• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Material Kayu a Penyimpanan Material Kayu

Dalam dokumen panduan teknik pelaksanaan jembatan (Halaman 134-137)

DAFTAR TABEL

1. PERSIAPAN

2.4 KAYU .1 Umum

2.4.4 Pelaksanaan Material Kayu a Penyimpanan Material Kayu

Kayu yang dikirim ke lokasi pekerjaan harus ditumpuk dan diatur pada tempat tertentu dan tidak diperbolehkan menyentuh tanah secara langsung sepanjang waktu penyimpanan. Kayu bulat hams disusun dengan cara sedemikian sehingga setiap batang kayu bebas terhadap batang yang berdekatan dengan jarak tidak kurang dari 7 cm.

Kayu gergajian harus disusun serupa dengan kayu bulat diatur tegak lurus pada lapis di bawahnya atau dipisahkan dengan tumpukan untuk mencegah perubahan bentuk kayu. Kayu pada setiap lapis dipisahkan dari kayu-kayu yang berdampingan dengan jarak horizontal paling sedikit 2 cm. Semua kayu yang ditumpuk di tempat pekerjaan harus dilindungi dengan baik.

b Pemasokan Material Kayu

Pemasokan kayu gergajian dan atau gelondongan tidak boleh diberikan dalam bentuk lainnya sebelum dilakukan uji mutu atau atas instruksi Pengawas Pekerjaan.

c Pelaksanaan

Kayu gelondongan tidak boleh diberikan bentuk lainnya, dalam hal tidak ada instruksi yang diberikan atau ditentukan mengenai banyaknya pemotongan, serutan atau sambungan-sambungan, maka masalah tersebut harus dikemukakan pada Pengawas Pekerjaan untuk penentuannya. Semua sambungan harus dibuat dengan rapi agar diperoleh sambungan yang tepat tanpa menggunakan pasak atau pengikat, kecuali diisyaratkan lain atau ditunjukkan pada Gambar Desain, maka sepotong kayu tidak boleh ada sambungan, ujung-ujungnya harus dipotong tegak dan bidang kontak harus berhubungan dengan baik. Dalam hal pemotongan, pengetaman, penyambungan tidak tertera atau tidak disyaratkan, maka perlu diusulkan kepada Pengawas Pekerjaan untuk menentukannya.

Pondasi tiang yang terbuat dari kayu yang akan digunakan dalam pembangunan jembatan kayu yaitu konstruksi tiang pancang kayu terbuat dari kayu keras kelas I, ukuran tiang pancang yang dapat dipakai adalah sebagai berikut:

Ukuran kayu persegi: 15 x 15 cm sampai dengan 30 x 30 cm

Panduan Teknik Pelaksanaan Jembatan 2-71

Ukuran kayu gelondongan/bulat: diameter 20 cm sampai dengan 35 cm Atau dimensi lain yang ditetapkan dalam Gambar Rencana.

Kedalaman pemancangan sampai lapisan keras atau sesuai dengan petunjuk Pengawas Pekerjaan. Pemancangan dimulai dari bagian tepi dan dilanjutkan ke tiang bagian tengah. Pada setiap deret selesai dilakukan langsung dipasang balok melintang di ujungnya yang akan berfungsi sebagai landasan gelagar memanjang.

Balok dengan penampang bujur sangkar/persegi panjang harus dipasang sedemikian sehingga galih/inti kayu semua balok persegi/bujur sangkar harus ditempatkan menghadap ke bawah.

Semua tebal lantai jembatan kayu yang tidak rata hams diratakan sampai seluruhnya rata (level) sepanjang sisi kiri dan kanan jembatan kayu sehingga pemasangan yang kokoh dapat dicapai untuk masing-masing balok. Tepi atas gelagar yang bulat hams dibuat rata untuk mendapatkan suatu pennukaan bidang kontak yang datar paling sedikit 15 cm pada lantai papan atau gelagar melintang.

Permukaan papan lantai di mana akan diletakkan kerb harus diratakan sehingga benar benar rata untuk sepanjang kiri dan kanan jembatan, sehingga terdapat perletakan yang kokoh untuk setiap balok kerb. Pada saat perakitan, struktur kayu tidak boleh mengalami overstress (tegangan berlebih) pada elemen struktur dan sambungan.

d Sambungan Kayu

Semua sambungan harus dilaksanakan dengan rapi agar diperoleh sambungan yang cocok tanpa menggunakan pasak atau pengikat, kecuali disyaratkan lain atau tertera pada Gambar Rencana. Bagian kayu struktur tidak boleh disambung untuk seluruh panjangnya, ujung-ujung balok kayu harus dipotong tegak dan untuk bidang kontak harus saling berhubungan dengan baik.

Semua lubang untuk baut dan sainbungan-sambungan lain harus dibor dengan teliti.

Semua lubang pen besi dan sambungan-sambungan kayu harus dibentuk dengan tepat dan rapat. Lubang-lubang untuk baut harus dilubangi dengan mata bor yang diameternya 1,5 mm lebih besar dari diameter baut yang akan digunakan, kecuali lubang-lubang untuk baut pada lantai jembatan yang harus merniliki diameter yang sama dengan baut-baut yang akan digunakan.

Lubang-lubang untuk paku jernbatan yang berbentuk bujur sangkar harus mempunyai diameter yang ukurannya sama dengan tebal tangkai paku. Dalam hal Gambar Rencana menunjukkan penggunaan alur, maka baut harus ditempatkan sedemikian sehingga alur dapat bergerak mengikuti arah susutnya kayu. Semua baut, paku, plat, cincin-penutup baut dan pekerjaan besi lainnya harus terbuat dari baja lunak. Semua pekerjaan besi sebelum digunakan harus dibersihkan dengan disapu dan dicelupkan ke minyak tanah setelah itu diberi lapisan bahan anti karat (meni besi).

Baut dan mur harus memiliki kepala yang bentuknya baik, segi enam atau bentuk lainnya. Baut memiliki ulir dengan ukuran standar, di mana panjang ulir harus paling sedikit 4 kali diameter bautnya. Semua mur harus cocok betul dengan baut tanpa toleransi. Panjang baut seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana hanya menunjukkan panjang yang diperkirakan dan Penyedia Jasa harus menyediakan

Panduan Teknik Pelaksanaan Jembatan 2-72

baut dengan panjang dan dirnensi yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Ujung- ujung baut tidak boleh lebih dari setengah diameter yang tertanam melampaui mur.

Cincin penutup (ring) harus digunakan untuk semua mur dan baut. Jika baut perlu ditempatkan dalam lubang yang bulat atau bujur sangkar, baut harus dilengkapi dengan cincin penutup/ semua lekuk kepala baut yang terbenam harus diisi dengan campuran aspal-pasir untuk mencegah masuknya air. Ukuran cincin penutup baut harus sesuai dengan Tabel 2.30.

Tabel 2.30 - Ukuran cincin penutup baut

Semua ujung-ujung penampang kayu jembatan harus dilapisi dengan petroleum jelly. Setiap pekerjaan penyelesaian pada sambungan kayu harus diberi perlindungan pada kedua ujung sambungan dengan minyak creosote.

e Pekerjaan Perbaikan dan Penggantian Struktur Kayu

Perbaikan jembatan kayu yang ada hams dilaksanakan sesuai dengan persyaratan.

Semua komponen kayu yang rusak termasuk baut, ring dan pengikat, komponen lainnya harus diganti sehingga sesuai dengan Gambar Rencana. Permukaan yang ada yang akan dirawat hams dibersihkan seluruhnya dengan membuang semua debu dan benda-benda lepas serta benda asing lainnya. Semua belahan-belahan dan lubang-lubang yang menahan air harus disumbat dengan sumbat creosote (potongan-potongan kayu yang direndam dalam minyak creosote). Banyaknya pekerjaan penyumbatan yang diperlukan pada setiap lokasi yang diberikan akan berbeda-beda, Semua permukaan kayu (kecuali permukaan atas lantai jembatan) hams disikat dan dilapisi dengan dua kali pemberian minyak creosote panas.

Pelaksanaan perbaikan atau penggantian struktur kayu harus mempertimbangkan keseimbangan struktur akibat hilangnya sementara struktur yang akan diganti.

Apabila perbaikan atau penggantian struktur memerlukan perancah, maka Penyedia Jasa harus melaksanakan penggunaan perancah sebagai penopang yang dilengkapi dengan perhitungan kekuatan dan kestabilannya.

Setelah selesai pekerjaan perbaikan dan/atau penggantian struktur tersebut, maka struktur hams diberi lapisan pelindung sesuai dengan kondisinya serta lokasi dimana struktur tersebut berada.

Panduan Teknik Pelaksanaan Jembatan 2-73

2.4.5 Pengendalian Mutu Material Kayu

Dalam dokumen panduan teknik pelaksanaan jembatan (Halaman 134-137)