (Jakarta: Prenadamedia, 2014), Cet. ke-1, h. 384

22

berbentuk teks tertulis dan teks tidak tertulis.30 Teks tertulis yang akan menjadi sumber dalam penelitian ini diantaranya adalah data kesekretariatan pesantren, karya tulis dan teks wawancara. Sedangkan yang tidak tertulis berupa foto atau gambar.

H. Teknik dan Sistematika

Dokumen terkait