BAB IV BIAYA, KEUNTUNGAN, B/C RATIO, NPV
4.3. Nilai Manfaat (Benefit)
76
diperhitungkan sebesar Rp 2.667,00 (Rp 3.109.374,00 : 1.166 buah), lebih murah dari memproduksi batako tanpa serat.
Harga pasaran batako normal di Pekanbaru berdasarkan data dari beberapa tempat penjualan batako adalah sebagai berikut :
1. Batako Kualitas 3 ; perbandingan semen dan pasir 1 : 9 adalah Rp 2.000,00 per buah
2. Batako Kualitas 2 ; perbandingan semen dan pasir 1 : 7 adalah Rp 3.000,00 per buah
3. Batako Kualitas 1 ; perbandingan semen dan pasir 1 : 5 adalah Rp 4.000,00 per buah
Batako serat yang dibuat dengan komposisi bahan utama 1 : 5, menempatkan produk pada batako mutu I (kualitas 1) dengan kekuatan yang lebih besar dari batako normal tanpa serat. HPP yang diperhitungkan sebesar Rp 2.667,00 masih berada di bawah harga jual Rp 4.000,00 dengan besaran keuntungan ((Rp 4.000,00 – Rp 2.667,00) / Rp 2.667,00) x 100%) = ±49,98%.
Keuntungan memproduksi batako serat lebih besar dari memproduksi batako konvensional dengan kualitas yang sama.
Apabila memproduksi batako konvensional untuk 1.000 buah dengan HPP Rp 3.039,00 dan harga jual Rp 4.000,00 maka besar keuntungan yang diperoleh ((Rp 4.000,00 – Rp 3.039,00) / Rp 3.039,00) x 100%) = ±31,16%. Angka prediksi keuntungan tersebut lebih rendah batako serat dengan prediksi keuntungan ± 49,98% dari tiap unit terjual.
77
sebanding dengan biaya dikeluarkan. Nilai manfaat yang diperoleh dapat dikatakan sebagai keuntungan dari pelaksanaan proyek dimaksud.
Proyek jalan raya umum (beserta jembatan) sebagian besar merupakan proyek pemerintah dalam hal pelayanan ekonomi membutuhkan investasi sangat besar dan memiliki usia pakai yang panjang. Analisis kelayakan proyek pemerintah biasanya dinyatakan dalam ukuran manfaat umum yang dapat ditimbulkan dari kehadiran proyek dimaksud. Manfaat (benefit) proyek dapat berupa manfaat langsung, maupun tidak langsung, dan manfaat yang dinyatakan dengan jelas, oleh Muljadi P.
(1998) terdiri dari : 1. Manfaat langsung.
a. Terjadi kenaikan hasil fisik yang disebabkan oleh : 1) Kenaikan produksi fisik.
2) Perbaikan mutu produk.
3) Perubahan lokasi dan waktu penjualan.
4) Perubahan bentuk.
b. Terjadi penurunan biaya yang disebabkan oleh : 1) Keuntungan dari mekanisasi.
2) Penurunan biaya pengangkutan.
3) Penurunan atau penghindaran kerugian 2. Manfaat tidak langsung.
Manfaat tidak langsung disebut juga dengan manfaat kedua atau sampingan dimaksudkan sebagai manfaat yang timbul atau dirasakan di luar proyek karena adanya realisasi suatu proyek, terdiri dari :
a. Manfaat yang disebabkan oleh kehadiran proyek, biasa disebut multi-efek dari proyek.
b. Manfaat yang disebabkan adanya economic of scale.
78
c. Manfaat yang ditimbulkan karena adanya efek sampingan bersifat dinamis berupa perubahan dalam produktivitas tenaga kerja yang disebabkan oleh perbaikan kesehatan atau keahlian.
3. Manfaat tidak nyata.
Manfaat ini sulit dinilai dengan uang, seperti : a. Adanya perbaikan lingkungan hidup.
b. Adanya perbaikan pemandangan karena hadirnya sebuah taman.
c. Terjadi peningkatan dan perbaikan distribusi dari pendapatan.
d. Integrasi nasional.
e. Pertahanan nasional.
Jalan umum yang sepintas tidak berorientasi pada keuntungan bisnis, namun memiliki arti penting bagi suatu daerah dan dapat menumbuh-kembangkan daerah dengan kehadirannya. Menilai manfaat sebuah jalan umum memiliki kesulitan tersendiri disebabkan manfaat yang diperoleh tidak langsung bernilai uang. Manfaat yang dapat dirasakan dengan pembangunan dan perbaikan jalan menurut Kamaluddin R.
(2003) adalah :
1. Manfaat ekonomi yang terdiri dari manfaat bagi pemakai jalan, manfaat dari segi pembangunan, manfaat ekonomi kumulatif yang ditimbulkan, serta manfaat dari sudut ekonomi secara keseluruhan.
2. Manfaat sosial termasuk politis, pertahanan dan keamanan.
Mengukur manfaat ekonomi dari pembangunan atau perbaikan jalan umum lebih sulit dilakukan. Hal ini disebabkan oleh :
79
1. Beberapa nilai manfaat yang diperoleh seperti bertambah kenyamanan berkendaraan atau tercipta penghematan waktu perjalanan sukar untuk dinyatakan dalam ukuran uang karena tidak ada harga pasarnya.
2. Banyak diantara manfaat seperti pengurangan biaya pengangkutan, keuntungan jangka panjang yang mungkin diperoleh, memerlukan perkiraan jangka panjang yang sulit menentukan batasan dan perhitungannya.
3. Manfaat yang bersifat langsung seperti dorongan atas perkembangan perekonomian disebabkan bertambah baiknya jalan raya. Agar berbagai manfaat yang bersangkutan terwujud maka sering kali diperlukan investasi di bidang-bidang lain di luar pembangunan atau perbaikan jalan tersebut.
Manfaat yang diperoleh dari hadirnya pembangunan jalan umum oleh pemerintah dapat dirasakan oleh pengguna jalan dan masyarakat di sekitar proyek. Manfaat tersebut walau secara langsung tidak menghasilkan uang namun dapat diperhitungkan dengan nilai uang. Manfaat-manfaat tersebut diperhitungkan sebagai berikut :
1. Manfaat bagi pengguna jalan.
a. Kehadiran proyek jalan akan menyebabkan perjalanan menjadi lebih cepat dan lancar setelah jalan dapat digunakan. Pengguna jalan dapat menghemat waktu.
Penghematan waktu tersebut dapat diperhitungkan dengan waktu produktif pengguna jalan. Waktu produktif dapat dihitung dengan uang. Apabila waktu produktif dipakai untuk bekerja maka bayaran persatuan waktu adalah nilai dari penghematan waktu dari menempuh jalan yang dimaksud. Perhitungan nilai
80
uang untuk masalah ini adalah sebesar upah perjam pekerja dikali waktu yang dihemat dan jumlah orang yang memanfaatkan jalan tersebut.
Contoh soal 2 :
Hitunglah benefit dengan nilai uang dari hadirnya sebuah jalan apabila kehadiran jalan yang bersangkutan dapat menghemat waktu satu jam dan upah buruh perjam sebesar Rp 25.000,00 serta berdasarkan data (Lalu lintas Harian Rata-rata) LHR jumlah kendaraan yang lewat membawa penumpang 100 orang setiap hari!
Jawab :
Nilai benefit perhari dari kehadiran jalan tersebut sebesar :
= 1 jam x 100 orang x Rp 25.000,00
= Rp 2.500.000,00
Jadi nilai benefit dihitung dengan nilai uang dari proyek jalan tersebut sebesar Rp 2.500.000,00 perhari.
b. Perjalanan menjadi lancar dan lebih singkat, sehingga ada beberapa hal yang dapat dihemat yaitu :
1) Bahan bakar; kebutuhan bahan bakar kendaraan berbanding lurus dengan jarak tempuh dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Jarak tempuh yang lebih singkat akan menghemat penggunaan bahan bakar dan kecepatan kendaraan yang tinggi dapat menyebabkan pemakaian bahan bakar menjadi lebih boros. Dengan demikian jarak atau waktu tempuh dapat diperhitungkan dengan
81
nilai uang dengan adanya penghematan pemakaian bahan bakar. Batas kecepatan untuk pemakaian BBM standar kendaraan roda empat adalah 60 km/jam, jika lebih dari itu pemakaian BBM akan lebih boros.
Contoh soal 3:
Jika perjalanan dapat lebih cepat 1 jam dengan kehadiran jalan baru dan kecepatan rata-rata kendaraan 60 km/jam, LHR 50 kendaraan roda empat dan 100 kendaraan roda dua, 1 liter bahan bakar dapat menempuh jarak 12 km untuk kendaraan roda empat dan 30 km untuk kendaraan roda dua, harga BBM yang dikonsumsi Rp 10.000,00/liter.
Pertanyaan :
Hitunglah nilai benefit dari kehadiran jalan tersebut !
Jawab :
(1) Jarak yang diringkas
= 60 km/jam x 1 jam
= 60 km
(2) Kecepatan rata-rata kendaraan sebesar 60 km/jam tidak menyebabkan BBM yang digunakan melebihi dari standar penggunaan BBM kendaraan sehingga tidak ada faktor pengurangan.
(3) Penghematan BBM oleh kendaraan roda empat
= 60 km : 12 km/liter x 50 kendaraan/hari
82
= 250 liter/hari
(4) Penghematan BBM oleh kendaraan roda dua
= 60 km : 30 km/liter x 100 kendaraan/hari
= 200 liter/hari
(5) Nilai uang penghematan sebagai benefit
= (250 liter + 200 liter) x Rp 10.000,00
= Rp 4.500.000,00
Maka penghematan tersebut bila dinilai dengan uang sebesar Rp 4.500.000,00 perhari
2) Onderdil; jalan yang layak dan lancar akan dapat mencegah kerusakan onderdil kendaraan sehingga sejumlah uang dapat dihemat dari biaya perbaikan untuk mengganti onderdil. Jalan yang jelek akan mempercepat aus ban, kanvas rem, per dan beberapa onderdil yang peka dengan goncangan.
3) Mekanik; biaya mekanik pun dapat dihindari apabila jalan yang ditempuh layak dan lancar sebab akan memperkecil resiko kerusakan kendaraan.
4) Menghemat biaya pencucian mobil apabila dibandingkan melewati jalan tanah berlumpur sebelum kehadiran proyek jalan yang layak.
Dengan demikian setiap melewati jalan tersebut akan menghemat satu kali biaya mencuci kendaraan.
Contoh soal 4 :
Sebelum kehadiran jalan dengan perkerasan, kendaraan yang melalui jalan tersebut selalu dalam keadaan kotor berlumpur atau berdebu sehingga
83
kendaraan perlu dicuci. LHR kendaraan roda empat 70 kendaraan dan kendaraan roda dua 100 kendaraan.
Pertanyaan :
Berapakah penghematan yang dapat dilakukan untuk dana pencucian kendaraan bila dibangun jalan dengan perkerasan bila ongkos cucian kendaraan roda empat Rp 45.000,00 dan kendaraan roda dua Rp 15.000,00 ?
Jawab :
70 x Rp 45.000,00 = Rp 3.150.000,00 100 x Rp 15.000,00 = Rp 1.500.000,00 Jumlah = Rp 4.650.000,00
Jumlah uang yang dapat dihemat dari pencucian kendaraan bila menggunakan jalan baru tanpa becek dan berdebu tebal perhari diperkirakan sebesar Rp 4.650.000,00
c. Kehadiran proyek jalan akan membuka akses sehingga komoditi daerah dapat dipasarkan ke luar. Besaran nilai uang dapat diperhitungkan dengan besaran nilai komoditi yang terangkut dan penghematan waktu yang dapat dilakukan dengan menggunakan jalan tersebut.
Dengan melakukan survey langsung ke daerah yang terdampak kehadiran jalan tersebut, maka arus keluar masuk dari komoditi komersial dapat diperhitungkan lebih lanjut.
2. Manfaat bagi masyarakat di sekitar jalan.
a. Tumbuhnya usaha baru bagi masyarakat tempatan seperti berdirinya kios-kios tempat mereka berdagang.
84
Perhitungan memberi nilai uang dilakukan dengan menggunakan asumsi logis dan berdasarkan hasil survei peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar jalan diperkirakan dengan pendapatan yang berdagang di pinggir jalan pada lokasi yang berbeda sebagai pertimbangan.
b. Harga tanah yang berada di sekitar jalan akan mengalami kenaikan. Kenaikan harga tanah terbesar biasanya berada di pinggir jalan dengan radius hingga 500 meter. Kenaikan harga tanah tersebut dapat diperhitungkan sebagai manfaat bagi masyarakat tempatan. Kenaikan harga tanah berdampak pada kenaikan harga sewa tanah dan harga jual. Nilai peningkatan sewa dan harga jual tanah tersebut diperhitungkan sepanjang jalan dimaksud dengan perhitungan pada dua sisi jalan dan lebar tanah diperkirakan 500 meter dari bahu jalan.
3. Manfaat bagi pemerintah
a. Penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan retribusi. Penerimaan dari PBB dapat ditingkatkan seiring dengan meningkatnya nilai jual tanah di sekitar proyek jalan yang dibangun. NJOP dapat disesuaikan atau dinaikan dengan menaikkan kelas tanah di lokasi tersebut. Nilai kenaikan harga jual tanah tersebut diperhitungkan sesuai dengan luas tanah yang mengalami kenaikan kelas.
Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) sebagai dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dihitung dengan langkah-langkah sebagai berikut :
85
a) Luas tanah = ( m2 )
b) Penetapan Klasifikasi dan NJOP/m2 = ( Rp ) c) NJOP perhitungan PBB (a x b) (A) = ( Rp ) d) NJOP tidak kena pajak (15% x A) (B) = ( Rp ) e) NJOP perhitungan PBB (A) – (B) (C) = ( Rp ) f) Nilai Jual Kena Pajak/NJKP(20% x C)(D) = ( Rp ) g) PBB terhutang (0,5% x D) (F) = ( Rp ) Contoh soal 5 :
Sebuah jalan sepanjang 2 km dibangun merentas daerah yang bernilai NJOP Rp 20.000,00/m2 (kelas A35). Kehadiran jalan tersebut menaikkan kelas tanah menjadi A33 yang bernilai Rp 36.000,00/m2. Efek keberadaan jalan baru tersebut dirasakan oleh tanah mulai dari pinggir jalan hingga 500 m di kedua sisi jalan.
Pertanyaan :
Hitunglah nilai benefit kenaikan pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan disebabkan kehadiran jalan tersebut!
Jawab :
Pendapatan PBB sebelum proyek jalan
a) Luas tanah = 2.000.000 m2 ( 2.000 m x 500 m x 2 sisi )
b) NJOP/m2 = Rp 20.000,00
c) NJOP PBB (a x b) (A) = Rp 40.000.000.000,00 (2.000.000 m2 x Rp 20.000,00)
d) TKP (15% x A) (B) = Rp 6.000.000.000,00 (15% x Rp 40.000.000.000,00)
86
e) PPBB (A) – (B) (C) = Rp 34.000.000.000,00 (Rp 40.000.000.000,00 – Rp 6.000.000.000,00) f) NJKP (20% x C)(D) = Rp 6.800.000.000,00 (20% x Rp 34.000.000.000,00)
g) PBB (0,5% x D) (F) = Rp 34.000.000,00 (0,5% x Rp 6.800.000.000,00)
Sebelum kehadiran proyek jalan baru di daerah tersebut, pendapatan dari sektor PBB yang masuk sebesar Rp 34.000.000,00 pertahun.
Pendapatan PBB setelah jalan baru dioperasikan a) Luas tanah = 2.000.000 m2 ( 2.000 m x 500 m x 2 sisi )
b) NJOP/m2 = Rp 36.000,00
c) NJOP PBB (a x b) (A) = Rp 72.000.000.000,00 (2.000.000 m2 x Rp 36.000,00)
d) TKP (15% x A) (B) = Rp 10.800.000.000,00 (15% x Rp 72.000.000.000,00)
e) PPBB (A) – (B) (C) = Rp 61.200.000.000,00 (Rp 72.000.000.000,00 – Rp 10.800.000.000,00) f) NJKP (20% x C)(D) = Rp 12.240.000.000,00 (20% x Rp 61.200.000.000,00)
g) PBB (0,5% x D) (F) = Rp 61.200.000,00 (0,5% x Rp 12.240.000.000,00)
Setelah jalan dioperasikan dan nilai NJOP tanah naik dan disesuaikan, pendapatan PBB dari daerah sekitar jalan tersebut meningkat menjadi Rp 61.200.000,00.
Selisih pendapatan PBB antara perhitungan sesudah ada jalan yang dimaksud dengan sebelumnya merupakan nilai manfaat (benefit) yang diperoleh dari keberadaan jalan tersebut.
87 Benefit dari pendapatan PBB :
= Rp 61.200.000,00 – Rp 34.000.000,00
= Rp 27.200.000,00
Sehingga nilai benefit dari proyek jalan tersebut dari sektor PBB dalam setahun sebesar Rp 27.200.000,00.
b. Retribusi terhadap usaha-usaha yang akan tumbuh di sekitar jalan baru diperhitungkan sebesar perkiraan minat masyarakat tempatan untuk membuka usaha di sekitar jalan yang dimaksud. Untuk menentukan nilai benefit yang dapat diperoleh dari retribusi dapat dilakukan survey ke beberapa tempat semirip dengan menghitung berapa kios yang berdiri di sisi jalan dan atau dapat menyebarkan kuesioner untuk mengukur minat masyarakat sekitar membuka usaha/berjualan di sisi jalan yang dimaksud.
Contoh soal 6 :
Sebuah jalan akan dibangun sepanjang 1 km menuju tempat wisata. Berdasarkan survey di beberapa tempat wisata lainnya, usaha kecil yang tumbuh di kedua sisi jalan sepanjang 1 km rata-rata sebanyak 50 kios dan 25 pedagang kaki lima. Retribusi menjadi dua kali lipat pada hari libur. Rata-rata hari libur termasuk hari minggu 80 hari/tahun.
Pertanyaan :
Hitunglah nilai retribusi setahun yang dapat diperoleh bila setiap kios dikenakan Rp 10.000,00/hari dan pedagang kaki lima Rp 5.000,00/hari !
88 Jawab :
Jumlah hari dalam setahun = 365 hari.
Hari libur = 80 hari.
Hari biasa 365 hari – 80 hari = 285 hari Pendapatan retribusi pertahun :
(1) Kios :
Hari biasa = 50 x Rp 10,000,00 x 285 hari = Rp 142.500.000,00
Hari libur = 50 x Rp 20.000,00 x 80 hari
= Rp 80.000.000,00 Pendapatan retribusi dari kios pertahun :
= Rp 142.500.000,00 + Rp 80.000.000,00
= Rp 222.500.000,00 (2) Kaki lima
Hari biasa = 25 x Rp 5,000,00 x 285 hari
= Rp 35.625.000,00
Hari libur = 25 x Rp 10.000,00 x 80 hari
= Rp 20.000.000,00
Pendapatan retribusi dari kaki lima pertahun :
= Rp 35.625.000,00 + Rp 20.000.000,00
= Rp 55.625.000,00
Perkiraan pendapatan retribusi pertahun dari proyek jalan sepanjang 1 km menuju tempat wisata sebesar :
= Rp 222.500.000,00 + Rp 55.625.000,00
= Rp 278.125.000,00
Dengan kehadiran jalan yang merupakan akses masuk menuju tempat wisata maka nilai retribusi yang akan diperoleh diperkirakan sebesar Rp 278.125.000,00 dalam setahun. Pendapatan itu akan terus meningkat
89
seiring dengan peningkatan jumlah pedagang kecil yang mencari rezeki di sekitar daerah wisata yang dimaksud.
4.4. Indikator Ekonomi Terhadap Penilaian Investasi