E. Kondisi Umum Pesantren
2. Santri Pesantren
kelas dalam pengajaran ini, yaitu kelas TK (Tanman Kanak- kanak), kelas untuk anak umur 3-5 tahun, kelas 1 (satu), kelas 2 (dua), dan kelas 3- 5. Saat ini jumlah santri yang mengikuti TPQ sore berjumlah kurang lebih 100 orang.
Dalam pembelajaran di TPQ sore ini menggunakan metode Iqra‟ yang mana pengajarnya adalah santri dan juga alumni pesantren sendiri.20
Sedangkan untuk TPQ malam dilaksanakan setiap ba‟da maghrib sampai ba‟da isya. Metode pengajaran yang digunakan yaitu menggunakan metode Iqra. Terdapat perbedaan kelas dengan kegiatan TPQ Sore, untuk TPQ malam terdapat sembilan kelas diantaranya adalah kelas TK, kelas Iqra 1, kelas Iqra 2, kelas Iqra 3, kelas Iqra 4, kelas Iqra 5, kelas Iqra 6, kelas pra khataman dan kelas khataman. Saat ini jumlah santri yang mengikuti TPQ kelas malam berjumlah sekitar 150 anak yang berdomisili di sekitar pesantren. Tenaga pengajar nya merupakan santri Pesantren Al-Qur‟an Nur Medina yang bermukim di Pesantren.21
70
Selain menghafal dan mempelajari ilmu-ilmu keislaman yang lain, santri juga diajarkan dan dilatih menjadi seorang guru dengan menjadi pendamping adik-adik santri di dalam pengajian yang berada di Yayasan Raudlatul Huffadz. Hal ini merupakan kewajiban bagi seluruh santri yang bermukim di pesantren sebagai sarana dalam pengamalan ilmu dalam bentuk pengabdian kepada pesantren.22
Santri PPA Nur Medina, baik putra maupun putri terbagi menjadi beberapa tingkatan dengan tugas atau target yang berbeda beda. Diantaranya adalah, tingkatan mubtadi‟, mutawassith dan mutaqaddim.
a. Santri Putra
1) Mubtadi‟ yaitu tingkatan dimana para santri mendapat perhatian dan bimbingan khusus dalam proses mengaji.
Dalam tingkatan ini santri dituntut untuk bisa mengaji dengan baik dan fashih sesuai standar di PPA Nur Medina. Setelah bagus dan lancar, santri baru dikenakan kewajiban untuk dapat menghafal Al-Qur‟an. Target hafalan dalam tingkatan ini adalah dari surah An-Nas sampai At-Takatsur.
2) Mutawassith yaitu tingkatan dimana santri dianggap telah bagus mengaji nya dan sudah sesuai dengan standar PPA Nur Medina dan dianggap sudah mampu menghafal. Tidak hanya hafalan Al-Qur‟an saja, pada tingkatan ini santri juga dituntut untuk harus menghafal do‟a sehari hari, seperti doa setelah sholat, do‟a
22 Wawancara dengan Ketua Asrama Putra PPA Nur Medina, M. Nafi‟ Mubarok, Pondok Cabe, 18 Juni 2020
khataman dan yang lainnya. Adapun target hafalan dalam tingkatan ini adalah hafalan juz 30, surah Yasin, surah Al-Mulk, surah Ar-Rahman, surah Al-Waqi‟ah, surah As-Sajdah, surah Al-Kahfi dan surah Ad-Dukhan.
3) Mutaqaddim, tingkatan ini biasa juga disebut dengan instruktur yaitu para santri yang telah dipercaya oleh pengasuh untuk menjadi isntruktur santri-santri yang lain. Biasanya santri mutaqaddim ini dimanahkan untuk mengawasi santri dalam perkembangan proses mengaji dan menghafal yang telah ditetapkan oleh pengasuh.23 Tabel 3.1. Data Santri Putra PPA Nur Medina Tahun 2020
No Nama Asal Kuliah Tingkatan
1 M. Muslim Al-Jihad Palembang UIN Mutaqaddim 2 A. Dzulkifli Rif‟at Lamongan PTIQ Mutaqaddim
3 Abdullah Syafei Sukabumi UIN Mutaqaddim
4 M. Nafi‟ Mubarok Sidoarjo PTIQ Mutawassith
5 Khoirul Amin Gresik - Mutawassith
6 Umair Abdul Aziz Bondowoso PTIQ Mutawassith
7 M. Oktafian Palembang UIN Mutawassith
8 Ahmad Wildan Tangerang PTIQ Mutaqaddim
9 Rahmadi Jambi PTIQ Mutawassith
10 Rizki Satrioaji Bogor UIN Mutawassith
11 M. Syaiful Anwar Gresik UIN Mutawassith
12 M. Ridho Ihsan Bangka Belitung PTIQ Mutawassith 13 Nurul Fajril Haq Madura PTIQ Mutawassith
23 Wawancara dengan Pengasuh sekaligus Instruktur Tahfidz PPA Nur Medina, Arbiyah Mahfudz, Pondok Cabe, 21 Juli 2020
72
14 Habiburrahman Probolinggo PTIQ Mutawassith
15 Muhammad Rif‟an Jambi - Mubtadi‟
16 Asep Maulana Sidik Bekasi PTIQ Mutawassith
17 Septian Roby Bekasi PTIQ Mutawassith
18 M. Ihsanuddin A. Gresik UIN Mutawassith
19 M. Samsul Falah Bogor PTIQ Mutawassith
20 M. Ilham Faqih Bekasi UIN Mutawassith
21 Ahmad Hamdani M. Cirebon PTIQ Mutawassith 22 Ahmad Lahmi Nur A. Bogor PTIQ Mutawassith
23 M. Eza Isa Q. Cirebon PTIQ Mutawassith
24 Abdullah Rosyad Kepri PTIQ Mutawassith
25 Hermansyah Brebes - Mubtadi‟
26 Muhammad Rifqi Indramayu UIN Mutawassith
27 Fahmi Tizani Garut UIN Mutawassith
28 Tonico Angga Palembang PTIQ Mubtadi‟
29 Mahmud Ramdani NTB PTIQ Mutawassith
30 M. Nizar Ibnu Z. Surabaya PTIQ Mutawassith Sumber : Data Sekretariat Pondok
b. Santri Putri
1) Mubtadi‟ah. Santri putri yang berada dalam tingkatan ini adalah santri yang mendapat perhatian dan bimbingan khusus dalam mengajinya. Dalam tingkatan ini target yang diberikan yaitu harus bisa mengaji dengan baik dan fashih sesuai standar di PPA Nur Medina dengan syarat sudah menyelesaikan bacaan Al-Qur‟an 30 juz bin-nadzr.
2) Mutawassithah yaitu santri yang memiliki kewajiban menghafal sesuai target yang telah dotetapkan oleh
pengasuh. Dalam tingkatan ini santri putri mempunyai target untuk menghafal sebanyak 2-3 juz di setiap satu semester. Jika tidak mencapai target, santri akan mendapatkan saksi yang sudah ditetapkan oleh pengasuh.
3) Mutaqaddimah yaitu santri yang telah khatam Al-Qur‟an bil-ghaib 30 juz dan diamanahkan oleh pengasuh untuk mengawasi beberapa santri putri dalam perkembangan mengaji dan target hafalan lain yang ditetapkan oleh pengasuh.24
Tabel 3.2. Data Santri Putri PPA Nur Medina Tahun 2020
No Nama Asal Kuliah Tingkatan
1 Ai Maemunah Sukabumi IIQ Mutawassithah
2 Alfiah Meindar Cilacap UPN Veteran Mutawassithah
3 Allifa Nadya A. Bali UIN Mutawassithah
4 Anisah Cirebon IIQ Mutaqaddimah
5 Azizun Na‟imah Tangsel UIN Mutawassithah
6 Fana Tri Astuti Wonosobo UIN Mutawassithah
7 Farda Labibah Bogor UIN Mutawassithah
8 Halimah Iffatus S. Tulungagung UIN Mutawassithah 9 Halimatus Sa‟diyah Palembang IIQ Mutawassithah 10 Hanifatul Fauziyah Blitar UIN Mutawassithah 11 Hidayatur Rohmah Lampung IIQ Mutawassithah
12 Hilmi Robiah Nur Garut IIQ Mutaqaddimah
24 Wawancara dengan Pengasuh sekaligus Instruktur Tahfidz PPA Nur Medina, Arbiyah Mahfudz, Pondok Cabe, 20 Juli 2020
74
13 Himmatul Haq Indramayu UIN Mutaqaddimah
14 Imas Nur Azizah Cianjur UIN Mutawassithah 15 Innana Syarifah Jateng UIN Mutawassithah 16 Khilyatul Auliya Indramayu IIQ Mutawassithah
17 Khoirunnisa‟ Bogor UIN Mutawassithah
18 Lailatuz Zakiyah Gresik UIN Mutawassithah 19 Lisa Aminatus S. Palembang UIN Mutawassithah
20 Lutfia Istiqomah Pati UIN Mutaqaddimah
21 Maeysha Imroatun Lampung IIQ Mutawassithah
22 Mia Fauziyah Tangerang IIQ Mutaqaddimah
23 Milkhatun F. Tangerang IIQ Mutawassithah 24 Nadha Nisrina Tegal UPN Veteran Mutawassithah 25 Nely Andriani Gresik UNPAM Mutawassithah
26 Neno Kaharudin Riau PTIQ Mutawassithah
27 Nia Ainiyah Mojokerto IIQ Mutaqaddimah
28 Nida Fitriyani Sukabumi Tahfidz Intensif Mutawassithah 29 Nidyatul Qonita Gresik UIN Mutawassithah 30 Nisaul Alifah Tahfidz Intensif Mutawassithah 31 Nunung Sukabumi Tahfidz Intensif Mutawassithah 32 Nur Afiatul Azizah Bekasi UIN Mutawassithah
33 Nur Fitri Gresik UIN Mutawassithah
34 Nur Fitriyah Malang UIN Mutawassithah
35 Nuri Farikhatin Pati UIN Mutawassithah
36 Nurul Fuadah Sulawesi UIN Mutawassithah
37 Nurul Hanifah Palembang UIN Mutawassithah
38 Nurul Hasanah Papua UIN Mutawassithah
39 Nurussinayah Indramayu UIN Mutaqaddimah
40 Rizkha Diana A. Lamongan Tahfidz Intensif Mutawassithah
41 Rofiqoh M. Bekasi UIN Mutawassithah
42 Rosalina Noor R. Gresik UIN Mutawassithah 43 Satrizah Kepri Tahfidz Intensif Mutawassithah 44 Shifa Firdausi U. Bali UIN Mutawassithah
45 Shofi Nilal Jateng IIQ Mutawassithah
46 Sukma C. Bekasi UIN Mutawassithah
47 Tusna Zakiyah Jateng IIQ Mutawassithah
48 Ulfah Ahsanti Bekasi IIQ Mutawassithah
49 Ummi Channah Tangsel IIQ Mutawassithah
50 Uyun Nadliroh Tangsel IIQ Mutawassithah
51 Zaimatul Qistina Jombang UIN Mutawassithah 52 Zainah Afiyah Cirebon UNPAM Mutaqaddimah 53 Zakiyyatun Nafilah Indramayu UIN Mutawassithah 54 Aulia Az-Zahra Karawang Tahfidz Intensif Mutawassithah Sumber: Data Sekretariat Pondok
Perbedaan tingkatan antara santri putra dengan santri putri di PPA Nur Medina dilihat dari program tahfidz yang ditetapkan.
Program tahfiz Al-Qur‟an untuk santri putra ditetapkan langsung oleh pengasuh putra yaitu Ustadz H. Endang Husna Hadiawan Ia memberikan target khusus untuk santri putra sesuai dengan tingkatannya. Santri putra disini berbeda dengan santri putri, mereka tidak dikhususkan untuk menghafal Al-Qur‟an hingga khatam. Akan tetapi mereka ditargetkan harus menghafal surat-surat pilihan.
Sedangkan santri putri memang sudah diwajibkan untuk menghafal Al-Qur‟an dengan mengikuti program yang ditetapkan oleh pengasuh putri yaitu Ibu Hj. Arbiyah Mahfudz.
76