• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Deskripsi Teori

2. Model Pembelajaran Berbasis Masalah

a. Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran berbasis masalah adalah pendekatan pembelajaran kepada peserta didik yang dihadapkan pada masalah autentik sehingga peserta didik dapat menyusun pengetahuannya sendiri dengan menumbuh kembangkan keterampiran peserta didik.28

27 Ibid.

28 Bahtiar, Strategi Belajar Mengajar Sains (IPA), (Mataram: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, 2015), hlm. 72.

Model pembelajaran berbasis masalah juga dapat diartikan sebagai serangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah dan dalam kehidupan nyata.29 Model pembelajaran berbasis masalah dapat juga diartikan sebagai serangkaian aktivitas pembelajaran, artinya implementasi model pembelajaran berbasis masalah ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan peserta didik. Pembelajaran berbasis masalah tidak hanya menekankan peserta didik untuk sekedar mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pembelajaran, akan tetapi melalui pembelajaran berbasis masalah peserta didik aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengelola informasi, dan pada akhirnya menyimpulkan.

Pembelajaran berbasis masalah dapat membuat peserta didik belajar melalui penyelesaian masalah dunia nyata. Pembelajaran berbasis masalah menuntut peserta didik untuk lebih aktif melakukan penyelidikan dalam menyelesaikan permasalahan. Pembelajaran akan dapat membentuk kemampuan berpikir tingkat tinggi dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis.3017Peran guru dalam pembelajaran berbasis masalah adalah mengajukan masalah, memberikan pertanyaan dan memfasilitasi untuk penyelidikan. Selain itu, guru harus memberikan

29 Jumanta Hamdayama, Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2014), hlm. 209.

30 Ridwan Abdullah Sani, Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2017), hlm. 127.

kesempatan kepada peserta didik menambah kemampuan menemukan dan kecerdaskan.3118

b. Karakteristik Pembelajaran Berbasis Masalah

Pendidikan pada abad ke-21 berhubungan dengan permasalahan baru yang ada di dunia nyata. Dalam pendekatan pembelajaran berbasis masalah berkaitan dengan individu yang berada dalam sebuah kelompok. Pendidikan harus membantu perkembangan terciptanya individu yang kritis dengan tingkat kreativitas yang tinggi dan tingkat perpikir yang lebih tinggi. Pembelajaran berbasis masalah membantu meningkatkan perkembangan keterampilan belajar sepanjang hayat dan pola pikir yang terbuka, kritis, dan belajar aktif. Karakteristik pembelajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut:

1) Permasaahan menjadi starting point dalam belajar.

2) Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada dalam dunia nyata.

3) Permasalahan, menantang pengetahuan yang dimiliki oleh peserta didik, sikap, dan kopetensi yang kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam belajar.

4) Belajar pengarahan diri menjadi hal yang utama.

5) Pemanfaatan sumber pengetahuan yang beragam, penggunaannya dan evaluasi sumber informasi merupakan proses yang esensial dalam pembelajaran berbasis masalah.

31 Asih Widi Wisudawati, Eka Sulistyowati, Metodologi Pembel...hlm. 88.

6) Pengembangan keterampilan inquiri dan pemecahan masalah sama penting dengan penguasaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan.

7) Pembelajaran berbasis masalah melibatkan evaluasi dan review pengalaman peserta didik dan proses belajar.3219

c. Ciri-ciri Model Pembelajaran berbasis Masalah

Pengembangan pembelajaran berbasis masalah mempunyai beberapa ciri-ciri di antaranya sebagai berikut:

1) Pengajuan masalah atau pertanyaan, pertanyaan dan masalah yang diajukan pada pembelajaeran berbasis masalah harus jelas, autentik, mudah dipahami, luas, sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan bermanfaat.

2) Berfokus pada keterkaitan antara disiplin, masalah yang yang akan diselidiki telah dipilih dengan benar-benar nyata agar pemecahannya peserta didik meninjau masalah dari banyak mata pelajaran.

3) Penyelidikan autentik, pembelajaran berbasis masalah peserta didik melakukan penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap masalah nyata. Peserta didik menganalisis dan mendifinisikan masalah, mengumpulkan data, menganalisis informasi, dan membuat kesimpulan.

4) Menghasilkan Produk atau Karya, pembelajaran berbasis masalah menuntut siswa untuk menghasilkan produk tertentu dalam bentuk

32 Rusman, Model-Model Pembelajaran,(Jakarta: PT Raja Grafindo, 2016), hlm. 230.

karya nyata. Produk itu dapat berupa transkip debat, laporan, model fisik, vidio atau program.3320

Selain itu, ciri-ciri pembelajaran berbasis masalah menurut Ibrahim dan Nur, diantaranya sebagai berikut:

a. Pengajuan masalah, PBM mengorganisasikan pembelajaran yang bermakna untuk peserta didik.

b. Berfokus pada keterkaitan antardisiplin, PBM berpusat pada mata pelajaran. Artinya, masalah yang diselidiki benar-benar nyata agar dalam pemecahan masalah peserta didik dapat meninjau masalah itu dari berbagai mata pelajaran.

c. Penyelidikan autentik, peserta didik harus menyelesaikan masalah dengan menganalisis maupun dengan mengumpulkan informasi untuk merumuskan kesimpulan.

d. Menghasilkan produk dan memamerkannya, artinya produk tersebut dalam bentuk karya nyata yang mewakili bentuk penyelesaian masalah. Contohnya, laporan, dan vidio.

e. Kolaborasi, PBM dicirikan oleh peserta didik yang bekerja sama satu dengan yang lain memberi motivasi, ide untuk secara aktif membagi tugas-tugas dan memperbanyak peluang untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis.34

33 Bahtiar, Strategi Belajar Mengajar Sains...hlm. 73.

34 Lukman Hakim, Implmentasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Pada Lembaga Pendidikan Madrasah, 2015, hlm. 47.

d. Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis Masalah

Prinsip utama dalam pembelajaran berbasis masalah adalah masalah nyata.3521Artinya, peserta didik memecahkan masalah melalui dunia nyata sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan, rasa ingin tahu, dan kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan permasalahan. Pembelajaran berpusat kepada peserta didik, dan guru sebagai fasilitator yang memfasilitasi peserta didik untuk aktif dalam menyelesaikan masalah secara individual maupun secara berkelompok.

e. Tujuan Pembelajaran Berbasis Masalah

Problem Bassed Learning tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi kepada peserta didik. Pembelajaran berbasis masalah utamanya dikembangkan untuk membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan keterampilan intelektual, belajar dengan pengelaman nyata dan menjadi peserta didik yang mandiri. Selain itu, tujuan dari pembelajaran berbasis masalah adalah untuk membantu peserta didik dalam mempelajari konsep-kosep pengetahuan dan kemampuan dalam memecahkan permasalahan dengan menghubungkan situasi yang ada dalam dunia nyata.36

35 Benedikta Meryana, Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar, (Skripsi Universitas Sanata Dharma Yogyajarta, 2017), hlm. 33.

36 Bahtiar, Strategi Belajar Mengajar Sains...hlm. 75.

Selain itu, tujuan PBL yaitu, dapat memotivasi atau menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap pemecahan masalah serta mencari solusi untuk penyelesaian masalah.37

f. Implementasi Pembelajaran Berbasis Masalah

Dalam setiap perubahan bukan saja diperlukan adanya kemauan untuk berubah, akan tetapi kesiapan menyongsong perubahan yang membawa implikasi terhadap sisi lain dari pendidikan itu sendiri.38 Misalnya, pada sekolah segala perangkat keras, dan perangkat lunak, dari staf sampai tingkat pimpinan sekalipun harus memiliki kemauan, kesiapan dan kemampuan untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap perubahan itu.22

g. Tahapan Pembelajaran dalam Problem Bassed Learning

Pembelajaran dengan PBL harusnya dimulai dengan menyajikan permasalahan kepada peserta didik. Pemilihan permasalahan yang tepat akan meningkatkan keingintahuan peserta didik dan menimbulkan inquiri dalam pikiran mereka. Adanya tahapan awal yang dilakukan yaitu memotivasi peserta didik untuk terlibat dan bertindak aktif dalam penyelesaian masalah. Pemilihan permasalahan yang tepat akan meningkatkan keingintahuan peserta didik dan dapat menimbulkan inkuiri dalam pemikirannya. Tahapan awal setelah peserta didik dihadapkan pada permasalahan yaitu:

37 Lusendico Saragih, Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Konvensional, Medan, 2017, hlm. 334.

38 Rusman, Model-Model Pemb..., hlm. 234.

1) Mendefinisikan permasalahan 2) Menganalisis permasalahan

3) Mengembangkan ide untuk menyelesaikan masalah 4) Mengidentifikasi isu pembelajaran.3923

Variasi strategi penerapan PBL dapat dilakukan berdasarkan permasalahan yang dibahas serta hasil penelitian yang dapat digunakan.

Modivikasi aktivitas yang dikembangkan oleh Oon-Seng Tan berdasarkan tahapan yang dikembangkan oleh Trop dan Sage sebagai berikut:

Gambar 2.1

Tahapan PBL menurut Trop dan Sage.40

39 Ridwan Abdullah Sani, Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2017), hlm. 143.

40 Ibid. hlm. 147.

Solusi, Refleksi, Perbaikan, Siklus

Peningkatan Pengembangan solusi

Presentasi Peningkatan berkelanjutan Penemuan Analisis,

dan Pengembangan Solusi Latihan sejawat Mediasi kognitif Proses penyelesaian masalah

Pengalaman Belajar Isu dan tujuan belajar

Tujuan kognitif metakognitif Masalah

Penyajian masalah

Inkuiri masalah identifikasi, dan definisi

Adapun menurut Nurhadi, pembelajaran berbasis masalah memiliki lima tahapan utama. Kelima tahapan itu dimulai dengan guru yang memperkenalkan peserta didik dengan suatu situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja yang dilakukan peserta didik.24

Tabel 2.1

Tahapan Pengajaran Berbasis Masalah.4125

Tahapan Tingkah Laku Guru

Tahap 1:

Orientasi peserta didik kepada masalah

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, memotivasi siswa agar terlibat pada pemecahan masaalah yang dipilihnya

Tahap 2:

Mengorganisasi siswa untuk belajar

Guru membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut

Tahap 3:

Membimbing penyelidikan individual dan kelompok

Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalahnya

Tahap 4:

Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Guru membantu peserta didik merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, vidio, dan model serta membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.

Tahap 5:

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi, atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

Kelima tahapan dalam pembelajaran berbasis masalah di atas dimulai dengan guru yang menjelaskan tujuan pembelajaran sekaligus memberikan motivasi kepada peserta didik agar terlibat langsung dalam

42 Bahtiar, Strategi Belajar Mengajar Sains...hlm. 76.

pemecahan masalah yang dipilihnya serta mendorong peserta didik dalam mengumpulkan informasi, menganalisis, membuat kesimpulan atas permasalahan yang dipilihnya, serta dapat merefleksi kembali kesimpulan yang sudah diambilnya berdasarkan fakta dan pemikiran yang logis.

h. Permasalahan dalam Problem Bassed Learning

Permasalahan dalam PBL harus dirumuskan dengan memberikan beberapa informasi terkait dengan permasalahan yang ada di masyarakat. Contohnya, mata pembelajaran IPA: beberapa binatang di kebun binatang Surabaya mati akibat perawatan yang kurang optimal dan akibat lainnya. Dimana binatang ada yang mati karena memakan plastik, ada yang mati akibat luka yang tidak dirawat, dan ada yang mati tanpa sebab yang jelas. Sementara itu, ada pihak swasta yang menawarkan agar kebun binatang dipindahkan ke pinggiran kota dan berminat akan membeli tanah kebun binatang yang berada di tengah kota. Pemerintah daerah meminta usulan dari sekolah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Apa yang harus kamu lakukan dan rekomendasi apa yang kamu ajukan?4226

Permasalahan yang dikaji dalam PBL sebaiknya diajukan oleh peserta didik, akan tetapi guru juga dapat membantu mengidentifikasi permasalahan atau mengajukan permasalahan kontekstual yang akan dikaji jika peserta didik kesulitan mengidentifikasi permasalahan.

42 Ridwan Abdullah Sani, Pembelajaran Saintifik...hlm. 139.

Peserta didik di sekolah dasar dapat belajar melalui PBL dengan mengajukan permasalahan sederhana yang tidak membutuhkan pemikiran yang sulit sebab pembelajaran PBL membahas kehidupan yang ada di sekitar dengan penyelesaian yang tidak sederhana. Peran guru dalam PBL adalah memberikan beberapa masalah autentik, memfasilitasi penyidikan-penyidikan dan mendukung pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik sehingga peserta didik makin termotivasi dan lebih semangat dalam melakukukan percobaan- percobaan melalui pembelajaran yang berbasiskan masalah ini.

Permasalahan yang dikaji haruslah yang relevan sesuai dengan kurikulum yang digunakan sehingga perlu dilakukan kajian kurikulum dan pemilihan permasalahan-permasalahan.43 Prosedur yang dapat dilakukan untuk menentukan permasalahan yang dikaji dalam sebuah topik adalah menjawab pertanyaan yang dapat dilihat pada tabel 2.2 sebagai berikut:27

Tabel 2.2

Prosedur Penentuan Permasalahan dalam PBL.4428

Pertanyaan Tahap 1 Pertanyaan Tahap 2 Pertanyan Tahap 3

Ide dasar apa yang harus dipelajari siswa?

Bagaimana menggunakan ide tersebut dalam dunia nyata?

Permasalahan atau situasi apa yang harus dibahas?

Tujuan belajar apa yang harus

dicapai oleh siswa ? Pengetahuan jangka

panjang apa yang harus dikuasai siswa?

Standar yang harus dicapai siswa

43 Ibid. hlm. 135.

44 Ibid. hlm. 137.

Pada dasarnya, permasalahan dunia nyata pada umumnya kurang terstruktur karena pada dasarnya masalah yang dialami peserta didik umumnya tanpa batasan. Masing-masing pseserta didik memiliki pandangan yang berbeda terhadap masalah yang dikaji sehingga mereka akan melakukan pembelajaran pemecahan masalah dengan mencari dan mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang dipercaya oleh sebab itu, akan banyak solusi yang mungkin diajukan sebagai cara mereka untuk menyelesaikan masalah. Permasalahan akan lebih efektif jika peserta didik bekerja sama menyalurkan ide-ide dan pengetahuan yang dimiliki berdasrkan pengalaman.

i. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Masalah a) Kelebihan pembelajaran berbasis masalah

Pembelajaran berbasis masalah memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan model pembelajaran lainnya, diantaranya sebagai berikut:

a) Mendorong kerjasama dalam menyelesaikan tugas.

b) Mendorong peserta didik melakukan pengamatan dan dialog dengan orang lain.

c) Melibatkan peserta didik dalam penyelidikan pilihan sendiri. Hal ini memungkinkan peserta didik menjelaskan dan membangun pemahamannya sendiri mengenai fenomena tersebut.

d) Membantu peserta didik menjadi pembelajar yang mandiri.

b) Kelemahan pembelajaran berbasis masalah

Sama halnya dengan model pembelajaran lainnya, pembelajaran berbasis masalah memiliki beberapa kelemahan dalam penerapannya. Adapun kelemahan dalam pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut:

a) Kebanyakan kondisi sekolah tidak kondusif untuk model dan prasarana yang tidak semua sekolah memilikinya. Misalnya, sekolah yang belum memiliki fasilitas laboraturium cukup memadai untuk kelengkapan pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah.

b) Pembelajaran PBL memerlukan waktu yang cukup lama. Standar 40-50 menit untuk satu jam pelajaran yang banyak dijumpai di berbagai sekolah tidak mencukupi standar waaktu pelaksanaan PBL yang melibatkan aktivitas peserta didik diluar sekolah.

c) Model PBL tidak mencangkup semua informasi atau pengetahuan dasar. Peserta didik tidak dapat memahami pengetahuan materi secara keseluruhan. Hal ini disebabkan karena tidak mencukupi pelaksanaan dalam pembelajaran berbasis masalah.4529Selain kelebihan dan kelemahan pembelajaran berbasis masalah di atas, terdapat juga kelebihan dan kelemahan pembelajaran berbasis masalah yang dikemukakan oleh Wina Sanjaya, sebagai berikut:

45 Bahtiar, Strategi Belajar Mengajar Sains...hlm. 77.

1. Kelebihan Pembelajaran Berbasis Masalah

a) Memberikan kepuasan bagi peserta didik untuk menemukan pengetahuan baru.

b) Meningkatkan keaktifan peserta didik.

c) Membantu peserta didik memahami permasalahan dalam kehidupan nyata.

d) Membantu peserta didik mengembangkan pengetahuan baru dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran yang dilakukan.

2. Kelemahan Pembelajaran Berbasis Masalah

a) Manakala peserta didik sulit untuk memecahkan masalah dan merasa enggan untuk mencoba.

b) Keberhasilan strategi pembelajaran PBL membutuhkan waktu yang banyak untuk persiapan.

c) Sulitnya mencari masalah yang relevan bagi peserta didik.4630

Dokumen terkait