BAB II : KAJIAN PUSTAKA
E. Minat Siswa Terhadap Pendidikan Agama Islam
Seperti dikemukakan bahwa minat merupakan kesadaran seseorang terhadap sesuatu obyek yang ada kaitannya dengan dirinya sehingga menimbulkan kecenderungan yang mendorong aktivitas.
Aktivitas-aktivitas terhadap obyek kecenderungan akan lebih meningkat bila yang bersangkutan memperoleh manfaat
Dalam hubungannya dengan pendidikan agama, minat siswa akan bertambah dan berkembang di samping karena ada nilai praktis yang diperoleh dari mempelajari pendidikan agama juga karena merupakan salah satu bidang studi yang menjadi syarat kelulusan siswa.
Dua faktor itu mendorong siswa belajar pendidikan agama. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa diantara siswa ada yang belajar dengan tujuan untuk lulus. Sinyelemen terakhir bukan saja berlaku dalam bidang studi pendidikan agama, tetapi juga bagi bidang studi lainnya.
Untuk mencapai tujuan dari suatu usaha dan kegiatan diperlukan dasar atau landasan sebagai petunjuk untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Dasar-dasar pendidikan Islam merupakan tempat berpijak yang kuat untuk melaksanakan kegiatan pendidikan guna membentuk manusia ke jalan kehidupan yang diridhai oleh Allah swt.
Agama Islam sebagai agama yang paling haq dan diridhai di sisi Allah swt. Memberikan tuntunan kepada penganutnya berdasarkan al-Qur‟an dan Hadits Rasulullah saw. Al-al-Qur‟an merupakan sumber kebenaran dalam Islam, sedangkan Sunnah Rasulullah saw. merupakan contoh tauladan sebagai realisasi dari al-Qur‟an.
Al-Qur‟an dan Hadits merupakan asas dasar pendidikan Islam harus dipandang sebagai petunjuk umum yang memungkinkan terbukanya pintu bagi perbedaan-perbedaan opini dalam memberikan pemahaman tentang pendidikan Islam. Untuk lebih jelasnya pembahasan ini, dikemukakan satu-persatu kedua dasar tersebut yaitu sebagai berikut:
1. Al-Qur’an
Al-Qur‟an sebagai pandangan hidup umat Islam dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia merupakan dasar utama yang harus dipedomani dalam setiap usaha dan kegiatan yang akan dilakukan agar apa yang dicapai mendapat ridha di sisi Allah Swt.
Menurut Abdul Wahab Khalaf dalam Saebani (2012 : 63) :
“Mendefenisikan Al-Qur`an sebagai firman Allah yang diturunkan melalui ruhul amin (Jibril) kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan
bahasa Arab, isinya dijamin kebenarannya, dan sebagai hujjah kerasulannya, undang-undang bagi seluruh manusia dan petunjuk dalam beribadah serta dipandang ibadah dalam membacanya, yang terhimpung dalam mushaf yang dimulai dari surah Al-fatihah dan diakhiri dengan surah An-nas, yang diriwayatkan kepada kita dengan jalan mutawatir”.
Pendidikan Islam merupakan perintah yang paling pertama diwahyukan oleh Allah swt. dalam surah al-„Alaq ayat 1-5 Allah berfirman:
Terjemahnya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu yang amat mulia Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui (Kementrian Agama RI, 1997 : 1079)
Ayat di atas adalah perintah Allah agar semua umat Islam belajar membaca, mengkaji, meneliti, dan menganalisis semua ciptaan Allah.
Mempelajari sumber-sumber ilmu pengetahuan denga berbasis pada kehendak Allah. Oleh karena itu, sumber ilmu pendidikan Islam adalah Al-Qur`an, karena Al-Qur`an yang menyungguhkan semua ide dasar ilmu pengetahuan. Adapun teknik pelaksanaan perintah tersebut kemudian muncullah berbagai usaha untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang merupakan proses merealisasikan ajaran-ajaran Islam.
2. Hadits
Hadits atau as-Sunnah ialah perkataan, perbuatan, ataupun pengakuan Rasul Allah swt. Hadits Rasulullah saw. merupakan dasar
kedua yang harus dipedomani setelah al-Qur‟an. Sebangaimana HR.Malik akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduaya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya”. [HR. Malik]
Segala isi al-Qur‟an baik perintah maupun larangan Allah swt.
dijelaskan dan dipraktekkan oleh Rasulullah saw. sehingga umat Islam dapat menjelaskannya dengan benar.
Dr. Zakiah Daradjat (1992 : 21) menjelaskan bahwa:
. . . Sunnah berisi petunjuk (pedoman) untuk kemaslahatan hidup manusia seutuhnya atau muslim yang bertakwa. Untuk itu Rasul Allah menjadi guru dan pendidik utama. Beliau sendiri mendidik, pertama dengan menggunakan rumah Al-Arqam ibn Abi Al-Arqam, kedua dengan memanfaatkan tawanan perang untuk mengajar baca tulis, ketiga dengan mengirim para sahabat ke daerah-daerah yang baru masuk Islam. Semua itu adalah pendidikan dalam rangka pembentukan manusia muslim dan masyarakat Islam.
Di samping contoh teladan dari Rasulullah Saw. sebagai realisasi dari proses pendidikan Islam, beliau juga banyak memberikan ajaran-ajaran bahkan perintah tentang pentingnya pendidikan untuk meraih kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat. Pendidikan Islam sebagai proses pembinaan yang berdasarkan ajaran agama Islam
bertujuan untuk membentuk rohani dan jasmani manusia menjadi pribadi muslim sebagaimana yang tercakup dalam pengertian pendidikan Islam.
Kepribadian muslim sebagai tujuan pendidikan Islam adalah hal yang abstrak, hanya ciri-ciri dari perilaku yang nampak saja dapat diduga, karena sesungguhnya penentuan mengenai hal itu bukanlah wewenang manusia, hanya Tuhanlah yang mengetahui yang sebenarnya. Pendidikan hanyalah usaha untuk mencapai hal tersebut.
Ahmad D. Marimba (1980 : 68) memberikan batasan pengertian sebagai berikut:
Kepribadian muslim ialah kepribadian yang seluruh aspek-aspeknya yakni tingkah laku luarnya, kegiatan-kegiatan jiwanya, maupun filsafat hidup dan kepercayaannya menunjukkan pengabdian kepada Tuhan menyerahkan diri kepadanya.
Hal ini identik dengan tujuan diciptakannya manusia sebagaimana firman Allah Swt. dalam al-Qur‟an surah adz-Dzariyaat ayat 56 yang berbunyi:
Terjemahnya:
„Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku‟. (Kementrian RI, 1997 : 862)
Selain tujuan pendidikan Islam yang dikemukakan di atas, H.
Abdurrahman dalam bukunya Ilmu Pendidikan (1988 : 39) memberikan gambaran tentang tujuan Islam sebagai berikut:
Secara umum tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya manusia muttaqien yang secara sadar dan bertanggung jawab
selalu mencari keridhaan Allah Swt. melalui jalur muamalah dan ubidiyah.
Untuk mencapai tujuan tersebut hendaklah dimulai sejak dalam pendidikan rumah tangga dengan menerapkan ajaran Islam yang bersumber dari al-Qur‟an dan Hadits Rasulullah Saw.
Minat belajar pendidikan agama dengan motivasi pertama akan mendorong siswa untuk lebih mempelajari dan memperdalam materi-materi. Karena materi-materi itu secara praktis bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan ajaran agama yang dianut. Dengan demikian minat siswa untuk lebih mendalami dan mempelajari ajaran-ajaran agama semakin meningkat.
Minat belajar pendidikan agama yang pada awalnya karena motivasi ingin memperoleh nilai kelulusan dapat berubah disebabkan karena pengaruh nilai praktis yang dapat dirasakan manfaatnya. Minat siswa-siswa untuk mempelajari pendidikan agama disamping karena faktor materi pendidikan agama, penampilan guru agama, metode mengajar dan praktikum juga karena mereka merasakan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pergaulan sesama manusia maupun dalam hubungan dengan Tuhan (Hubungan horizontal dan vartikal).
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa agar minat siswa terhadap pendidikan agama Islam meningkat maka guru pendidikan Islam harus menggunakan metode yang bervariasi dalam mengajar yaitu memadukan metode ceramah, tanya jawab, praktek dan
sebagainya serta menggunakan alat peraga untuk menarik perhatian siswa. Dengan demikian siswa akan lebih senang dan aktif dalam mengikuti pelajaran khususnya pendidikan Agama Islam.
F. Hubungan antara kemampuan membaca dan menulis Al-Qur`an