TINJAUAN KHUSUS OBJEK MAGANG
B. Bahan
2. Pemasangan Cerucuk Bambu
Cerucuk bambu berfungsi sebagai penahan tanah sisa galian supaya tidak terjadi longsor pada galian. Cerucuk bambu terpasang di sekeliling tepi area pekerjaan.
Gambar 3.52 Cerucuk Bambu
54 3. Pemotongan Kepala Bore Pile
Setelah pekerjaan galian tanah, yang dilakukan selanjutnya yaitu pemotongan kepala bore pile dengan cara dibobok dan diangkat dengan bantuan excavator.
Sebelum dilakukan pemotongan bore pile dilakukan levelling menggunakan alat auto level untuk marking bore pile supaya panjang pemotongan kepala bore pile tepat sesuai COL (Cut off Level).
Gambar 3.53 Pemotongan Kepala Bore Pile 4. Pemasangan Bekisting Pile Cap
Bekisting yang digunakan pada pekerjaan pile cap yaitu bata ringan atau hebel dengan ukuran 60 x 20 x 10 cm. Pemasangan bekisting pile cap diawali dengan pemasangan patok berupa besi di setiap ujung titik pile cap menggunakan total station supaya bekisting yang terpasang sesuai dengan titik koordinat. Patok yang telah terpasang kemudian diberi benang dan ditarik lurus dengan patok lainnya supaya pemasangan bekisting lurus.
55 Surveyor melakukan marking tingginya bekisting pile cap pada besi patok.
Kemudian pekerjaan pemasangan bekisting pile cap dimulai dan bahan yang digunakan untuk merekatkan hebel yaitu menggunakan perekat bata ringan.
Gambar 3.54 Pemasangan Bekisting Pile Cap 5. Pekerjaan Urugan Pasir dan Lantai Kerja
Setelah pekerjaan bekisting selesai, selanjutnya dilakukan pekerjaan urugan pasir. Adanya pekerjaan urugan pasir yaitu untuk menstabilkan permukaan tanah asli dan beban yang dipikul oleh permukaan tanah akan merata. Pekerja memasang paku dan benang untuk mengukur tingginya urugan pasir dan lantai kerja. Pekerjaan urugan pasir pada pile cap setinggi 5 cm dan lantai kerja setinggi 5 cm.
Pekerjaan lantai kerja menggunakan mutu beton K-175 manual yaitu dengan komposisi campuran antara semen : pasir : kerikil sebesar 1 : 2 : 3. Pembuatan beton lantai kerja dikerjakan menggunakan concrete mixer.
56
Gambar 3.55 Pekerjaan Pasir Urug Gambar 3.56 Pekerjaan Lantai Kerja 6. Penulangan Pile Cap
Tulangan pile cap dikerjakan di tempat fabrikasi besi yaitu pekerjaan pembengkokan tulangan dan pemotongan tulangan. Perakitan tulangan pile cap dilakukan di titik pile cap yang akan dikerjakan. Tulangan pile cap diberi beton decking pada bagian bawah, atas dan samping. Pemasangan tulangan pile cap disesuaikan dengan dimensi yang telah ditentukan dan pemasangan tulangan menggunakan kawat bendrat supaya tulangan kuat dan tidak lepas.
Gambar 3.57 Penulangan Pile Cap
57 7. Pengecoran Pile Cap
Setelah penulangan sesuai dan dicek oleh pengawas, selanjutnya pekerjaan pengecoran pile cap. Pengecoran pile cap menggunakan beton ready mix dengan mutu K-350 dan nilai slump 12±2 cm. Sebelum melakukan pengecoran, melakukan pekerjaan kompresor pile cap untuk membersihkan lantai kerja pile cap dari puing bahan bangunan yang tersisa. Setelah dipastikan lantai kerja bersih, pengecoran dimulai.
Pengecoran pile cap menggunakan concrete pump dan dibantu dengan vibrator supaya beton yang tertuang akan merata dan lebih padat. Sebelum beton dituang, pada bucket concrete pump diberi mortar dengan campuran semen, pasir dan air yang berfungsi sebagai pelicin pada boom dan pipa saat penembakan beton.
Setelah pembuatan mortar selesai, mortar dipompa dan pipa diarahkan keluar bekisting pile cap. Ketika mortar akan habis, beton dari truck mixer dituang pada bucket dan dipompa sehingga ketika pipa mengeluarkan beton, langsung diarahkan kedalam bekisting pile cap dan pengecoran dimulai.
Gambar 3.58 Pembuatan Mortar Gambar 3.59 Pembuangan Mortar
58
Gambar 3.60 Penuangan Beton Gambar 3.61 Pengecoran Pile Cap E. Pekerjaan Tie Beam
Tie beam dapat didefinisikan sebagai salah satu struktur portal yang arah pemasangannya horizontal, sedangkan portal merupakan kerangka utama dari struktur bangunan (Ali Asroni , 2010:39). Tie beam memiliki fungsi untuk memikul beban dinding dan untuk mengikat antar pile cap supaya tidak terjadi pergeseran.
Pada proyek pembangunan ini terdapat 6 tipe penulangan tie beam. Metode pelaksanaan pekerjaan tie beam adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan galian yang dilakukan bersama dengan galian pile cap.
2. Kemudian marking pada bekisting pile cap menggunakan total station untuk menentukan koordinat titik tie beam.
3. Memasang patok besi pada koordinat tie beam yang berfungsi sebagai acuan pemasangan bekisting tie beam.
4. Memasang benang antara patok besi satu dengan lainnya supaya pemasangan bekisting lurus.
5. Pemasangan bekisting berupa hebel yang direkatkan menggunakan perekat bata ringan.
59 6. Setelah bekisting terpasang, kemudian melakukan pekerjaan pasir urug setebal 10 cm dan dilanjutkan pekerjaan lantai kerja menggunakan mutu beton K-175 manual dengan campuran antara semen : pasir : kerikil sebesar 1 : 2 : 3. Pekerjaan lantai kerja setinggi 5 cm.
7. Melakukan pemasangan tulangan yang telah difabrikasi dan tulangan dirakit pada titik pekerjaan tie beam. Pada sisi bawah, samping dan atas tulangan diberi beton decking dengan tebal 7,5 cm.
8. Setelah dilakukan pengecekan dari tim pengawas, tie beam kemudian dicor bersamaan dengan pile cap.
Gambar 3.62 Penulangan Tie Beam Gambar 3.63 Pengecoran Tie Beam 3.4.3 Pengendalian Proyek
Suatu pekerjaan konstruksi tidak akan terlaksana dengan baik apabila pimpinan tidak dapat mengendalikan jalannya proyek tersebut. Pengendalian proyek harus dilakukan terus menerus selama proyek berjalan. Peninjauan secara periodik sangat efektif dalam melihat kemajuan proyek. Metode pengendalian proyek didasarkan pada perencanaan dan rencana kerja sebagai dasar untuk meninjau kemajuan pekerjaan. Pengendalian perjalanan proyek yang dilakukan antara lain :
60 A. Pengendalian Biaya
Adanya pengendalian biaya pada pelaksanaan pembangunan merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari terjadinya pembengkakan biaya selama pekerjaan. Pengawasan pengendalian biaya oleh Manajemen Konstruksi pada proyek ini dengan cara melakukan checklist setiap progress pekerjaan mingguan dan bulanan pada s-curve. Pengecekan laporan mingguan dan bulanan pada s-curve dapat diketahui korelasi antara biaya dan progress waktu pekerjaan.