BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
E. Faktor Penghambat Pengelolaan Sampah
Faktor penghambat dalam pengelolaan sampah sangat jelas terlihat dengan kurangnya partisipasi masyarakat dan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga menimbulkan masalah penanganan sampah,kepedulian sangat dibutuhkan dalam pengelolaan karena, pengawasan harus dilakukan agar
tidak terjadi kesala pahaman antara masyarakat dan pemerintah terkait dengan masalah ini sehingga pengawasan harus lebih ditingkatkan agar tujuan yang ingin dicapai bisa terlaksana dengan baik dan bisa mengurangi dampak masalah sampah yang sering terjadi di lingkungan sekitar sehingga mengawasi adalah salah satu tahap agar permasalahan bisa teratasi dengan baik tanpa adanya hambatan yang berarti dan bisa menghambat proses pengelolaan yang akan dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah.
1. Kurangnya Sarana Dan Prasaran
Sesuai dengan komentar dari Bapak D. A selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bulukumba, mengatakan :
“kami dari pihak pemerintah dinas kebudayaan dan pariwisata sering melakukan pengadaan atau penambahan sarana dan prasarana agar dalam pengelolaan sampah bisa berjalan dengan baik apalagi kalau waktu liburan atau banyaknya pengunjung, kami serig melakukan koordinasi dengan petugas kami yang ada di sana untuk melakukan pengawasan kepada masyarakat”.
(wawancara hari selasa 16-05-2015)
Hasil wawancara yang bisa saya ambil dengan bapak D. A adalah pemerintah dinas kebudayaan dan pariwisata sering melakukan koordinasi dengan petugas untuk melakukan pengawasan kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah, agar masyarakat menggunakan sarana dan prasarana yang telah disiapkan
Selanjutnya komrntar dari ibu A. W Kepala Desa Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba, mengatakan :
“pengawasan yang sering kami lakukan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan agar kebersihan dapat terjaga dengan baik dan jangan membuang sampah pada sembarang
tempat serta pihak kami sering mengawasi tempat pembuangan sampah yang dilakukan masyarakat”.
(wawancara hari rabu 17-06-2015).
Berdasarkan wawancara saya dengan ibu A. W adalah terus melakukan pengawasan dan koordinasi kepada masyarakat agar melakukan pembuangan sampah pada tempat yang telah disediakan dan menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah pada tempatnya, pentingnnya kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya sehingga semua maslah bisa diatasi dengan baik , karena tanpa peran masyarakat semua tujuan yang ingin dicapai tidak akan berjalan efektif.
Selanjutnya komentar dari S. A masyarakat Desa Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba, mengatakan :
“saya rasa pengawasan dalam pengelolaan sampah sudah baik dan saya harap perlu ditingkatkan lagi agar pengelolaan sampah bisa berjalan dengan baik dan efektif agar kebersihan selalu terjaga dan pengelolaan tetap bisa dijalankan dengan baik”.
(wawancara hari rabu 17-062015).
Analisis wawancara yang saya bisa ambil dari hasil wawancara saya dengan S. A adalah pengawasan dalam pengelolaan sampah sudah baik dan berharap agar pengelolaan bisa berjalan terus supaya kebersihan selalu terjaga dengan baik.
Selajutnya komentar dari A. R masyarakat Desa Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba, mengatakan :
“saya setuju dengan pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah karena selalu melakukan sosialisasi kepada kami masyarakat yang menganjurkan agar tidak membuang sampah sembarangan karena bisa mengganggu
kebersihan pantai dan dapat menimbulkan penyakit bagi warga sekitar”.
(wawancara hari kamis 18-06-2015).
Berdasarkan wawancara saya dengan A. R adalah setuju dengan pengawasan yang dilakukan oleh pemeritah karena sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya dan bisa mengganggu kesehatan warga sekitar, dan perlunya kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang tempat karena tanpa adanya kesadaran dari masyarakat mungkin semua masalah akan tambah rumit dalam penanganannya tapi jika masyarakat aktif dalam pengelolaan pasti semua berjalan dengan efektif.
Selajutnya komentar dari I. D masyarakat Desa Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba, mengatakan :
“pendapat saya pengawasannya harus sering dilakukan apalagi kalau waktu liburan terkadang banyak pengunjung yang membuang sampah sembaranag sehigga sampah mengotori keindahan pantai dan mengganggu pengunjung lain”.
(wawancara hari kamis 18-06-2015).
Kesimpulan yang saya bisa ambi dari hasil wawancara saya dengan I. D adalah pengawasannya harus lebih ditingkatkan karena masih banyak pengunjung yang sering membuang sampah sembarang tempat dan mengotori pantai dan mengganggu pengunjung lain, masih belum adanya sosialisasi antara masyarakat dan pemerintah setempat untuk saling bekerja sama dalam mengoptimalkan kebersihan dan menjaga lingkungan yang harus didasari dengan kesadaran diri dari masyarakat.
2. Tingkat Partisipasi Masyarakat Masih Rendah
Partisipasi masyarakat masih dalam keadaan yang rendah sehingga Kemauan harus timbul dari dalam hati yang sadar, berdasarkan pertimbangan pemikiran dan perasaan, serta seluruh pribadi seseorang yang menimbulkan kegiatan yang terarah pada tercapainya tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan hidup pribadinya. Dorongan kehendak yang terarah pada tujuan tertentu yang bertujuan menyelesaikan masalah sehingga kemauan muncul dari dalam diri masyarakat untuk ikut berpartisipasi kemeuan juga sebagai inisiatif dari individu sehingga inisiatif atau kemauan bisa muncul untuk ikut ambil bagian dalam suatu pengelolaan yang ada dilingkungan sekitar sehingga masalah yang kita hadapi bisa terselesaikan dengan adanya kemauan masyarakat sekitar untuk ikut berpartisipasi dalam pengelolaan yang kita harapkan bersama.
Sebagaimana yang dikatakan oleh bapak D. A Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bulukumba, beliau mengatakan :
“Kalau masalah pengelolaan kemauan masyarakat untuk berpartisipasi masih bagus dalam ikut serta menjaga kebersihan pantai, sehingga kebersihan pantai masih tetap terjaga dan kita selalu berharap agar masyarakat tetap menjaga keindahan pantai”.
(wawancara hari selasa 16-06-2015).
Berdasarkan hasil wawancara saya dengan bapak D.A kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bulukumba adalah partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah masih cukup baik dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar pantai Bira. Dan perlunya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat sehingga apa yang kita inginkan bersama bisa tercapai dengan baik maka dari itu perlunya kerjasama sehingga semua masalah yang
muncul bisa diatasi secara bersama dan mengurangi resiko terjadinya masalah penanganan sampah yang kurang baik dan pengelolaan sampah harus ditata dengan baik agar pengelolaan bisa berjalan sebagai mana mestinya.
Selanjutnya komentar dari ibu A. W selaku Kepala Desa Bira kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba, beliau mengatakan :
“Sebenarnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, cukup baik karena setiap masyarakat dan pengusaha warung serta tempat penginapan, dianjurkan agar menyediakan tempat sampah sehingga sampah tidak berserakan dimana-mana dan menggangu kebersihan lingkungan yang ada.
(wawancara hari rabu 17-06-2015)
Analisis yang bisa saya ambil dari hasil wawancara saya dengan ibu Kepala Desa Bira kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba pada hari rabu jam 1 siang partisipasi masyarakat sekitar area pantai Bira cukup baik karena masyarakat, pengusaha warung, dan penginapan masih ikut serta menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga apa yang kita harapkan bersama bisa tercapai dengan baik dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat sekitar yang dapat menyelesaikan masalah secara tepat karena didukung oleh adanya partisipasi masyarakat yang sangat mendukung.
Kemudian komentar dari S. A selaku informan masyarakat pantai Bira kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba, mengatakan :
“yang pastinya kami masyarakat selalu menginginkan yang terbaik, yaitu menjaga kebersihan dengan melakukan kerja bakti setiap minggu agar masyarakat tetap mau menjaga kebersihan dan tetap bersih dan terhindar dari penyakit” .
(wawancara hari rabu 17-06-2015)
Berdasarkan wawancara saya dengan salah satu masyarakat di pantai Bira kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba mengenai partisipasi masyarakat, cukup baik dan masyarakat selalu melakukan kerja bakti setiap minggu dan tetap menjaga kebersihan lingkungan. pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar sangat dibutuhkan karena tanpa partisipasi masyarakat semua tujuan yang ingin dicapai tidak akan berhasil sehingga semua masyarakat sangat dibutuhkan partisipasinya dalam pengelolaan ini dan penyelesaian masalah.
Selanjutnya komentar dari M. F selaku informan masyarakat pantai Bira kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba, mengatakan :
“kalau menurut saya kemauan masyarakat untuk berpartisipasi cukup baik karena masyarakat masih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan masyarakat sekitar pantai tetap menjaga kebersihan dan keindahan pantai sehingga pantai tetap bersih dan masyarakat sekitar nyaman dengan keadaan seperti ini”.
(wawancara hari rabu 17-06-2015).
Hasil dari wawancara saya dengan salah satu masyarakat pantai bira masyarakat masih peduli dengan menjaga kebersihan lingkungan pantai agar pantai tetap bersih dan keindahan tetap terjaga. Masyarakat sekitar sangat aktif dalam berpartisipasi sehingga apa yang kita harapkan bersama bisa sangat mudah dalam menyelesaikan masalah karena kerjasama antar masyarakat sangat dibutuhkan dalam setiap masalah atau tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam penanganan sampah yang baik dan benar agar masalah ini tidak semakin meluas dan mengotori lingkungan masyarakat.
Selanjutnya komentar dari M. B selaku masyarakat pantai Bira kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba, mengatakan :
“saya rasa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah masih baik, karena masih adanya rasa sadar dari masyarakat sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tetap membuang sampah pada tempat yang disediakan sehingga kebersihan pantai masih terjaga dan tetap menarik”.
(Wawancara hari kamis 18-06-2015).
Hasil dari wawancara saya dengan bapak M. B selaku masyarakat sekitar pantai Bira, masih adanya rasa sadar dari masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sehingga ligkungan pantai tetap bersih dari sampah. Perlunya kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar tidak membuang sampah sembarang tempat sehingga masalah yang kita hadapi bisa terselesaikan dengan baik sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama dan apa yang menjadi tujuan pemerintah dan masyarakat agar sekiranya bisa saling bekerjasama dalam menyelesaikan masalah yang ada, serta semua masyarakat diharapkan agar ikut serta dalam partisipasi ini yang mempunyai tujuan atau arah tertentu.
Selanjutnya komentar dari A. S selaku masyarakat sekitar area pantai Bira beliau mengatakan :
“kalau dari penilaian saya kemauan masyarakat untuk berpartisipasi masih baik, karena masyarakat masih peduli dengan kebersihan yang harus tetap dijaga agar pantai tetap bersih dan kita masyarakat sekitar terhindar dari berbagai penyakit yang ditimbulkan sampah”.
(wawancara hari kamis 18-06-2015).
Kesimpulan yang bisa saya ambil dari hasil wawancara saya dengan A. S selaku masyarakat pantai Bira masih adanya rasa peduli dari masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan sehingga dapat terhindar dari penyakit yang ditimbulkan sampah. Perlunya kepudulian masyarakat agar bisa menjaga lingkungan dengan baik agar semua masalah bisa terpecahkan dengan baik
sehingga apa yang kita ingin capai bisa terwujud seperti apa yang kita harapkan bersama dan perlunya dukungan dari pemerintah terkait dengan masalah ini.
Selanjutnya komentar dari A. R selaku masyarakat sekitar pantai Bira beliau mengatakan :
“bagi saya partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan agar kebersihan pantai tetap terjaga dan kesadaran harus ada dalam menjaga lingkungan sehingga lingkungan tetap bersih dan keindahan harus tetap dijaga agar kebersihan tetap tertata rapi”.
(wawancara hari kamis 18-06-2015).
Berdasarkan wawancara saya dengan A. R adalah masih perlunya ditingkatkan partisipasi masyarakat agar kebersihan lingkungan tetap terjaga dan keindahan harus teap dijaga. Masih perlunya peningkatan atau kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi sehingga bisa memudahkan dalam penyelesaian masalah sampah yang harus kita tangani baik masyarakat maupun pemerintah setempat yang berkaitan dalam partisipasi masyarakat yang harus ikut serta dalam penanganan masalah ini, sehingga semua aspek bisa kita selesaikan dengan adanya faktor pendukung yang baik.
Selanjutnya komentar dari I. D selaku masyarakat sekitar pantai Bira beliau mengatakan :
“menurut saya partisipasi masyarakat masih lumayan, karena masih adanya rasa kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan agar kebersihan tetap terjaga dan lingkungan tetap terjaga kebersihan dari sampah yang dapat mengganggu pengunjung pantai”.
(wawancara hari kamis 18-06-2015).
Hasil wawancara saya dengan ibu I. D adalah partisipasi masyarakat masih lumayan dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan pengunjung tetap
merasah nyaman dalam lingkungan pantai. Kebersihan harus dijaga dan perluynya menjaga lingkunga agar setiap masalah sampah bisa ditangani dengan baik sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama dalam pemecahan masalah tersebut dan masih perlunya peningkatan kesadaran masyarakat agar pentingnya menjaga lingkungan sekitar dalam setiap masalah yang timbul di lingkungan sekitar yang mengganggu kesehatan masyarakat sekitar area lingkungan pantai.
Sebagaimana yang dikatakan oleh bapak D. A selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bulukumba :
“kemampuan masyarakat saya liat baik , karena masih peduli dengan lingkungan terutama tidak membuang sampah di area pantai karena bisa mengganggu kenyamanan pengunjung terutama pada hari liburan dan dari pihak kami pariwisata selalu menghimbau masyarakat sekitar pantai agar peduli dengan kebersihan”
(wawancara hari selasa 16-06-2015).
Berdasarkan wawancara saya dengan bapak Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Bulukumba adalah selalu menghimbau masyarakat sekitar area pantai agar tidak membuang sampah sembarang tempat dan diharapkan peduli terhadap kebersihan patai.
Kemudian komentar dari ibu A. W selaku Kepala Desa Bira Kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba, beliau mengatakan :
“partisipasi masyarakat saya rasa cukup baik, karena kami dari pemerintah desa selalu mensosialisasikan kepada masyarakat agar kiranya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarang tempat, apalagi dari pihak kami selalu menghimbau pemilik warung dan pedagang lainnya agar menyiapkan tempat sampah kepada pengunjung”.
(wawancara hari rabu 17-06-2015).
Hasil wawancara saya dengan ibu Kepala Desa Bira kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba adalah dari pihak pemerintah desa selalu mensosialisasikan kepada masyarakat agar kiranya menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarang tempat dan menyarankan agar menyediakan tempat sampah.
Selanjutnya komentar dari S. A selaku masyarakat desa Bira kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba, beliau mengatakan :
“menurut saya , kebersihan pantai harus dijaga kebersihannya sehingga masyarakat memang harus berpartisipasi agar bisa menjaga kebersihan pantai dari sampah dan perlu di tingkatkan lagi agar kebersihan tetap terjaga”.
(wawancara hari rabu 17-06-2015).
Hasil wawncara saya dengan S. A selaku masyarakat desa Bira kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba adalah kebersihan pantai memang harus dijaga dan masyarakat memang harus berpartisipasi sgst bisa menjaga kebersihan pantai dari sampah, kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi sangat dibutuhkan karena tanpa adanya bantuan yang efektif dari masyarakat semua tujuan yang ingin dicapai tidak akan berjalan sesuai rencana, jadi peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam permasalahan ini agar semua berjalan sesuai rencana yang diharapkan bersama.
Kemudian komentar dari M. F selaku masyarakat Desa Bira kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba, beliau mengatakan :
“kalau masalah partisipasi, saya rasa baik karena kebersihan pantai tetap terjaga dan kami juga sering melakukan kerja bakti apabila kita liat ada sampah yang berserakan di area pantai sehingga kita berharap kebersihan pantai tetap terjaga dan tidak mengganggu wisatawan yang berkunjung”.
(wawancara hari rabu 17-06-2015).
Analisis yang saya ambil dari wawancara saya dengan M. F selaku masyarakat Desa Bira kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba adalah masalah partisipasi saya rasa baik karena masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan kerja bakti apabila melihat sampah berserakan di area pantai sehingga semua tujuan yang kita harapkan baik masyarakat maupun pemerintah harus bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan tetap mengutamakan kerjasama yang baik antara kedua belah pihak.
Selanjutnya komentar dari M. B selaku masyarakat Desa Bira Kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba, beliau mengatakan :
“yang pastinya kami masyarakat selalu berharap agar kebersihan tetap terjaga dan lingkungan tetap bersih sehingga tidak mengganggu keindahan pantai dan masyarakat terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh sampah dan wisatawan tetap merasa nyaman karena area pantai yang bersih”.(wawancara hari kamis 18-06-2015)
Berdasarkan wawancara saya dengan M. B selaku masyarakat desa Bira kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba adalah masyarakat selalu berharap agar kebersihan pantai tetap terjaga dan lingkungan bersih sehingga tidak mengganggu wisatawan yang berkunjung ke pantai, harus adanya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan perlunya kerjasama yang baik antara pemerintah setempat dan masyarakat yang berperan penting dalam penenganan masalah ini.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah di lakukan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di pantai Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba sudah baik hanya saja, kerjasama harus lebih ditingkatkan antara pemeintah terkait dan masyarakat agar pengelolaan sampah bisa berjalan maksimal dan sesuai dengan apa yang diharapkan bersama baik pemerintah dan masyarakat.
2. Partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan ,sehingga yang masih perlu ditingkatkan harus lebih efektifnya pengelolaan sampah dan masih perlunya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat sehingga pengelolaan sampah bisa berjalan dengan baik karena kalau dilihat dari segi wawancara hampir semua informan menyampaikan pendapat sering ikut berpartisipasi dalam pengelolaan sampah sehingga yang perlu ditingkatkan lagi adalah sosialisasi antara pemerintah dan masyarakat agar pengelolaan lebih maksimal dan efektif lagi agar pengelolaan sampah bisa teratasi dengan baik.
B. Saran
Mengacu pada hasil pengelolaan dan pembahasan, saran-saran yang dapat penulis berikan :
1. Untuk meningkatkan lagi pengelolaan sampah di pantai Bira, maka diharapkan adanya partisipasi masyarakat yang jauh lebih baik dari sebelumnya, dimana dalam peningkatan partisipasi masyarakat ini sangat dibutuhkan adanya kemauan, kemanpuan, dan kesempatan masyarakat untuk menangani masalah pengelolaan sampah. Peran pemerintah juga sangat dibutuhkan untuk terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terutama masalah penanganan pengelolaan sampah di pantai Bira kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba.
2. Pantai Bira telah memiliki tingkat partisipasi masyarakat yang cukup baik sebagai modal utama untuk lebih memperhatikan lagi masalah pengelolaan sampah di pantai Bira. Diharapkan kedepannya, partisipasi masyarakat yang dimiliki pantai Bira bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi agar masalah pengelolaan sampah dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan apa yang diinginkan.
3. Dalam menangani masalah pengelolaan sampah di pantai Bira sangat diperlukan adanya hubungan yang baik antara pemerintah dengan masyarakat serta hubungan yang baik dengan dinas terkait, karena masalah pengelolaan sampah dapat dilaksanakan dengan baik apabila terjalin kerjasama yang baik pula dari ketiga unsur tersebut
4. Dengan segala keterbatasan dalam penelitian ini, penulis berharap agar dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan judul yang sama, yang telah diteliti sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2002, Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta.
Adi, Isbandi Rukminto. 2007. Perencanaan Partisipasi Berbasis Aset Komunitas:
Dari Pemikiran Menuju Penerapan. FISIP UI Press. Depok
Adisasmita, 2006. Manajemen Pengelolaan dan Peran Partisipasi Aktif Masyarakat. Penerbit ITB, Bandung.
Ach Wazir Ws. 2007. Efektivitas Pelaksanaan Kegiatan Program Partisipasi dan Pembangunan. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Bryant, Corolai & White Louise G. 2001. Managing Develovment in The Third World, Westview Press, Boulder, Colorado
Cohen, J.M, and N.T. Uphoff. 2003, Rural Develovment Participation, Ithaca, New York
Conyers, Diana. 2003, Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga. Yogyakarta: UGM Press
Direktorat Jendral Cipta Karya Departeman Pekerjaan Umum, 2003.
Pengelolaan Persampahan Perkotaan Bagi Pelaksana, Dirjen Cipta Karya Departemen PU, Jakarta
George R. Terry, 2001. Program Pendidikan dan Latihan Teknik dan Manajemen Perencana Pembangunan Tingkat Dasar. Jakarta
Hadiwiyoto, S. 2007. Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Jakarta: Yayasan Idayu
Irawan , Prasetyo, 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia , STIA-LAN Press, Jakarta
Kartikawan,Yudhi. 2007. “Pengelolaan Persampahan” Jurnal Lingkungan Hidup.
Yogyakarta
Kodoatie, Robert, 2005 . Manajemen dan Rekayasa Infrastruktur. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Kamus Umum Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga ,2003, Balai Pustaka, Jakarta
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Keempat, 2008, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Maleong, Jexy J. 2005 . Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. Alfabeta Mikkelsen, Britha 2001. Matheos Nalle (Pen), Metode Penelitian Partisipatoris
dan upaya-upaya Pemberdayaan, Jakarta, Yayasan Obor Indonesia
Manoppo, CN. 2009, Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Wanita Tani & Usaha (Tesis). Bogor Indonesia: Institut Pertanian Bogor.
Ndraha, 2005. Budaya Organisasi dan Partisipasi, Rineka Cipta, Jakarta Parfi, 2007. Partisipasi Sosial Dalam Usaha Kesejahteraan Sosial. Bandung Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor. 33 Tahun 2010, Tentang Pedoman
Pengelolaan Sampah
Riyanto, 2006. Partisipasi, Komunikasi, Persuasi, dan Disiplin dalam Pembangunan. Bandung
Rivandi, 2003. Partisipasi Aktif Masyarakat dan Peranan Pemberdayaan. Media Pressindo, Tanggerang
Ross, Murray G., and B.W. Lappin. 2007. Community Organization: Theory, Principles and Practice. Second Edition. New York: Harpher & Row Publishers.
Soelaiman, Holil. 2003, Partisipasi Sosial Dalam Usaha Kesejahteraan Sosial;
Bandung
Setiawan, B. 2001. Pembangunan Masyarakat (Community Development):
Konsep Dasar dan Faktor Kesuksesan. Jakarta
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Administrasi Dengan Metode R&D. Bandung.
CV. Alfabeta
Sudrajat, 2002. Menuju Masyarakat Partisipatif. Kanisius, Yogyakarta.
Sumaryadi, I Nyoman, 2010. Sosiologi Pemerintahan. Ghalia Indonesia, Bogor Sumampouw, Monique. 2004: 106-107 ” Pendekatan Partisapasi Masyarakat”
http://www.sacafirmansyah.wordpress.com/2009/partisipasi-masyarakat.
Diakses pada tanggal 12 maret 2015
Tangke Padang Lily, 2009, Analisis Pengelolaan Sampah Kota Kabupaten Tana Toraja STIA-LAN Makassar, Makassar.
Tangkilisan & Hessel Nogi. 2005. Manajemen Publik, Jakarta: PT Grasindo.
Tchobanoglous, 2000. Integratel Sulid Waste Management. Me. Graw Hill:
Kogakusha
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
Walgito, Bimo. 2003. Psikologis Sosial (Suatu Pengantar). Andi. Yogyakarta Wibisono, C. 2004. Anatomi dan Profil Konglomerat Pisins Indonesia.
Management dan Usahawan Indonesia, Desember