• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Publik Menurut Perundang- Undangan

Dalam dokumen reading copy (Halaman 34-38)

PELAYANAN PUBLIK

A. Pelayanan Publik Menurut Perundang- Undangan

17

18 INOVASI LAYANAN MELALUI MAL PELAYANAN PUBLIK

dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat tersebut mengandung makna negara berkewajiban memenuhi kebutuhan setiap warga negara melalui suatu sistem pemerintahan yang mendukung terciptanya penyelenggaraan pelayanan publik yang prima dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar dan hak sipil setiap warga negara atas barang publik, jasa publik, dan pelayanan administratif.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, juga mengamanatkan untuk membangun kepercayaan masyarakat atas pelayanan publik yang dilakukan penyelenggara pelayanan publik adalah merupakan kegiatan yang harus dilakukan seiring dengan harapan dan tuntutan seluruh warga negara dan penduduk tentang peningkatan pelayanan publik. Disamping itu sebagai upaya untuk mempertegas hak dan kewajiban setiap warga negara dan penduduk serta terwujudnya tanggung jawab negara dan korporasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik, dan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik serta untuk memberi perlindungan bagi setiap warga negara dan penduduk dari penyalahgunaan wewenang di dalam penyelenggaraan pelayanan publik, karena itu diperlukan pengaturan hukum yang mendukungnya.

Kebutuhan itulah yang mendorong manusia bekerja, berusaha, bekerja sama, memasuki suatu organisasi yang dianggap akan dapat meningkatkan tarap hidupnya menjadi lebih baik, lebih memuaskan daripada sebelumnya. Pekerjaan, usaha, aktivitas yang dilakukan setiap orang diharapkan memberikan hasil atau produksi yang dapat memenuhi, memuaskan sebagian kebutuhannya. Produksi yang dibutuhkan itu adalah dalam bentuk barang dan jasa. Masyarakat itu tidak dapat memenuhi sendiri seluruh kebutuhannya, mereka perlu bantuan orang lain. Pemenuhan kebutuhan tertentu membutuhkan bantuan atau pelayan orang/organisasi lain. Seseorang atau sekelompok orang memerlukan jasa pelayanan untuk menyiapkan, mengurus sesuatu yang diperlukan sesuai kebutuhannya. Jasa pelayanan itu dibutuhkan, karena secara individu manusia terbatas kemampuannya atau waktunya.

Setiap masyarakat menginginkan jasa pelayanan yang diterima, dirasakan sesuai dengan harapan masyarakat. Pada umumnya masyarakat mengharapkan mendapatkan pelayanan yang sama, tetapi secara individu ada yang mengharapkan pelayanan yang spesifik. Masyarakat

READING

COPY

Bab II: Tinjauan Pelayanan Publik 19 pada umumnya mengharapkan mendapatkan perlakuan pelayanan yang sama dari setiap aparatur pemerintah. Sebagai warga negara yang mempunyai kedudukan sama di hadapan hukum berhak mendapat pelayanan yang sama.

Pelayanan yang diberikan diharapkan akan semakin lebih memuaskan dari waktu yang lalu atau dibandingkan dengan pelayanan instansi/

aparat lain. masyarakat, baik secara individu maupun kelompok yang tergabung dalam suatu organisasi yang mengurus keperluan, kebutuhan tertentu pada instansi pemerintah, masih sering mengeluh. Keperluan, kebutuhan mereka kurang cepat diperhatikan, waktu penyelesaiannya lama, berbelit-belit, informasi kurang jelas, biaya yang dikeluarkan lebih dari yang ditentukan (yang harus disetor ke kas negara).

Pada hakikatnya setiap manusia membutuhkan pelayanan, karena pelayanan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dalam hubungan masyarakat dengan pemerintah yang membentuk suatu organisasi negara, maka masyarakat sebagai pemegang kedaulatan menuntut pelayanan publik yang berkualitas dari aparatur pemerintah, karena mereka diangkat untuk melayani masyarakat.

Pemenuhan kebutuhan pelayanan publik yang dilakukan pemerintah dianggap sebagai tolok ukur dari kualitas kinerja pemerintahan secara umum. Pelayanan publik terkait dengan sistem, sumber daya aparatur dan paradigma berpikir yang menjadi latar belakang proses pelayanan itu diberikan kepada masyarakat. Namun demikian, aparatur pemerintahan di indonesia belum benar-benar menyadari bahwa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat merupakan bentuk dari semangat pengabdian. Sebagian besar pola pikir aparatur pemerintahan masih didominasi pikiran dan perilaku ingin dilayani, menghambat, mempersulit, dan aspek itulah yang membuat proses peningkatan pelayanan publik yang berkualitas sering mengalami hambatan. Upaya untuk mereformasi pelayanan publik sesuai dengan karakter sosial-budaya masyarakat atau sebagaimana diinginkan oleh publik, setidaknya harus menjadi isu pemerintahan untuk terus dipikirkan agar mendapat solusi terbaik dalam memberikan pemenuhan kebutuhan pelayanan kepada masyarakat. Harus dibangun komitmen yang kuat untuk melayani, sehingga pelayanan akan menjadi responsive terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat membuat inovasi model pelayanan yang lebih kreatif dan efisien.

READING

COPY

20 INOVASI LAYANAN MELALUI MAL PELAYANAN PUBLIK

Hal tersebut sesuai ketentuan dalam pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 25 Tahum 2009 tentang Pelayanan Publik yang menyebutkan bahwa pelayan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan peduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Sedangkan berdasarkan ketentuan pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik telah memberikan batasan mengenai penyelenggara pelayanan publik yaitu Sstiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk kegiatan pelayanan publik dan badan hukum yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik. Reformasi paradigma pelayanan publik merupakan perubahan pola penyelenggaran pelayanan publik dari yang semula berorientasi pada pemerintah, hendaknya perlu diubah menjadi berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah perlu memperhatikan aspirasi publik, dengan demikian peningkatan peran serta masyarakat menjadi faktor penting dalam pelayanan publik.

Kondisi dan perubahan cepat yang diikuti pergeseran nilai tersebut perlu disikapi secara bijak melalui langkah kegiatan yang terus menerus dan berkesinambungan dalam berbagai aspek pembangunan untuk membangun kepercayaan masyarakat guna mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Untuk itu, diperlukan konsepsi sistem pelayanan publik yang berisi nilai, persepsi, dan acuan perilaku yang mampu mewujudkan hak asasi manusia sebagaimana diamanatkan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik serta aturan pelaksananya yang dapat diterapkan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan sesuai dengan harapan dan cita-cita tujuan nasional. Dengan mempertimbangkan hal di atas, diperlukan peraturan di daerah yang mengatur mengenai penyelenggaraan pelayanan publik yang akan dipergunakan sebagai pedoman bagi aparatur pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan semakin meningkatnya kemajuan masyarakat dan kesadaran akan menuntut hak-haknya, hal tersebut merupakan suatu tantangan bagi aparatur pemerintah selaku abdi masyarakat, yang berkewajiban memberikan

READING

COPY

Bab II: Tinjauan Pelayanan Publik 21 pelayanan yang melayani sepenuh hati, artinya pelayanan terbaik yang lebih memuaskan masyarakat.

B. Ruang Lingkup Penyelenggaraan Pelayanan

Dalam dokumen reading copy (Halaman 34-38)