• Tidak ada hasil yang ditemukan

viii. Pejamkan mata pelan-pelan selama 3 menit sambil sedikit menundukkan kepala seolah-olah seperti melihat lantai

ix. Usahakan tidak berkedip-kedip atau minimal jika terpaksa. Dan jangan menekan atau meremas kelopak mata

x. Gunakan jari tangan untuk menekan dengan lembut lubang yang terletak di antara mata dan hidung

xi. Bersihkan kelebihan cairan-cairan yang menetes di sekitar mata dengan kertas tissue Multidrops:

Untuk pemakian lebih dari satu tetes, berikan jeda 5 menit sebelum pemberian tetesan berikutnya. Jeda ini bertujuan untuk menjamin agar tetesan pertama tidak terbuang oleh tetesan kedua dan bagi tetesan kedua agar tidak terencerkan oleh tetesan pertama.

Jika bentuknya suspensi, kocok botolnya hingga merata sebelum diteteskan. Jika sediaan tetesan mata suspensi digunakan bersama lainnya, berikan suspensi di urutan terakhir karena akan mengalami retensi waktu lebih lama pada lapisan ilm air mata.

b. Salep mata

i. Buatlah kantong mata pada kelopak mata bagian bawah

ii. Tempatkan sediaan salep pada kantong mata perlahan-lahan menekan tube salep iii. Hindari menyentuhkan ujungtube pada jaringan sekitar mata

iv. Lepaskan ujung tube pada jaringan sekitar mata v. Lepaskan kelopak mata perlahan-lahan

vi. Pejamkan mata selama 1-2 menit. Mata dapat dikedip-kedipkan untuk meratakan distribusi salepnya

vii. Pandangan mata akan nampak kabur sementara viii. Hapus kelebihan salep sekitar mata

Jika diperlukan pemakaian salep mata dan tetes mata, teteskan obat mata terlebih dahulu dan dijeda selama 10 menit sebelum pemberian salep. Hal ini bertujuan agar salep mata tidak menjadi penghalang bagi penetrasi obat pada kornea mata.

3. Asma

Tujuan penggunaan

a. Reliever (serangan akut), digunakan ketika mengalami pemburukan sesak nafas atau baru pertama kali mengalami sesak nafas

b. Controller, digunakan untuk mencegah gejala dan mengurangi penggunaan reliever inhaler.

Bentuk sediaan

a. Metered-dose inhaler (MDI), aerosol

Pemakaian perlu dikocok sebelum dipakai, disemprotkan pada permakaian pertama (priming) dan digunakan dengan pelan dan dalam.

MDI merupakan inhaler yang menggunakan gas pendorong (proelan) untuk mengeluarkan isinya. Propelan juga berperan sebagai pelarut untuk bahan aktif. Propelan yang digunakan awalnya adalah CFC/Freon yang berkembang menjadi HFA (Hydro luoroalkane) yang lebih ramah lingkungan.

MDI juga memiliki device Spacer MDI. Spacer MDI memiliki antistatic coating untuk mencegah obat melekat pada spacer. Bersiul jika menghirup terlalu cepat. Ukuran yang compact dan ukuran mask yang berbeda untuk dapat dipasang.

b. Dry-powder inhaler (DPI)

Pemakaian tidak perlu dikocok terlebih dahulu, tidak perlu dilakukan priming dan digunakan dengan cepat dan dalam.

DPI menggunakan daya hisap (inhalasi) dari pasien untuk menarik obat ke dalam paru-paru. Obat dalam bentuk serbuk dalam blister, reservoir atau kapsul harus dibuka sebelum menghisapnya. Anjurkan pasien untuk memegang alatnya dengan benar dan tidak digoyang agar serbuk tidak tumpah. Bentuk sediaannya:

i. Single dose (Handihaler, Rotahaler), perlu menempatkan kapsul ke dalam alat setiap kali penggunaan.

ii. Multi-dose (Diskus, Turbuhaler), untuk memuat dosis yang siap dihirup perlu menarik tuas atau memutar bagian dasarnya.

Simpan DPI di tempat kering dan jangan pernah dicuci dengan air. Lembab dapat menimbulkan masalah pada DPI “Caking Powder”. Bersihkan alat dengan tissue saja, kecuali spiriva (handihaler). Saat menghembuskan nafas, jauhkan alat DPI yang bertujuan untuk mengurangi/menghindari kelembaban dari nafas pasien. Dosis yang sudah dibuka, harus segera digunakan, agar serbuk obatnya tidak menyerap lembab dan caking.

Jika pasien menggunakan DPI mengandung corticosteroid, disarankan untuk berkumur setiap kali selesai menggunakannya dan air bekas kumur tidak ditelan. Hal ini untuk mencegah

tertelannya bahan obat dan mengurangi risiko oral candidiasis. Penyimpanan kapsul Spiriva sebaiknya tidak dijadikan satu dengan obat oral lainnya. Untuk DPI single-dose bisi isi ulang kapsulnya saja, tetapi handihalernya tidak dibuang. DPI multi dose tidak dapat diisi ulang. Tidak dapat digunakan dengan spacer.

c. Soft-mist inhaler

Pemakaian tidak perlu dikocok terlebih dahulu, perlu dilakukan priming terlebih dahulu dan digunakan dengan pelan dan dalam.

Setelah obat dihirup, tahan nafas selama 10 detik untuk meningkatkan jumlah obat yang terdeposit di dalam paru-paru.

4. Hidung

Langkah penggunaan obat:

a. Nasal drop

i. Meniup hidup dengan lembut ii. Cuci tangan dengan sabun dan air

iii. Cek ujung dropper tidak pecah atau retak

iv. Hindari ujung dropper menyentuh dengan hidung yang bersih

v. Miringkan kepala ke belakang sejauh mungkin atau baring pada bidang datar dan gantungkan kepala di ujung

vi. Teteskan jumlah drop yang tepat ke dalam hidung

vii. Tundukkan kepala mengarah lutut dan dengan pelan menggelengkan kepala kiri dan kanan

b. Nasal spray

i. Cuci tangan dengan sabun dan air

ii. Menghembuskan telinga sebelum menggunakan spray

iii. Masukkan ujung botol ke dalam salah satu lubang hidung dan tutup hidung satunya lagi iv. Tetap tegakkan kepala

v. Hirup secepat mungkin sambil menekan botol vi. Ulangi di hidung satunya

vii. Cuci tangan 5. Insulin

Langkah-langkah menggunakan insulin pen a. Pasang jarum

b. Tekan dan keluarkan isi beberapa kali untuk mengeluarkan gelembung udara (priming) c. Atur dosis insulin yang diperlukan

d. Suntikkan insulin dan tekan tombolnya hingga tuntas dan biarkan jarum tetap menancap di kulit hingga 5-10 detik agar semua obat dapat tersalurkan semua

e. Buang jarum

Pasien perlu mengetahui:

a. Persiapan kulit yang akan diinjeksi b. Sudut suntikan jarum

c. Teknik mencubit kulit d. Rotasi lokasi suntikan 6. Oral

7. Sublingual 8. Patch 9. Topical 10. Suppositoria 11. Vaginal

Specific Devices - Insulin

Penatalaksaan Asma

KLK

Interaksi Obat

De inisi Interaksi Obat

Interaksi obat adalah modi ikasi efek suatu obat akibat obat lain yang diberikan terlebih dahulu atau yang diberikan. Interaksi antara dua atau lebih obat dapat mengubah efektivitas aatau toksisitas satu atau lebih obat.

Ada 2 jenis interaksi, yaitu:

1. Interaksi Farmakokinetika a. Absorbsi

Sangat penting untuk diperhatikan dengan interaksi obat yang merubah kecepatan absorbsi obat, sehingga menyebabkan OOA lebih lama dan efek obat yang berkurang. Selain itu, juga dapat terjadi pengaruh perubahan jumlah absorbsi obat, yang juga dapat menambah/mengurangi efek obat.

Sebagaian besar interaksi obat yang berkaitan absorbsi diklasi ikasikan interaksi tidak bermakna secara klinis dan dapat diatasi dengan memisahkan waktu pemberian obat, umumnya dengan selang waktu minimum 2 jam. Namun demikian, apoteker perlu waspada dengan konsekuensi yang tidak diinginkan akibat interaksi pada tahap absorbsi obat. Pemantauan kondisi pasien perlu terus diupayakan untuk menjamin efektivitas dan keamanan obat.

Ada beberapa pengaruh interaksi obat pada saat absorbsi, yaitu:

i. Perubahan pH saluran cerna

Absorbsi obat dipengaruhi oleh pKa, kelarutan dalam lemak, perubahan pH saluran cerna dan formulasi farmasetik obat dalam bentuk tidak terionkan. Obat akan lebih mudah diabsorbsi jika memiliki suasana yang sama dengan obat. Jika obat merupakan asam lemah, maka obat akan lebih mudah diabsorbsi dalam kondisi saluran cerna asam lemah, dan begitu juga sebaliknya untuk basa lemah. Hal ini dikarenakan jika kondisi lingkungan dan obat sama, maka banyak lebih banyak obat dalam bentuk tidak terionkan, sehingga memudahkan absorbsi. Contoh: absorbsi aspirin di lambung lebih besar pada pH rendah dibandingkan pH tinggi, oleh karena itu pemberian obat oral juga dipengaruhi obat yang mempengaruhi obat asam lambung seperti PPI dan penghambat reseptor H2 perlu mendapatkan perhatian khusus. Obat juga dapat dipengaruhi pH asam lambung dengan degradasi obat menjadi bentuk tidak aktif pada pH tertentu. Penyesuaian waktu pemberian obat menjadi salah satu cara untuk menghindari interaksi akibat perubahan pH saluran

cerna.

ii. Adsorbsi (penjerapan) pembentukan kelat & pembentukan senyawa kompleks yang lain Obat dengan permukaan luas dapat menjerap obat lain, sehingga mencegah proses absorbsi obat dalam saluran cerna. Resin penukar ion, kolestiramin bekerja dengan mengikat asam empedu di hati, sehingga mengurangi absorbsinya secara bermakna. Selain itu, antasida yang mengandung kation divalent dan trivalent membentuk kompleks yang tidak larut dengan beberapa obat, termasuk antibiotika golongan quinolon dan tetrasiklin.

iii. Perubahan motilitas saluran cerna

Sebagian besar obat mengalami proses absorbsi pada bagian atas usus halus, sehingga kecepatan pengosongan lambung menjadi faktor penting yang menentukannya.

Pemberian bersamaan dengan obat lain yang mempengaruhi kecepatan pengosongan lambung dapat mempengaruhi proses absorbsi. Beberapa obat yang dapat mempengaruhi waktu pengosongan lambung, antara lain: metoklopramid yang dapat mempercepat waktu pengosongan lambung, sedangkan golongan opiat memperlambat waktu pengosongan. BA levodopa berkurang jika digunakan bersamaan dengan obat antikolinergik, akibat perlambatan waktu pengosongan lambung, sehingga meningkatkan terjadinya metabolisme levodopa secara lokal pada mukosa usus. Interaksi yang melibatkan pengosongan lambung pada umumnya lebih mempengaruhi jumlah absorbsi zat. Zat yang bersifat asam dan obat yang sangat sukar larut dapat meningkat absorbsinya dengan penundaan waktu pengosongan lambung, akibat lebih banyak obat yang terlarut, sehingga meningkatkan BAnya.

iv. Induksi / inhibisi protein pembawa obat v. perubahan lora normal di usus

Sebagian besar lora normal terdapat di usus besar dan sebagian kecil terdapat di lambung, usus dua belas jari, jejunum, dan bagian atas ileum. Penggunaan obat yang menggangung lora normal dapat menggangu bioavalaibilitas obat lain yang digunakan secara bersamaan. Beberapa wanitayang menggunakan kontrasepsi oral kombinasi dalam dosis rendah mempunyai resiko kehamilan jika digunakan antibiotika spektrum luas (contoh amoxicillin & tetrasiklin) secara bersamaan. Mekanismenya adalah gangguan siklus enterohepatik komponen estrogen. Keberadaan bakteri usus tersebut mencegah terjadinya pembuahan dengan cara hidrolisis estrogen terkonjugasi menjadi estrogen bebas yang direabsorbsi kembali ke aliran darah. Pemberian bersamaan dengan antibiotika dapat menggangu keseimbangan jumlah lora normal.

vi. Perubahan metabolisme obat yang terjadi pada dinding usus b. Distribusi

Interaksi obat saat distribusi adalah ikatan obat-protein. Interaksi ini terjadi pendesakan obat terjadi bila dua obat berkompetisi pada protein (tempat ikatan obat) yang sama, dan satu atau lebih obat didesak dari ikatannya dengan protein tersebut. Reaksi pendesakantersebut mengakibatkan peningkatan sementara konsentrasi obat bebas (aktif) yang umumnya diikuti dengan peningkatan metabolisme atau ekskresi obat. Konsentrasi total obat dapat meningkat atau berkurang tergantung pada peningkatan fraksi obat bebas dan kecepatan metabolisme atau ekskresi. Interaksi pendesakan obat melibatkan obat-obat yang memiliki persentase ikatan obat dengan protein tinggi, antara lain: fenitoin, warfarin, tolbutamid.

Tidak selalu bermakna klinis interaksi dengan mekanisme pendesakan. Pendesakan dipengaruhi oleh, antara lain: VD dan klirens obat (termasuk metabolisme atau ekskresi obat).

Sebagai contoh interaksi yang melibatkan pendesakan obat adalah interaksi antara warfarin dan kloral hidrat. Warfarin dan trikoloroasetat (metabolit utama kloral hidrat) merupakan obat yang memiliki ikatan protein yang tinggi dan dapat mendesak warfarin dengan protein yang telah terbentuk. Efek peningkatan warfarin tidaklah lama, karena mengalami peningkatan klirens obat seiring peningkatan fraksi warfarin bebas, sehingga tidak terdapat perubahan bermakna secara klinis. Warfarin dan kloral hidrat tetap perlu dilakukan pemantauan beberapa hari setelah penggunaan obat, terutama tanda-tanda pendarahan.

c. Metabolisme d. Ekskresi

e. Interaksi yang melibatkan lebih dari satu proses farmakokinetika 2. Interaksi Farmakodinamika

a. Sinergisme b. Antagonisme

c. Efek reseptor tidak langsung d. Gangguan cairan dan elektrolit Pasien rentan terhadap interaksi obat

Interaksi obat yang bermakna klinis Penatalaksanaan interaksi obat

Penggunaan Obat pada Gangguan Ginjal

Penggunaan Obat pada Gangguan Hati

Penggunaan Obat pada Masa Kehamilan dan Menyusui Penggunaan Obat pada Anak-Anak

Penggunaan Obat pada Usia Lanjut

KWU

Berorientasi Pada Tindakan

Ciri-ciri pengusaha

Mampu mengambil keputusan dan bertindak cepat. Orientasi PDCA (Plan- Do - Check - Action), menghindari:

1. NATO (No ACTION TALK Only) → Hasil : gosip, kon lik 2. NADO (No ACTION DREAM Only) → Hasil : visi, karya seni 3. NACO (No ACTION CONCEPT Only) → Hasil : teori, falsafat

Bersifat akademis, logika formal (terlalu berhati-hati):

Asumsi → Hipotesa/testing → Test dan kumpulan data → Keputusan → Kumpulan data → Tujuan → Repeat (asumsi kembali)

7 Habits of Highly Effective People & 8thHabit (Stephen Covey) 1. Be proactive

2. Bermula dari Ujung Pikiran (End of Mind) 3. Dahulukan Hal yang Utama

Dependent 4. Berpikir Menang-Menang (win-win)

5. Memahami untuk Dipahami 6. Sinergi

Independent 7. Menajamkan Ketahanan, Fleksibitilitas dan

Kekuatan

8. Menemukan Keunikan dan Membantu Orang Lain Menemukannya

Interdependent

1. Be proactive

a. Mengambil inisiatif untuk bertindak, bukan menunggu atau berwacana

b. Mengambil tindakan sebelum sebuah kejadian yang tidak dikehendaki muncul:

Terlatih di lapangan → memiliki intuisi c. Proaktif vs Reaktif

d. WHO MOVED MY CHEESE?

Sniff and Scurry Hem and Haw

● Mengendalikan intuisi

● Bergerak cepat

● Memperhatikan setiap signal perubahan-perubahan kecil

● Tidak terbelenggu comfort zone

● Terlalu terbelenggu comfort zone

● Terlalu terbelenggu risiko daripada keuntungan

● Menyalahkan lingkungan

● Tidak memperhatikan

perubahan-perubahan kecil

● Terlalu terbelenggu pemikiran daripada tindakan

Pelajaran yang ada: Lebih baik proaktif bertindak cepat mengenali lapangan dan

memiliki pertimbangan yang ‘GOOD’ daripada sesuatu yang lambat meskipun dengan pertimbangan yang ‘GREAT’.

2. Bermula dari Ujung Pikiran (End of Mind)

a. Tidak sekedar tujuan, tetapi tujuan yang benar

b. Agar mencapai tujuan yang benar: Tuliskan misi pribadi hidup anda yang menggambarkan tujuan dan citra diri

c. Misi pribadi ditemukan melalui serangkaian tindakan atau kejadian-kejadian pahit, sehingga membentuk kebajikan dan iloso i hidup

d. Untuk menjadi seorang yang berorientasi pada tujuan, maka lakukanlah dalam hidup anda langka-langkah, sebagai berikut:

● Tetapkan tujuan akhir (misalnya: hidup yang bahagia, sehat, terjamin, secara ekonomi dan sejahtera)

● Tentukan langkah-langkah kecil untuk mencapai tujuan tersebut (misalnya:

menyelesaikan studi, bekerja selama 5 tahun, lalu membuka usaha)

● Perhatikan setiap kemajuan yang sudah dicapai (misalnya: melakukan evaluasi, lalu berevolusi, pindah usaha, merekrut manajer, memperbaiki proses produksi)

● Saat dapat mencapaigoal, rayakanlah bersama karyawan dan keluarga

● Pikirkan tujuan-tujuan baru yang lebih menantang 3. Dahulukan Hal yang Utama

Jadikanlah kebiasaan ini berkaitan dengan sikap yang mengedapnkan prioritas, bisa membedakan antara urgent dan penting:

a. Urgent → situasi yang mendesak

b. Penting → membutuhkan perhatian yang besar

Berikan waktu lebih untuk bekerja dengan perencanaan, mengembangkan hubungan, memanfaatkan peluang-peluang danrecharge pengetahuan.

Procrastinator

Quadrant 1: Urgent & Important a. Answering business phone call b. Dealing with client

c. Broken machine d. Crying baby e. Deadline

f. Handling customer complaint g. Accidents

h. Acute mistakes

Prioritizer

Quadrant 2: Not Urgent & Important a. Business planning

b. Health

c. Professional development d. Listening in relationships e. Preparation for meetings f. Goal-setting

g. Holidays and recreation time h. Producing systems

“YES-MAN”

Quadrant 3: Urgent & Not Important a. Important to other people b. Answering personal phone calls c. Drop in visitors

d. Doing favours e. Opening the mail

f. Saying yes to activities that distract you from quadrant 2

Slacker

Quadrant 4: Not Urgent & Not Important a. Watching mindless TV

b. Reading mindless books c. Mindless computer games d. Internet sur ing

e. Doing things you could get someone else to do cheaper or quicker than you

Ingat!

Tidak semua masalah harus menjadi prioritas, manusia yang gagal adalah manusia yang tidak bisa membedakan mana pekerjaan prioritas dan bukan.

4. Berpikir Menang-Menang (win-win)

Pada dasarnya adalah berupaya untuk memenangkan kehidupan. Tetapi tidak merugikan orang lain. Managing differences, the possible combinations:

a. Lose-lose, jika saya kalah, anda kalah, maka mengapa melanjutkan kerja sama?

b. Win-lose, jika saya menang anda kalah (rugi) …, saya hanya menang sekali atau jika saya kalah, ada menang …, anda hanya menang sekali saja

c. Win-win, jika saya menang, anda menang, kita akan berjalan beriringan , saling perbaiki, kekal abadi

5. Memahami untuk Dipahami Seorang wirausaha haruslah:

a. Memiliki keterbukaan (open mind) untuk mendengarkan, dan tidak cepat-cepat menolak argumentasi, atau melawan atas apa yang didengar dari pihak lain

b. Kebiasan mendengarkan dan memikirkannya

c. Ada usaha menepatkan diri kita pada posisi orang lain 6. Sinergi

Seorang wirausaha:

a. Harus mencari sinergi, yaitu total yang lebih besar dari penjumlahan elemen-elemen tunggalnya

b. Sinergi yang efektif sangat bergantung pada komunikasi

Carilah rekan usaha yang saling melengkapi, yang beorientasi pada sinergi agar anda dapat berorientasi pada tindakan.

7. Menajamkan Ketahanan, Fleksibitilitas dan Kekuatan Upaya yang dapat dilakukan adalah:

a. Berikan makanan pada jiwa (spiritual, hidup yang seimbang, lakukan meditasi, bacalah buku-buku self-help yang membangkitkan semangat atau dengarkanlah musik yang menggairahkan

b. Jangan pernah takut menghadapi kesalahan kecil Smart Mistakes Vs Dumb mistakes:

Bukan yang terkuat melainkan adaptif yang berumur panjang.

8. Menemukan Keunikan dan Membantu Orang Lain Menemukannya

Dari perilaku efektif menjadi luar biasa. Mulailah dengan menemukan atau mengenali keunikan diri sendiri. Potensi diri menjadi 4 elemen utama:

Hardwired birth-gifts:

Choice Principles 4

Inteligences

Creative Force Whole Person

SQ IQ EQ PQ

Conscience Vision Passion Discipline

Modelling Path inding Aligning Empowering

GREATNESS Cultural

software Fragmented person (victim)

SQ IQ EQ PQ

Ego Victimism Social mirror Indulgence

Low trust

No shared vis./value Misalignment

Disempowerement

MEDIOCRITY

a. Pikiran (mind) → To learn → Talent Talent, is your natural gifts and strenghths.

b. Tubuh (body) → To live → Need

Need, hunger, problem, or need in the world.

c. Hati (heart) → To love → Passion

Passion, those things that naturally energize, excite, motivate, and inspire you.

d. Jiwa (spirit) → To leave a legacy → Conscience

Conscience, that still, small voice within that assures you of what is right and that prompts you to actually do it.

Business Model Generation

9 Elemen BMC

1. Customer segments

a. Pihak yang menggunakan jasa/produk dari organisasi

b. Mereka kontribusi dalam memberikan penghasilan organisasi

c. Kelompok orang atau organisasi yang dituju oleh perusahaan untuk dilayani d. Ragam customer segments:

● Pasar terbuka: tidak membedakan segmen pelanggan dan hanya focus terhadap pelanggan yang memiliki kebutuhan dan masalah yang sama, contoh: produsen pesawat TV.

● Ceruk pasar (niche market): target pasarnya hanya melayani segmen pelangan tertentu, contoh: gerbong eksekutif dari PT KAI.

● Multipasar, melayani dua atau lebih segmen pelanggan yang saling ketergantungan, contoh: layanan kartu kredit oleh bank.

2. Value proposition

a. Satu keunikan yang menentukan mengapa produk atau jasa tersebut pantas dipilih oleh pelanggan

b. Keunikan harus menonjol dari pesaing

c. Memecahkan masalah pelanggan dan memenuhi keinginan pelanggan d. Ragam value propositions:

● Newness: nilai kebaruan, contoh: teh kotak.

● Performance: peningkatan kinerja produk atau jasa, contoh: produsen prosesor komputer.

● Customization: disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, contoh: sepeda motor scoopy yang ditujukan untuk pelanggan perempuan.

● Getting the job done: nilai yang diciptakan dengan membantu pelanggan melakukan pekerjaan tertentu, contoh: advertising agency.

e. Ragam vp

● Design

● Brand

● Price

● Cost-reduction

● Risk-reduction

● Accessibility

● Convenience 3. Channels

a. Bagaimana organisasi berkomunikasi dengan pelanggan segmennya dan menyampaikan value propositionnya.

b. Channels meliputi cara-cara meningkatkan kesadaran, memudahkan pelanggan menilai, membantu pelanggan menilai , membantu pelanggan membeli produk atau jasanya.

c. Contoh: Toyota dengan test dan personal assistance, Astra World Service (layanan purna jual).

d. Fungsi channels:

● Memunculkan kesadaran dari pelanggan mengenai produk atau jasa perusahaan

● Membantu pelanggan mengevaluasi value proposition perusahaan

● Memfasilitasi pelanggan membeli produk atau jasa perusahaan

● Menyampaikan value proposition kepada pelanggan

● Menyediakan dukungan pasca penjualan 4. Customer relationship

a. Bertujuan untuk mendapatkan pelanggan baru, mempertahankan pelanggan lama dan menawarkan produk atau jasa lama dan baru pada pelanggan lama

b. Contoh: personal assistant nasabah bank c. Ragam customer customer relationships:

● Communities: membangun hubungan dengan pelanggan tidak secara individual, tetapi tidak sebagai kelompok, contoh acara wisata oleh polygon

● Co-creation: perusahaan melibatkan pelanggan serta menciptakan nilai bagi pelanggan itu sediri, contoh: jasa desain interior dan eksterior rumah

5. Revenue streams

a. Aliran dana masuk.

b. Bagaimana organisasi memperoleh uang dari setiap customer segment.

c. Terdapat dua jenis pendapatan: transaksional dan pengulangan (recurring).

d. Ragam revenue streams:

● Penjualan aset

● Biaya pemakaian

● Sewa

● Biaya langganan

● Lisensi

● Biaya jasa perantara

● Iklan

● Donasi

6. Key resources

a. Menggambarkan aset-aset terpenting yang menentukan keberhasilan pengoperasian model bisnis, meliputi:

● Sumber daya isik (bangunan, kendaraan, peralatan)

● Uang

● Aset intelektual (merek, hak cipta, paten, database pelanggan)

● SDM

b. Ragam key-resources:

● Manusia

● Fasilitas

● Teknologi

● Intelektual

● Channels 7. Key activities

a. Kegiatan yang menentukan suatu model bisnis.

b. Elemen ini berperan penting dalam mewujudkan value proposition.

c. Ragam key activities:

● Operasi produksi

● Operasi jasa (pelayanan)

● Platform dan jaringan 8. Key partnership

a. Mitra kerja sama pengoperasian organisasi.

b. Organisasi membutuhkan kemitraan ini untuk berbagai motif, seperti penghematan, pengurangan resiko dan pembelajaran.

c. Empat bentuk kemitraan:

● Aliansi strategis antara non-competitor

● Kemitraan sekaligus bersaing dengan competitor

● Joint-venture untuk mengembangkan bisnis baru

● Hubungan buyer-supplier dalam rangka menjamin ketersediaan pasokan 9. Cost structure

a. Menggambarkan semua biaya yang muncul sebagai akibat dioperasikan model bisnis.

b. Ragam cost structure:

● Cost-driven

● Value-driven

Dalam dokumen IC QC, IC Produksi dan IC Logistik (Halaman 47-85)

Dokumen terkait